Home Blog Page 13868

Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Bukan karena merasa sama-sama sebagai ‘penderita cacat organ’ kalau saya dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sering membuat kesepakatan. Berbagai terobosan memang harus kami buat berdua. Terutama untuk mengatasi banyak masalah infrastruktur. Saya memang sesekali bertanya soal operasi jantung kepadanya. Beliau juga sesekali bertanya mengenai operasi ganti hati kepada saya. Tapi, kami lebih sering berbicara mengenai bagaimana bisa mewujudkan jalan tol dengan cepat. Beliau adalah pemegang regulasi jalan tol, sedangkan BUMN memiliki perusahaan jalan tol seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Untuk mewujudkan jalan tol dari Semarang ke Solo, misalnya. Kami berdua membuat terobosan yang belum pernah terjadi. Ruas tol Semarang-Ungaran memang sudah selesai dikerjakan. Lalu Jasa Marga kini juga mengerjakan ruas Ungaran-Bawen yang akan selesai awal tahun depan.
Tapi, bagaimana dengan ruas Bawen-Solo?

Menurut perhitungan bisnis, ruas Bawen-Solo belum menguntungkan. Perlu subsidi negara sampai Rp1,9 triliun. Tapi, sungguh sulit mendapatkan suntikan uang dari pemerintah sebesar itu. Bahkan, mendekati mustahil. Menteri Keuangan sangat keras dalam mendisiplinkan fiskal. Melihat gelagat itu saya memilih mencari jalan memutar. Saya minta Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin menemukan jalan keluar, meski harus agak memutar.

Akhirnya jalan memutar itu ditemukan. Syaratnya, saya harus membicarakannya dengan Menteri PU. Intinya adalah: Jasa Marga bisa mengerjakan jalan tol Bawen-Solo kalau bisa mendapat izin dua jalan tol lainnya. Yakni, jalan tol sepanjang 3 km dari Daan Mogot ke Cengkareng dan jalan tol dari Kawasan Berikat Nusantara ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kalau izin itu bisa diberikan, keuntungannya banyak sekali. Jalan tol Semarang-Solo langsung bisa dikerjakan dan kemacetan ruas Daan Mogot ke Cengkareng serta keruwetan kawasan industri sekitar Bekasi ke Tanjung Priok juga terurai.

Menteri PU langsung merespons dengan cepat. Bahkan, kini deputi saya yang dikejar-kejar untuk segera memproses persyaratannya. Di depan Presiden SBY saya mengemukakan (dan didengar oleh Menteri PU serta menteri lain) bahwa bottle neck pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa diselesaikan dengan pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’. Dua ruas yang ‘gemuk’ dipaketkan dengan satu ruas yang ‘kurus’.

Pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’ ini merupakan kesepakatan kedua saya dengan Menteri PU. Yang pertama adalah pembangunan jalan tol di Bali. Yakni, jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai yang baru ke kawasan wisata Nusa Dua melalui atas laut. Jalan tol di Bali itu akan menjadi jalan tol di atas laut yang pertama di Indonesia. Di tengah laut nanti ada interchange-nya yang meliuk-liuk. Kini jalan tol Bali itu dikerjakan dengan kecepatan tinggi. Dua belas bulan lagi akan bisa dinikmati. Proyek ini tidak bisa berjalan kalau tidak ada terobosan yang kuat antara Menteri PU, Gubernur Bali, dan Kementerian BUMN.

Kemarin malam saya dan Pak Djoko Kirmanto membuat kesepakatan baru lagi. Kali ini untuk menerobos Sumatera. Sudah lebih 10 tahun para gubernur di Sumatera menuntut segera dimulainya pembangunan jalan tol sepanjang pulau itu. Sumatera akan menjadi pulau yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa kalau listrik tercukupi dan jalan tol dibangun besar-besaran.

Minggu lalu saya bertemu gubernur seluruh Sumatera. Tuan rumahnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Kami kemukakan bahwa beberapa terobosan sedang dilakukan di Jateng dan Bali. Mestinya terobosan yang sama bisa dilakukan di Sumatera.

Para gubernur di Sumatera memang memiliki kemampuan keuangan lebih besar daripada provinsi lain. Mereka juga ngebet ingin membangun konektivitas di antara provinsi di Sumatera. Maka, kami tawarkan untuk bersama-sama mulai membangun jalan tol di seluruh Sumatera. Tentu banyak ruas di Sumatera yang secara bisnis masih kurang menguntungkan. Tapi, tidak boleh perhitungan bisnis tersebut menghambat pembangunan.

