25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13876

Rp25 M Disimpan di Rekening Pribadi

Dugaan Korupsi Biro Umum Pemprovsu

MEDAN-Perlahan kasus dugaan korupsi anggaran rutin Biro Umum Pemprovsu 2010-2011 senilai Rp25 miliar mulai terang. Setelah dua pekan lalu menetapkan Bendahara Biro Binsos, Aminuddin, sebagai tersangka, sepekan terakhir Bagian Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus  (Tipikor Direskrimsus) Polda Sumut secara intensif memeriksa delapan pejabat dan mantan pejabat di Biro Umum.

Enam dari delapan PNS Pemprovsu tersebut diperiksa karena memindahkan dana Biro Umum ke rekening pribadi. Janji Poldasu bakal menjerat atasan dan mantan atasan Aminuddin, tampaknya bukan hanya lips service. “Sampai tadi (kemarin, Red) enam pejabat tersebut masih menjalani pemeriksaan. Mereka kita periksa secara maraton sejak pekan lalu,” ujar sumber terpercaya di Mapoldasu kepada wartawan koran ini, Rabu (7/3). Siapa saja nama enam pejabat tersebut, sumber itu mengaku tak bisa menyebutkannya karena tak berwenang.

Sebelumnya Kepala Biro Umum, Hj Nurlela dan mantan Kepala Biro Umum yang sekarang menjabat Kadis Perhubungan Sumut, Rajali, juga telah dua kali menjalani pemeriksaan di Tipikor Poldasu. Kedua pejabat tersebut mengaku tak bertanggung jawab atas kasus penggelapan uang negara tersebut. Pekan lalu saat ditanya wartawan koran ini, Hj Nurlela, mengaku tak tahu banyak kasus tersebut karena baru menjabat tahun 2011. Sementara Rajali yang ditanya wartawan koran ini, kemarin, di gedung DPRD Sumut juga mengaku tak bertanggung jawab. Rajali beralasan sejak 20 Oktober 2010 tidak lagi menjabat sebagai Kepala Biro Umum.

Kembali ke sumber di Mapoldasu. Dia mengatakan, anggaran Biro Umum sebesar Rp25 miliar ditarik dan disimpan di rekening pribadi. “Tindakan ini jelas menyalahi aturan,” lanjut sumber itu. Pemeriksaan secara maraton dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu. Pasalnya, pemindahan dana dari rekening Biro Umum ke rekening pribadi enam pejabat tersebut, diduga diketahui atasan mereka. Di bank mana dana itu disimpan, sumber itu meminta wartawan koran ini bertanya langsung kepada pejabat berwenang. “Kami tak boleh menyebutkannya bang,” ungkap sumber itu lagi.

Di tempat terpisah, mantan Kepala Biro Umum, Rajali, saat ditemui wartawan koran ini berharap tidak dijadikan tersangka oleh Polda Sumut. Dia mengaku telah diperiksa Tipikor Polda Sumut dalam kasus itu. Namun Rajali menyatakan tidak terlibat. “Ya saya sudah diperiksa. Tapi saya tanggal 20 Oktober 2010 sudah tidak di Biro Umum. Jangan kalau-kalaulah. Kalau bisa janganlah sampai jadi tersangka,” ujarnya saat memasuki lift gedung DPRD Sumut, kemarin.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, pihaknya mengintensifkan pengusutan kasus tersebut. “Ada kerugian negara. Dan kita sudah meminta audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sekitar dua atau tiga minggu lalu. Sejauh ini, kita terus melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Selain Aminuddin, siapa lagi pejabat yang bakal dijadikan tersangka? Apakah Rajali yang saat ini menjabat Kadishub Sumut, juga bakal ditetapkan sebagai tersangka? Sadono hanya berdiplomasi. Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti, serta menunggu hasil audit BPKP. Setelah ada kesimpulan baru akan dilakukan penetapan tersangka lainnya dalam kasus tersebut. “Kasus korupsi ini panjang dan perlu proses. Semuanya nanti akan disimpulkan dan dilakukan gelar perkara,” tandasnya.

