30 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 13854

Hadapi Deltras PSMS Minus Dua Pemain

MEDAN- Awalnya, pemain inti PSMS yang bakal absen hanyalah second striker PSMS Zulkarnain yang terkena akumulasi kartu kuning. Namun, skuad berjuluk Ayam Kinantan sepertinya harus menambah daftar peman intinya yang absen. Pasalnya, Gelandang PSMS Anton Samba diterpa cedera usai laga kontra Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Selasa (28/2) lalu.

Awalnya, Anton memang tak menyadari cedera yang dialaminya, karena tak merasakan sakit yang begitu sangat. Cedera Anton berasal dari benturan dengan pemain Persela yang akhirnya diketahui membuat pembengkakan otot di rusuk kirinya.

Cedera pertama kali diketahui oleh Anton saat mengikuti sesi latihan yang digelar di Stadion Tambak Sari Surabaya, Kamis (1/3) pagi. Ia mengaku, rusuk kirinya tiba-tiba terasa nyeri, yang mengharuskannya meninggalkan lapangan. Hal ini langsung direspon offisial dan rekan-rekan setim.

Dokter tim PSMS dr Raja yang mendapati hal tersebut langsung melarikan pemain asal Makasar itu ke Rumah Sakit Adi Husada Surabaya. Hasilnya, dari pemeriksaan dan rontgen yang dilakukan, cedera Anton ternyata tak berbahaya, namun, memerlukan perawatan.

“Cederanya tak mengkhawatirkan. Saya pikir akan terjadi Pneumothorax atau kolaps paru-paru. Kolaps paru-paru ini merupakan penimbunan udara atau gas di dalam rongga pleura, terletak di antara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada,” jelasnya, Kamis (1/3).
“Ia harus melakukan rawat jalan ke rumah sakit. Jadi, kemungkinan Anton tak bisa memperkuat PSMS saat menghadapi Deltras FC Sabtu (3/3) ini,” tambah dr Raja.

Anton yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut dan sedang berada di Hotel Sahid Surabaya penginapan pemain PSMS, mengaku hingga Kamis (1/3) sore masih merasakan nyeri di rusuk kirinya.

“Hari ini (2/3), Anton akan menjalani foto MRI  guna mengetahui keadaan otot di rusuk kirinya yang lebih pasti,” ungkap dr Raja.
Mengetahui dua orang punggawanya bakal absen, pelatih PSMS Suharto AD beserta asisten pelatih Roekinoy mengaku pusing. Namun, tak kehabisan akal, Suharto langsung menyiapkan penggantinya, yakni wing back PSMS Ramadhan Syahputra dan stopper PSMS Ledi Utomo. “Dari dua pemain ini, siapa yang paling siap diturunkan tergantung persiapan terakhir, besok (2/3), saat sesi latihan. Untuk posisi Zulkarnain akan diisi gelandang PSMS Luis Pena,” paparnya.

Menurut pelatih berkepala plontos ini, perombakan pemain mutlak dilakukan untuk menghadapi laga bentrok tim besutan Jorg Steinebruner itu. “Laga kali ini kita ingin meraih hasil sempurna, untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara ISL,” ujar Suharto.

Suharto juga mengaku, menghadapi tim berjuluk The Lobster merupakan laga berat meski tim ini berada di papan bawah klasemen sementara ISL. Pasalnya, tim ini memiliki karakter permainan keras dan para pemain serta pendukungnya punya fanatisme yang tinggi. “Yang kita hadapi merupakan tim yang memiliki pendukung fanatik. Kondisi mereka saat ini lagi baik-baiknya, serta memiliki motivasi tinggi,” ujarnya.

