30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13878

Laga Ketat

Man United vs Bilbao

MANCHESTER-Raksasa Inggris Manchester United lebih sering meraih hasil buruk saat tampil di kandang sendiri di kompetisi Eropa musim ini. Menurut Michael Carrick, laga kontra Athletic Bilbao jadi tempat yang pas untuk memperbaiki hal itu.

Di level Eropa, tim berjuluk The Red Devils ini sudah tampil empat kali di Old Trafford pada musim ini. Rinciannya adalah tiga pertandingan di fase grup Liga Champions dan satu pertandingan di babak 32 besar Liga Europa. Dalam empat laga tersebut, Rooney dkk cuma bisa menang satu kali, yakni melawan Otelul Galati (2-0). MU cuma bermain imbang melawan Basel (3-3) dan Benfica (2-2), dan kemudian malah kalah dari Ajax Amsterdam (1-2).

“Saya tak yakin kenapa performa kami di kandang di kompetisi Eropa tak terlalu bagus. Ini adalah sesuatu yang sulit. Kami tak tampil cukup bagus, dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, di mana performa kami di kandang sangat bagus. Itulah alasan kenapa kita membicarakan Liga Europa,” bilang gelandang Manchester United Micahel Carrick di Sky Sports.

Ya, dini hari nanti (9/3) The Red Devils akan menjamu Bilbao di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Laga ini dijamin bakal berlangsung ketat. Karenanya Carrick berharap agar  timnya bisa tampil bagus dan meraih hasil maksimal di laga tersebut.
“Bilbao akan jadi tempat yang sulit. Oleh karena itu, kami harus tampil bagus di kandang untuk memberi kami peluang di laga tandang,” kata gelandang bernomor punggung 16 ini.

Nuansa yang tak kalah optimis juga terpencar dari kubu Athletic Bilbao. Tim asal Bosque ini lolos ke babak 16 besar Liga Europa setelah menang agresivitas gol tandang, setelah pada dua pertandingan kontra Lokomotiv Moscow berbagi agregat 2-2.

Sukses maju ke perdelapan final melengkapi catatan impresif klub Spanyol tersebut di musim ini. Bilbao sudah memastikan berlaga di final Copa del Rey untuk menantang Barcelona, selain itu mereka kini juga tengah dalam tren bagus dengan sementara duduk di posisi lima klasemen.

Bagi sebagian punggawa Bilbao laga menghadapi The Red Devils bagaikan mimpi. Itu bisa dipahami terkait status The Red Devils sebagai langganan Liga Champions dan Bilbao sendiri yang sulit berprestasi di Eropa.
“Ini sebuah mimpi dan mungkin sebuah situasi yang unik. Tapi tentu saja kami datang ke sana untuk menang, tak cuma untuk sekadar tampil,” sahut gelandang Bilbao, Ander Herrera, di Mundo Deportivo.

“Sepanjang musim kami sudah menunjukkan kalau Athletic bisa melakukan apapun, termasuk menang. Saat kami mulai bermain bola, semua yang kami inginkan hanyalah untuk mencapai ambisi itu (menang) dan menambah pengalaman,” lanjut Herrera. Meski mengaku jika timnya tidaklah sebesar United, namun striker andal Bilbao yang juga pilar timnas Spanyol Fernando Llorente juga mengaku tak gentar menghadapi The Red Devils.

“Kami akan menghadapi salah satu tim terbesar Eropa, tapi kami tetap punya keinginan untuk menang. Kami harus terus bermain dan tidak perlu takut pada mereka. (Tapi) kami juga harus waspada dan tidak melupakan karena mereka punya pemain berkualitas,” sahut striker Llorente di Marca.

Selanjutnya Llorente mengungkapkan bahwa saat menghadapi United nanti, pemain yang pantas diwaspadai adalah Wayne Rooney. “Manchester sudah jelas favorit. Mereka selalu bermain di Liga Champions, dan bertarung dengan tim seperti Barcelona dan Real Madrid. Mereka salah satu tim besar di Eropa, dan kami pendatang baru,” ungkap Llorente.