Plt Gubsu, Gatot Pudjonugroho yang ditemui wartawan koran ini menolak memberikan keterangan atas kasus yang melilit anak buahnya. “Tanya sekda saja,” ujarnya menunjuk Sekdaprovsu, Nurdin Lubis, yang berada tak jauh darinya. Sama dengan Gatot, Nurdin Lubis, juga tak bersedia memberikan keterangan. “Bentar ya,” kata Nurdin sambil berlari menuju mobil dinasnya dan melaju meninggalkan wartawan koran ini. (mag-5/ari)

Cabut Gigi tak Sakit meski tanpa Bius

Chairunnisa Amarta, Kembangkan Hipnosis untuk Perawatan Mulut

Mengunjungi klinik gigi bisa sangat menakutkan bagi sebagian orang. Rasa sakit yang tertinggal setelah gigi dicabut atau suara bor gigi bisa sangat mengintimidasi. Metode hypnodontia yang dikembangkan drg Chairunnisa Amarta bisa menjadi solusi masalah tersebut.

M DINARSA KURNIAWAN, Jakarta

Klinik tempat drg Chairunnisa Amarta SpBM MNLP berpraktik di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan sungguh tak tampak seperti sebuah instalasi perawatan kesehatan. Harum aromaterapi tercium saat melangkah ke dalam lobi. Interiornya juga terlihat ceria dengan paduan warna pink dan putih di sekujur temboknya.

Bangku-bangku panjang tempat pasien menunggu giliran diperiksa yang jamak ditemui di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti klinik, puskesmas, atau rumah sakit, tidak ditemui di sini. Gantinya adalah sofa berwarna merah muda yang empuk.

Menurut perempuan yang biasa disapa Irun itu, perubahan kesan tersebut adalah upaya dini untuk menghalau fobia si pasien. “Baru beberapa minggu direnovasi seperti ini. Banyak pasien yang suka dengan suasana baru ini. Malah ada yang bilang mirip room karaoke, tetapi tanpa cewek yang bisa dipangku,” ujar perempuan kelahiran Takengon, Aceh Tengah, 20 April 1970, itu lantas terbahak. –
Perempuan yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) Jakarta tersebut mengakui, bagi sebagian orang, datang ke dokter gigi adalah teror tersendiri terhadap batinnya. Sebelum giginya dicabut, dia merasa terintimidasi dengan suasana fasilitas kesehatan gigi yang biasanya berkesan dingin.

Nah, selain merombak konsep klinik gigi yang dianggap horor itu, Irun mengembangkan sebuah metode perawatan gigi tanpa rasa sakit, yang disebutnya sebagai hypnodontia atau teknik hipnosis dalam perawatan gigi dan mulut. Dia menjelaskan, gelombang otak yang dipancarkan pasien yang sedang dihipnosis berada antara gelombang alfa dan theta.

Pada kondisi itu, orang akan merasa seperti awal meditasi hingga meditasi mendalam. Saat tersadar dari hipnosis, otaknya memancarkan gelombang beta, yakni dalam kondisi sadar dan waspada. Ketika dihipnosis, pasien sadar, tetapi hanya dibuat tidak merasakan sakit sama sekali saat giginya ditangani. Bukan seperti di beberapa acara televisi, orang yang dihipnosis dibuat tertidur dan ngoceh tidak keruan.

Salah seorang yang memberikan kesaksian adalah Dani Kurniasari, staf di kliniknya. “Gigi saya dicabut dan gusinya dikuret karena ada tumor di bawahnya. Anehnya, saya tidak merasa sakit sama sekali selama proses. Setelahnya juga tidak sakit meski dilakukan tanpa bius,” ungkapnya.

Irun kali pertama belajar hipnosis pada 2003. Saat itu dia masih belajar hipnosis secara umum. Motivasinya, membuat pasien yang datang kepadanya tidak merasa sakit, malah nyaman saat menjalani perawatan gigi. Saat itu dia belajar di Indonesian Board of Hypnosis. Kemudian, pada kurun waktu 2003-2005 dia lebih banyak belajar secara mandiri melalui buku maupun browsing di internet.

Awalnya, dia tidak percaya. Namun, setelah mempraktikkan ilmu kepada pembantunya, dia baru percaya sugesti itu bisa menjadi nyata bagi orang yang menerimanya. Kala itu dia memberikan sugesti, pembantunya seolah sedang dikejar-kejar sesosok makhluk menyeramkan dan dia berlari seperti Bionic Woman. “Saya sampai tertawa sendiri melihat pembantu saya waktu itu berlari di tempat dengan gaya slow motion khas Bionic Woman,” kenangnya.

