31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13854

Niat Jalan-jalan Jadi Mencuri

Dua anak baru gede (ABG) Alam Raja gukguk (20) dan Jaka Susanto (21), warga Jalan Jati Luhur, Bandar Kalipah babak belur dihajar, karena ketangkap hendak mencuri sepeda motor Yamaha Mio BK 4467 ABK milik Suryani  di  Jalan Makmur, Percut Seituan, akhir pekan lalu.

Keterangan yang dihimpun, keduanya semula berniat jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash BK 3996 UB. Melihat sepeda motor korban sedang menyala di depan rumah, keduanya berniat  mencuri sepeda motor tersebut.

Sebelum melakukan aksi pencurian, kedua pelaku menyusun siasat agar aksinya berjalan mulus. Tersangka Jaka pun berpura-pura membeli sebungkus rokok di kedai sebelah rumah korban, sedangkan tersangka Raja stand by di atas sepeda motornya.

Sepeda motor dengan posisi mesin hidup itu pun didekati tersangka Jaka. Namun saat hendak melarikan sepeda motor, korban melihat dari ruang tamu. Tersangka langsung berpura-pura mematikan mesin sepeda motor yang sedang menyala, kemudian kunci sepeda motor tersebut diberikan kepada korban.

Setelah memberikan kunci, tersangka beranjak meninggalkan lokasi. Korban yang sudah mencurigai gerak-gerik pelaku langsung meneriaki maling. Spontan warga keluar dan menangkap pelaku dan memukulinya.

Polisi yang mendapat informasi membekuk dan mengamankan pelaku dari amukkan warga.
Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak membenarkan kejadian itu.
“Saat ini masih kita mintai keterangan,” uangkapnya.(gus)

Jaksa Harus Periksa Aliran Dana Outbound

MEDAN- Direktur Konsultan Pendidikan Indonesia (Kopindo) Sumut, Joharis Lubis, meminta agar jaksa memeriksa aliran dana yang telah digunakan dalam pelaksanaan outbound, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Medan yang diikuti kepala sekolah di tingkat SD Negeri di Kota Medan, dengan biaya Rp600 ribu per peserta beberapa waktu lalu.

Pasalnya, kegiatan yang dianggap mubazir itu seharusnya tidak harus mengutip uang para kepala sekolah, dan bisa dianggarkan lewat APBD.
“Dari sejumlah informasi mereka telah melakukan outbound ini sebanyak dua kali. Ini harus diumumkan aliran uangnya kemana, agar bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Jauharis juga menganggap keberadaan Kepala Dinas Kota Medan, Rajab Lubis, dalam outbound sebagai pemateri tidak memposisikan dirinya sebagai kadis.

Menurutnya, sebaiknya dalam hal ini, Kadis melakukan koordinasi dengan kasubdis seperti Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) ataupun EO dan LO.

“Dia (Rajab) harusnya memposisikan dirinya sebagai Kadisdik dan menyerahkan tugas ini kepada anggotanya. Jika memang kegiatan ini harus dilakukan, harusnya dianggarkan di dalam APBD jadi tidak melakukan pungutan liar seperti ini, sehingga terjadi kecelakaan administrasi. Sudah sepantasnya Rahudman mencopot Kadisdik yang baru ini,”ucapnya.

Sementara itu Anggota Komisi B Sekaligus ketua Fraksi DPRD Medan, Salman Alfarisi menyayangkan kebijakan yang diambil oleh Kadisdik Medan, Rajab Lubis.

Pasalnya program yang sifatnya institusi dinas pendidikan, meskipun bersifat partisipasi, tidak seharusnya membebankan kepada kepala sekolah.
Karena, menurutnya, hal ini bisa memicu turunan sikap, yakni kepala sekolah akan membebankan anggaran tersebut kepada siswa didiknya.
“Kepala dinas pendidikan yang baru, harusnya hati-hati mengeluarkan kebijakan. Jangan biasakan mengutip uang dengan mengatasnamakan program dinas pendidikan. Jika kegiatan ini positif kan bisa dianggarkan dalam APBD dan pasti akan didukung selama itu positif,”imbuhnya.

Mengenai hal ini, Salman akan mengusulkan Komisi B untuk memanggil Kadisdik Medan Rajab Lubis sesegera mungkin.

Selain mempertanyakan mengenai out bond, menurut Salman pemanggilan ini juga akan membahas mengenai persiapan Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang semakin dekat.

