31 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 13862

Lagi, Suasana di Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang Mencekam

BINJAI- Imbauan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro agar warga dan PTPN 2 Sei Semayang menjaga suasana kondusif di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, tampaknya tak digubris. Pasalnya, warga dan pihak PTPN 2 nyaris bentrok  kembali di areal lahan eks HGU tersebut, tepatnya di depan Kantor Rayon C PTPN 2 Sei Semayang, Jumat (9/3), sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibatnya, suasana di areal lahan eks HGU tersebut kembali mencekam. Penyebab ketegangan antara warga dan petugas PTPN 2 Sei Semayang ini disebabkan, warga kembali turun ke lahan eks HGU untuk melakukan penanaman. Melihat aktivitas warga itu, petugas PTPN 2 langsung turun dan melarang warga melakukan penanaman. Situasi sempat tegang, karena kedua belah pihak sudah saling berhadap-hadapan dan siap untuk saling serang.
Beruntung, petugas Pos Pam yang berjaga di Jalan Gajah Mada, langsung mengambil tindakan guna melerai kedua belah pihak. Sehingga, bentrok fisik tidak sempat terjadi dan tidak menelan korban.

Menurut keterangan warga, yang mengaku bernama Lingga, saat itu mereka sedang menanam di lahan eks HGU PPN 2. Namun, aktivitas mereka dilarang oleh pihak PTPN 2.

“Kami lagi menanam, tiba-tiba datang petugas PTPN 2 dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga kami sudah berhadapan dengan mereka,” kata Lingga.
Karena warga dan PTPN 2 sudah saling berhadapan, sambungnya, petugas yang ada di Pos Pam datang dan menghadang agar bentrok tidak terjadi. “Kalau tidak ada petugas Pos Pam, kami rasa bentrok akan terjadi dan korban pasti berjatuhan,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur Ipda Rudi Lapian membenarkan warga dan PTPN 2 yang nyaris bentrok. “Iya, bentrok fisik warga dan PTPN 2 memang nyaris saja kembali terjadi. Beruntung, petugas kita di Pos Pam melihat kejadian itu. Sehingga, aksi itu dapat kita tenangkan dan tidak merenggut korban,” ujarnya.(dan)

Wakapolres Pakpak Diserahterimakan

PAKPAK BHARAT- Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kabupaten Pakpak Bharat yang sebelumnya dipegang Kompol Drs Bulmar Pasaribu diserahterimakan kepada Kompol Drs Soepriatmono SH di halaman Mapolres Pakpak, Kamis (8/3).
Acara sertijab dipimpin Kapolres Pakpak Bharat AKBP GR Gultom Sik dan dihadiri para perwira, berikut seluruh personel Polres Pakpak beserta ibu bhayangkari.

Kompol Bulmar Pasaribu yang sempat diberi mandat sebagai Wakapolres selama 2,4 tahun di Kabupaten Pakpak Bharat, kini mendapat tugas baru di Polda Sumatera Utara, sementara Wakapolres baru sebelumnya juga bertugas di Polda.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP G R Gultom mengatakan, pergantian pejabat atau serah terima jabatan di lingkungan Polri merupakan hal biasa dan berkesinambungan, juga merupakan aplikasi dalam menyikapi fungsi, peran, tugas dan tanggung jawab Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegak hukum.

Menyikapi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Polri, yang semakin komplek, pimpinan Polri telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan perombakan, pergantian atau reformasi di dalam tubuh Polri guna memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat. Termasuk di dalamnya mutasi jabatan.
Dalam sambutannya, Gultom mengucapkan selamat datang kepada Wakapolres baru dan ia berharap, wakilnya tersebut dapat segera beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Sementara, kepada Kompol Bulmar Pasaribu disampaikan apresiasi atas kerja sama yang harmonis selama ini, sehingga tugas-tugas kepolisian di daerah ini dapat berjalan dan mampu menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.
Usai sertijab, acara dilanjutkan dengan pisah sambut yang digelar di Gedung Serba Guna Salak. Di saat bersamaan, juga dilangsungkan pisah sambut Kasat Lantas dari AKP Radu Sembiring kepada AKP T Matanari. (mag-14)

Kepala Puskesmas Cabuli Siswi SMP

SIANTAR– Dr Hendra Nainggolan (31) selaku Kepala Puskesmas Bahkapul, Kecamatan Sitalasari, ditangkap petugas Polres Siantar di Kelurahan Timbang Galung, Jumat (9/3) sekitar Pukul 17.20 WIB.

