27 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 13879

Jenazah TKW Asal Medan Tiba di Polonia

MEDAN- Jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Medan yang meninggal di Malaysia, Eva Cristina Telambanua (41) tiba di di Unit Bisnis Gudang dan Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan, Sabtu (25/2) pagi 08.30 WIB. Eva  yang pada idenitias keberangkatannya bernama Yustina Telambanua Jenazah itu tiba dengan mengunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS)  MH-860. Jenazah disambut dengan isak tangis keluarga.

Chairuna Syahfitri (24) anak almarhum beserta rombongan keluarga, saat itu langsung memeluk peti jenazah sang ibu ketika tiba dan hendak dimasukan ke dalam mobil ambulan dengan linangan air mata. Kedatangan jenazah Yustina Telambanua disambut juga oleh Ketua APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Irianto Tampubolon, Bendahara APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Veronica Sitanggang dan anggota DPD RI, Parlindungan Purba SH MM. Di dalam mobil ambulance, Fitri beserta keluarga diminta untuk memastikan jenazah sang ibu dengan membuka peti jenazah dan pihak keluarga menyakini bahwa itu memang jenazah keluarga mereka.

Chairuna Syahfitri saat itu mengatakan dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah.
Fitri menambahkan, ibunya perginya ke Malaysia untuk bekerja dan mengadu nasib yang diberangkatkan pada bulan Desember lalu. Tapi bukan pekerjaan yang didapatkan justru ibunya terlantar hingga akhirnya sakit dan meninggal pada 14 Februari 2012 kemarin.

“Ibu berangkat karena ada calo yang menawarkan, tapi paspor ibu dibuat atas nama Yustina Telambanua dan nama ibu sebenarnya Eva Telambanua. Ibu selama berada di sana bekerja tapi hanya sebentar saja,” beber Fitri. (jon)

Harus Menang demi Jaga Jarak

Aspac vs Pelita Jaya

KARENA Satria Muda (SM) berhasil mengalahkan Garuda kemarin (25/2), tertutup sudah peluang Aspac memuncaki klasemen Flexi NBL Indonesia. Apapun hasil yang diraih Aspac melawan Pelita Jaya (PJ) pada hari terakhir hari ini (26/2), SM akan tetap kukuh di puncak.

Jika Aspac menang, maka perolehan poin mereka akan sama 41 dengan SM. Namun, SM berhak atas peringkat yang lebih baik, karena mereka unggul head to head 2-0 setelah selalu menang dalam dua kali pertemuan dengan Aspac.

Meski tidak berpengaruh pada klasemen, Aspac akan tetap ngotot memburu kemenangan. Sebab, kemenangan akan membuat mereka terus menempel SM. Jika bisa terus menempel, sekali SM terpeleset, maka Aspac akan mengambil alih pimpinan klasemen. Sebagai catatan, pada seri kelima di Surabaya nanti, SM akan menghadapi CLS Knights yang selalu menang dalam dua pertemuan.

Tidak hanya Aspac yang butuh menang untuk menjaga jarak. (PJ) pun demikian. Dua kali kekalahan dari Muba Hangtuah dan Stadium membuat mereka semakin tertinggal dalam perebutan gelar juara musim reguler. PJ harus menebus dua kekalahan itu dengan mengalahkan tim-tim yang lebih kuat seperti Aspac.

Kemenangan atas Aspac juga akan mengembalikan kepercayaan diri para pemain PJ menyambut seri kelima. Sebab, selama seri keempat mereka hanya bisa menang melawan tim lemah seperti BSC dan Pacific.

“Kami siap menyambut game melawan Aspac. Performa yang turun akan coba kami perbaiki. Kami mencoba melupakan kekalahan melawan Muba dan Stadium. Saya yakin kami meningkat terus dan puncaknya di championship series nanti,” kata Kapten PJ Erick Sebayang.
Menurut pemain yang berposisi sebagai point guard tersebut, banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan timnya. Berkaca pada dua game awal, PJ harus memperbaiki rebound, meminimalisir turnover, dan mempertajam free throw kalau ingin menang. “Sebetulnya pas menang melawan Pacific sudah enak lagi mainnya. Semoga saja ini berlanjut,” kata Sebayang.

Sementara itu, Aspac berada dalam puncak kepercayaan diri setelah menggagalkan Muba Hangtuah untuk menyapu bersih semua pertandingan.Mereka begitu ngotot untuk menutup seri keempat dengan kemenangan setelah sebelumnya dikalahkan SM dengan skor telak 68-52 beberapa hari lalu.
Pelatih Tjetjep Firmansyah meminta pemainnya untuk serius. Sebab meski menuai hasil buruk, PJ bukan lawan sembarangan.(nur/ang/jpnn)
“Terpenting kami harus agresif dan bermain sama seperti mengalahkan Muba. Kalau kami fokus, game itu akan kami ambil,” tandasnya.

Janda Tewas Bakar Diri

LUBUK PAKAM- Akhir hidup Karmianti Br Saragih (45) warga Dusun VI Desa Naga Rejo Kecamatan Galang Deli Serdang begitu tragis. Janda anak dua itu nekat membakar diri di kediamannya, Jumat (24/2) pukul 14.30 WIB. Ia tewas dalam kondisi luka bakar.

Iformasi yang diterima Sumut Pos, Karmianti selama ini tinggal bersama adiknya yang sudah berkeluarga, Rina Br Saragih di Dusun VI Desa Naga Rejo Kecamatan Galang. Faktor ekonomi diduga membuat korban nekat membakat diri. Aksi serupa sebelumnya sudah pernah dicoba Karmianti namun tidak terlaksana dan diselamatkan adiknya.

Sebelum kejadian, Karmianti, tinggal sendiri di rumah tersebut. Sedang adiknya sudah pergi ke sawah. Tapi ketika ditemukan, Karminati ditemukan tewas dengan luka bakar.

Kapolsek Galang AKP Wahyuddin besama Kanit Reskrim Aiptu N Bangun ketika dikonfirmasi, Sabtu (25/2) mengakui adanya seorang janda anak dua ditemukan tewas diduga bakar diri, karena di dekat tubuh korban ditemukan satu buah mancis serta sabut kelapa yang sudah terbakar. (btr)
Selain itu tubuhnya bau minyak tanah.

Kepolisian tidak dapat melanjutkan penyelidikan karena anak korban, Ridwan Barus yang tinggal di Lubukpakam membuat pernyataan bahwa ibunya murni bakar diri. (btr)

Mobil Pickup Digondol Maling

TEBING TINGGI- Juliansyah Saragih (40) pemilik Rumah Makan Restu ketiban sial. Mobil L-300 pickup BK 9098 NB miliknya digondol maling saat parkir di depan rumah makan tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi-Asahan di Dusun VI,Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (25/2) sekira pukul 05.00 WIB.

Akibat kejadian itu, Juliansyah menderita kerugian R103 juta . Peristiwa ini sudah dilaporkan korban ke Polres Tebing tinggi.

Pengakuan korban , malam itu ia mengantar orang tuanya berobat kerumah sakit. Setelah pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB mobilnya diparkirkannya di depan rumah. Juliansyah sempat meminta kepada tetangganya agar melihat-lihat mobilnya karena dirumahnya tidak ada garasi mobil.
“ Pagi harinya ketika hendak belanja, mobil saya sudah tidak ada di tempat, aku tanya kepada tetangga tidak ada yang tahu. Bahkan mereka tidak mendengar suara mobil hidup usai saya memarkirkan mobil malam itu,”ujar Juliansyah.

Juliansyah mengaku,nasib sial yang dialaminya dalam bulan ini terjadi secara beruntun. Mulai ayahnya yang terjatuh, hinga mobil yang dikreditnya itu pun hilang digondol maling.

Kejadian malam itu sangat tidak disangkanya, karena selama setahun setengah mobil diparkir di tempat itu tak pernah hilang. Baru kali ini terjadi.

Diapun sangat menyangkan dengan kehilangan mobil itu pasalnya surat-surat kenderaan seperti STNK ikut diambil pelaku didalam box mobil tersebut.
“ Malam itu biasanya aku jarang tertidur lelap, tetapi sial aku tertidur pulas hingga pagi. Kunci mobil memang kusimpan,tetapi pelaku berhasil mengambil mobil tanpa diketahui masyarakat sekitar dan anehnya lampu penerangan listrik ada, kenapa tidak ada orang yang tahu?” tanya Juliansyah sembari sedih.

Menerima informasi dari warga masyarakat tentang pencurian mobil, petugas Polres langsung turun kelokasi untuk melakukan olah tempat kejadian, kini masih meminta keterangan sejumlah saksi. “ Kini pelaku masih dalam lidik petugas,”jelas Kapolres melalui Kasub Humas, AKP Ngemat Surbakti.  (mag-3)

PSMS IPL Tahan Persiba

MEDAN- PSMS akhirnya berhasil mengakhiri paceklik poin setelah menahan imbang Persiba Bantul 2-2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (25/2) sore. Dua gol Jecky Pasarella berhasil membuat PSMS meraih satu poin di laga tandangnya.

Pergantian pemain depan di babak kedua efektif berbuah gol. Strategi pelatih PSMS Fabio Lopez memasukkan Rinaldo menggantikan Juanda Mayadi di babak kedua serta menukar Jecky ke kanan dan Rinaldo di sisi kiri berhasil.

Kendati seri, hasil positif itu disyukuri Fabio. Usai pertandingan, ia mengaku senang dengan satu poin yang diraih timnya. “Saya senang, karena pemain juga senang dengan hasil ini,” ungkapnya singkat.

Menurutnya, kali ini wasit Nopendri bekerja cukup baik. “Dari lima pertandingan tandang, baru kali ini wasit bekerja cukup berimbang mengambil keputusan,” tambah Fabio.

Sementara, asisten pelatih PSMS M Khaidir mengatakan, motivasi yang diberikan pelatih mengangkat moral Vagner Luis dkk untuk bermain lebih baik di babak kedua. “Kekalahan beruntun di laga tandang harus diperbaiki. Kita berharap tidak  gagal lagi karena besok (Hari ini, Red), tim akan pulang ke Medan,” tuturnya.

Menyoroti kinerja striker Julio Cesar Alcorse yang belum juga menemukan performa terbaik, Khaidir mengakui, hal tersebut terjadi karena kondisi pemain Argentina itu masih belum pulih 100 persen. “Dia baru cedera dan kondisinya belum pulih total. Itulah penyebabnya,” kata Khaidir lagi.
Untuk Jecky, sambungnya, kedatangan striker PSMS itu memang diharapkan bisa memecah kebuntuan di laga tandang.(saz)

Ingin Hidup Normal Walau tak Keluhkan Rasa Sakit

Tama, Enam Tahun dengan Lubang Anus di Perut

Enam tahun sudah, Riski Yudha Pratama (6) hidup dengan anus di perut. Walau pun demikian anak pasangan Rahmad Aliandi Siregar (32) dan istri, Yenni (32) warga Jalan Laksana, Dusun III, Desa Bintang Meriah, Batang Kuis, hidup seperti anak normal lainnya.

Jhonson P Siahaan  –  Medan.

Sumut Pos, Sabtu (25/2) kemarin menyambangi rumah Riski Yudha Pratama di Jalan Laksana Dusun III Batang Kuis. Lokasinya persis berada di pojok gang kecil yang buntu. Rumahnya sangat sederhana. Berdinding batu yang dicat putih dan beratap seng. Saat itu Riski Yudha Pratama sedang bermain bersama adiknya, Tasya (4). “Silahkan, masuk ajah,” tutur ibu Riski, Yenni kepada wartawan koran ini.

Tidak ada perabot mewah di dalam ruang rumah itu. Hanya ada dua kursi plastik serta ambal coklat. “Kami biasanya memanggilnya Tama,” kata Yenni menyebut nama Riski Yudha Pratama saat menjelaskan panggilan anaknya itu.

Yanni mengawali ceritanya, Tama sekarang berusia enam tahun. Ia hidup dengan anus di perut kirinya. “Ia lahir dengan berat dan tinggi yang normal, hanya saja tidak memiliki anus,” kata Yanni yang saat itu mengenakan baju corak hijau.

Saat mengandung Tama, Yenni mengaku tidak mengalami firasat buruk. Tama dilahirkan di RS Mitra Husada, Pasar VIII, Tembung. Yenni sempat kaget karena anaknya lahir tanpa anus. “ Saat dioperasi Tama berusia dua hari. Tama itu anak saya yang pertama, adiknya Tasya lahir normal. Meskipun anus di perut Tama tak pernah mengeluh sampai sekarang,” sebut sang ibu.

Tama, sekarang sekolah di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kantor Desa dekat tempat tinggal mereka sekarang.

Yenni sadar anaknya itu sekarang tumbuh besar. Ia ingin Tama memiliki anus yang normal. Sebenarnya dokter bisa mengoperasi kembali Tama, agar memiliki anus yang normal. Hanya saja untuk kembali mengoperasi Tama, orangtua Tama harus mengeluarkan uang yang banyak.

Suami Yenni yang berprofesi sebagai buruh bangunan yang berpenghasilan Rp50 ribu perhari itu, tidak mungkin memiliki uang untuk biaya operasi Tama. “Untuk operasi yang pertama saja di RSU Pirngadi kami memakai Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Kami tak bisa berbuat banyak karena penghasilan suami saya tak cukup. Sewa rumah saja Rp1,5 juta per tahun,” bebernya dengan raut wajah sedih.

Tama sekarang sudah mengetahui kelainan tubuh yang dimilikinya. “Setiap mau kami bawa berobat, Tama tak mau, ia takut dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Yenni, Tama tak pernah mengeluh sedikit pun tentang sakit saat buang air besar (BAB) melalui perutnya itu. “ Tak ada kantungan kami buat karena Tama tak mau dipakai itu. Kami hanya pakai kain kasa membersihkannya dan menggunakan air putih. Lagian Tama tak pernah mengeluh sakit,” akunya.

Disela-sela sedang asik berbincang, Yenny, sang ibu memanggil Tama untuk duduk di sampingnya. Saat ditanya, Tama yang menggunakan baju dan celana warna merah ini menjawab sambil menebar senyuman.

“Kalau Tama mau buang air besar, Tama tak merasa sakit Om, Tama suka main bola dan kalau main bola, Tama tak merasa sakit Om,” akunya.
Sambil tersenyum Tama kembali berkata bahwa dirinya kuat makan dan minum dan tak ada sakit apa pun jika kekenyangan.

Tama dengan duduk bersilah ini menambahkan, dirinya baru merasa sakit kalau lubang pembuangan itu disenggol dan bersentuhan. “Tama merasa sakit saat teman Tama pernah menyenggol ini om. Kalau yang ini disentuh sakit om,” akunya sambil menunjukkan lubang anus di perutnya.

Dengan kondisi fisik yang tidak normal itu, Tama mengaku pernah menjadi bahan ejekan teman sekolah. Ada juga sampai ada yang menjahuinya. “Tama diejek kawan dan kawan bilang kentutnya Tama besar sekali om. Tama juga diejek dan dibilang lubang anus Tama tak ada. tapi Tama tetap saja bermain dengan kawan-kawan Tama yang mau bermain dengan Tama,” tuturnya.
Tama sebenarnya memiliki cita-cita seperti anak-anak lainnya.

” Tama ingin kalau sudah besar nanti mau menjadi pemin gitar om, dan Tama ingin seperti anak-anak yang lain,” tuturnya. (*)

Om, punya anus seperti yang lainnya. Kalau malam, Tama lebih suka tidur sama nenek Om,” akunya.

Setelah selesai berbicara, lalu Tama pun berlalu bermain dengan adiknya, Tasya. Yenny mengatakan, dirinya baru pulang dari RSUP H Adam Malik, sehabis berobat jalan. “Rencananya Senin (27/2) lusa, Tama akan dioperasi di RSUP H Adam Malik. Tapi itu pun masih menunggu hasil laboratorium dari dokter dan kalau pun dilakukan operasi saya berharap operasi ini berjalan dengan lancar. Sejauh ini kami hanya membawa berobat jalan saja,” harapnya. (*)

Misi Raih Poin Penuh

PSMS ISL Tour Jawa-Papua

MEDAN-  PSMS sudah bertolak dari Medan melalui Bandara Polonia Medan, Sabtu (25/2) siang, sekira pukul 13.00 WIB menghadapi laga tour Jawa-Papua pada laga lanjutan kompetisi ISL.

Hingga 7 Maret mendatang, PSMS akan menghelat tiga laga tandang. Untuk perdana dijamu Persela Lamongan 28 Februari mendatang. Kemudian pada 3 Maret menghadapi Deltras Sidiarjo dan terakhir bentrok Persidafon Dafonsoro pada 7 Maret mendatang.

Sebelumnya, Badan Liga Indonesia (BLI) menunda laga PSMS kontra Persela di Stadion Surajaya Lamongan Minggu (29/1) lalu. Hal ini disebabkan stadion tersebut tak layak untuk diadakan pertandingan. Stadion alternatif pengganti yakni stadion milik Persegres Gresik juga tak diizinkan digunakan oleh pihak pengelolanya Petrokimia Gresik. Termasuk stadion alternatif lain, Stadion Manahan Solo yang akan dipergunakan untuk pertandingan Persis Solo di kompetisi IPL. Sementara stadion di Mojokerto sempat diusulkan namun ditolak BLI, karena tak memiliki fasilitas pencahayaan.

