Home Blog Page 13867

Adakan Pendidikan Lingkungan dan Energi Baru Terbarukan

SHARP HISTORIA Road Show akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan energi baru terbarukan, ‘School Visit – Early Education on Environment and Renewable Energy. Hal itu dikatakan PR & CSR Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Jumat (24/2).

Menurutnya, Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di tiap kota untuk mengadakan kegiatan pendidikan dini mengenai lingkungan dan energi baru terbarukan. Di Kota Medan, SHARP akan mengadakan kegiatan CSR tersebut dengan mengunjungi sekolah SD Kristen Methodist 1 di Jalan Hang Tuah No. 4 Medan.

“Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami kondisi bumi yang semakin tua dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dengan melakukan kegiatan yang bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan CSR ini merupakan kontribusi SEID terhadap lingkungan dan masyarakat di Indonesia. SEID senantiasa melakukan kegiatan CSR yang berkaitan dengan pelestarian dan pendidikan mengenai lingkungan.

“Kegiatan bersama anak-anak usia sekolah bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar sedari dini dan menjadi pembekalan di masa depan mereka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada program CSR yang dilakukan oleh SHARP HISTORIA road show kali ini, SEID mengangkat tema lingkungan dan energi baru terbarukan karena kepedulian SEID terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Dampak dari pemanasan global sudah dapat dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Dengan program ini, SEID ingin mengajak anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Di setiap sekolah, SEID akan memberikan pemahaman akan besarnya dampak pemanasan global bagi kelangsungan mahkluk hidup di bumi, lalu merangsang anak-anak agar dapat berfikir dan melakukan suatu tindakan positif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menciptakan suatu ide akan penghasil energi alternatif di masa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, SEID juga menyumbangkan alat-alat kebersihan, produk kesehatan PCI Generator dan alat biopori untuk setiap sekolah yang dikunjungi, SEID mensosialisasikan kegiatan pembuatan lubang biopori yang salah satu fungsinya yaitu untuk menghindari krisis air di musim kemarau, karena air hujan akan mudah diserap oleh tanah.

Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat tergerak untuk melakukan suatu gerakan yang mampu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.(mag-11)

Korupsi PNS Muda dan Krisis Kaderisasi Berjabatan

Oleh: Jadi Pane SPd

Sekelomok orang muda yang menjadi PNS dengan usia antara 25-28 tahun dicurigai oleh PPATK mempunyai rejening gendut mencapai miliaran rupiah. Kita pun tersentak dan tercengang tentang jumlah rekening gendut itu. PNS muda itu sangat produktif, tetapi produktivitas yang salah kaprah dan menggerogoti negara.

PNS muda yang ada di Departemen Keuangan itu punya jabatan yang sangat strategis. Kita tidak tahu atas pertimbangan apa mereka dengan usia yang relatif muda dan sudah punya jabatan. Untuk kesekiankalinya terjadi abused of power yang pada akhirnya mengarah pada perampokan uang negara.
Memang motif dan modus perampokan uang negara sangat beragam. Tetapi yang paling sering terjadi adalah bentuk penyahgunaan jabatan untuk memperkaya diri sendiri. Kondisi ini hampir terjadi di semua unit kerja pemerintah. Baik Pemda dan Departemen pusat. Untuk mengurus perizinan saja di negara kita uang di bawah meja harus disediakan, jangan-jangan jumlahnya bisa sangat besar. Mental PNS kita yang sudah terlanjur bobrok membuat pengelolaan negara tidak pernah efektif dan efisien. Akibatnya, program pembangunan banyak yang terbengkali dan pembangunan mutunya sangat rendah. Bagimana lagi melakukan perubahan dalam konteks perbaikan negara jika orang yang memegang kata kunci perubahan itu belum berubah, baik secara mental dan kualitas?