Setelah itu, dia kian bersemangat untuk memperdalam ilmunya dengan berkelana ke berbagai negara. Dia mendalami neuro-linguistic programming (NLP) di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Dia berhasil mendapatkan master di bidang itu dari Society of NLP. Baru kemudian, dia lebih spesifik belajar medical and dental hypnotherapy. Bahkan, dia pernah belajar langsung kepada George Bien, seorang praktisi hipnoterapi internasional.

Kali pertama, Irun menangani masalah gigi mahasiswanya di Trisakti pada 2005. Saat itu dia melakukan operasi pada seorang mahasiswa yang gigi belakangnya terbenam dengan metode hypnodontia. Irun menuturkan, saat dibuka dan dicongkel, anak didiknya tersebut tidak merasakan sakit. Padahal, ketika itu tidak menggunakan anestesi. Ditambah lagi, saat itu Irun belum merasa percaya diri.

Saat menangani pasien dengan metode tersebut, dia selalu mengawali dengan membuka pembicaraan yang membuat pasien merasa nyaman. Menarik napas dan mengembuskannya perlahan sampai masuk dalam relaksasi yang sangat nyaman. Setelah itu, baru dia melakukan tindakan.

Rupanya, kabar Irun mengoperasi dengan metode hypnodontia tersebar dengan cepat. Dia pun mulai mendapatkan undangan untuk tampil pada serangkaian seminar yang diadakan organisasi profesi kedokteran, seperti PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Saat memberikan materi hypnodontia itu, dia selalu show-off di depan kolega-koleganya sesama dokter. Alasannya, tanpa melakukan itu, mereka tidak akan percaya. Dia juga aktif memberikan pelatihan kepada dokter gigi-dokter gigi lain. Tujuannya, metode itu semakin memasyarakat sehingga mampu mengubah mindset masyarakat tentang dokter gigi. “Alumni pelatihan saya 635 orang. Tetapi, tidak sampai 4 persen yang berpraktik dengan metode yang sudah saya ajarkan kepada mereka,” ucap spesialis bedah mulut itu. (*)

Kadisdik Salahkan Alumni SMAN 5

BuNtut Di-Blacklist-nya dari SNMPTN Jalur Undangan

MEDAN-Kasus yang menimpa SMA N 5 terkait Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) memunculkan banyak tanggapan. Kepala Dinas Pendidikan Medan Rajab Lubis malah menyalahkan alumni SMA N 5 terkait pem-blacklist-an tersebut.

Menurut  Rajab Lubis, ada empat alumni sekolah itu yang bermasalah. Akibat ulah mereka, sekolah itu pun mendapat sanksi. Alhasil seluruh siswa semester akhir pada 2012 ini tak lagi mendapat kesempatan mengikuti SNMPTN jalur undangan ke universitas-universitas negeri favorit se-Indonesia.

Rajab Lubis menuturkan, keempat alumni ini terindikasi melakukan pembiaran terhadap kesempatan yang sudah diberikan kepada mereka oleh universitas negeri pilihan mereka tahun lalu. Layaknya SNMPTN jalur regular, untuk IPA dan IPS diberikan pilihan dua universitas favorit pilihan kepada siswa, sedangkan IPC tiga pilihan. Bertepatan pada pilihan pertama mungkin keempat alumni ini belum lulus, namun di pilihan kedua atau ketiga mereka mendapat kursi.

“Maklum, semua pasti menyadari pilihan kedua atau ketiga merupakan pilihan alternatif. Karena memang kelulusan yang sudah di depan mata bukanlah harapan utama, lantas keempat alumni ini tak mau melakukan daftar ulang ke universitas yang sudah menyediakan satu kursi untuk masing-masing mereka,” ungkap Rajab.

Apa yang mereka lakukan merupakan satu kesalahan fatal dalam sistem SNMPTN jalur undangan. Hasilnya, SMA Negeri 5 Medan akhirnya menerima hukuman blacklist.

Penuturan Rajab ini berdasar hasil data yang dihimpun pihaknya melalui tim yang dibentuk khusus untuk menangani kasus tersebut. “Untuk mendapatkan informasi ini, kita memanggil kepala sekolah, wakil dan pihak terkait lainnya. Dan ini adalah hasil yang valid,” tegasnya.

