29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 13875

Aura Kasih, Trauma Hubungan Tanpa Status

Sampai sekarang Aura Kasih setia menyandang status jomblo. Apa kesulitan cari pacar gara-gara terkenang mantan nih?
“Ya ada lah beberapa orang yang masih sayang sama mantannya tapi sudah nggak bisa bareng lagi karena harus move on,” ujar Aura saat ditemui dalam pembuatan video klip Bukan Pemain Cinta di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam single terbarunya, Aura mengaku terinspirasi pengalaman pribadinya sama mantan.  “Ini cerita tentang hubungan tanpa status, tapi sama mantan. Kayaknya aku pernahn mengalami situasi seperti ini,” kata Aura.

Namun, si seksi tak ingin terjebak dalam hubungan tanpa status lagi. Ia juga mengingatkan kaum wanita lainnya untuk tegas dan tidak terbuai dalam hubungan seperti itu. “Kita sebagai cewek harus fokus dan tegas dan jangan terganggu dengan masa lalu,” ucapnya.

Daripada pusing cari pacar baru, Aura lebih nyaman fokus sama karier menyanyinya.
“Single dulu aja deh. Kan baru mulai (nyanyi) lagi,” paparnya.

Bintang sinetron Dewa ini juga membantah disebut memiliki kriteria terlalu tinggi, sehingga sulit untuk menemukan pasangan. “Aku tidak terpatok dengan kriteria, yang penting nyaman, dan bisa bikin happy terus,” cetusnya.
Lagi mengenai lagu Bukan Pemain Cinta, proses rekamannya telah dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Namun, untuk pembuatan video klipnya, Aura mengaku mempersiapkannya secara mendadak.

“Jujur, persiapannya cuma seminggu. Tapi, lagu ini sebagai bentuk totalitas aku di dunia musik,” ujarnya
Ia pun bertekad untuk menjaga imej seksi yang melekat pada dirinya. Tak ada satupun kekhawatiran ia akan ditegur oleh, misalnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena berpenampilan vulgar.

“Buat aku seksi itu banyak ya, ada beberapa kriteria yang membuat orang keliatan seksi. Ada orang yang suka tidak bisa membedakan antara seksi sama seronok, itu kan jelas beda. Itu gimana cara kita bawainnya saja,” jelas Aura.
Ia pun mengaku tidak pernah merasa seksi, meskipun masyarakat sering mengidentikkannya seksi. “Imej seksi itu kan masyarakat yang nilai. Kalau masih ada yang bilang aku seksi, ya terima kasih,” tutupnya. (ins/jpnn)

Gubernur Mendatang Harus Sumut Asli

Jelang Pilgubsu 2013

MEDAN-Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) terus ramai dibincangkan. Setelah beberapa nama ramai mewarnai bursa bakal calon, sekian harapan untuk sosok yang pas sebagai gubernur Sumatera Utara juga banyak disuarakan. Salah satu yang tegas diungkapkan beberapa kalangan adalah gubernur mendatang haruslah putra daerah.

Setidaknya hal ini diungkapkan Daudsyah dari Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Ormas) Sumut Cemerlang. “Orang Sumut asli. Putera daerah yang mengerti dengan geografis Sumut. Terserah dari birokrasi, politisi, atau kalangan profesional. Terlebih bagi putera daerah yang bermukim di Sumut,” ungkapnya, usai deklarasi ormas tersebut akhir pekan lalu.

Selain itu, sosok pemimpin Sumut untuk periode 2013-2018 mendatang, juga mesti memiliki sejumlah kriteria lainnya. Pertama, sosok atau figur pemimpin mesti memiliki sifat jujur. Kriteria jujur ini, bukan hanya digembar-gemborkan saja, tapi harus sesuai fakta dan kenyataan yang ada. Kriteria lainnya adalah cerdas. “Apa ukuran cerdas dan berprestasi itu. Apa sudah bekerja atau memimpin satu instansi selama dua tahun, sudah dibilang berprestasi? Bagaimana kalau instansi itu colaps dan lain sebagainya? Apa sosok seperti ini layak untuk maju pada Pilgubsu nanti?” terangnya.