Saat ini, Pemkab Lamongan telah merenovasi stadion, sehingga laga bentrok PSMS yang tertunda telah dapat dilakoni kembali pada Selasa (28/2) mendatang. Menghadapi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini, motivasi pemain semakin tinggi setelah menekuk Persiram Raja Ampat 1-0 dan menahan tim unggulan Sriwijaya FC tanpa gol pada partai kandang.

“Kami telah mematangkan persiapan juga mental anak-anak menghadapi laga tandang ke Jawa Timur dan Papua. Tantangan berat saat bertandang ke kandang lawan bukan hanya bagi PSMS. Tapi juga bagi tim-tim lain, karena atmosfer sepak bola Jawa sangat kental, sehingga membutuhkan persiapan yang cukup matang agar bisa memetik poin penuh,” jelas pelatih PSMS Suharto AD.

Menurut Suharto, Persela memiliki gelandang apik asal Argentina Gustavo Lopez. Pemain ini merupakan kreator ulung yang tak tergantikan bersama Sukadana yang kerap membangun tempo permainan. “Sedikit lengah maka akan membuat pertahanan kita mudah diterobos. Gustavo Lopez pemain yang harus diwaspadai sepanjang pertandingan,” tuturnya.

“Eksekusi bola-bola mati dari pemain Persela juga harus diwaspadai. Karena, Persela memiliki pemain dengan skill cukup merata dan mumpuni. Tak ada tawar-menawar, seluruh pemain harus meladeni permainan Persela, terutama disiplin mengawasi setiap pemain yang berpotensi membahayakan gawang kita,” tambah Suharto.

Dalam tour Jawa-Papua ini, Suharto mengatakan, PSMS membawa misi meraih poin penuh untuk mendongkrak posisi klasemen sementara. “Minimal bisa bercokol di 10 besar,” harapnya.

Dari data sebelumnya, manajemen PSMS menyatakan akan membawa 20 orang pemain. Namun, ternyata ditambah seorang pemain, jadi untuk laga tour Jawa-Papua PSMS memboyong 21 pemain. Termasuk stopper PSMS yang mendapat kartu merah Novi Handriawan dan gelandang PSMS yang terkena akumulasi kartu kuning Luis Pena.

Adapun ke-21 pemain yang berangkat yakni Markus Haris Maulana, Eddy Kurnia, Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Ledi Utomo, Rahmad, Ramadhan Syahputra, Eko Prasetyo, Anton Samba, Zulkarnaen, Alamsyah Nasution, Luis Alejandro Pena, Ikhyun Oh, Muhammad Antoni, Zainal Anwar, Osas Saha, Choi Dong Soo, Arie Priatna dan Yoseph Niko Ostanika. (saz)

Beda Nasib Andi dan Cheryl

Nasib mantan pasangan suami istri, Cheryl Ann Tweedy dan Ashley Cole kini berbeda 180 derajat. Saat nasib Ashley di Chelsea sedang terancam, mantan istrinya justru meroket di pentas hiburan.

Ashley yang juga bek tim nasoinal Inggris itu disebut-sebut sebagai salah satu pemain senior The Blues yang membangkang kepada sang manajer, Andre Villas-Boas. Bek sayap kiri 31 tahun ini juga dianggap provokator sehingga pemilik The Blues, Roman Abramovich mengancam akan mendepaknya.
Selain Cole, dua pemain senior Chelsea lainnya Frank Lampard dan Michael Essien juga terlibat percekcokan dengan pelatih muda asal Portugal itu. AVB memang jarang memainkan mereka.

Di saat karier Cole sedang terancam, mantan istrinya, Cheryl justru semakin tenar. Selebriti cantik asal Inggris ini kian melebarkan sayapnya di Amerika Serikat. Setelah sempat menjadi juri program The X Factor, wanita 28 tahun itu kini merambah dunia layar lebar.

Seperti dikutip dari The Sun, Kamis 23 Februari 2012, Cheryl melakoni debut di film Hollywood berjudul ‘What To Expect When You’re Expecting’. Dalam film bergenre komedi tersebut, personel grup vokal Girls Aloud itu tampil sebagai cameo.

Seperti halnya di The X Factor, Cheryl juga berperan sebagai juri program pencari bakat di film ini. Di sebuah adegan, wanita kelahiran Newcastle itu mengomentari kemampuan bernyanyi Cameron Diaz, salah satu pemeran utama yang menjadi kontestan. Selain Cameron, film itu juga dibintangi penyanyi seksi Jennifer Lopez. Rencananya, film tersebut akan rilis di Inggris pada 23 Mei mendatang.

