27 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 13868

Ikut Travel Tour, Murah Meriah

Jalan-jalan ke Luar Negeri 

Jalan-jalan ke luar negeri??? Mahal kalee! Barangkali itu isi pikiran sebagian pembaca. Tetapi bagi sejumlah orang, ‘mahal’ itu ternyata bisa diakali. Inilah pengakuan sekelompok ladies-ladies dari berbagai kota di Sumut, yang sepekan lalu baru pulang dari travel tour ke sejumlah kota di Cina.

Lilis, wanita pemilik sebuah salon di Kota Tebing, mengaku ketagihan jalan-jalan ke luar negeri. Candu itu muncul setelah beberapa tahun lalu mengawalinya untuk kali pertama. “Awalnya diajak teman ikut travel tour. Masih sebatas ke Singapura dan Penang. Lama-lama jadi ketagihan. Akhirnya, dalam setahun paling tidak harus ada dua kali acara jalan-jalan bersama keluarga. Tak mesti ke luar negeri. Domestik juga bisa,” kata wanita berpenampilan modis ini mengawali pembicaraan dengan Sumut Pos.

Sejak ikut travel tour ke luar negeri, ia sudah mengunjungi Malaysia, Cina, Bangkok, dan sejumlah negara lainnya. ‘Sementara ini masih kawasan Asia. Soalnya biayanya lebih murah dibanding Eropa,” ujar  ibu tiga anak ini. Untuk domestik, ia sudah mengunjungi Parapat, Jakarta, Bandung, Yokjakarta, Bali, dan lainnya.

Ikut travel tour, bagi Lilis tak selalu harus bersama teman. Terkadang ia berangkat bersama suami dan anak-anak, khususnya kalau perjalanan domestik.
Bagaimana soal biaya?

“Ya… kalau ikut travel tour ke luar negeri ‘kan biasanya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Seperti misalnya ke Hong Kong-Macau pertengahan bulan ini, sejak tahun lalu kami sudah menabung. Trus, ya ikut jula-jula (semacam arisan, red) lo… untuk menambah-nambah persediaan,” lanjut wanita berusia 49 tahun yang terlihat awet muda ini.

Apa yang membuat dirinya ketagihan ke luar negeri? “Jalan-jalan ini semacam waktu untuk menikmati hasil kerja keras selama bekerja mencari duit. Kita tidak memikirkan bisnis, tidak memikirkan pekerjaan di rumah, dan segala tetek bengek lainnya. Benar-benar hanya untuk happy-happy menikmati waktu untuk diri sendiri. Kalau bawa suami, kita serasa pacaran lagi berdua,” senyumnya manis.

Lain lagi pengakuan Nengsi (49). Wanita pengusaha kebun sawit ini mengaku senang ikut travel tour, karena suka melihat negeri lain. “Banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dari negeri lain. Jadi kita tak seperti katak dalam tempurung,” katanya. Ia lebih suka ikut travel tour dibanding bepergian sendirian, karena ada teman jalan sekaligus menambah teman baru.

Sementara Nurainun, pengusaha pupuk di Tanjung Balai, mengaku suka ikut travel tour karena banyak teman jalan selama bepergian. Soal biaya, ia mengatakan selalu menyisihkan penghasilan untuk biaya happy-happy. “Setelah capek bekerja keras mencari duit, harus dinikmati dong,’’sebutnya.
Irawati alias Awan (48), pengusaha toko bakery di Kota Tebing mengatakan hal serupa. Hanya saja ia bukan karena takut sendirian makanya ia lebih memilih ikut travel tour. “Saya malah lebih sering bertindak sebagai tour leader bagi teman-teman dari Tebing, yang berminat melancong ke luar negeri. Jadi di samping memang suka jalan-jalan, juga karena ini jadi pekerjaan,” kata dia.

Pengakuan senada juga diutarakan Dwi Ambarwati (32), Herni Ho (30), Lina (31), Shanti (34). Para ladies yang umumnya memiliki usaha sendiri atau suaminya pengusaha ini mengaku menikmati travel tour ke luar negeri, karena programnya sudah jelas dan biaya lebih bisa dikendalikan. “Lebih terarah. Jadi tidak bingung,” kata mereka.

Linawati alias Ana (37) asal Tanjungbalai, lebih luar biasa lagi. Meski sudah mengunjungi sejumlah negara kota besar di Asia, seperti Kualalumpur, Penang, Singapura, Beijing, Hong Kong, Macao, Bangkok, dan lainnya, ia masih ngebet ingin mengunjungi puluhan negara lain di seluruh dunia.
Nah, bagi para ladies yang berminat jalan-jalan ke luar negeri, ikut travel tour barangkali merupakan salahsatu pilihan menarik. Soal biaya, bagi yang tak memiliki uang melimpah, bisa menabung sejak sekarang, atau ikut jula-jula. Yang pasti, tidak kecewa. (mea)

Tiga Jembatan dan 4,6 Km Jalan Rusak

SIGLI- Memasuki hari ketiga pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Tangse Pidie, akses transportrasi masih terkendala. Sebab, tiga jembatan di daerah itu putus total dan tidak bisa dilintasi kenderaan roda dua dan empat, juga 4,6 kilometer jelan amblas sehingga menyulitkan petugas dalam mendistribusikan bantuan.

Data dari Posko Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), Kabupaten Pidie, korban luka, warga Ule Gunong wanita dua orang, sementara jumlah penduduk Blang Malo 350 KK dan 1.400 jiwa, pengungsi 45 KK, 149 jiwa. Sedangkan jalan yang putus diantaranya, Gampong Blang Malo-Kuala Panteu 1 Km, Blang Malo-Pulo Pante 300 meter, Ulee Gunong-Kebun Dodok 3 km dan jalan Ulee Gunong-Dayah Lambo 300 meter amblas, sedangkan Daerah Aliran Sungai (DAS), yang rusak sepanjang 6 Km diantaranya, Gampong Neubok Badeuk 2 km, Pulo Seunong 1 Km, Pulo Kawa 1 Km, Pulo Mesjid I, 1 km dan Gampong Pulo Mesjid II 1 km. Sementara titik pengungsi ada tiga, Gampong Paya Guci, Blang Malo dan Kebun Nilam.

Kepala BPBD, Pidie Apriadi SSos kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) Senin (27/2), mengatakan, selain mendistribusikan bantuan pihaknya juga terus berupaya memperbaiki kembali sarana jalan dan jembatan yang rusak agar transportrasi Tangse-Beureuneun lancar dan bisa dilalui. “Kita kerahkan semua personil termasuk 120 TNI dan 100 lebih personil Polisi serta BPBA, Satgana dan relawan PMI,” jelasnya.(mir/smg)

BBM Naik, Bantuan Siswa Miskin juga Naik

BOGOR- Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang, langsung mendapatkan respon Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kementerian yang dipimpin Mohammad Nuh itu sudah berancang-ancang menaikkan unit cost Bantuan Siswa Miskin (BSM). Upaya ini digunakan untuk meredam gejolak masyarakat terhadap kenaikan BBM.

Usai membuka perhelatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2011 di Sawangan, Depok kemarin (27/12), Nuh mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi tentu akan mengakibatkan inflasi dan menurunnya daya beli. Terutama untuk masyarakat yang masuk kategori miskin dan hampir miskin.

Dampak tersebut, kata Nuh, jika tidak ditanggulangi bisa memperparah tingkat putus sekolah. Dia menyebutkan, sekitar 70 persen kasus drop out disebabkan karena persoalan ekonomi. Orang tua sudah tidak punya biaya lagi untuk membiayai sekolah anaknya. “Tentu kita harus memagari supaya angka drop out tidak menjadi-jadi akibat kenaikan harga BBM,” ujar menteri asal Surabaya.

Salah satu upaya atau perhatian untuk siswa miskin diberikan melalui BSM. Tahun ini, Kemendikbud menganggarkan nominal BSM mencapai Rp3,9 triliun. Nuh menegaskan, kenaikan unit cost BSM ini masih dalam tahap ancang-ancang. Siap dilakukan jika harga BBM bersubsidi benar-benar dinaikkan pemerintah.

Upaya Kemendikbud menaikkan unit cost BSM dimulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan sederajat. Untuk unit cost BSM tingkat SD naik dari Rp 380 ribu menjadi Rp 450 ribu per siswa per tahun. Untuk tingkat SD jumlah penerima BSM mencapai 3,5 juta anak.

Sementara pada jenajgn SMP dan sederajat, unit cost BSM dinaikkan dari Rp 580 ribu menjadi Rp 700 ribuan per siswa per tahun. Jumlah siswa SMP pemerintah BSM mencapai sekitar 1,7 siswa. Terakhir untuk jenang SMA dan SMK, unit cost BSM naik dari Rp 700 ribuan menjadi Rp 1 juta. Total siswa SMA dan SMK yang menerima BSM ini sekitar 1,1 juta anak.

Sementara, utak-atik besaran kenaikan harga BBM terus dilakukan pemerintah. Pemerintah juga akan membahasnya dengan Komisi VII DPR untuk menentukan kepastian kenaikan BBM sebagai imbas melejitnya harga minyak dunia.

Meski begitu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga yang rencananya akan diberlakukan bulan April itu tidak akan mencapai 40 persen dari harga saat ini. “(Kenaikan) tidak sampai segitu (40 persen),” kata Jero di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (27/2).

Jika harga BBM saat ini Rp4.500, maka kenaikan maksimal (40 persen) adalah Rp1.800, sehingga harga BBM akan menjadi Rp6.300. Saat ini, beberapa kalangan memang menyarankan kenaikan harga BBM berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp6.500.
Jero menjelaskan, selain membahas kisaran kenaikan harga BBM, pemerintah juga merumuskan kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat miskin. Termasuk yang berhak mendapatkan kompensasi itu.(wan/fal/jpnn)

Kejagung Jerat Dhana Lima Pasal

JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) benar-benar all out membongkar kasus mantan PNS Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang jadi tersangka korupsi Dhana Widyatmika. Korps Adhyaksa itu bahkan memprioritaskan kasus tersebut daripada kasus korupsi lainnya. Mereka yakin kejahatan tersebut tidak hanya berhenti di PNS golongan III-c tersebut.

“Speed kasus ini akan kami tingkatkan. Ini sudah jadi prioritas,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad di Jakarta, Senin (27/2). Karena itu, kata Noor, semua sumber daya terbaik Kejagung dikerahkan untuk menuntaskan kasus dugaan makelar pajak model Gayus Tambunan itu.

Bahkan, kata Noor, saat ini tim khusus bentukan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Andhi Nirwanto sedang menyeleksi satu penyidik sebagai tambahan personel. Itu dilakukan agar kasus tersebut cepat rampung dan bisa dibawa ke meja hijau. “Sekarang sedang interview yang bersangkutan. Dengan tenaga baru di tim khusus, kasus bisa cepat tuntas,” katanya.

Saking “geregetannya”, penyidik pada JAM Pidsus bakal menjerat Dhana lima pasal sekaligus. Selain pasal-pasal tentang korupsi, bapak satu anak itu bakal dijerat pasal money laundering, gratifikasi, penerimaan suap, dan pemerasan. Sebab, ada indikasi Dhana tidak hanya “pasif” menerima suap dan gratifikasi. Tapi juga meminta bahkan mengarah ke mengancam jika tidak diberi.

Yang mengejutkan, kendati banyak yang menyebut kasus ini “Gayus baru”, justru perkara ini dilakukan jauh sebelum Gayus menjalankan aksinya. Jika Gayus melakukannya pada 2009, Dhana diduga melancarkan aksinya pada 2002. Saat itu, dia masih bertugas di Ditjen Pajak sebagai petugas pemeriksa pajak.(aga/kuh/jpnn)

Putra Baasyir Sebut Intervensi CIA

MA Vonis Kasasi Abu Bakar Baasyir 15 Tahun  

JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan pidana dengan hukuman penjara 15 tahun kepada terdakwa kasus tindak pidana terorisme Abu Bakar bin Abud Ba’asyir atau biasa dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ba’asyir. Putusan di tingkat kasasi dalam perkara itu dipimpin hakim agung Djoko Sarwoko, didampingi dua anggota yakni Mansur Kertayasa dan Andi Samsan Nganroe.

Dalam amar putusan perkara pidana khusus tindak pidana korupsi Nomor 2452 Kasasi/Pid. Sus/2011 tersebut, MA menolak permohonan Kasasi II terdakwa Abu Bakar Ba’asyir dan mengabulkan permohonan Kasasi I dalam tuntutan Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 15 tahun.

“Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No 148/Pid.B/2011/PN tanggal 16 Juni 2011,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur pada saat membacakan petikan putusan perkara itu, di gedung MA, kemarin (27/2).
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Abu Bakar Ba’asyir dengan hukuman penjara 15 tahun dengan Putusan Nomor 148/Pid.B/2011/PN Jakarta Selatan 16 Juni 2011. Ba’asyir dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pindana terorisme dalam dakwaan subsider, yakni pasal 14 jo pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme.

Anak Baasyir,  Abdul Rachim menilai putusan MA ini sewenang-wenang. “Ini adalah maker musuh Allah dan intervensi Amerika Serikat, CIA dan sekutunya,” kata pria yang akrab disapa Iim ini.