Kriteria lainnya harus mampu membangun kriteria pertumbuhan ekonomi yang baik. “Untuk mencari figur itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak begitu saja untuk menjadi seorang pemimpin. Kami akan melakukan tabulasi serta melakukan konsolidasi di 33 kabupaten/kota, guna melakukan survey dan penjaringan untuk sosok-sosok yang layak untuk menjadi pemimpin Sumut ke depan sesuai dengan kriteria itu.

Perlu digarisbawahi, kita juga akan memantau atau menelisik, silsilah keluarga dari para tokoh-tokoh itu. Jangan sampai, ada yang tersangkut-sangkut masalah kriminal, hukum dan masalah lainnya. Pertengahan tahun ini, kita akan mendeklarasikan siapa tokoh atau sosok yang nantinya, layak untuk menjadi pemimpin Sumut 2013-2018 mendatang,” ungkapnya.

Ketika Sumut Cemerlang masih mencari figur, ormas lainnya Al Jamiyatul Washliyah Sumut, mengaku tengah mempersiapkan kadernya, untuk menjadi kandidat pada pesta rakyat Sumut lima tahunan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Majelis Siasyah Pengurus Wilayah (PW) Al Jamiyatul Washliyah Sumut H Haidil A Hadi. “Memang, kita lagi melakukan persiapan ke arah itu. Di antaranya, Gerakan 500.000 fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) kader Al Washliyah se-Sumut. Al Washliyah Sumut pada prinsipnya, sudah berdenyut dan siap dengan kadernya ke depan memimpin Sumut. Untuk ini seluruh kader dan simpatisan Al Washliyah solid dan akan satu bahasa maupun satu sikap” ujar H Haidil A Hadi.

Mengenai figur, Haidil menyebutkan, ada beberapa sosok kader Al Washliyah yang layak dan berpotensi antara lain, Hasbullah Hadi, Yulizar P Lubis, Hardi Mulyono, Yunus Rasyid dan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumut, Asren Nasution.

Siapa di antara nama itu yang paling berpotensi dan kredibel, Haidil tidak bersedia berasumsi terlalu berlebihan.”Jelasnya, nama untuk ini banyak dan tidak akan sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Ditegaskannya juga, Al Washliyah dalam kaitan Pilgubsu 2013 tidak terlibat dalam upaya dukung mendukung calon gubernur maupun calon bupati atau calon walikota, kecuali kader Al Washliyah yang tampil sebagai calon.

“Manifestasinya, kita sedang melakukan Gerakan Al Washliyah dengan 500.000 fotokopi KTP kader untuk mengusung calon independen. Tapi, kita juga tetap menjalin komunikasi dengan parpol. Meski gerakan ini focusnya untuk calon independen namun kita tetap berkomunikasi dengan parpol,” jelas Haidil.

500.000 fotokopi KTP kader tersebut, diharapkan calon dari Al Washliyah mulus untuk independen. Itu didaasarkan asumsi penduduk Sumut yang berjumlah lebih kurang 13 juta jiwa, untuk memenuhi dukungan 3 persen atau 390.000 fotokopi KTP, sehingga ditargetkan tercapai 500.000 fotokopi KTP.

“Ini sangat memungkinkan karena Al Washliyah mempunyai struktur organisasi yang begitu luas sampai ke tingkat ranting, desa dan kelurahan. Selain itu ada 624 institusi pendidikan dan lima  perguruan tinggi Al Washliyah di Sumut, belum lagi dari simpatisan dan warga secara umum,” urainya. (ari)

Dijanjikan Muhaimin Iskandar sebagai Duta Transmigrasi

Suparwono, Manusia Tertinggi Indonesia Sebelum Meninggal

Suasana haru sejak ditinggal pergi oleh Suparwono manusia tertinggi di Indonesia selama-lamanya masih menyelimuti keluarga besarnya. Bahkan, saat wartawan Radar Lampung  (grup Sumut Pos) memasuki halaman rumah almarhum setelah menempuh jalan panjang selama 3 jam dengan jarak 22 km dan kondisi jalan yang memperihatinkan.

“Mari silahkan masuk, Mas,” cetus seorang perempuan paruh baya dan diiringi suara perempuan muda yang tidak lain Salima, kakak almarhum.
Di dalam rumah Sugito (65) ayah almarhum Suparwono pun menyambut dengan hangat. “Silahkan duduk,” katanya.

