25 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 13881

GPIB Siap Menjadi Garam dan Terang

MEDAN-Persidangan Sinode Tahunan (PST) Gereja Protestan di Indonesia bagian barat (GPIB) 2012 telah memasuki hari kedua, Jumat (24/2). Kemarin, peserta PST memberikan tanggapan umum terhadap laporan kerja 2011-2012 yang dilaporkan dan dievaluasi malam sebelumnya. Sore harinya, peserta dibagi dalam sidang komisi, guna membahas program kerja GPIB 2012-2013.

Dalam pelaksanaan agenda sidang, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Rev John A Titaley ThD menyampaikan pandangan akademis teologis. Membahas tema Kepemimpinan yang Membangun Masyarakat, profesor teologi ini mengambil ayat Alkitab yang tertulis di Kejadian 1:28-29 sebagai acuan.

Rev John A Titaley berpesan, “Kalau GPIB mau menjalankan kepemimpinan yang membangun masyarakat, sesuai tema Konven dan PST 2012, niat itu harus dilaksanakan dengan memulai dari warga gereja sendiri,” ujar Rev John A Titale yang ditemui usai penyampaian materi. Menyimpulkan materi setebal 8 halaman yang kopiannya dibagikan kepada peserta, Rev John A Titale menegaskan, semua pelayan dan jemaat GPIB harus punya visi dan keteladanan masyarakat yang rukun dan adil. “Itu dimungkinkan karena tiap-tiap kristen sudah disapa Roh Tuhan (Roh Kudus),” ucapnya pasti.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Majelis Sinode (MS) GPIB, Pdt Adriaan Pitoy STh Mmin, memaparkan makna tema sentran Konven dan PST 2012 dimaksudkan agar setiap pemimpin di GPIB dapat meningkatkan peran sebagai garam dan terang bagi lingkungannya. Dimulai dari keluarga sendiri, lingkungan hingga bidang-bidang lain. Harapannya, pemimpin dan jemaat GPIB bisa memberi sumbansih untuk meningkatkan kesejahtearan masyarakat sekitarnya.

Sejalan dengan tema sentral Konven dan PST GPIB tahun 2012, saat ini pengurus gereja tengah menyusun program yang akan menjadi acuan petugas Pelayanan Kategorial (Pelkat/Unit Missioner) untuk melayani jemaat. Pelkat adalah salah satu ujung tombak, perpanjangan tangan majelis sinode, yang melayani dan bersentuhan langsung dengan jemaat GPIB. Pelkat terdiri dari Pelkat Anak, Persekutuan Teruna, Gerakan Pemuda, Persekutuan Kaum Perempuan, Persekutuan Kaum Bapak dan Persekutuan Kaum Lanjut Usia. Unit Missioner ini dikoordinir oleh Ketua III  MS, Pdt Drs Ruddy I Ririhena MSi.

Selain itu, Departemen Pembangunan Ekonomi Gereja (PEG) GPIB tengah berupaya menata kembali asset dan keuangan yang dimiliki GPIB. “Banyak tanah dan aset lain yang tidak diurus dengan serius sehingga dikuasai pihak ketiga,” sebut Ketua IV MS, Pnt Drs Richard van der Muur, Majelis Sinode GPIB yang membawahi PEG.

Departemen PEG pun bertekat mengelola dan mengelola asset dan keuangan untuk kesejahteraan pekerja-pekerja yang mengabdi di GPIB. Langkah yang sudah ditempuh sampai saat ini adalah inventarisir dan verifikasi asset. “Sekarang sedang persiapan pemberdayaan,” ujar Richard van der Muur didampingi Dorothe Erik Samola dan Robert Rompis saat break PST.

Bila pemberdayaan sudah berjalan, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para pelayan yang bekerja di GPIB. “Mulai dari pendeta hingga petugas lainnya,” sebut Richard van der Mur.