Dari sisi pemain, kapten PSMS Markus dan dua stopper PSMS Sasa Zecevic dan Novi Handrawan menegaskan, siap menghadapi Deltras FC dan optimis meraih kemenangan. “Kita sudah menjalani persiapan yang lebih matang. Dan Sabtu (3/3) ini kita akan bermain lebih maksimal,” ungkap Markus didampingi Sasa dan Novi.(saz)

Inkanas Gelar Kejurda

MEDAN- Perguruan Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) kembali menggelar kejuaraan daerah antar dojo se-Sumatera Utara.  Dojo-dojo dari 17 daerah akan ikut berpartisipasi pada Kejurda Inkanas Piala Kasat Brimopda-su Cup III 2012 pada 3-4 Maret mendatang di Gelanggang Remaja Medan.

Menurut Wakil Ketua Panitia, IPDA Yusuf Wijaya SH saat ditemui di Sekretariat Inkanas Sumut, Kamis (1/3) kemarin menyebutkan 17 daerah yang ikut berpartisipasi antara lain Dojo-dojo asal Langkat, Binjai, Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.

“Itu belum termasuk dojo-dojo cabang khusus seperti Brimob, Arhanud, Kesdam, 121 asam Kumbang,” ujar Yusuf.
Menurutnya kejurda ini digelar dalam rangka seleksi atlet Inkanas untuk menghadapi Kejurnas di Bandung, April mendatang. “Dari hasil Rakernas April nanti digelar Kejurnas. Dari sinilah kita gelar seleksi untuk mewakili Inkanas Sumut di Kejurnas nanti,” katanya.

Pada kejurda nanti akan dipertandingkan kategori erorangan dan beregu kata. Sementara Kumite tidak dipertandingkan. “Semuanya 61 kelas dengan kata beregu. Untuk perorangan 51 kelas selebihnya beregu pada enam kategori,” ujarnya. Kategori yang dimaksudkan yakni usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior dan senior. Rencananya kejurda akan dibuka Wakapoldasu Brigjen Cornelis Hutagaol.(mag-18)

Ferdinand Sinaga dkk Harus Didampingi Psikiater

FIFA Selidiki Hasil Bahrain vs Indonesia

Jakarta- Kekalahan memalukan nan menyakitkan 10-0 atas Bahrain konon akan segera diinvestigasi oleh  Badan sepak bola dunia FIFA. Di sisi lain, akibat kekalahan itu, anggota skuad Garuda harus didampingi psikiater.

Rencana penyelidikan itu disampaikan FIFA, Kamis (1/3/) sore lalu. Kemenangan Bahrain dicurigai karena mereka memang harus mengejar selisih sembilan gol dari rivalnya Qatar untuk bisa lolos ke putaran berikutnya, dengan catatan Qatar kalah dari Iran.

Syarat-syarat itu nyaris terpenuhi ketika Bahrain menang 10-0 dan Qatar sempat tertinggal 1-2 sampai menit-menit terakhir, sebelum mereka berhasil mencetak gol penyama di menit 84. Bahrain, meski menang besar, tetap tidak lolos.

“Keamanan FIFA akan melakukan sebuah pemeriksaan rutin dari pertandingan ini dan hasilnya,” demikian pernyataan FIFA.
Disebutkan bahwa ada “hasil akhir yang tidak biasa” dari pertandingan tersebut, yang di luar perkiraan.

Praktisi klinis, Ari Fahrial Syam yang dimintai tanggapan koran ini atas hasil itu menjelaskan, skuad timnas harus segera didampingi psikiater. Menurut Ari, kekalahan seperti ini bisa menjadi trauma dan stress buat para pemain muda. Kondisi ini akan membuat mereka sulit tidur dan tidak nafsu makan.
“Kondisi stress ini akan mencetuskan stress lain yang mungkin sudah ada sebelumnya.  Apalagi jejaring sosial, media cetak dan media elektronik menghujat kekalahan ini. Nasi sudah menjadi bubur. Faktor psikologi para pemain muda yang habis mengalami kekalahan tersebut harus menjadi perhatian pengurus,” urainya mengingatkan.