Yang kami tawarkan adalah membangun perusahaan patungan antara Jasa Marga dan setiap pemda di Sumatera. Akhirnya dalam rapat yang hanya tiga jam itu disepakati banyak hal. Misalnya, kesamaan pandangan bahwa pembangunan jalan tol belum bisa menguntungkan pihak Jasa Marga, tapi sangat menguntungkan wilayah provinsi yang dilewati. Karena itu, beban berat tersebut harus dipikul bersama antara Jasa Marga dan pemda. Caranya, pemda membebaskan tanah dan mencadangkan sejumlah kawasan di sepanjang jalan tol. Kawasan itulah yang kelak dikelola bersama untuk sebuah proyek bisnis di masa depan.

Hari itu juga kami sepakati pembentukan PT Jasa Marga Lampung, PT Jasa Marga Sumsel, PT Jasa Marga Jambi, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Sumbar, PT Jasa Marga Sumut, dan PT Jasa Marga Bengkulu. Jasa Marga memegang saham mayoritas di setiap perusahaan itu. Sedangkan pemda memegang sejumlah saham yang besar kecilnya ditentukan oleh kemampuan daerah.

Terobosan ini segera saya komunikasikan kepada Menteri PU. Beliau pun segera mengamini. Tinggal urusan administrasi yang harus dipersiapkan. Dalam kesempatan menghadap Presiden SBY Jumat siang lalu, terobosan di Sumatera ini juga saya sampaikan. Tentu presiden sangat menghargai kerja sama antara BUMN dan Kementerian PU seperti ini. Secara bergurau presiden menambahkan: kapan dibangun PT Jasa Marga Pacitan?
Di bagian akhir kesepakatan Palembang itu dikonkretkan pula jalan tol mana saja yang akan dibangun. Di Lampung akan dibangun mulai Bakauheni sampai Bandar Lampung ditambah tol di dalam kota. Lalu tol yang menuju Sumsel. Di Sumsel sendiri ditentukan jalur dari Palembang ke Prabumulih, Palembang-Siapi-api, dan Palembang ke perbatasan Jambi.

Di Jambi dibangun jalan tol dari perbatasan Sumsel ke Kota Jambi. Juga dari Kota Jambi ke Tanjung Jabung. Di Riau jalan tol dibangun dari Pekanbaru ke Dumai dan Pekanbaru ke Palalawan. Di Sumbar dibangun jalan tol dari Padang ke Padang Panjang dan langsung ke Bukittinggi terus sambung ke perbatasan Riau. Di Sumut jalan tol dibangun dari Medan ke Tebingtinggi dan terus ke Kuala Tanjung. Juga dari Medan ke Binjai.

Jumat sore lalu saya langsung ke Semarang. Di perkebunan kopi Banaran, kami mengumpulkan para manajer dari 10 pabrik gula yang paling sulit di Indonesia. Ini sebagai kelanjutan dari acara bahtsul masail kubro di Surabaya sebulan sebelumnya. Sampai menjelang tengah malam kami bahas bagaimana 10 pabrik tersulit itu bisa keluar dari ‘asfalas safilin’!

Problem pokok pabrik gula adalah di pertanyaan yang mendasar ini: di manakah gula itu dibuat?

Orang awam tentu menjawab: gula dibuat di pabrik gula!
Itu salah! Yang benar, gula itu dibuat di sawah!

Tanaman tebu yang semula kecil tumbuh menjadi besar lalu berisi gula. Ada tebu yang gulanya sedikit, ada tebu yang gulanya banyak. Bergantung pada bibit, cara tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan seterusnya. Di sinilah ditentukan banyak sedikitnya gula akan diproduksi. Walhasil, pabrik-pabrik gula harus kembali memperhatikan tata cara penanaman tebu yang benar.

Pabrik gula bukanlah pembuat gula. Pabrik gula justru hanya membuang gula. Kadar gula dari sebatang tebu yang, katakanlah 1 kg, setelah digiling hanya keluar gula 0,6 kg. Bukankah ini berarti tugas pabrik gula justru hanya mengurangi gula?

Malam itu, di Banaran, para manajer 10 pabrik gula ‘asfalas safilin’ menyepakati untuk back to basic. Tanaman tebu diperhatikan dan efisiensi pabrik ditingkatkan.

Paginya, setelah ke Universitas Negeri 11 Maret Solo dan Universitas Muhammadiyah Solo, saya menuju Bantul dan Gunung Kidul. Saya diajak melihat program peningkatan produksi beras yang dilakukan dengan model korporasi. Pelaksananya PT Sang Hyang Seri, salah satu BUMN pangan kita.

Di sawah di Bantul inilah untuk kali pertama saya mengemudikan mesin panen padi. Begitu cepat panen padi dengan menggunakan mesin. Rasanya seperti di Amerika Serikat saja. Sore itu kami berdiskusi dengan para petani. Ternyata sudah begitu berubah cara berpikir petani kita. Mereka serba menginginkan modernisasi. Mereka minta traktor, mesin panen, mesin perontok gabah, mesin blower untuk menghilangkan gabuk, dan mesin pengering gabah.

