25 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 13882

Lahan PTPN2 Diduduki Warga

LANGKAT- Tercatat 63 hektar lahan milik PTPN2 yang saat ini dikelola PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) di Desa Sukajadi, Kecamatan Hinai, Langkat, diduduki warga setempat, Kamis (2/2).

Warga didampingi lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gatwamtra, mendirikan plang, pondok serta menanami lahan dengan pohon pisang.
Warga mengklaim, lahan dimaksud sebelumnya telah digarap warga sekitar tahun 60-an. Karena lokasi dimaksud selalu kebanjiran, membuat warga tidak selalu mengelolanya.

Nah, selanjutnya perusahaan perkebunan (PTP) merampas begitu saja lahan tersebut. Warga pun tidak berani melawan karena dituduh sebagai Barisan Tani Indonesia (BTI), semacam organisasi di bawah PKI.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan perkebunan pengelola pun berganti nama menjadi PTPN2. Keadaan itu, membuat warga bersatu lagi berusaha memperjuangkan lahan yang sudah ditanami kelapa sawit tersebut. Melalui berbagai upaya, tetapi tetap saja PTPN2 tidak mau menyerahkan lahan dimaksud.

Direktur LSM Gatwamtra, A Pakpahan SH mengatakan, sudah melaporkan permasalahan dimaksud kepada berbagai instansi termasuk Presiden RI. (mag-4)

Guru TK pun Tak Mau Ketinggalan

Galaxi Superstar

MEDAN – Tingginya semampai, kulit putih dan wajah cantiknya mampu menarik perhatian setiap orang. Ditambah lagi dengan performance nya diatas panggung. Kelincahannya membuat 3 juri Galaxi Superstar terpesona. Dalam hal dance, Yeni Novianty sangat piawai. Dara manis kelahiran Tanjungbalai 5 Januari 1992 ini optimis bisa lolos hingga ke Korea.

Apapun akan dilakukan seseorang untuk menjadi terkenal. Begitu juga dengannya, demi menjadi seorang entertaiment, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Alm Nazaruddin dan Safrianti Daulay ini, rela jauh-jauh ke Medan untuk mengikuti audisi pencarian bakat , Galaxy Superstar Menuju Korea yang berlangsung di Pardede Hall, Rabu (1/1) lalu.

Segala persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti audisi yang diadakan oleh stasiun TV Indosiar dan bekerjasama dengan agensi Korea Selatan tersebut. Busana yang dipilih harus sesuai dan nyaman saat beraksi diatas panggung. Bahkan pemakaian make-up tidak boleh salah dan terkesan tua.
“Aku melakukan semuanya sendiri. Dari pemilihan make-up, busana, dan sebagainya. Aku langsung berangkat dari Tanjungbalai dengan menaiki kereta api. Di Medan numpang dirumahnya teman-teman. Karena keluarga ku nggak ada disini. Memang untuk lolos ke babak penyisihan selanjutnya tidak mudah. Karena saingannya juga berat,” ujar Yeni.

Yeni mengaku, penilaian yang dilakukan tidak sebatas dance saja, tapi juga olah vokal dan performance. “Pertamakali aku hanya milih dance, tapi jurinya nyuruh aku dance sambil nyanyi. Sempat grogi waktu itu. Karena aku udah lama nggak nyanyi. Biasanya cuma latihan nari di sanggar tari Tanjungbalai aja,” ucapnya.

Sebagai tenaga pengajar di Taman Kanak-kanak Tanjungbalai, dirinya tidak mau pendidikan murid nya terbengkalai. “Aku ngajar sebagai guru nari di TK.  Karena  mengikuti audisi ini,  ada guru lain yang menggantikan ku sementara,” terangnya lagi.
Motifasi Yeni  ikut audisi ini  supaya bisa menjadi bintang terkenal hingga ke Korea. “Aku  ingin orang-orang tau kalau aku bisa. Aku pengen terkenal dan membuat orangtua ku bangga. Meski saat ini ibu ku  di Malaysia,  aku harap bisa membanggakannya,” ungkapnya lagi. (mag-11)

DPRD Sumut Setujui Pemekaran Kabupaten Madina

MEDAN- DPRD Sumut melalui Komisi A DPRD Sumatera Utara, sepakat membentuk kelompok kerja (Pokja) pemekaran, pekan depan.
Kelompok kerja ini nantinya, akan memuluskan pembentukan Kabupaten Pantai Barat (PB) Mandailing, sebagai salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal.

Hal itu diperoleh dari pertemuan Komisi A DPRD Sumut dengan Panitia Pendukung Pemekaran Kabupaten Madina dan Pembentukan Kabupaten PB Mandailing di Gedung Dewan, Kamis (2/2).

Mustofawiyah Sitompul, Sekretaris Komisi A DPRD Sumut pada kesempatan itu mengatakan, data dan kajian teknis akademis, calon Kabupaten PB Mandailing ini sudah lengkap. Dari pengalaman usulan pemekaran yang pernah diparipurnakan di DPRD Sumut seperti pemekaran Langkat, Nias, dan Tabagsel.

“Dari semua proses itu, yang paling sempurna datanya adalah Pantai Barat Mandailing ini. Yang tak lengkap saja bisa kita proses, apalagi PB Mandailing yang punya kajian sangat lengkap. Kami akan segera bentuk Pokja untuk memaksimalkan pembahasannya,” katanya.

Ketua Komisi A Isma Fadli pada kesempatan itu juga mengatakan, pembentukan Pokja akan disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Sumut, Senin (6/2) mendatang.

“Kami berharap dengan Pokja ini, kita akan lebih sinergis agar perjuangan ini bisa berhasil,” terangnya.

Usulan ini diperkuat Anggota Komisi A Sopar Siburian. Di mana kata dia, dengan pembentukan Pokja, pembahasan akan lebih fokus dan mudah untuk berkoordinasi dengan panitia pembentukan Kabupatena PB Mandailing.

“Pembentukan Pokja merupakan jalan terbaik untuk mempercepat pembahasan dan diharapkan bisa segera diparipurnakan,” katanya.
Pembentukan Kabupaten PB Mandailing sudah mendapat persetujuan dari Gubsu pada 25 Januari 2011 dengan surat No 135/707 yang ditujukan pada Ketua DPRD Sumut. Di mana, berdasarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan Bupati Madina No 135/1515/Pemum/2009, tanggal 13 Agustus 2009, soal usul pembentukan Kabupaten PB Mandailing sudah memenuhi PP No 78/2007 Pasal 5 ayat 2 huruf c.(ari)

DPP Ingin Bonaran Pimpin Demokrat Tapteng

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) belum memberikan kepastian kapan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PD Tapanuli Tengah (Tapteng) akan digelar.

Malahan, DPP menganggap, siap tidaknya Muscab PD Tapteng digelar tergantung dari para pengurus DPC PD Tapteng sendiri.
Ketua DPP PD, Sutan Batoegana mengatakan, bila DPC sudah merasa siap, ya usulkan saja ke DPP. Nantinya, DPP yang akan mengkaji usulan itu dan mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan Muscab.

Sutan meminta agar para pengurus PD di Tapteng tetap tenang. Menurutnya, pelaksanaan Muscab masih punya waktu hingga Juni 2012. “Amanat Kongres di Bandung, Muscab-muscab harus sudah terlaksana paling lambat Juni 2012. Jadi masih ada waktu. Medan juga belum kok,” ujar Sutan kepada koran ini di Jakarta, Kamis (2/2).

Seperti diketahui, hingga saat ini Sutan masih merangkap jabatan sebagai Plt Ketua DPC PD Medan.

Di tengah belum jelasnya Muscab digelar, beredar kabar DPP Demokrat telah merayu Bonaran Situmeang untuk ikut maju sebagai calon Ketua DPC lewat Muscab PD mendatang. Hanya saja, PD gagal merayu bupati Tapteng itu.

“Ah, itu isu-isu saja. Ini eranya demokrasi,” ujar Sutan membantah kabar partainya sudah menawarkan ke Bonaran untuk memimpin PD Tapteng.(sam)
Namun, Sutan tidak menampik bahwa pihaknya senang jika Bonaran menjadi ketua DPC PD. “Rasa-rasanya, kalau kepala daerah yang masuk, bagus itu. Ini kan memang sedang tren sekarang (kepala daerah jadi pimpinan PD di daerah, red),” ujar anggota Komisi VII DPR itu.
Jadi, sudah mendekati Bonaran? Dipancing lagi dengan pertanyaan demikian, Sutan tidak memberikan jawaban tegas. Dia hanya mengatakan, jika Bonaran mau, maka harus mulai melakukan lobi-lobi ke pengurus anak cabang (PAC), yang punya hak suara. “Nah, kalau nanti dibuka pendaftaran calon di Muscab, ya kita perhatikan,” kata Sutan.

Sebelumnya, Wakil Ketum DPP PD, Jhonny Allen Marbun, mengatakan, semua partai pada hakekatnya ingin merekrut orang yang sudah teruji punya pengaruh.

“Ini untuk kepentingan partai. Biar sinergi antara tokoh nasional dengan tokoh lokal,” ujar Allen, tanpa mau menyebut nama tokoh yang diincar sebagai ketua DPC Tapteng.

Dia menjelaskan, sebagai orang DPP PD asal Sumut, dirinya punya tanggung jawab untuk bisa membesarkan partai di Sumut. Langkah yang harus diambilnya, antara lain dengan mengkondisikan agar pimpinan partai setingkat DPD dan DPC, dipegang orang-orang yang tepat.
“Kita harus mengambil keputusan yang terbaik. Kalau nanti Demokrat di Sumut tak berhasil, saya yang bertanggung jawab,” tegas anggota DPR ini. (sam)

Pengurus Silaturahmi ke Wali Kota Medan

Jelang Musda ke-III DPD Pujakesuma Medan

MEDAN- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pujakesuma Kota Medan bersilaturahmi ke Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM. Tujuannya untuk melaporkan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) III, yang akan digelar pekan depan di Garuda Plaza Hotel.

Para pengurus DPD Pujakesuma hadir ke Kantor Wali Kota Medan, Kamis (2/2) pagi, seperti Ketua DPD Pujakesuma Kota Medan, H Supratikno SE, Ketua Panitia Musda III, Yusri Budi Darma dan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pujakesuma se-Kota Medan.

Usai menggelar audiensi, Yusri membeberkan, kehadirannya di ruang Wali Kota Medan sebagai wujud untuk merajut silaturahmi dengan Pemko Medan, sekaligus untuk melaporkan kepengurusan pelaksanaan Musda III DPD Pujakesuma Kota Medan.

Yusri menambahkan, Musda III DPD Pujakusuma berlangsung 11 Februari mendatang di Garuda Plaza Medan, dengan agenda memilih pengurus baru sekaligus menyusun program kerja lima tahun (2012-2017).

Dalam Musda nanti, diharapkan hadir Ketua DPRD Medan Amiruddin, Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan sejumlah pejabat lainnya. Sedangkan pengurus pusat akan dihadiri Ketua DPP Pujakesuma Suratman, Ketua DPW Pujakesuma Sumut Kolonel Ahwan Ismadi dan pengurus lainnya.
Menjawab itu, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan, seba nyak 35 persen penduduk Kota Medan Suku Jawa. Artinya dengan jumlah yang sangat banyak ini janganlah terjadi perpecahan kubu organisasi kebanggaan orang Jawa. Apalagi dari 33 paguyuban Suku Jawa di Sumut, Pujakesuma merupakan paguyuban terbesar. “Saya minta semuanya harus bersatu, jangan ada lagi terpecah belah,” ingatkannya.

Menanggapi hal tersebut, Supratikno menyebutkan, sesuai surat pendaftaran ciptaan nomor dan tanggal permohonan : C00201200196, tanggal 17 Januari 2012. Dalam registrasi itu Dewan Pengurus Pusat Pujakesuma yang beralamat di Kompleks Bisnis Ring Road mendaftarkan seni logo Pujakesuma ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Dengan adanya surat pendaftaran tersebut, paparnya muncullah nomor pendaf taran: 055299.  Nomor itu sudah mencatat seni logo Pujakesuma. Secara sah logo Pujakesuma bisa digunakan untuk kepe ngurusannya dan berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dikeluarkan.
Lebih lanjut, dia juga memaparkan, so sialisasi hal tersebut sudah disampaikan ke Ketua DPRD Medan dalam kunjungan silaturahmi ke kantornya. “Kami juga sudah melaporkan adanya kesahan logo Pujakesuma sebelumnya ke Ketua DPRD Medan, dan kami akan lanjutkan ke instansi lain seperti Polresta Medan dan Dandim 0201, Medan, sekarang logo baru sudah terdaftar,” pungkasnya. (*/ril)

Guru Besar Universitas Teknik Istanbul Turki Kunjungi Gallery Rahmat Internasional

Untuk Mempelajari dan Memahami Perbedaan Budaya Antarnegara

Sejumlah warga Turki yang terhimpun dalam The Travellers Club of Turkey (TCT)-Klub Pelawat Turki mengunjungi Rahmat International Wildlife Museum And Gallery, Medan, pada Rabu (01/02). Kedatangan mereka diterima Staff Ahli DPD RI Bechta Perkasa Asky, M.A.

Rombongan yang  dipimpin Profesor Dr Orhan Kural ini berjumlah 9 orang warga negara Turki dari berbagai profesi, di antaranya, arsitek, pedagang, manajer perusahan swasta, artis lokal dan lainnya. Profesor Orhan Kural sendiri merupakan seorang Guru Besar Departemen Pertambangan Fakultas Teknik, Universitas Teknik Istanbul, Turki.

Doktor yang juga seorang di plomat ini, yakni sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Republik Benin untuk Turki, mengaku bahwa ini merupakan kunjungannya yang pertama ke Kota Medan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan anggota The Travellers Club of Turkey (TCT) ke ber bagai daerah di Indonesia. Selain telah mengunjungi Papua beberapa waktu yang lalu, rombongan ini telah menapakkan kaki mereka di tanah Samosir, Sumatera Utara sebelum mengunjungi museum Rahmat ini, untuk selanjutnya mereka akan mengunjungi daerah Aceh.

Menurut Orhan yang baru saja menyampaikan pemaparan tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan di sekolah Kharisma Bangsa Bilingual School  Tangerang, The Travellers Club of Turkey (TCT) mengemban misi mengembangkan persahabatan dan persaudaraan internasional.
Klub ini melakukan kunjungan ke banyak negara agar dapat mempelajari dan memahami perbedaan budaya antarnegara.

Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk wilayah Sumatera yang juga merupakan anggota DPD RI utusan Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menilai bahwa hubungan Indonesia dan Turki yang telah terjalin selama ini cukup aktif, produktif dan positif.

Dikatakannya, hubungan se perti ini perlu dipelihara dan ditingkatkan, baik dalam bentuk kerjasama sosial-ekonomi, budaya pertahanan keamanan maupun politik maupun dalam bentuk kegiatan lainnya. Selama ini, kedua negara telah membina kerjasama mereka di atas dasar kesetaraan dan sikap saling menghargai serta  saling belajar.

Menurut Rahmat, banyak hal yang bisa dipelajari oleh bangsa Indonesia dari Turki dan sebaliknya, bangsa ini juga memiliki banyak hal yang dapat dipelajari oleh negara sahabat ini.

Rahmat mengamati, pascabencana tsunami di Aceh, intensitas hubungan kedua negara, khususnya di bidang pengembangan sosial dan budaya semakin meningkat. (*/ila)

PP Kontrol APBD Karo

KARO-Pemuda Pancasila (PP) sebagai bagian dari  masyarakat akan  turun tangan mengawasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karo tahun 2012. Seringnya penyalahgunaan sekaligus penyelewengan pelaksanaan di lapangan, khususnya dalam pengerjaan fisik  merupakan prioritas utama  pengontrolan ke depannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Tanah Karo, Drs Joy Harlim Sinuhaji, dalam arahannya usai pelantikan Kepengurusan Ranting PP Desa Rumah Kabanjahe  Kecamatan Kabanjahe periode 2012-2014 di Jambur Rumka, Selasa (31/1) malam.

“ Titip salam kepada Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, yang tidak hadir dalam acara ini. Pemuda Pancasila siap mengontrol sejauh mana dana APBD tahun angggran 2012 dipergunakan kepada masyarakat,” ujar Joy Harlim, kepada Camat Kabanjahe, Drs Lesta Karo-karo yang hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, pria yang akrab disapa Nonink ini, juga berpesan kepada pengurus dan anggota yang baru dilantik, agar menjaga sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah masyarakat. Hal ini dianggap perlu untuk menghilangkan paradigma bahwa PP merupakan bagian dari organisasi kepemudaan yang identik dengan hal negatif.