Dia ditangkap atas perbuatan  mencabuli anak di bawah umur inisial Br (14) di Hotel Romeo kamar 2 daerah wisata Parapat, Kabupaten Simalungun.
Informasi dihimpun dari keluarga korban, menyebutkan, saat itu korban bersama dua orang rekanya Ir (15) dan Dw (15) pergi ke Jalan Vihara Sutomo Suqare. Ketiga orang tersebut bertemu dengan Dr Hendra bersama dua orang temannya berinisal Dr J dan Dr HS dengan mengunakan mobil Rush hitam BK 1130 JZ yang memiliki logo DPR RI yang ditempelkan di plat nomor polisi mobilnya.

Tidak beberapa lama kemudian, setelah mereka berkenalan, mereka selanjutnya pergi ke Sidamanik, Simalungun, untuk makan. Sehabis makan, Dr Hendra dan korbanpun melanjutkan perjalanan ke arah Parapat. Sedangkan teman korban pulang ke Siantar demikian juga teman Hendra.

Menurut ayah korban, Martin Rajagugkguk (39) warga Jalan Medan Kelurhan Naga Pita, Kecamtan Siantar Martoba, mengatakan, sejak kepergian anak pertamanya Rabu (7/3) lalu, dia tidak pernah mendapat kabar tentang keberadaan anaknya itu, hingga Jumat (9/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, teman korban datang ke rumah orangtuanya dan menceritakan persitiwa sebenarnya yang terjadi atas korban. Mereka mengaku, takut memberitahu kepada keluarga korban karena takut ancaman Dr Hendra akan melukai bila memberitahukan kepada orangtua korban pergi bersama pelaku.
Tepat pukul 17.00 WIB kemarin, korban akhirnya pulang ke Siantar dan langsung dibawa keluarga ke Polres Siantar.

Korban dihadapan orangtua dan petugas Polres Siantar menceritakan seluruh kejadian yang menimpanya kepada. Korban mengaku, sudah dicabuli Dr Hendra di kamar hotel di Parapat.

Di sisi lain, Dr Hendra yakin, teman korban masih tutup mulut dan tidak menceritakan kepada siapa pun atas tindakannya.
Setelah keluarga mengetahui perbuatan Hendra,akhirnya menyerahkan nomor selulernya ke polisi.

Dengan bantuan alat pendeteksi, keberadaan Dr Hendra pun diketahui dan selanjutnya polisi langsung bergerak cepat ke lokasi keberadaan Dr Hendra. Tidak beberapa lama, Dr Hendra pun diciduk saat berada di dalam mobilnya di seputaran kelurahan Timbang Galung.
Hingga berita ini diturunkan, Dr Hendra masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Siantar.

Kasat Reskrim Polres Siantar saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Kita masih melakukan pemeriksaan. Soal hasilnya nantilah setelah selesai di BAP,” katanya. (mag-1/smg)

AKBP Apriyanto Bersikukuh tak Konsumsi H5

MEDAN- Meskipun terus membantah memesan dan mengkonsumsi pil happy five (H5), mantan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Apriyanto Basuki Rahmat terus disudutkan oleh keterangan tiga tersangka lain. Dari hasil rekonstruksi di TKP, Sri Agustina, Ade Hendrawan dan Jhonson Jingga menyebut AKBP Apriyanto memesan dan mengkonsumsi H5.

“Tapi AKBP ABR masih bersikukuh tak ada memesan dan mengkonsumsi pil tersebut. Namun kalau berada di tempat itu (Live Music D’ Core/Paramount) memang diakui AKBP ABR,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso di Mapoldasu, Jumat (9/3) malam.

Soal Wina, wanita yang pulang bersama AKBP Apriyanto, Heru mengatakan sejauh ini Wina masih diperiksa sebagai saksi. Heru berdalih, Wina hanya menerima tiga butir pil H5 dan tidak mengkonsumsinya.  “Keterlibatannya masih kita dalami, belum ada bukti kuat untuk mengarah kepada tersangka,” tukas Heru.