“Rooney ‘pembunuh’ sejati. Dia punya mental luar biasa, dan menjadi inspirasi bagi rekan satu timnya,” tambahnya. (bbs/jpnn)

Bertengkar dengan Ayah

Ayu Ting Ting

Ada yang sedikit berbeda dengan penampilan rambut Ayu Ting Ting saat hadir di acara musik Dahsyat kemarin.  Rambut Ayu terlihat lebih pendek dari biasanya. Dan gara-gara memotong rambutnya, penyanyi yang sukses berkat lagu ‘Alamat Palsu’ ini sempat bertengkar dengan dengan sang ayah.

Ayu pun menceritakan, bahwa Ayahnya tak setuju jika Ayu memangkas rambutnya. Ayahnya lebih suka Ayu berpenampilan dengan gaya rambut panjang. Maka tak heran jika ayahnya marah pada Ayu hanya gara-gara rambut.
“Izin potong rambut sama ayah susah banget. Sampai berantem-berantem, soalnya sama ayah nggak boleh pendek,” ujar Ayu saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (7/3)

Selama ini kata Ayu, Ayahnya memang selalu perhatian pada penampilan rambut Ayu. Bahkan sang Ayah juga sering membantunya merawat rambut Ayu.  “Ayah selama ini memang yang ngebantu aku kalau ngurusin rambut. Dia sering ingatkan aku pakai urang aring atau pakai lidah buaya biar kuat akarnya,” katanya.

Untuk urusan penampilan rambut, Ayu memang tak mau jauh-jauh dari gaya model rambut artis Korea. Walaupun saat ini rambutnya dipotong, ia tetap berkiblat pada model rambut artis-artis asal negeri Ginseng.

Walaupun ayahnya tak setuju dengan keputusan Ayu memotong rambut, kekasihnya, Enji justru selalu mendorong Ayu untuk merubah penampilan rambutnya. Menurut Ayu, rambutnya yang mulai panjang membuat Enji risih dan meminta Ayu segera memotong rambutnya. “Kemarinkan rambutku panjang , Enji lihatnya risih. Kata dia, potong pendek aja biar lucu, biar imut, ya sudah akhirnya potong deh”,”ujarnya.

Ayu pun mengatakan, dirinya bukan tipe wanita yang senang menghabiskan waktu berlama-lama di salon. Apalagi untuk urusan penataan rambut, ia lebih suka melakukan perwatan rambut di rumah. (vvn)

Rancang Mesin Babat Rumput

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Medan, Sukardi mengatakan, di SMK Negeri 2 Medan terdapat empat program keahlian dengan 6 program studi, untuk teknik ada teknik bangunan gambar dan konstruksi bangunan. Otomotif ada teknik kendaraan ringan dan teknik mekanik sepeda motor, di jurusan listrik ada teknik instalasi listrik dan jurusan mesin ada teknik mesin.

Dia mengatakan, siswa SMK Negeri 2 Medan khususnya siswa teknik mesin,  kini sudah mampu membuat mesin TNT sebagai mesin press dan bubut. Mesin yang sudah dibuat akan dikirim ke Aceh, Pekanbaru dan Sumut untuk dijadikan sebagai alat praktek di sekolah SMK, khususnya di teknik permesinan.

“Kalau di Jawa siswa SMK nya bisa membuat mobil, maka siswa kita membuat mesin untuk mencetak komponen mesin mobil yakni mesin TNT (TriNiTroluene, Red) untuk membuat baut dan lainnya,” paparnya.

Sukardi menyebutkan, selama ini, siswa dari jurusan lainnya seperti teknik listrik juga sudah berprestasi dalam lomba kompetensi siswa (LKS) di tingkat nasional. Bahkan, dalam waktu dekat Dinas PU Bina Marga sudah meminta kepada SMK Negeri 2 Medan, agar mampu merancang mesin babat. “Saat ini prototype mesin babat sedang kami kerjakan, kalau sudah selesai akan dibuat nanti rancangannya dengan komponen-komponen alatnya yang diminta dinas PU dari barang-barang bekas,” sebutnya. (adl)

Seorang Warga Dibacok, Dua Dilempar Batu

Bentrok di Jembatan Namu Ukur

BINJAI- Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, bergejolak. Dua kubu warga saling serang menggunakan batu, tombak, kelewang dan sejumlah senjata lainnya. Kejadian itu berlangsung di jembatan penghubung Namu Ukur Utara dengan Namu Ukur Selatan, Rabu (7/3) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dua kubu warga yang terlibat saling serang itu yakni, kubu Linta dari Desa Namu Ukur Selatan dan kubu Zul Beton dari Desa Namu Ukur Utara. Dalam aksi saling serang tersebut, sedikitnya tiga orang warga dari kubu Zul Beton, luka akibat terkena lemparan batu dan terkena bacokan.