“Ciptakan pandangan  positif, rebut hati warga. Lakukan kegiatan yang berguna bagi masyarakat luas dengan rutin. Gelar bhakti sosial dan mengulurkan batuan bagi sesama yang membutuhkan, adalah bentuk wujud nyata keperdulian pemuda, khusunya Pemuda Pancasila,” kata Nonink.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Karo ini menjabarkan, PAC PP Kecamatan Kabanjahe, khususnya ranting yang baru dilantik, diharapkan mampu menjadi  pioner terdepan, dalam merubah cara pandang negatif terhadap organisasi kepemudaan berseragam loreng merah hitam itu.

Akhir kata, Nonink meminta agar anggota yang baru dilantik mematuhi rambu-rambu organisasi dan tidak melanggar aturan PP yang telah ditetapkan. “Siapkan berkas, agar kartu anggota berasuransi segera  diperoleh. Saat ini kartu anggota berasuransi telah diberikan kepada 1000 orang.” ungkapnya.
Camat Kabanjahe Drs Lesta Karo Karo dalam sambutannya, mengatakan, PP Rumka yang baru dilantik agar tetap menjaga netralitas dan kemandiriannya sebagai OKP (organisasi kemasyarakatan pemuda).

“Untuk menjadi perekat bangsa, kita tidak bisa condong kepada salah satu pihak. Objektifitas dan kemandirian harus tetap dipegang,” katanya. (*/wan)

Tujuh Bulan Pacaran, 500 Kali Disetubuhi

Pengakuan Korban Pencabulan yang Dilakukan Oknum Polisi

Oknum polisi yang bermasalah dengan kasus pencabulan bertambah lagi. Kali ini melibatkan Bripka AD, yang dilaporkan ke Polda Sumut terkait kasus dimaksud, Kamis (2/2) siang.

Personel Sat Narkoba Polresta Medan itu, dituduh telah meniduri cewek di bawah umur sebanyak 500 kali.

Sehari sebelumnya, Rabu (1/2) dinihari, Briptu Dewi digerebek bersama seniornya, Bripka Cokro Pronolo Sitorus di Jalan Me dan Area Selatan Gang Kebangsaan, Kecamatan  Medan Area.

Bersama tiga orang keluarga nya, Bunga (19) bukan nama sebenarnya, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, guna melaporkan perbuatan cabul yang dilakukan Bripka AD anggota Satnarkoba Polresta Medan.

Aksi cabul itu, bukan kali pertama dilakukan pelaku, akan tetapi hingga 500 kali sejak perkenalan mereka bulan Mei 2011 lalu.
Usai membuat laporan ke polisi yang tertuang dalam nomor TBL/III/2012/SPKT, dia berharap agar polisi segera menangkap pelaku yang mencabulinya tersebut, apalagi yang bersangkutan merupakan seorang anggota polisi.

Menurut keterangan Bunga, perkenalan mereka berawal di bulan Mei 2011. Dirinya dikenalkan oleh seorang temannya kepada Bripka AD. Hingga keduanya kerap saling melakukan komunikasi dan mereka pun menjalin hubungan pacaran.

Tepat pada tanggal 14 Mei 2011, Bripka AD membawanya ke Hotel Lonari Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan. Disana, aksi pencabulan kali pertama dilakukan pelaku. “Pertamanya di Hotel Lonari, dia paksa aku. Sudah aku bilang lagi haids, tapi terus dipaksanya. Di Hotel Lonari itulah pertama kali,” ucap Bunga membuka pembicaraan pada sejumlah wartawan.

Setelah melakukan hubungan intim pertama kali, hubungan mereka yang tidak direstui pihak keluarga Bunga membuat Bripka AD nekat membawa kabur. “Keluarga aku nggak setuju, tapi dia bawa aku lari,” sambungnya.

Bripka AD pun memilih untuk mengekoskan Bunga di Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan kampus Panca Budi.
“Semenjak kos itu, kami sering berhubungan,” cetusnya.

Saat ditanya sudah berapa kali, Bripka AD kerap melakukan hubungan suami istri dengannya, wanita berambut ikal ini mengaku sudah sekitar 500 kali. “Banyak lah bang, berkali-kali. Karena tiap hari berhubungan, 500 kali ada,” ucapnya.