Selang beberapa menit, Sugito menceritakan kisah karir anaknya yang dikenal masyarakat sebagai manusia tertinggi di Indonesia. Hidup Suparwono sangat banyak tantangan dan rintangan. Sebelum dibawa kerabatnya ke Jakarta, Suparwono malah pernah dibawa orang dan dijual. “Entah siapa yang memprovokasi Bupati Tuba agar menahan almarhum untuk tidak pergi ke Jakarta. Bahkan, saat anak saya tiba di atas kapal dirinya dipaksa untuk pulang ke Lampung dan tidak boleh bekerja di Jakarta,” cetus Sugito.

Bahkan, lanjut Sugito,a anaknya pun sempat dijual orang. Selama itu dirinya telah tiga kali meminta agar anaknya dapat kembali ke sisinya, tetapi tidak diperbolehkan. “Suparwono mulai dikenal orang sebagai manusia tertinggi di Indonesia tidak lain setelah dibawa kakak sepupunya ke Jakarta. Ya, untuk mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu. Tapi, Pemkab Tuba malah mengklaim Suparwono ini berasal dari Tuba. Sayangnya, Pemkab Tuba hanya mengklaim tapi tidak bertanggungjawab,” imbuhnya.

Saat itu, Bupati Tuba pernah berjanji akan memberikan rumah, mobil, dan pekerjaan kepada anaknya semasa hidup. Akan tetapi, hingga almarhum tiada belum ada yang teralisasi.

Sugito juga bercerita kalau anaknya itu sempat diminta untuk menjadi duta transmigrasi. Permintaan itu malah dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhaimin Iskandar. “Ya, sempat dijanjikan Menteri Tranmigrasi Muhaimin Iskandar bahwa almarhum akan digaji sebesar Rp5juta. Tetapi, hingga saat ini tidak ada,” katanya.

Sugito menjelaskan, almarhum memang tidak memiliki pendapatan tetap. Yang dia dapat tak lain adalah honor saat ada even. Sugito juga menepis bahwa meninggalnya almarhum  dikarenakan ketidakmampuannya berobat. Menurut Sugito, untuk biaya 10-20 juta dia masih mampu. Selama ini, dia memang tidak tahu penyakit almarhum kecuali penyakit kelebihan hormon.

Sebelumnya, keluarga besar Suparwono sempat kerepotan lantaran tinggi badan Suparwono yang mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Postur tubuh ‘raksasa’ ini membuat masyarakat kesulitan mengangkat jenazahnya. Sementara untuk menutupi tubuh almarhum suparwono dibutuhkan kain kafan sepanjang 39, 21 meter. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Jasadnya dibawa menggunakan mobil pick up. Suparwono dimakamkan di Kampung Tri Tunggal Jaya SP 8 Kecamatan Gunung Agung, Tuba Barat, sekitar pukul 11.00 Kamis (23/2) siang.

Anak kelima dari enam bersaudara itu dimakamkan di tengah kebun karet milik orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya.
Menurut keterangan pihak keluarga, pria yang memiliki tinggi 242 centimeter itu meninggal akibat menderita muntaber. Menurut Sugito, tidak ada tanda-tanda penyakit yang menyebabkan pria raksasa yang menjadi kebanggaan Lampung dan Indonesia itu meninggal. Ibu Suparwono, Siti Aisyah menuturkan, ia sempat punya firasat tidak baik, beberapa hari sebelum Suparwono meninggal. Ia mengatakan, sempat bermimpi di kediamannya ramai dikunjungi orang. “Saya bilang sama Bapak, kok, kayak mau pengajian, banyak orang,” katanya.

Selain itu, kata Siti Aisyah, beberapa hari sebelum meninggal, Suparwono sempat mengatakan kepada teman-teman di kampungnya akan pergi dari kampungnya. “Dia (Suparwono) bilang sama teman-temannya, Saya mau pergi, besok kalau tempat Pak Jumali selesai hajatan saya mau pergi,” ucap Siti Aisyah menirukan ucapan Suparwono kepada teman-temannya. (san)

Terbaik di Mata Anggota

MEDAN- Anuar Shah alias Aweng mampu melakukan perubahan di tubuh Pemuda Pancasila (PP) di seluruh Sumatera Utara. Itu bisa dilihat mulai dari tingkat Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ke tingkat Anak Ranting (AR). Salah satu perubahan yang nyata adalah para seluruh kader PP tidak diperbolehkan menyentuh narkoba.