Kita punya konsep yang namanya remunerasi dan sudah diterapkan dengan tujuan mengoptimalkan kinerja PNS dalam melayani masyarakat. Hasilnya tetapi belum maksimal, bahkan semakin parah. Padahal di satu sisi strategi remunerasi melahirkan kesenjangan. PNS yang bekerja di Depkeu, khususnya Bea Cukai dan Perpajakan akan punya pendapatan yang sangat besar. Gaji mereka bisa lebih besar empat kali lipat dari guru SMA sekalipun berpendidikan Magister (MPd misalnya). Kalau ini diperdebatkan, apa dasar pegawai Depkeu gajinya lebih besar daripada pendidik?

Kita pasti menerima jawaban dari pemerintah pegawai Depkeu mengelola uang negara dan merupakan ujung tombak penerimaan negara. Lantas, apakah guru juga tidak ujung tombak pembangunan negara ini? Guru mendidik dengan maksimal, mengajari karakter, transformasi ilmu pengetahuan, pembangunan ahlal yang semuanya ini adalah bekal hidup anak didik dan ke depan akan menjadi generasi bangsa. Guru juga berperan vital dalam konteks pembangunan bangsa. Sementara guru tidak mengalami remunerasi, PNS muda di Depkeu mengalami remunerasi.

Kultur atau budaya berjabatan di negara kita ternyata masih feodalistik. Pejabat tidak pernah merasa jabatan itu adalah beban dan amanah jika gagal dijalankan. Seorang pejabat dalam menjalankan tugasnya punya target yang salah. Bukan rahasia umum lagi jika Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) adalah mesin uang kepala daerah. Maka jabatan ini tidak akan pernah diberikan pada orang pintar, berintegritas, punya visi. Ini jabatan diberikan bagi mereka yang loyal, apalagi loyal dalam memberikan setoran kepada kepala daerah. Inilah yang terjadi sebenarnya. Jabatan dianggap sebagai mesin uang dan mmeebrikan uptei. Paradigma ini sudah lama terpola di pemerintahan kita. Makanya kinerja PNS selalu tersenat dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ketika tuntutan masyarakat sangat tinggi supaya PNS berubah untuk menjadi pelayan yang baik, PNS memang secara konsep membuat konsep perubahan. Mereka melakukan berbagai Diklat, mengundang media konferensi pers tentang konsep perubahan mereka, membuat reformasi birokrasi dalam konteks departemennya, dan paradigma kerja yang terukur, efektif, dan efisien dengan harapan masyarakat bisa menerima bahwa PNS sudah berubah.

Praktiknya, layanan-layanan kepada publik seperti layanan administrasi pemerintahan, layanan kesehatan, layanan pajak, layanan pendidikan masih jauh dari harapan. Jabatan-jabatan formal yang diharapkan menjadi ujung tombak dan penggerak agar mutu pelayanan segera diperbaharui ternyata gagal total. Pemilik jabatan pun seringkali mereasa mereka tidak gagal, bahkan merasa tidak pernah bersalah tentang kegagalan unit kerja yang dipimpinnya. Mereka tidak pernah melakukan instropeksi diri tentang kegagalan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

PNS muda dengan rekening gendutnya sedang dalam sorotan publik, khususnya media massa. Sorotan ini diharapkan menjadi momentum bagi reformasi birokrasi yang menyentuh akar persoalan. Penyahgunaan jabatan sebagai musuh utama reformasi birokrasi harus dituntaskan. Jabatan perlu dibangun dengan paradigma berpikir yang baru. Tujuan jabatan adalah memudahkan masyarakat mendapat pelayanan yang prima. Jabatan yang ada perlu disosislaisasikan kepada semua PNS bahwa itu dipergunakan melayanai masyarakay. Jabatan bukan untuk diobral untuk memburu rente.

Paradigma yang positif tentang jabatan adalah apabila semua pejabat menganggap jabatan itu adalah amanah dan bukan menaikkan status sosial. Dengan demikian kita sampai pada sebuah fase berjabatan yang baik. Berjabatan yang baik terukur apabila masyarakat tidak lagi mengeluh masalah kinerja PNS. Untuk menduduki jabatan perlu seleksi yang sangat ketat, mengedepankan manusia yang mau bekerja untuk rakyat, kreatif dan inovatif, dengan demikian target utama birokrasi dalam menggenjot pembangunan bisa tercapai dengan baik.