Keluarga langsung berangkat ke Jakarta menjenguk Baasyir hari ini di Bareskrim Mabes Polri. “Langkah selanjutnya akan kami konsultasikan dengan tim kuasa hukum dulu,” katanya. Yang jelas Iim menduga AS  melakukan intevensi karena dua hari sebelum putusan kasasi mengeluarkan pernyataan bahwa JAT yang didirikan Baasyir merupakan organisasi teroris internasional. (rdl/ris/jpnn)

KPK: Ketum Parpol tak Kebal Hukum

JAKARTA-Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, jika hukum memerlukan, pihaknya akan memanggil Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. “Sehubungan dengan itu, kini KPK menginvestigasi lebih dalam kasus korupsi wisma atlet. Dengan sendirinya KPK tentu menelisik secara hukum dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum,” kata Abraham di lobi ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (27/2).

“Begini ya, di dunia ini tidak ada orang yang kebal hukum, termasuk seseorang itu dalam posisi ketua umum partai politik apa pun,” tegas Abraham.
Ketika ditanya proses hukum mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Angelina Sondakh yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap kasus wisma atlet, Abraham menegaskan, pihaknya akan segera menahan Angelina bila persyaratan hukumnya sudah terpenuhi.

“Jika ditahan sebelum berkas perkara selesai, tersangka bisa bebas demi hukum saat masa tahanannya habis. Jadi, KPK harus berhati-hati,” ungkapnya. (fas/jpnn/c7/jpnn)

200 Warga Malaysia Terancam Longsor

KUALALUMPUR- Sedikitnya 200 jiwa yang menghuni 43 rumah di Kampung Baru Air Merah, Malaysia, terancam dihanram longsor. Bencana ini dapat melanda kapan saja jika hujan deras turun.

Seperti pada Minggu (26/2) lalu, 20 rumah tertimbun longsor lumpur. Beruntung tidak ada satu pun warga yang dilaporkan tewas maupun menderita luka.
Setelah diselidiki, ternyata banjir ini dipicu pembangunan kompleks rumah yang mengorbankan pohon-pohon yang berada di bukit dekat sekitar wilayah proyek. “Kemarin baru saja longsor lumpur itu melanda. Setiap kali hujan, kami selalu khawatir,” ujar seorang warga Sharif Mohd Ali seperti dikutip Bernama, Senin (27/2). (net/jpnn)

Christine Pandjaitan, Masih Aktif di Panggung Tembang Kenangan

Nama penyanyi cantik Christine Pandjaitan, tentu tidak asing lagi ditelinga. Lama tidak terdengar kabarnya, bukan berarti wanita yang begitu populer sejak era 1970-an ini hengkang begitu saja dari blantika musik Indonesia.

Wanita yang tetap terlihat cantik meski usia telah setengah abad ini, masih tetap aktif mengisi panggung-pangung tembang kenangan. Dan selain itu, diam-diam Christine baru saja melahirkan album baru. Bahkan di album yang bertemakan rohani Kristiani ini, Christine sekaligus bertindak sebagai produser.

“Album ini murni sebagai persembahan saya bagi Yang Kuasa. Semoga benar-benar dapat memberkati orang lain,”ungkap wanita yang mengaku sebenarnya masih memiliki kerinduan untuk membuat album sekuler di jalur pop ini. “Tapi sekarang saya nggak tahu lagi jalurnya. Apalagi sekarang saya kan tinggal di Bandung. Sehingga akses dengan teman-teman penyanyi juga terbatas. Untuk mencari jalur rekaman nasional, saya nggak bisa lagi,”ungkapnya saat dihubungi Sumut Pos akhir pekan lalu.

Menariknya meski sejak dulu dikenal sebagai penyanyi pop lewat lagu-lagu karya Rinto Harahap, ibunda tercinta tiga putra/i ini mengaku ingin menyanyikan lagu-lagu beraliran lebih keras. “Mungkin memang sudah ditakdirkan kali saya dikenal dengan lagu-lagunya bang Rinto. Padahal sebenarnya dulu itu saya kepengennya aliran lain, karena lagu bang Rinto itu kan terkesan ringan dan easy going. Tapi jujur, sekarang saya malah sangat menikmati membawakannya, dan lagi saya dapat berimprovisasi dengan bebas,”ungkap penyanyi “Katakan Sejujurnya”ini.

Dari segudang aktifitas yang kini banyak mengisi acara tembang kenangan, Christine mendapat dukungan penuh dari seluruh keluarga. Baik itu dari sang suami dokter Maringan Tobing, maupun ketiga anak-anaknya yang telah berusia 24 tahun, 21 tahun dan 16 tahun.