PST sendiri dipimpin Robert Rompis sebagai Kepala Departemen PEG, Ketua I PEG yang membidangi Asset dan Keuangan Dorothe Erik Samola, dan Ketua II PEG Ferdinando Walangare yang bertugas sebagai penggalang dana.

Aset GPIB sendiri jumlahnya sangat banyak dan tersebar dari ujung barat Indonesia hingga ke bagian timur. Diantaranya, sejumlah lahan, gedung hingga empat sekolah tinggi masing-masing UKSW Salatiga, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Jogjakarta, STT Jakarta dan STT INTIM di Makassar.
Di Fakultas Teologi UKSW dan UKDW serta STT Jakarta dan STT INTIM di Makassar inilah anak muda jemaat GPIB dididik menjadi pelayan Tuhan. (tms)

Syukur! Bansos tak Jadi Cair

Oleh: Herdiansyah
Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Wajah pria itu terlihat serius. Dahinya pun berkerut. Sesaat setelah dia membaca koran di tangannya, mendadak terdengar tawa sinis dari mulutnya seraya berujar, “Luar biasa! rumah ibadah tak dibantu, malah warung tuak yang kecipratan!”

Tak lama kemudian pria itu terlihat menggaruk-garuk kepalanya dan membanting koran yang sejak tadi dibacanya di atas meja. Koran pun berserakan dan sebagian lembarannya ada yang bersebaran di lantai. Dahinya makin berkerut karena masih terlihat tak percaya. Uang dana bantuan sosial (bansos) Pemprovsu 2009-2011 sebesar Rp1,2 triliun mengalir ke mana-mana. Mengalir hingga jauh, tapi bukan kepada mereka yang berhak.
Tapi, memang itu faktanya. Hasil gelar perkara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memang menyebutkan uang rakyat itu dihambur-hamburkan tak hanya hingga ke warung tuak.

Pria itu adalah pengurus sebuah masjid di pedalaman Hamparan Perak, Deliserdang. Sejak tahun 2009 hingga 2011, dia dan pengurus masjid lainnya rutin mengajukan permohonan bantuan renovasi masjid kecil di kampung itu. Kondisinya saat ini memang jauh dari layak. Bukan karena sebagian lantainya telah rusak, atau sebagian dindingnya telah retak, masjid itu memang tak muat menampung jumlah jamaah di kampung itu.

Tahun 2009 dan 2010 proposal permohonan bantuan pembangunan masjid mereka antarkan langsung ke Biro Binsos Pemprovsu. Namun permohonan itu tak pernah berjawab. Sekadar pemberitahuan bahwa proposal itu ditolak juga tak pernah mereka terima. Hilang seperti ditelan ombak.

Tahun 2011 mereka mencoba lagi. Melalui seorang pengurus partai, proposal mereka pun diarahkan ke Badan Anggaran DPRD Sumut. Tapi, tak gratis. Mirip calo, pengurus partai itupun minta uang lelah. Pengurus masjid dari kampung itu patungan untuk memberi uang lelah. Meski yang lelah justru mereka yang jauh-jauh datang dari pedalaman Hamparan Perak.

Beberapa bulan kemudian pengurus masjid itupun bersorak. Bahkan sampai sujud syukur. Melalui perwiridan malam Jumat, selembar surat fotokopian dari Biro Binsos Pemprovsu dibacakan. Masjid yang berukuran kecil itu bakal diperluas. Pasalnya, Biro Binsos telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp100 juta. Tak mau berlama-lama, malam itu juga mereka berembuk membentuk panitia pembangunan masjid. Taksasi dana pun dibuat.

Sayang, hingga kini masjid itu tak jadi direhab. Panitia pembangunan pun sudah dibubarkan. Kertas tempat pencatatan taksasi dananya juga hilang entah ke mana. Dana hibah itu tak pernah mereka terima. Beberapa kali upaya pencairan dana bansos itu digagalkan pengurus masjid. Pasalnya, mereka harus menyerahkan Rp40 juta kepada petugas di Biro Binsos. Tapi, kwitansi yang mereka teken tertera Rp100 juta. Mereka menolak karena karena harus mempertanggungjawabkan bantuan Rp100 juta, tapi yang mereka terima hanya Rp60 juta.

“Mereka bilang yang Rp40 juta untuk infaq. Tak jelas infak apa,” kata pria itu. Meski tak jadi menerima dana bansos, pengurus masjid menganggapnya sebuah rezeki. Pasalnya, jika mereka menerima pencairan dana itu, saat ini pasti mereka kelimpungan memulangkannya ke kas negara. Karena Kejatisu meminta semua penerima aliran dana bansos, baik secara utuh maupun terpotong, untuk mengembalikannya melalui Kejari setempat. “Makan aja susah, disuruh mengembalikan uang pula. Syukur! Bansos tak jadi cair,” ujar pria itu kembali mengambil koran yang tadi diletakkannya di atas meja. (*)

PWI Sumut-Percasi Capai Kesepakatan

MEDAN-Satu terobosan positif  kembali disepakati PWI Cabang Sumut dengan Pengprov Percasi provinsi ini, khususnya dalam hal persiapan atlet catur wartawan menghadapi Porwanas Tahun 2013 di Surabaya.

“Alhamdulillah, selain seleksi atlet catur Porwanas digandeng dengan agenda kegiatan Percasi Sumut yakni Turnamen Piala Waspada, pihak Percasi juga bersedia menangani persiapan pecatur wartawan  menghadapi Porwanas,” kata Ketua PWI Cabang Sumut Drs M Syahrir di Medan, Kamis (23/2).

Syahrir menjelaskan, kesepatan ini dicapai setelah ia bersama Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean dan Wakil Ketua Jonny Ramadhan Silalahi melakukan perbincangan dengan Ketua Umum Percasi Sumut diwakili Sekum  Perry Iskandar usai rapat KONI Sumut kemarin.

“Kami siap membantu persiapan pecatur wartawan Sumut menghadapi Porwanas,” kata Perry Iskandar.
Bagi PWI Sumut, kesepakatan ini sangat berarti positif. Sebab persiapan cabor catur ke Porwanas ditangani oleh pihak yang memang ahli di bidangnya.

Sejalan dengan itu pula, Syahrir menghimbau bagi wartawan anggota PWI yang memiliki talenta di cabor catur untuk ambil bagian pada Turnamen Piala Waspada  Cup 2012 khusus kategori wartawan, yang sekaligus dijadikan sebagai penjaringan atlet menghadapi Porwanas 2012.
Turnamen Catur Waspada Cup akan digelar 28 Februari hingga 3 Maret 2012 di Gedung PWI Parada Harahap Jalan H.M Said Medan.

Event yang akan dibuka Ketua Umum PB Percasi Hasyim Joyo Hadi Kusumo, untuk kelompok umum akan diikuti percatur-pecatur terbaik di tanah air, karena dijadikan sebagai ajang ujicoba sebelum tampil di PON XVIII/2012.
Turnamen yang sudah menjadi agenda tahunan Percasi Sumut ini, juga mempertandingkan nomor khusus untuk wartawan anggota PWI, yang sekaligus dijadikan sebagai seleksi atau sarana penjaringan atlet menghadapi Porwanas 2013.

“Atlet wartawan yang terjaring dari event ini, nantinya akan berlatih atau menjalani seleksi bersama di bawah penanganan pelatih dari Percasi Sumut hingga penetapan atlet seratus persen,” kata Ketua SIWO PWI Sumut Hamona ngan Panggabean dan Wakil Ketua Jonny Ramadhan Silalahi.

Bagi wartawan anggota PWI yang ingin ambil bagian dalam Turnamen Waspada Cup 2012 ini, dapat mendaftarkan diri di Gedung PWI Sumut dengan membawa foto copy anggota PWI yang masih berlaku. (jun)

Sudahi Dahaga Gelar

Cardiff City v Liverpool

LONDON- Asa dapat gelar sejak 2006 lalu bakal tersaji di depan mata ketika Liverpool meladeni tantangan Cardiff City di Final Piala Carling, Minggu (25/2) malam ini di Wembley Stadium.

Juara 18 kali Liga Inggris ini memang sudah terlalu lama puasa gelar. Kerokongan prestasi mereka begitu kering. Enam tahun lalu ketika angkat tropi, yang diangkat adalah Piala FA dan Community Shield. Berusaha menambah koleksi gelar liga sangat berat bagi mereka.

Menuju laga ini, anak asuh Kenny Dalglish sedang jumawa karena mampu mengandaskan Brighton di Piala FA dengan skor 6-1. Mental meningkat dengan baik. Kapten tim, Steven Gerrard pun tak sabar kembali menambah koleksi ke lemari tropi klub.

“Enam tahun tanpa trofi untuk klub sepak bola tentu tak baik. Itu sudah terlalu lama. Sudah waktunya kami kembali mendapatkan piala,” kata pemain tengah Inggris itu di Soccerway.

“Semua orang tahu klub ini telah melalui beberapa masa sulit. Tapi kami bergerak maju sekarang, tanpa putus asa kami akan membawa kembali kesuksesan. Kami akan kerja keras untuk itu,” tambahnya.

Perjalanan ke final sudah cukup teruji. Liverpool sukses mengandaskan Chelsea dan Manchester City. Tentu saja melawan Cardiff  yang bertanding di kasta kedua Liga Inggris bakal lebih mudah.

Cardiff melaju ke final usai menaklukkan tim-tim yang bisa dibilang gurem. Yakni Oxford United, Huddersfield Town, Leicester City, Burnley, Blackburn dan Crystal Palace.

Meski begitu, Skuad asuhan Malky Mackay tampak yakin bisa memberikan kejutan. Runner up FA Cup 2008 itu sebenarnya tak bagus di partai terakhir. Dari lima laga away, mereka cuma sekali menang. Terakhir mereka dihajar 3-0 oleh Ipswich Town di liga.

Soal peta kekuatan skuad, kubu Cardiff optimis mampu merepotkan Liverpool. Biasanya, Mackay mempercayakan striker Kenny Miller. Sementara gelandang Don Cowie yang telah bikin tiga gol di Piala Carling musim ini bakal mendapatkan kepercayaan. (ful)

Berburu Tiket Eropa

Espanyol v Levante

CORNELLA- Espanyol berpeluang mengunci tiket tersisa kompetisi Eropa musim depan. Syaratnya mengandaskan perlawanan Levante yang juga berpeluang mencuri tiket yang sama.

Kedua tim akan bertanding di markas Espanyol dini hari nanti. Siapa yang menang, tentu berpeluang duduki posisi empat klasemen sementara. Papan tengah La Liga memang ketat. Masing-masing klub hanya dibedakan satu angka.
Sementara ini Bilbao duduk di peringkat empat dengan 33 angka. Disusul Espanyol dengan angka sama. Lalu ada Atletico Madrid dan Levante yang sama-sama simpan 32 angka.

Arsitek Espanyol, Mauricio Pochettino pun fokus pada proyek itu. Minimal mengejar kualifikasi Eropa. Namun, Pochettino harus menerima kenyataan bahwa Levante cukup sulit dikandaskan.

“Kami memang terus berpikir tentang pertandingan berikutnya melawan Levante,” katanya di Soccerway. “Kerja, kerendahan hati dan solidaritas sangat penting untuk menjaga tim agar menang,” sambungnya.

Menurut Pochettino, semua orang di timnya sedang bekerja keras. “Semua orang di klub bekerja berjam-jam, mereka memiliki kemampuan dan  menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki keadaan,” tambahnya. (ful)

Kejagung Usut Gayus Model Baru

Punya Rekening di 18 Bank, Sekali Transfer Rp2 Miliar

JAKARTA- Terungkapnya skandal besar pajak yang melibatkan Gayus Tambunan, tak serta merta membuat jera aparat pajak. Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengungkap kasus serupa di instansi terbesar di Kementrian Keuangan itu.

Kasus ‘Gayus Jilid 2’ ini melibatkan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) golongan IIIa, Dhana Widyatmika (DW). Ia diduga memiliki simpanan di 18 bank dengan jumlah yang di luar kepatutan sebagai pegawai negeri. Baik dalam bentuk rupiah maupun dollar. Dalam satu kali transfer ke rekeningnya bisa mencapai USD 250 ribu atau setara Rp2,25 miliar. Kejagung sudah memblokir semua rekening tersebut.

Dirjen Pajak A Fuad Rahmany menyerahkan proses hukum mantan pegawainya kepada Kejaksaan. “Saya juga tidak mau membuat tuduhan atau kesimpulan. Kita tunggu saja proses hukumnya,” kata Fuad di Jakarta, kemarin.

Per 2 Januari 2012 lalu, DW telah pindah ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta. Terakhir, DW bekerja sebagai Account Representative (AR) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar atau biasa dikenal dengan Kantor LTO (Large Tax Office). Kantor pajak di daerah Gambir, Jakarta Pusat itu, melayani 300 Wajib Pajak terbesar. AR adalah posisi yang sangat strategis karena melayani wajib pajak secara langsung.

Fuad mengaku belum tahu kasus pajak yang diduga terkait dengan DW. “Rekening-rekening itu bukan hanya tahun ini, tapi juga tahun-tahun lalu. Dulu-dulu juga dibuka. Yang bersangkutan juga sudah pindah dari DJP,” kata mantan Ketua Bapepam itu. Ia mengatakan, DW pindah ke Dispenda DKI atas permintaan sendiri. Saat ini memang banyak pegawai DJP yang dipindah ke Pemda. Ini karena Pemda membutuhkan banyak aparat pajak sebagai akibat dari dipindahkannya wewenang pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan ke daerah.

DW beristrikan DA, pegawai yang masih bekerja di DJP. Pada Selasa lalu, aparat Kejagung telah menyita sejumlah dokumen di lantai 19 kantor pusat DJP di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Fuad mengatakan, pengawasan internal DJP sudah dilakukan secara maksimal. Tindakan keras juga sudah dilakukan. “Kalau selama ini penertiban di dalam kita sangat luar biasa. Tahun 2011 kita ada beberapa belas orang saya usulkan untuk dipecat dengan tidak hormat. Jadi ada penindakan, jadi jangan bilang di DJP kita tidak ada sangsi,” kata Fuad.

Untuk kasus DW, pihaknya berjanji akan membantu seluruh proses hukum. Untuk sanksi kepegawaian, bergantung Dispenda DKI karena sudah bukan lagi menjadi pegawai pajak. Sedangkan untuk DA, kata Fuad, tetap menunggu proses hukum. ?PNS itu ada undang-undang yang melindungi PNS. Jadi tidak bisa diperlakukan semena-mena. Kalau memang ada kesalahan, harus dibuktikan dulu di muka hukum,? kata Fuad.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad mengatakan, aset-aset DW yang disita Kejagung meliputi duit dalam bentuk kertas dan emas. Noor mengakui, total uang yang dimiliki DW mencapai miliaran.(sof/aga/jpnn)

Dianggap Layak Jadi Kapten Timnas Inggris

Pearce Sebut James Milner

LONDON – Tim nasional Inggris saat ini memang sedang krisis komando. Selain belum memiliki pelatih tetap menyusul pengunduran diri Fabio Capello, Three Lions-julukan timnas Inggris juga belum memiliki kapten tim. Nah, Stuart Pearce yang ditunjuk sebagai karteker, harus segera menentukan siapa yang pantas menyandang ban kapten.  Apalagi, Rabu (29/2) nanti Inggris akan menghadapi Belanda dalam laga uji coba.