Dari himpunan data tersebut, Rajab mengungkapkan dua fakta yakni pertama tak ada pencucian rapor siswa dan yang kedua pihak alumni yang membuat sekolah jadi dirugikan. “Kita juga sudah mengklarivikasi hal ini ke pihak panitia lokal seperti USU dan Unimed. Dan hasilnya pihak sekolah dirugikan karena tindakan alumni tahun lalu,” katanya.

Ia juga mengimbau, masyarakat dalam hal ini siswa yang harus didampingi orangtua mampu memanfaatkan secara maksimal bantuan dari pihak sekolah. “Harusnya siswa lebih bijak memilih universitas favorit yang dimasukkan dalam daftar pilihan, baik sebagai pilihan utama maupun pilihan kedua atau ketiga. Jadi, kursi yang sudah disediakan universitas yang dituju tak sia-sia. Karena masih banyak calon mahasiswa yang membutuhkan kursi tersebut,” tegasnya.

Rajab Lubis menegaskan kalau persoalan SMA Negeri 5 Medan itu sama sekali telah terbukti bukan karena adanya rekayasa nilai yang dilakukan pihak sekolah. “Setelah kita telusuri, itu tidak ada kesalahan dari pihak sekolah, dan tidak ada rekayasa nilai siswa.

Permasalahannya hanya ketika tahun 2011, ada 21 siswa dari SMA Negeri 5 yang lolos di beberapa perguruan tinggi negeri. Namun, dari 21 siswa itu, 4 siswa di antaranya yang sudah dinyatakan lolos justru tidak melakukan daftar ulang, dan ini menjadi kesalahan dan dianggap tidak mentaati aturan, sehingga sekolahnya kena sanksi itu,” terang Rajab.

Dengan dasar itu, Rajab mengatakan tak ada sanksi yang bisa diberikan ke SMA Negeri 5 Medan terkait kasus itu. “Sanksi apa dan bagaimana? Kita sama sekali tak ikut campur di sana,” tegasnya.

Sementara, saat ditanyakan apa tindakan Disdik Medan mencegah hal serupa tak terjadi lagi, Rajab hanya bisa pasrah. “Hal seperti ini memang di luar kendali kita. Kita tak bisa intervensi sistem itu,” tambahnya.

Pasalnya menurut Rajab, mulai dari pendaftaran hingga proses pengumuman sudah melalui sistem yang modern. “Siswa mendaftar secara online. Pengumuman juga diberitahukan dari situs resmi universitas sebagai panitia lokal. Jadi memang sama sekali kita tak bisa masuk ke sistem SNMPTN jalur undangan ini,” katanya lagi.

Dari pernyataan itu, Rajab seolah tak mengerti mekanisme. Karena siswa yang bisa mendaftar di jalur undangan SNMPTN itu adalah 50 persen dari seluruh siswa semester akhir di satu sekolah. Dan siswa ini dijaring selama tiga semester (semerter 3, 4 dan 5) untuk mempertahankan nilai terbaik. Nah, yang mampu bertahan hingga semester lima yang akan diajukan ke panitia pusat; yang untuk kemudian diverifikasi. Dan melalui sekolah pula siswa mengetahui apakah dia diperbolehkan mengikuti jalur undangan atau tidak.

Hal ini tertera jelas di situs resmi SNMPTN 2012 (www.snmptn.ac.id), bagian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (Snmptn) Tahun 2012 Jalur Undangan. Jadi, seharusnya, peran Disdik Medan adalah melakukan verifikasi data yang disiapkan sekolah, sebelum disampaikan ke panitia pusat. Maka, kemungkinan besar kasus serupa tak akan terjadi lagi.

Parahnya lagi, Rajab malah menduga siswa tak melakukan daftar ulang ke universitas pilihannya karena adanya beban dana partisipasi yang wajib dibayar calon mahasiswa. “Kemungkinan, dana partisipasi yang diterapkan beberapa universitas sangat memberatkan calon mahasiswa. Kadang ada yang mencapai Rp40-50 juta. Mengetahui hal itu tentu calon mahasiswa mengurungkan niatnya menimba ilmu di universitas tersebut,” katanya.