Keterangan yang berhasil dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian itu dipicu setelah anggota Linta yang diketahui bernama Parman, melempar tiga orang anggota Zul Beton, saat melintas dari Namu Ukur Selatan hendak menyebrang ke Namu Ukur Utara.

Karena terkena lemparan batu, tiga anggota Zul Beton yang mengendarai sepeda motor terjatuh. Setelah terjatuh, anggota Linta langsung mengejar ketiganya. Sehingga, satu dari tiga anggota Zul Beton terkena bacokan di tangan kiri. Namun beruntung, ketiganya masih dapat menyelamatkan diri.

Ketiga anggota Zul Beton yang menjadi korban yakni, Maksa Purba, mengalami luka ringan karena terjatuh, Wanda Purba, menderita luka bacok dibagian tangan sebelah kiri dan Reksa Purba, mengalami luka dibagian pelipis sebelah kiri karena terkena lemparan batu.

Untuk selanjutnya, ketiga korban inipun langsung menjumpai Zul Beton, melaporkan yang telah mereka alami. Mendengar kabar tersebut, Zul Beton berang dan mempersiapkan puluhan anggotanya untuk menyerang kembali anggota Linta yang telah menyerang tiga anggotanya. Sementara, tiga orang anggotanya yang sudah luka, dilarikan ke Klinik terdekat.

Dengan menggunakan beragam senjata tajam (sajam), Zul Beton dan puluhan anggotanya bergerak ke Namu Ukur Selatan, guna mencari anggota Linta yang telah melukai tiga orang angggotanya. Namun, kedatangan Zul Beton beserta puluhan anggotanya itu, telah sampai ke telinga Linta. Tak mau mati konyol, Linta juga mempersiapkan puluhan anggotanya yang dibekali berbagai macam senjata tajam. Karena kedua kubu sudah saling bersiap dengan berbagai senjata tajam dan batu, akhirnya bertemu di jembatan penghubung. Saling lempar batu dari kedua kubu tak dapat terhindarkan.

Karena anggota Zul Beton kalah jumlah dengan anggota Linta, akhirnya Zul Beton bersama anggotanya memilih mundur. Tak berapa lama, petugas Polsek Sei Bingai turun ke lokasi guna mengantisipasi lebih terjadinya bentrok susulan dan jatuhnya korban.
Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, kepada Sumut Pos mengaku, penangkapan terhadap Zul Beton, bisa dilakukan. Namun, yang perlu dipikirkan, dampak dari penangkapantersebut yang patut dipertimbangkan.

Setelah petugas kepolisian menangkap mengamankan Zul Beton, akhirnya massa membubarkan diri.(dan)

Tak Ada Penangguhan, Marini Masih Ditahan

MEDAN-Polisi tak akan mengabulkan permintaan penangguhan penahanan yang dilakukan pihak keluarga Marini (24), tersangka penabrak 17 murid TK Yayasan Peguruan Buddhis Bodhicitta, Jumat (2/3) lalu.
“Berkas tetap lanjut tidak ada penangguhan,” ungkap Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Risya Mustario, Rabu (7/3).

Menurutnya, hingga kini polisi baru melaporkan surat perintah penyidikan (SPT) ke Kejari Medan.. Hingga kini, sambungnya, Marini masih ditahanan di tahanan wanita Mapolresta Medan. “Kalau sudah dilimpah pasti Marini ikut diserahkan ke  Kejari Medan untuk segera di sidangkan,” katanya.

Sementara itu 10 dari 18 siswa TK Yayasan Peguruan Buddhis Bodhicitta yang ditabrak oleh gurunya  mendapat santunan biaya perawatan dengan nilai total sebesar Rp31,89 juta lebih dari PT Jasa Raharja. Sedangkan 8 orang sisanya akan mendapatkan santunan setelah selesai menjalani perawatan di RS Columbia Asia.

