27 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 13890

Mampu Memeluknya Diyakini Bisa Naik Haji

Mitos Seputar Tiang Keramat Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kalimantan Selatan

Bagaimana jadinya jika dengan memeluk tiang-tiang di dalam sebuah masjid  akan membuat kita bisa naik haji? Mungkin kita akan ke masjid  bukan untuk salat, tapi untuk memeluk tiang.

Pada zaman dahulu, sekitar tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi, seorang ulama Kalsel bernama Datu Landak ditugaskan oleh Sultan Kerajaan Banjar untuk mencari tiang yang terbuat dari kayu ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Mendapati tugas itu maka Datu Landak akhirnya berangkat.

Konon, di daerah Barito Kalteng, beliau akhirnya menemukan empat buah pohon kayu ulin yang tinggi dan besar. Menurut  cerita, beliau lalu mencabut keempat pohon tersebut dengan tangan sendiri dan membawanya ke pinggir Sungai  Barito untuk di larutkan hingga sampai ke Martapura. Dan daerah-daerah yang dilalui kayu tadi hingga ke sungai, kata sebagian hikayat, menjadi daerah yang banyak intannya.

Nah, keempat kayu ulin itu sekarang masih dapat kita jumpai berdiri kokoh di dalam Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dulu ketika pertama kali hendak didirikan, Datu Landak hanya menepuk tanah dan dengan sendirinya tiang-tiang itu berdiri tegak.
Entah karena karomah Datu Landak, yang merupakan keturunan Datu Kelampayan ini, atau ada sebab lain. Yang jelas kemudian, ke empat tiang tersebut selalu dilingkarkan bunga melati setiap hari. Dan muncul kepercayaan sebagian masyarakat bahwa jika kita bisa memeluk keempat tiang ulin itu maka kita akan bisa segera mendapatkan rejeki untuk berhaji.

Ahmad Mulyadi (21), seorang mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Martapura membenarkan fenomena sebagian masyarakat yang suka memeluk tiang masjid. Menurutnya, hal tersebut dilakukan warga karena ingin mengambil berkah dari kayu tersebut. “Bagiannya (mereka, Red) biasanya berharap berkah dari tiang itu,” ujarnya.

Seorang penjaga masjid  yang namanya enggan disebutkan juga mengiyakan apa yang telah di lakukan sebagian warga Martapura yakni memeluk tiang masjid. Ketika penulis bertanya padanya tentang kebenaran dari keramat tiang itu, dengan tertawa geli dia berkata: “Biar diragap jua, mun duit kadida, kada kawa jua naik haji (biar dipeluk, tapi kalau uang tidak ada maka tetap tidak bisa naik haji, Red)”.
Adapun Masjid Agung Al Karomah sendiri merupakan salah satu objek wisata di Martapura. Masjid ini sudah tiga kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan tiang kayu ulin sebagai saksi sejarah.

Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura ini mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai saat ini bentuk bangunan masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di kepengurusan masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.

Meski bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam masjid.

Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004, banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda.

Semula atap masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.

Bila arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.(bbs/ij/ram/jpnn)

TKI Punya Pengacara Tetap

JAKARTA- Kabar baik bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Para pekerja Indonesia di sektor informal maupun formal dipastikan telah memiliki pengacara tetap.

Juru Bicara Satgas TKI Humhprey Djemat mengungkapkan, pada 14 Februari lalu telah dicapai kesepakatan perjanjian pemberian jasa hukum antara Pemerintah RI dengan kantor hukum Gooi dan Azura.

“Saat ini WNI/TKI di Malaysia khususnya yang terancam hukuman mati telah mempunyai pengacara tetap ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian pemberian jasa hukum antara pemerintah RI yang diwakili Bapak Mulya Wirana, dan Mr Gooi Soon Seng,” jelasnya di Jakarta, Kamis (23/2).
Humhprey menerangkan, yang akan menjadi pengacara tetap adalah Mr Gooi Soon Seng. Pengacara tersebut setidaknya akan menangani 100 lebih perkara WNI/TKI yang terancam hukuman mati di Wilayah Semenanjung Malaysia.

Hal itu berlaku baik untuk perkara yang masih dalam tahap penyidikan, penuntutan, pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, dan juga di tingkat Mahkamah Persekutuan (setingkat Mahkamah Agung). “Perkara-perkara yang terancam hukuman mati di masa-masa mendatang selama kurun waktu 2012 ini juga akan ditanganani beliau,” terang Humhprey. (ken/ttg/jpnn)

Suatu Bangsa Jatuh karena Akhlak

Oleh:
Drs H Hasan Maksum Nasution SH SPdI MA

Ahmad Syauqi dalam salah satu syairnya: “Bahwasanya bangsa itu bisa bertahan selama mereka memiliki akhlak. Maka bila akhlak itu lenyap dari mereka, merekapun akan lenyap”.

Menurut ajaran Islam, berdasarkan praktik Rasulullah Saw, akhlak mulia adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidaklah ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi materil. Berapa pun besarnya kredit dan investasi, kalau manusia pelaksananya tidak memiliki akhlak, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan dan korupsi.

Demikian pula pembangunan tidak mungkin berjalan hanya dengan kesenangan melontarkan fitnah kepada lawan-lawan politik atau hanya mencari-cari kesalahan orang lain. Yang diperlukan oleh pembangunan ialah keikhlasan, kejujuran, jiwa kemanusiaan yang tinggi, sesuainya kata dengan perbuatan, prestasi kerja, kedisiplinan, jiwa dedikasi dan selalu berorientasi kepada hari depan dan pembaharuan. Itulah sebabnya dikatakan, bahwa mengisi kemerdekaan adalah jauh lebih berat dari perjuangan merebut kemerdekaan itu sendiri.

Karenanya, program utama dan perjuangan pokok segala usaha ialah pembinaan akhlak mulian, ia harus ditanamkan dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat terbawah. Pada lapisan atas inilah yang pertama-tama wajib memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat dan rakyat. Akan tetapi manakala para pemimpin berani memberikan contoh-contoh yang buruk, maka akan berlakulah pepatah “Kalau guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Andaikata terjadi, justru guru kencing berlari, niscaya murid-murid kencing menari-nari”.

Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan tidak perbuatannya. Intelektual suatu bangsa tidak besar pengaruhnya dalam hal kebangunan dan keruntuhan. Sejarah mencatat kerajaan Abbasiyah di Timur yang memiliki tamaddun yang tinggi, telah diruntuhkan oleh bangsa Mongol yang tidak mengenal kebudayaan. Seluruh sejarah bangsa-bangsa mengajarkan kepada kita, bahwa tidak pernah ada suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual, tetapi suatu bangsa jatuh adalah sebab krisis akhlak.

Dalam sejarah perjuangan pisik, rakyat Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya berkat mental juang yang tinggi. Rakyat berjuang menggunakan senjata-senjata sederhana dan bambu runcing menghadapi serdadu-serdadu Belanda, Jepang dan Inggris yang terlatih dalam kemiliteran dan dengan persenjataan, teknis modern. Rahasia kemenangan bambu runcing ini adalah karena di belakangnya berdiri manusia-manusia yang punya mental baja, berani menyabung nyawa dan bertarung dengan maut, demi tegaknya kebenaran dan keadilan di bumi pertiwi tercinta ini.

Akhlak Islam adalah suatu mental dan perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Akhlak Islam adalah produk dari keyakinan atas kekuasaan dan ke-Esaan Tuhan, jadi dia adalah produk daripada jiwa tauhid. Sebagai konsekwensinya, maka hanya Tuhan itulah satu-satunya yang wajib disembah, dimohon petunjuknya, pertolongannya serta yang harus diikuti.

Akhlak Karimah

Dari aqidah tauhid yang benar disertai menyandarkan hidup demi meraih mardhatillah, maka akan terbangunlah akhlak yang karim, yaitu senantiasa memenuhi segala kewajiban yang diperintah oleh Allah dalam hidup dan kehidupannya.

Akhlak adalah sebuah pola hubungan yang baik yang terjalin antara makhluk sebagai ‘abid dan Khaliq sebagai ma’bud, yang garis lurus vertikal itu diciptakan melalui proses amal ibadah dalam artian yang khusus dan juga dalam implementasi yang luas, yaitu pengabdian atau keberserahdirian hamba baik sebagai pribadi (fardhiyah) maupun secara kelompok/komunitas kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bahwa salah satu bentuk dari wujud akhlak karimah yang secara jama’ah itu adalah dalam konteks Ulil Amri yaitu ada dan terbangunnya suatu kepemimpinan yang menggerakkan dan mengatur masyarakat/komunitas muslim ke arah keridhaan Allah SWT.

Istilah ini berbeda dengan etika dan moral yang kita kenal dan sering padankan selama ini. Akhlak adalah sebuah terminology/peristilahan khusus yang digunakan untuk hubungan makhluk (manusia) terhadap Al-Khaliq (Allah swt.). Akhlak karimah wajiblah atasnya bercermin pada Rasulullah Saw, sebab beliau diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak hamba dengan penciptaNya Allah SWT.

Ummul mukminin Aisyah ra. pernah ditanya soal akhlak Rasulullah Saw. Beliau menjawab; “Khuluquhul Quran” artinya akhlak Nabi adalah Alquran.
Akhlak terbagi dua; pertama akhlak khas (khusus) adalah sekalian akhlak yang berkenaan dengan pribadi yang langsung kepada Khaliqul Alam, sedangkan kedua akhlak ‘am (umum) adalah sekalian akhlak yang ada hubungannya dengan makhluk yang lainnya, yang lazim dikenal sebagai baiknya hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan baik antar sesama manusia dengan makhluk hidup lainnya (hablumminannas).
Kemungkaran Menyenangi Pendukungnya Sudah tidak asing lagi, bahwa pelaku kemungkaran akan cenderung menyenangi orang-orang yang mendukungnya dan membenci kepada siapa saja yang menghalanginya. Kondisi semacam ini tampak nyata pada agama-agama bobrok, selalu cenderung kepada yang sealiran dan memusuhi orang yang berbeda paham.

Dalam rangka memenangkan kekuasaan atau merencanakan perampokan, korupsi, adakalanya terjalin suatu bentuk kerja sama diantara mereka. Tak jarang mereka menganjurkan orang lain untuk ikut bekerja dalam kemungkaran yang mereka lakukan. Jika anjuran tersebut diabaikan, maka mereka akan memaksanya dengan cara apapun, walau dengan kekerasan sekalipun. Kemudian mereka yang menyuruh orang lain mengikuti jejaknya untuk melakukan tindakan tercela itu, sebenarnya pada hal-hal yang baik bisa juga terjadi bahkan lebih kuat dari itu.

Oleh karena itu, orang-orang beriman diperintahkan untuk selalu menghadang dan melawan keburukan musuh-musuhnya itu dengan kebaikan, serta diperintahkan untuk memperbaiki dirinya dengan dua cara, yaitu melakukan kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kejelekan.
Di saat kebaikan mengalami hambatan serta adanya dorongan mengarah pada keburukan, maka ada empat cara perbaikan, dengan empat cara inilah para mukmin diperintahkan untuk memperbaiki orang lain sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Allah SWT berfirman; “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat-menasehati, supaya menerapi kebenaran dan kesabaran”. (Al-’Ashr: 1-3).

Imam Syafi’i meriwayatkan serta mengatakan; “Kalau semua orang berfikir untuk memahami Al-’Ashr, maka cukuplah bagi mereka, sebab dalam surat itu Allah menekankan, bahwa sesungguhnya, manusia itu merugi, kecuali yang pada dirinya dilekati keimanan, kesalehan dan sesama orang lain, selalu berwasiat agar senantiasa menepati kebenaran dan kesabaran. (*)

Penulis adalah Dosen STAI
Sumatera, PTI AL-Hikmah dan STAI RA Batangkuis

Penerimaan CPNS Tahun Ini Terancam Batal

Belum Ada Satu pun Daerah Ajukan Formasi

JAKARTA- Tanda-tanda diadakannya seleksi CPNS tahun ini makin redup. Hingga saat ini, belum ada satupun daerah yang mengajukan formasi CPNS. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, pengajuan sudah dilakukan sejak Januari.

“Biasanya kalau mau ada penerimaan CPNS, Januari sudah banyak yang mengajukan usulan formasi ke BKN. Tapi sampai hari ini, usulan itu tidak ada sama sekali,” ungkap Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat yang dihubungi, Kamis (23/2).

Diapun merasa pesimis, tahun ini akan diadakan seleksi CPNS. Pasalnya, selain pengajuan formasi, daerah tetap dituntut melampirkan analisa jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK).

“Bagaimana bisa diadakan penerimaan CPNS, sedangkan pengajuan formasinya belum ada satupun. Prosedurnya kan panjang, makanya Januari harusnya sudah masuk,” ujarnya.

Terkait pengangkatan honorer tertinggal menjadi CPNS, menurut dia, tetap harus disertai dengan usulan formasi yang dilengkapi Anjab-ABK. “Tidak bisa diangkat kalau formasinya tidak ada,” ucapnya.

Ditanya bila RPP honorer tertinggal telah diteken Maret oleh presiden, apakah langsung ada pengangkatan, Tumpak mengatakan, prosedurnya tidak demikian. Setelah PP-nya terbit, BKN akan mengeluarkan Peraturan Kepala BKN yang kemudian mengumumkan hasil verifikasi dan validasi tahap pertama. Setelah itu diberikan kesempatan satu bulan kepada masyarakat untuk memberikan sanggahan.

“Dari laporan-laporan itu, kemudian dilakukan verifikasi dan validasi tahap dua. Mengapa harus ada verifikasi validasi lagi, karena untuk mengclearkan data yang ada sehingga honorer yang diangkat CPNS benar-benar layak (memenuhi persyaratan,” tuturnya.(esy/jpnn)

Jonny Allen Tantang Sekretaris DPC PD Pulangkan Uang

JAKARTA- Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat Jonny Allen Marbun, langsung tertawa ngakak saat dihubungi koran ini untuk dimintai tanggapan atas pengakuan Sekretaris DPC Partai Demokrat Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Hafrul Hadawi Tanjung yang mengaku diberi uang oleh Jonny Allen sebagai tim sukses Anas Urbaningrum saat Kongres PD di Bandung 2010 silam.

Jonny Allen tidak membantah namun tidak juga mengiyakan atas pengakuan Hafrul Tanjung yang mengaku menerima US$ 10.000 dari dirinya. Jonny Allen malah minta, jika Hafrul merasa menerima uang sebesar itu, maka harus dikembalikan kepada dirinya.

“Bilang ke dia, suruh kembalikan saja. Kalau dia merasa menerima, dia harus bertanggung jawab karena dia tidak punya hak suara di Kongres,” ujar Jonny Allen, sembari tertawa terus saat dihubungi koran ini, kemarin (23/2).

Kalau menyuruh mengembalikan, berarti benar memberi dong? Ditanya hal itu, lagi-lagi politisi senior di Demokrat itu hanya tertawa saja. “Pokoknya kembalikan saja karena sekretaris tak punya hak suara,” kata pria yang dikenal sebagai tink tank-nya tim sukses Anas saat Kongres di Bandung itu.
Sementara di Medan, massa yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Muslim Sumatera Utara meminta KPK mengusut kasus dugaan korupsi penyaluran dana ke Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, yang diduga melibatkan Jhonny Allen Marbun. “Dialokasikan dana Rp40 miliar, tapi Rp2 miliar dari anggaran tersebut merupakan fee untuk Jhonny Allen,” kata koordinator aksi, Adhitia Melfan Tanjung saat aksi di depan gedung DPRD Sumut, Kamis (23/2).
“Kami minta agar penegak hukum, khususnya KPK mengusut tuntas dugaan suap dan mark up yang dilakukan Jhonny Allen,” ujarnya lagi.(sam/ril)

Dihadang Massa, Eksekusi Lahan Gagal

KARO- Dihadang seribuan massa, eksekusi lahan seluas 4 hektar di Simpang Kuta Rayat, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, gagal dilaksanakan, Selasa (21/2) pukul 12.00 WIB. Massa yang sebelum kedatangan para ekskutor dan aparat kepolisian, telah memblokir ruas jalan dengan tumpukan batu berbentuk benteng, dan membakar ban, membuat tim pelaksana eksekusi tidak dapat menuju lokasi.

Petugas kepolisian AKP G Sirait didampingi sejumlah Polwan yang mencoba bernegosiasi dengan sejumlah kaum ibu di barisan depan, tidak berhasil melunakkan hati warga yang terlihat sudah diliputi emosi.

Nogosiasi yang di fasilitasi Kepala Desa, Kuta Gugung Kastel Surbakti dan seorang anggota DPRD Karo Suranta Sitepu juga tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Panitera PN Kabanjahe Perdamen Purba memutuskan eksekusi ditunda. “Eksekusi hari ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan,”  ucap Perdamen Purba disambut teriakan gembira massa yang menghadang.

Konflik lahan di tanah milik Gancih Sitepu ini terjadi karena sejumlah warga mengklaim telah membeli tanah warisan itu dari keluarga kandung pemohon. (wan)

Seminggu Ditinggal, Rumah Semi Permanen Terbakar

MEDAN- Satu rumah semi permanen milik dani (25), di Jalan Binjai Km 12,5, Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal terbakar, Selasa (21/2) siang pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Saat kejadian, Dani bersama istrinya Suyatmi (23), dan kedua anaknya pergi ke rumah orangtua Suyatmi di Stabat. Tetangga korban, Suratmin (50), melihat ada kepulan asap dari dalam rumah Dani. Dia semakin panik ketika melihat kepulan asap semakin tebal dan api mulai membakar bagian dalam rumah Dani.
Spontan dia berteriak kebakaran sembari memanggil para tetangganya untuk memadamkan api. Karena rumah tersebut terbuat dari papan, api semakin cepat menjalar dan nyaris membakar rumah di sebelahnya.

Mobil pemadam kebakaran yang terlambat tiba di lokasi mengundang kekecewaan warga dan menyorakinya.  Berselang dua puluh menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun tak satupun barang yang dapat diselamatkan.  Kepling setempat, Narjo (50), langsung menghubungi Dani yang berada di Stabat. Mendengar informasi dari kepling itu, Dani langsung pulang dan menyaksikan rumahnya tinggal puing. Dia mengaku, saat pergi lupa memadamkan listrik.

“Lupa aku matikan listrik, sudah hampir seminggu rumah ku tinggalkan. Memang kabel listrik di dalam semerawut Bang,” terangnya sambil tertunduk lemas.(cr-1/smg)

Guru Bersertifikat Harus Profesional

MEDAN- Kepala Seksi Kurikulum Taman Kanak-kanan (TK), Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Medan Abdul Johan SPd memberi arahan dan pencerahan kepada peserta work shop guru-guru bersertifikasi di Kecamatan Medan Polonia dan Medan Maimun di Aula SD Kemala Bhayangkari I Medan, Sabtu (18/2).

“Guru bersertifikat harus profesional dalam menjalankan tugas pokok harus mengedepankan peningkatan mutu pendidikan pada saat mengajar di depan kelas, dan perangkat pembelajaran tentu sudah selesai dikerjakan sebelum guru tersebut menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya di depan kelas seperti program tahunan, program semester, Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),” urainya di hadapan guru.

Katanya lagi, manakala perangkat pembelajaran tersebut telah disusun sedemikian rupa, guru profesional tersebut harus membuat penelitian tindakan kelas (PTK). Hal ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah tentang problematika siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan dan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, sehingga diharapkan materi ajar yang belum mencapai ketuntasan belajar dapat ditemukan melalui PTK.

Dalam kesempatan tersebut panitia penyelenggara melaporkan, kegiatan work shop ini merupakan pelaksanaan tindak lanjut program pengawas dalam menyahuti pengarahan Kadis Pendidikan Kota Medan Dr M Rajab Lubis MSi.