“Ada beberapa hal yang akan kita pertanyakan kepada Kadisdik yang baru ini nantinya. Pemanggilan itu nantinya juga akan mempertanyakan mengenai realisasi anggaran 2012 mengingat ini sudah bulan tiga, terutama bidang pembangunan infrastruktur,”ujarnya. (uma)

Penutupan RS Tembakau Deli, Pensiunan Demo PTPN 2

MEDAN-Puluhan pensiunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II yang tergabung dalam forum silaturahmi pensiunan perkebunan melakukan aksi memasang spanduk keprihatinan atas penutupan RS Tembakau Deli, di Jalan Putri Hijau Medan, Minggu (11/3) siang.

Dengan membawa spanduk sepanjang 10 meter bertuliskan ‘Pensiunan Kesulitan Berobat, Terpaksa Naik Angkot Jauh’ dan ‘Kalau PTPN2 Jual Minyak Sawit Wajar Tapi Kalau PTPN2 Jual Rumah Sakit Sangat Kurang Wajar’.

Selain itu ada juga spanduk lain sepanjang empat meter yang bertuliskan ‘Tolong Selamatkan Satu-satunya Situs Sejarah Tembakau Deli Jangan Sampai Lenyap di Telan Bumi’ dan ‘Tuyul atau Antek-antek Kapitalis Malaysia Itu Pantas di Ganyang Bukan Rumah Sakit Ini Yang Mesti di Lelang’.

“Sudah ada surat pemberitahuan ke kami bahwa tidak bisa berobat lagi ke RS ini. Jadi kami terpaksa pergi jauh ke RS GL Tobing yang ada di Tanjung Morawa dan RS Bangkatan di Binjai,” kata Ketua Forum Silaturrahmi Pensiunan Perkebunan, HM Yusuf Sembiring, di sela-sela pemasangan spanduk di depan RS Tembakau Deli.

Dikatakannya, penutupan RS Tembakau Deli benar-benar menyiksa pensiunan karena selain RS rujukan sangat jauh, pelayanannya sangat berbeda jauh. Pada RS rujukan, tidak ada mesin cuci darah, laboratorium juga harus ke rumah sakit lain.

“Bayangkan saja, kami harus berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dan kembali sekitar pukul 16.00 WIB, tapi apa hasilnya hanya mendapatkan obat tetes mata seharga Rp15.000,” ucapnya.(adl)

Pemko Kembali Desak Kementerian PU

Realiasi Fly Over Simpang Pos

MEDAN- Pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos di Jalan Jamin Ginting belum terealisasi. Pemko Medan mendesak Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera merealisasikannya.

“Kita sudah kembali menyurati menteri, kita sudah bilang ke Pak Menteri kalau Medan sudah siap. Pembebasan lahan juga sudah selesai sehingga tidak akan ada lagi kendala,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Dikatakannya, desakan yang dilakukan Pemko sudah kedua kalinya. “Sudah dua kali kita mendesaknya. Sebelumnya kita juga sudah mengirimkan tim ke pusat. Sabarlah,” cetusnya.

Dijelaskannya, Pemko Medan sifatnya hanya menunggu realisasi dari pemerintah pusat, sebab hingga saat ini masih dalam tahapan proses tender.

“Sekarang ini di pusat kan masih proses tender, kita tidak bisa mencapurinya karena untuk pembangunan ini dananya pun dari pusat,” ujar Rahudman.

Kepala Satker Metropolitan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Sumut Kementrian PU Pusat, Mulatua Sinaga enggan berkementar terkait perkembangan proses tender. Beberapa kali wartawan koran ini mencoba menghubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat begitu juga ketika di SMS.

Sebelumnya, Pemko Medan juga sudah menurunkan tim untuk mendesak kementerian pekerjaan umum dalam hal ini Ditjen Bina Marga, menentukan kapan tanggal yang tepat untuk peletakan batu pertama pembangunan jembatan layang Simpang Pos.
Hal tersebut dilakukan Pemko Medan sebagai penyedia lahan sudah melakukan pembebasan lahan dalam pembangunan sebanyak 130 persil yang sudah selesai dilaksanakan.(adl)

97 Siswa SMKN 7 Medan Ujian Kompetensi

MEDAN- Sebanyak 97 siswa Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 7 Medan mengikuti ujian kompetensi yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Nusantara di Kampus AKPAR Medan, Jalan Rumah Sakit Haji, kemarin (8/3).

Uji kompetensi itu langsung ditinjau oleh Kepala SMK Negeri 7 Medan Amiruddin SP MM, Direktur LPS Pariwisata Nusantara Drs Imam Hudaya MM, didampingi para asesor dan guru pendamping dari SMK Negeri 7 Medan.