Sementara itu, menanggapi soal banyaknya siswa SMA Negeri 5 Medan yang tidak bisa mengikuti ujian SNMPTN, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, mengakui kalau masih menunggu laporan terkait hal itu dari kepala Dinas Pendidikan Medan. “Saya tunggu dulu dari laporan Kepala Dinas soal itu,” tegasnya di sela-sela peninjauan uji praktek siswa SMK Negeri 2 Medan untuk membuat mesin press dan mesin bubut, Rabu (7/3) siang. (saz/adl)

Lengkapi Peralatan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Medan, Rajab Lubis mengatakan untuk mendorong kreativitas siswa, hal pertama yang dilakukan mengarahkan siswa untuk memproduksi alat lainnya yang lebih bervariasi dan bisa diproduksi.

Dia mengatakan, yang akan dipikirkan adalah bagaimana nilai jual dari alat yang telah diproduksi, sehingga bisa menguntungkan bagi siswa dan pihak sekolah. “Kita inginkan ke depan siswa punya peluang yang lebih luas dalam meningkatkan kompetensinya sebagai tenaga yang ahli di bidangnya,” kata Rajab.

Sementara, untuk mendukung kreativitas siswa tersebut, Rajab menyatakan, Disdik Medan akan menginventarisir alat-alat yang dibutuhkan siswa sehingga siswa bisa lebih kreatif. “Nanti akan membuat daftar alat-alat apa saja yang dibutuhkan siswa dan itu akan ditindak lanjuti dalam rapat SKPD, sehingga nanti bisa mendorong siswa lebih kreativ,” sebutnya.(adl)

Siswa SMK Buat Mesin Cetak Komponen Mobil

Kunjungan Wali Kota ke SMK Negeri 2 Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM langsung meninjau hasil uji praktek siswa SMK Negeri 2 Medan, Rabu (7/3). Dalam kunjungannya itu, Rahudman sempat melihat hasil uji praktek siswa SMK membuat mesin press dan alat bubut untuk komponen mesin.

“Ternyata sampai saat ini sudah siap 35 alat yang akan dikirim ke Pekanbaru, Aceh dan di Medan dijadikan sebagai bahan praktek siswa di sekolah lain,” kata Rahudman, di sela-sela meninjau hasil uji praktek siswa SMK Negeri 2 Medan.

Dia mengatakan, Pemko Medan akan terus berupaya mendorong agar kemampuan dan kreativitas siswa SMK di Medan terus berkembang. “Saya sudah meminta agar dilakukan inventarisasi, alat apa saja yang dibutuhkan untuk mendorong perkembangan kreativitas siswa. Saat ini yang penting pengetahuan siswa dulu, makanya kita dorong untuk persiapkan alatnya, jika siswa banyak melakukan praktek pastinya akan banyak ide-ide baru yang bisa dibuat,” ujarnya.

Rahudman berharap, SMKN-2 menjadi SMK percontohan di bidang teknologi, yang saat ini telah mampu merakit kompenen guna membubut dan mengepres. “Tidak saja SMKN-2  menjadi percontohan, tentunya juga sekolah SMK lainnya diharapkan bisa bersaing, ini adalah satu alat kompetitif peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan,” ujarnya.

Tak lupa, Rahudman memberikan apresiasi kepada siswa SMKN-2 Medan dan guru pembimbing karena telah mampu mengukir prestasi merakit bahan kompenen bubut dan pres dengan cara menggunakan sistem komputerisasi.

“Saya memberikan apresiasi kepada para siswa SMKN-2 Medan beserta guru pembimbing yang telah mampu merakit kompenen alat membubut dan mengepres, dengan system komputerisasi, dan kita melihat hasilnya didistribusikan ke daerah untuk bahan praktek,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengataklan, prestasi dan kemampuan para siswa ini perlu didorong terus. Untuk itulah perlu mendukungnya baik alat yang akan diperlukan, yang terpenting bagi para siswa adalah pengetahuannya.Karena semakin banyak para siswa nanti kan tercipta ide-ide baru.

“Kita melihat prospek dari segi teknologinya, kemampuan para siswa untuk mentransfer teknologi, dan diharapakan lebih berkualitas dengan bimbingan para guru,” bebernya. (adl)

Visit Medan Years 2012

Program Visit Medan Years 2012 dianggarkan dalam APBD Medan Rp17 miliar. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Medan, Busral Manann

Seperti apa mensukseskan program Visit Medan Year 2012?
Kita sudah sosialisasikan bahkan sudah terjalin kerjasama antara kita dengan pihak imigrasi dan lainnya. Bulan Januari lalu kita sudah melakukan sosialisasi dengan stakeholder pariwisata. Tak hanya itu, untuk menunjang program tersebut, Disbudpar Medan sudah menyediakan pusat informasi di dua lokasi tempat keramaian di Medan, seperti di Merdeka Walk, Taman Sri Deli. Kita juga akan membuat pusat informasi wisata di Bandara Polonia Medan. Bahkan kita juga sudah membuat video di you tube dengan alamat http://www.youtube.com/watch?v=Uch3C8StHM.