“Psikolog atau bahkan psikiater harus segera mendampingi mereka,” tegas Ari. (sam/bbs/jpnn)

Deltras tanpa Pemain Utama

Tak tampil dengan kekuatan penuh, sepertinya sudah menjadi nasib Deltras Sidoarjo. Dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) menjamu PSMS Medan, Sabtu (3/3) besok, The Lobster julukan Deltras lagi-lagi tifak bisa memainkan sejumlah pemain unggulan mereka.

Ada Pemain utama Deltras yang tak bisa tampil di depan pendukungnya, antara adalah, Shin hyun-joon, Purwaka Yudhi yang masih belum sembuh dari cedera. Shin mengalami cedera betis kanan saat timya bertandang ke markas Persiba Balikpapan 18 Februari lalu. Sementara Purwaka belum sembuh dari cedera hamstring saat melawan Persegres Gresik.

“Shin masih belum sembuh total dari cedera. Sementara Purwaka disarankan oleh tim dokter untuk istirahat total selama sebulan penuh. So, untuk pertandingan kali ini kami tidak bisa turun dengan kekuatan penuh,” ujar pelatih kepala Deltras, Jorg Peter Steinebrunner, kemarin (1/3).
Dua pemain lain yang terpaksa harus menyaksikan Mijo Dadic dan kawan-kawan bertanding dari atas tribun adalah M Fakhrudin dan Walter Brizuela.
Kedua pemain ini tidak bisa masuk line up  karena akumulasi kartu kuning. Dengan kondisi tersebut, Steinebrunner harus memutar otak lebih keras demi komposisi tim yang lebih baik.

Menurut pelatih asal Jerman ini, sejumlah pemain pelapis mulai dipersiapkan untuk menutupi kelemahan tim yang pincang tersebut. M Yusuf dan Indra Setiawan besar kemungkinan akan masuk daftar pemain untuk menutupi kekosongan barisan tengah. Sementara untuk sektor belakang ada Wahyu Gunawan serta Achmad Maulana.

“Untuk sektor belakan masih sedikit tertolong. Sebab, meski tidak diperkuat oleh Purwaka, kami masih memiliki Benny Wahyudi yang siap tampi. Namun, yang membuat saya optimistis kami bisa raih poin adalah semangat juang yang saat ini dimiliki oleh anak-anak,” lanjut Steinebrunner.

Sementara itu, manager Deltras Yudha Pratama mengatakan bahwa Mijo Dadic dan kawan-kawan harus bisa merebut poin penuh dalam laga itu. Sebab, hanya dengan itu publik Sidoarjo masih percaya bila kekuatan Deltras belum habis. Saat ini, Deltras memang benar-benar terpuruk, dari tiga belas laga mereka baru mengoleksi 11 poin membuat mereka terpuruk di peringkat 17 klasemen sementara. (dik/jpnn)

SSB AMPI Hadang SSB Damar

DELISERDANG- SSB AMPI tampil memukau dengan menahan SSB Damar dengan skor 3-0  pada babak penyisihan Turnamen Piala AMPI Cup-I, di Lapangan Martubung Jalan Rawe Deliserdang, Kamis (1/3).

Ketiga gol milik SSB AMPI itu diciptakan Dimas, Edwin Tarigan serta Trisna.
Dari awal kick off babak pertama dimulai, SSB AMPI dengan formasi yang memperkuat lini pertahanan, menggempur gawang lawan. Sedangkan SSB Damar mengawali babak pertama ini dengan memperkuat lini penyerang.

Ironisnya, meski SSB AMPI dihujani tendangan lawan, dengan pasti SSB besutan Ruslan ini tidak berubah pikiran dan tetap memfokuskan penjagaan lini pertahanan.

Alhasil segala gempuran yang datang mengkecoh pertahanan hanya berbuah seruan nada sumbang dari penonton.
Dengan seruan keras dari pinggiran lapangan, Ruslan dengan sigap memberikan arahan untuk menyeimbangkan setiap lini. Mendengar seruan itu, punggawa SSB AMPI langsung memberikan perubahan drastis dengan peningkatan serangan. Tak ayal, setelah berganti formasi akhirnya Dimas dari SSB AMPI itu langsung memberikan satu gol lewat tendangan kanan yang keras dan hampir merobek gawang lawan.

