23 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 13861

Resi Gudang Perkecil Inflasi

Salah satu hal yang paling efektif yang dilakukan untuk memperkecil terjadinya inflasi adalah mengadakan resi gudang. Sistem ini akan mempermudah petani dalam mendapatkan kredit dari perbankan karena salah satu fungsi dari resi gudang sebagai alat jaminan bagi perbankan bahwa ada simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam kredit. Tapi hingga saat ini masih banyak petani yang belum memahami dan mengerti tentang resi gudang. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak.

Bagaimana menurut Anda wacana resi gudang?
Sangat bagus, karena ini positif dan asli untuk petani, dan menyelamatkan petani dari harga yang fluaktif. Karena produknya dijaga dalam gudang. Dengan hasil menjadi alat jaminan, juga akan mempermudah petani untuk mendapatkan pinjaman dari bank, seperti diketahui mendapatkan kredit dari bank tanpa jaminan menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh petani. Dengan jaminan dari resi gudang ini bukan kah menjadi kabar gembira bagi masyarakat.

Apakah petani sudah mengetahui keuntungan dari resi gudang?
Masih kecil sekali petani mengetahui tentang resi gudang. Nah, di sinilah tugas pemerintah untuk mensosialisasikan tentang hal ini ke petani. Karena akan timbul banyak pemikiran dari petani mulai dari teknis, pembagian keuntungan, penyimpanan dan lain sebagainya. Tetapi, sepertinya tugas pemerintah terkait sosialisasi ini sangat minim, buktinya belum banyak petani yang mengetahui sistem ini.

Apa kendala yang akan dihadapi bila resi gudang berlaku?
Koordinasi antar daerah, ini merupakan masalah yang akan timbul terkait dengan sistem ini. Bila koordinasi tidak berjalan dengan baik, ada kemungkinan kendala ini akan terjadi. Begini, gudang tidak semua daerah memilikinya, kalau saya tidak salah hanya ada di 3 kabupaten, jadi bila satu daerah dengan daerah yang lain tidak cocok, maka daerah itu tidak akan mau menyimpan di gudang. Nah ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?
Sebenarnya, bukan hanya pemerintah yang bekerja, tetapi legislatif juga harus bekerja. Untuk pemerintah,  agar tidak membuat rugi petani silahkan mendesain harga. Tetapkan harga, yang telah disepakati oleh pemerintah dan petani. Sedangkan untuk legislatif silahkan turjun ke lapangan saat reses atau sesuai daerah pemilihan. Hingga operasional ini berjalan lancar bukan menjadi tengkulak.

Bagaimana teknis resi gudang?
Petani akan memberikan hasil panen mereka ke gudang, sama seperti bulog. Hanya saja kalau dalam resi gudang akan dibedakan bagian yang cepat busuk, atau lainnya. Nah, bila barang yang cepat busuk akan diolah oleh resi gudang untuk menghasilkan produk yang lain. Misalnya seperti cabai, yang hanya mampu bertahan beberapa hari, setelah mulai tidak segar, dapat diolah sebagai saus atau lainnya. Nah, nilainya tidak berubahkan, bisa lebih tinggi, atau setidaknya samalah.

Apakah resi gudang dapat memperkecil inflasi?
Tergantung operator dari resi gudang, bila biaya operasional tinggi, ya bisa dikatakan akan menurunkan harga petani. Dan jangan sampai resi gudang ini menjadi tengkulak. Karena perhatian dari pemerintah sangat penting. Kalau resi gudang menjadi tengkulak, sama saja inflasi akan tetap tinggi dan petani tidak terlalu untung. (*)

Personel Dishub dan Sat Pol PP Belum Gajian

085370054xxx

Terima kasih ya Allah karena kami honorer Dinas Perhubungan masih bisa hidup dan makan walau hampir dua bulan belum gajian. Sebenarnya setiap tanggal berapa kami gajian? Terima kasih.

082267019xxx

Yth Kasat Pol PP Kota Medan, kapan anggota Sat Pol PP yang honerer gajian?

Kami Teruskan

Informasi ini akan kami teruskan ke dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Medan untuk ditindaklanjuti. Untuk itu, kami harap dapat bersabar. Terima kasih.