Pearce sejauh ini belum memastikan siapa yang bakal memegang komando di lapangan.  Namun, dalam sebuah pernyataan, Pearce memberi isyarat kalau ban kapten akan diserahkan kepada gelandang Manchester City James Milner.
“Setahun yang lalu saya diminta untuk berbicara mengenai kepemimpinan kepada pasukan di Afganistan. Dalam perjalanan ke sana, saya berpikir, pendekatan apa yang mesti aku lakukan” Elemen kunci apa yang saya yakini sebagai faktor utama dalam sebuah kepemimpinan,” ungkap Pearce kepada ESPN.
“Saya hanya merumuskan satu kata, pemimpin harus tidak egois. Rekan satu tim harus tahu bahwa pemimpin bertugas untuk kepentingan bersama, bukan untuk diri sendiri,” ujarnya.

Dari rumusan tersebut, Pearce pun sudah memikirkan nama lain yang dianggap memenuhi syarat.
“Saya akan berusaha menunjuk kapten yang saya yakini memiliki karakter-karakter itu dari sudut pandang pemain lain, seseorang yang amat penting untuk tim. Nah, saya melihatnya seperti sosok James Milner,” timpalnya.

Meski hanya berstatus pelatih sementara, namun Pearce siap jika nantinya FA atau asosiasi sepak bola Inggris menunjuk dirinya sebagai arsitek di Euro 2012.  Pearce merasa memiliki kapasitas untuk menangani Inggris di turnamen akbar.

“Saya diminta menangani tim untuk laga melawan Belanda.  Saya lalu bilang kepada para bos di sini (FA), kalau mereka membutuhkan tenagaku di musim panas (Euro 2012), saya akan mengambil kesempatan itu,” papar pria yang juga menangani timnas U-21 serta tim Olimpiade Britania Raya tersebut.

“Saya  sudah merasakan dua semi final turnamen besar ketika masih menjadi pemain.  Saya membawa timnas U-21 ke final saat menjadi manajer tim, dan saya bekerja bersama Fabio Capello di Piala Dunia 2010,” tuturnya.

Di lain soal, Stuart Pearce tak bisa mendampingi timnas U-21 Inggris menghadapi Belgia Rabu mendatang (29/2).  Sebab, saat itu dia harus menangani tim senior melawan Belanda.  Tugas Pearce di timnas U-21 pun dialihkan kepada dua asistennya Brian Eastick dan John Peacock.  Karena keduanya “naik pangkat”, posisi asisten yang lowong kemudian dipercayakan kepada kapten Everton Phil Neville. (bas/jpnn)

PMI Sumut Bantu Korban Kebakaran Gang Seto

MEDAN-Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara memberikan bantuan kepada para korban kebakaran di Jalan AR Hakim, GAng Seto Medan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua PMI Sumut DR H Rahmat Shah beserta pengurus PMI Kota Medan kepada Posko Korban Kebakaran pada Selasa (21/2) 2012.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket Family Kit, selimut dan kelambu masing-masing 24 set yang diterima oleh Camat Medan Area, Khairuddin Rangkuti beserta Lurah, dan Kepala Lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Rahmat Shah yang juga Anggota DPD RI berdialog langsung dengan para korban kebakaran sekaligus memberikan dorongan semangat bahwa manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan. “Kepada saudara-saudara kami yang ditimpa musibah kebakaran, kiranya dapat mengambil hikmah atas cobaan ini.

Kita manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan yang menentukan segala-galanya. Untuk itu, kami atas PMI Sumatera Utara dan PMI Kota Medan, terpanggil untuk sedikit meringankan beban para korban, mudah-mudahan apa yang diberikan punya arti walaupun kecil jumlahnya,” kata Rahmat memberikan semangat.

Menyikapi fenomena terakhir banyaknya kejadian kebakaran di Kota Medan, Rahmat meminta kepada warga agar senantiasa waspada serta menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan kebakaran. Rahmat juga berpesan kepada Pemko Medan, khsusnya pihak pemadam kebakaran agar dapat lebih tanggap dan sigap dalam menolong korban.