“Setiap beliau berpidato beliau kerap mengatakan jauhi narkoba, selain itu ia membuat surat edaran yang dilayangkan ke MPC-MPC untuk tidak terlibat narkoba, kebijakannya itu bisa kita bilang berhasil,” kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Medan Drs Boyke Turangan kepada wartawan, Minggu (26/02) yang meniliai Aweng yang sudah lima tahun memimpin PP Sumut.

Selain itu, lanjut Boyke, tiap kegiatan yang dilakukan PP tidak terlepas kegiatan sosial masyarakat dengan memberikan bantuan pada kaum duafa berupa beras, uang dan laiannya.

“Bantuan yang diberikan keluarga besar PP itu merupakan inisiatif kader PP dengan menyisihkan sebagian rezekinya,” tutur Boyke.
Kata Boyke, sosok Aweng patut kembali dipercaya kembali memimpin PP Sumatera Utara yang akan digelar di kota Padangsidimpuan 28 Februari 2012 mendatang.

Selain itu Aweng dekat dengan instansi pemerintahan baik negeri maupun swasta, serta masyarakat. (*/gus)

Pers Harus Berani

Letjend TNI Azmyn Yusri Nasution

MEDAN- Pelantikan DPD Lembaga Wartawan Indonesia (LWI) Sumut, Rabu (22/2) malam di Hotel Grand Antares disaksikan empat jenderal dari Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) yakni Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Azmyn Yusri Nasution (AY Nasution), Kasdiv I Kostrad Brigjend Inf B Kembaren dan Pangdis II Kostrad Mayjend Inf MRidwan, serta Penasehat LWI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, SIP.

Juga hadir Ketua Dewan Pembina DPP LWI Pusat Mayjend. TNI. Purn Syamsu Djalal SH, MH yang juga mantan Danpuspom TNI dan Jam Intel Kejagung-RI dan Penasehat LWI Drs H Zulkifli Abidin MBA. Ketua Umum LWI Inan Riau Hasibuan SE dan Sekjend Fian, dan jajaran Pemprovsu
DPD LWI Sumut yang dilantik yakni Ketua  Osriel Limbong, Sekeretaris Mirdadsyah Putra, Wakil Ketua M Arya Pratama ZA, Wakil Ketua Syafruddin Lubis, Sekretaris Arif Tampubolon, Bendahara  Halim Loe, Syahruddin Sianturi SH, Bambang Sri Kurniawan, Ramadhan Saputra, Partono Budy, Togu Hutabarat dan unsur pengurus lainnya. Demikian siaran pers diterima wartawan Minggu (26/2) dari Humas LWI Sumut.

Sambutan AY Nasution menyatakan jurnalis harus berani dan independen dengan menyatakan yang benar, karena peluru wartawan bisa mengenai 1000 sasaran dalam satu kali tembak.  “Keberanian bekal utama dan saya mengajak rekan-rekan wartawan atau pers dari berbagai media untuk sama-sama menjaga bangsa ini dari perpecahan,” serunya.

Pangkostrad dan menandaskan, tugas wartawan bukan hanya mengkritisi persoalan yang sedang dihadapi bangsa, tetapi harus mampu memberi pemikiran positif, kontruktif, dan terukur agar negara ini terhindar dari perpecahan dan ketidakharmonisan. Akhir-akhir ini, aku Pangkostrad, jurnalis gencar memberikan perhatian dan sumbangsihnya menyikapi persoalan, terutama di bidang politik. “Media cetak, elektronik menurut saya cukup agresif menyorot persoalan mutahir, tetapi insan pers sesungguhnya juga harus mampu menghindari, mencegah dan meminimalisir efek dari problema yang dihadapi bangsa itu sendiri, sehingga tidak menjadi bias dan merugikan kita semua,” tegas Pangkostrad.