Ditanya mengapa AKBP Apriyanto tak ditahan, Heru beralibi mantan Wadir Narkoba itu masih sebagai anggota Polri aktif. Selain itu, AKBP Apriyanto kooperatif dalam pemeriksaan. “Penahanan dilakukan jika kita takut tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya, tapi dia kooperatif,” dalihnya.

Heru juga membantah pertemuan AKBP Apriyanto, Wakapolda Sumut Brigjen Cornelius Hutagaol dan Kalabfor Polda Sumut, Kombes CH Syarian. Namun, keterangan Heru ini berbeda dengan keterangan Kombes CH Syafrian sebelumnya.

Syafrian menyatakan, saat bertemu dengan Brigjen Cornelius Hutagaol bukan membahas hasil tes urine AKBP Apriyanto, tapi menjamu tamu Wakapolda Sumut.

“Wakapolda tidak ada menanyakan hasil tes urine AKBP Apriyanto kepada Kalabfor, tapi hanya menanyakan berapa lama hasil tes urine itu keluar, dan apakah tes darah dan rambut juga bisa,” kelitnya. (mag-5/smg)

Dua Pria Dibacok dan Dipukuli Massa

Polisi Tetapkan 12 Tersangka

TAPUT- Akhirnya Polsek Sipoholon menetapkan 12 tersangka kasus pengeroyokan dua pemuda, Sakti Aritonang dan Rianto Harahap, Jumat (9/3). Dari 12 tersangka, tujuh di antaranya langsung ditahan, dan lima masuk daftar pencarian orang (DPO).

Pantauan METRO (grup Sumut Pos), selain ketujuh tersangka, pihak kepolisian juga memanggil kedua korban dan empat saksi yang melihat peristiwa pengeroyokan.

Sakti Aritonang, warga Desa Simanungkalit dan Rianto Harahap warga Desa Siraja Oloan, Siwaluompu, Tarutung, mengaku, senang pelaku pengeroyokan dirinya berhasil diringkus polisi.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian mempertemukan para tersangka dengan korban. Oleh polisi memberi kesempatan kepada korban mengenali wajah para tersangka apakah ikut pada pengeroyokan itu.Ternyata benar. Setelah diperhatikan, seluruh tersangka yang hadir saat itu turut ambil bagian pada peristiwa itu.

Ketujuh tersangka yang sudah ditahan yakni, Elvis Silaban, Ien Tanjung (19), Hermanto Lumbangaol (22), Rano Karno Situmeang (18), Frengki Panggabean (18), Riski Situmeang (17) dan Joel Situmeang, sedangkan lima lainnya masih DPO.

Kapolsek Sipoholon, AKP R Hutagaol kepada METRO usai mempertemukan kedua belah pihak mengatakan, motif pengeroyokan untuk sementara berawal dari pertengkaran melalui SMS (Short Message Service) antara salah seorang pelaku, Elvis Silaban dengan Romi teman korban Aritonang. (cr-02/des/smg)

Dugaan Ijazah Palsu Hulman, Pelapor Bisa Tempuh Pra-Peradilan

JAKARTA- Wali Kota Siantar Hulman Sitorus sepertinya belum dapat bernafas lega, terkait laporan dugaan ijazah palsu. Pasalnya, meski Polda Sumatera Utara menghentikan proses penyelidikan dengan alasan tidak cukup bukti, namun masih terdapat celah lainnya.

Hal tersebut diindikasikan Kepala Divisi Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, secara khusus kepada koran ini di Jakarta, Jumat (9/3).
Menurutnya, untuk membuka kembali proses penyelidikan yang telah dihentikan Polda Sumut, pelapor dapat menempuh proses pra-peradilan. “Kalau di Polda dihentikan (dengan alasan tidak cukup bukti), maka harus melalui pra-peradilan untuk dapat membukanya kembali,” ungkap Saud.
Sebagaimana diberitakan, indikasi masih adanya celah untuk melanjutkan pemeriksaan, juga telah dikemukakan Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Poldasu, AKBP MP Nainggolan beberapa waktu lalu. “Bila ada bukti-bukti lain soal ijazah palsu Hulman, kasusnya akan kita selidiki kembali,” terangnya.

