31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13856

Alexandra Burke Dikenalkan ke Calon Mertua

STRIKER Tottenham Hotspur tidak perlu menunggu lama untuk mencari pengganti Charlotte Mears. Setelah putus dengan Charlotte, Defoe berpacaran dengan Alexandra Burke, penyanyi lulusan ‘X-Factor’, sebuah acara pencari bakat di Inggris.

Keduanya juga sudah mempublikasikan hubungan mereka kepada publik. Seperti dilaporkan The Sun, keduanya terlihat di acara di acara amal yang ditujukan untuk anak-anak yang tidak mampu,  Jumat (2/3) lalu.

Yang menariknya, pada awalnya mereka tidak duduk bersama. Tapi Defoe dan Alexandra berhasil membujuk panitia acara, hingga akhirnya mereka diperbolehkan duduk di satu meja.

Tidak hanya itu, Defoe juga sudah memperkenalkan Alexandra kepada kedua orang tuanya. Sepertinya ia ingin hubungan ini berlanjut ke tingkat yang lebih serius lagi. Alexandra juga sudah menjadi pengunjung reguler di White Hart Lane, markas The Lilywhites. (bbs/jpnn)

Mukjizat Terjadi, Ergi Selamat dari Maut

Kesaksian Orangtua yang Nyaris Kehilangan Anak Tunggal

Ergi adalah seorang anak yang sangat lincah dan super aktif baik di rumah maupun di sekolah. Orangtuanya, Tedy Christian dan Melyana, begitu menyayangi Ergi, anak semata wayang yang ditunggu selama tiga dalam kehidupan mereka. Namun pada suatu siang mereka hanya bisa pasrah mendapati anaknya terkapar karena tertabrak truk.

Pada siang itu, 5 Desember 2006, Ergi ditemani pengasuhnya membeli minuman di warung depan rumah persis di sebelah jalan. Mbak pengasuhnya tidak memperhatikan Ergi yang menyeberang jalan begitu menerima minuman. Sebuah mobil truk yang bermuatan limun sedang menyalip kendaraan lain dan menabrak tubuh mungil Ergi.

Johan, paman Ergi, yang sedang berada di sekitar tempat kejadian segera berlari. Johan mendapati tubuh Ergi tergeletak di bahu jalan dengan luka menganga di kepala kemudian membawanya ke rumah sakit.

Tedy dan Melyana saat itu sedang berada di rumah orangtua Melyana, tak jauh dari rumah mereka. Teriakan massa menyebabkan Suryana, ayah mertua Tedy, mencari tahu apa yang sedang terjadi. Teddy malah beranjak ke belakang karena ciut mendengar berita-berita yang mengerikan.

Tanpa disangka, informasi massa menyebutkan bahwa korban tabrakan bernama Ergi. Mendengar itu, Teddy merasa jantungnya berhenti . Melyana sendiri langsung pingsan.

Kritis Tanpa Pengharapan 

Nyawa Ergi terancam dan harus segera menjalani operasi. Anak berusia 3 tahun yang mendapat luka serius di kepalanya, besar kemungkinan akan meninggal. Kemungkinan lain, seperti cedera di kepala pada umumnya, meskipun sembuh bisa saja ada beberapa saraf yang terganggu dan menyebabkan kelainan.

Dalam kondisi kritis, pihak rumah sakit angkat tangan dan merujuk Ergi ke rumah sakit yang lebih lengkap. Sesampainya di sana, hasil CT-Scan menunjukkan selain cedera pada bagian kanan atas kepala, ternyata diketahui ada semacam cairan yang aktif di kepala bagian kiri atas, yang diduga kalau berkembang menyebabkan hydrosepalus (kepala membesar). Saat itu juga dokter meminta persetujuan Tedy untuk segera mengoperasi Ergi dengan resiko apapun. Kemungkinannya hanya 30 persen Ergi dapat selamat.

“Luka yang menekan ke jaringan otak bisa menyebabkan kelumpuhan. Karena memang letak luka itu di daerah paritalnya,” jelas dr Malikuswari SpBS yang menangani Ergi.

Tanpa berpikir panjang, Tedy menandatangani surat persetujuan itu karena sudah tidak banyak waktu lagi untuk membawa Ergi ke Jakarta berobat ke rumah sakit yang lebih besar.

Saat Ergi menjalani operasi, Tedy hanya bisa pasrah dan berdoa, “Tuhan, kalau Ergi Engkau angkat, aku rela karena aku percaya Ergi akan lebih bahagia”. Tapi setelah mengatakan hal seperti itu, entah kenapa Tedy tidak merasa damai sejahtera. Hatinya sepertinya menolak perkataan itu bahkan Tedy merasa yakin kalau Ergi akan sembuh.

Setelah operasi, harapan Ergi untuk hidup belum terjawab. Meskipun operasinya berjalan dengan lancar, tapi masa krisis Ergi belum berakhir. Kemungkinannya untuk hidup sangat kecil. Jika kondisinya bisa stabil, Ergi mungkin bisa diselamatkan dan dokter memperkirakan Ergi akan segera sadar dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Melyana yang melihat kondisi Ergi di ruang ICU hanya dapat memanggil namanya dengan penuh kesedihan. Hanya doa yang dapat terus dipanjatkan Tedy dan Melyana dengan tiada henti, memohon kesembuhan dan kehidupan bagi anaknya.

Mukjizat Terjadi 

Teddy dan Melyana hanya berharap mukjizat dari Tuhan. Saudara-saudara seiman banyak yang datang berkunjung dan mendukung Tedy dan Melyana berdoa secara pribadi memohon kesembuhan Ergi. Selama menunggu masa kritis, Tuhan menunjukkan kuasanya. Selang tiga hari di ruang ICU, Ergi mulai menggerakkan kakinya, tangannya pun dengan lemah mulai bergerak. Teddy dan Melyana dengan penuh ucapan syukur berterima kasih kepada Tuhan karena mereka mulai melihat tanda-tanda kehidupan kembali atas Ergi.

Kondisi Ergi semakin hari semakin membaik sampai akhirnya dokter memperbolehkannya pulang ke rumah. Tedy dan Melyana sangat bersyukur.(solusi/jc).

Prof Dr Ihromi MA, Tokoh Persaudaraan Lintas Iman

Mantan Rektor Sekolah Tinggi Teologia Jakarta dan Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Indonesia, ini seorang pakar bahasa Ibrani dan Semit. Prof Dr Ihromi MA, kelahiran Garut, Jawa Barat, 4 April 1928, itu meninggal dunia di usianya yang ke 77 tahun karena menderita sejumlah komplikasi di kediamannya di Jalan Dempo 14, Jakarta Pusat, Minggu 25 September 2005 pukul 01.30 WIB.

Tokoh gereja ini dikenal juga sebagai pembawa semangat persaudaraan lintas iman. Maklum, semangat persaudaraan itu telah mendarah daging sejak kecil dalam kehidupan keluarganya. Lahir dari ayah suku Sunda beragama Islam dan ibu beragama Kristen, dia memilih memeluk agama Kristen bersama 6 saudara lainnya dari 13 bersaudara.

Kendati mereka berbeda agama, hubungan kekeluargaan tetap kompak. Mereka sangat memahami bahwa tiap agama punya kaidah masing-masing. Sebagai seorang tokoh gereja yang berasal dari keluarga multi-agama, Ihromi menaruh perhatian tinggi terhadap kegiatan dialog antar agama .

Ihromi ditahbiskan menjadi pendeta Gereja Kristen Pasundan 18 April 1955. Kemudian dia menjadi dosen dan menjadi Rektor STT Jakarta beberapa periode. Di STT Jakarta dia menjadi guru besar yang mengajar Perjanjian Lama dan bahasa Ibrani dan bahasa Semit, sejak 1972. Juga menjadi Guru Besar Luar Biasa Fakultas Sastra UI, sejak 1974.

Ihromi juga aktif sebagai Ketua Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologia di Indonesia (1973-1978) dan Ketua Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia (1980-1984). Bahkan pernah menjabat Wakil Ketua World Council of Churches (1975-1983) dan Anggota Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional. Sebagai pendeta GKP dia memberikan kontribusi pemikiran melalui komisi teologi, badan kesejahteraan dan dalam pengembangan hubungan gereja dan lembaga oikumenis di luar negeri.

Semula dia ingin menjadi insinyur mesin, maka sempat masuk sekolah teknik di Bandung (1945). Nayatanya, setamat SMA di Sumedang, 1948, Ihromi bertemu ipar Bung Hatta bernama Sanusi yang menganjurkannya masuk Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), 1955. Kemudian, ia masuk Fakultas Sastra UI, jurusan bahasa Sunda dan Arab, namun tidak sampai selesai (1957).

Tahun 1963, Ihromi meraih gelar MA bidang ilmu sejarah dan bahasa Semit, dari Universitas Harvard, Cambridge, AS. Kemudian meraih gelar doktor dengan yudisium magna cum laude, 1972, dari Johannes Gutenberg Universitat, Mainz, Jerman Barat, setelah tiga tahun mendalami Kitab Perjanjian Lama. Disertasinya, ‘Amm ‘Ani Wadal Nach dem Propheten Zephanya. Dialah orang Indonesia pertama yang meraih keahlian bahasa Ibrani di luar negeri.

Ketika mahasiswa, dia berkenalan dengan gadis Tapanuli, adik bungsu Jenderal TB Simatupang bernama Tapi Omas Simatupang di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).  Pernikahan ini dianugerahi dua putri, dr Kurniati Ihromi Tanjung dan Ir Ade Satyawati. Isterinya yang kemudian lebih dikenal sebagai Prof Dr Ny Tapi Omas Ihromi SH, adalah guru besar FH UI. (*/bbs).

Ambisi LC

Lazio vs Bologna

LAZIO- Kubu Lazio sedang berbunga-bunga pasca kemenangannya melawan Roma dalam deri ibu kota beberapa waktu lalu. Kini  -Gli Aquilotti- julukan Lazio akan bertarung melawan Bologna di Stadion Olimpico Senin (12/3) dinihari WIB.
Bonus menempati peringkat tiga membuat Gli Aquilotti ingin memanfaatkan momentum dengan mempertahankan posisi akhir, sehingga bisa bermain di zona Liga Champion (LC) musim depan nanti.

Target tersebut bukan tanpa modal. Sejauh ini performa Lazio sudah bisa dibilang lebih baik dari musim lalu. Dibanding dengan giornata yang sama, Anderson Hernanes cs, kini telah mengumpulkan jumlah poin sama, tapi satu posisi lebih baik.
Pada musim lalu, Lazio menyelesaikan liga di peringkat kelima. Dengan skuad relatif sama, Sang Elang Muda pasti sudah lebih matang karena diperkaya pengalaman ketika menghadapi kerasnya persaingan menuju zona LC.
Perbedaan lain dari musim lalu adalah soal ketajaman. Di giornata 26 serie A  2010/11, Tommaso Rocchi cs cuma bisa mencetak 33 gol. Sekarang angka itu sudah delapan biji lebih baik.

Sergio Floccari dan Mauro Zarate yang di titik ini cuma bisa membuat 10 gol (Floccari 6; Zarate 4), Miroslav Klose, sudah 13. Bahkan Hernanes juga sudah membuat delapan gol dibandingkan musim lalu.
Dengan data tersebut, Eddy Reja dan timnya jelas bisa bermimpi menyelesaikan kompetisi di peringkat tiga. Sayaratnya tentu dengan mempertahankan performa seperti ini.

“Ambisi kami adalah melebihi apa yang kami capai musim lalu. Jelas tidak mungkin tapi klub bekerja dengan baik dan kami berada dalam jalur yang benar,” ucap pelatih Reja seperti dikutip Football Italia.
Dengan demikian momentum kemenangan derbi juga harus bisa menular saat menghadapi Bologna nanti. Bukan lawan mudah karena I Rossoblu juga dalam periode bagus. Tapi, sang tamu sepertinya sadar dampak kemenangan sebuah laga derbi akan memberikan efek positif dalam waktu lama.

“Menang di derbi selalu menambah kepercayaan diri. Itulah yang membuat lawatan ke Roma akan sangat sulit buat kami,” ucap gelandang Bologna eks Lazio, Gaby Mudingayi, di La Lazio Siamo Noi.
Hal yang sama juga dikatakan kapten Marco Di Vaio. Dia yakin meski Lazio menang saat derbi, namun dia juga yakin timnya bisa memperpanjang rekor bagus Bologna.
Apalagi sebelumnya Bologna menang 1-0 atas Novara dengan hasil imbang 1-1 melawan Juventus. Hasilnya kini Rossoblu berada di posisi -14, tujuh poin dari zona degradasi.(bbs)

Mantan Ketua Panwas Medan Bakal Dibui

MEDAN-Setelah menetapkan dua orang tersangka, mantan Sekretaris Sabarudin dan mantan Bendahara Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Medan tahun 2010, Iskandar, dalam waktu dekat Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kota Medan, M Aswin bakal jadi tersangka.

Pernyataan tersebut dikatakan Kasi Pidsus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz yang ditemui di Jalan Adinegoro Medan, Sabtu (10/3) “Bakal penetapan tersangka itu terkait kasus dugaan korupsi dana pengawasan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan sebesar Rp6 miliar lebih yang bersumber dari APBD Kota Medan, tahun 2010,” ujar Dharmabella.

Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan juga klarifikasi dan pemeriksaan terhadap dua anggota Panwaslukada lainnya, yakni Robinson Simbolon dan Diana. “Kita akan melayangkan surat panggilan kepada dua anggota Panwaslukada untuk dimintai keterangannya. Pemanggilan itu kita lakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kegiatan seperti rapat pleno yang memang benar dilakukan saat pelaksanaan Panwaslukada,” bebernya.
Tujuan pemanggilan kedua saksi itu guna mencari tahu perjalanan kegiatan Panwaslukada yang selama ini diduga fiktif. Beberapa laporan hasil kegiatan tersebut dinilai tak sesuai dengan kenyataan di lapangan . “Bila tidak datang, maka akan dikonfrontir keterangan sekretaris dan bendaharanya. Makanya kita akan fokus terlebih dahulu dengan keterangan dua saksi yang nantinya akan kita panggil,” tegasnya.

Masih Dharmabella, keterang dari dua saksi tersebut sangat diperlukan guna mengetahui benar tidaknya laporan-laporan kegiatan yang menyangkut perjalanan kegiatan pemilihan kepala daerah tersebut. “Karena dari hasil penyelidikan kita, laporan seperti dana rapat pleno, anggaran kendaraan dan lainnya itu tidak sesuai dengan kenyataannya,” tambah Dharmabella.

Dari hasil penyidikan Pidsus Kejari Medan ditemukan beberapa pengeluaran yang tidak jelas pertanggungjawabanya. Mulai dari indikasi penggelembungan hingga dugaan kegiatan fiktif. Penghitungan kerugian berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut hingga saat ini belum juga keluar. Namun dari penghitungan sementara, terjadi kerugian lebih dari Rp500 juta. Beberapa item pelaksanaan anggaran yang terindikasi korupsi itu, adanya pengeluaran dana sebesar Rp553 juta untuk kendaraan dinas.

Data yang diperoleh melalui sewa kendaraan yang dikeluarkan itu berkisar Rp6 juta per bulan. Namun setelah dilakukan pengecekan, faktanya tidak sesuai. Selain kendaraan itu, juga danya pengeluaran untuk perawatan kendaraan sebesar Rp164 juta yang tidak jelas pertanggungjawabanya.

Selain itu, diduga ada kegiatan fiktif dan penggelembungan harga. Di antaranya mengenai sewa gedung untuk kantor Rp80 juta, pengadaan alat kantor, beberapa laporan kegiatan dan pembayaran perjalanan dinas.
Dalam perkara ini, Panwas Medan mengusulkan dana sebesar Rp7,4 miliar untuk operasional Pilkada Medan 2010. Sedangkan yang dicairkan sebesar Rp6 miliar lebih, karena Rp900 juta dianggarkan tidak diambil dari kas daerah. (Rud)

Rumah Kontraktor Bangunan Dibobol Maling

MEDAN-Rumah kontraktor bangunan, Darman Effendi (35) yang berada di Komplek Puri Sarah Indah Jalan Turi Nomor 94 E Kelurahan Sudi Rejo, Kecamatan Medan Kota dibobol kawanan maling, Jum’at (9/3) malam.
Akibatnya, korban kehilangan barang elektroniknya yakni satu unit TV LCD LG 34 inci dan satu unit laptop Acer warna hitam yang dicuri dari dalam kamar korban.

Keterangan yang dihimpun Sumut Pos, peristiwa dibobolnya rumah korban diketahui keesokan harinya setelah Darman Effendi yang melihat pintu depan rusak dengan bekas congkelan. Padahal saat kejadian rumah korban dalam keadaan kosong.
Hal itu pun dibenarkan tetangga korban, Budi yang mengaku sempat mendengar dibongkarnya pintu depan rumah Darman. “Saya enggak tau kejadian persisnya bagaimana, tapi saya sempat mendengar ada suara bongkar pintu. Ya paginya baru diketahui sama pemilik rumah kalau rumahnya sudah dibongkar. Dan sepertinya sudah dilaporkannya ke Polsek Medan Kota,” katanya.

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta Medan Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sangkot Simaremare mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP. Namun, masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku pencuri di rumah korban. Selain itu, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki kasus tersebut. “Masih dilidik,” ujarnya singkat. (gus)

32 Cewek Kafe Terjaring Operasi Cipta Kondisi

Razia PSK

TEBINGTINGGI-Sebanyak 32 pelayan kafe berhasil diamankan oleh Petugas Gabungan Razia Mapolres Tebingtinggi bersama Polsek Tebingtinggi dari 10 kafe remang-remang yang tersebar di daerah Perkebunan Karet Pondok Ringin, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (9/3) malam.

Wanita pelayan kafe yang terjaring pada Operasi Cipta Kondisi ini umumnya tidak memiliki kartu identitas langsung digiring ke Mapolsek Tebingtinggi Jalan KL Yos Sudraso, Kota Tebingtinggi untuk didata. Selanjutnya membuat perjanjian untuk tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Kapolres melalui Waka Polres Tebingtinggi Kompol I Made Ary Pradana didampingi Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap yang turun langsung mengatakan razia dilakukan menanggapi laporan dari warga sekitar sehubungan semakin maraknya warung atau kafe esek-esek. Selain menawarkan sejumlah minuman juga pekerja seks komersial. Bahkan di lokasi kafe sering terjadi tindak kriminal seperti perkelahian yang diakibatkan dampak minuman keras.
“ Petugas berhasil menjaring 32 orang pelayan kafe, umumnya mereka adalah warga dari luar Kota Tebingtinggi. Para wanita yang terjaring akan didata dan diminta membuat perjanjian. Setelah itu mereka diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Masih I Made, razia yang dilakukan malam ini merupakan warning (peringatan) kepada sejumlah pelayan kafe sekaligus pemilik kafe, mengenai dampak minuman berakohol yang dapat mengundang berbagai kejadian kriminalitas. Seperti perkelahian antara pengunjung kafe karena memperebutkan cewek pelayan kafe tersebut.

Salah seorang pelayan kafe, Sri (19) penduduk Kota Medan mengaku terpaksa bekerja sebagai pelayan kafe karena tidak memiliki pekerjaan setelah dirinya cerai dari suami. Dirinya menolak dikatakan sebagai pemuas lelaki hidung belang. “Saya cuma pelayan kafe, enggak jadi yang gituan. Selain gaji didapat dari pemilik kafe, saya juga mendapat tips dari para tamu,” ungkap wanita dengan dua anak ini.

Lain halnya, Fifi (18) penduduk Kota Rantau Parapat mengaku nekad menjadi pelayan kafe sekaligus penyedian nafsu lelaki hidung belang karena kecewa dengan sang pacar yang tidak jadi menikahi seperti yang dijanjikan. “Putus asa, ada yang mengajak untuk bekerja di Tebing ini, ya aku ikut,” ucapnya yang mengaku baru tiga bulan kerja.

Ketua Tanfiziah Nahdlatul Ulama Kota Tebingtinggi, Ir Oki Doni Siregar mengutuk keras atas maraknya kafe remang-remang yang juga menawarkan jasa pekerja seks komersial itu. NU Kota Tebingtinggi tetap komit kepada Polisi untuk memberantas segala bentuk kemaksiatan di muka bumi ini. “Memang betul, kafe itu  menimbulkan kerawanan terjadinya kriminal seperti perkelahian antara pengunjung kafe yang bisa berujung pada kematian. Kita menghimbau kepada pemerintah setempat untuk menertibkan kafe remang-remang yang mengundang segala kemaksiatan,” jelas Oki.(mag-3)

Kecamatan Medan Kota Bongkar Warkop Jalan Sisingamangaraja

Diduga Terima Upeti Dari UISU

MEDAN- Tiga warung kopi (warkop) di Jalan Sisingamangaraja Medan tepatnya di samping kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan dibongkar. Namun aksi yang dilaksanakan 12 petugas Kecamatan Medan Kota bersama Kelurahan Teladan Barat, Sabtu (10/3) itu dituding sebagai aksi pesanan.

Pantauan Sumut Pos, aksi bongkar paksa yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wib itu sempat mendapat perlawanan dari para pedagang yang mendirikan pagar seng. Hal itu sebagai sikap para pemilik warkop yang menolak mengosongkan lahan tanpa adanya ganti rugi.

Salah satunya pasangan suami istri (pasutri) Rusdi (38) dan Elvita Agustina (35). Keduanya mengaku membayar uang sewa untuk lahan yang digunakannya berdagang satu bulan ini. Pembayaran dengan pemuda setempat itu juga dilengkapi dengan kwitansi. “Saya sewa ini Rp30 juta, itu tanahnya saja. Bangunannya saya dirikan sendiri,” jelas Rusdi yang ditemui di lokasi.

Menurut Rusdi, penggusuran yang dilakukan dengan anarkis menyisakan kejanggalan.  “Tanggal satu saya terima surat yang isinya, dengan alasan tanah milik UISU ini mau dibangun klinik. Habis itu, dibilang lah warkop ini meresahkan warga dan meminta segera ditutup. Saya diberi waktu 3×24 jam,” tutur warga Jalan Pasundan ini.

Seperti yang dipaparkan Rusdi, sekitar seminggu lalu Camat Medan Kota Parlindungan memanggil dan memaksanya untuk segera meninggalkan warkop yang baru sebulan didirikannya. Berbagai penjelasan yang disampaikan Rusdi tak ditanggapi. “Kita jelaskan pun mereka tidak mau dengar dan hanya mau ganti rugi Rp20 juta. Bangunan saya saja sudah lebih dari Rp20 juta,” ujarnya dengan nada kesal.
Sikap kaku Camat Medan Kota Parlindungan dan juga Lurah Teladan Barat Papaner Purba tadi diduga adanya  pesanan dari pihak UISU untuk mengosongkan lahan.      Hal itu diperkuat Elvita Agustina. Sang istri bahkan berkeras bertahan. “Saya tidak terima kalau tidak ada ganti rugi,” cetusnya.

Aksi bongkar paksa petugas juga merugikan para pedagang. Tenda dan barang-barang dagangan lainnya turut rusak.
Sementara itu, Camat Medan Kota Parlindungan saat dikonfirmasi membenarkan pembongkaran ketiga warkop tersebut. “Memang kita yang menggusur,” jelasnya yang langsung memutus pembicaraan saat disingung adanya upeti dari pihak yayasan kampus UISU. (adl)

Pol Air dan Satnarkoba Polres Sergai Tangkap Bandar Narkoba

SERGAI-Jajaran Pol Air Tanjung Beringin bersama Satnarkoba Polres Sergai menangkap Bandar narkoba  di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin, Jum’at (9/3).  Daerah ini merupakan lumbung peredaran narkoba baik sabu maupun ganja.
Kanit Gakkum Bribtu Suhendro, bersama rekannya Brigadir Zulhamsyah, Aiptu Zulham kembali lagi menangkap  Bandar narkoba jenis ganja yakni Zainuddin Siregar alias Sokin (35) warga Dusun V, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai sekitar pukul 18.00 WIB. Tepatnya dekat  warung kopi tak jauh dari rumahnya Saiful. Sokin sendiri merupakan target.

Dari tangan Sokin polisi mengamankan 23 amplop daun  ganja kering siap edar, uang tunai Rp111 ribu, dan tiga lembar kertas tiktak.

Saat menjalani pemeriksaan di Satnarkoba Polres Sergai, Sabtu (10/3) Sokin mengatakan barang haram tersebut didapat dari rekannya Sahar, warga Pagurawan Batu Bara dengan harga per garisnya Rp160 ribu. Dari pekerjaan  tersebut, dirinya meraup keuntungan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu  sehari. Tergantung jumlah pemesan dan persaingan dalam bisnis tersebut.

“Kerjaan ini paling mudah dan cepat dapat duitnya. Dibanding melaut, belum tentu dapat hasil. Apalagi cuaca tidak bersahabat, bisa tidak makan,” tutur Sokin kepada Sumut Pos.
Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIK melalui Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Hendra kepada membenarkan pengkapan terhadap Zainuddin alias Sokin. Penangkapan turut dibantu personil Satpol Air Tanjung Beringin. “Kini tersangka dan barang bukti sudah diamankan guna proses pengembangan,” terang Hendra. (Mag-16)

Kakek Pensiunan AU Ditemukan Tewas di Parit

Korban Mantan Anggota DPRD Tapsel dan Simalungun

MEDAN-PM David Sinaga (70) seorang pensiunan TNI AU dan juga Sekaligus mantan anggota DPRD Tapsel dan Simalungun dari Fraksi ABRI warga komplek Griya Kenanga Asri Blok E no 3 Jalan Setia Budi Kecamatan Medan Sunggal ditemukan tak bernyawa di saluran air ladang jagung tak jauh dari rumahnya, Sabtu (10/3) sekitar pukul 16.30 Wib

Kakek dua anak dan tiga cucu ini sebelumnya pada Rabu (7/3) sekira pukul 16.30 WIB meninggalkan rumahnya yang dihuni sang istri menggunakan baju kaos berwarna putih, celana pendek berwarna coklat, kain sarung kotak-kotak berwarna hitam kecoklatan, sehelai handuk putih kecil, dan sepasang sandal jepit warna coklat tanpa permisi pada istrinya.

Namun hingga malam, pensiunan TNI AU berpangkat terakhir sebagai Letkol ini tidak kunjung pulang, padahal malam sudah begitu larut. Merasa khawatir kedua anak almarhum, dr Marta Sinaga (33) dan Oloan Sinaga (40) Kamis sekira pukul 07.30 Wib melaporkan ayah mereka ke Mapolsekta Medan Sunggal , sembari terus melakukan pencarian di sekitaran komplek dibantu warga sekitar.

Pada Jum’at (7/3) Oloan sudah mempunyai firasat buruk tentang keadaan ayahnya itu, dan pikirannya selalu tertuju pada tanah kosong milik Abraham Basrido Tarigan yang ditanami dengan pohon jagung. Ia pun melakukan penyisiran di lokasi ladang jagung tersebut sepanjang hari, namun hasil yang didapatinya selalu nihil. Tak mau menyerah, selain melakukan pencarian di sekitar komplek serta membuat laporan ke polisi, Oloan juga menerbitkan iklan tentang hilangnya almarhum ke Harian Posmetro Medan yang diterbitkan, Sabtu (10/3).

