29 C
Medan
Sunday, February 1, 2026
Home Blog Page 13858

Pinggir Rel jadi Lokalisasi, PT KAI Salahkan Bupati

JAKARTA – PT Kereta Api (KAI) menyalahkan Bupati Simalungun JR Saragih terkait  keberadaan lokalisasi prostitusi Pagok di Jalan Tepi Rel Kereta Api, Nagori Bahlias, Kecamatan Bandar, Simalungun.

Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono mengatakan, tanpa harus diminta oleh PT KAI, mestinya Bupati Simalungun mengambil langkah penertiban terhadap keberadaan lokalisasi yang sudah diprotes warga sekitarnya itu.

Dijelaskan Sugeng, PT KAI tidak punya kewenangan melakukan penertiban, meski lahan yang digunakan secara liar itu merupakan lahan milik PT KAI.
“PT KAI tak mungkin melakukan penertiban karena tidak punya kewenangan. Membongkar bangunan saja PT KAI tak boleh. Yang punya kewenangan mengeksekusi penertiban itu ya pemda, melalui aparatnya yakni Satpol PP,” ujar Sugeng kepada koran ini di Jakarta, kemarin (6/2).

Apakah PT KAI harus berkoordinasi atau meminta Pemkab Simalungun terlebih dahulu? Sugeng menyatakan, tidak perlu. “Kalau memang sudah membuat keresahan warga, tanpa diminta pun Pemda harus bertindak,” ucapnya.

Ditegaskan juga, PT KAI tidak pernah dan tidak akan mengeluarkan izin pendirian banguan di lahan-lahan pinggir rel kereta, apalagi untuk prostitusi atau warung-warung penjual minuman keras (miras).

Alasannya, selain merupakan bentuk kegiatan yang merusak moral, PT KAI sendiri juga tidak mau perjalanan kereta api terganggu oleh adanya bangunan-bangunan liar di dekat rel kereta api

“Enam meter dari as rel harus bersih dari apapun, agar perjalanan kereta api tidak terganggu. As rel itu tengah-tengah rel,” jelasnya.
Sedang jika posisi rel menikung, maka jarak pandang masinis 700 meter ke depan harus gamblang, tak boleh ada penghalang.

Seperti diberitakan, warga Nagori Bahlias kembali melakukan protes atas keberadaan lokalisasi prostitusi Pagok di Jalan Tepi Rel Kereta Api, Nagori Bahlias, Kecamatan Bandar, Simalungun. Menurut warga, khususnya komunitas ibu perwiritan, lokasi itu akan merusak karakter anak dan remaja.
Yayuk (34), warga Nagori Bahlias, Minggu (5/2) mengatakan, warga sekitar telah berulang kali mendatangi lokalisasi tersebut dan meminta pengelola menutupnya.

“Disinyalir lokasi itu tempat mesum yang dapat merusak remaja muda di sekitar sini. Apalagi lokasi itu sudah 10 tahun beroperasi dan banyak warga menilai pengelola banyak menyimpan PSK (Pekerja Seks Komersil),” sebutnya.

Dia menambahkan, pengusaha setempat sepertinya kebal hukum, sebab setiap warga melakukan aksi demo dan menutup paksa tempat tersebut, tak lama kemudian selalu beroprasi kembali. (sam)

Kasek SMAN 18 Medan Digoyang

Dituding tak Transparan Soal Keuangan

MEDAN-Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 18 Dra Hj Yurmaini Siregar Msi digoyang. Puluhan guru meminta untuk meletakkan jabatan. Mereka menilai kepala sekolah tidak transparan dalam menjalankan manajemen keuangan di sekolah negeri yang terletak di Jalan Wahidin Medan tersebut.
Selain itu kepala sekolah juga diduga melakukan pungutan liar kepada siswa dan guru.

“Kami akan adukan kepada Dinas Pendidikan Medan besok (hari ini, Red),” ungkap perwakilan para guru, LT Girsang dan Iba Sabirin yang ditemui wartawan di sekolah tersebut, Senin (6/2) siang.

Dijelaskannya, dugaan aliran keuangan yang bermasalah tersebut antara lain terkait pengeluaran uang Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sebesar Rp5 juta diduga fiktif.