Berapa anggaran  program tersebut?
Untuk keseluruhan program dialokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar untuk 17 program even wisata. Adapun even wisata yang akan digelar baru akan dimulai bulan Mei mendatang, sebab dari bulan Januari hingga April masih dalam tahap proses admistrasi.

Apa saja yang akan digelar?
Ada 17 even yang akan digelar  tanggal 8-12 Mei akan digelar Indonesia MICE Corporate Travel Mart (IMCTM). Kegiatan ini merupakan kegiatan dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif dan Medan terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dalam even ini nantinya diharapkan dapat menjadi ajang untuk pertukaran informasi antara calon penjual dan pembeli dan ditargetkan akan diikuti 40 negara. Kemudian di bulan Mei tepatnya saat Waisak akan digelar Perayaan Agama Buddha, namun tanggalnya belum ditentukan. Selanjutnya tanggal 21-26 Mei akan digelar Pemilihan Jaka Dara Kota Medan. Diharapkan even ini bisa menjadi wadah untuk mempromosikan kota Medan di tingkat nasional.

Selain itu apalagi?
Akan digelar Medan Mega Fair tanggal 11-16 Juni 2012, namun even ini sepertinya akan ditunda di bulan Juni dan akan dimundurkan pada akhir tahun. Sebab Wali Kota Medan Rahudman Harahap menginginkan agar kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian tanggal 21-22 Juni 2012 akan digelar Medan Jazznation yang akan dihadiri para musisi internasional. Tanggal 22-24 Juni 2012 akan digelar Indonesia Open Medan Paint Ball Fiesta 2012, ini merupakan even pertama di Medan dan tingkat Asia Pasifik. Sejauh ini Disbudpar Medan sudah melakukan kerjasama dengan asosiasi Paint Ball dan direncanakan kegiatan ini akan diikuti sebanyak 35 klub asosiasi paint ball yang ada di Asia Pasifik. Sejauh ini 19 klub sudah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti kegiatan ini.

Apa even yang paling menarik?
Kegiatan yang menjadi primadona dalam tahun ini adalah Festival Bakcang yang akan digelar 23-24 Juni. Kegiatan ini diidolakan karena merupakan kegiatan yang mendunia dan ditargetkan dalam kegiatan ini akan mengantongi dua rekor dunia yakni rekor mendirikan 1.000 telur dan parade barongsai terpanjang yakni 1.000 meter. Selama ini parade barongsai yang terpanjang itu baru 895 meter makanya kita akan memecahkan rekor 1.000 meter.(*)

Dicekal Karena Lirik Vulgar

Della Puspita

Della Puspita baru saja merintis kariernya di dunia tarik suara sebagai penyanyi dangdut. Namun baru akan merilis single, ia sudah kena cekal. Lho kenapa?
Ternyata karena lirik single andalannya yang berjudul ‘Apa Aja Boleh’ dianggap bernada mesum. Karena hal itu Della pun gagal merilis single perdananya itu.

“Aku ngeluarin single dangdut tapi dicekal, katanya liriknya vulgar eh nggak rilis-rilis deh. Syairnya itu katanya seronok,” kata Della saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/3)

Istri dari Jocky Fernando itu dicekal oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Memangnya seperti apa sih liriknya?
“Minta cium boleh, minta peluk boleh, apa aja boleh, semuanya boleh,” ujar Della sembari menyenandungkan lagu lirik tersebut.

Della tak percaya bahwa pencekalan terhadap dirinya justru bisa membantu mendongkrak popularitas.  “Malah nggak bisa populer dong. Gimana mau populer orang nggak boleh muncul di TV,” tandasnya.

Sebelumnya, karena  sibuk berakting di sinetron kejar tayang Fathiyah membuat Della  kesulitan membagi waktu dengan aktivitasnya di dunia tarik suara. Namun, Della berharap bisa segera melepas single perdananya. “Aku shooting setiap hari dan pasti pulang menjelang pagi. Jadi (aktivitas) nyanyinya dikurangi banget,” tutur Della.