Budi Haryono SSTP MAP
Kabag Humas Pemko Medan

Pemko Tidak Mampu Kelola Anggaran

Kita dari Komisi D DPRD Kota Medan akan mendesak Pemko Medan untuk segera membayarkan gaji para pegawainya. Karena itu adalah hak normatif yang harus dipenuhi. Lagian tidak ada alasan untuk tidak membayar gaji. Ini hanya menunjukkan ketidakmampuan Pemko Medan mengelola anggaran yang ada. Terima kasih

Muslim Maksum Yusuf
Anggota DPRD Kota Medan

Digigit Monyet Milik Mertua

MEDAN-M Rusdy terpaksa menjalani perawatan di ruang IGD RS dr Pirngadi Medan, Rabu (29/2). Pasalnya, tangan dan kaki pria berusia 28 tahun warga Jalan Rakyat, Medan Perjuangan itu digigit monyet di halaman rumahnya.

Keterangan yang dihimpun, monyet itu merupakan peliharaan mertuanya boru Turnip (50) yang tinggal serumah dengan korban. Siang itu monyet tersebut lepas dari kandangnya dan memanjat pohon mangga di depan rumah mereka.

Korban berusaha menangkap monyet tersebut dari pohon dengan cara menyogok dan melempar agar monyet turun. Namun monyet tersebut tidak kunjung turun, malah semakin beringas dengan merusak pohon dan melemparkan buah mangga ke bawah.

Boru Turnip pulang usai ke rumah kerabatnya yang meninggal pun kemudian memanggil peliharaannya. Monyet itupun menurutinya dan langsung duduk di pangkuannya. Karena takut mengamuk lagi dia pun memberikan peliharaannya obat penenang, namun belum sempat obat bereaksi sang monyet melihat korban dan langsung melompat dari pangkuan Turnip dan menerkam korban dan menggigit kaki dan tangan korban hingga luka.

Melihat hal itu, Turnip langsung saja membawa korban ke klinik di Jalan Rakyat, namun karena luka yang dialami cukup parah dan obat anti rabies tidak tersedia korban dibawa ke RS Pirngadi Medan.

Keterangan boru Turnip monyet itu dipeliharanya dari kecil. “Monyet itu sudah aku pelihara sejak kecil, udah 5 tahun aku pelihara. Jadi cuma dengan aku saja jinaknya, aku yang ngasih makan ngurusinya. Dulu kubeli di Jalan Bintang seratus ribu masih kecil. Namanya Ongki kami panggil,” ujarnya.
Menurut korban, monyet tersebut tiba-tiba saja langsung mengejar dan menerkamnya. (smg)

Pelaku Makan, Korban Sekarat di Dalam Mobil

Sidang Kasus Perampokan dan Pembunuhan Teller Bank BRI

MEDAN-Kasus perampokan dan pembunuhan terhadap teller Bank BRI Syariah Cabang Medan, Sri Wahyuni Simangunsong, kembali digelar di PN Medan, Rabu (29/2).

Sidang dipimpin Majelis Hakim, Agus Setiawan SH itu mendengarkan keterangan saksi Suherman, Eva Lestari Surbakti dan Ria Hutabarat dengan terdakwa Briptu Erwin Panjaitan.

Dalam keterangannya, saksi Suherman alias Embot mengatakan, dia ditelepon oleh tersangka Erwin untuk datang ke depan PDAM Sunggal. Suherman pun langsung datang untuk menemuinya. Setelah bertemu, mereka berangkat menuju Tanjung Sari. “Saya naik sepeda motor sementara Erwin, Eva dan Ria naik mobil korban,” kata Suherman.

Sementara saksi Eva Surbakti menjelaskan dia adalah teman dekat Ria (Istri Erwin).

“Saya ditelepon oleh Ria untuk datang ke rumahnya. Kami berangkat ke Tanjung Sari dan menuju Gundaling, Brastagi. Karena waktu telah malam, lalu kami istirahat dan makan nasi bungkus. Sementara korban kami tinggalkan di dalam mobil,” katanya. “Ketika itu, keadaan korban masih hidup, tapi di bajunya ada percikan darah. Lalu saya disuruh Erwin untuk melihat darimana datangnya darah itu. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan menuju Tele, Samosir,” katanya.