Cole dan Cheryl telah bercerai sejak September 2010. Perceraian itu dipicu oleh perselingkuhan Cole dengan beberapa wanita, di antaranya seorang penata rambut, Aimee Walton yang mengaku punya hubungan khusus dengan Cole pada Desember 2006.  (net/jpnn)

Foto Panas Khedira ke Pengadilan

WARTAWAN Tunisia yang menyiarkan ulang foto gelandang Real Madrid, Sami Khedira, yang merangkul kekasihnya yang tidak mengenakan busana, telah menjalani persidangan Kamis (23/2) lalu dengan tuduhan melanggar moralitas.

Nasreddine Ben Saida, editor surat kabar Ettounsia, menyiarkan foto tersebut, yang pertama kali dipublikasi pada majalah GQ edisi Jerman, pekan lalu.
“Ini merupakan insiden serius dan skandal sebenarnya untuk keadilan Tunisia,” kata pengacara Ben Saida, Khalied Krichi.
Pada foto tersebut, pesepak bola Jerman yang memiliki darah Tunisia tersebut mengenakan jas untuk acara makan malam dan merangkul kekasihnya, seorang foto model Jerman, Lena Gercke.

“Kami tidak mengharapkan perlakuan seperti ini kepada para pewarta, yang mengingatkan kembali pada praktek-praktek dari rezim sebelumnya yakni Zine El Abidine Ali,” tambah Krichi.

“Kami melawan publikasi foto seperti ini, yang menentang prinsip-prinsip Arab-Muslim, namun tidak perlu mengkriminalisasi aksi semacam itu.”
Ben Ali, presiden yang cukup lama menguasai Tunisia, digulingkan pada tahun lalu, menyusul pemberontakan yang dilakukan rakyat.
“Kami terkejut dengan pembukaan kasus ini di pengadilan Tunisia,” lanjut Krichi
Sang editor dituduh melakukan penyerangan moral dengan resiko mengganggu ketertiban umum, dan menghadapi hukuman enam bulan sampai enam tahun ditambah denda sebesar 79 dolar sampai 790 dolar jika dinyatakan bersalah.

Asosiasi Pers Tunisia menyerang penahanan Ben Saida, dengan mengatakan bahwa tindakan itu telah menekan kebebasan jurnalis dan pers. Khedira sendiri turut bereaksi terhadap penahanan Ben Saida, dan mengatakan kepada harian Jerman, Bild, bahwa dirinya menyesal terhadap apa yang terjadi. (net/jpnn)

Kobayashi Melejit, Vettel Terbaik

BARCELONA – Kejutan terus terjadi di tes kedua Formula One (F1) 2012. Setelah Pastor Maldonado, giliran pembalap Kamui Kobayashi yang menjadi pembalap tercepat di sesi pramusim.

Dalam tes yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Jumat (24/2) waktu setempat, pembalap asal Jepang itu menjadi pembalap tercepat dengan membuat catatan waktu 1 menit 22.312 detik.

Kobayashi mengalahkan Maldonado, yang kali ini harus puas menempati peringkat kedua dengan tertinggal 0.249 detik dari Kobayashi. Sementara itu, Paul Di Resta berada di urutan ketiga dalam tes hari terakhir.

Performa kurang meyakinkan diperlihatkan dua pembalap dari dua pembalap besar. Jenson Button harus puas menempati peringkat empat, sedangkan Felipe Massa menduduki posisi kelima dengan membuat 1m23.563 detik.

Mark Webber juga tampil sangat buruk dalam tes terakhir ini. Pembalap Red Bull itu harus puas menempati peringkat keenam.
Meski waktu tercepat di Sirkuit Barcelona Spanyol ditempati Kobayashi, namun itu tak menghalangi  Sebastian Vettel menjadi atlet terbaik di negaranya, dan berhak atas penghargaan dari pemerintah Jerman.

Vettel dinobatkan menjadi atlet kehormatan Jerman dan disematkan pin perak daun Laurel, yang menjadi ciri khas Jerman dari sang Presiden, Horst Seehofer. Sang Presiden tak hanya kagum akan prestasi Vettel, tapi juga kepribadian sang jawara bertahan F1 yang tak pernah tinggi hati.
“Meskipun dia selalu teratas dengan banyak trofi yang diraihnya, Anda (Vettel) tetap membumi dan rendah hati,” tutur sang presiden. (net/jpnn)