31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13882

Takut Tak Bisa Tahan Tawa

Chintya Lamusu

Cynthia Lamusu  terlibat dalam pentas bertajuk KABARET ORIENTAL.  Cynthia mengaku tak begitu susah dalam mengeksplorasi karakter. Dia malah merasa sangat terbantu dengan tata make-up yang benar-benar hebat.

Menurut wanita kelahiran Jakarta tahun 1975 ini, make-up artis pagelaran tersebut benar-benar handal. Mereka bisa bikin kerutan di wajah namun tetap terlihat cantik. “Jadi kesan tahun 60-annya dapet,” terangnya.

Salah satu personil B3 ini juga merasa tak kesusahan memerankan seorang Ibu. Menurut dia, naluri seorang Ibu akan keluar dengan sendirinya meski belum mempunyai anak. Dan di dalam pagelaran ke-12 EKI Dance Company tersebut, Cynthia tak terlalu memfokuskan diri pada pakem-pakem seorang Ibu yang merupakan istri keempat dari juragan batik. Malah yang harus dia perhatikan adalah basic komedi.

Selain Cynthia, KABARET ORIENTAL juga didukung nama-nama seperti Sarah Sechan dan Bayu Oktara dengan akting komikal yang mampu mengocok perut. Dengan lawan main seperti ini, ia pun sempat takut tak bisa menahan tawa di atas panggung.

Melalui pagelaran tersebut istri Surya Saputra ini belajar banyak tentang bahasa mandarin. (kpl)

Terdakwa Erwin Menangis

Sidang Pembunuhan Teller BRI

MEDAN-Terdakwa Erwin Panjaitan menitikkan air mata saat memberikan keterangan di depan Hakim Muhammad SH, dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan teller BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangungsong di PN Medan, Rabu (7/3).

Terdakwa Erwina Panjaitan mengaku, rencana perampokan direncanakan oleh istrinya.
“ Perampokan ini direncanakan oleh saya dan istri,” ujar terdakwa sembari menangis. Erwin juga mengaku dia tidak berniat melakukan pembunuhan terhadap korban.

“ Saya tidak berniat membunuh korban Namun karena dia diikat dan dilakban oleh istri saya. Saya juga tidak tahu kalau korban sudah tewas,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Mendengar pengakuan terdakwa keluarga korban langsung bereaksi.
“ Tidak usah kau menangis pembunuh. Kau polisi takut sama istrimu. Kau tidak layak jadi polisi. Kau polisi pembunuh,” teriak keluarga korban marah.

Sementara itu pengawalan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap terdakwa Briptu Erwin Panjaitan, dinilai keluarga korban sangat berlebihan.

Pengamanan aparat kepolisian terhadap empat terdakwa Erwin Panjaitan, Eva Lestari Surbakti, Ria Hutabarat dan Suherman alias Embot setiap sidang memang cukup ketat. Puluhan personel Poltabes Medan selalu berjaga-jaga, karena keluarga korban terus berusaha untuk menyerang para terdakwa setiap sidang digelar.

“ Kok kami yang kalian (polisi, Red) jaga-jaga, kok kami pula yang disorong-sorong, pembunuh itu yang seharusnya disorong,” ujar salah keluarga korban, usai persidangan.

“Tidak usah kalian lindungi polisi pembunuh itu. Kalian jangan mencoba melindungi polisi perampok dan pembunuh. Kami minta dihukum mati,” ujar orangtua korban.

Teriakan keluarga korban mengundang perhatian pengunjung sidang. Bahkan terdakwa Erwin Panjaitan harus dilarikan dan dikeluarkan dari pintu lain ruang sidang.(rud)

Parkir Memberatkan

087869375xxx
Kepada instansi yang terkait, kami keluarga pasien di Rumah Sakit Mitra Sejati sangat keberatan parkir kalau siang dikutip Rp1.000, malam Rp2.000. Mohon ditindak juru parkirnya, jangan sampai kami adu kekerasan. Sekarang jaman sudah sulit, terima kasih.

Kami Tindaklanjuti
Kita tindak lanjuti ke lapangan supaya tidak terjadi lagi di lapangan. Terima kasih.
Pahmi Harahap
Kabid Parkir Dishub Kota Medan

——-

Dispenda Kota Medan Harus Mengaudit
Kita minta dinas perhubungan mengawasi tarif parkir. Jangan sembarangan menetapkan tarif parkir sehingga memberatkan warga seperti yang disampaikan dalam pesan singkat ini. Dalam hal ini, Dispenda Kota Medan juga harus mengaudit besaran pajak yang ada di Rumah Sakit Mitra Sejati agar diketahui besaran pemasukan ke Pemko Medan dari restribusi parkir. Jangan-jangan dipungut besar yang masuk kecil.
Hal ini tak lepas dari lemahnya pengawasan Pemko Medan. Dalam artian Wali Kota Medan tidak mampu mengawal pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) di lapangan. Di mana pelakunya justru bawahan wali kota itu sendiri.