Kick off oleh SSB Damar pertanda babak kedua dimulai, kesempatan yang terbilang singkat itu, tidak disia-siakan oleh SSB Damar.
Hasil pada babak pertama, membuat punggawa SSB Damar mau tidak mau harus mengejar ketertinggalan ini.
Akhirnya SSB AMPI  l angsung melesatkan serangan demi serangan ke ara lawan. Di menit pertengahan babak kedua ini Edwin langsung memberikan satu angka yang membuat kedudukan menjadi 2-0.  Di menit terakhir  Trisna hadir dengan membuahkan satu gol lagi ke gawang SSB Damar. Kemudian skor berubah menjadi 3-0. (dik/jpnn)

Native Deen, Bius Anak Muda Medan

MEDAN- Grup musik asal Washington DC Amerika Serikat, Native Deen membius anak muda Medan lewat lantunan genre yang berbaur American Islamic Nasheed Group, di pelataran parkir Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis (1/3) (Bukan hari Kamis (30/1) siang seperti yang diberitakan edisi kemarin).

Bertajuk Medan In Consert 2012, Native Deen berhasil membuat ribuan penonton yang didominasi kaum hawa itu histeris. Meskipun beberapa lagunya masih terlihat asing di telinga penonton, tak menyurutkan antusias para penonton untuk tetap mendengarkan beberapa lagu yang disajikan Native Deen.

Kehebohan semakin bertambah ketika lagu berjudul Shalawat Badar dan Insya Allah yang mereka bawakan diikuti sejumlah penonton.
“Asyik aja lihatnya, karena kan jarang di Indonesia khususnya Medan dihibur dengan Group Nasyid dari Amerika,” ujar salah seorang penonton, Vunny, yang mengaku baru mengenal Native Deen.

Tak hanya berhasil membuat penonton di pelataran parkir UMSU histeris, Native Deen juga tampil dengan perpormence yang atraktif dengan busana Koko dan balutan lobe yang mereka pakai.

Native Deen yang  beranggotakan Joshua Salaam, Naeem Mohammad dan Abdul Malik Ahmad berhasil membuat suasana panggung konser meriah.
Selain konser, kehadiran mereka juga akan dirangkai dengan beberapa acara lainnya, seperti diskusi dengan mahasiswa, akademisi dan siswa mengenai Islam di Amerika, serta diskusi dengan komunitas hip-hop Medan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Agussani mengaku bangga mendapat kesempatan digelarnya konser satu satu grup musik hip-hop terkenal asal Amerika Serikat.

Dengan adanya konser dan diskusi tersebut diharapkan hubungan silaturrahmi yang telah terbina antara Indonesia-Amerika Serikat semakin terjalin erat, bukan hanya dalam hal budaya namun juga pendidikan.

“Kami juga berharap dengan adanya konser dan diskusi ini dapat dimanfaatkan mahasiswa UMSU untuk lebih mengenal budaya Amerika Serikat. Dengan demikian niat untuk melanjutkan studi ke negara Paman Sam itu juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Sementara Joshua Salaam, salah seorang personel Native Deen mengatakan, dalam penampilan nanti, mereka akan mengkombinasikan musik irama hip-hop dengan lirik bernuansa Islam.

“Melalui konser kami di Indonesia, kami ingin menggali budaya Indonesia yang unik dan keanekaragaman masyarakat Islam di sini. Mereka juga bisa mengenal Muslim Amerika,” ucapnya.(uma)

Berutang untuk Biaya Sekolah Cicilan Jangan Lebih Lima Bulan

TAHUN ajaran baru 2012/2013 masih sekitar empat bulan lagi. Tapi, untuk sebagian kalangan, hari-hari ini sudah mulai pusing memikirkan biaya sekolah anak.