Dugaan ijazah palsu ini sendiri sebelumnya dilaporkan Bona Tua Naipospos ke Mabes Polri per tanggal 21 Juli 2011 lalu. Dengan nomor laporan, Pol TBL/281/VII/2011/Bareskrim, berdasarkan Laporan Polisi No Pol: LP/469/VII/2011/Bareskrim tanggal 21 Juli 2011 lalu. Laporan ini diterima petugas Perwira Siaga, Aipda Edy Wuryanto. Kemudian menanggapi laporan ini, Mabes Polri menerbitkan surat Nomor B/9707/Ops/VII/2011/Bareskrim perihal pelimpahan laporan polisi tertanggal 26 Juli 2011, yang ditujukan ke Kapoldasu. (gir)

Wabup Buka MTQ Tingkat Kecamatan

PAKPAK BHARAT- Waki Bupati (Wabup) Pakpak Bharat H Maju Ilyas Padang, secara resmi membuka lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan tahun 2012 di Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Rabu (7/3).

Kegiatan disaksikan Ketua LPTQ, Kepala Kantor Kemenag Drs Saidup Kudadiri MM dan sejumlah pejabat eselon II, III, IV serta para Qori dan Qoriah.
Wabup H Maju Ilyas Padang menekankan, perlunya peningkatan kegiatan yang bersifat keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu dikemukakannya, mengingat banyaknya kasus hukum yang berkaitan dengan pelanggaran norma agama dan susila. “Perlu kita cermati terutama di Kabupaten Pakpak Bharat sekarang ini sedang giatnya melakukan pembangunan disegala bidang. Diharapkan agar generasi muda dapat berperan aktif, berdiri di depan sebagai modal dasar dan motor penggerak pembangunan,” urainya.

Terhadap pembangunan rumah ibadah di desa itu, ia menggaransi, pihaknya dan Kemenag akan berupaya memberikan bantuan dana yang diperlukan nantinya untuk keperluan dimaksud. Ditambahkan, setiap tahunnya, Pemkab Pakpak Bharat dan Kantor Kemenag menyediakan anggaran
untuk kebutuhan pembangunan rumah ibadah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat Drs H Saidup Kudadiri menyatakan, instansi itu siap dan bersedia membantu pembangunan dimaksud.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag mengadakan penggalangan bantuan yang langsung direspon oleh beberapa kalangan yang hadir. Mereka yang memberikan partisipasi berupa bantuan sukarela antara lain Wakil Bupati, Kepala Kemenag dan beberapa pimpinan SKPD yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah bagi para dewan juri yang  memimpin dan memberikan penilaian selama MTQ berlangsung dipandu oleh Camat Tinada diwakili Sekretaris Kecamatan Drs M Asrul Gajah. (mag-14)

Poldasu Jaga 266 SPBU di Sumut

MEDAN- Mengantisipasi gejolak masa atas kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) berujung anarkis, Polda Sumut akan menurunkan 3 kompi pasukan untuk mengamankan 266 SPBU dan 31 APMS (Agen Primium Minyak Solar) di Sumut.

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Jumat (9/3), sebagai langkah guna meredam aksi unjuk rasa yang mengarah ke anarkis jelang kenaikan BBM yang diperkirakan akan mulai diberlakukan April mendatang.

“Dari laporan dan informasi yang kita terima, pada saat kenaikan BBM nanti, akan ada unjuk rasa besar-besaran,  makanya kita lakukan persiapan antisipasi,” tambahnya.Heru mengatakan, dengan naiknya BBM, pihaknya akan memantau dampak kenaikkan harga kebutuhan pokok, karena dampak-dampak tersebut bisa membuat gejolak massa semakin tak terkendali. Pihaknya juga akan memantau SPBU agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Terpisah, Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampow, dalam rapat koordinasi dengan pemilik SPBU di Kabupaten Karo, Jumat ( 9/3) siang di Aula Pur Pur Sage Mapolres Tanah Karo, menjelaskan, jangan coba-coba menimbun BBM, apabila masih ada yang nekad melakukan, dipastikan akan berurusan dengan hukum. (mag-5/wan)

Poin Penuh di Teladan

MEDAN- Skuad PSMS kini sedang libur hingga 13 Maret mendatang. Rabu (14/3) latihan akan kembali digeber demi poin penuh di dua laga kandang melawan PSPS (26/3) dan Persija (30/3).

Pelatih PSMS sementara Suharto AD menuturkan, anak-anak asuhannya harus melupakan kekalahan di Stadion Barnabas Youwe markas Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3) lalu. Namun, hal ini juga harus dijadikan pelajaran berharga bagi timnya.