Penyerahan santunan tersebut dilakukan di RS Columbia Asia, Rabu (6/3). Kepala Jasa Raharja Cabang Sumut, Udjiono mengatakan santunan itu diberikan bagi anak-anak yang telah keluar dari RS Asia Columbia setelah menjalani perawatan.

“Santunan sebagai pengganti biaya perawatan ini diserahkan kepada pihak RS Columbia Asia yang telah merawat anak-anak korban kecelakaan. Pemberian santunan ini sesuai amanat undang-undang, bahwa setiap korban kecelakaan yang diakibatkan tabrakan kendaraan bermotor mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” jelasnya.
Udjiono juga mengatakan, kepada 8 anak TK yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, juga akan mendapatkan santunan biaya perawatan, setelah mereka selesai menjalani perawatan.

Direktur RS Columbia Asia, Edok Sudadio dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas pemberian santunan dari Jasa Raharja tersebut.
Pengurus Yayasan Perguruan Budhis Bodhicitta dalam kesempatan itu kembali meminta maaf atas terjadinya kecelakaan itu.  (gus)

DPRD: Bekukan Usaha Indomaret

Ada 148 Toko, 54 tak Berizin

MEDAN-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan diminta segera membekukan usaha Indomaret yang sudah terbukti tidak memiliki izin usaha.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi didampingi Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan, Hasyim dan Anggota Komisi C DPRD Medan, Herry Zulkarnain pada rapat dengar pendapat (RDP) antara pengelola Indomaret, Disperindag Medan dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Medan.

Jumadi mengatakan, tidak ada kompensasi apapun terhadap usaha yang beroperasi tanpa izin. Disperindag harus tegas terhadap hal tersebut sesuai dengan tugas dinas ini yakni melakukan pengawasan dan penertiban. Dinas harus membekukan usaha Indomaret yang sudah berdiri.

“Setelah pengawasan dan penertiban terbukti ada yang menyalahi aturan tentu harus segera dilakukan penindakan. Tidak bisa usaha dibiarkan beroperasional tanpa izin,” katanya di ruang Komisi C DPRD Medan, Rabu (7/3) siang.

Selain izin usaha, kata Jumadi, Disperindag juga menindak Indomaret yang berdiri tidak sesuai dengan ketentuan pada peraturan wali kota (perwal) nomor 20 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.

Berdasarkan perwal, suatu pusat perbelanjaan dengan pusat perbelanjaan lainnya harus saling berjarak 500 meter. Ini berlaku juga untuk toko modern, termasuk minimarket yang bersifat franchise. Perwal ini juga menegaskan keharusan berjarak 100 meter dengan sekolah, rumah ibadah serta dengan pasar tradisional.

Anggota Komisi C DPRD Medan Herry Zulkarnain mengatakan pemerintah selaku pihak yang menerbitkan regulasi seharusnya bisa mengambil tindakan tegas terhadap usaha tak berizin. “Bukan ingin antipati terhadap usaha modern yang sudah berdiri di kota ini tetapi supaya ada penataan terutama dengan pasar tradisional dilihat dari jaraknya,” ucapnya.

Tanpa tindakan tegas maka akan semakin banyak usaha tak berizin di kota ini yang beroperasi. Kalau sudah begitu, tidak ada gunanya lagi berbagai peraturan yang disiapkan Pemko untuk menata usaha di kota ini. “Walaupun ada peraturan perundang-undangan dari pusat atau lainnya, tapi kita memiliki perwal untuk menegaskan aturan tersebut,” ujarnya.

Kepala Disperindag Medan Syafrizal mengatakan berdasarkan data di lapangan, hanya 18 unit Indomaret yang tidak memiliki izin usaha. Pengelolanya terbukti tidak mampu menunjukkan surat izin usahanya kepada petugas.
“Dari hasil sidak ke lapangan, hanya 18 unit saja yang belum memiliki izin,” ucapnya.