PNS muda dengan rekening gendutnya yang mencapai miliaran rupiah tentu menajdi tsunami birokrasi. PNS muda itu mmeberikan gambaran bahwa kita mengalami krisis kaderirasasi berjabatan yang baik dan benar. Ini harus diusut tuntas dalam konteks reformasi birokrasi yang bertujuan melayani masyarakat. Negara yang dikelola oleh para bandit akan mmebuat negara itu lumpuh. Bandit yang bekerja dengan tujuan uang dan materi bisa menghalalkan segala cara agar tujuand an cita-citanya bisa tercapai dengan baik.

Untuk itu, saatnya PNS muda yang lain menyadari bahwa fungsi dan peran utama mereka adalah melayani masyarakat dengan baik. Bukan memperkaya diri dengan menyahgunaan jabatan untuk menumpuk harga di bank dalam jumlah yang sangat fantastis. Perlu upaya hukum menyelidiki dari mana sumber uang PNS muda itu. Agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kemudian jabatan perlu disosialisasikan dengan baik untuk melayanai masyarakat, dan pimpinan perlu mendudukkan orang yang tepat untuk menduduki jabatan itu agar misi dan visi birokrasi kita dalam memberikan pelayanan optimal, prima dan baik bisa tercapai dengan baik pula. Segala bentuk krisis berjabatan harus diakhiri dengan memulai sesuatu yang berguna buat bangsa ini.(*)

Penulis adalah mantan Sekretaris Umum DPD GAMKI Sumut

Budayakan Hidup Bersih

Gotong Royong Massal di Kecamatan Medan Amplas

Kegiatan gotong royong massal yang terus ditingkatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, merupakan program untuk membudayakan hidup bersih bagi masyarakat Kota Medan, agar tercipta lingkungan yang bersih.

“Ini sudah menjadi program Pemko Medan dengan membudayakan hidup bersih bagi masyarakat. Kalau lingkungan bersih, masyarakatnya akan sehat. Otomatis, kecerdasannya juga baik. Karena itu penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menggerakkan kembali gotong royong,” kata Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM disela-sela acara gotong royong masal di Jalan Selamat Ujung, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/2) pagi.

Selain itu, lanjut Rahudman, Pemko Medan juga melihat aspek-aspek lain seperti pentingnya keluhan masyarakat yang mengaku belum ada terealisasinya jalan setapak di lingkungan Medan Amplas.

“Masyarakat tidak perlu lagi harus memutar jika ingin ke Jalan Seksama. Pemko Medan akan membuka jalur alternatif dari Jalan Selamat Ujung ke Jalan Seksama. Dinas Bina Marga Medan diminta untuk melaksanakan pembersihan agar masyarakat bisa segera melalui jalan tersebut,” ucapnya.
Dijelaskannya, lahan kosong yang berada di ujung Jalan Selamat, bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif untuk tembus ke Jalan Seksama.

“Adapun panjang jalan tersebut 375 meter berada di pinggir Sungai Denai dengan status lahan inspeksi oleh Badan Warisan Sumatera (BWS). Jadi pembebasannya tidak akan mengalami kendala karena jelas lahan itu milik Pemko Medan,” cetusnya.

Untuk membuka jalan ini, Rahudman memerintahkan Dinas Bina Marga Medan membersihkan lahan kosong tersebut terlebih dahulu untuk kemudian di pasang lampu penerang jalan. Pengerjaannya harus dilakukan sesegera mungkin agar jalan tersebut bisa langsung dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

“Kalau sudah dibuka, langsung pasang lampu jalan. Tapi nantinya jalan ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua dan tiga saja. Sedangkan roda empat dilarang, untuk menghindari terjadinya kemacetan atau lainnya,” pintanya.