Para siswa yang mengikuti ujian kompetensi itu dites dalam dua bidang keahlian yakni housekeeping dan front oficce. Sehingga begitu selesai mengikuti uji kompensi ini maka siswa akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus.

Menurut Direktur LPS Pariwisata Nusantara Drs Imam Hudaya MM, dalam uji kompetensi ini ada tiga hal pokok yang diuji, yakni perilaku, pengetahuan dan keterampilan.

Penilaian perilaku, kata Iman, berkaitan dengan perilaku siswa dalam mengerjakan tugasnya semisal aspek kesopanan, tatakerama dengan tamu dan lain sebagainya. Sedangkan aspek pengetahuan dan keterampilan mencakup aplikasi keilmuan perhotelan yang telah mereka peroleh di bangku belajar.

Dia juga menjelaskan tahun 2014 nanti sertifikat ini akan mendapatkan pengakuan dari 10 negera ASEAN. Hal ini akan mempermudah siswa dalam melamar pekerjaan di luar negeri. Sebab di antara 10 negara ini nantinya akan memiliki ikatan kuat dalam setiap penerimaan tenaga kerja bidang perhotelan.
Sementara itu Kepala SMK Negeri 7 Medan, Amiruddin SP MM menyambut baik pelaksanaan uji kompetensi ini. (dra)

Saya Batak, Horas

Avalon Sinabutar, Warga Australia Pemenang Supermodel Me 2

Avalon Hona Haloho Sinabutar bukan orang Indonesia. Dia adalah warga Australia. Tapi, ayahnya asli Batak dan ibunya asal Inggris. Avalon adalah pemenang Supermodel ME Season 2, program reality show pencarian model se-Asia Tenggara. Saat ini dia berada di Indonesia melakukan pekerjaan.

Pada Senin lalu (5/3) Jawa Pos (Grup Sumut Pos) menemui perempuan kelahiran Paddington, Sydney, itu di Gedung Sophie. Martin Paris, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di Indonesia dia bergabung dengan Victory Talent Management yang berkantor di gedung tersebut.

Nama Avalon cukup asing terdengar. Ketika ditanya tentang arti nama, dia menjawab tidak terlalu mengerti. “Avalon itu English name. Panggil saya Ava saja, teman-teman biasa memanggil saya begitu,” kata perempuan 18 tahun itu ramah.

Ava hanya tahu arti kata Hona. Kata ayahnya, Edward Haloho, Hona berarti kekuatan. “Hona itu kekuatan. Kalau yang lain, saya nggak tahu. Yang pasti, saya ini Batak. Horas!” teriaknya dalam bahasa Inggris lantas tertawa.

Ava dulu pernah tinggal di Indonesia. Dia sekolah di Bali. Saat berusia 8 tahun, dia berpindah ke Perth. Meski begitu, Ava tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

Salah satu agenda kedatangannya di Jakarta ialah mengenalkan Supermodelme Season 3 yang tayang di channel KIX mulai 13 Maret mendatang setiap Selasa. Acara itu yang membukakan banyak pintu kesempatan untuknya. “Kompetisi itu sangat amazing buat saya. Sebab, di sana saya mendapat banyak hal yang membuat saya menjadi model yang sesungguhnya,” ucap pemilik postur 170 cm dan berat 57 kg itu.

Ava menjadi model sebenarnya diawali dari malu. Sulung dua bersaudara itu sangat pemalu. Dia bisa mendadak pendiam ketika bertemu dengan banyak orang. Deborah Ryan, ibu Ava, lantas memasukkan dia ke kelas modeling. “Umurku waktu itu 14 tahun. Memang tujuannya membangun rasa percaya diri,” urai perempuan yang menyukai fotografi dan bermain gitar itu.

Beberapa tahun kemudian dia mengikuti kelas akting. Hingga akhirnya, dia mendapat tawaran bekerja sebagai model profesional di Perth. “Saat saya ditawari oleh agency menjadi model, saya langsung bilang mau. Setelah itu, baru saya ikut kompetisi Supermodelme,” ceritanya.

Ketika mengikuti kompetisi itu, Ava berusia 16 tahun. Dia harus tinggal di Singapura kurang lebih dua bulan. Sebab, acara tersebut memang dilangsungkan di sana. “Tahu tidak, saya peserta paling muda. Jadi, kami kan dikumpulkan di sebuah base camp untuk mengikuti karantina. Saya yang paling kecil. Jadi serasa anak bayi deh,” terangnya.