Sementara itu, Ketua LWI Sumut Osriel Limbong dalam sambutannya meminta pemerintah untuk tidak sebelah mata memandang kalangan jurnalis atau wartawan. “Kita ini (wartawan) merupakan mitra, bukanlah musuh yang harus ditakuti. Saya minta marilah kita bergandengan tangan, bermitra, kompak dan bersatu-padu membangun bangsa dan negara ini ke depan,” ujar Osriel. Ketua Panitia Mirdadsyah Putra menyatakan, sebelum pelantikan, diselenggarakan rangkaian kegiatan yakni dialog interaktif bertajuk “Profesionalisme Pers menuju bangsa Indonesia yang bermartabat. Dalam acara ini, nara sumber mantan Danpuspom TNI Mayjen CPM (Purn) Syamsu Djalal mengaku pena pers sangat berbahaya. “Dengan peranan yang penting ini, diharapkan dapat  diatasi kelompok yang disebut Ucok (Uang Cukup Otak Kosong), Khianat, Munafik dan Bejat (Kimunajat). “Wartawan harus berani, tetapi juga harus adil dan satu lagi jamu (jaga mulut,” ujar Mayjen (Purn) Syamsu Djalal didampingi pengacaranya Rafles Situmeang.(*/ari)

Lima Pejabat Eselon II Dilantik

LUBUK PAKAM- Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Deliserdang dilantik serta diambil sumpahnya di Balairung Pemkab Deliserdang, Jumat (24/2). Pelantikan itu dilakukan Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars.

Kelima pejabat yang dilantik yakni Ir Hj Eka Rezeki Yanti Danil MM sebagai Kadis Pertanian menggantikan Ir Wirdan Yusuf, Drs Rahmad MAP sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menggantikan Drs Haris Binar Ginting, Ir Anda Subrata MSi sebagai Kadis Perhubungan definitif, Manginar Silaen SSos sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Hj Rosita Siregar SE sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan.

Dalam pidatonya, Zainuddin Mars mengatakan, seorang pejabat eselon II selaku pimpinan SKPD adalah pemegang jabatan strategis sebagai pembantu utama bupati dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan. Diharapkan, kehadiran seorang pejabat kepala SKPD dituntut memiliki kreativitas tinggi untuk menghadapi arus perubahan dengan berbagai macam tantangan yang ada.

Kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat ditekankan agar pengalaman yang dimiliki selama bertugas di PMD dapat melakukan inovasi baru. “Saya tidak ingin melihat adanya desa yang tidak tertata dengan baik, bahkan terkesan kumuh, karena kurangnya upaya pembinaan yang dilakukan secara terpadu bersama camat dan instasi sektoral lainnya seperti pembinaan PKK, PNPM perdesaan dan lainnya harus menjadi skala proritas,” kata Zainuddin.

Kepada Kadis Perhubungan, Zainuddin meminta agar dilakukan penertiban dan tindakan tegas kepada semua kenderaan yang melanggar ketentuan tanpa ragu-ragu. Diharapkan agar mampu dalam mengatur dan menertibkan trayek lalulintas kenderaan sesuai dengan peruntukan jalan.(btr)

Suzy ‘miss A’ Rahasia Wajah tanpa Jerawat

Suzy ‘miss A’ dikenal dengan wajahnya yang sangat mulus. Ternyata ia punya rahasia khusus untuk mempertahankan wajah mulusnya itu.
Ia memang punya cara khusus untuk wajah mulus tanpa jerawat. “Aku punya metode spesial untuk menyingkirkan jerawat,” ucap Suzy.
Caranya ternyata cukup mudah meskipun memang sedikit merepotkan. Bagaimana ya caranya?

“Pertama, pijat dengan menggunakan oil massage untuk menghentikan pembengkakan, kemudian bersihkan muka selama 2 menit. Busanya akan mengurangi iritasi. Kemudian tahap terakhir adalah pakai pelembab selama 4 menit. Basuh dengan air hangat untuk membuka pori dan tutup dengan air dingin untuk menutup pori sehingga kotoran tak bisa kembali lagi,” papar Suzy panjang lebar. (net)

Cincin Tunangan Warisan Ibu

Anang – Ashanty

Acara lamaran pasangan Anang dan Ashanty berjalan secara lancar sesuai dengan yang diren canakan. Kedua belah keluarga mengiringi prosesi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2) malam. Tidak lama lagi mereka akan membicarakan penentuan tanggal pernikahan.

“Tadi adalah acara lamaran aku diterima oleh keluarga Ashanty. Senang dan lega rasanya. Keluarga diterima dan sudah selesai, ramah tamah juga selesai, bicara tanggal pernikahan mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ungkap Anang Hermansyah.