Namun, karena jalan ini berada di pinggir sungai, masyarakat hendaknya bisa tetap menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi khusus di buang di pinggir sungai. Untuk itu masyarakat sekitar harus menumbuhkan rasa kegotongroyongan yang sudah mulai hilang.

“Kegiatan gotong royong harus dibudayakan dari tingkat lingkungan. Pembukaan lahan kosong menjadi jalan alternatif ini sudah pernah dilakukan di Jalan Turi Ujung, Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai dengan panjang 273 meter dan lebar 4 meter. Jalan tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh empat kepala keluarga selaku pemilik lahan tersebut,” bebernya.

Camat Medan Amplas, Emir Mahob Lubis mengatakan, pihaknya siap mendukung program yang dilakukan Pemko Medan. Pembukaan jalan dan gotong royong bersama akan ditingkatkan agar kebersihan di kota ini tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk bertanggungjawab terhadap lingkungannya. Sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak membuang sampah kedalam sungai. Dengan begitu, masyarakat mengerti untuk melakukan pengelolahan terhadap sampahnya. Itu juga membuat masyarakat semakin sadar dengan kebersihan. Dimana, peran serta masyarakat itu sangat penting,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Medan, Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera membersihkan lahan kosong yang akan dijadikan jalur alternatif tersebut. Selanjutnya dilakukan perataan dan pemasangan lampu jalan.

“Semua proses itu akan dilakukan sesegera mungkin. Kami buka lahan dulu dengan melakukan penyisiran,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar menambahkan, pihaknya akan terus membudayakan gotong royong agar program Pemko yang menargetkan Medan Bebas Sampah pada Juni mendatang tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan termasuk parit yang ada agar tidak ada sampah menumpuk,” ucapnya.
Sampai sekarang, sebut Pardamean, sudah 15 kecamatan yang melaksanakan gotong royong seperti ini. Diharapkan masyarakat lain bisa ikut menggerakkan hal serupa sehingga timbul kebersamaan untuk menyukseskan program tersebut.(adl)

Tertibkan Pedagang di Jalan Pimpinan

083194358xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan mohon kiranya kepada Bapak dapat segera menertibkan (menutup) pengangkutan dan tempat kios pedagang yang semakin merajalela di Jalan Pimpinan Gang Cempaka Nomor 10 Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan, persis di area pemukiman penduduk. Kami masyarakat sekitar sudah sangat terganggu dengan bau yang menyengat dari tong-tong ikan, kebi-singan, dan polusi udara yang ditimbulkan dari truk-truk yang keluar masuk dan tampaknya pihak kepling dan kelurahan hanya menutup mata melihat keadaan yang sudah jelas-jelas melanggar Perda. Untuk itu kepada Bapak wali kota kami mohon dan tunggu tindak lanjutnya, terima kasih.

Saya Konfirmasi ke Kelurahan

Terima kasih atas informasinya, secepatnya saya akan konfirmasi dengan pihak kelurahan untuk dicari solusi terbaik.

Rahmat Harahap SSos
Camat Medan Perjuangan

Kami Tertibkan

Pada prinsipnya kami Sat Pol PP Kota Medan siap melakukan penertiban dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Medan Perjuangan sebagai pemilik wilayah. Selanjutnya, kami akan melakukan penertiban bila edaran dari pihak kecamatan sudah disebarkan. Kami  mengimbau kepada para pedagang agar tidak berdagang di fasilitas umum yang dapat mengganggu keter-tiban warga lainnya. Terima kasih.

Kriswan
Kepala Sat Pol PP Medan

Jangan Pilih Kasih

Pemko Medan melalui perpanjangan tangannya di tingkat kelurahan hingga kecamatan harus peka terhadap keluhan warga. Salah satunya seperti yang disampaikan melalui pesan singkat ini. Kalau memang sudah mengganggu kenyamanan warga, coba lihat lagi keberadaan kios pedagang itu.
Sesuai dengan izinnya atau tidak. Kalau tidak sesuai harus segera ditertibkan, jangan ada pi-lih kasih. Untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional Pemko harus melakukan penataan se-perti membuat aturan yang tidak merugikan warga sekitar. Terima kasih

Jumadi
Ketua Komisi C DPRD Kota Medan

Perbaikan Jalan Terhadang Berkas

08126582xxx

Yth Pemkab Deliserdang mohon segera perbaiki mulai simpang Sei Mencirim, Mikro, Paya Geli, Simpang Lowok, dan Johar. Semuanya hancur dan ba-nyak terjadi kecelakaan dikarenakan jalannya berlubang-lubang. Sudah kami tanyakan sama lurah setempat dan mereka bilang sudah buat laporan ke camat, tinggal ke Pemkab Deliserdang. Sangkutnya di mana semua berkasnya? Trima kasih.

Apakah Dibawa Pada Musrembang Kabupaten

Untuk permasalahan perbaikan jalan ini, Pemkab Deliserdang baru saja melaksanakan Musrembang se-Kabupaten Deliserdang. Pada kesempatan itu seluruh camat mengajukan poin-poin apa saja yang butuh perbaikan. Masalahnya, apakah camat terkait sudah mengajukannya dalam Musrembang 2012 lalu?

Terima kasih
Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Bulan Kelahiran Salah

081263252xxx

Kepada Yth Pak Kadis Pendudukan, Rabu kemarin saya sudah mengisi biodata untuk e-KTP di kantor camat. Ternyata bulan kelahiran saya salah, saya sudah minta perubahan tidak dikasih. Seribu alasan mereka katakan pada saya. Tolong Pak kasih penjelasan apa benar itu tidak bisa dirubah? Seta-hu saya tidak ada yang tidak bisa dirubah, trima kasih.

Sampaikan ke Dinas Kependudukan

Memang benar, ketidaksesuaian jenis kelamin dan tanggal lahir tidak bisa dilaksanakan perubahan di kecamatan pada saat perekaman. Oleh sebab itu sampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk di update, setelah itu baru dilaksanakan perekaman.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Gunakan Foundation yang Ringan

Jangan Salah Menggunakan Make – Up 

Kecantikan sangat berarti bagi kaum wanita. Penggunaan make-up terkadang menjadi keharusan. Namun banyak wanita yang tidak tahu bagaimana cara menggunakan make –up yang benar. Padahal,  salah  cara penggunaannya bisa menyebabkan kerusakan pada kulit wajah.

MEDAN- “Selain pemilihan produk kecantikan harus tepat, pemakaian make-up nya juga tidak boleh asal-asalan. Apalagi membersihkan sisa kosmetik di wajah, juga harus maksimal,” ujar Marcomm Manager Etude House, Herry dalam acara Aplaus & Etude Beauty Workshop di Komplek Multatuli Blok C Medan, Jumat (24/2)

Dalam acara tersebut juga diadakan beauty class. Para peserta wanita yang berjumlah sekitar 50-an orang mendapatkan tips-tips pemakaian make-up yang baik.

Menurut Herry, penggunaan foundation terlalu tebal megakibatkan wanita terlihat lebih tua dari usianya. Gunakan foundation yang ringan dan meresap. Semakin tipis foundation yang digunakan maka semakin baik, karena dasarnya, foundation memiliki tekstur yang cukup tebal untuk melapisi
“Mengenakan foundation sebaiknya dari arah atas kebawah mengikuti pertumbuhan bulu-bulu halus pada wajah, ini merupakan dasar penggunaan make up. Spon yang digunakan langsung di aplikasikan ke wajah,” katanya.

Untuk pemakaian eye shadow juga perlu diperhatikan. Eye shadow untuk mempertajam bentuk mata. Namun pemakaian eye shadow bukan berdasarkan warna kulit tapi dari ukuran kelopak mata. “Kalau kelopak mata kecil, gunakan warna gelap supaya mata terlihat lebih besar,” urainya.

Selanjutnya, pemakaian bedak tabur, baik digunakan untuk bagian wajah yang cenderung mengkilat seperti hidung dan dagu. Namun di bagian wajah yang lain, bedak tabur bisa memberikan kesan menonjolkan kerut wajah dan membuat kulit wajah terlihat amat kering. Hindari juga menggunakan bedak tabur di daerah mata agar eye shadow yang dipakai bisa menempel.