“Artinya, guru bersertifikasi akan dievaluasi kinerjanya; di samping itu program beliau akan memberdayakan para pendidik di Kota Medan menjadi guru yang bermartabat,” ucap ketua panitia penyelenggara work shop Drs Suyono SH yang juga Pengawas TK/SD Wilayah Medan Polonia dan Medan Maimun, sambil melaporkan peserta work shop yang mendaftar sebanyak 45 guru yang sudah bersertifikasi.

“Setiap guru yang bersertifikasi diwajibkan menguasai information technology (IT) agar tidak gaptek. Untuk itu setiap guru harus mempunyai satu laptop,” tukasnya.(azw)

Belasan Pemuda Mengamuk di Kafe 3 Helvetia

LABUHAN DELI- Belasan pemuda mengamuk di Kafe 3 di Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, karena pesanan mereka tak dipenuhi pelayan kafe, Selasa (21/2) dinihari pukul 02.00 WIB. Akibatnya, sejumlah pekerja di kafe itu terluka dan mengalami trauma.

Menurut Siska (31), seorang Waiters Kafe 3 mengatakan, sekitar pukul 02.00 WIB, ada belasan orang yang masuk ke kafe untuk minum-minum. “Tadinya mereka pesan minuman bir sebanyak lima pasang, namun karena minuman tersebut habis jadi tidak ada. Jadi, kami kasih hanya tiga pasang saja,” kata Siska.
Karena pesanan mereka tak dipenuhi, belasan pemuda itu langsung marah-mrah serta merusak meja kafe. “Selain marah-marah, mereka juga memukul kasir sehingga kasir mengalami luka di bagian tangan kirinya. Bukan itu saja, mereka juga sempat mengancam kami dengan kelewang dan menanyakan pemilik kafe dan mengatakan akan membunuhnya,” beber Siska di Polsek Medan Labuhan, saat membuat laporan.

Sementara Ranjit (37), seorang petugas parkir yang juga dianaiaya belasan orang dengan menggunakan kelewang tersebut menuturkan, dirinya saat itu hendak menenangkan para pelaku. Namun, dia malah menjadi korban. “Aku juga dipukuli bang, sehingga bagian kepala ku bocor, padahal aku hanya ingin menenangkan mereka, tapi karena mereka membawa kelewang makanya aku takut,” ungkap Ranjit.

Sementara Zul, pemilik Kafe 3 mengatakan, penyerangan yang dilakukan belasan orang di kafenya merupakan suruhan dari saingan bisnisnya. “Mereka itu orang suruhan. Saya harap polisi segera menangkap mereka, karena nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diingikan,” pinta Zul.
Di tempat terpisah, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Sugeng Riyadi mengatakan pihaknya kini tengah memeriksa para saksi terkait peristiwa itu.(ris/smg)

Pelaku Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk

MEDAN- Personel Unit Ranmor Polresta Medan bekerjasama dengan Polsek Saribudolok meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor antar kabupaten di Kecamatan Saribudolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (21/2). Tersangka RMS warga Kecamatan Saribudolok Kabupaten Simalungun diamankan petugas karena terlibat pencurian kendaraan bermotor di dua tempat yang berbeda di Kota Medan.

Penangkapan atas tersangka ini dilakukan berdasarkan laporan korban Syahrial, warga Bandarsetia, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kehilangan sepeda motor Vixion BK 3128 AAN di rumahnya pada 17 September 2010 lalu dan laporan Raja, warga Desa Kolam Pasar XI Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kehilangan sepeda motor Suzuki Shogun BK 3127 CO di kediamannya pada (17/2) yang lalu. Saat diamankan, petugas juga menyita barang bukti dua unit sepeda motor milik korban.

Kanit Ranmor Polresta Medan AKP Ronald FC Sipayung saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (21/2) sore, membenarkan penangkapan ini. Ronald menjelaskan, penangkapan ini dilakukan setelah Polresta Medan bekerjasama dengan Polsek Saribudolok mencari keberadaan tersangka. “Tersangka bersembunyi di kawasan Saribudolok, Kabupaten Simalungun dan berhasil kita bekuk,” ungkapnya.(gus)