Anang yang didampingi Ashanty dan keduanya anaknya, Aurel dan Azriel, usai acara lamaran mengungkapkan, soal rencana pernikahan masih akan dibicarakan dengan keluarga. Pihaknya merasa belum saatnya untuk bercerita lebih jauh.  Namun Ashanty menegaskan kalau resepsi akan digelar setelah acara akad nikah, namun sekali lagi Ashanty merasa belum saatnya untuk bicara.

“Pasti akan jarak sehari saja, kapannya kita belum bisa ngomong, enggak lama katanya pamali ya kalau diomongin. Kita penginnya sesuatu yang berbeda dari yang lain bukan dari nominal, harus dikenang sama orang,” ungkap Ashanty.

Sementara soal munculnya tanggal 11 Mei 2012, menjadi tanggal pernikahan mereka, baik Anang maupun Ashanty meminta untuk menunggu apa yang akan disampaikannya. Kalau pun ada tanggal yang dikeluarkan orang lain, belum tentu benar, karena prosesnya sendiri masih dibicarakan antar keluarga.

Seperti pasangan lainnya, Anang Hermansyah dan Ashanty ingin orang yang dituakannya atau dianggap spesial menjadi saksi pernikahannya. Pasangan itu pun berharap Prabowo Subianto jadi saksi pernikahan mereka.

Anang mengaku sangat mengenal Prabowo dan mengagumi sosoknya. Hal itulah yang membuatnya ngebet meminta politisi Partai Gerindra itu untuk jadi saksi pernikahannya.

“Aku berkeinginan aku pribadi, Pak Prabowo untuk jadi saksi,” tutur Anang usai acara lamaran. Untuk memenuhi keinganannya itu, ia pun tak ragu-ragu untuk meminta tolong sahabatnya, pengacara Hotman Paris Hutapea untuk membujuk Prabowo. Hotman mengaku saat ini sedang berusaha membujuk yang bersangkutan.

Dalam acara lamaran yang digelar tersebut,  Anang dan Ashanty bertukar cincin sebagai tanda cinta mereka. Cincin yang dikenakan Ashanty ternyata menyimpan sejarah.

Cincin milik Ashanty terbuat dari emas dan bermahkotakan batu giok. Ashanty pun mendapat cincin tersebut dari sang ibunda.
“Ini cincin mama, cincin dan batu ada historisnya. Ini batunya dapat di Srilanka waktu papa tugas di sana, giok. Kebetulan juga mas Anang suka warna hijau batu gioknya. Mama menikah sama suaminya cincin kawinnya ini,” ujar Ashanty. Di acara lamaran itu, Ashanty terlihat sangat cantik dengan mengenakan kebaya bernuansa kuning. Kebaya itu pun bertabur kristal Swarovski.
“Ini baju full Swarovski. Banyak yang bilang seperti baju resepsi,” tutur Ashanty. (net/bbs)

Lolos Kasus Perdata, Dijerat Kasus Pencurian

MEDAN- Nasib naas dialami Amir Tarigan (49), warga Dusun VI Tembangen, Desa Periaria, Kecamatan Birubiru. Setahun lalu dia dilaporkan ke Mapolres Deli Serdang atas penyerobotan lahan milik orang lain. Karena tak cukup bukti, Amir pun bebas.

Tetapi awal September 2011 lalu, dia kembali di laporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di lahan yang di sengketakan tersebut.
Seperti yang disampaikan Muhamad Hamid Sebayang (48), warga Bingkatan, Kecamatan Pegajahan, Serdang Bedagai, yang merupakan sepupu Amir saat mendatangi Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Posmetro Medan (Grup Sumut Pos), Jumat (24/02) sore.

Menurut Hamid, Amir dilaporkan Udin Tarigan ke Mapolsek Birubiru dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di ladang almarhum kakek mereka. Padahal menurut Hamid, ladang tersebut adalah milik kakek mereka yang belum dihibahkan.

Karena merasa ada yang aneh dengan status yang di tetapkan kepada Amir, Hamid pun langsung mendatangi Polsek Birubiru, namun dia malah diarahkan ke Kejaksaan Negeri Pancurbatu.

Di sana, Hamid pun menemukan kejanggalan lagi, karena saat penyerahan tersangka, ternyata kepolisian membohongi Amir. Saat itu dia diajak Juper dengan alasan ada keperluan ke Pancurbatu. Sesampainya di Kejaksaan dia langsung ditahan.