Sementara pemakaian blush on merah muda, sebaiknya dibagian tulang pipi, dan jangan sampai terlalu dekat dengan hidung. Gunakan kuas besar untuk membaurkan warnanya. Hilangkan kebiasaan menggunakan warna seperti keungunan dan kecoklatan. Karena pada wanita kurus akan membuat wajah terlihat makin kempot dan pada wanita yang memiliki pipi gemuk akan terlihat seperti badut.

Sedangkan untuk pemakaian maskara yang terlalu tebal akan membuat bayangan di bawah mata makin terlihat. Ini menyebabkan penampilan jadi lebih tua. “Gunakan warna maskara yang pekat untuk menonjolkan warna putih dari bola mata,’’ungkapnya.

Dengan mempelajari tips-tips tadi,  para wanita tidak terjebak dalam kesalahan pemakaian make-up. Produk Etude House sendiri memiliki banyak kelebihan, antara lain  mengandung bahan natural  yang dapat membuat   wajah lebih fresh. (mag-11)

Gotong Royong Kebersihan dan Tanam Pohon

MEDAN- Warga beserta  Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai melakukan penanaman 20 bibit pohon melinjo, sekaligus bergotong royong melakukan kebersihan lingkungan,  Sabtu (25/2) pukul 10.00 WIB

Penanaman pohon dilakukan di Jalan Tangguk Bongkar 10 langsung dipantau Lurah Tegal Sari Mandala II, Masati Zebua SH yang dihadiri beberapa Kepling masing-masing Supio,  Rusdi, Wan Ardiansyah, Yasril dan Timbul Sihombing.

“ Kita sangat berterima kasih kepada warga yang dapat meluangkan waktunya untuk dapat melakukan penanam bibit pohon melinjo dan bergotong royong,” terang Masati.

Dalam kegiatan gotong royong merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selama dua pekan. “Kagiatan gotong royong rutin dilakukan selama dua minggu. Bertujuan untuk menghindari banjir, dan membuat lingkungan asri,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan yang dilakukan tersebut, Edi Mulia Matondang Camat Medan Denai menyebutkan dirinya sangat mengapresiasi langkat warganya dan pihak kepling yang hendak melakukan gotong royong membersihkan drainase dan penanam pohon bibit melinjo.
“Memang untuk melestarikan keindahan tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita sama-sama menciptakan keindahan kelestarian lingkungan kita,” serunya.(omi)

Jujur Kekuatan Terbesar

Pelantikan Muslimat, APA dan IGDA Medan

MEDAN-Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Azmyn Yusri Nasution menegaskan, kejujuran merupakan kekuatan paling besar. Bahkan bandit sekalipun mencari seorang teman yang jujur.  “Kenapa mencari teman yang jujur, karena si bandit tersebut tidak mau ditipu,” tegasnya di hadapan ribuan ibu-ibu kader Muslimat Al-Washliyah, Angkatan Putri Al Washliyah (APA) serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan, serta Ketua Pimpinan Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn, Sekretaris H Yulizar Parlagutan Lubis, Ketua PB Al Washliyah Yusuf Pardamean Nasution dan Ketua PD Al Washliyah Medan Ir Azzam Rizal, Sabtu (25/2).

AY Nasution beserta isteri berada di tengah-tengah kader dan warga Al Washliyah atas undangan menghadiri pelantikan bersama Muslimat Al Washliyah, APA serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan serta peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 H.

Dia menambahkan, saat ini banyak orang yang menjual dirinya dengan cara menipu, berbohong bahkan selalu bangga dengan ketidakjujurannya. “Saya berharap kitasemua dan pemimpin di Al Washliyah harus jujur karena jujur adalah kekuatan yang besar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu AY Nasution memimpin dan mengajak seluruh kader dan warga Al Washliyah mengumandangkan shalawat. “Ayah saya orang Al Washliyah, sayangnya saya belum dilantik menjadi anggota Al Washliyah,” katanya usai memimpin shalawat.