Namun untuk melakukan penindakan, pihaknya tidak bisa langsung menindak dengan membongkar karena harus melalui beberapa proses yaitu teguran, sanksi administrasi hingga akhirnya penindakan.
“Kami kan ada standar operasional prosedur (SOP) kalau mau melakukan penindakan. Jadi harus diikuti tahapannya dengan melakukan teguran terlebih dahulu,” katanya.

Branch Manager Indomaret Medan, Najuri mengatakan pihaknya akan segera mengurus izin usaha seluruh Indomaret yang terbukti tidak memiliki izin. Seluruhnya akan diurus dalam waktu dekat.
“Kalau kami melihat ini hanya bentuk persaingan bisnis tapi biar bagaimanapun kami akan mengurus izin sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Seperti diketahui terdapat 54 unit Indomaret di Kota Medan yang beroperasi tanpa izin usaha. Jumlah tersebut berdasarkan selisih antara izin yang dikeluarkan BPPT Medan dengan Disperindag Medan. BPPT Medan telah mengeluarkan izin untuk sembilan unit Indomaret. Izin yang diberikan yaitu izin usaha toko modern (IUTM) disamping izin lainnya berupa surat izin gangguan (Ho), surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan surat tanda daftar perusahaan (TDP). Dan Disperindag Medan menyatakan telah memberikan surat izin untuk 85 unit Indomaret.

Sementara berdasarkan pernyataan pengelola Indomaret, total Indomaret yang berdiri di kota ini mencapai 148 unit. Berarti ada 54 unit Indomaret tidak memiliki izin usaha. (adl)

Handphone dan Infaq

MEDAN-Agung Wibowo (30) babak belur dihajar warga. Warga Lorong XIV, Kelurahan Glugur Kota, Medan Barat itu tertangkap tangan warga saat mencuri infaq di Masjid Nur Hidayah di Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung, Selasa (6/3) siang.

Beruntung, personel Reskrim Polsek Medan Area langsung mengamankan Agung. Saat digeledah di dalam tas yang dibawa Agung ditemukan uang Rp36.000 serta 1 handphone.

Saat ditanya soal kepemilikan handphone Agung mengaku handphone tersebut milik Ismail Nadeak, pegawai kantor Camat Medan Barat yang dicurinya saat sedang ngurus e-KTP.

Informasi yang dihimpun, sebelum ketahuan mencuri infaq sekitar pukul 08.45 WIB Agung datang ke kantor Camat Medan Barat di Jalan Bilal untuk mengurus e-KTP.

Setelah urusannya selesai, diam-diam Agung memperhatikan handphone milik Ismail Nadeak (24), warga Pasar XI, Tembung, yang terletak di atas meja. Saat itu, Nadeak beranjak dari kursinya menuju kamar mandi.

“Begitu aku keluar dari kamar mandi, ternyata handphone sudah tak kelihatan lagi sedangkan pelaku keburu kabur,” sebut Nadeak yang bertugas memfoto warga yang mengurus e-KTP di kantor Camat Medan Barat.
Camat Medan Barat Syahrul R menjelaskan handphone milik pegawainya itu sudah diserahkan kepada pemiliknya, apalagi pemiliknya tidak membuat pengaduan ke kantor polisi.

“HP-nya sudah dikembalikan kepada pemiliknya namun pemiliknya tidak membuat laporan pengaduan ke kantor polisi,” sebut Syahrul R kepada Sumut Pos.
Semantara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Barat AKP J Banjarnahor menjelaskan, tersangka kini mendekam dalam sel usai menjalani pemeriksaan. (gus)

Takut Tak Bisa Tahan Tawa

Chintya Lamusu

Cynthia Lamusu  terlibat dalam pentas bertajuk KABARET ORIENTAL.  Cynthia mengaku tak begitu susah dalam mengeksplorasi karakter. Dia malah merasa sangat terbantu dengan tata make-up yang benar-benar hebat.

Menurut wanita kelahiran Jakarta tahun 1975 ini, make-up artis pagelaran tersebut benar-benar handal. Mereka bisa bikin kerutan di wajah namun tetap terlihat cantik. “Jadi kesan tahun 60-annya dapet,” terangnya.