Awalnya, dia agak takut mengikuti kompetisi. Seperti yang pernah dia tonton di TV, acara reality model biasanya diwarnai pertengkaran dan saling iri. “Kalau yang saya lihat, acara seperti ini kan biasanya banyak menguras emosi. Bayangkan saja, kami semua perempuan, semua mau menjadi pemenang. Saya membayangkan itu seperti kucing bertengkar. Ribut. Tapi, ternyata tidak. Saya mencintai teman-teman sesama peserta. Mereka baik semua,” tuturnya.

Bahkan, yang lain sangat memperhatikan dia karena dia peserta paling kecil. Berada dua bulan di Singapura, kata Ava, adalah kali pertama dirinya pergi sendiri tanpa orangtua dalam waktu lama. “Saya sudah takut aja kalau nanti homesick gimana. Eh, nggak tahunya malah tidak ngerasain itu sama sekali. The competition was so much fun,” lanjutnya. Apalagi, dia yang menjadi pemenangnya. Kesempatan melanjutkan karir sebagai model internasional pun semakin terbuka lebar.

Salah satu keunggulan Ava saat mengikuti kompetisi adalah selalu berhasil dalam tantangan photo challenge. Para kontestan harus melakoni foto sesi dengan tema tertentu. Dalam beberapa hasil foto, Ava terlihat begitu pandai bergaya. Terkadang terlihat anggun dan polos, terkadang terlihat liar. Beberapa foto terlihat sangat berbeda seperti bukan dirinya.

“Hahaha… masa sih?  Well, jadi model itu sebenarnya mirip dengan akting. Kita harus mengikuti karakter dari konsep fotonya. Kita bisa berubah menjadi karakter apa pun. Kadang-kadang harus menjadi garang, menjadi cantik, menjadi tomboi,” ucapnya.

Dia sendiri mengaku tidak tahu bagaimana melakukan itu semua. Semua datang secara alamiah saat sudah berhadapan dengan kamera. “Saya nggak tahu, pokoknya itu terjadi begitu saja. Tapi, saya memang sering berlatih sendiri di depan kaca. Coba-coba berbagai macam pose di kaca. Jadi, kalau udah berada di depan kamera, bisa natural,” ungkapnya.

Menjadi pemenang Supermodelme Season 2 sungguh membahagiakan Avalon. Tidak hanya mendapatkan hadiah USD 20 ribu dan kontrak dari agen model di Singapura dan Hongkong, dia berkesempatan untuk bepergian ke luar Perth. “Saya suka traveling. Itu pasti, ya. Kalau tidak, nggak mungkin saya mau menerima kontrak kerja di sini. Semua ini berkat Supermodelme,” katanya.

Ava sekaligus menggunakan kesempatan bekerja di Indonesia untuk mengunjungi saudara-saudara yang banyak tinggal di Depok, Jawa Barat. “Saudaraku banyak yang tinggal di Depok, lho. Jadi, saya sekalian ketemu mereka karena udah lama juga nggak ketemu,” ujarnya.

Tahu Ava menjadi model, saudara-saudaranya menyarankan Ava berkarir di dunia hiburan Indonesia. “Saudaraku bilang, ayo ikut main sinetron aja di sini. Oh, my God,” ungkapnya. Dia bukanlah penikmat sinetron selama tinggal di Jakarta. Beberapa kali dia menonton karena tantenya mengikuti salah satu judul sinetron.

“Pernah beberapa kali nonton karena tante saya nonton. Saya melihat bagaimana para pemainnya berakting dengan sangat drama, dengan tangisan dan ekspresi mata para pemainnya itu,” paparnya, lantas tertawa kecil.

Untuk saat ini, Ava belum memutuskan untuk berkarir di Indonesia. Impiannya adalah menjadi model internasional, mungkin, di New York atau Paris. “Saya rasa, itu ide bagus karena saya juga punya darah Indonesia. Kalau memungkinkan sih, boleh saja. Tapi, kalau sekarang, saya belum memutuskan untuk itu,” tegasnya.

Ava memang masih muda. Masih banyak hal yang ingin dia lakukan. Meski menyukai modeling, dia belum yakin bahwa dunia tersebut yang akan jadi profesinya sampai nanti. “Sekarang saya ikuti dulu ke mana modeling akan membawa saya. Saya saat ini menekuni modeling karena memang suka. Tapi, soal nanti bagaimana, saya juga belum tahu,” katanya.