Berbeda sekali dengan ketika saya sering kerja di sawah saat masih remaja dulu. Saya biasa ndaud benih, mencangkul di sawah, nggaruk, dan memegang ani-ani untuk panen. Kembali ke sawah di Bantul kali ini saya melihat kita semua, para pelayan petani, harus berubah pikiran secara total: petani kita sudah menghendaki modernisasi yang paripurna.

Kini BUMN memang memiliki tiga program besar di bidang pangan: Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), Proberas, dan Food Estate. GP3K adalah program bantuan untuk petani agar bisa mendapatkan benih unggul, pupuk yang cukup, dan obat hama yang diperlukan. Bantuan itu dikembalikan pada saat panen. Istilahnya yarnen (bayar saat panen).

Proberas adalah program untuk menampung sawah-sawah petani yang kurang produktif. Kini banyak petani yang hanya mengusahakan sawahnya dengan hasil 5,1 ton/ha. Daripada seperti itu lebih baik sawahnya diserahkan ke BUMN. Targetnya, BUMN akan mengerjakannya secara intensif dan akan menghasilkan sekitar 6,7 ton/ha. Petaninya untung, negara pun memiliki produksi beras yang cukup. Sedang program Food Estate adalah pembukaan sawah baru 100.000 ha di Kaltim, yang kini dalam tahap persiapan pengadaan lahan.
Terobosan memang harus banyak dibuat. Di jalan tol maupun di sawah-sawah. (*)

Dua Orang Tewas Dibakar Massa

Diduga Maling Lembu

KUTALIMBARU-Tragis! Dua warga dibakar hidup-hidup. Keduanya diduga mencuri lembu. Ini terjadi di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Minggu (26/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Tiga lainnya kabur, seorang di antaranya diduga oknum TNI.

Mereka dibakar warga yang kesal karena diduga hendak maling ternak warga. Kesadisan warga tergambar dari kondisi mayat kedua pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Keduanya gosong. Seorang dalam keadaan gosong, berada persis di tengah kolong mobil. Bagian tubuh yang tersisa hanya potongan kaki dan tangan saja, sedangkan tubuh lainnya sudah menjadi abu.

Satu lagi, berada di pinggir mobil. Tinggal kepala dan badannya saja yang terlihat utuh. Sedangkan sebagian kakinya sudah gosong. Info yang dihimpun reporter koran ini, awalnya Kijang hitam BK 1032 HK datang dari arah Medan. Melintasi Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu, warga yang melihat mobil berkaca gelap, curiga.

Maklum, warga pernah kehilangan ternak. Kecurigaan warga menguat saat mobil tancap gas saat akan diberhentikan warga. Tak mau kehilangan buruan, warga langsung mengirimkan SMS dan menelepon warga lain di Desa Lau Bekeri dan desa lainnya. Mobil akhirnya berhasil dihentikan warga di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, sekitar 6 km dari Desa Sukaraya.

Warga langsung melempari mobil. Tiga penumpangnya berhasil kabur. Info berkembang, seorang di antaranya oknum TNI. Sementara, dua lainnya berhasil diamankan. Usai dimassa, kedua pria itu dibakar hidup-hidup bersama mobil yang mereka gunakan.

Kekesalan warga beralasan karena selain pernah kehilangan ternak, sekira 2 sebelumnya, warga juga memergoki 3 pria mencuri baterai.
Kapolsek Pancur Batu Kompol Ruruh yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Bukan di wilayah saya. Memang benar. Dua orang tewas dibakar masa. Warga katanya curiga kalau mereka maling lembu. Mayat dua pria diboyong ke RSU Adam Malik dan satu tersangka berhasil diamankan di Polsekta Kutalimbaru agar tak diamuk massa,” kata Ruruh. (roy/joe/smg/mag-5)

Aura Kasih, Trauma Hubungan Tanpa Status

Sampai sekarang Aura Kasih setia menyandang status jomblo. Apa kesulitan cari pacar gara-gara terkenang mantan nih?
“Ya ada lah beberapa orang yang masih sayang sama mantannya tapi sudah nggak bisa bareng lagi karena harus move on,” ujar Aura saat ditemui dalam pembuatan video klip Bukan Pemain Cinta di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam single terbarunya, Aura mengaku terinspirasi pengalaman pribadinya sama mantan.  “Ini cerita tentang hubungan tanpa status, tapi sama mantan. Kayaknya aku pernahn mengalami situasi seperti ini,” kata Aura.