Saksi Ria Hutabarat, istri Erwin dalam kesaksiannya menjelaskan mereka bertiga pergi ke Berastagi. Di sana mereka mengambil sejumlah uang dari ATM BRI. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Samosir. Ria paling banyak mengatur di dalam perjalanan, karena Erwin mengemudikan mobil. Hakim mengundur sidang dengan agenda penjelasan dari saksi-saksi termasuk saksi mahkota. (rud/smg)

Sudah 2 Bulan Laporan Belum Ada Tindakan

085361311xxx

Pak Kapoldasu Yth kami telah membuat laporan ke Polresta Medan atas kasus pencabulan yang dilakukan seorang pria terhadap adik kami yang masih di bawah umur. Laporan kami sudah dua bulan lebih namun polisi belum juga melakukan pemanggilan terhadap tersangka. Kata Juper Polresta Medan, mereka masih menunggu hasil visum dari RSU Pirngadi Medan. Namun sudah dua bulan berlalu masih juga belum ada tindakan dari pihak kepolisian. Apa memang laporan kami orang miskin tak akan pernah diproses karena kami tak memberikan uang kepada polisi? Kami minta keadilan Pak, terima kasih.

Saya Konfirmasi

Ada beberapa kendala dalam penanganan kasus pencabulan. Apa ada saksi yang bersedia dan dapat langsung memberikan keterangan. Di samping hasil visum yang akurat dari rumah sakit. Saya akan konfirmasikan laporan ini dengan Kapolresta Medan. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Setia Mendampingi ODHA

Dewi Sundari

Penampilannya sangat sederhana, namun gaya bicaranya yang ramah serta kepeduliannya terhadap orang lain menjadi nilai plus dan membuat orang nyaman bila berada disampingnya. Siapa sangka, kehidupannya tidak jauh dari orang-orang yang mengidap HIV/AIDS.

Dia adalah Dewi Sundari yang menjabat Direktur LSM SPKs (Sumatera Peduli Kesehatan). Sudah enam tahun lamanya wanita yang memiliki dua orang anak ini menjadi pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Banyak alasan kenapa Dewi memilih berkecimpung di dunia para ODHA.

Wanita kelahiran 10-10-1976 ini mengaku kepeduliannya terhadap dunia ODHA berawal dari 4 orang saudaranya yang mengidap HIV/AIDS pada 2006 lalu. Saat itu, Dewi sama sekali tidak mengetahui mengenai penyakit yang mematikan tersebut. Hingga selanjutnya 3 saudaranya meninggal dunia.
“Awalnya 3 orang adik ipar dan keponakan saya sakit-sakitan. Lalu mereka dibawa ke rumah mertua saya untuk menjalani perawatan. Karena nggak punya biaya, mereka hanya rawat jalan aja. Hati saya tergerak untuk merawat mereka. Ketiganya hanya dirawat sekadarnya saja bersamping-sampingan diatas tempat tidur,” jelas Dewi yang tinggal di Jalan Tg.Morawa tersebut.

Menurutnya, gejala penyakit yang dialami ketiga saudaranya tersebut seperti memiliki jamur didaerah mulut, diare berkepanjangan dan mengalami penyakit kulit. Beberapa kali, Dewi membawa ketiga saudaranya ke rumah sakit umum kawasan Tanjung Morawa. Namun karena tidak adanya konselor HIV/AIDS maka ketiga saudaranya diketahui menderita penyakit HIV/AIDS.

‘’Setelah kondisi dara saya semakin parah, kemudian dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan. Dirumah sakit itulah, diketahui kalau mereka mengidapHIV/AIDS.

Hanya 6 bulan mereka bertahan. Karena memang  sudah parah tidak bisa diselamatkan lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, sepupu Dewi juga jatuh sakit karena mengidap HIV/AIDS. “Setelah tiga saudara saya tadi meninggal, kemudian menyusul sepupu saya juga mengidap penyakit yang sama. Mereka memang memiliki perilaku beresiko tinggi HIV/AIDS. Karena saya mulai mengetahui apa itu HIV/AIDS, bagaimana penularan dan pencegahannya, saya bisa merawat sepupu saya hingga dia bertahan hidup sampai sekarang,” jelasnya.

Dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan kasih sayang, Dewi pun terpanggil dan mulai membantu para ODHA. Pada 2007, Dewi bergabung dengan LSM SPKs. Hingga kini sudah 200 lebih ODHA yang menjadi dampingan Dewi. Namun, banyak yang nyawanya tidak terselamatkan akibat penyakit penyerta yang diderita ODHA semakin parah dan sudah kronis.

“Banyak ODHA yang tidak terima setelah tahu kalau mereka HIV/AIDS. Bahkan ada juga yang masih malu untuk membuka statusnya. Apalagi HIV/AIDS masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat yang awam terhadap penyakit itu,”sebutnya.