Muslim Maksum
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan

Lurah Menolak Dikritik

085361311xxx
Pak wali kota Yth apakah warga tak berhak memberi kritik kepada seorang lurah yang dianggap salah dalam kinerjanya? Sebab saat lurah memberikan surat pemberitahuan larangan berjualan di trotoar, Lurah Pasar Merah Timur marah terhadap warga yang mengingatkan agar larangan berjualan di trotoar harus adil. Lurah pun menunjukan kemarahannya dengan menggusur PKL yang perotes dan membiarkan PKL yangg lain tetap berjualan di trotoar. Kami muak dengan sistem orde baru seperti yang diterapkan Lurah Pasar Merah Timur. Mohon perhatian.

Tidak Dibenarkan Jualan di Atas Trotar
Untuk pedagang yang berjualan di atas trotoar khusus di depan kuburan Jalan Halat tidak dibenarkan dan sudah beberapa kali kita ingatkan. Terima kasih.

Khoiruddin SE Ssos
Camat Medan Area

Kecanduan Belanja On Line

Victoria Beckham

Victoria Beckham telah menjadi ikon fashion dunia. Baju rancangannya dikenakan banyak rekan selebriti, termasuk bintang A-list seperti Cameron Diaz dan Eva Longoria. Untuk menjaga image itu, ibu empat anak tersebut memastikan dirinya akan selalu terlihat sempurna dalam urusan penampilan di hadapan publik.

Mantan personel Spice Girls itu menegaskan, dirinya tak akan keluar rumah dengan baju santai yang tidak stylish. Kepada majalah fashion Prancis, Madame Figaro, istri David Beckham tersebut melarang dirinya mengenakan ugg boots, salah satu model sepatu bot yang sangat mengutamakan kenyamanan ketimbang gaya, selain dipakai di dalam rumah.
“Anda tidak akan pernah melihat saya memakai training di luar rumah. Saya terlalu cinta fashion dan tidak ingin menodainya dengan baju semacam itu,” kata perempuan yang meraih sejumlah penghargaan desain itu.

Di majalah tersebut, Victoria menghiasi kover depan dan belakang. Di kover depan, dia mengenakan bodysuit Prada dan bagian belakang memakai halterneck dress Alexander Wang. Pada bagian dalam, Victoria berpose dengan mengenakan gaun rancangannya sendiri, Lanvin dan Hakaan. “Saya sangat kecanduan Prada dan tas Hermes,” ujarnya.

Soal selera busana, Victoria memuji aktris Kate Bosworth dan bintang film Prancis Clemence Poesy. Jika disuruh memilih orang untuk didandani, Victoria menyebut Tilda Swinton. “Tilda memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat. Saya dengan senang hati mau mendesain baju untuknya,” tegas Victoria.

Perempuan 37 tahun itu juga bercerita tentang kegiatannya di rumah saat para buah hatinya sudah tidur. “Saya suka belanja online. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berselancar di situs Net-A-Porter. Ide membeli baju dari rumah dan bisa mengembalikannya jika tidak cocok sangat bagus. Benar-benar kebebasan,” ucapnya. (c8/ayi/jpnn)

Dipecat Tanpa Peringatan

082163822xxx
Kepada Bapak anggota dewan Kabupaten Deliserdang dan Bapak Depnaker Deliserdang mohon perhatiannya. Bahwa ada seorang pekerja dari PT Salim Ivo Mas Pratama yang ada di Jalan Sudirman Lubuk Pakam dipecat begitu saja tanpa ada peringatan apa-apa. Mohon  bantuanya dan kepada  serikat buruh Kabupaten Deliserdang mohon ditinjau, karena PT itu tidak ada serikat buruhya. Atas bantuan Bapak-Bapak kami ucapkan terima kasih.

Laporkan Juga ke Dewan
Terima kasih atas informasinya. Laporan ini langsung kami teruskan ke Depnaker Deliserdang untuk ditindaklanjuti. Begitu pun, masalah ini dapat juga disampaikan ke DPRD Deliserdang.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Perampokan Marak di Jalan Bambu I

085276996xxx
Perampokan kian marak terjadi dan merajela di Jalan Bambu I Simpang Gaharu yang telah meresahkan warga setempat dan sudah satu korban yang terbunuh. Perampok sering mangkal di warkop dekat parit busuk menunggu dan mengincar calon korbannya dan dalam seminggu terjadi tiga kali perampokan di lokasi yang sama pada pukul 18.00 WIB, 19.00 WIB, 20.00 WIB. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang diambil Kepling setempat dan pihak kepolisian. Semoga menjadi perhatian Pak Kapoldasu, Kapolresta, dan Kapolsek Medan Timur.

Segera Ditindaklanjuti dan Diantisipasi
Terima kasih atas informasinya. Saya akan sampaikan laporan ini kepada Kapolsek/Kapolres terkait untuk segera ditindak lanjuti dan diantisipasi.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Bersihkan Sampah, Warga Medan Polonia Gotong-royong

MEDAN-Kegiatan gotong-royong semakin gencar dilakukan di beberapa kelurahan di Medan. Kali ini, kegiatan gotong rotong kembali dilakukan di Kecamatan Medan Polonia, Rabu (7/3) sekira pukul 16.00 WIB.
Gotong royong dilakukan di dua tempat lokasi, yakni seputar bundaran Bandara Polonia Jalan Imam Bonjol lingkungan 4 Kelurahan Sukadame dan di seputaran Jalan Zainal Arifin tepatnya di kampung Keling Lingkungan VI Kelurahan Madras Hulu.

Camat Medan Polonia Drs Ody Dody Prasteyo MSP mengatakan, kegiatan gotong-royong di Bandaran Polonia, Jalan Imam Bonjol dilakukan untuk melestarikan keindahan lingkungan yang ada di Kecamatan Medan Polonia.
Kemudian, untuk gotong royong yang di Jalan Zainul Arifin Lingkungan VI Kelurahan Madras Hulu berupa pembersihan sungai dan penanaman pohon di bantaran sungai Babura. “Kegiatan gotong royong yang hampir tiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu sore. Tujuannya untuk keindahan Medan Polonia akan terwujud,” ujar Ody.

Dikatakan Ody, kegiatan gotong royong merupakan bagian yang diprioritaskan  pihak Kecamatan Medan Polonia. Sebab, sambungnya, di kedua daerah tersebut khususnya di aseputar bundaran Polonia Jalan Imam Bonjol selalu terdapat tumpukan sampah yang berasal berasal dari pengguna jasa udara. “Saya pernah melihat para pengguna jasa udara yang membuang sampah sembarang di lokasi itu. Tapi, ketika hendak saya tegur, sudah keburu kabur,” cetusnya.
Nah, untuk menghindari warga maupun pengguna jasa udara yang membuang sampah sembarang, sambung Ody, pihak kecamatan telah memerintahkan kepada kelurahan setempat untuk menjaga lokasi itu. “Dengan dilakukan penjagaan oleh pihak kelurahan, maka sampah yang berserakan tidak terlihat lagi,”ungkapnya.

Untuk mengantisipasi tumpukan sampah yang ada di kecamatan Medan Polonia, pihak kecamatan juga rutin mengangkut sampah  sebanyak empat kali sehari di lokasi tersebut. “Pengangkutan sampah pertama dilakukan mulai pukul 07.15 Wib-09.00 Wib. Kedua, dilakukan pukul 14.00 WiB-16.00 Wib. Ketiga, pengangkutan sampah dilakukan mulai malam hari pukul 20.00-21.30 Wib. Terakhir pengangkutan sampah dilakukan mulai pukul 22.00 WIB-23.30 Wib,” ujarnya. (omi)

Lebarkan Pasar Penggemar

Justin Bieber

Justin Bieber sepertinya sudah jengah hanya berkutat dengan para fansnya yang kebanyakan remaja. Penyanyi yang ngetop lewat single Baby itu berencana menarget penikmat musik yang lebih dewasa. Bieber ingin keluar dari zona aman lewat album Believe yang bakal dirilis tahun ini.

“Anda tidak akan bisa mengharapkan apa pun dari albumku. Materi terbaru itu nanti bakal total berbeda. Itu tidak bakal sama dengan lagu-laguku yang sudah ngetop saat ini,” ujar Bieber kepada MTV.

Pernyataan tersebut tentu bakal menjadi perjudian besar bagi Bieber. Bisa jadi keinginan penyanyi berusia 18 tahun itu menyakiti para Beliebers, sebutan fans Bieber. Hal itu tentu bakal berdampak terhadap penjualan Believe. Namun, kemungkinan buruk tersebut sudah diantisipasi pacar Selena Gomez itu.

Bieber bilang tidak ingin menghilangkan Beliebers. Yang dia inginkan hanya mencari respek lebih. “MJ (Michael Jackson, Red) tidak pernah meninggalkan fans mudanya. Dia malah mengajak fans tumbuh bersamanya,” ujar Bieber yang punya 18,1 juta followers di Twitter tersebut.

Bieber pun mengajak sederet musisi berkelas demi mewujudkan ambisinya di Believe. Dia berkolaborasi dengan rapper Kanye West, Drake, Ke$ha, dan Cody Simpson. Di negara asalnya, Australia, Simpson disebut-sebut sebagai Justin Bieber-nya Negeri Kanguru. Itu merujuk ke gaya bermusik Simpson yang mirip dengan Bieber dan usianya yang masih 15 tahun.

Di luar itu, Bieber dikabarkan telah membeli rumah Ashton Kutcher di Hollywood Hills sebagai hadiah ulang tahunnya yang jatuh pada 1 Maret lalu. Tidak disebutkan nominal uang yang dikeluarkan untuk pembelian itu. Tapi, rumah tersebut ditaksir berharga USD 10,8 juta (sekitar Rp 99,1 miliar). (kkn/c11/ayi/jpnn)

Terus Bina Persaudaraan

PRDB Silaturahmi dengan Mantan Kajatisu AK Basuni Masyarif Ritonga SH MH

KELUARGA besar Parsadaan Ritonga Dohot Burona (PRDB) menggelar silaturahmi dengan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) AK Basuni Masyarif Ritonga SH MH di Hotel JW Marriot Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (7/3).

Silaturahmi dipimpin Ketua Umum PRDB Ir H Chaidir Ritonga MM, Penasehat PRDB  H Banuaran Ritonga, Sekjen PRDB Iwan Ritonga, Direktur Operasi PDAM Tirtanadi Mangindang Ritonga SE MM, Inspektorat Bawasda Sumut Musa Ritonga, ulama H Marasutan Ritonga dan sejumlah pengurus dan anggota PRDB ini sekaligus pelepasan mantan Kajatisu yang kini dipercaya sebagai Inspektur IV Jampidsus di Jakarta.

AK Basuni Masyarif merupakan tokoh masyarakat Sumut yang diberi marga Ritonga sekaligus gelar Mangaraja Pangadilan melalui satu prosesi sidang raja-raja adat Batak Angkola sebelum pembukaan Munas VII PRDB di Gedung Nasional Padang Sidimpuan pada 3 Juni 2011.

Chaidir Ritonga mengutarakan apresiasi terhadap kiprah AK Basuni Masyarif Ritonga SH MH dalam melaksanakan proses penegakan hukum di Sumut selama 10 bulan terakhir termasuk adanya kepastian hukum terhadap Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM yang telah di SP-3 oleh Kejatisu.

‘’Kita inginkan terus membina persaudaraan walau tak bertugas lagi di Sumut. Saat memulai menjabat Kajatisu, kita gelar silaturahmi termasuk memberi marga Ritonga. Saat tidak bertugas di Sumut, kita gelar silaturahmi untuk melepas Bapak ke tugas baru,’’ ucap Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut.

Ketua Perhimpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) di Sumut ini mendoakan agar AK Basuni Masyarif SH MH yang menjadi Penasehat PRDB akan memperoleh karir lebih baik di Kejaksaan Agung.

Chaidir juga menyinggung perihal pemberian gelar Ritonga kepada mantan Kajatisu yang sudah lebih dilaksanakan berdasarkan prosesi adat lengkap. Alumni SMA Negeri 3 Padang Sidimpuan ini mendoakan AK Basuni Masyarif Ritonga tetap kuat, sehat dan sukses dalam kehidupan.  ‘’Bope badanta padao-dao, tondittai laing marsigomgoman. Meskipun secara fisik kita berjauhan karena perpisahan ini, namun hati kita tetap satu sama lain,’’ katanya.

Penasehat PRDB H Banuaran Ritonga juga memberi dukungan terhadap AK Basuni Masyararif Ritonga yang akan berkarir di Kejaksaan Agung. Mantan anggota DPRD Sumut ini juga memberi apresiasi terhadap Chaidir Ritonga yang mampu mengembangkan kiprah PRDB yang saat Munas PRDB dihadiri Jaksa Agung, Plt Gubsu, lima kepala daerah.

Atas berbagai dukungan yang disampaikan  AK Basuni Masyararif  Ritonga menyampaikan terima kasih terhadap keluarga besar PRDB dan masyarakat Sumut. Basuni bercerita saat memulai tugas di Sumut sempat gundah namun berkat manajemen kemitraan, pembinaan internal kejaksaan dan dukungan masyarakat akhirnya membuat dirinya dapat menjalankan tugas dengan baik.

Dalam silaturahmi ini, mantan Kajatisu sempat bercerita mengenai penanganan kasus beberapa kepala daerah di Sumut dimana hampir setiap hari datang kelompok masyarakat menyampaikan aspirasi ke kejaksaan.

Penghentian penanganan kasus kepala daerah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moril terhadap keluarga besar Ritonga karena belum cukup bukti. ‘’Kami tidak dapat melupakan kebaikan keluarga besar PDRB dan berjanji akan terus membina komunikasi serta persaudaraan. Mohon doa restu agar dapat sukses di tugas baru,’’ harapnya. (*/dmp)