Namun, si seksi tak ingin terjebak dalam hubungan tanpa status lagi. Ia juga mengingatkan kaum wanita lainnya untuk tegas dan tidak terbuai dalam hubungan seperti itu. “Kita sebagai cewek harus fokus dan tegas dan jangan terganggu dengan masa lalu,” ucapnya.

Daripada pusing cari pacar baru, Aura lebih nyaman fokus sama karier menyanyinya.
“Single dulu aja deh. Kan baru mulai (nyanyi) lagi,” paparnya.

Bintang sinetron Dewa ini juga membantah disebut memiliki kriteria terlalu tinggi, sehingga sulit untuk menemukan pasangan. “Aku tidak terpatok dengan kriteria, yang penting nyaman, dan bisa bikin happy terus,” cetusnya.
Lagi mengenai lagu Bukan Pemain Cinta, proses rekamannya telah dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Namun, untuk pembuatan video klipnya, Aura mengaku mempersiapkannya secara mendadak.

“Jujur, persiapannya cuma seminggu. Tapi, lagu ini sebagai bentuk totalitas aku di dunia musik,” ujarnya
Ia pun bertekad untuk menjaga imej seksi yang melekat pada dirinya. Tak ada satupun kekhawatiran ia akan ditegur oleh, misalnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena berpenampilan vulgar.

“Buat aku seksi itu banyak ya, ada beberapa kriteria yang membuat orang keliatan seksi. Ada orang yang suka tidak bisa membedakan antara seksi sama seronok, itu kan jelas beda. Itu gimana cara kita bawainnya saja,” jelas Aura.
Ia pun mengaku tidak pernah merasa seksi, meskipun masyarakat sering mengidentikkannya seksi. “Imej seksi itu kan masyarakat yang nilai. Kalau masih ada yang bilang aku seksi, ya terima kasih,” tutupnya. (ins/jpnn)

Gubernur Mendatang Harus Sumut Asli

Jelang Pilgubsu 2013

MEDAN-Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) terus ramai dibincangkan. Setelah beberapa nama ramai mewarnai bursa bakal calon, sekian harapan untuk sosok yang pas sebagai gubernur Sumatera Utara juga banyak disuarakan. Salah satu yang tegas diungkapkan beberapa kalangan adalah gubernur mendatang haruslah putra daerah.

Setidaknya hal ini diungkapkan Daudsyah dari Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Ormas) Sumut Cemerlang. “Orang Sumut asli. Putera daerah yang mengerti dengan geografis Sumut. Terserah dari birokrasi, politisi, atau kalangan profesional. Terlebih bagi putera daerah yang bermukim di Sumut,” ungkapnya, usai deklarasi ormas tersebut akhir pekan lalu.

Selain itu, sosok pemimpin Sumut untuk periode 2013-2018 mendatang, juga mesti memiliki sejumlah kriteria lainnya. Pertama, sosok atau figur pemimpin mesti memiliki sifat jujur. Kriteria jujur ini, bukan hanya digembar-gemborkan saja, tapi harus sesuai fakta dan kenyataan yang ada. Kriteria lainnya adalah cerdas. “Apa ukuran cerdas dan berprestasi itu. Apa sudah bekerja atau memimpin satu instansi selama dua tahun, sudah dibilang berprestasi? Bagaimana kalau instansi itu colaps dan lain sebagainya? Apa sosok seperti ini layak untuk maju pada Pilgubsu nanti?” terangnya.

Kriteria lainnya harus mampu membangun kriteria pertumbuhan ekonomi yang baik. “Untuk mencari figur itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak begitu saja untuk menjadi seorang pemimpin. Kami akan melakukan tabulasi serta melakukan konsolidasi di 33 kabupaten/kota, guna melakukan survey dan penjaringan untuk sosok-sosok yang layak untuk menjadi pemimpin Sumut ke depan sesuai dengan kriteria itu.

Perlu digarisbawahi, kita juga akan memantau atau menelisik, silsilah keluarga dari para tokoh-tokoh itu. Jangan sampai, ada yang tersangkut-sangkut masalah kriminal, hukum dan masalah lainnya. Pertengahan tahun ini, kita akan mendeklarasikan siapa tokoh atau sosok yang nantinya, layak untuk menjadi pemimpin Sumut 2013-2018 mendatang,” ungkapnya.

Ketika Sumut Cemerlang masih mencari figur, ormas lainnya Al Jamiyatul Washliyah Sumut, mengaku tengah mempersiapkan kadernya, untuk menjadi kandidat pada pesta rakyat Sumut lima tahunan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Majelis Siasyah Pengurus Wilayah (PW) Al Jamiyatul Washliyah Sumut H Haidil A Hadi. “Memang, kita lagi melakukan persiapan ke arah itu. Di antaranya, Gerakan 500.000 fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) kader Al Washliyah se-Sumut. Al Washliyah Sumut pada prinsipnya, sudah berdenyut dan siap dengan kadernya ke depan memimpin Sumut. Untuk ini seluruh kader dan simpatisan Al Washliyah solid dan akan satu bahasa maupun satu sikap” ujar H Haidil A Hadi.

Mengenai figur, Haidil menyebutkan, ada beberapa sosok kader Al Washliyah yang layak dan berpotensi antara lain, Hasbullah Hadi, Yulizar P Lubis, Hardi Mulyono, Yunus Rasyid dan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumut, Asren Nasution.

Siapa di antara nama itu yang paling berpotensi dan kredibel, Haidil tidak bersedia berasumsi terlalu berlebihan.”Jelasnya, nama untuk ini banyak dan tidak akan sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Ditegaskannya juga, Al Washliyah dalam kaitan Pilgubsu 2013 tidak terlibat dalam upaya dukung mendukung calon gubernur maupun calon bupati atau calon walikota, kecuali kader Al Washliyah yang tampil sebagai calon.

“Manifestasinya, kita sedang melakukan Gerakan Al Washliyah dengan 500.000 fotokopi KTP kader untuk mengusung calon independen. Tapi, kita juga tetap menjalin komunikasi dengan parpol. Meski gerakan ini focusnya untuk calon independen namun kita tetap berkomunikasi dengan parpol,” jelas Haidil.

500.000 fotokopi KTP kader tersebut, diharapkan calon dari Al Washliyah mulus untuk independen. Itu didaasarkan asumsi penduduk Sumut yang berjumlah lebih kurang 13 juta jiwa, untuk memenuhi dukungan 3 persen atau 390.000 fotokopi KTP, sehingga ditargetkan tercapai 500.000 fotokopi KTP.

“Ini sangat memungkinkan karena Al Washliyah mempunyai struktur organisasi yang begitu luas sampai ke tingkat ranting, desa dan kelurahan. Selain itu ada 624 institusi pendidikan dan lima  perguruan tinggi Al Washliyah di Sumut, belum lagi dari simpatisan dan warga secara umum,” urainya. (ari)

Dijanjikan Muhaimin Iskandar sebagai Duta Transmigrasi

Suparwono, Manusia Tertinggi Indonesia Sebelum Meninggal

Suasana haru sejak ditinggal pergi oleh Suparwono manusia tertinggi di Indonesia selama-lamanya masih menyelimuti keluarga besarnya. Bahkan, saat wartawan Radar Lampung  (grup Sumut Pos) memasuki halaman rumah almarhum setelah menempuh jalan panjang selama 3 jam dengan jarak 22 km dan kondisi jalan yang memperihatinkan.

“Mari silahkan masuk, Mas,” cetus seorang perempuan paruh baya dan diiringi suara perempuan muda yang tidak lain Salima, kakak almarhum.
Di dalam rumah Sugito (65) ayah almarhum Suparwono pun menyambut dengan hangat. “Silahkan duduk,” katanya.

Selang beberapa menit, Sugito menceritakan kisah karir anaknya yang dikenal masyarakat sebagai manusia tertinggi di Indonesia. Hidup Suparwono sangat banyak tantangan dan rintangan. Sebelum dibawa kerabatnya ke Jakarta, Suparwono malah pernah dibawa orang dan dijual. “Entah siapa yang memprovokasi Bupati Tuba agar menahan almarhum untuk tidak pergi ke Jakarta. Bahkan, saat anak saya tiba di atas kapal dirinya dipaksa untuk pulang ke Lampung dan tidak boleh bekerja di Jakarta,” cetus Sugito.

Bahkan, lanjut Sugito,a anaknya pun sempat dijual orang. Selama itu dirinya telah tiga kali meminta agar anaknya dapat kembali ke sisinya, tetapi tidak diperbolehkan. “Suparwono mulai dikenal orang sebagai manusia tertinggi di Indonesia tidak lain setelah dibawa kakak sepupunya ke Jakarta. Ya, untuk mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu. Tapi, Pemkab Tuba malah mengklaim Suparwono ini berasal dari Tuba. Sayangnya, Pemkab Tuba hanya mengklaim tapi tidak bertanggungjawab,” imbuhnya.

Saat itu, Bupati Tuba pernah berjanji akan memberikan rumah, mobil, dan pekerjaan kepada anaknya semasa hidup. Akan tetapi, hingga almarhum tiada belum ada yang teralisasi.

Sugito juga bercerita kalau anaknya itu sempat diminta untuk menjadi duta transmigrasi. Permintaan itu malah dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhaimin Iskandar. “Ya, sempat dijanjikan Menteri Tranmigrasi Muhaimin Iskandar bahwa almarhum akan digaji sebesar Rp5juta. Tetapi, hingga saat ini tidak ada,” katanya.