Sebab, Ava tidak hanya tertarik pada modeling. Dia juga bermain gitar dan menyanyi. “Saya suka menyanyi. Keluarga saya sangat suka menyanyi. Kami kan keluarga Batak,” tuturnya. Apalagi, dia bilang bahwa Pay “BIP” adalah pamannya.

“Dia paman saya. Kamu tahu Pay?” tanya Ava. Setelah diberi tahu bahwa Pay merupakan salah seorang produser musik andal di Indonesia, dia terkejut. “Oh ya” Benarkah?” katanya. Kalau mau berkarir di Indonesia sebagai penyanyi, Ava punya kesempatan yang lebih besar.

Boleh kan minta tolong pada Pay? “Ah, nggak. Saya nggak mau. Saya mau jadi model saja. Meski saya suka menyanyi, kalau disuruh menyanyi di depan kamu sekarang, saya malu. Apalagi menyanyi di depan banyak orang,” ungkapnya. (jan/c12/ayi)

Avalon Itu

  1. Mengagumi supermodel Brazil Adriana Lima
  2. Tertarik dengan fashion tidak hanya untuk kepentingan di depan kamera, tetapi juga fashion design dan make-up
  3. Suka sekali dengan durian dan salak
  4. Suka lupa diri kalau bertemu masakan padang dan pecel lele
  5. Keponakan Pay BIP

Rini Idol Tergantung Sikon

Seksi atau tidaknya seseorang itu penilaian subjektif dan beda-beda. Makanya jebolan Indonesian Idol 4 ini menyerahkan aturan larang pakai rok mini pada anggota DPR sendiri.
“Emang semua cewek berhak pakai rok mini. Tapi mesti lihat sikonnya (situasi dan kondisi). Kalau roknya masih pantas dilihat dan nggak vulgar, ya kenapa mesti dimasalahin ya,” ujarnya.
Khusus untuk anggota DPR dari kalangan artis, Rini bilang semua orang perlu melihat dan memperlakukan mereka secara berbeda.

“Mereka mungkin lebih understand about model dan fashionable. Jadi pakai rok mini pun bagian dari berbagai model. Dalam dunia entertainment, rok mini cocok disandingkan baju yang ketat. Tapi nggak mungkin kayak gitu di sana. Mungkin dimodif, pakai yang ketat sama rok mini disandingkan blazer atau manik-manik, aku lihat kebanyakan begitu gayanya,” terang Rini.
Dia paham betul alasan anggota DPR bekas artis nyaman pakai rok mini. Salah satunya untuk meningkatkan kepercayaan diri. (ins/jpnn)

Batak Night Dihibur Amigos Bangkitkan Kebanggaan Budaya Batak

MEDAN- Batak Nature bersama Swiss Bell Hotel Medan menghadirkan Amigos dalam tema, Batak Night, Jumat (9/3) di The View lantai 26 Swiss Bell Hotel Medan. Terbukti, pagelaran yang mengangkat seni budaya, khususnya budaya Batak ternyata disambut banyak pengunjung.

Terbukti, acara Batak Night yang diselenggarakan di The View SwissBell Hotel Medan dipenuhi pengunjung yang kebanyakan berdarah Batak. Bukan itu saja, pengunjung disuguhi sejumlah aksesoris yang bercirikan Batak. Mulai dari aksesoris yang digunakan karyawan dibalut ulos, tata panggung yang bermotif ulos, hingga makanan yang disajikan, seperti kue lapet, ombus-ombus, dan kacang goreng.

“Batak Night ini digelar karena kami menyadari darah batak sangat kental mengalir, dan tentu saja ini sebagai pertunjukkan untuk meningkatkan dan membangkitkan rasa bangga budaya Batak,” ujar Direktur Utama Batak Nature, Paulina Ginting.
Dalam pertunjukkan perdana, Batak Night, Amigos sebagai satu grup penyanyi ibukota yang kental dangan Batak menjadi pengisi acara. Lebih dari 2 jam, group band yang diawaki 4 personel itu tampil energik dan berhasil memukau para tamu yang terdiri dari kalangan atas.

Satu penonton yang hadir dalam acara itu anggota DPRD Medan, Damai Yona Nainggolan. Politisi Partai Demokrat itu mengaku menyukai live music, khususnya yang mengangkat tema budaya Batak.
Berbagai kalangan juga turut hadir, seperti, Rismaria Hutabarat, Herry Zulkarnaen, Ny Nanan Abdillah, Ferdy Sihombing, dan lainnya. (ram)

Kecelakaan Maut Penunggang Nissan Juke

Tubuh Gadis Sampul Itu Hancur

JAKARTA-Kecelakaan tragis kembali terjadi di ibukota. Sebuah mobil Nissan Juke bernomor polisi B 60 GOH melaju tak terkendali dan menabrak tiang reklame di depan gedung Nugra Santana, Jalan Jenderal Sudirman Sabtu pukul 3.00 WIB dinihari. Sopirnya yang diidentifikasi bernama Olivia Dewi Soerijo meninggal di tempat dan terbakar. Olivia adalah mantan fotomodel gadis sampul 2010 dan baru berusia 17 tahun. Dia juga merupakan anak tiri bintang sinetron Natalia Margaretha. 

Mobil Nissan Juke bernomor polisi B 60 GOH yang dikemudikan Olivia Dewi sebelumnya menabrak papan  papan reklame di Jalan Jenderal Sudirman. Kuatnya tabrakan membuat mobil terbakar seketika. Selain korban tewas, kecelakaan ini juga mengakibatkan seorang penumpang, Joy Sebastian mengalami luka bakar. Joe mengalami luka patah kaki dan lebam dan dirawat di RS Pluit.

“Kami masih menyelidiki penyebab pastinya. Nanti tim forensik akan berkerja bersama penyidik Dirlantas,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, kemarin. Polisi akan meminta keterangan Joe sebagai saksi setelah pertimbangan medis memungkinkan. Hasil sementara tes urine di RS Pluit, Joe negatif narkoba. “Nanti kalau sudah tenang pasti akan jelas kronologisnya, termasuk darimana mereka sebelum kecelakaan terjadi,” katanya.

Mobil Nissan Juke itu diduga melaju hingga 80 km per jam sebelum akhirnya menabrak tiang. Tiga menit setelah kejadian, patroli lalu lintas Polda Metro Jaya sudah datang ke lokasi. “Petugas berhasil membuka pintu kiri dan mengambil korban yang laki-laki, kondisinya pingsan,” kata Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Darmanto yang dihubungi terpisah.

Saat itu, dashboard depan mobil sudah terbakar. Kondisi sopir (Olivia) juga pingsan dan tergencet. Dia memakai seat belt. “Petugas berusaha memadamkan api dengan tabung, tapi gagal,” katanya.

Petugas berusaha membuka pintu mobil Nissan model anyar itu dari sisi kanan, tapi gagal karena terkunci. Satu mobil pemadam kebakaran datang namun api sudah membesar. “Baru padam setelah mobil kedua datang, kondisi korban sudah hancur,” ujarnya.

Jenazah Olivia sangat mengerikan, hanya tinggal tengkorak. Bahkan saat diangkat dari Juke, jenazahnya rontok. “Kondisi korban sudah terbakar, tinggal tengkorak. Saat diangkat badan sudah pada copot-copot. Benar-benar sudah hancur,” ujar Kasi Laka Polda Metro Jaya, Kompol Miyanto.

Menurut Miyanto, saat diangkat, dari lutut hingga tubuh remaja cantik itu sudah tidak ada lantaran hangus terbakar. Bahkan rambut Olivia juga tidak ada. ”Tengkorak kepala retak,” katanya. Miyanto menyangkal Olivia terjepit setir saat diangkat. Posisi Olivia yang mengemudikan mobil itu jauh dari setir. “Dia jauh dari setir,” ucap Miyanto. Olivia disemayamkan di rumah duka Sembilan Naga RS Dharmais, Jakarta Barat. Rencananya dia dimakamkan di San Diego Hills, Minggu (11/3) atau hari ini. “Dari catatan kami, korban punya SIM,” katanya.

Ditemui di rumah duka, salah seorang kerabat mengatakan bahwa mobil yang terbakar tersebut benar milik keluarga korban. Ia melanjutkan dalam kesehariannya, Olivia mengendarai mobil untuk kepentingan mendesak.

“Kadang-kadang saja bawa mobil. Dia kadang enggak dibolehin bawa mobil,” kata salah seorang kerabat Olivia yang enggan menyebutkan namanya.

Para pelayat yang berdatangan tidak hanya keluarga dan kerabat Olivia. Teman-temannya pun mulai berdatangan melayat. Mayoritas para pelayat mengenakan pakaian berwarna hitam atau putih.

Tampak air mata terus mengalir di sebagian mata pelayat perempuan. Bahkan seorang teman Olivia tampak beberapa kali memejamkan matanya dan menghela napas dalam. “Kami lagi berduka. Mohon pengertiannya,” ucap perempuan berambut hitam lurus yang enggan menyebutkan namanya.