Mengenai keperawanan Bunga, dirinya mengaku sebelumnya perawannya telah direnggut oleh mantan pacarnya terlebih dahulu sebelum dia pacaran dengan Bripka AD.

“Virgin sudah diambil duluan sama pacar aku, dia sudah meninggal. Dia kerja manajer keuangan dulu, orang Jambi,” cetusnya.
Dengan begitu, Bunga pun berpacaraan dengan Bripka AD, akan tetapi, Bripka AD yang mengekoskan Bunga ini kerap memintanya untuk melakukan hubungan intim hingga sampai 500 kali semenjak perkenalan bulan Mei 2011 lalu. “Kalau nggak dikasih diancamnya pake pisau,” ucapnya.

Menurutnya, Bripka AD pernah meminta untuk menjadi istrinya. Akan tetapi Bunga takut memiliki suami seorang polisi, karena wanita tamatan SMU ini mengaku kalau polisi banyak bohongnya. “Dia (Bripka AD) pingin punya anak dari aku, tapi aku nggak mau. Karena sejarahnya polisi banyak tipu-tipunya, sudah punya anak satu nanti ditinggalnya pula, nggak laku lagi jadinya,” katanya.

Pengaduan pencabulan tersebut dilakukannya karena kesal melihat Bripka AD, yang mulai tanggal 30 Januari lalu tak bisa dihubungi lagi, baik melalui telepon seluler maupun ditemui langsung di Polresta Medan.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Juli Agung Pramono ketika dikonfirmasi, enggan mengakui Bripka AD sebagai anggotanya. “Memang ada anggota saya yang bernama Bripka Ahmad Dermawan, tapi saya belum tau pasti apakah dia yang dilaporkan,” ketusnya. (eza/smg)

Ritual ‘Bercinta’ dengan Ular Kobra

Aktris seksi Julia Perez merasa takut saat menjalani ritual ‘bercinta’ dengan ular kobra. Soalnya kekasih pesepakbola Gaston Castano itu mengaku hanya mahir sebagai pawang ular kasur.

Hal itu terlihat saat Jupe menghadiri pre miere film ‘Rumah Bekas Kuburan’ di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, (1/2). Wajahnya tetap tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.

“Jujur, kalau ini aku agak seram. Soalnya biasanya saya sih megang ular kasur. Kalau itu, aku pawangnya,” candanya.
Jupe memang wajib memegang ular berbisa itu karena merupakan bagian dari ritual agar dirinya bisa disebut sebagai titisan Suzanna. Ia mengaku berani karena sejak semalam terus berdoa. “Jujur ya, dari selama saya terus berdoa biar nggak takut,” ungkapnya. “Aku diam, santai dan ularnya aku ajak bicara. Karena aku yakin semua ciptaan Allah itu pasti punya hati, jadi aku tenang,” sambungnya.

Di sisi lain, Jupe mengambil sisi positif dari ritual tersebut. Ia mengaku phobianya terhadap ular jadi menghilang.  “Rasanya senang, aku sudah bisa menghilangkan phobia aku sama ular. Sekarang satu malaman sampai saat ini aku bisa melewati semua. Aku bisa menghilangkan phobia, itu sisi positifnya,” tandasnya. (bar/hkm/dtc)

Tampil Solo, Miryo Luncurkan Dirty MV

Sebelumnya Miryo Brown Eyed Girls meluncurkan album dari solo debutnya. Sebagai kelanjutan dari berbagai teaser yang lebih dahulu diluncurkan, kini satu music video telah dibuat.

Music video ini dibuat dengan memadukan konsep horor di awal dengan konsep yang penuh warna. Suara rap Miryo melantun dengan mantap dengan imej maskulin dan feminin yang menyatu.

Music video dari lagu Dirty tersebut memperlihatkan bagaimana satu orang gadis yang tengah sakit keras dan tidak bisa bergerak mendapat perlakuan begitu baik dari seorang pria.

Namun seiring berjalannya waktu baru diketahui bahwa pria tersebut brengsek sehingga semua berakhir sudah. Miryo yang tidak bisa bergerak harus melihat perselingkuhan kekasihnya dengan wanita lain, ia pun menemukan cara unik untuk membalas dendam. (kpl)