Sugito menjelaskan, almarhum memang tidak memiliki pendapatan tetap. Yang dia dapat tak lain adalah honor saat ada even. Sugito juga menepis bahwa meninggalnya almarhum  dikarenakan ketidakmampuannya berobat. Menurut Sugito, untuk biaya 10-20 juta dia masih mampu. Selama ini, dia memang tidak tahu penyakit almarhum kecuali penyakit kelebihan hormon.

Sebelumnya, keluarga besar Suparwono sempat kerepotan lantaran tinggi badan Suparwono yang mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Postur tubuh ‘raksasa’ ini membuat masyarakat kesulitan mengangkat jenazahnya. Sementara untuk menutupi tubuh almarhum suparwono dibutuhkan kain kafan sepanjang 39, 21 meter. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Jasadnya dibawa menggunakan mobil pick up. Suparwono dimakamkan di Kampung Tri Tunggal Jaya SP 8 Kecamatan Gunung Agung, Tuba Barat, sekitar pukul 11.00 Kamis (23/2) siang.

Anak kelima dari enam bersaudara itu dimakamkan di tengah kebun karet milik orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya.
Menurut keterangan pihak keluarga, pria yang memiliki tinggi 242 centimeter itu meninggal akibat menderita muntaber. Menurut Sugito, tidak ada tanda-tanda penyakit yang menyebabkan pria raksasa yang menjadi kebanggaan Lampung dan Indonesia itu meninggal. Ibu Suparwono, Siti Aisyah menuturkan, ia sempat punya firasat tidak baik, beberapa hari sebelum Suparwono meninggal. Ia mengatakan, sempat bermimpi di kediamannya ramai dikunjungi orang. “Saya bilang sama Bapak, kok, kayak mau pengajian, banyak orang,” katanya.

Selain itu, kata Siti Aisyah, beberapa hari sebelum meninggal, Suparwono sempat mengatakan kepada teman-teman di kampungnya akan pergi dari kampungnya. “Dia (Suparwono) bilang sama teman-temannya, Saya mau pergi, besok kalau tempat Pak Jumali selesai hajatan saya mau pergi,” ucap Siti Aisyah menirukan ucapan Suparwono kepada teman-temannya. (san)

Terbaik di Mata Anggota

MEDAN- Anuar Shah alias Aweng mampu melakukan perubahan di tubuh Pemuda Pancasila (PP) di seluruh Sumatera Utara. Itu bisa dilihat mulai dari tingkat Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ke tingkat Anak Ranting (AR). Salah satu perubahan yang nyata adalah para seluruh kader PP tidak diperbolehkan menyentuh narkoba.

“Setiap beliau berpidato beliau kerap mengatakan jauhi narkoba, selain itu ia membuat surat edaran yang dilayangkan ke MPC-MPC untuk tidak terlibat narkoba, kebijakannya itu bisa kita bilang berhasil,” kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Medan Drs Boyke Turangan kepada wartawan, Minggu (26/02) yang meniliai Aweng yang sudah lima tahun memimpin PP Sumut.

Selain itu, lanjut Boyke, tiap kegiatan yang dilakukan PP tidak terlepas kegiatan sosial masyarakat dengan memberikan bantuan pada kaum duafa berupa beras, uang dan laiannya.

“Bantuan yang diberikan keluarga besar PP itu merupakan inisiatif kader PP dengan menyisihkan sebagian rezekinya,” tutur Boyke.
Kata Boyke, sosok Aweng patut kembali dipercaya kembali memimpin PP Sumatera Utara yang akan digelar di kota Padangsidimpuan 28 Februari 2012 mendatang.

Selain itu Aweng dekat dengan instansi pemerintahan baik negeri maupun swasta, serta masyarakat. (*/gus)

Pers Harus Berani

Letjend TNI Azmyn Yusri Nasution

MEDAN- Pelantikan DPD Lembaga Wartawan Indonesia (LWI) Sumut, Rabu (22/2) malam di Hotel Grand Antares disaksikan empat jenderal dari Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) yakni Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Azmyn Yusri Nasution (AY Nasution), Kasdiv I Kostrad Brigjend Inf B Kembaren dan Pangdis II Kostrad Mayjend Inf MRidwan, serta Penasehat LWI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, SIP.

