24 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 13889

Filosofinya Adalah Keseimbangan

Lebih  Dekat dengan Seni Merangkai Bunga Ikebana

Seni merangkai bunga ala Jepang (Ikebana) semakin diminati kaum wanita. Selain sebuah seni, sekarang Ikebana juga sudah menjadi pekerjaan atau mata pencarian.

Meski  Ikebana adalah sebuah seni yang tidak mudah, tetapi bukan berarti  sulit untuk dipelajari. Dengan  waktu yang  relatif  singkat  memungkinkan siapa saja membuat rangkaian Ikebana yang indah. Kreatifitas yang tinggi  adalah  salah satu kunci keberhasilannya.

Pada masa kejayaannya, ilmu merangkain bunga ini sangat identik dengan wanita. Bahkan, dalam pembelajarannya, wanita yang melakukan Ikebana ini juga diajarkan cara bersikap. Misalnya, saat merangkai bunga sikap tangan dan cara duduk harus diperhatikan. Karena ilmu dasar untuk melakukan Ikebana adalah keseimbangan. “Filosofi dalam Ikebana adalah keseimbangan, karena kita memadukan alam dan jiwa saat merangkai bunga,” ujar Instruktur Ikebana Sakae Sitompul pada acara workshop Ikebana yang diselenggarakan oleh Konsulat Jepang di Wisma BII (22/7) .
Dikatakan Sakae, selain sikap yang harus dijaga, saat melakukan Ikebana, yang  juga harus diperhatikan adalah kualitas bunga. Karena itu usahakan untuk menggunakan bunga hidup. Bila harus menggunakan bunga  kering, cukup 20 persen saja.

Walau menggunakan bahan yang sederhana, tetapi dengan bunga segar, maka keindahannya akan tetap terlihat. “Bunga hidup lebih indah. Asal tetap disiram, bunga akan tetap terlihat indah, bahkan selama 7 hari,” ungkap Sakae yang bernama asli Sakae Kinoe.

Untuk melakukan seni merangkai bunga ini, terlebih dahulu siapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Seperti bunga, daun, pemanis, dan pot. Perlengkapan lain  seperti gunting, kaijen (ranting kering) dan oasis atau busa. Untuk menambah keindahan rangkaian, usahakan untuk membuatnya secara bertingkat. Dan jangan lupa, warna juga harus disesuaikan, setidaknya 1 tingkatan warna harus senada.

Busa diletakkan dalam pot, setelah itu letakkan bunga ataupun hiasan yang ukurannya paling tinggi, selanjutnya letakkan bunga yang memiliki tangkai. Nah, dalam tahap ini mulai perhatikan permainan warna. Usahakan juga, agar tinggi dalam tahap ini disesuaikan. Bila tangkai bunga lebih panjang dibandingkan dengan tangkai bunga lainnya, maka untuk yang panjang dapat ditusukkan lebih dalam pada oasis, atau dipotong dengan gunting agar mendapatkan tinggi yang sama. Tahap selanjutnya, letakkan ranting kering, agar terlihat lebih indah. “Saat meletakkan bunga ini, keseimbangan sangat dibutuhkan, agar bunga tidak tumpang tindih. Selain itu, semakin rapat rangkaian, akan terlihat semakin menarik. Asal ingat harus rapi,” tambah Sakae.
Menurut Sakae, ilmu merangkai bunga Ikebana dari Jepang ini sudah ada sejak 800 tahun yang lalu. Rangkai bunga Ikebana ini juga berbeda dari rangkai bunga asal Eropa. Paling mencolok dapat dilihat dari keterampilannya. “Sangat berbeda dari Eropa, kalau diperhatikan secara mendetail perbedaan terletak dari keterampilan terutama kerapian,” ujar Sakae. Bukan hanya dari daerah lain, antar perangkai bunga Ikebana juga memiliki perbedaan.