Dari informasi pihak keluarga, sebelumnya Olivia diketahui sempat menghadiri acara ulang tahun salah satu teman sekolahnya di Morning Star Academy, Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut kakak kelasnya, Nadya, memang ada acara ulangtahun salah seorang teman sekolahnya.

“Kemungkinan Olivia pergi ke acara itu,” ungkap Nadya kepada wartawan.

Nadya mengingat Olivia sebagai pribadi yang periang, selalu ceria, dan tidak pernah tertutup. “Olivia adik kelas saya, dia di kelas 11 sedangkan saya di kelas 12,” singkatnya.

Nadya juga membenarkan perihal Olivia yang pernah menjadi model Gadis Sampul. Di sekolahan, anak kedua dari lima bersaudara ini cukup aktif mengikuti kegiatan sekolah, salah satunya gemar bermain basket. (rdl/jpnn)

Juke Diduga Cacat Produksi

JAKARTA- Sedan Juke dari Nissan, tipe yang dikendarai Olivia Dewi Soerijo dan menewaskan dia dalam kecelakaan mobil Sabtu dinihari di Jakarta, merupakan kendaraan yang belakangan ini dinilai memiliki klasifikasi cacat produksi.

Olivia (17), pemenang kedua Gadis Sampul 2010, tidak terselamatkan dalam mobillnya yang terbakar setelah menabrak tiang reklame di depan Wisma Graha Tantana, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Teman Olivia yang juga berada dalam mobil bernomor polisi B 60 GOH itu, Joy Sebastian, bisa diselamatkan meski mengalami luka bakar.

Kecelakaan terjadi pukul 03.00 WIB saat mobil bergerak menuju arah Bundaran HI sebelum akhirnya menabrak tiang reklame dan terbakar di depan Wisma Graha Tantana. Olivia yang mengemudikan mobil tewas terbakar dan rekannya, Joy Sebastian, mengalami luka bakar.

Kepala Seksi Kecelakaan Lalulintas Polda Metro Jaya Kompol Miyanto di markas Polantas Metro Jaya, Pancoran, Sabtu (10/3), mengatakan, penyebab kecelakaan diduga mobil tidak bisa dikendalikan sehingga terjadi tabrakan.

Miyanto menambahkan pihaknya masih terus meneliti kecelakaan maut yang merenggut nyawa Olivia Dewi. Korban luka bakar, Joy yang dirawat di RS Gading Pluit, belum bisa dimintai keterangannya.

Nissan Motor Corp, sebagaimana laporan kantor berita Reuters pada 9 Desember 2011, menarik (recall) 118.000 model Juke dari seluruh dunia, setelah Badan Keselamatan Lalulintas Jalan Raya (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) menemukan cacat (disability) pada bagian mesin dan pintunya.

Namun, menyertai berita penarikan tersebut, ditegaskan fokus penarikan Nissan Juke ialah di kawasan berhawa dingin, seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.

Keputusan penarikan Juke dari peredaran terkait pada perkiraan: jika tetesan air jatuh pada titik koneksi antara kunci pintu (door lock) dan kabel-kabel kunci pintu (door lock wires), maka tetesan air akan membeku karena cuaca dingin ekstrim.

Dengan demikian, kunci pintu tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, dan pintu tidak dapat dibuka atau ditutup. Menyusul berita penarikan Juke pada Desember lalu itu, Nissan Motor Indonesia (NMI) lewat pernyataannya memastikan penarikan tersebut tidak berlaku untuk produk-produk Juke yang dipasarkan di Indonesia.

NMI menjelaskan, semua kendaraan Nissan yang dibuat di Indonesia tidak dilengkapi dengan turbocharger, tapi bertipe mesin HR15DE untuk Juke di Indonesia. Tipe yang mengalami penarikan ialah Juke yang bermesin tipe MR16DDT, model yang dilengkapi dengan turbocharger.

Nissan Juke merupakan model yang cepat populer di Indonesia. Pekan lalu NMI mengumumkan penjualan Nissan Juke yang telah melampaui tiga kali lipat dari target awal yang ditetapkan sebesar 500 unit perbulan dengan dengan rata-rata penjualan 1,600 unit perbulan. Guna memenuhi permintaan yang tinggi akan Nissan Juke di Indonesia, NMI telah meningkatkan kapasitas produksinya hingga rata-rata mencapai 2,000 unit per bulan. (net/jpnn)

Kasus Korupsi Proyek Hambalang, KPK Bidik Anas lewat Kepala BPN

JAKARTA-Dugaan korupsi dalam pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Kemenpora di Hambalang, Jawa Barat, terus di dalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, komisi yang dipimpin Abraham Samad itu makin rajin memanggil beberapa pihak yang bersinggungan dengan pembangunan proyek multi years itu.