“Di sana (Dafonsoro, Red) kita memang tampil sangat buruk. Paduan minimnya pemain inti dan lapis kedua kita tak menunjukkan kolektivitas tinggi di lapangan. Ini yang menjadi evaluasi prioritas kita pada sesi latihan berikutnya,” terangnya, Jumat (9/3).

“Kerjasama tim juga bakal menjadi topik utama dalam sesi latihan nanti. Kita memiliki waktu yang cukup panjang menyiapkan dan mengembalikan mental pemain. Tanggal 14 kita mulai latihan, sedang laga berikutnya baru kita lakoni pada 26 Maret nanti. Waktu ini harus bisa kita manfaatkan dengan maksimal, baik untuk recovery fisik serta mental pemain,” kata pelatih berkepala plontos itu.

Namun, mempersiapkan tim jelang bentrok PSPS Pekanbaru pada 26 Maret dan 30 Maret kontra Persija Jakarta, Suharto mengaku pede. “Pertandingan tandang ini akan diisi pemain inti kita yang bermain full team,” ungkapnya.

Menurutnya, kemungkinan menang akan dimaksimalkannya bersama anak-anak asuhnya. “Target poin penuh melawan dua tim besar ini wajib kita apungkan ke pemain. Dengan begitu, kita (Pelatih, Red) dan pemain memiliki satu misi dan visi untuk memberikan penampilan terbaik bagi para pendukung kita di Medan,” ujar Suharto.

“Wajib menang! Dengan menggenjot latihan, saya harap performa anak-anak bisa maksimal pada laga nanti. Laga ini menurut saya sangat penting, menetukan posisi kita di masa paruh musim. Dengan kemenangan di dua laga ini, paling tidak kita bisa menempati papan tengah klasemen sementara ISL,” harap Suharto. (saz)

Jeda, Pilih Refreshing

JEDA lima hari (9-13 Maret) yang diberikan manajemen kepada skuad PSMS, merupakan satu hal yang sangat berarti bagi pemain yang berdomisili di luar Sumut. Apalagi, usai tur Jawa Timur-Papua yang sangat melelahkan, jeda lima hari ini benar-benar dimanfaatkan sebegai refreshing.
Striker PSMS Arie Supriatna yang dihubungi via telepon selular mengaku cukup senang ketika manajemen memperbolehkan pemain libur. “Saya lagi di Tangerang. Sebagai pemain, kepenatan selama beberapa pertandingan terakhir akan hilang. Apalagi setelah bertemu dengan keluarga, khususnya isteri dan anak,” ungkapnya, Jumat (9/3).

“Selain kembali refresh, menghadapi laga berikutnya kita tentu akan lebih relax. Dan untuk bisa bermain lebih maksimal akan lebih memungkinkan,” tambahnya.

Sementara, kiper kedua PSMS Eddy Kurnia juga mengaku sangat senang dengan kebijakan manajemen. “Tentu kita butuh refreshing. Namun, kita juga diwanti-wanti pelatih untuk terus melakukan latihan walau tanpa panduan pelatih. Recovery fisik kita lakukan sendiri pada masa libur ini,” ujarnya.
Pemain yang berdomisili di Bogor ini juga mengatakan, bertemu dengan isteri serta anak memberikan semangat tersendiri untuk menghadapi laga berikutnya. “Jika sudah bertemu isteri dan anak, dalam sekejap kelelahan yang selama beberapa pertandingan terakhir hilang dengan sekejap,” aku Eddy.
Senada, Ledi Utomo stopper PSMS mengatakan hal serupa. Apalagi, pemain kelahiran 1983 ini bakal mengakhiri masa lajang pda 2012 ini juga. “Mudah-mudahan kalau ada rezeki dan diridhoi, Juni 2012 ini saya menikah. Dan libur beberapa hari ini tentu memberikan arti tersendiri bagi saya dan calon isteri, sebelum kembali memperkuat PSMS pada laga berikutnya,” tuturnya.

Menurutnya, tur Jawa Timur-Papua yang mengunjungi kandang Persela Lamongan (28/2), Deltras FC Sidoarjo (3/3) dan Persidafon FC Dafonsoro (7/3) merupakan perjalanan yang sangat melelahkan. “Recovery fisik tentu sangat dibutuhkan usai tur ini. Dan dengan waktu istirahat yang diberikan ini, cukup membantu,” tandasnya. (saz)