Padahal, sambungnya lagi, orang yang mengidap HIV/AIDS tidak semua kesalahan mereka. Misalnya, istri yang awalnya negatif, tapi setelah menikah dengan suami yang HIV/AIDS positif akhirnya tertular. Ada juga bayi yang tertular dari ibunya karena selama mengandung, si ibu tidak mengikuti PMTCT yaitu program khusus ibu hamil dengan HIV/AIDS.

Dewi bercerita, pernah suatu kali, dampingannya yang positif HIV/AIDS tidak terima dengan statusnya. Bahkan  mengancam bunuh diri jika memang terbukti didagnosa HIV/AIDS. ‘’Yang seperti ini sangat banyak ditemui. Butuh waktu yang lama untuk memberikan pemahaman kepada mereka,’’sebutnya.

Beruntung, keluarga tidak mempermasalahkan pekerjaan yang digeluti  Dewi. “Keluarga tidak pernah protes. Malahan, para ODHA sering datang kerumah dan main dengan anak saya. Saya nyaman dan senang bisa membantu para ODHA,’’sambungnya.  (mag-11)

IMM Gali Bakat Remaja Medan

Ikatan Model Medan (IMM)  yang terdiri dari para sosialita Medan ini kembali berkumpul untuk mengadakan acara pemilihan bakat untuk para anak muda Medan. Baik untuk remaja pria maupun wanita. Pemilihan bakat ini diadakan karena disadari, Medan memiliki segudang bakat, tetapi penyalurannya masih kurang.

Pemilihan  IMM Model Bintang Parfi 2012 yang diselenggarakan di Garuda Plaza Hotel (25/2) lalu ini diikuti sekitar 300 model. Dan para sosialita Medan, yang terdiri dari Shanti Devi, Cicik Fon, Andri, dan lainnya ikut meramaikan acara pemilihan ini. Pada kesempatan ini mereka tampil dengan baju warna senada. “Iya, kita sesuaikan, tahun lalu kan saat acara yang sama kita pilih merah, jadi tahun ini, kita pilih pink,” ujar Shanti Devi.

Berhubung pemilihan ini diadakan di Sumatera Utara, yang sangat identik dengan ulos, maka para sosialita ini menggunakan padanan kain budaya Batak ini sebagai bawahan. “Mau angkat nilai budaya, karena itu, seluruh anggota IMM, dan juga semua panitia menyertakan ulos,” tambah Shanti.

Rencananya ke depan, para pemenang dalam pemilihan ini akan dipromosikan untuk menunjang perfilman daerah. Apalagi acara ini juga didukung langsung oleh Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia). Sehingga, rencana dari sutradara Dedi Setiadi yang akan membuat film di Medan dengan judul “cinta, uang dan kekuasaan” dapat didukung langsung oleh talen daerah yang tidak lain adalah remaja Medan. “Acara pemilihan model ini kerjasama dengan Parfi, sehingga pemenangnya juga akan mendapat kesempatan setiap agenda Parfi,” ujar Ketua Panitia, Wempi.

Acara pemilihan IMM Model Bintang Parfi 2012 ini dihadiri oleh artis ibukota yang juga anggota Parfi, Elma Theana. Juga turut dihadiri oleh Plt Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho, anggota DPR RI asal Sumut, Chairuman Harahap, dan anggota DPRD Sumut. (ram)

Musik Batak di Batak Night

MEDAN- PT Batak Nature menggelar pertunjukan musik bertema Batak Night setiap Jumat malam di lantai 26 Swiss-belhotel Medan.

Acara ini akan menyajikan hiburan berbagai lagu Batak, yang didukung oleh artis ibukota yang memiliki darah batak. Bahkan, dekorasi The View yang terletak dilantai 26 Swiss-belhotel ini juga akan mendapat sentuhan Batak.

“Tema tiap minggunya akan berubah, karena etnis Batak yang banyak, misalnya minggu ini Batak Toba, maka minggu depannya bisa Karo atau  Mandailing. Untuk mendukung acara, sentuhan Batak sangat kental, seperti pengisi acara yang memiliki darah batak, bahkan The View juga akan disulap sesuai tema,”ujar Direktur Utama PT Batak Nature, Paulina Ginting saat acara peluncuran Batak Night di The View SwissBell Hotel Medan, kemarin (28/2).
Untuk pembukaan Batak Night ini akan digelar 9 Maret mendatang dengan menampilkan Amigos. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai artis lain yang merupakan keturunan Batak.