Juga hadir Ketua Dewan Pembina DPP LWI Pusat Mayjend. TNI. Purn Syamsu Djalal SH, MH yang juga mantan Danpuspom TNI dan Jam Intel Kejagung-RI dan Penasehat LWI Drs H Zulkifli Abidin MBA. Ketua Umum LWI Inan Riau Hasibuan SE dan Sekjend Fian, dan jajaran Pemprovsu
DPD LWI Sumut yang dilantik yakni Ketua  Osriel Limbong, Sekeretaris Mirdadsyah Putra, Wakil Ketua M Arya Pratama ZA, Wakil Ketua Syafruddin Lubis, Sekretaris Arif Tampubolon, Bendahara  Halim Loe, Syahruddin Sianturi SH, Bambang Sri Kurniawan, Ramadhan Saputra, Partono Budy, Togu Hutabarat dan unsur pengurus lainnya. Demikian siaran pers diterima wartawan Minggu (26/2) dari Humas LWI Sumut.

Sambutan AY Nasution menyatakan jurnalis harus berani dan independen dengan menyatakan yang benar, karena peluru wartawan bisa mengenai 1000 sasaran dalam satu kali tembak.  “Keberanian bekal utama dan saya mengajak rekan-rekan wartawan atau pers dari berbagai media untuk sama-sama menjaga bangsa ini dari perpecahan,” serunya.

Pangkostrad dan menandaskan, tugas wartawan bukan hanya mengkritisi persoalan yang sedang dihadapi bangsa, tetapi harus mampu memberi pemikiran positif, kontruktif, dan terukur agar negara ini terhindar dari perpecahan dan ketidakharmonisan. Akhir-akhir ini, aku Pangkostrad, jurnalis gencar memberikan perhatian dan sumbangsihnya menyikapi persoalan, terutama di bidang politik. “Media cetak, elektronik menurut saya cukup agresif menyorot persoalan mutahir, tetapi insan pers sesungguhnya juga harus mampu menghindari, mencegah dan meminimalisir efek dari problema yang dihadapi bangsa itu sendiri, sehingga tidak menjadi bias dan merugikan kita semua,” tegas Pangkostrad.

Sementara itu, Ketua LWI Sumut Osriel Limbong dalam sambutannya meminta pemerintah untuk tidak sebelah mata memandang kalangan jurnalis atau wartawan. “Kita ini (wartawan) merupakan mitra, bukanlah musuh yang harus ditakuti. Saya minta marilah kita bergandengan tangan, bermitra, kompak dan bersatu-padu membangun bangsa dan negara ini ke depan,” ujar Osriel. Ketua Panitia Mirdadsyah Putra menyatakan, sebelum pelantikan, diselenggarakan rangkaian kegiatan yakni dialog interaktif bertajuk “Profesionalisme Pers menuju bangsa Indonesia yang bermartabat. Dalam acara ini, nara sumber mantan Danpuspom TNI Mayjen CPM (Purn) Syamsu Djalal mengaku pena pers sangat berbahaya. “Dengan peranan yang penting ini, diharapkan dapat  diatasi kelompok yang disebut Ucok (Uang Cukup Otak Kosong), Khianat, Munafik dan Bejat (Kimunajat). “Wartawan harus berani, tetapi juga harus adil dan satu lagi jamu (jaga mulut,” ujar Mayjen (Purn) Syamsu Djalal didampingi pengacaranya Rafles Situmeang.(*/ari)

Lima Pejabat Eselon II Dilantik

LUBUK PAKAM- Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Deliserdang dilantik serta diambil sumpahnya di Balairung Pemkab Deliserdang, Jumat (24/2). Pelantikan itu dilakukan Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars.

Kelima pejabat yang dilantik yakni Ir Hj Eka Rezeki Yanti Danil MM sebagai Kadis Pertanian menggantikan Ir Wirdan Yusuf, Drs Rahmad MAP sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menggantikan Drs Haris Binar Ginting, Ir Anda Subrata MSi sebagai Kadis Perhubungan definitif, Manginar Silaen SSos sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Hj Rosita Siregar SE sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan.

Dalam pidatonya, Zainuddin Mars mengatakan, seorang pejabat eselon II selaku pimpinan SKPD adalah pemegang jabatan strategis sebagai pembantu utama bupati dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan. Diharapkan, kehadiran seorang pejabat kepala SKPD dituntut memiliki kreativitas tinggi untuk menghadapi arus perubahan dengan berbagai macam tantangan yang ada.

Kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat ditekankan agar pengalaman yang dimiliki selama bertugas di PMD dapat melakukan inovasi baru. “Saya tidak ingin melihat adanya desa yang tidak tertata dengan baik, bahkan terkesan kumuh, karena kurangnya upaya pembinaan yang dilakukan secara terpadu bersama camat dan instasi sektoral lainnya seperti pembinaan PKK, PNPM perdesaan dan lainnya harus menjadi skala proritas,” kata Zainuddin.