Tidak jarang dalam setiap aksi panggungnya banyak para fans rela menunggu berjam-jam dibelakang panggung. Jadi tidak heran kan jika dulunya Christine kerap memasang tampang judes. “Sampai-sampai saya dibilang judes sama abang, mama, dan banyak penggemar. Itu karena setiap ada penggemar yang mendekat sehabis saya turun dari panggung, saya memang memasang wajah jutek. Karena kalau disahuti, dia mau ngomong terus. Jadi saya benar-benar merasa terganggu,”ungkap wanita kelahiran 23 Desember 1960 ini.(gir)

Sibuk Urus Buruh Myanmar

Eva Kusuma Sundari

Dipercaya menjadi presiden Kaukus Parlemen ASEAN untuk Myanmar (AIPMC) membuat Eva Kusuma Sundari harus berpikir dan bersikap dalam skala lebih luas. Sebut saja dalam persoalan buruh migran. Perhatian Eva kini tak hanya tertuju pada isu domestik menyangkut TKI. Kacaunya perlindungan terhadap buruh migran Myanmar di Thailand juga menyedot konsentrasinya.

“Buruh migran dari Myanmar di Thailand, seperti buruh lainnya di kawasan ini, tidak mendapat perlindungan hukum yang cukup baik. Mereka menghadapi masalah besar, bahaya, dan kekerasan terus-menerus,” katanya di Jakarta, kemarin (25/2).

Dia menjelaskan, dengan makin baiknya perekonomian Thailand, semakin sedikit warga di sana yang bekerja di sektor domestik. Kondisi tersebut menjadi peluang pekerja asal Myanmar untuk bekerja di sana.(pri/c5/agm)

Ujian Pearce

LONDON-Stuart Pearce menyadari beban menukangi timnas Inggris bukan perkara ringan. Menjawab ekspektasi publik sepakbola di negeri Queen Elizabeth menurutnya adalah pekerjaan tersulit.

Publik Inggris sampai detik ini menganggap sebagai kekuatan superior yang selalu layak menjadi juara di setiap turnamen, meski faktanya mereka hanya berhasil menyabet satu-satunya trofi ketika Piala Dunia 1966 di Inggris.

Dalam lima tahun terakhir ini, prestasi terbaik Inggris hanya mentok di perempat final Piala Dunia 2006, bahkan mereka gagal tembus di babak final Euro edisi 2008 di Austria-Swiss. Sementara di Piala Dunia 2010 lalu, Inggris tumbang di 16 besar di tangan Jerman dengan skor mencolok 0-4.
“Sangat sulit, ini pekerjaan yang sangat sulit,” ujar Pearce seperti dikutip The Daily Star.

”Kita bertanding dengan negara lain seolah kita lebih superior. Kami merasa sejajar dengan Spanyol, padahal melihat apa yang mereka capai, mereka lebih besar dari kami. Ekspektasi yang akan menyertai kami di Euro 2012 bisa lebih tinggi dari realitas,” tambah Pearce.

Ungkapan Pearce ini mengindikasikan jika dirinya ingin menjadi pelatih yang mengawal Rooney dkk berlaga pada Euro 2012 nanti.
“Saya katakan kepada bos, jika mereka membutuhkan saya di musim panas, saya punya pengalaman untuk melakukannya,” ujar Pearce.
Pelatih berusia 49 tahun memang punya pengalaman di level turnamen antarnegara. Sebagai pelatih, Pearce pernah membawa timnas Inggris U-21 ke semifinal Euro 2007 dan final Euro 2009.

Dia juga menjadi pendamping Capello di Piala Dunia 2010 lalu. Sebagai pemain, dia pernah membawa Inggris melaju hingga semifinal Piala Dunia 1990.
“Saya punya pengalaman untuk menangani tim di sebuah turnamen tanpa masalah,” kata mantan pelatih Manchester City itu.
Sayangnya, ujian yang harus dijalani Pearce pada debutanya sebagai pelatih The Three Lions tak dapat dibilang ringan, karena sang lawan timnas Belanda, merupakan runner up Piala Dunia 2010 lalu.

Ironisnya, sejumlah pemain pilar pun dipastikan absent karena cedera. Sebut saja nama-nama seperti Wayne Rooney, Tom Cleverley, Rio Ferdinand dan Frank Lampard.

“Kami sangat bergairah, meski sejujurnya saya akui bahwa ini bukan pekerjaan yang mudah,” tuntas Pearce. (bbs/jpnn)