Untuk yang pendaftaran ulang kenaikan kelas, barangkali tidaklah seberapa. Tapi, untuk yang masuk jenjang lebih lebih, misal dari SMP ke SMA, atau SMA ke perguruang tinggi, pastilah orang tua harus merogoh kantong lebih dalam lagi.

Biasanya, ibu-ibu yang pusing memikirkan soal biaya sekolah anaknya. “Tapi yang pusing itu biasanya yang persiapannya kurang,” ujar Budi Rahardjo, konsultan keuangan keluarga dari One Consulting Financial, kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, secara umum, ada dua type orang tua menghadapi pengeluaran untuk biaya sekolah anak. Pertama, type santai-santai saja. “Prinsipnya, nanti ya nanti,” kata Budi. Type kedua, orang tua yang mempersiapkan biaya sekolah anak jauh-jauh hari. Untuk type ini, biasanya tidak pusing mikirin biaya sekolah anak.

Menurut Budi, sebenarnya masalah biaya sekolah anak gampang diatasi jika ada persiapan sejak dini. “Karena pendaftaran anak sekolah sudah terjadwal, jenis sekolah juga sudah bisa ditentukan sejak awal, termasuk biayanya,” ulas alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Sehingga, lanjutnya, orang tua bisa menyiapkan dana dengan menabung atau lewat asuransi pendidikan anak. Misalnya saja untuk masuk SMA butuh Rp6 juta, dipersipkan setahun saja, cukup menabung Rp500 ribu sebulan.

Untuk type santai, maka mendekati tahun ajaran baru, bakal pusing. Meski misalnya cuma butuh Rp6 juta, tapi pada bulan-bulan itu, Juni-Juli, banyak pengeluaran rumah tangga yang tidak bisa ditunda, seperti pajak rumah dan pajak penghasilan.

Belum lagi jika berbarengan dengan pajak kendaraan bermotor. Beban bertambah jika anak yang naik jenjang sekolah, tidak cuman satu. “Nah, tak mungkin kan orang tua bilang ke anak, “nak, sekolahnya ditunda dulu ya”,” kata Budi.

Nah, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan orang tua. Pertama, menguras tabungan yang ada. Kedua, kalau tabungan masih kurang, lari ke pegadaian atau kredit pendidikan.

Ketiga, berutang. Khusus yang berutang ini, Budi mengingatkan,  orang tua harus cermat mempertimbangkan besaran bunga dan lamanya mencicil. “Saya sarankan, cicilan jangan sampai lebih lima bulan.  Karena tahun depan harus bayar sekolah anak lagi,” pesannya.
Pesan lain, memilih sekolah juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga. Maksudnya, jangan cari sekolah yang biaya masuknya terlalu mahal. (sam)

Angkot Tua tak Berizin, Sebagian Masih Beroperasi di Jalanan

MEDAN-Sebanyak 285 angkutan kota (angkot) pintu belakang di Medan yang masih beroperasi tidak mengantongi speksi serta tidak pernah dilakukan uji berkala kendaraan.

Kasi Angkutan Kota Dishub Medan, Hendrik Ginting menegaskan 285 unit angkutan kota pintu belakang itu milik Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) dan Rahayu Medan Ceria (RMC).

“Memang jumlahnya tidak begitu banyak lagi, namun angkutan itu tidak ada speksinya tapi tetap beroperasi. Kita tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dengan angkutan kota itu,” kata Hendrik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Armansyah Lubis menegaskan, operasional angkutan kota pintu belakang di Medan tidak ada izinnya. Sebab, hingga sekarang Dishub Medan tidak pernah lagi mengeluarkan  perpanjangan speksi, bahkan angkutan kota pintu belakang tidak pernah melakukan pengujian kendaraan berkala.

“Jelas ini mengakibatkan kemacetan dan menambah polusi udara,” ujar Armansyah.
Padahal, lanjutnya, dalam pengujian kendaraan berkala selama enam bulan sekali harus dilakukan angkutan kota yang ada di Medan.

