28 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 13887

TV LED 3D dengan 4 Warna Dasar

Sharp Aquos Quatron

Dalam rangkaian roadshow program SHARP HISTORIA ke Kota Medan yang digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut mulai 23 sampai 26 Februari 2012, ada beberapa produk unggulan yang akan menyapa konsumen. Hal itu dikatakan Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2).
Menurut Gina, beberapa produk tersebut seperti Sharp Aquos Quatron 3D, TV LED 3 Dimensi yang menggunakan 4 teknologi warna dasar, yang pertama di dunia dan telah meraih penghargaan rekor bisnis sebagai produsen televisi pertama yang menggunakan teknologi 4 warna dasar.
Bahkan, Sharap juga menghadirkan produk terbarunya yaitu LCD berukuran jumbo 70-Inch Aquos Quattron disetiap kota yang disinggahi. 70-Inch Aquos Quattron merupakan LCD dengan ukuran terbesar yang diproduksi secara masal untuk kepentingan komersil. Produk Air Purifier dengan teknologi Ion Plasmacluster ini telah mendapatkan verifikasi dan sertifikat dari 14 badan penelitian di dunia termasuk Indonesia pun akan turut hadir.

“Teknologi Ion Plasmacluster ini  mampu menonaktifkan virus-virus dan bakteri penyebab alergi dan flu termasuk flu burung (H1N1) yang juga meraih penghargaan Rekor Bisnis sebagai Produsen Plasmacluster Generator Pertama di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkannya, produk unik lain yang dapat dilihat konsumen dan di uji secara langsung kegunaannya yaitu, Plasmacluster Helmet Cleaner (IG-CH2) yang berfungsi untuk membersihkan dan menyegarkan helm dengan 25.000 ion (ion positif dan ion negatif) yang tersebar di dalamnya.

Teknologi yang sudah diakui dari pakar teknologi dunia ini, bekerja dengan dinamis untuk membersihkan helm pengendara dari virus, bakteri, kuman, jamur, hingga bau tak sedap.

“Selain pada produk Air Purifier dan Helmet Cleaner, teknologi Ion Plasmacluster juga diterapkan pada produk AC dan kulkas SHARP. Seperti pada seri kulkas terbaru SHARP yaitu seri Vetro dan seri King Samurai, serangkaian produk lemari es yang stylish, hemat dan segar, teknologi terdepan, dan memiliki keunikan pada desain handle masing-masing pintu,” ucapnya.

Lanjutnya, selain itu hadir pula water oven Healsio yang memasak makanan lezat namun mampu mengurangi kadar garam dan lemak. (mag-11)

Sama Kuat

psds Vs Medan Jaya

KISARAN- PSDS Deliserdang ditahan imbang dengan Madina Medan Jaya dengan skor 0-0 dalam laga lanjutan kompetisi Divisi I Liga Indonesia grup II di Stadion Mutiara Kisaran, Jumat (25/2).

Sejak awal laga yang dipimpin wasit Ali Usman dari Pengprof Bengkulu itu, kedua tim sudah membuka fron untuk melakukan jual beli serangan. Mereka saling mengintip kelemahan.

Traktor Kuning julukan PSDS yang diarsiteki Dosman Sagala langsung memerintahkan anak didiknya bermain agresif sepanjang pertandingan 2 x 45 menit tersebut.

Silih berganti dalam menyerang membuat jalan pertandingan keras dan menjurus kasar guna mengamankan juara grup untuk mendampingi tuan rumah PSSA Asahan yang sudah sedikit relatif lebih aman dalam pengumpaulan nilai klesmen sementara.

Sementara itu Madina Medan Jaya yang dikomandoi M Iksan Lubis memompa anak didiknya agar terus bermain eksis d isegala lini.
Namun usaha itu tidak membuahkan hasil setelah wasit meniupkan pluit panjang tanda paruh pertama usai dengan kedudukan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, ritme permainan terus meningkat cepat dan keras. Anak-anak Madina Medan Jaya yang tidak mau kalah gertak terus meringsek lini bawah pertahanan PSDS yang dikawal Ronal Sinaga, Vicky Yuliar, Agung Surya Wardana dan Tubagus R Hardiansyah.

Jual beli serangan paruh pertengahan babak kedua semangkin sengit dan cepat sehingga wasit yang memimpin pertandingan harus ektra keras menjalankan tugasnya.

Setelah teriakan-teriakan penonton barulah wasit sedikit tegas. Alhasil 6 kartu kuning keluar dari saku wasit kepada kedua tim, sehingga irama permainan sedikit kembali menunjukkan sportivitas dan fair play. Namun sampai pluit panjang ditiupkan wasit kedudukan tetap 0-0. (rel/smg)

Gudang Pabrik Jagung di KIM II Terbakar

BELAWAN- Gudang penyimpanan dan pengeringan jagung milik PT Sumber Rezeki di Jalan Sumbawa II, KIM II, Kecamatan Medan Deli terbakar, Jumat (24/2) dini hari. Dalam peristiwa itu, sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan. Meski tak terdapat korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi dihimpun Sumut Pos, peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tersebut pertama kali diketahui Adi (34), seorang pekerja di industri pengolahan jagung tersebut.

Melihat nyala api membesar serta menjalar ke tumpukan jagung, dia lantas memberitahukan kejadian itu kepada petugas keamanan dan para pekerja lain. Tak berselang lama, setelah dihubungi, empat unit mobil pemadam kebakaran dari PT KIM tiba di lokasi kejadian dan sekira pukul 05.30 WIB kobaran api berhasil dipadamkan.

Petugas kepolisian yang turun ke TKP hingga kemarin siang masih menyelidiki penyebab terbakarnya gudang PT Sumber Rezeki. “Kita masih selidiki penyebabnya, dugaan sementara asal api bersumber dari blayer atau mesin pengering jagung,” tandas Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan AKP Oktavianus.(mag-17)

Stop Low Fat Yoghurt ketika Hamil

MENGONSUMSI Yoghurt baik untuk kesehatan. Kaum hawa biasanya mengonsumsi yoghurt rendah lemak yang konon tak membuat badan melar. Tetapi, ibu hamil sebaiknya tak minum yoghurt jenis itu. Sebab, yoghurt rendah lemakmemperbesar risiko asma dan alergi saluran pernapasan pada bayi di dalam kandungan.

Para pakar kesehatan Eropa yang menghadiri konferensi European Respiratory Society menegaskan, yoghurt rendah lemak tidak diperuntukkan ibu ha mil. Karena tak adanya asam lemak tersebut, ja nin tumbuh dengan kecenderungan alergi da n asma. Sebelumnya, tim ilmuwan Denmark me lakukan penelitian terhadap sekitar 70.000 perempuan.

Mereka yang terlibat dalam pene li tian itu adalah ibu hamil. Mereka diikuti sela ma sekitar delapan tahun, mulai hamil sam pai anaknya berusia tujuh tahun. Mereka yang saat hamil rutin mengonsumsi yoghurt tanpa lemak cenderung memiliki anak yang menga lami asma.

”Bagi ibu hamil yang mengonsumsi yoghurt re ndah lemak dan potongan buah setiap hari, anaknya berisiko 1,6 kali lipat lebih tinggi mengalami asma saat berusia tujuh tahun,” jelas juru bicara European Respiratory Society dalam pernyataan tertulisnya sebagaimana dilansir BBC  (hep/c7/nda/jpnn)

Kenalkan Evolusi Teknologi Sharp

Road Show di Enam Kota Besar di Indonesia

MEDAN- Dalam rangka menyambut HUT SHARP Corporation ke-100 di tahun 2012 ini, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali melanjutkan program SHARP HISTORIA Road Show dengan mengunjungi enam kota besar di Indonesia yakni, Manado, Banjarmasin, Solo, Palembang, Jambi dan Medan.

Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2) mengatakan, di Kota Medan, SHARP HISTORIA digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut yaitu mulai 23 sampai 26 Februari 2012. Daya tarik dalam eksibisi ini adalah time tunnel display yaitu booth yang akan mengajak para konsumen SHARP menyaksikan perjalanan panjang sejarah perusahaan, melalui evolusi teknologi dan desain produk-produk SHARP dari masa ke masa.

“Sebelumnya kita telah menggelar program Sharp histeria road show di enam kota besar di Indonesia, yaitu Makassar, Balikpapan, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung beberapa waktu lalu. Setelah sukses menggelar acara tersebut, selanjutnya kita mengadakan rangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Sharp. Di Kota Medan, acara ini kita adakan selama 3 hari berturut-turut,” ujar Gina Handriany di Sun Plaza Medan.

Menurutnya, Sharp historia merupakan tema dari kegiatan brand activation SHARP yang menghadirkan nuansa sejarah panjang SHARP Corporation selama 100 tahun ke belakang. Konsumen dapat melihat perkembangan produk-produk SHARP dari tahun 1912 sampai masa kini yang mampu memberikan perubahan dalam gaya hidup yang lebih baik pada masyarakat dunia.

“SHARP juga berkontribusi dan selalu berusaha untuk memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan dengan mengusung teknologi hemat energi dan peduli kesehatan bagi para konsumen setianya. Eksibisi ini juga dilengkapi dengan fasilitas dan hiburan menarik bagi konsumen,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam kegiatan ini, SHARP menawarkan beragam kemudahan dan penawaran yang menarik bagi setiap konsumen yang melakukan transaksi minimal sebanyak Rp2 juta berhak mendapat produk Plasmacluster Moisturizer maupun  merchandise menarik lainnya. “Khusus di Kota Medan, SHARP akan memberikan potongan harga yang beragam dan hadiah langsung berupa produk SHARP yang tentunya sangat menarik,” jelasnya.

Selain itu, SHARP juga menyediakan begitu banyak fasilitas bagi konsumen, seperti WI-FI Zone gratis, Kids Playground dimana konsumen dapat mengajak anak-anak mereka bermain dan melakukan kegiatan interaktif yang mendidik seperti melukis uchiwa (kipas tradisional khas Jepang) bersama mereka, Children Cooking Demo yang mengajak anak-anak Kota Medan melakukan fun cooking pada 26 Februari mendatang.

“Ada juga Interactive White Board (IWB) yang merupakan produk terbaru dari SHARP dengan mengajak setiap konsumen melakukan beragam permainan melalui produk tersebut. Tidak hanya itu, nantinya, Sharp juga menghadirkan artis-artis nasional seperti Geisha dan Astrid. Di Medan, Band Geisha yang akan menghibur konsumen setia Sharp,” bebernya. (mag-11)

Adakan Pendidikan Lingkungan dan Energi Baru Terbarukan

SHARP HISTORIA Road Show akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan energi baru terbarukan, ‘School Visit – Early Education on Environment and Renewable Energy. Hal itu dikatakan PR & CSR Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Jumat (24/2).

Menurutnya, Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di tiap kota untuk mengadakan kegiatan pendidikan dini mengenai lingkungan dan energi baru terbarukan. Di Kota Medan, SHARP akan mengadakan kegiatan CSR tersebut dengan mengunjungi sekolah SD Kristen Methodist 1 di Jalan Hang Tuah No. 4 Medan.
“Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami kondisi bumi yang semakin tua dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dengan melakukan kegiatan yang bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan CSR ini merupakan kontribusi SEID terhadap lingkungan dan masyarakat di Indonesia. SEID senantiasa melakukan kegiatan CSR yang berkaitan dengan pelestarian dan pendidikan mengenai lingkungan.
“Kegiatan bersama anak-anak usia sekolah bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar sedari dini dan menjadi pembekalan di masa depan mereka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada program CSR yang dilakukan oleh SHARP HISTORIA road show kali ini, SEID mengangkat tema lingkungan dan energi baru terbarukan karena kepedulian SEID terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Dampak dari pemanasan global sudah dapat dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Dengan program ini, SEID ingin mengajak anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Di setiap sekolah, SEID akan memberikan pemahaman akan besarnya dampak pemanasan global bagi kelangsungan mahkluk hidup di bumi, lalu merangsang anak-anak agar dapat berfikir dan melakukan suatu tindakan positif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menciptakan suatu ide akan penghasil energi alternatif di masa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, SEID juga menyumbangkan alat-alat kebersihan, produk kesehatan PCI Generator dan alat biopori untuk setiap sekolah yang dikunjungi, SEID mensosialisasikan kegiatan pembuatan lubang biopori yang salah satu fungsinya yaitu untuk menghindari krisis air di musim kemarau, karena air hujan akan mudah diserap oleh tanah.
Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat tergerak untuk melakukan suatu gerakan yang mampu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.(mag-11)

Bukan United

Mancyty vs Blackburn

MANCHESTER-Pelan tapi pasti Blackburn Rovers yang pernah berada di dasar klasemen kini telah keluar dari zona terlarang itu. Saat ini tim besutan Steve Keane itu berada di peringkat ke-17 dengan poin 21, atau setara dengan raihan Wolves yang setingkat di bawah mereka.

Jika dibanduingkan dengan tim berperingkat ke-19 dan 20 yang diisi Bolton dan Wigan, maka The Rovers hanya unggul satu poin dan dua poin atas pesaingnuya tadi.

Artinya, jika tak waspada, maka tak tertutup kemungkinan bagi The Rovers untuk kembali berkubang di zona merah. Terlebih lawan yang akan di hadapi anak asuh Steve Keane di City of Mabnchester malam ini adalah pemuncak klasemen Manchester City.

Fakta membuktikan jika dalam delapan pertemuan terakhir tak sekalipun The Rovers mampu mengalahkan The Citizens. Terakhir kali Rovers mengalahkan City adalah pada 2 September 2007. Saat itu Blackburn yang bertindak sebagai tuan rumah menang dengan skor 1-0.

“Kami telah keluar dari zona degradasi dan kami ingin terus meningkat. Saat ini suasana di kamar ganti sangat bergairah menatap semua pertandingan,” bilang Steve Keane, tactician Blackburn Rovers.

Tersirat jika Keane ingin mengulangi kemAenangan atas tim asal Kota Manchester  lainnya di awal tahun. Saat itu Manchester United yang menempati puncak klasemen justru dipermalukan Rovers dengan skor 2-3 di Old Trafford.
Sayangnya, suasana tak kalah bergairah juga menyelimuti kubu The Citizens. Apalagi saat ini tersiar kabar jika Roberto Mancini, tactician Manchester City bakal memainkan Carlos Tevez.

“Tidak ada orang di sini yang melihat Carlos sebagai gangguan. Jika kami semua bisa berkumpul dan mendorong ke arah yang sama, saya yakin itu positif untuk klub,” kata Lescott seperti dilansir The Guardian.

Lescott juga tak melupakan jasa yang telah diberikan Tevez sejak pemain asal Argentina tersebut bergabung ke Etihad Stadium dari Manchester United pada tahun 2009. Tevez juga telah menyumbang 52 gol dari 91 penampilannya bersama The Citizens. “Anda harus menghargai apa yang telah dilakukan Carlos” terangnya.

Sebagai refrensi, Manchester City telah 51 kali menjamu Blackburn. Dari pertemuan itu Manchester City 21 kali menang, 13 kali kalah dan 17 kali bermain imbang. Lantas, siapa yang akan menjadi pemenang kali ini? (jun)

Lolos Kasus Perdata, Dijerat Kasus Pencurian

MEDAN- Nasib naas dialami Amir Tarigan (49), warga Dusun VI Tembangen, Desa Periaria, Kecamatan Birubiru. Setahun lalu dia dilaporkan ke Mapolres Deli Serdang atas penyerobotan lahan milik orang lain. Karena tak cukup bukti, Amir pun bebas.

Tetapi awal September 2011 lalu, dia kembali di laporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di lahan yang di sengketakan tersebut.

Seperti yang disampaikan Muhamad Hamid Sebayang (48), warga Bingkatan, Kecamatan Pegajahan, Serdang Bedagai, yang merupakan sepupu Amir saat mendatangi Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Posmetro Medan (Grup Sumut Pos), Jumat (24/02) sore.

Menurut Hamid, Amir dilaporkan Udin Tarigan ke Mapolsek Birubiru dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di ladang almarhum kakek mereka. Padahal menurut Hamid, ladang tersebut adalah milik kakek mereka yang belum dihibahkan.

Karena merasa ada yang aneh dengan status yang di tetapkan kepada Amir, Hamid pun langsung mendatangi Polsek Birubiru, namun dia malah diarahkan ke Kejaksaan Negeri Pancurbatu.
Di sana, Hamid pun menemukan kejanggalan lagi, karena saat penyerahan tersangka, ternyata kepolisian membohongi Amir. Saat itu dia diajak Juper dengan alasan ada keperluan ke Pancurbatu. Sesampainya di Kejaksaan dia langsung ditahan.

“Udin dan Amir itu masih saudaraku, karena mereka berdua anak bibikku, dan tempat tumbuhnya pohon jengkol itu di ladang kakek kami yang bernama Jering Sebayang. Aku tak menyangka Udin tega melaporkan Amir yang juga sepupunya gara-gara tanah warisan kakek kami,” jelas Hamid.(roy/smg)

Kalau Sudah Berani Colek, Barulah Marah

Mereka yang Berprofesi Sebagai SPG

Perempuan dianggap memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia bisnis. Untuk itulah keberadaan Sales Promotion Girl atau yang biasa disebut SPG memiliki peranan penting.

Dalam perusahaan, kecantikan para wanita ini dijadikan ujung tombak untuk mempromosikan produk yang dipasarkan. Dengan berpenampilan menarik, para SPG juga dituntut untuk menguasai materi produk.

Namun, kehidupan SPG masih sering dinilai negatif oleh sebagian orang.  Dengan kostum yang serba mini serta penampilan seksi,  tak jarang mereka juga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari para customer pria.

Seperti yang diakui tiga SPG cantik ini. Mereka adalah Natalie Queen, Putri dan Caroline Cazon. Ketiga SPG asal Jakarta ini baru beberapa bulan menetap di Kota Medan. Bersama sekitar 30 wanita cantik lainnya yang juga bekerja sebagai SPG, agency telah menyediakan mess dikawasan Jalan Pringgan Medan sebagai tempat tinggal.

“Namanya pekerjaan ya semua ada resikonya. Memang sih selama kita kerja, digangguin para cowok udah biasa. Ada yang minta nomor telpon lah, ada yang ngajak foto bareng, ada juga yang ngajak janjian, banyaklah. Memang nyebelin, tapi mau gimana lagi, namanya kita kerja, harus propesional.

Tergantung kita sendiri bagaimana menghadapi mereka,” ujar Natalie Queen wanita kelahiran 27 November 1991 ini saat ditemui pada acara Seperti yang terlihat saat pameran komputer di Medan International Convention Center (MICC). Wanita asal Jawa Barat ini mengaku sudah satu tahun menggeluti profesi sebagai SPG.

Berawal dari ajakan teman dan sebagai pengisi waktu luang. “Saat ini aku belum kuliah, aku pikir lebih baik nyari uang dulu. Keluarga dan pacar juga nggak ada masalah dengan pekerjaanku. Mereka mendukung selama itu masih wajar dan aku bisa jaga diri. Memang semua orang pasti ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik, tapi saat ini aku masih nyaman dengan kerja ku,” ucapnya.

Lain hal nya dengan Putri, wanita kelahiran 28 Juli 1992 ini mengawali pekerjaannya sebagai modelling. Karena ajakan dari sebuah agency, lalu Putri beralih sebagai SPG. “Kalau didunia modelling sejak tahun 2009 lalu. Dulu aku sempat kuliah, tapi menurutku lebih enak kerja dulu. Pernah juga jadi SPG di salah satu perusahaan rokok.

Memang sih, pekerjaan seperti ini banyak resikonya, banyak pandangan negatif yang kita alami. Para customer terutama yang pria juga suka gangguin. Kita nggak begitu tanggapin mereka, tapi kalau udah berani colek-colek, baru kita marah,” terangnya.

Menurutnya, kostum seksi yang biasanya dikenakan para SPG sudah disediakan dari perusahaan. “Memang pakaianya udah disiapin perusahaan. Risih juga, apalagi kalau pakaiannya terlalu terbuka. Tapi itu juga tergantung produk nya. Semua pekerjaan pasti ada resiko. Aku senang dengan pekerjaanku, apalagi bisa sekalian nambah teman,”tuturnya.

Sementara Caroline Cazon menambahkan pekerjaan yang digelutinya saat ini hanya untuk sementara. “Pengen ngumpulin uang dulu untuk keluarga. Selama uang yang kita peroleh halal, menurutku nggak jadi masalah.

Namanya juga cari uang. Kalau aku sih masih baru juga jadi SPG. Aku lebih milih nggak dikontrak, karena kalau pekerjaan yang namanya dikontrak banyak nggak enaknya alias ribet,” beber wanita kelahiran 12 Juli 1992 ini. (mag-11)

Optimisme Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015

Sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI sebagai pemegang kebijakan nasional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaksanaannya.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendorong pelaksanaan K3 antara lain kampanye, seminar, lokakarya, konvensi, pembinaan dan peningkatan kompetensi personil K3, pembentukan dan pemberdayaan lembaga-lembaga K3, baik tingkat nasional sampai dengan tingkat perusahaan, pemberian penghargaan K3, dan perbaikan-perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan. Namun hasilnya hingga saat ini belum optimal.

Hal ini ditandai dengan adanya kasus-kasus kecelakaan kerja di tempat kerja yang berakibat fatal sehingga menimbulkan kerugian moril dan materil serta pencemaran lingkungan yang dampaknya sangat besar bagi tenaga kerja, pengusaha, maupun pemerintah.

Secara keseluruhan berbagai kerugian tersebut akan mempengaruhi pula tingkat produktivitas, kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menurunkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang akhirnya akan berpengaruh terhadap daya saing dalam era globalisasi.

Disadari bahwa pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industri. Dengan demikian, semua pihak terkait berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus-menerus dan berkesinambungan serta menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Agar pelaksanaan K3 dapat mencapai hasil yang optimal harus didukung oleh sumber daya manusia di bidang K3 yang berkualitas.

Guna mendukung terlaksananya K3 di Indonesia secara seragam dan serentak dalam rangka menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja, pengoperasian peralatan produksi secara aman dan efisien serta memperlancar proses produksi, maka sangatlah strategis bilamana dalam bulan K3 ini seluruh masyarakat untuk diberdayakan.

Filosofi dasar dari K3 adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya, melalui upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya. Apabila semua potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi batas standar aman, maka akan memberikan kontribusi terciptanya kondisi lingkungan kerja yang aman, sehat dan proses produksi menjadi lancar, yang pada akhirnya akan dapat menekan risiko kerugian dan berdampak terhadap peningkatan produktivitas.

Mengingat bahwa pelaksanaan K3 dan pengembangannya dalam mewujudkan budaya K3, tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. Muhaimin Iskandar, M.Si selaku Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrari RI yang telah menghimbau, mengajak, dan mendorong agar Kementerian di semua sektor, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, organisasi profesi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat dan lain-lain melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing, sehingga pelaksanaan K3 menjadi gerakan seluruh bangsa Indonesia guna merupkan upaya mendukung tercapainya Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015.

Menakertrans, Muhaimin Iskandar telah berupaya nyata yakni dengan memberikan apresiasi terhadap kesadaran pengusaha dan pekerja yang sudah menerapkan norma-norma K3 di lingkungan kerja yang  tercatat semakin meningkat pada tahun 2011 lalu. Setidaknya, hal ini tergambar dari jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil dan penghargaan  Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang setiap tahun diberikan oleh Kemenakertrans.

Berdasarkan data yang dikutip dari situs resmi Kemenakertrans, pada tahun 2011 lalu, jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil tercatat sebanyak 512 perusahaan. Hal ini meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebanyak 486 perusahaan dan 287 perusahaan pada tahun 2009.

Sementara itu, jumlah perusahaan yang meraih penghargaan SMK3 tahun 2011 mencapai 238 perusahaan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2010 sebanyak 180 perusahaan dan tahun 2009 sebanyak 150 perusahaan. Pemerintah senantiasa melakukan upaya sosialisasi, bimbingan teknis dan pengawasan ketat bagi penerapan norma-norma K3 di lingkungan kerja. Namun tetap saja dalam penerapannya dibutuhkan kerjasama antara pihak pengusaha/ manajemen dan pekerja.

Peningkatan jumlah perusahaan yang menerima penghargaan kecelakaan nihil dan SMK3 tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan sosialisasi dalam upaya mewujudkan tekad  Indonesia Berbudaya K3 pada tahun 2015. Selain itu penghargaan pemerintah akan dapat memberikan motivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia agar meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3 di tempatnya masing-masing
Apakah di tahun 2012 ini, lebih banyak lagi perusahaan yang mendapat penghargaan kecelakaan nihil dan penghargaan Sistem Manajemen K3? Semoga saja begitu, karena program pemerintah untuk mengupayakan tercapainya Indonesia berbudaya K3 pada tahun 2015 tampaknya begitu serius dan memiliki komitmen yang tinggi dalam setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah.

Mari kita dukung terus pemerintah untuk menyukseskan Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015, sehingga masyarakat Indonesia nantinya memiliki ciri berbudaya K3 yakni dengan memiliki keinginan dan motivasi yang kuat untuk selalu melaksanakan K3, mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kemauan beraktivitas secara selamat dan sehat, selalu peduli terhadap K3 di lingkungannya serta bertanggung jawab atas pelaksanaan K3. Dengan demikian cita-cita Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 dapat tercapai dengan optimal. Semoga! (**)

Penulis adalah Dosen STIKes Medistra Lubuk Pakam dan Mahasiswa S2 IKM USU Minat Studi Kesehatan Kerja