Alasan ini pula yang menyebabkan ia keluar dari grup Smoothies. “Sekarang aku memilih solo. Soalnya kalau solo, kan, kita enggak tergantung sama orang lain. Dan kalau ada kendala, kita enggak akan merepotkan orang lain, misalnya soal jadwal,” kata Della tentang keputusannya bersolo karier.

Untuk penampilan di atas panggung, Della tak akan mengusung citra tertentu. “Sesuai mood aja. Enggak terlalu maksain harus bagaimana dan seperti siapa. Karena kalau dipaksain mengusung konsep tertentu, takutnya jadi enggak alami. Yang penting enak dilihat saja,” katanya. (net/bbs)

The Professor Salahkan Wasit atas Kekalahan Timnya

LONDON – Usai laga kontra AC Milan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions dini hari tadi, arsitek Arsenal, Arsène Wenger terlihat terlibat konfrontasi dengan sang pengadil. Wenger pun menjelaskan bahwa dia tak puas atas kepemimpinan wasit.

Laga yang dipimpin wasit asal Slovakia, Damir Skomina itu memang menghasilkan kemenangan 3-0 bagi The Gunners. Tapi ternyata skor itu tak cukup untuk membuat Arsenal lolos ke perempat final. Mereka masih kalah agregat, 3-4 dari Milan.

Wenger pun geram dengan cara Skomina memimpin jalannya laga karena dianggap terlalu sering meniup peluit terkait sebuah insiden duel yang dinilai tak pantas dikenai pelanggaran. Akibatnya, para pemain Milan yang menyadari hal itu, memanfaatkan keadaan untuk memperlambat tempo permainan.

“Saya kecewa dan tak senang dengan wasit yang memimpin malam ini karena saya merasa dia terlalu banyak dan sering memberikan tendangan bebas di tengah lapangan,” keluh Wenger, seperti disitat The World Game, Rabu (7/3).
“Setiap kali mereka (pemain Milan) terjatuh, tendangan bebas langsung diberikan. Milan pun menyadari hal itu dengan cepat dan memanfaatkannya dengan baik,” tambahnya.

Terkait gagalnya tim Meriam London untuk menembus babak delapan besar, Wenger masih belum bisa melupakan kekalahan memalukan 0-4 di leg pertama. Baginya, faktor kondisi lapangan San Siro masih dianggap sebagai biang kerok keterpurukan mereka.

“Mungkin alasan itu terlalu mudah untuk dilontarkan, tapi saya merasa UEFA punya banyak jawaban sendiri terkait buruknya lapangan. Meski begitu mereka tak menyatakan apapun tentang itu,” papar Wenger lagi.

“Saya hanya merasa masalah itu adalah bagian dari rasa respek terhadap publik yang membayar untuk menyaksikan pertandingan dan mengharapkan kondisi di mana anda bisa memainkan sepakbola di lapangan yang baik. Seharusnya, UEFA tidak mengizinkan pertandingan di lapangan seperti yang ada di Milan,” tuntas pelatih yang menguasai enam bahasa itu. (net/jpnn)

United Ganggu Pemain Bilbao

Manchester United ternyata ikut bersaing dalam memburu gelandang Athletic Bilbao Javi Martinez. Dilansir Sport, kedua tim teratas di Liga Primer Inggris itu tampaknya arus bersaing dengan Barcelona, yang juga memiliki minat sama. amun, kubu The Red Devils bisa segera memantau perkembangan Martinez saat mereka berjumpa Bilbao di babak 16 besar Liga Europa.

Namun begitu, Javi Martinez menampik sejumlah rumor transfer yang telah mengaitkan dirinya ke dalam pergunjingan media.
Penegasan Martinez ini disampaikan karena namanya sempat dikabarkan media telah menjadi incaran tiga klub elite Eropa, Manchester City, Manchester United dan Barcelona.

“Wah sungguh menyenangkan jadi pembicaraan di banyak surat kabar, tetapi itu semua adalah produk yang Anda lakukan dan Anda merasa telah melakukan hal yang tepat untuk itu,” katanya.

“Tetapi perlu saya tegaskan saat ini saya lagi sangat bahagia dengan diri saya sendiri. Saya juga lagi fokus dengan apa yang saya lakukan sekarang ini yakni menghadapi Manchester United,” tegasnya.