Ketua PW Al Washliyah H Hasbullah Hadi SH MKn mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, namun saat ini terjadi kemerosotan moral dan jatuh pada tempat yang serendah-rendahnya.” Kemunafikan ada di mana-mana, kejujuran tidak ada lagi,” ungkapnya. Karena itu, lanjutnya, Al Washliyah harus tampil memperbaikinya melalui pendidikan dan gerakan dakwah.

Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution mengajak seluruh warga Al Washliyah untuk membangun Al Washliyah sehingga terus Berjaya membawa ummat ke masa yang akan datang. “Al Washliyah senantiasa melahirkan pemimpin yang melanjutkan perjuangan Rasulullah,” katanya.
Pengurus yang dilantik Ketua PW Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn.  Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution, Sekretaris Hj Juma’iyah, Ketua APA Medan Masjuriatul Bahar S.Sos, Sekretaris Masitah SAg. Ketua IGDA Medan, H A Salim Daulay MA. (*/ila)

DPD RI Dukung Penertiban Pembayar Pajak

MEDAN-Anggota DPD RI DR HRahmat Shah menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto Ak,MBA, Kamis (23/2) di Rahmat Gallery Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Shah mendukung upaya Ditjen Pajak dalam hal penertiban pembayaran pajak oleh para wajib pajak.
“Sebagai Anggota DPD RI kami mendukung upaya Kakanwil Ditjen Pajak dalam penertiban pembayaran pajak, untuk itu aparatur pajak juga perlu ditingkatkan, karena pajak adalah salah satu sumber pembiayaan pembangunan kita, merupakan tulang punggung sektor pembiayaan,” ujar Rahmat.
Selain itu, kata Rahmat, aparatur pajak juga dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Jangan seperti selama ini, ada beberapa kasus dimana wajib pajak dikenakan beban pajak yang tidak rasional dan terkesan akal-akalan untuk dijadikan alat posisi tawar dalam mendapatkan keuntungan pribadi,” terangnya.

Selanjutnya, Rahmat meminta agar pihak perpajakan juga harus mengerti kalangan dunia usaha, karena tidak semua wajib pajak itu nakal.

Ia yakin, jika efektivitas pembayaran pajak aparatur pajak profesional bisa membangun infrastruktur, fasiltas umum dan sebagainya.
Contoh Singapura, yang tidak memiliki sumberdaya seperti di Indonesia. Tapi, karena mereka menerapkan sistem pajak yang baik dan profesional dan transparan, mereka bisa maju seperti saat ini.

“Saya yakin jika wajib pajak tertib menunaikan kewajiban pajaknya, aparaturnya profesional dan transparan, yang selama ini mampu mencapai tagert 80 persen akan terjadi peningkatan yang siginifikan hasil yang diperoleh dari pajak. Oleh karena itu, kepada para wajib pajak kami imbau, untuk sama-sama melaporkan SPT Pribadi yang waktu semakin dekat yakni pada bulan Maret mendatang,” imbau Rahmat.

Kakanwil Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto yang saat kunjungan didampingi Edison Manurung yang juga mantan Ketua KNPI serta kader PP, mengatakan, kagum dengan museum dan gallery yang dibangun oleh Rahmat Shah yang diresmikan oleh Presiden RI. “Salut dan hormat akan kepedulian pak Rahmat pada lingkungan serta beliau untuk member kesempatan anak-anak sekolah untuk turut menikmatinya,” ujar Estu.

Selain bersilaturahmi, pada kesempatan tersebut Rahmat juga menyampaikan bahwa antara PMI dan Ditjen Pajak akan dilakukan kerjasama dalam gerakan kepalangmerahan, seperti Donor Darah, Income Generating, dan Rahmat Shah juga akan melakukan kunjungan balasan ke kantor Kanwil Pajak I Sumatera Utara guna menindaklanjuti pembicaraan-pembicaran hari itu. (*/ila)