Salah satu pejabat yang telah dipanggil adalah Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto. Tim penyelidik memeriksa Joyo Winoto seputar pengurusan sertifikat Hambalang yang disebut-sebut atas nama Anas.

“Yang bersangkutan sudah diperiksa Kamis (8/3) lalu,” kata juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi terpisah.

Namun, Johan tidak bisa menerangkan apa saja pertanyaan yang diajukan para penyelidik. “Saya kan tidak ikut memeriksa,” imbuhnya dengan nada ketus. Namun yang jelas, kata dia, Joyo Winoto adalah orang yang dianggap keterangannya perlu diketahui dalam proyek Hambalang.

Begitu pula saat disinggung apakah Joyo Winoto menjadi pintu masuk untuk menelisik keterlibatan Anas, Johan menyerahkan semuanya ke tangan penyelidik. Menurutnya, itulah gunanya seseorag dipanggil dalam penyelidikan. Mereka dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada yang unsure korupsi dalam kasus tersebut atau tidak. Kalau pun memang ada, maka siapapun yang terbukti bersalah akan ditindak.

Memang, keterkaitan Joyo Winoto dalam kasus ini juga terungkap dalam pengakuan kader Partai Demokrat di Komisi II DPR Ignatius Mulyono. Saat dihubungi beberapa waktu lalu, Mulyono mengungkapkan, ketua umum Partai Demokrat itu ikut terlibat dalam penyelesaian sertifikat tanah Hambalang. Beberapa saat sebelum sertifikat itu rampung, Mulyono dipanggil Anas ke ruangannya.

Di ruangan itu sudah ada Anas dan Nazaruddin. Anas lalu memintanya untuk menanyakan kepada Joyo Winoto apakah sertifikat Hambalang sudah rampung atau belum. “Saya memang disuruh mas anas, karena memang sering behubungan dengan BPN karena Komisi II juga membawahi pertanahan,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Perintah itu langsung dijalankan Mulyono. Dia lantas menghubungi sekretaris utama BPN Managam Manurung dan menanyakan hal tersebut. Akhrinya, seminggu kemudian sertifikat itu pun rampung. “Langsung saya ambil dan saya berikan ke mas Anas,” kata dia.

Namun, saat ditanya apa kepentingan Anas menyuruh dan menginginkan sertifikat Hambalang, Mulyono mengaku tidak tahu. Dia tidak pernah menanyakan perihal tersebut kepada Anas dan Anas tidak pernah menceritakan kepadanya.

Sementara itu, KPK cukup serius mengusut dugaan keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang. Beberapa hari terakhir, pimpinan KPK yang langsung dipimpin Abraham Samad makin intensif mengadakan gelar perkara alias ekspos perkembangan penyelidikan kasus Hambalang. “Sepertinya beberapa pimpinan KPK memang bernafsu untuk menjebloskan Anas (Anas Urbaningrum),” kata seorang sumber KPK kepada koran kemarin (10/3).

Beberapa dokumen dan keterangan pihak-pihak yang telah diperiksa pun menjadi bahan gelar perkara. Mereka menyimpulkan kasus Hambalang belum layak dinaikkan ke penyidikan. “Akan ada beberapa kali gelar perkara dan ada beberapa bukti yang sedang dikejar penyelidik,” kata dia.

Namun dia tidak bisa menutupi bahwa Anas memang tengah diincar dalam kasus ini. Salah satunya adalah dugaan keterlibatannya dalam pengurusan setifikat tanah Hambalang yang prosesnya sangat panjang.

M. Nazaruddin, terdakwa kasus suap wisma atlet SEA Games beberapa kali menyinggung bahwa Anas adalah pihak yang berperan sebagai pihak yang mengatur proyek Hambalang hingga PT Adhi Karya menjadi pemenang dalam pembangunan proyek dengan nilai Rp 1,2 triliun. Bahkan keuntungannya digunakan untuk dana pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung.

Ketua Komisi X Mahyuddin yang juga kader Partai Demokrat saat bersaksi untuk Nazaruddin di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu mengaku mendengar Nazaruddin sempat melapor ke Menpora bahwa setifikat tanah Hambalang sudah beres. Tapi kubu Nazaruddin menuding yang berperan dalam pengurusan tanah itu adalah Anas.(kuh/agm/jpnn)