“Di sinilah diperiksa kelayakan angkutan tersebut, mulai dari mesin, rem hingga pengujian emisinya. Kalau kita lihat kenyataannya masih tetap ada yang beroperasi. Kita tidak bisa menindaknya, karena mereka masih mengantongi izin dari perusahaan KPUM  dan RMC,” terang Armasnyah.

Sebelumnya, tahun 2010, KPUM pernah melakukan peremajaan 100 unit angkutan kota pintu belakang. Namun, hingga sekarang angkutan kota pintu belakang itu tetap tidak ditarik dari peredaran, justru ditambah dengan angkutan kota yang baru yakni Grand Max, sehingga jumlah angkutan kota di Medan semakin banyak.

“Janjinya pengusaha akan menarik angkutan kota yang lama, mereka mau menggunakan angkutan itu untuk angkutan di daerah-daerah. Tapi kita tidak tahu lagi kenapa hingga sekarang masih tetap saja ada angkutan kota pintu belakang milik KPUM yang beroperasi, padahal speksinya juga tidak ada,” tegas Armasnyah.

Dishub Medan, terang Armansyah, tidak memiliki kewenangan untuk mengandangkan angkutan kota pintu belakang yang tidak memiliki speksi. Pasalnya, pihak perusahaan masih memberikan plafon untuk angkutan yang lama. Bahkan, kalaupun ditindak di lapangan dengan menilang, Dishub Medan juga tidak bisa menahan angkutan tersebut berlama-lama, karena pemilik angkutan punya hak untuk menebus SIM dan STNK-nya.
“Makanya, Dishub Medan tidak mau lagi sembarangan mengeluarkan rekomendasi untuk peremajaan angkutan kota di Medan. Harus jelas, mana angkutan kotanya yang mau ditarik. Kalau sudah jelas dan masih beroperasi nantinya di lapangan, kita bisa langsung mengandangkannya,” terang Armansyah.

Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe yang juga pengelola Rahayu Medan Ceria (RMC) mengaku kalau angkutan pintu belakang RMC No 106 sudah tidak ada lagi.

“Tidak ada lagi angkutan yang pintu belakang, semua sudah ditarik. Bisa di cek di lapangan. Trayek 106 itu angkutannya semua sudah pintu samping yang pintu belakang sudah tidak ada lagi,” kata Mont.

Namun dari pantauan wartawan di lapangan, sejumlah angkutan kota pintu belakang di Medan masih terlihat beroperasi. Beberapa unit angkutan pintu belakang RMC 106 masih beroperasi dari Mandala ke Amplas. Sedangkan angkutan kota pintu belakang milik KPUM seperti No 08, 03, 04 dan 17 juga masih banyak terlihat beroperasi di lapangan.

Sumbang Gas Rumah Kaca Terbesar

Kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar Gas Rumah Kaca (GRK) di Sumut khusunya di Kota Medan.
Menurut Kepala BLH Sumut, Hj Hidayati ada sebanyak 2.284.404 unit kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Selain itu, untuk bidang industri menempati urutan kedua, dimana terdapat sebanyak 1.600 industri.

Penyumbang lainnya adalah disebabkan oleh kebakaran hutan atau lahan, dimana tercatat ada 498 titik hotspot. Keberadaan sampah menempati urutan selanjutnya, dengan taksasi atau perhitungan15 juta orang dikali 0,6 kg sampah.