“Banyak artis yang akan bekerja sama dalam Batak Night ini seperti Amigos, Judika, Victor Hutabarat, Jack Marpaung dan lainnya. Untuk pembuka akan menampilkan Amigos,” ungkap Paulina.

The View sendiri, merupakan salah satu lounge yang terkenal di Kota Medan. Lounge ini menyajikan musik yang bergenre jazz, sehingga sudah memiliki pangsa pasar terendiri. Batak Night merupakan penambahan pangsa pasar, sebagai buktgi bahwa The View terbuka untuk semua komunitas.
Director of Food and Beverange Grand Swiss-belhotel Medan, Guntoro Purnomo mendukung suksesnya acara ini Swiss-belhotel memberikan paket bagi tamu yang akan menginap.  (ram)

Chisora Dihukum, Haye tak Ingin Bertarung

LOS ANGELES – Petinju kelas berat Inggris, Dereck Chisora akhirnya dijatuhi larangan bertarung oleh dewan tinju dunia (WBC) perkelahiannya dengan mantan juara dunia David Haye.

Chisora dan rekan senegaranya, David Haye terlibat pertikaian saat konferensi pers usai kekalahan Chisora menghadapi Vitali Klitschko dalam perebutan gelar juara dunia kelas berat WBC di Olympiahall, Muenchen, dua pekan lalu.

Pihak WBC  menyebut tidak dapat menoleransi kelakuan Chisora. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan paling buruk dari  seorang petinju profesional. Sebelumnya mereka telah mencoret nama Chsora dari daftar peringkat penantang juara dunia versi WBC. Pihak WBC juga meminta Chisora menjalani terapi psikologi  pengendalian amarah. Chisora juga masih terancam berperkara dengan pihak kepolisian Jerman. Usai kekalahannya menghadapi Vitali, Chisora harus menjalani pemeriksaan oleh kepolisian Jerman menyangkut ancamannnya akan menembak Haye.

Sementara itu di tempat terpisah Haye mengatakan bahwa dirinya yang menjadi korban dan soal insiden pelemparan botol, Haye menyanggahnya mentah-mentah. “Dia mendatangi saya dan menghadap saya tepat di depan wajah saya.

Kemudian saya merasakan ada pukulan di wajah saya. Menurut anda, apa yang harus saya lakukan?,” tutur Haye membela diri.
“Lihat saja dari semua sudut kamera. Saya tidak punya pilihan. Saya bisa saja hanya terdiam dan membiarkan diri saya dipukuli, ditampar atau ditendang. Dia bahkan berteriak ingin mengalahkan saya dan menghancurkan rahang saya. Maka itu, kenapa saya tak boleh membela diri?,” tambahnya.
Lantas, beberapa hari setelah insiden tersebut, Chisora kembali ke muka media dan menyatakan permintaan maafnya atas kelakuan emosionalnya. Ketika awak media kembali menemui Haye dan menanyakan apakah Haye bersedia naik ring untuk balas dendam dengan ‘jalan resmi’, Haye sontak menolak.
“Jujur, saya tidak punya hasrat untuk melawan Chisora di dalam maupun di luar ring. Dia selalu kalah di tiga pertarungan terakhirnya,”  sindir The Hayemaker, sebagaimana dikutip Boxing Scene. (net/jpnn)

Sssst, Bawa Mobil ke Sekolah Dirazia

MEDAN-Pemko Medan bersama Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Satpol PP Medan, Camat, Kapolsekta dan Danramil merazia kendaraan pribadi siswa di sekolah, Kamis (1/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Selain itu tim juga akan menertibkan parkir kendaraan berlapis dan parkir di pasar.

“Tim terpadu sudah dibentuk untuk melakukan penertiban di beberapa titik lokasi yang rawan terhadap kemacetan akibat parkir berlapis, parkir kendaraan siswa di sekolah dan pasar,” kata kata Kadishub Medan, Syarif Armanysah Lubis, Rabu (29/2), usai audensi bersama Wali Kota Medan, Rahudman Harahap ke Kasat Lantas Polresta Medan. Dijelaskannya, beberapa titik lokasi yang khusus harus diamankan adalah kendaraan pribadi yang parkir di sekitar Jalan Imam Bonjol, tepatnya di Harapan Medan. (adl)