“Jadi saya rasa itu sudah cukup. Saya tidak akan berusaha untuk menaruh perhatian yang lebih (pada spekulasi ini),” pungkas Martinez. (net/jpnn)

Laga Ketat

Man United vs Bilbao

MANCHESTER-Raksasa Inggris Manchester United lebih sering meraih hasil buruk saat tampil di kandang sendiri di kompetisi Eropa musim ini. Menurut Michael Carrick, laga kontra Athletic Bilbao jadi tempat yang pas untuk memperbaiki hal itu.

Di level Eropa, tim berjuluk The Red Devils ini sudah tampil empat kali di Old Trafford pada musim ini. Rinciannya adalah tiga pertandingan di fase grup Liga Champions dan satu pertandingan di babak 32 besar Liga Europa. Dalam empat laga tersebut, Rooney dkk cuma bisa menang satu kali, yakni melawan Otelul Galati (2-0). MU cuma bermain imbang melawan Basel (3-3) dan Benfica (2-2), dan kemudian malah kalah dari Ajax Amsterdam (1-2).

“Saya tak yakin kenapa performa kami di kandang di kompetisi Eropa tak terlalu bagus. Ini adalah sesuatu yang sulit. Kami tak tampil cukup bagus, dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, di mana performa kami di kandang sangat bagus. Itulah alasan kenapa kita membicarakan Liga Europa,” bilang gelandang Manchester United Micahel Carrick di Sky Sports.

Ya, dini hari nanti (9/3) The Red Devils akan menjamu Bilbao di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Laga ini dijamin bakal berlangsung ketat. Karenanya Carrick berharap agar  timnya bisa tampil bagus dan meraih hasil maksimal di laga tersebut.
“Bilbao akan jadi tempat yang sulit. Oleh karena itu, kami harus tampil bagus di kandang untuk memberi kami peluang di laga tandang,” kata gelandang bernomor punggung 16 ini.

Nuansa yang tak kalah optimis juga terpencar dari kubu Athletic Bilbao. Tim asal Bosque ini lolos ke babak 16 besar Liga Europa setelah menang agresivitas gol tandang, setelah pada dua pertandingan kontra Lokomotiv Moscow berbagi agregat 2-2.

Sukses maju ke perdelapan final melengkapi catatan impresif klub Spanyol tersebut di musim ini. Bilbao sudah memastikan berlaga di final Copa del Rey untuk menantang Barcelona, selain itu mereka kini juga tengah dalam tren bagus dengan sementara duduk di posisi lima klasemen.

Bagi sebagian punggawa Bilbao laga menghadapi The Red Devils bagaikan mimpi. Itu bisa dipahami terkait status The Red Devils sebagai langganan Liga Champions dan Bilbao sendiri yang sulit berprestasi di Eropa.
“Ini sebuah mimpi dan mungkin sebuah situasi yang unik. Tapi tentu saja kami datang ke sana untuk menang, tak cuma untuk sekadar tampil,” sahut gelandang Bilbao, Ander Herrera, di Mundo Deportivo.

“Sepanjang musim kami sudah menunjukkan kalau Athletic bisa melakukan apapun, termasuk menang. Saat kami mulai bermain bola, semua yang kami inginkan hanyalah untuk mencapai ambisi itu (menang) dan menambah pengalaman,” lanjut Herrera. Meski mengaku jika timnya tidaklah sebesar United, namun striker andal Bilbao yang juga pilar timnas Spanyol Fernando Llorente juga mengaku tak gentar menghadapi The Red Devils.

“Kami akan menghadapi salah satu tim terbesar Eropa, tapi kami tetap punya keinginan untuk menang. Kami harus terus bermain dan tidak perlu takut pada mereka. (Tapi) kami juga harus waspada dan tidak melupakan karena mereka punya pemain berkualitas,” sahut striker Llorente di Marca.

Selanjutnya Llorente mengungkapkan bahwa saat menghadapi United nanti, pemain yang pantas diwaspadai adalah Wayne Rooney. “Manchester sudah jelas favorit. Mereka selalu bermain di Liga Champions, dan bertarung dengan tim seperti Barcelona dan Real Madrid. Mereka salah satu tim besar di Eropa, dan kami pendatang baru,” ungkap Llorente.

“Rooney ‘pembunuh’ sejati. Dia punya mental luar biasa, dan menjadi inspirasi bagi rekan satu timnya,” tambahnya. (bbs/jpnn)