Bahkan, para Ikebana juga berbeda. Biasanya terlihat pada keseimbangannya,” tambah Sakae yang sudah mendalami Ikebana lebih dari 60 tahun.
Acara workshop Ikebana ini merupakan kerjasama antara Konjen Jepang dan para ibu dari Origami dari Binjai dan sebagian dari akademisi USU. Dalam sambutannya, Konjen Jepang untuk Medan, Yuji Hamada mengatakan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk menambah ikatan kebudayaan anatar dua negara, disadari bahwa Indonesia, Medan pada khususnya tidak terlalu mengetahui dan memahami kebudayaan Ikebana. “Ini untuk kebudayaan. Agar masyarakat lebih mengetahui dan menguasai Ikebana,” ujar Yuji Hamada. (ram)

Potongan Harga All Item di Rabbani Outlet

Tampil modis bagi wanita yang menggunakan jilbab untuk saat ini bukanlah menjadi hal yang sulit. Dengan perkembangan zaman, trend baju muslimah juga mengalami kemajuan, baik dalam hal mode hingga warna. Dan perkembangan inipun tidak menghilangkan nilai keislamannya.

Bagi para Ladies penggemar produk busana muslim Rabbani, ada penawaran menarik dari outlet yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini. Saat ini, hingga tanggal 29 Februari mendatang, Rabbani, menggelar promo potongan harga untuk semua item, termasuk untuk produk yang terbaru.
Untuk saat ini, baju Gamis, atau terusan ala pakaian Arab ini masih tren dikalangan kaum hawa. Dan tren terbaru yang dikeluarkan oleh Rabbani untuk memanjakan konsumennya adalah dengan mengeluarkan model seri gamis dengan corak yang manis dan sederhana.

Seperti Dresslim Hasna, gamis yang bersiluet lurus dengan cutting pada bagian kiri dan kanannya. Ditambahkan list vertical untuk menambahkan kesan langsing bagi pemakai dan juga dilengkapi dengan ban lepas pada bagian tengahnya untuk menambahkan kesan cantik bagi pemakainnya.
“Model ini memberikan kesan semi formal, maka bisa digunakan untuk menghadiri acara semi formal, maupun santai,” ujar Supervisor Rabbani yang terletak di jalan Sisingamangaraja Medan, Syarifah Hafizah.

Dresslim Hasna, terbuat dari jenis kain Kelly Crepe, dengan komposisi serat 100 persen polyster. Dengan komposisi ini kenyamanan menggunakan pakaian akan membuat sedikit lebih panas, tetapi tidak mudah kusut. Untuk pemeliharaan juga sangat mudah, karena bahan tidak mudah kusut, saat disetrika dengan panas skala rendah sampai dengan sedang bisa membuat bahan kain ini terlihat licin.

Selain gamis atau Dresslim Hasna, berbagai gamis dengan model terbaru juga tersedia. Seperti Dresslim Jaizah, Gio, dan Ramadhia. “Harganya juga cukup terjangkau, mulai dari Rp300 ribuan,” tambah Syarifah.

Selain gamis, potongan harga juga tersedia untuk penutup kepala atau jilbab. “Untuk program ini, potongan harga yang diberikan untuk penutup kepala hingga 50 persen, ini untuk program habis barang,” tambah Syarifah. (ram)

Sampah di Pinggiran Sungai Deli Mengganggu

MEDAN-Tumpukan sampah di pinggiran aliran Sungai Deli Jalan Pertempuran Lingkungan 7 Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat mengganggu warga. Selain bau tak sedap yang muncul dari tumpukan sampah, di pinggiran Sungai Deli itu seperti tampak tidak terurus.
“Hampir satu bulan sampah itu tidak pernah diangkut, selain baunya yang sangat menggangu, pinggiran sungai itu terlihat seram sekali seperti tak terurus,” kata Yanti warga setempat kepada kepada Sumut Pos, Kamis (23/2).

Menurut Yanti sampah-sampah itu sebenarnya buangan dari warga yang bukan tinggal di sekitar Sungai Deli itu. “Kalau warga lingkungan 7 di sini selalu membuang sampah pada tempatnya yang telah disediakan di sepanjang Jalan Pertempuran ini,” jelasnya.

Yanti mengaku sering memperingati warga yang kedapatan membuang sampah di pinggiran Sungai Deli itu. “Saya sering mempergoki warga yang membuang sampah di pinggiran sungai itu, saya memperingatinya dengan menyindirnya namun tak sadar juga,” akunya.
Yanti berharap Dinas Kebersihan Kota Medan segera membersihkan sampah yang ada di pinggiran Sungai Deli di Jalan Pertempuran itu, sekaligus menertib warga yang membuang sampah sembarangan.

Tidak cuma Yanti, Taufik warga setempat lainnya juga mengaku terganggu dengan tumpukan sampah di pinggiran Sungai Deli itu.
“Sangat bau lah bang tercium aroma sampah yang ada di bawah pinggiran Sungai Deli Jalan Pertempuran itu,” keluhnya.

Terkait sampah di pinggir Sungai Deli itu, Camat Medan Barat Syahrul Effendy Rambe, SSos  mengaku segera menertibkan warga yang sembarangan membuang sampah, seperti di pinggiran Sungai Deli. Selain itu pihaknya juga akan membersihkan sampah-sampah di sungai itu.
“Jujur saya katakana, kalau di Medan Barat hanya tumpukan sampah yang di pinggiran Sungai Deli itu yang masih bertumpukan, tapi kalau di tempat lainnya selalu diangkut,” aku Syahrul. (omi)

Barang-barang Mahal (BBM)

Oleh: Ramadhan Batubara
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Seandainya usulan pemerintah soal kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) menjadi nyata, apa yang terjadi pada Medan? Tentu jawaban yang keluar dari mulut warga sangat beragam. Intinya, warga cenderung pasrah karena keputusan sudah terbentuk.

Mereka pun akan mengetatkan ikat pinggang akibat harga lain juga ikutan naik. Warga lain yang lebih bijak pasti akan mencari penghasilan tambahan. Harus diakui, warga Indonesia secara umum cenderung kreatif dalam menyikapi keadaan. Bayangkan saja, sudah berapa kali harga BBM naik yang berimbas kenaikan harga sembilan bahan pokok. Ya, meski menimbulkan riak sosial, warga tetap bisa mengantisipasinya.

Mungkin karena itulah warga Indonesia bisa dikatakan paling hebat di dunia (tentunya menurut saya pribadi). Pasalnya, sebagai mahluk Tuhan, manusia adalah ciptaan-Nya yang paling hebat soal adaptasi. Contohnya, ketika dingin manusia mampu menciptakan jaket; ketika panas, manusia bisa menciptakan air conditioner. Dan, warga Indonesialah yang paling jago beradaptasi soal kenaikan harga. Misalnya, ketika miskin kan bisa mengemis; ketika kekurangan gaji kan bisa korupsi.

Medan lebih khusus lagi. Dengan paham ‘Ini Medan Bung’ warga Medan lebih khas. Dengan kata lain, Medan tak mau ribut-ribut dan mencari muslihat. Medan malah terkesan membiarkan sikap pemerintah pusat dalam membuat kebijakan. Mau naik harga BBM, mau naik harga listrik, Medan tetap saja menjadi korban. Jadi, sebagai korban, kenapa harus meributi kebijakan itu. Yang penting, hidup terus berjalan dan kebutuhan tetap terpenuhi. Masalah bagaimana meraih kebutuhan itu, kan terserah warga Medan; Ini Medan Bung!

Tapi, ketika pertanyaan tadi diulangi dengan pertanyaan, setuju atau tidak harga BBM naik? Maka, jawabannya pasti serentak: TIDAK! Dan, warga Medan yang paling keras bersuara. Kenapa? Ya, ketika dilibatkan, maka Medan harus paling berperan.

Tapi sudahlah, soal BBM memang bukan sekadar untuk warga Medan; ini soal manusia Indonesia secara utuh. Sebagai manusia pemegang unsur adaptasi paling hebat terkait kenaikan harga (sekali lagi ini menurut saya pribadi), warga Indonesia memang terus diuji. Pemerintah pun seperti tidak jemu-jemu menguji warganya. Ya, seperti tidak percaya kalau warga Indonesia itu hebat beradaptasi hingga harus diuji berulang-ulang.

Yang terbaru adalah soal usulan pemerintah tadi. Atas nama kenaikan harga minyak dunia, warga Indonesia pun kena imbas. Hal ini cukup lucu. Apalagi, pemerintah terus berlindung dari subsidi yang membengkak. Alasannya lagi, subsidi BBM itu kan bisa digunakan di bidang lain, misalnya pelayanan masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan. Pertanyaannya, apakah harga murah tidak bisa dikatakan sebagai pelayanan? Apakah tingginya harga BBM tidak membuat biaya pengobatan membengkak? Ingat, untuk berobat kan tidak sekadar ongkos dokter dan obat. Seorang pasien harus membeli BBM untuk kendaraannya. Kalau dia naik angkot, ongkos angkot juga dipastikan akan naik seiring kenaikan harga BBM. Lalu, setelah mendapat obat, seorang pasien juga harus makan. Nah, sembako melambung akibat harga BBM naik. Nah, cobahlah hitung pengeluaran tersebut ditambah dengan ongkos dokter dan obat-obatan.

Selain itu, atas nama harga minyak dunia juga bisa dipertanyakan. Bukan masalah konflik yang menyebabkan minyak dunia melonjak, tapi lebih mengarah pada acuan pemerintah. Ya, harga disesuaikan dengan harga dunia, tapi gaji atau honor pekerja malah lokal. Lucu kan?

Karena itulah, pemerintah tampaknya sadar bahwa keputusan menaikkan harga BBM bukanlah keputusan yang populer. Tapi bagaimana lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhono pun seakan menyerah. “Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat,” begitu SBY beberapa hari lalu.

Begitulah, mau apa lagi. Kalau kata orang Medan,” Naikkan aja, tak masalahnya itu.” (*)

Pencatat Meteran Rugikan Pelanggan

08576168xxx

Tukang catat meteran PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan mengamuk kepada pelanggan dikarenakan tidak senang kepada pelanggan yang melaporkan pencatatan yang tidak sesuai dengan angka sebenarnya di meteran sehingga merugikan pelanggan. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu (22/2) pukul 11.30 Wib di Jalan Meteorologi Raya Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung. Pelanggan merasa kecewa dengan kinerja pencatat meter tersebut dan meminta agar oknum tersebut meminta maaf kepada pelanggan yang telah dirugikannya. Kalau tidak, lebih baik oknum tersebut dipecat saja karena menciderai citra PDAM Tirtanadi.  Sumut Pos mohon dibijaksanai, terima kasih.

Segera Kami Cek ke Lapangan

Terima kasih atas informasinya, kami akan segera mengecek kebenaran insiden tersebut dan apabila ditemukan tindakan pegawai yang tidak patut akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Tingkatkan Pengawasan Internal

Tentu hal ini sangat memprihatinkan. PDAM Tirtanadi harus meningkatkan pengawasan internalnya khususnya yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Salah satunya pencatat meteran seperti yang dilaporkan warga melalui pesan singkat ini. Untuk itu perlu dicek kebenarannya dan sanksi yang tegas harus diberikan sebagai efek jera bagi pegawai lainnya. Begitu juga, warga hendaknya turut aktif menjaga fasilitas yang ada untuk kenyamanan bersama. Terima kasih

Meilizar Latief
Anggota Komisi C DPRD Sumut

Sediakan Fasilitas Vital di Medan Helvetia

081396354xxx

Mohon kepada pejabat Pemko Medan khususnya Kecamatan Medan Helvetia agar fasilitas vital seperti mesin genset disediakan agar ketika terjadi pemadaman listrik, layanan kepada masyarakat tidak terkendala. Seperti yang saya alami dalam pengurusan e-KTP, lampu mati genset gak ada, masyarakat antri. Alasan travo meledak. Tolong dong Pak wali kota dan Pak Reza agar ditindaklanjuti. Masa untuk beli genset saja gak ada, jangan biarkan masyarakat kita punya opini negatif lagi terhadap kinerja Pemko Medan.

Dianggarkan Tahun 2013

Terima kasih atas masukan. Memang benar kemarin ada kerusakan dari PLN dan memang jadwal hidup kemarin pukul 16.00 WIB tetapi warga tetap antusias menunggu di Kantor Kecamatan. Untuk itu mengenai genset ini akan kita anggarkan di tahun 2013.

M Reza Hanafi SStp MAP
Camat Medan Helvetia

Sampah Berserakan di Kelurahan Sitirejo III

085373930xxx
Kalau kita lihat semua daerah di kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Medan, para pejabatnya peduli kebersihan di lingkungannya. Tapi dari dulu sampai sekarang di lingkungan daerah Kecamatan Medan Amplas terutama di daerah Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas, para oknum pejabat baik keplingnya tidak pernah memperhatikan kebersihan lingkungannya. Mereka tidak perduli dengan kesehatan masyarakatnya seperti di lingkungan VII dan VIII. Sampah dibiarkan berserakan dan tidak diangkat padahal setiap bulan uang sampah diminta kepada masyarakat. Mereka hanya perduli dengan uangnya saja tapi tidak perduli dengan kesehatan masyarakatnya. Kami minta kepada Wali Kota Medan agar menindak tegas para pejabat dan kepling yang ada di Kecamatan Medan Amplas terutama pejabat yang ada di Kelurahan Sitirejo III beserta Keplingnya.

Saya Tinjau ke Lapangan

Akan saya tinjau langsung ke lapangan beserta lurah dan saya cek apakah selama ini dilayani petugas kebersihan apa tidak. Akan kita buat solusi terbaik untuk penangannya. Terima kasih atas informasinya.

Emir Mahob Lubis
Camat Medan Amplas

New Honda Odyssey Turun Harga Rp16,5 Juta

Mengawali Tahun 2012, Honda Indonesia resmi meluncurkan model baru dari generasi keempat Honda Odyssey di Central Park, Jakarta, Selasa (21/2).
Melalui mobil ini, Honda makin memantapkan posisinya menghadirkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Premium, 7 penumpang dengan tampilan berbeda di kelasnya.  Mobil ini dijual seharga Rp529 juta (on the road Jakarta) lebih murah dari model sebelumnya Rp545,5 juta atau turun sebesar Rp16,5 juta.
Perubahan tampak pada bodi yang aerodinamis dengan tambahan full aero kit, kenyamanan, dan kemewahan kabin bernuansa warna baru serta fitur inovatif hingga performa sporty.

“Untuk pertama kalinya, teknologi ECON Mode diterapkan di model Honda Indonesia. Hal ini tak hanya membuat New Honda Odyssey sporty, juga ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” kata Presiden Direktur HPM Tomoki Uchida saat peluncuran New Honda Odyssey.
Di sisi teknologi, New Honda Odyssey menggunakan dua mekanisme, yakni ECON Mode yang mengubah sistem pengendaraan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar hingga 20 persen dan fitur Eco-Assist di speedometer yang bisa berubah warna untuk mengedukasi pengemudi agar mampu berkendara dengan efisien bahan bakar.

New Honda Odyssey menggunakan mesin i-VTEC 2.4 liter dengan tenaga 180 PS di 6.500 rpm dan torsi puncak 22,2 kg-m di 4.500 rpm. Untuk keamanan, New Odyssey dilengkapi sistem pengereman ABS, EBD, dan BA serta traction control di EPS.

New Odyssey juga dirancang untuk struktur Pedestrian Protection untuk meminimalisir cedera pejalan kaki. “Harga New Odyssey turun karena efek kerja sama Indonesia-Jepang di tahun ini untuk kelas 1.500-3.000 cc,” ujar Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy. (net/jpnn)

Bazaar Komputer Pertama di Kota Medan

MEDAN- Untuk menambah pengetahun masyarakat akan perkembangan tekhnologi, sebanyak 14 merek dari 54 produsen tekhnologi informasi di tanah air, turut memeriahkan Mega Bazaar Computer (MBC) 2012.