“Kami juga menduga adanya ketidakjelasan besaran pengutipan pemberkasan sertifikasi terhadap para guru. Besarnya uang sertifikasi guru itu bervariasi, mulai dari Rp60 ribu per guru, hingga Rp250 ribu per guru pada tahun 2011 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait penggunaan uang OSIS sebesar Rp10 ribu, kepada lebih kurang 560 siswa selama tujuh bulan.
“Kami menduga ada ketidakjelasan pengelolaan uang OSIS selama tujuh bulan dengan nilai Rp39.200.000. Karena sampai kini kami tidak pernah mendapat penjelasan rinci mengenai uang dimaksud,” timpal LT Girsang.

Guru juga meminta kejelasan uang komite sekolah yang tidak pernah mendapat penjelasan dari pihak sekolah.
“Bagaimana penggunaan dan berapa besar uang komite sekolah yang terkumpul, sama sekali tak pernah dijelaskan kepada para guru. Tak salah kalau kami menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan uang ini. Sebab, oknum kepsek ternyata merangkap jabatan sebagai bendahara komite sekolah,” ungkapnya.

Akibatnya, hubungan para guru dan oknum kepsek tak harmonis.

“Akibat penilaian yang subjektif program les tambahan yang tahun-tahun sebelumnya kerap diadakan terpaksa tahun ini tak digelar. Penyebabnya, karena kami (para guru) dinilai tidak disiplin dan kompeten,” tambah Iba Sabirin.

Menurutnya, les tambahan mendapat dana dari komite sekolah senilai Rp10 juta. Namun, karena les tambahan tak jadi digelar tahun 2012, maka dana tersebut dialihkan kepada kegiatan lain.

“Tapi, lagi-lagi kami tidak mendapat penjelasan rinci ke mana dan untuk apa dana les tambahan dari komite sekolah itu. Setahu kami les tambahan untuk para siswa didik itu dimaksudkan untuk menghadapi Ujian Nasional 2012,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA 18 Medan, Dra Hj Yurmaini Siregar MSi yang berupaya dikonfirmasi wartawan tak berhasilditemui.

Menurut salah satu wakil kepala sekolah dari tiga yang ada, yakni Drs Panggana Nasution, Yurmaini Siregar MSi sedang rapat.
“Silakan tunggu. Ibu Kepala Sekolah sedang rapat,” ucap Panggana Nasution sembari menanyakan apa keperluan dan maksud menemui kepala sekolah.
Ketika mengetahui maksud dan tujuan menemui Kepala Sekolah, Panggana Nasution langsung mempersilakan wartawan untuk ikut dalam rapat tersebut.
Namun, niat baik Panggana Nasution itu kurang mendapat respon dari sang kepala sekolah dan peserta rapat.

Terbukti, setelah menunggu  beberapa saat lamanya, rapat yang dipimpin Kepala Sekolah SMA 18 Medan dengan sejumlah pihak yang diduga merupakan unsur komite sekolah serta pihak terkait lainnya itu, tidak  memperbolehkan wartawan untuk masuk. (ari)

Dukung Tradisi Bersih dari Lingkungan Masing-masing

Kepling se-Kecamatan Medan Amplas Apresiasi Langkah Sumut Pos

Kepala Lingkungan (Kepling) se- Kecamatan Medan Amplas mendukung program lomba kebersihan di setiap lingkungan yang diprakarsai Harian Sumut Pos. Hal itu diungkapkan sejumlah Kepling saat berkunjung ke kantor Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena Medan, Senin (6/2). Kunjungan itu untuk membahas  rapat lomba tersebut.

Para Kepling itu masing-masing dari Kelurahan Amplas, Kelurahan Sitirejo Dua, Kelurahan Harjosari Satu, Kelurahan Bangun Mulia, Kelurahan Harjosari Dua dan Kelurahan Timbang  Deli.

“Kita sangat mengapresiasikan program kebersihan di setiap lingkungan yang dilakukan Sumut Pos. Kalau perlu, kita akan buat taman bacaan untuk Sumut Pos di daerah Kelurahan Harjosari II,” kata Drs H. Sabran, salah satu Kepling dari  Kelurahan Harjosari.

Soal taman bacaan, diharapkan warga sekitar mampu menambah wawasannya dengan membaca Harian Sumut Pos. “Kami berharap taman bacaan juga terwujud, hal itu juga memotivasi warga jika melakukan hal-hal terkait kegiatan lingkungan, seperti gotong royong dan sebagainya, kan bisa juga diliput oleh Sumut Pos,” sambunya.

Senada dengan Sabran, Agus Salim Kepling dari Kelurahan Amplas berharap even ini mampu membuat kesadaran warga akan kebersihan lingkungan terangkat. Tapi Agus juga berharap agar masyarakat sekitar sadar dan tidak sembarangan membuka usaha tapi mengabaikan kepentingan umum.
Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Pemimpin Perusahaan Harian Sumut Pos, Zulkilfli Tanjung dan Affan Bey Hutasuhut, Pemimpin Redaksi, Dame Ambarita, Wakil Pemimpin Redaksi Hirzan dan Redaktur Pelaksana, Ramadhan Batubara. Kata Zulkifili, program  kebersihan lingkungan ini akan dilaksanakan segera. Dan sebagai rasa terimakasih, masing-masing Kepling mendapat  langganan gratis Harian Sumut Pos.

“Jadi diharapkan para Kepling nanti paham dan bisa memonitor akan kondisi lingkungan masing-masing, dari berita yang diturunkan Sumut Pos,” kata Zulkifli.

Affan Bey Hutasuhut menambahkan, program kebersihan setiap lingkungan ini berawal dari program Pemko Medan  yang menargetkan kota ini  dari sampah.

“Dan tentu kita semua berharap menjaga kebersihan menjadi tradisi, bukan hanya karena ada even ini,” kata Affan.
Soal penilaian, Affan menjelaskan tim terdiri dari Kru Harian Sumut Pos, dan sejumlah pihak lainnya.

Puncaknya pada April nanti,  akan dilakukan gotong royong massal sembari memberikan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang berhasil membuat lingkungannya bersih.

Dame Ambarita  menambahkan, bila para Kepling yang ada di  Kecamatan Medan Amplas ingin melakukan gotong royong, boleh langsung menginformasinya ke Redaksi Sumut Pos secara langsung ataupun melalui surat.
“Nanti kita akan turunkan reporter untuk meliput kegiatan tersebut,” kata Dame. (omi)

Madonna Cedera, NY Giants Juara Super Bowl

PENAMPILAN apik Madonna di Super Bowl mengundang decak kagum. Tapi tahukah anda, jika untuk mendapatkan penampilan yang sempurna itu,  Madonna  sempat mengalami kecelakaan hingga cedera.

Tak hanya mengalami cedera hidung, Madonna juga mengalami cedera kaki yang mengharuskannya menjalani sesi terapi intensif. Menanggapi cederanya, Madonna justru sempat bercanda dan menyatakan bahwa dirinya bak  atlet football yang cedera seusai bertanding.

“Aku sudah menjalani banyak pemanasan dan rekaman. Sekarang aku merasa seperti pemain football dengan semua terapi yang harus kulakukan. Tapi hidungku sudah sembuh. Aku tak apa-apa,” terang Madonna pada reporter di Indianapolis, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Walaupun Madonna menyanyikan tiga lagu, paduan antara lagu lama dan barunya, penyanyi yang masih tampak cantik dan seksi walau sudah berusia 53 tahun ini  ternyata mampu mengejutkan dengan aksi panggungnya yang atraktif.

“Aku tak ingin merusak kejutannya. Aku ingin semua penonton terlompat dari tempat duduk mereka,” pungkasnya.
Sementara itu di ajang super bowl sendiri, New York Giants berhasil meraih dua gelar juara Super Bowl dalam empat tahun terakhir, setelah mengalahkan New England Patriots, 21-17.

AP melaporkan, quarterback Giants, Eli Manning, dan timnya berhasil mengungguli quarterback Patriots, Tom Brady, beserta skuadnya, pada menit-menit terakhir pada laga pengujung kompetisi National Football League tersebut.

Manning berhasil mempertahankan sembilan play, 88-yard drive, yang membawa Giants unggul. Kemenangan Giants ini, menurut Reuters, merupakan kelanjutan dari kesuksesan mereka di akhir musim, setelah nyaris kehilangan kesempatan maju ke babak playoff.
Pada laga terakhir di akhir musim, Giants berhasil menaklukkan Atlanta Falcons pada babak pembuka playoff. Juara Super Bowl Green Bay Packers pun takluk, hingga akhirnya melaju ke Super Bowl XLVI setelah mengalahkan San Francisco 49ers.

Laga Super Bowl XLVI merupakan pertandingan ulang dari Super Bowl pada tahun 2008, ketika Manning memimpin Giants untuk melampaui dan merusak musim kompetisi sempurna milik Patriots. (bbs/jpnn)

Bibit Gratis, Pengantin Tinggal Tanam

Mau Menikah, Wajib Tanam 2 Pohon

MEDAN-Kebijakan Pemko Medan bersama Kementrian Agama (Kemenag) Kota Medan mewajibkan setiap calon pengantin menanam dua pohon sebelum menikah dipastikan tidak menjadi ajang pungutan liar (pungli). Pasalnya, calon pengantin hanya diminta untuk menanam saja, sedangkan pengadaan pohon akan langsung difasilitasi oleh Dinas Kehutanan ataupun Dinas Pertamanan.