“Udin dan Amir itu masih saudaraku, karena mereka berdua anak bibikku, dan tempat tumbuhnya pohon jengkol itu di ladang kakek kami yang bernama Jering Sebayang. Aku tak menyangka Udin tega melaporkan Amir yang juga sepupunya gara-gara tanah warisan kakek kami,” jelas Hamid.(roy/smg)

Asmirandah Kangenin Dude

Asmirandah (Andah) mengaku  masa bodoh dengan kabar Dude tengah dekati Naysilla Mirdad.
Asmirandah  nampak tegar saat memutuskan berpisah dengan Dude Harlino. Tapi kini, dara cantik ini mulai goyah. Ia teringat kenangan indah saat pacaran dengan Dude yang sekarang dikabarkan dekat kembali dengan Naysilla Mirdad. Kangen, Andah melampiaskannya lewat lagu Aku Jatuh Hati yang dinyanyikannya dalam sebuah acara di Jakarta, kemarin.

“Bukan gitu juga sih (kangen). Single ini tentang orang yang sedang jatuh cinta, diciptainnya kan dulu dan baru sekarang dinyanyikan. Sebenarnya sih lagu ini nggak mesti hari ini saat kita merasakan hal yang sama. Memang kebetulan lagu ini tentang jatuh cinta,” kilahnya. Meski begitu, sosok Dude belum bisa hilang dari ingatan dan kehidupannya sehari-hari. Buktinya, Andah masih komunikasi dan silaturahmi dengan sang mantan.

“Kalau aku bukan tipe orang yang kalau sudah selesai, ya sudah. Tetap menjaga komunikasi dan hubungan,  tapi ada batasannya,” tutur artis multitalenta ini.

Andah dan Dude bertemu di lokasi syuting sebuah sinetron. Awalnya, keduanya berteman dan selanjutnya memutuskan untuk pacaran. Ketika keduanya tak lagi menjalin kasih, Andah dan Dude pun kembali seperti saat awal mereka bertemu.

“Yang pasti kita tetap berteman dengan baik sampai sekarang,” tukasnya. Sudah menemukan lelaki pengganti Dude? “Jatuh cinta sama siapa? Nggak lah. Lagi nggak memikirkan itu,” jawab artis berwajah boneka itu.

Andah pun menolak menanggapi kabar Dude sedang pedekate dengan ‘cinta lamanya’, Naysilla Mirdad. “Tanya yang lain aja deh,” elaknya.
Dude dan Naysilla kedapatan sering mesra saat rehat syuting sinetron Dewa. Dude dan Nay terpaksa back street karena terhalang masalah perbedaan keyakinan. Namun, hal itu langsung disanggah Dude.

“Saya nggak pernah dengar itu. Apa ya, semua baik. Dalam arti silaturahminya baik, tak pernah ada masalah apapun,” ujar Dude.
Beberapa waktu lalu, Nay mengaku sudah punya pacar dan cuma berteman dengan Dude. Tapi ia tetap membuka hati untuk mantan pacar Andah itu.
“Kita nggak menutup kemungkinan kalau masing-masing dari kita punya pacar. Tapi begitu kita nggak punya pacar, kita akan membuka diri juga kalau memang kita merasa cocok. Tapi begitu kita dekat sama orang, kita akan jelaskan sebenarnya karena mereka kan pasti bertanya,” tuturnya.

Sebaliknya Andah sempat berharap ada kesempatan untuk bisa memperbaiki hubungan dengan Dude. “Kalau waktu bisa diputar sih, pasti banyak hal yang kita perbaiki. Kalau bisa diperbaiki, pasti tidak akan ada apa-apa,” ujar bintang Ketika Cinta Bertasbih ini.

Namun, mengharapkan waktu bisa diputar ulang merupakan sesuatu yang mustahil. Karenanya, ia sudah menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Baginya, sudah tidak lagi ada masalah meskipun sempat menyayangkan hubungannya asmaranya itu berakhir.

“Yang penting gini ya, aku nggak ingin mencari orang yang sempurna karena kesempurnaan milik Allah,” serunya.
Asmirandah juga tidak menyesal pernah mengenal dan dekat dengan Dude. Malahan, menurut Andah, hidupnya sangat bahagia saat menjalin asmara bersama Dude. “Buat aku, yang kemarin-kemarin tetap happy, tetap bahagia,” tandasnya. (rm/jpnn)