Acara yang resmi dibuka kemarin, akan berlangsung selama lima hari mulai 22-26 Februari di Medan Internasional Convention Center (MICC) Hotel Santika Premiere di Jalan Kapten Maulana Lubis.

Adapaun 14 merek produsen tekhnologi informasi yang mengikuti bazar tersebut diantaranya, Samsung, Toshiba, Epson, Metrodata, Astrindo, HP, Sony, Smart Fren, Indosat, Telkomsel dan lainnya.

Menurut IT Division Manager Dyandra Promosindo, Sri Vista Limbong menyatakan, acara bazaar telekomunikasi ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Medan, dengan berbagai acara baru yang diselenggarakan dalam pameran ini. “Ada beberapa konsep baru yang akan kita berikan dalam bazar ini, dan pasti ini merupakan acara yang menarik,” ujar Vista.

Konsep baru terletak pada ajang Social Media and Creativity Festival, dimana provider/pengelola social media maupun social business dan komunitas untuk mengupas lebih dalam manfaat social bagi semua pihak.

Seperti diketahui, bahwa social media yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat adalah Facebook dan Twitter. Dengan hal ini, masyarakat akan mengetahui dengan pasti program apa saja yang sedang berlangsung, sehingga memudahkan para pengguna provider untuk mendapatkan informasi.
Bukan hanya itu, dalam pameran ini terjadi bundling, baik untuk produk HP, Laptop, netbook, dan lainnya. Seperti di stand XL, setiap pembelian BlackBerry jenis apapun akan mendapatkan gratis service selama 3 bulan.elkomsel juga memberikan kemudahan bagi pelanggannya, untuk mendapatkan produk bandling dengan kartu Flash.(ram)

Kejari Sesumut Diminta Membantu Mengusut

Dugaan Korupsi Bansos Pemprovsu Rp1,2 T

MEDAN-Pasca gelar perkara kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprovsu 2009-2011 sebesar Rp1,2 triliun, akhir pekan lalu, sejumlah pejabat dan politikus dari pusat banyak yang kasak-kusuk di Kejatisu. Seorang sumber di gedung Kejatisu mengatakan, banyak pejabat pusat yang meminta kasus itu tak melebar kemana-mana. Kalau pun akhirnya Kejatisu menetapkan tersangka dalam kasus itu, hanya pejabat rendahan saja yang dijadikan tersangka.

“Tokoh-tokoh politik asal Sumut juga banyak yang melobi agar kasus itu dihentikan,” kata sumber yang tak mau menyebutkan siapa saja pejabat dan politikus yang mendatangi atau menelpon pejabat Kejatisu.

Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, saat dikonfirmasi, Rabu (22/2) mengatakan, pihaknya akan tetap fokus pada penyidikan. Malah, lanjutnya, pihaknya telah memilah-milah pejabat tinggi di Pemprovsu yang bakal dijadikan tersangka. Menurutnya, kasus dana bansos merupakan kasus yang sangat besar. “Kasus ini kasus besar yang aliran dananya hampir ke seluruh kabupaten/ kota se-Sumut. Untuk itu kita melakukan sosialisasi agar Kejari ikut menangani kasus aliran dana bansos di wilayah hukumnya masing-masing,” ujarnya.

Marcos mengatakan, mengungkap kasus yang terbesar yang banyak melibatkan pejabat tinggi di Pemprovsu itu adalah target utama mereka. “Kasus ini banyak melibatkan masyarakat dan pejabat rendahan atau pun pejabat petinggi. Untuk itu kita sudah perintahkan jaksa di kabupaten/kota se-Sumut untuk melakukan pendataan penerima aliran dana bansos tersebut,” tegasnya.

Saat disinggung dugaan keterlibatan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, yang menerima aliran dana bansos sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan asrama di Kairo, Mesir, Marcos mengatakan, pihaknya tidak ada mempersoalkan siapa pejabat yang diduga terlibat. “Kita tidak usah mempersoalkan itulah. Sekarang ini kita tetap berjalan untuk melakukan pengusutan yang lebih besar lagi. Karena kasus ini cukup besar dan banyak melibatkan pejabat dan masyarakat,” tegasnya. (rud)