“Kami mendapatkan laporan bahwa di beberapa tempat peristiwa kebakaran, mobil pemadam kebakaran terlambat datang. Bahkan, untuk mengambil air selalu jauh dan lambat. Ini tentunya menjadi perhatian kita bersama, terutama Wali Kota Medan agar jangan sampai muncul hal-hal negatif di tengah-tengah masyarakat terhadap kinerja pemadam kebakaran Kota Medan,” harapnya.

Sebelumnya Rahmat Shah melalui PMI Sumatera Utara memediasi seorang anak yang tidak memiliki anus, Rizky dari Batang Kuis yang dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Setelah melakukan pertemuan serta dialog dengan Direktur Utama RSU HAM Medan, Dr Arwan Hakmi Lubis,Sp AMkes di ruang kerjanya.

Setelah dilakukan pertemuan, pihak RSU HAM melalui Diretur menyambut positif dukungan PMI terhadap Rizky, meskipun sebelumnya secara rutin keluarganya telah membawa Riski untuk kontrol di RS, sebelum dilakukan operasi.”Kita akan periksa lebih dulu kondisinya, karena memang belum waktunya dia dioperasi,” ujar Arwan. (*/ila)

BM3 Sumut Bantu Korban Kebakaran

MEDAN-Pengurus Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumut menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp30 juta kepada 66 kepala keluarga korban kebakaran di Jalan Bakti Gang Seto, Medan Area, Selasa (21/2), kemarin.

Bantuan diserahkan untuk warga korban kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Seto. Bantuan diterima oleh Camat Medan Area, Khoiruddin  Rangkuti.
Mewakili Ketua BM3 Sumut Syahruddin Ali SH,  Ketua harian BM3 Sumut, H Ahmad Arif SE MM menyampaikan, bantuan korban kebakaran merupakan wujud peduli dari BM3 Sumut kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Ahmad Arif mengatakan keluarga besar BM3 Sumut menitipkan salam simpati dan rasa prihatian kepada semua korban kebakaran. “Sebagai sesama kami datang meringankan beban saudara-saudara kami,” sebutnya didampingi  Sekretaris HM Yunan, Wakil Ketua Besri Nazir, Wakil Sekretaris Irwan Suherman.

Camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti mengatakan, bantuan uang senilai Rp30 juta akan didistribusikan secara merata. Prosesnya  dipantau agar tidak terjadi kesalahpahaman. (ril)

MTQ ke-45 Medan Baru Meriah

MEDAN- Pelaksanaan Musyabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 45 Tahun 2012 tingkat Kecamatan Medan Baru, digelar di Halaman Kantor Lurah Darat, Kecamatan Medan Baru, Jalan Patimura, No 151 Medan, Kamis (23/2).

MTQ ke 45 tingkat Kecamatan Medan Baru  ini, diikuti  36 peserta yang berasal dari enam kelurahan se-Kecamatan Medan Baru, antara lain, Kelurahan Petisah Hulu, Kelurahan Merdeka, Kelurahan Darat, Kelurahan Padang Bulan, Kelurahan Titi Rante dan terakhir Kelurahan Babura.

MTQ ini menggelar tiga kategori lomba, yakni lomba membaca Alqur’an tingkat dewasa putera dan puteri, lomba membaca Alqur’an tingkat remaja putera dan puteri, serta lomba membaca Alqur’an tingkat anak-anak putera dan puteri.  Juara umum dari MTQ ke 45 yang mengambil tema

“Kita tingkatkan iman dan taqwa serta kerukunan umat neragama untuk mewujudkan Medan sebagai Kota Metropolitan yang nyaman, religius dan sejahtera” tersebut, diraih oleh Kelurahan Darat.

Acara yang berlangsung satu hari tersebut, dibuka dan ditutup langsung oleh Camat Medan Baru, Robert A Napitupulu AP, Msi. (*/ari)