Akhirnya usaha dari Oloan dan keluarga, serta segenap warga komplek Graha Kenanga Asri tidak sia-sia. Sabtu (10/3) sekitar pukul 16.30 Wib, Oloan yang kembali menyeseri ladang jagung di belakang komplek yang tak jauh dari kediamannya melihat sepasang kaki didalam saluran air di antara semak-semak rerumputan. Merasa curiga dengan apa yang terlihat, memberanikan diri ia berjalan mendekati saluran air itu.

Ternyata yang dilihatnya itu adalah jasad ayahnya David Sinaga yang sudah terbujur kaku dengan tubuh  membusuk. Terbaring sedikit menyamping ke kiri dengan kondisi kepala meninggalkan bekas darah mengering. Diduga terhempas oleh batu berdiameter sekitar 50 centi meter (cm) dan tinggi sekitar 20 cm yang sebahagian besar tertanam di dalam tanah tepat di atas kepala korban saat pertama kali ditemukan Oloan.

Yakin itu adalah jasad ayahnya, Oloan langsung menghubungi pihak Kepolisian Medan Sunggal untuk memberitahukan bahwa ayahnya sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sembari juga mengabari para warga dan keluarga. “Tiga hari saya cari dia (David Sinaga) sejak pertama kali hilang sampai ketemu sekarang, saya sudah punya firasat buruk kalau ayah saya ini pasti terjadi apa-apa di sini (ladang jagung)”, jelasnya pada Posmetro (grup Sumut Pos).

Selain pernah menjabat sebagai Anggota DPRD periode 1987-1992 di Kabupaten Simalungun dan di Tapsel periode 1992-1997 dan 1997-1999,  oleh salah seorang warga komplek S Manik (60), almarhum dikenal cukup aktif di STM Parsaoran Nauli di sekitaran Jalan Setia Budi dan komplek Griya Kenanga Asri . “Warga mengenal almarhum adalah sosok yang baik dan ramah di lingkungan sekitar, dan dengan kejadian ini kami turut merasa kehilangan juga,” ucapnya.
Berdasarkan info yang berhasil dihimpun di lokasi,  Sabtu (3/3) korban baru saja keluar dari RS Sari Mutiara karena mengalami struk dan penyempitan jantung, selain kondisinya yang mulai pikun karena dimakan usia.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan yang turun ke lokasi ketika dikonfirmasi menjelaskan, “Berdasarkan keterangan dari saksi dan warga sekitar, korban memiliki penyakit struk dan penyempitan jantung yang menyebabkan ia sering melakukan olah raga kecil pagi hari. Dugaan yang muncul saat ini adalah korban tewas karena terpeleset, namun kepolisian akan melakukan visum guna memastikan sebab dari tewasnya korban,” tandasnya.

David Sinaga ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 16.30 Wib, namun proses evakuasi selesai hingga pukul 17.30 Wib. Hal ini ditenggarai karena cukup lambatnya tim identifikasi Polresta Medan tiba di lokasi serta kurangnya sarana dan pra sarana yang mendukung untuk mengangkut jenazah dari lokasi ditemukan.

Perdebatan sempat terjadi antara keluarga dengan pihak kepolisian karena lamanya jasad David dievakuasi. Bahkan mobil ambulan yang akan mengangkut jenazah ke RS Pirngadi belum juga datang  meskipun tim identifikasi dari Polresta Medan selesai melaksanakan tugasnya.

Akhirnya sekitar pukul 16.30 Wib, proses evakuasi selesai dilaksanakan, dan jenazah langsung dibawa ke RS Pirngadi diikuti oleh kepolisian serta keluarga untuk dilakukan visum terkait penemuan jasadnya. (cr-3)