Sumut memiliki 1,7 juta ha areal perkebunan sawit yang berpotensi menghasilkan 8,7 miliar ton setara CO2 per tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dengan kapasitas olah 30 ton per jam saja dapat menghasilkan 13.000 ton setara CO2 per tahun dan berpotensi menghasilkan emisi 35.000-100.000 ton CO2 per tahun. Jadi apabila kualitas udara nasional melalui emisi tidak diperbaiki atau tidak dilakukan perubahan, maka telah diproyeksikan pada tahun 2018 akan terjadi peningkatan 20 kali partikel debu (PM). Oleh karenanya BLH Sumut melakukan 10 strategi sepanjang 2010-2014, antara lain, peningkatan kualitas air permukaan (Asahan, Deli dan Belawan), konservasi ekosistem Danau Toba, Pantai Timur dan lain-lain. (ari/adl)

Pernikahan Sudah Direstui Orangtua

Aurelie Moeremans

Artis belia ini menikah diam-diam dengan Robby Tremonti pada 10 Oktober 2011. Setelah sempat ditentang habis, kini ia mengaku sudah mendapat restu dari orangtua.

“Ya kemarin-kemarin banyak masalah, sekarang sudah nggak, sudah baik-baik saja,” kata Aurelie Moeremans yang didampingi Robby di Jakarta, baru-baru ini.

Hal yang sama juga diungkapkan sang suami, yang sudah menjalin hubungan baik dengan mertuanya. Bahkan, tak jarang Aurelie suka tidur di rumah orangtuanya.

“Dengan orangtuanya Aurelie juga gue sudah sangat baik Aurelie juga sudah ketemu sama orangtuanya, dia sering nginap di rumah orangtuanya.
Hubungan yang nggak direstui kini semua sudah baik-baik saja,” jelas Robby.

Setelah menikah, kedua pasangan ini memutuskan tinggal bersama orangtua Robby di Bogor, Jawa Barat. “Tinggal sementara sama orangtua gue di Bogor. Kita rencana untuk tinggal ke Jakarta, cuma sekarang sih tinggal sama orangtua gue dulu,” tandasnya. Setelah lima bulan menikah, Aurelie  belum juga hamil.  Untuk mengisi hari-harinya yang sepi, pasangan ini memelihara seekor monyet.
“Iya namanya Angel. Kebetulan pas hari Natal, Aurelie yang mau monyet pantai ini. Monyet pantai ini sangat jinak, kita beli pas Natal kemarin dan selalu dibawa kemana-mana,” ungkap Robby.

“Dia (monyet,red) juga kadang tidur sama kita kok di kasur,” tambahnya.
Menurut mereka, monyetnya itu sangat lucu. Risiko dicakar atau terkena air seninya sudah tidak masalah buat keduanya.
“Memang lucu aja, barusan diompolin. Dia kita kasih makan buah, pupp-nya (kotoran) juga nggak bau,” timpal Aurelie.
Meski saat ini selalu bersama monyet peliharaannya, tapi keduanya menolak jika dikatakan melihara monyet sebagai latihan sebelum punya anak. “Nggak, lucu-lucuan saja, memang benar-benar menemani kita ke mana-mana,” tandas bintang film dan iklan ini. (rm/jpnn)

Saat Main Layang-layang Bocah 8 Tahun Tewas Jatuh dari Lantai III

MEDAN- Bocah berusia 8 tahun, Alporan A Rajagukguk tewas setelah terjatuh dari lantai III rumahnya di Jalan Perjuangan, Kamis (1/3) siang.
Keterangan yang dihimpun, anak kedua dari tiga bersaudara itu terjatuh saat bermain layang-layangan. Pengakuan H Rajagukguk (38), tak mengetahui pasti penyebab jatuhnya. Diterangkannya, dia mengetahui anaknya tewas dari keluarga karena dirinya sedang bekerja.

“Kata keluarga anak saya bermain layang-layang di lantai III dan terjatuh ke bawah,” katanya.
Menurutnya, memang di lantai III rumah itu tak ada pagarnya pembatasnya.

“Anak saya terjatuh saat dia mundur ke belakang tanpa melihat ke belakang saat main layang-layang,” jelasnya.
Diterangkannya, anaknya tewas dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

“Anak saya jatuh ke rumput di lantai dasar. Anak saya meninggal dalam perjalanan,” jelasnya.
“Dia itu anaknya periang dan suka bercanda,” ujarnya.(jon)