Kepada Kadis Perhubungan, Zainuddin meminta agar dilakukan penertiban dan tindakan tegas kepada semua kenderaan yang melanggar ketentuan tanpa ragu-ragu. Diharapkan agar mampu dalam mengatur dan menertibkan trayek lalulintas kenderaan sesuai dengan peruntukan jalan.(btr)

Suzy ‘miss A’ Rahasia Wajah tanpa Jerawat

Suzy ‘miss A’ dikenal dengan wajahnya yang sangat mulus. Ternyata ia punya rahasia khusus untuk mempertahankan wajah mulusnya itu.
Ia memang punya cara khusus untuk wajah mulus tanpa jerawat. “Aku punya metode spesial untuk menyingkirkan jerawat,” ucap Suzy.
Caranya ternyata cukup mudah meskipun memang sedikit merepotkan. Bagaimana ya caranya?

“Pertama, pijat dengan menggunakan oil massage untuk menghentikan pembengkakan, kemudian bersihkan muka selama 2 menit. Busanya akan mengurangi iritasi. Kemudian tahap terakhir adalah pakai pelembab selama 4 menit. Basuh dengan air hangat untuk membuka pori dan tutup dengan air dingin untuk menutup pori sehingga kotoran tak bisa kembali lagi,” papar Suzy panjang lebar. (net)

Cincin Tunangan Warisan Ibu

Anang – Ashanty

Acara lamaran pasangan Anang dan Ashanty berjalan secara lancar sesuai dengan yang diren canakan. Kedua belah keluarga mengiringi prosesi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2) malam. Tidak lama lagi mereka akan membicarakan penentuan tanggal pernikahan.

“Tadi adalah acara lamaran aku diterima oleh keluarga Ashanty. Senang dan lega rasanya. Keluarga diterima dan sudah selesai, ramah tamah juga selesai, bicara tanggal pernikahan mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ungkap Anang Hermansyah.

Anang yang didampingi Ashanty dan keduanya anaknya, Aurel dan Azriel, usai acara lamaran mengungkapkan, soal rencana pernikahan masih akan dibicarakan dengan keluarga. Pihaknya merasa belum saatnya untuk bercerita lebih jauh.  Namun Ashanty menegaskan kalau resepsi akan digelar setelah acara akad nikah, namun sekali lagi Ashanty merasa belum saatnya untuk bicara.

“Pasti akan jarak sehari saja, kapannya kita belum bisa ngomong, enggak lama katanya pamali ya kalau diomongin. Kita penginnya sesuatu yang berbeda dari yang lain bukan dari nominal, harus dikenang sama orang,” ungkap Ashanty.

Sementara soal munculnya tanggal 11 Mei 2012, menjadi tanggal pernikahan mereka, baik Anang maupun Ashanty meminta untuk menunggu apa yang akan disampaikannya. Kalau pun ada tanggal yang dikeluarkan orang lain, belum tentu benar, karena prosesnya sendiri masih dibicarakan antar keluarga.

Seperti pasangan lainnya, Anang Hermansyah dan Ashanty ingin orang yang dituakannya atau dianggap spesial menjadi saksi pernikahannya. Pasangan itu pun berharap Prabowo Subianto jadi saksi pernikahan mereka.

Anang mengaku sangat mengenal Prabowo dan mengagumi sosoknya. Hal itulah yang membuatnya ngebet meminta politisi Partai Gerindra itu untuk jadi saksi pernikahannya.

“Aku berkeinginan aku pribadi, Pak Prabowo untuk jadi saksi,” tutur Anang usai acara lamaran. Untuk memenuhi keinganannya itu, ia pun tak ragu-ragu untuk meminta tolong sahabatnya, pengacara Hotman Paris Hutapea untuk membujuk Prabowo. Hotman mengaku saat ini sedang berusaha membujuk yang bersangkutan.

Dalam acara lamaran yang digelar tersebut,  Anang dan Ashanty bertukar cincin sebagai tanda cinta mereka. Cincin yang dikenakan Ashanty ternyata menyimpan sejarah.

Cincin milik Ashanty terbuat dari emas dan bermahkotakan batu giok. Ashanty pun mendapat cincin tersebut dari sang ibunda.
“Ini cincin mama, cincin dan batu ada historisnya. Ini batunya dapat di Srilanka waktu papa tugas di sana, giok. Kebetulan juga mas Anang suka warna hijau batu gioknya. Mama menikah sama suaminya cincin kawinnya ini,” ujar Ashanty. Di acara lamaran itu, Ashanty terlihat sangat cantik dengan mengenakan kebaya bernuansa kuning. Kebaya itu pun bertabur kristal Swarovski.
“Ini baju full Swarovski. Banyak yang bilang seperti baju resepsi,” tutur Ashanty. (net/bbs)