“Pohon akan kita fasilitasi dan gratis, nanti akan disediakan oleh Dinas Pertamanan ataupun Dinas Kehutanan. Jadi pengantin tinggal menanam saja di rumahnya masing-masing,” kata Kemenag Medan, Iwan Zulfami, Senin (6/2).

Dijelaskannya, setiap bulan ada sebanyak 1.000 pasangan pengantin yang menikah. Itu artinya, jika program penanaman pohon ini terlaksana maka dalam setiap bulan dipastikan akan ada sebanyak 2.000 pohon yang akan ditanam di Medan.

“Untuk program ini calon pengantin kita pastikan tidak akan dipungut biaya apapun, mereka hanya kita minta untuk menanam pohon yang sudah disediakan,” kata Iwan.

Untuk lokasi menanam, kata Iwan, pemerintah memang tidak menyediakan lokasi khusus, namun setiap calon pengantin bisa menanam di rumahnya.
“Kalau mereka belum memiliki rumah, mereka bisa menanam di rumah orangtuanya. Itu kan nanti tinggal tergantung niat sajanya, kalau bibit sudah diberikan dan mereka tidak mau menanam itu tergantung kepada pribadinya,” jelas Iwan.

Apalagi, lanjut Iwan, bibit yang diberikan merupakan bibit pohon produktif, seperti pohon jambu, mangga dan lainnya.
“Jadi tidak ada merugikan calon pengantin, kita berikan nanti pohon produktif,” terang Iwan.
Begitupun, tambah Iwan, terkait aturan yang akan mengikat dalam kebijakan ini, akan dibahas dalam rapat kerja 22-25 Maret 2012. Dalam rapat itu akan dihadiri pejabat di lingkungan Kemenag Kota Medan, Kepala KUA se-Kota Medan, Kepala Madrasah MIN, MTsN dan MAN se-Kota Medan, penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

“Dalam rapat inilah nantinya, akan dilaksanakan beberapa program, salah satunya berupa penandatanganan MoU dengan Dinas Pertamanan Kota Medan, untuk menyediakan bibit pohon dalam pelaksanaan program penanaman pohon bagi calon pengantin di Kota Medan. Untuk pengawasan kebijakan ini di lapangan nantinya akan dilakukan langsung oleh KUA dan Pegawai Pencatat Nikah (P3N),” ujarnya.

Ketika disinggung rencana Ormas Islam melakukan somasi karena melanggar Syariat Islam. Kemenag akan mencoba mengkomunikasikannya dengan tokoh-tokoh agama lainnya, juga melalui pendekatan ke rumah-rumah ibadah dan dinas catatan sipil.

“Kita berharap program ini dapat berjalan dengan baik, karena tujuannya untuk melestarikan lingkungan. Janganlah program ini baru direncanakan sudah dikritik,” kata Iwan.

Dikatakannya, program mewajibkan setiap pengantin menanam pohon ini memang merupakan program dari Kemenag RI yang diintegrasikan dengan program Presiden SBY, untuk menanam satu miliar pohon. Program ini kemudian juga diintegrasikan dengan rencana penghijauan untuk kota Medan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), M Hatta mengatakan kalau kebijakan ini merupakan ide yang baik untuk pengembangan kehidupan keluarga di tengah-tengah masyarakat.

“Ini merupakan imbauan yang baik, hanya saja yang yang namanya imbauan memang perlu ada penguatan berupa aturan seperti peraturan daerah (perda) ataupun instruksi Wali Kota Medan,” kata Hatta.

Sekretaris Nadhatul Ulama (NU) Medan, Marembang Daulay mengatakan kebijakan untuk mewajibkan calon pengantin menanam pohon itu tidak tepat dan populis.

“Kalau saya pikir itu tidak boleh diwajibkan tapi cukup dianjurkan, kalau diwajibkan ini menjadi syarat baru pula bagi calon pengantin untuk menikah. Padahal dalam legal formal syarat menikah dalam UU No 74 juga tidak ada mengatur itu apalagi dalam syariat,” jelas Marembang.
Anjuran Marembang, sebaiknya kebijakan itu hanya dijadikan sebagai anjuran bukan diwajibkan.