Salah satu personil B3 ini juga merasa tak kesusahan memerankan seorang Ibu. Menurut dia, naluri seorang Ibu akan keluar dengan sendirinya meski belum mempunyai anak. Dan di dalam pagelaran ke-12 EKI Dance Company tersebut, Cynthia tak terlalu memfokuskan diri pada pakem-pakem seorang Ibu yang merupakan istri keempat dari juragan batik. Malah yang harus dia perhatikan adalah basic komedi.

Selain Cynthia, KABARET ORIENTAL juga didukung nama-nama seperti Sarah Sechan dan Bayu Oktara dengan akting komikal yang mampu mengocok perut. Dengan lawan main seperti ini, ia pun sempat takut tak bisa menahan tawa di atas panggung.

Melalui pagelaran tersebut istri Surya Saputra ini belajar banyak tentang bahasa mandarin. (kpl)

Terdakwa Erwin Menangis

Sidang Pembunuhan Teller BRI

MEDAN-Terdakwa Erwin Panjaitan menitikkan air mata saat memberikan keterangan di depan Hakim Muhammad SH, dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan teller BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangungsong di PN Medan, Rabu (7/3).

Terdakwa Erwina Panjaitan mengaku, rencana perampokan direncanakan oleh istrinya.
“ Perampokan ini direncanakan oleh saya dan istri,” ujar terdakwa sembari menangis. Erwin juga mengaku dia tidak berniat melakukan pembunuhan terhadap korban.

“ Saya tidak berniat membunuh korban Namun karena dia diikat dan dilakban oleh istri saya. Saya juga tidak tahu kalau korban sudah tewas,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Mendengar pengakuan terdakwa keluarga korban langsung bereaksi.
“ Tidak usah kau menangis pembunuh. Kau polisi takut sama istrimu. Kau tidak layak jadi polisi. Kau polisi pembunuh,” teriak keluarga korban marah.

Sementara itu pengawalan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terdakwa Briptu Erwin Panjaitan, dinilai keluarga korban sangat berlebihan.

Pengamanan aparat kepolisian terhadap empat terdakwa Erwin Panjaitan, Eva Lestari Surbakti, Ria Hutabarat dan Suherman alias Embot setiap sidang memang cukup ketat. Puluhan personel Poltabes Medan selalu berjaga-jaga, karena keluarga korban terus berusaha untuk menyerang para terdakwa setiap sidang digelar.

“ Kok kami yang kalian (polisi, Red) jaga-jaga, kok kami pula yang disorong-sorong, pembunuh itu yang seharusnya disorong,” ujar salah keluarga korban, usai persidangan.

“Tidak usah kalian lindungi polisi pembunuh itu. Kalian jangan mencoba melindungi polisi perampok dan pembunuh. Kami minta dihukum mati,” ujar orangtua korban.

Teriakan keluarga korban mengundang perhatian pengunjung sidang. Bahkan terdakwa Erwin Panjaitan harus dilarikan dan dikeluarkan dari pintu lain ruang sidang.(rud)

Parkir Memberatkan

087869375xxx
Kepada instansi yang terkait, kami keluarga pasien di Rumah Sakit Mitra Sejati sangat keberatan parkir kalau siang dikutip Rp1.000, malam Rp2.000. Mohon ditindak juru parkirnya, jangan sampai kami adu kekerasan. Sekarang jaman sudah sulit, terima kasih.

Kami Tindaklanjuti
Kita tindak lanjuti ke lapangan supaya tidak terjadi lagi di lapangan. Terima kasih.
Pahmi Harahap
Kabid Parkir Dishub Kota Medan

——-

Dispenda Kota Medan Harus Mengaudit
Kita minta dinas perhubungan mengawasi tarif parkir. Jangan sembarangan menetapkan tarif parkir sehingga memberatkan warga seperti yang disampaikan dalam pesan singkat ini. Dalam hal ini, Dispenda Kota Medan juga harus mengaudit besaran pajak yang ada di Rumah Sakit Mitra Sejati agar diketahui besaran pemasukan ke Pemko Medan dari restribusi parkir. Jangan-jangan dipungut besar yang masuk kecil.
Hal ini tak lepas dari lemahnya pengawasan Pemko Medan. Dalam artian Wali Kota Medan tidak mampu mengawal pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) di lapangan. Di mana pelakunya justru bawahan wali kota itu sendiri.

Muslim Maksum
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan