23 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 13888

Empat Kali Kabur, Sering Ngamen di Lampu Merah

Trauma Disiksa Ibu Tiri, Remaja 12 Tahun Menghilang

Diduga trauma disiksa ibu tiri, Muhammad Sabda Lubis (12), kabur dari rumahnya sejak setahun lalu. Hal ini diungkapkan Nety (30), sepupu Sabda saat ditemui wartawan Posmetro Medan (grup Sumut Pos) di rumahnya, Jalan Tanjung Raya, Gang Kapuk, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Jumat (24/2).

Menurut Nety, sejak tahun 2000 ibu kandung Sabda bernama Lilis Heriawaty telah bekerja di Malaysia. Kepergian Lilis ke Malaysia meninggalkan lima anaknya termasuk Sabda bersama Nety. Nah, sejak Lilis berada di Malaysia, ternyata ayah kandung Sabda bernama Herman Lubis menikah lagi dengan Nursiah, janda beranak satu.

Akibat pernikahan itu, Lilis dan Herman pun bercerai pada 2002. Sejak perceraian itu, Herman membawa Sabda tinggal bersamanya. Sejak itulah, kakak dan abang kandung Sabda berangkat ke rumah nenek mereka yang berada di Padang. Sabda pun tinggal bersama ibu tirinya sejak berusia 3 tahun. Nah, lambat laun usia Sabda bertambah. Tepat di usia 9 tahun, Sabda merasakan kekerasan dari ibu tirinya. Perlakuan kasar seperti penyiksaan dialami remaja 12 tahun tersebut.

Kekerasan yang dialami Sabda tak pernah diceritakan kepada ayah kandungnya, sejak usia 9 tahun, Sabda yang merasa tersiksa maka sering pergi meninggalkan rumah hingga berbulan-bulan. Setiap kali Sabda pergi meninggalkan rumah selalu ditemukan oleh uwak atau saudara sepupunya di kawasan persimpangan lampu merah.

Ternyata sejak usianya 9 tahun, Sabda sudah empat kali kabur dari rumah ibu tirinya yang beralamat di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat. Setiap Sabda kabur, keluarga dari ibu kandungnya menanyakan apa motif kaburnya. Sabda yang sedikit terutup selalu mengatakan tak ingin tinggal bersama ibu tirinya, karena mengalami penyiksaan tak wajar.

“Tapi kami tanya ibu tirinya, dia tak pernah ngaku,” kata Nety didampingi kakak kandung Sabda bernama Siska, Jumat (24/2).

Dijelaskannya, sejak itu Sabda pun mereka ajak tinggal bersama di rumah uwaknya. Namun, Sabda selalu mengeluhkan ingin bertemu ibu kandungnya. Karena keinginannya tak dipenuhi, maka sejak awal 2011 lalu, Sabda pun kembali kabur tak kembali lagi hingga kini. “Sejak setahun ini kami terus mencari dia, ke pinggiran jalan dan tempat lokasi anak jalanan,” kata Nety.

Sejak kepergian Sabda selama setahun belakangan ini, ayah kandungnya Herman dan ibunya, Lilis kembali rujuk pada akhir 2011 lalu. Sedangkan kakak dan abangnya telah kembali ke Medan. Kepergian Sabda pun telah dilakukan pencarian oleh bapak dan ibunya, namun tidak juga ketemu. “Baru saja ibu dan bapaknya ini rujuk lagi, makanya harapan keluarga, Sabda bisa balik ke rumah lagi,” kata Nety.

Sejak dua bulan belakangan ini Sabda terus di cari, namun tidak juga ditemukan. Sedangkan ibu kandungnya terpaksa kembali ke Malaysia guna melanjutkan kontrak kerjanya. “Ibunya baru saja dua minggu ini pulang ke Malaysia, ibunya juga minta dengan bersatu lagi keluarga, Sabda dapat kembali pulang,” kata Nety.

Hal itu dibenarkan oleh Lilis yang menghubungi kru koran ini melalui SMS mengharapkan Sabda yang selama ini tidak pernah berada di pangkuannya dapat kembali pulang dalam keadaan sehat, dan tak ada lagi ibu tiri yang akan menyiksanya. “Saya sudah kembali dengan bapaknya, saya harap Sabda bisa pulang, sudah capek kami mencarinya,” kata Lilis kepada kru koran ini.

Menurut Nety, Sabda hanya mengecap pendidikan kelas 4 SD dan ternyata memiliki kepintaran dalam bernyanyi. “Sabda itu pandai sekali menyanyi. Suaranya sangat bagus kalau nyanyi,” kata Nety.
Dijelaskannya juga, dugaan keluarga Sabda hidup di jalanan dengan bermodalkan kepandaiannya bernyanyi, maka Sabda hidup di jalanan sebagai pengamen untuk hidup bersama anak jalanan. “Dulu waktu empat kali kabur, si Sabda ngakunya mengamen sama anak-anak jalanan,” kata Nety.

Selain itu juga, sejak empat kali kabur, Sabda selalu ditemukan di kawasan pinggiran lampu merah sambil bernyanyi. “Kami yakin dia pasti hidup di jalanan dengan mengamen. Kata anak-anak jalanan yang kami tanyai, Sabda memang sering ngamen bersama mereka,” kata Nety.

arapan keluarga, walaupun Sabda hidup di jalanan, diharapkan bisa pulang untuk berkumpul bersama keluarga. “Kini mamak dan ayahnya sudah bersatu kembali dan kakak dan abangnya juga sudah di Medan, harapan kami Sabda bisa kembali pulang untuk kumpul bersama keluarga,” harap Nety.(ril/smg)

Mancini Tolak Nerrazuri

Roberto Mancini menegaskan niatnya untuk tidak kembali ke Inter Milan, tim yang pernah dibawanya ke tangga kesuksesan antara 2004 dan 2008.

Penegasan itu diungkapkan Mancini menyusul adanya kabar Inter Milan akan menariknya kembali untuk mengakhiri krisis yang terjadi saat ini.

“Jika presiden Inter Milan Massimo Moratti memanggil saya kembali, dan meminta saya membangun kembali Inter Milan, saya akan menjawab bahwa saya telah membangun klub tersebut,” kata Mancini, Jumat (24/2).

“Inter Milan juga memiliki kemampuan untuk memulihkan diri mereka sendiri. Jika mereka bisa mendapatkan hasil yang bagus di Liga Champions, mereka bisa kembali seperti empat atau lima minggu yang lalu,” tandasnya. (net/jpnn)

JAT Nilai Tudingan AS Tanpa Bukti

JAKARTA- Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menuding Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bagian dari jaringan organisasi terorisme internasional. Negeri Paman Sam tersebut akan membekukan semua aset JAT dan pihak yang berafiliasi dengan organisasi yang dibentuk Abu Bakar Ba’asyir itu.

Terkait hal ini, pihak JAT menyebut tudingan tersebut merupakan hal yang tak mendasar yang sengaja disebarkan Amerika. “Ini merupakan kebiasaan bodoh AS yang selalu menebar isu tanpa bukti,” kata Juru Bicara JAT Son Hadi kepada JPNN (grup Sumut Pos), Jumat (24/2).

Ia mensiyalir, tudingan itu sengaja diperpanjang untuk mengukuhkan proyek internasional berkedok pemberantasan terorisme di Indonesia. Maksudnya, setelah sejumlah tokoh yang dituding pelaku teror seperti Amrozi, Dulmatin, Imam Samudera, Umar Patek dan lain-lain tertangkap AS dan pihak terkait di Indonesia membutuhkan objek serangan baru. Yakni sasaran baru untuk menjamin suplai dana pemberantasan terorisme tetap masuk ke Indonesia. Menurutnya JAT akan dijadikan target itu.

Selain itu, Son Hadi menduga opini ini sengaja dilempar sebagai pintu masuk untuk menginterupsi proses hukum Abu Bakar Ba’asyir yang kini dalam tahap kasasi. “Kita mensinyalir ini ingin mencampuri urusan hukum proses hukum Ustad Abu Bakar Ba’asyir,” tegasnya.(zul/jpnn)

Sampah Berserakan di Jalan Tuba III

MEDAN- Sampah berserakan di pinggiran Sungai Denai Jalan Tuba III Lingkungan 13 Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai. Padahal tong sampah sudah tersedia, namun sampah-sampah itu berserakan hingga ke pinggir sungai. “Sampah itu dua hari sekali diangkut, itu tidak semuanya diangkut, jadi kelihatan berserakan seperti ini,” kata Nur Ainun warga setempat kepada Sumut Pos, Jumat (24/2).

Menurut Ainun, sampah yang berserakan itu sangat mengganggu warga. Selain membuat lingkungan menjadi kotor, bau yang ditimbulkan sampah itu menyebar ke lingkungan. “ Seperti bau bangkai ayam, uh bau sekali,” terangnya.  Padahal kata Ainun, warga selalu membuang sampah pada tong yang telah disediakan.

“ Memang ada warga yang bukan tinggal di lingkungan ini membuang sampah di sini, itu selalu kami tegur karena seenaknya membuang sampah sembarangan hingga ke pinggiran sungai,” bebernya.
Ainun berharap Dinas Kebersihan segera membersihkan secara keseluruhan sampah yang ada di lingkungannya.

Begitu juga dikatakan Minten. “Saya tidak tahan bila mencium aroma sampah itu, apalagi bau bangkainya,” ketusnya
Terkait tumpukan sampah itu, Lurah Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai, Masati Zebua mengatakan mereka akan membersihkan tumpukan sampah yang berada di daerahnya itu.

Masati berharap kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarang, apalagi sampai ke pingggiran sungai. Selain menyulitkan petugas kebersihan, sampah-sampah itu dapat mencemari lingkungan.

“Kebersihan harus diciptakan bersama-sama dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau lingkungen bersih, indah, rasanya enak dipandang mata,” tuturnya.(omi)

Awal yang Baik

Piala Sultan Hassanal Bolkiah

(2)Indonesia v laos(0)

BANDAR SERI BEGAWAN- Timnas Indonesia U-21 mampu memetik kemenangan di laga perdana turnamen Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Menghadapi Laos, tim besutan Widodo C.Putro ini menang 2-0.

Bermain di Berakas Sports Complex, Bandar Seri Begawan, Jumat, (24/2) malam waktu setempat, Indonesia mampu unggul cepat lewat gol cepat Andik Vermansyah di menit ketiga. Ini merupakan awal yang baik.

Memotong umpan silang Fadly Manan dari sayap kanan, sontekan Andik dengan mulus masuk ke gawang Laos yang dikawal oleh Soukthavy Soundala. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Sebuah kesalahan kiper Muhammad Ridwan membuat Laos punya kans untuk menyamakan kedudukan saat babak kedua berjalan 15 menit. Ridwan terlalu lama memegang bola di daerah kotak penalti dan membuat wasit memberikan tendangan bebas untuk Laos. Namun, tendangan keras Lamnao Singto diblok oleh barisan belakang Indonesia.

Tak mau kalah, Indonesia balik mengancam. Andik yang mampu lepas dari kawalan bek-bek Laos mampu melepaskan tembakan ke arah gawang. Belum beruntung, usaha Andik masih bisa diamankan oleh Soundala.

Indonesia akhirnya mengunci kemenangan setelah pemain tengah Laos, Keoviengphet Liththideth, melakukan gol bunuh diri di menit ke-89. Bermaksud memberikan back pass, sundulannya justru masuk ke gawang sendiri yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Indonesia.

Di waktu tambahan, kedua tim tidak lagi mampu mencetak gol tambahan. Indonesia pun menang dengan skor akhir 2-0.
Dengan kemenangan ini, Indonesia berhak duduk di peringkat kedua klasemen Grup A. Mengoleksi tiga angka, Indonesia kalah selisih gol dari Myanmar yang beberapa saat sebelumnya mampu menggilas Filipina dengan skor akhir 8-2. (net/jpnn)

Angker Lagi

Chelsea v Bolton

LONDON- Arsitek Chelsea Andre Villas-Boas mengakui jika markas mereka, Stamford Bridge tak lagi angker. Tim lain bisa dengan mudah menang di sana. Tapi menjamu Bolton Wanderes malam ini, Stamford Bridge sangat mungkin jadi angker lagi.

Kewajiban bagi pelatih yang dipanggil AVB itu adalah kemenangan. Tak lagi boleh ada kekalahan, apalagi di kandang sendiri. Posisinya kini sedang di ambang pemecatan. Hasil buruk di lima laga terakhir tentu bikin pemilik klub berang.
Di liga, laga terakhir kontra Manchester United berakhir 3-3, padahal sebelumnya sudah leading 3-0. Sialnya lagi, di FA Cup, mereka diimbangi tim divisi setingkat lebih rendah, Birmingham.

Bencana terbaru datang dari Liga Champions, ketika Lampard dkk harus pulang dengan perasaan pedih di dada. Bagaimana tidak, mereka kandas 3-1 di tangan Napoli.

Semua pihak yakin AVB bakal lepas jabatannya. Tapi berulang kali, Orang Portugal itu mengaku didukung oleh pemilik Roman Abramovic. Sialnya, beberapa pemain konon tak senang dengan taktik Boas. Perang terbuka sempat mengapung di ruang ganti.

Perseteruan itu dimulai oleh kritikan pedas bek kiri Ashley Cole. Cole bilang dia datang ke tim ini untuk gelar juara, tapi itu tak bisa terjadi lantaran taktik AVB. Tentu saja AVB pitam. Waktu melawan Napoli, Cole pun dicadangkan. Beruntung tak lama karena penggantinya, cedera dan dia akhirnya masuk. Tapi AVB tak akui adanya keretakan dengan Cole.
“Itu tidak benar. Jangan harap Anda melihat pemain bakal berjingkrak karena hal ini. Kebutuhan tim lebih penting dari individual,” kata AVB di Skysport.

Soal Lampard? Ya, kabarnya Frank Lampard juga tak terima kerap dicadangkan olehnya.  “Pada akhirnya Frank sadar bahwa itu keputusan manajer dan dia bisa menerimanya. Itu keputusan yang sulit, tapi kebutuhan tim lebih penting,” sambung mantan pelatih Porto itu.

Dari kubu Bolton, melawan Chelsea merupakan pekerjaan sulit. Di pertemuan awal musim lalu, mereka dilumat 1-5 di Reebok Stadium. Semi finalis FA Cup musim lalu itu kini juga sedang dalam posisi cukup mengenaskan. Terjerembab di zona degradasi, Bolton juga dipeningkan pemain cedera plus hengkangnya pemain kunci. Salah satu pemain kunci dimaksud tentu saja Gary Cahill. Bek satu ini hijrah ke Chelsea Januari lalu.

“Gary pemain luar biasa. Membiarkannya hengkang ke Chelsea adalah keputusan berat. Tapi tak ada keraguan, karirnya di Chelsea bakal bersinar,” kata Owen Coyle pelatih Bolton juga di Skysport.

Dirunut lebih jauh, hubungan Bolton dengan Chelsea juga cukup harmonis. Buktinya, Chelsea pernah berterimakasih besar karena striker muda mereka Daniel Sturridge, sempat dipinjamkan dan berhasil diciptakan menjadi striker bagus seperti sekarang.   (ful)

Kakak Kandung Wali Kota Diduga Terlibat

Dugaan Pemalsuan Buku LKS

BINJAI- Dugaan pemalsuan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dan tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yang diperuntukan untuk tingkat SMP sederajat, hingga kini masih menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Apalagi, oknum yang diduga memalsukan buku LKS itu disebut-sebut kakak kandung Wali Kota Binjai.

Indikasi keterlibatan kakak kandung Wali Kota Binjai ini diungkapkan seorang sumber yang sering mendapat proyek di lingkungan Pemko Binjai kepada wartawan koran ini, Senin (20/2). Menurutnya, oknum yang mengerjakan buku LKS itu memang tak lain adalah keluarga Wali Kota Binjai, yakni Hj Hidayati yang kini menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Binjai Selatan dan seorang keluarganya yang lain berinisial A yang kini bekerja di Satpol PP di Langkat.

Menurut sumber itu, untuk mencentak cover buku LKS tersebut, Hidayati meminjam CV milik seorang warga Medan bermarga Tampubolon. “Kalau saya tidak silap, nama CV yang dipakai kakak kandung Wali Kota Binjai itu CV Lit Terata. Dan seingat saya, CV itu milik orang Medan yang bermarga Tampubolon,” bebernya.

Pemilik CV tersebut, lanjutnya, kenal dengan keluarga Wali Kota Binjai yang bekerja sebagai Satpol PP Langkat itu. “Jadi, kakak kandung wali kota ini mengambil pekerjaan dari Binjai. Sementara, urusan cetak dibantu keluarganya yang di Langkat. Sebab, keluarga yang di Langkat inilah yang kenal dengan Tampubolon, pemilik CV tersebut,” jelasnya.

Tak sampai di situ, sumber ini juga mengungkapkan, semua proyek cetak mencetak buku atau kegiatan lainnya di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai, sudah diambil alih oleh kakak kandung Wali Kota Binjai serta keluarganya yang di Langkat tadi.

“Bagaimana saya bisa katakana seperti itu? Karena, adik kandung Wali Kota Binjai dan keluarganya yang di Langkat itu, setiap kali ingin mengambil pengerjaan, selalu membawa nama Wali Kota Binjai. Sehingga, Kadis P dan P serta pejabat lainnya di bidang pendidikan menjadi takut,” cetusnya, seraya menambahkan, keluarga Wali Kota yang berinisial A, tinggal di Belawan.

Kepala UPTD P dan P Binjai Selatan yang juga kakak kandung Wali Kota Binjai Hj Hidayati, saat dikonfirmasi membantah tudingan sumber tersebut. “Mana ada saya ikut membuat LKS itu, dan saya sama sekali tidak mengetahuinya,” tegas Hidayati saat ditemui di kantornya.

Bahkan, Hidayati menantang untuk ditemukan dengan orang yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pemalsuan buku LKS tersebut. “Yang jelas, saya tidak tahu soal buku LKS itu. Sudah ya, saya lagi sibuk,” ucapnya sambil memasuki mobilnya.

Namun sayangnya, belum diketahui berapa jumlah anggaran untuk mencentak cover buku LKS yang diduga dipalsukan serta memakai anggaran BOS itu.
Bahkan, Dusrin, saat kembali di konfirmasi terkait masalah ini mengatakan, kalau anggaran BOS 2012 belum ada masuk ke Dinas P dan P. “Saya belum tahu berapa besaran anggaran BOS 2012 ini. Soalnya, dalam daftar buku BOS tidak ada menyebutkan jumlah angka atau anggaran. Nanti baru bisa kita ketahui, setelah pihak sekolah membuat laporan ke Dinas P dan P. Tapi, sampai sekarang belum ada laporan. Kerana laporan BOS biasanya dilakukan per triwulan sekali,” terang Dusrin, seraya mengatakan, tidak tahu soal buku LKS tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD P dan P Binjai Selatan yang juga kakak kandung Wali Kota Binjai Hj Hidayati, saat dikonfirmasi membantah tudingan sumber tersebut. “Mana ada saya ikut membuat LKS itu, dan saya sama sekali tidak mengetahuinya,” tegas Hidayati saat ditemui di kantornya. Menurutnya, buku LKS tersebut tidak semua sekolah mengambil. Karena tidak dipaksakan.

Bahkan, Hidayati menantang untuk ditemukan dengan orang yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pemalsuan buku LKS tersebut. “Yang jelas, saya tidak tahu soal buku LKS itu, dimana CV yang mencetak, dan siapa keluarga saya yang bekerja sebagai Satpol PP Langkat itu. Kalau bisa, ketemukan saya dengan orang yang menyebutkan keterlibatan saya dalam pembuatan buku LKS itu. Sudah ya, saya lagi sibuk,” ucapnya sembari berlalu memasuki mobilnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Binjai, Arjuli Indrawan, saat kembali dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan melakukan pemanggilan Senin depan. “Senin (27/2) mendatang akan kita panggil,” ujar Arjuli sembari menyuruh sekretarisnya membuat jadwal dan surat panggilan.(dan)

4.000 Murid SD Dipungli

Ikut Try Out UN Harus Bayar Rp10.000

HAMPARAN PERAK-Sedikitnya 4.000 murid kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Masing-masing dari mereka dipungut Rp10.000 agar bisa mengikuti try out ujian nasional (UN).

Tak pelak, kewajiban ini membuat wali murid berang. Suparmin (54) warga Klumpang, Hamparan Perak, tidak bisa menerima ketika anaknya harus membayar biaya sebesar itu. Apalagi, pengutipan dana try out UN untuk murid kelas 5 SD baru tahun ini terjadi. “Pada tahun lalu dana try out cuma untuk murid kelas 6 saja,” ucapnya.

Ayah tujuh anak ini mengaku heran dengan pungutan tersebut.”

Sebenarnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah ini memberatkan, meskipun dana itu nantinya dipotong dari anggaran dana BOS. Yang jadi pertanyaan kenapa murid kelas lima SD juga ikut dipungut,” terangnya.

Pantauan Sumut Pos di beberapa SD di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, soal pungutan tersebut ternyata bukan isapan jempol. Hal ini diakui oleh seorang kepala sekolah di kawasan itu yang berinisial SU. Katanya, pungutan liar itu karena ada tekanan dari Kantor Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan dan Pengajaran. “Tahun lalu try out UN hanya untuk murid kelas enam, tapi berdasarkan perintah Pak Zakaria di kantor dinas, tahun ini murid kelas 5 juga mesti dipungut biaya try out,” sebutnya.

Bahkan, dia mengatakan, pungutan itu dilakukan pada setiap triwulan. “Jadi dana try out UN itu nantinya dipotong dari anggaran BOS dan diserahkan ke kantor Cabdis P dan P Kecamatan Hamparan Perak,” cetusnya.

Zakaria, Seksi Sarana dan Prasarana di kantor Cabdis Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kecamatan.Hamparan Perak ketika dikonfirmasi terlihat gugup. Namun dia mengaku, pengutipan tersebut dilakukan atas perintah pimpinannya.”Saya cuma disuruh Pak Kacabdis untuk memberitahukan agar setiap sekolah membayar dana try out untuk kelas 5 dan 6 SD,” kataZakaria.

Menurut Zakaria, di Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang terdapat sekitar 4 ribu lebih murid SD dari 75 sekolah yang dipungut biaya try out UN dan dipotong dari anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). “Pengutipan dana try out kita lakukan per triwulan. Tapi tolonglah jangan dimuat beritanya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Cabdis P dan P Kecamatan Hamparan Perak, H Ishak Spd ketika ditemui di kantornya tak bersedia memberikan penjelasan. “Maaf saya lagi sibuk, nanti sajalah,” ucap Ishak sembari berlalu memacu kenderaan keluar dari kantornya.

Di tempat terpisah, Sekretasi Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga Pemkab Deliserdang, Jaswar S Pd MPd menyatakan tidak pernah mengintruksikan adanya kutipan Rp10 ribu kepada siswa SDN yang akan mengikuti try out. Try out dilakukan untuk menguji serta melatih kemampuan siswa menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional. Memang, pendanaan try out dapat menggunakan dana bos. “Tapi, tidak dibolehkan mengutip uang dari siswa,” tegas Jaswar.

Jaswar mengakui informasi adanya kutipan dana kepada siswa SD di wilayah Kecamatan Hamparan Perak belum diketahuinya. Bahkan, informasi pertama kali didapatnya melalui Sumut Pos, ketika dikonfirmasi, melalui sambungan ponselnya, Kamis (23/2) sekitar pukul 19.00 WIB. Oleh karena itu, Jaswar akan mengecek informasi terkait langsung kepada Kepala cabang Dinas Hamparan Perak. “Sabar iya, saya akan cek kepada Kacapdisnya. Ini menyangkutkan nama Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Pemkab Deliserdang,” katanya. (mag-17/btr)

BBM Naik, BUMN Siapkan Bantuan Langsung

JAKARTA-Kenaikan harga BBM tinggal hanya menunggu waktu. Menteri ESDM Jero Wacik sampai harus menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan tersebut.

“Mohon maaf kepada rakyat Indonesia, (harga) BBM akan naik,” kata Jero di sela menghadiri pengarahan presiden dalam raker 2012 Kemenlu, kemarin.
Meski begitu, Jero belum bisa memastikan berapa kenaikan harga BBM. Begitu juga kapan mulai akan diberlakukan. “Kami tengah menghitung, jangan terburu-buru. Kami hitung yang terbaik untuk rakyat,” ujar mantan Menkop dan UKM itu.

Pemerintah, lanjut dia tetap akan memikirkan bantuan bagi masyarakat miskin akibat kenaikan harga BBM. Selain itu, langkah efisiensi juga akan ditempuh.

“Walaupun yang terjadi kantung kita mengempes, negara akan melakukan efisiensi. Ada beberapa yang kita tunda sehingga rakyat tidak terlalu berat,” urainya. Dia meminta publik menunggu hingga pembahasan APBN-P rampung dibahas bersama DPR.

Sementara itu, rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM subsidi menjadi perhatian serius Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk itu, BUMN pun akan dilibatkan secara aktif untuk meringankan beban masyarakat kecil atas kenaikan harga BBM tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, di tengah masyarakat Indonesia ada kelompok rakyat kecil yang sebenarnya juga tidak ingin jika harga BBM naik, namun mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersuara.”Karena itu, kita harus solider dengan saudara-saudara kita ini,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin.

Dahlan mengatakan, ketika nanti harga BBM dinaikkan, maka pemerintah sudah pasti melakukan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat kecil, misalnya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagaimana yang dilakukan dulu. “Nah, kami di BUMN juga akan memberikan bantuan langsung, dananya akan diambil dana CSR (corporate social responsibilty),” katanya.

Seperti apa bentuk bantuan langsung tersebut? Menurut Dahlan, dirinya punya keinginan agar bantuan dari BUMN ke masyarakat kecil bisa disalurkan tidak dalam bentuk uang tunai. “Bisa saja melalui pasar murah, atau pemberian bantuan beras ke kampung-kampung nelayan yang membutuhkan,” sebutnya.

Lalu, berapakah dana yang disiapkan BUMN? Dahlan menyebut, selama ini setiap tahun BUMN sudah menyisihkan sebagian laba yang diperolehnya untuk CSR melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). “Tahun ini, datanya masih kami kumpulkan,” katanya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2011, target dana PKBL yang dihimpun mencapai Rp3,01 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk Program Kemitraan sebesar Rp2,05 triliun dan Bina Lingkungan sebesar Rp965 miliar.

Dahlan menambahkan, jika dibutuhkan dana tambahan, maka BUMN punya potensi dari kelebihan setoran dividen. Sebagaimana diketahui, pada APBN 2012, BUMN ditargetkan menyetor Rp28 triliun. Namun, dengan kenaikan laba BUMN, maka potensi setoran dividen bisa mencapai Rp30 triliun.
“Nah, kalau dalam APBN-P 2012 nanti dividen BUMN dipatok tetap Rp28 triliun, maka BUMN punya room (ruang atau potensi, Red) untuk menggunakan kelebihan Rp2 triliun dalam program CSR,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik Saiful Mujani menilai, jika nantinya pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM, maka dampak politiknya akan dirasakan Partai Demokrat.

“Kenaikan BBM sangat berpengaruh negatif pada Demokrat. Jika kenaikan tidak disertai kompensasi yang besar, yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat, maka akan mempersulit Demokrat,” ujar Saiful Mujani di Jakarta, kemarin.

Hal senada disampaikan pengamat perminyakan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRES) Marwan Batubara.  Hanya saja, Marwan bisa memaklumi kenaikkan harga BBM, asalnya angka kenaikkannya masih diambang toleransi, yakni maksimal Rp1000.
“Sekitar 30 persen kebutuhan minyak kita dari impor. Jadi, ketika harga minyak dunia naik, maka akan lebih banyak lagi duit yang digunakan untuk impor,” ulasnya kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.  “Jadi kita maklum kalau minyak juga naik. Cuman, naiknya berapa?. Kalau naiknya tak logis, kita tolak!” tambahnya.

Tanggapan lebih menerucut dikemukakan Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi. Katanya, kenaikan BBM malah belum layak untuk Medan. “Karena dilihat dari sisi pendapatan eknomi dari segi upah masih tergolong rendah dengan daerah lain. Apakah Kota Medan siap dengan permasalahan yang akan mucul bila kenaikan harga BBM tidak sesuai dengan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Jumadi.

“Solusi harus segera diberikan untuk penghasilan masyarakatnya. Jadi masyarakat tidak hanya mengharapkan bantuan pemerintah saja,” tambahnya. (owi/fal/jpnn/sam/adl)

KPK Ngotot Tunda Pendaftaran Haji

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bergeming menyerukan moratorium (penundaan sementara) pendaftaran haji meski Menag Suryadharma Ali mengisaratkan akan mengabaikan usulan dari lembaga antikorupsi itu. Kini KPK pun meminta agar Kemenag bisa duduk bersama bersama KPK untuk memperbaiki persolan pendaftaran haji tersebut.