“Sebaiknya jangan ada aturan yang mengikat soal itu, kalau anjuran saja itu bolehlah asal jangan diwajibkan karena kalau diwajibkan itu nanti akan menambah syarat baru bagi orang yang mau menikah. Ini jelas tidak tepat,” tegas Marembang.(adl)

Ternak Babi di Kuala Bekala

082168059xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan c/q Dinas Peternakan , melalui harian ini saya sampaikan bahwa di Jalan Pintu Air IV Gang Persatuan Kuala Bekala tepatnya di pinggir su-ngai, ternak babinya belum dipindahkan. Untuk itu kami warga sekitar memohon kepada Bapak agar ternak tersebut dipindahkan karena sangat mengganggu kami dengan bau yang menyesakkan pernapasan. Kalau kami tidak salah, hal ini sudah ada Perwalnya. Kami tambahkan, saat petugas merazia sebelum natal dan tahun baru, mereka janji akan dipindahkan setelah tahun baru. Kami juga mohon perhatian anggota DPRD, terima kasih. Buat Sumut Pos, sukses terus

Ditertibkan Sesuai Peraturan

Terima kasih atas informasinya. Perihal ternak babi ini kita sudah cek ke lapangan dan akan dilakukan penertiban sebagaimana sudah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota Medan (Perwal).

Enoh P Tavip Tarigan
Lurah Kuala Bekala

Perlu Relokasi Usaha

Memang sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 23 tahun 2009 bahwa segala ternak berkaki empat tidak lagi dibenarkan berada di tengah kota. Namun penertiban tidak merugikan masyarakat. Dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus memberikan perlindungan terhadap peternak. Untuk itu anggaran penertiban ternak kaki empat seperti ternak babi sudah ditampung pada APBD 2012 sebesar Rp500 juta.

Karena ternak babi ini sudah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat, kita juga melakukan pendekatan untuk relokasi usaha. Di mana mereka yang dulunya beternak babi kita ajak beternak lele atau beternak itik yang diikuti dengan relokasi lokasi usaha di pinggiran Kota Medan. Kita harapkan Pemko Medan melalui Dinas Perternakan dan Kelautan Kota Medan kiranya dapat menarik investor yang mendukung relokasi usaha tersebut. Untuk saat ini itu yang seharusnya dilakukan.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Kota Medan

Anang Anas Azhar Layak Pimpin BM PAN Sumut

MEDAN- Mantan Sekretaris Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumut periode 1998-1999, Hari Baron SSos menegaskan, Anang Anas Azhar MA (foto) merupakan kader terbaik BM PAN Sumut dan PAN Sumut, sehingga Anang (panggilannya) merupakan kandidat Ketua BM PAN Sumut satu-satunya yang layak didukung dan dipilih peserta Muswil BM PAN Sumut mendatang.

“Sebab saya berkeyakinan, saudaraku Anang Anas Azhar akan mampu memajukan BM PAN Sumut ke depan. Sebab, Anang sosok tepat memimpin BM PAN Sumut lima tahun ke depan karena telah diakui pengalamannya dalam berorganisasi,” bilang Hari Baron yang juga deklarator BM-PAN saat dihubungi wartawan di Jakarta dari Medan, Minggu (5/2)

Hari Baron yang juga mantan pengurus DPP BM PAN masa kepemimpinan Ketua Umum Yahdil Abdi Harahap yang kini menjadi Anggota DPR RI dari PAN menyatakan, Anang layak diberi kesempatan memimpin BM PAN Sumut, karena yang bersangkutan sudah diakui memiliki kecakapan dan intelektualitasnya tinggi, yang tidak hanya di bidang akademik juga di organisasi internal seperti Pemuda Muhammadiyah dan eksternal seperti KNPI.

“Kita ketahui bersama, bahwa pengalaman organisasi Anang sangat lengkap dan sukses dalam memimpin organisasi seperti Pemuda Muhammadiyah Sumut. Jika dirinya memimpin BM PAN Sumut maka akan berdampak baik bagi kemajuan BM PAN Sumut lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selain sudah teruji sukses dalam memimpin organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Anang pernah sukses dalam menjalankan roda partai, seperti saat menjadi pelaksana ketua (Plt) DPD PAN Labuhanbatu Selatan (Labusel). “Kesuksesannya dalam memimpin PAN Labusel tersebut sudah kita rasakan dan lihat saat ini,” pungkas Hari Baron. (*/ade)

Pakai Ganja di Jalan Belat Pancing

085296883xxx

Malam Sumut Pos, buat bapak polisi mohon ditindak para pemakai ganja di Jalan Belat, Pancing (sekitar Gang Mesjid, tepatnya gang kecil antara Jalan Belat dan Jalan Suluh). Masyarakat sangat terganggu dengan ulah mereka, mohon ditindak.