“Kami (KPK) meminta moratorium  tujuannya untuk mengadvokasi para calon jamaah haji yang lugu-lugu itu,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) Kamis (23/2). Menurutnya, KPK menemukan indikasi ketidaktransparan yang bisa berujung pada praktik tindak pidana korupsi.

Jadi kata dia salah satu jalan terbaik untuk menghindari proses penyelewengan ini adalah dengan jalan moratorium. Tapi KPK tidak begitu saja berniat menyetop pendaftaran haji untuk sementara. Busyro pun memberikan beberapa opsi tentang mekanisme moratorium pendaftaran haji. Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu memaparkan cara yang pertama adalah tetap menerima pendaftaran calon jamaah haji, tapi para calon tersebut tidak dipungut biaya. Yang kedua, boleh membuka pendaftaran jamaah haji dengan setoran awal asalkan manajerial pendaftaran sudah dibenahi transparansinya. Yaitu dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat atau praktisi yang kompeten dalam manajemen pendaftaran haji. “Jadi jangan semua yang mengurusi Kemenag, yang akhirnya ujung-ujungnya tidak transparan,” terang Busyro.

Busyro lantas menyindir agar Suryadharma Ali tidak hanya menolak, namun harus ada argumennya mengapa mereka menolak moratorium. Apalagi berdasarkan temuan KPK penyelenggaraan haji sangat tidak transparan.

Kata dia, argumen Kemenag bahwa bunga dari Biaya Pendaftaran Ibadah Haji (BPIH) dikembalikan lagi untuk peningkatan pelayanan calon haji, tidak dibenarkan Busyro. Sebab, kata dia lebih banyak bunga tersebut digunakan sebagai biaya operasional yang sebenarnya sudah dialokasikan dari dana APBN.

Apalagi, selama ini para calon jamaah haji tidak pernah diberi laporan secara rinci tentang penggunaan bunga dari setoran awal yang diserahkannya. Padahal,  apabila jamaah haji sudah membayar setoran awal Rp25 juta dan harus menunggu selama 11 tahun untuk berangkat haji, maka bunga yang dihasilkan bisa mencapai puluhan juta. Tapi nyatanya tidak pernah ada transparansi tentang penggunaan itu dan tahu-tahu bunga milik jamaah sudah habis dengan alasan untuk pelayanan. “Itu kan tida transparan,” imbuh Busyro.

Kata Busyo, bunga dari BPIH itu jumlahnya cukup luar biasa. Saat ini sudah ada 1,6 juta calon jamaah haji yang mendaftar dan masuk dalam daftar antrian. Dari jumalah jumlah tersebut Busyro memperkirakan total setoran dana awal mencapat Rp38 triliun. Jadi bunga mencapai Rp1,7 triliun. “Ini yang kami minta untuk ditransparansikan,” imbuhnya.

Namun saat ditanya berapa lama waktu yang ideal untuk moratorium, Busyro belum bisa menentukan. Mantan Ketua KPK pengganti Antasari Azhar itu pun mengaku masih membuka pintu dialog dengan Kemenag untuk membahas berapa lama waktu yang ideal untuk moratorium.

Wacana penghentian sementara atau moratorium pendaftaran haji sejatinya sudah rame, sebelum meledak dari ucapan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Beberapa bulan lalu, Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) sudah menyuarakan moratorium tersebut. Mereka berpendapat, pendaftaran haji lebih baik menggunakan siswa buka-tutup.

Ketua Umum PP IPHI Kurdi Mustafa di Jakarta kemarin (23/2) menuturkan, Kementerian Agama (Kemenag) terlalu mengada-ada jika sistem antrean disebut lebih baik ketimbang sistem buka-tutup. Dia mengakui, sebelum menggunakan sistem antrean, penyelenggaraan haji di negeri ini dilakukan dengan sistem buka-tutup.

Artinya, setiap tahun Kemenag hanya membuka pendaftaran jamaah sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi. “Dengan sistem ini, tidak ada antrean pendaftaran seperti saat ini,” kata dia. Kurdi mengaku miris melihat panjang antrean hingga hampir 12 tahun lamanya. Bisa-bisa ada jamaah yang lebih dulu meninggal, sebelum menunaikan ibadah haji. (kuh/wan/dyn/jpnn)