Lapor ke Polsek Terdekat

Terima kasih atas informasinya, dengan menyampaikan informasi melalui pesan singkat ini sangat membantu kinerja kepolisian dalam mewujudkan kenyamanan bagi masyarakat. Untuk itu kami harapkan informasi yang lebih akurat agar dikonfirmasikan dengan Kapolsek terkait agar segera ditindaklanjuti. Warga juga dapat membuat laporan tertulis ke Polsek terdekat.

Kompol Mohch Yoris MY Marzuki
Kasat Reskrim Polresta Medan

SSB Generasi Medan dan Mabar Juara

MEDAN- SSB Generasi Medan di Kelompok Umur (KU-15) berhasil keluar sebagai juara pada turnamen sepak bola Mabar Putra 2012 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Mabar Jalan Mangaan Medan Deli, Minggu (5/2).

Gelar juara yang diraih SSB Genarasi itu setelah di partai final  mengalahkan SSB SPM Surya Pratama Merendal (SPM) lewat adu tendangan penalti dengan  skor 7-6.

Adu tendangan penalti terpaksa dilakukan karena kedua tim hanya bermain imbang 0-0 saat wasit meniup panjang tanda pertandingan usai.
Pada adu tendangan penalti seluruh eskutor SSB Generasi Medan dan Surya Putra Marendal sukses membobol gawang lawananya masing-masing, hingga akhirnya dilakukan penambahan eksekutor.

Pada babak penambahan eksekutor ini penendang keenam dari masing-masing tim sukses menjalankan tugasnya dengan baik.
Namun pada kesempatan ketujuh hanya eksekutor SSB Generasi Medan yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, sementara eksekutor Surya Putra Marendal  gagal membobol gawang SSB Generasi Medan.
Dengan hasil itu maka SSB Generasi Medan tampil sebagai juara setelah unggul 7-6 pada adu tendangan penalti.  (mag-10)

Syarat S1, S2 dan S3 Harus Membuat Karya Tulis

Universitas Perlu Media Pendukung

MEDAN-Adanya kebijakan yang dikeluarkan Dirjen Dikti bahwa tiap mahasiswa harus membuat karya tulis ilmiah untuk syarat kelulusan S1,S2 dan S3 yang mulai diberlakukan pada 2012,  perlu wadah dan media yang pendukung.

Media tersebut dimaksudkan untuk bisa menyalurkan tulisan karya ilmiah yang dibuat mahasiswan

“Kalau untuk S2 ini sudah menjadi kewajiban membuat karya ilmiah dan salah satunya melalaui online,”ujar Rektor USU, Syahril Pasaribu, Senin (6/2).

Sementara untuk mahasiswa S1 USU tidak ada media yang mendukung untuk pemuatan karya ilmiah mahasiswanya.

“Setiap tahun ada sekitar 6.000 mahasiswa yang tamat S1, jika semua membuat karya ilmiah belum tentu ada jurnal ataupun media yang siap memuat karya ilmiah para mahasiswa ini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada media yang disiapkan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk menyiapkan jurnal ataupun media untuk menampung hasil karya mahasiswa.

“Jika jurnalnya sudah tersedia, mungkin tidak ada masalah kita wajibkan kepada mahasiswa untuk membuat karya ilmiah sebagai prasyarat kelulusan,”ungkapnya.

Sementara itu,  Rektor Universitas HKBP Nommensen, Jongkers Tampubolon mengaku, tidak masalah dengan adanya kebijakan Dirjen Dikti untuk kelulusan 2012.

Menurutnya, jika skripsi dikerjakan dengan benar oleh mahasiswa, maka hal itu bisa dimodifikasi menjadi karya ilmiah.

Mengingat proses pembuatan skripsi juga melewati tahapan pembibimbngan sehingga ada akuntabilitas untuk menghindari praktik plagiat atau sejenisnya.

Bahkan untuk S2, di Nommensen sudah mewajibkan membuat karya ilmiah tiap tiga tahun sekali.

“Yang terpenting kebijakan itu jangan sampai menghambat kelulusan para mahasiswa karena tahapan proses yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama. Misalnya menunggu waktu penerbitan karya ilmiah di media ataupun sebagaianya,”ungkapnya.(uma)