26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 13904

Juventus Jagoan Imbang

TURIN- Juventus memang tak terkalahkan musim ini. Namun hingga giornata 26 mereka tetap tak mampu kuasai klasemen. Itu dikarenakan Juve lebih sering imbang ketimbang menang. Terakhir, mereka ditahan Chievo 1-1 di Juventus Arena kemarin dini hari.

Pada laga itu, Juve tampil dominan di babak pertama. Tapi, mereka cuma bisa unggul satu gol lewat sundulan Paolo De Ceglie.
Babak kedua berjalan lebih seru dan Chievo lebih berani keluar menyerang. Usaha tak kenal lelah tim tamu akhirnya membuahkan hasil setelah Boukary Drame mencetak gol penyama.

Tambahan satu poin membuat Juve mengoleksi 51 poin dari 25 laga dan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Seri A. Mereka kini tertinggal tiga poin dari AC Milan yang sudah bermain 26 kali. Sedangkan Chievo duduk manis di peringkat kesembilan dengan 34 poin dari 26 partai.
Hasil ini tentu tak bagus. Apalagi musim ini Juventus gagal curi tiga angka atas Chievo.  Terkait hasil tersebut, Arsitek Juve, Antonio Conte meminta fans tidak lekas kecewa dan menyoraki pemain karena Bianconeri masih terus berkembang.

Memang pada laga itu fans klub berjuluk Nyonya Tua itu mencemooh hasil kerja pemain-pemain di lapangan. Sadar dengan kekurangan yang masih ada dalam tim asuhannya, Conte pun meminta pendukung untuk bersabar.  (bbs/jpnn)

Warga Kalimantan Harus Jadi Teladan

PMKK Sumut Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Perbaungan

RATUSAN warga Paduan Masyarakat Kulawarga Kalimantan (PMKK) Sumut dan Serdang Bedagai serta masyarakat Desa Sukajadi, Kecamatan Perbaungan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Sukajadi, Minggu (4/3). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua PMKK Sumut yang juga Anggota DPRD Sumut Hidayatullah SE, Ketua PMKK Serdang Bedagai H Ibrahim Khalil SPdI, Kepala Desa Sukajadi Abdul Haris, Ketua Panitia Abdul Rahman dan undangan lain. Sedangkan ceramah agama disampaikan Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Medan Prof Dr H Syahrin Harahap MA.

Syahrin Harahap yang juga Penasehat PMKK Sumut mengemukakan harapan agar warga Kalimantan dapat menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat Sumut. Ia mengajak anggota PMKK menjadi orang-orang bertaqwa. ‘’Warga Banjar adalah keluarga Islam, maka keluarga Banjar adalah keluarga Rasullulah. Dan keluarga Rasullulah adalah keluarga teladan,’’ ucapnya.

Guru Besar IAIN Sumut ini mengutarakan, warga PMKK dapat santun dalam membina kehidupan, bekerja keras, menjaga budaya, mampu mengenali zaman dan istiqomah di jalannya. ‘’Mari kita tiru keteladanan Rasullullah. Hindarkan menjelekkan se-sama umat. Ajak istri, anak dan keluarga semakin mendekatkan diri kepada Allah,’’ katanya.

Ketua PMKK Sumut yang juga Anggota DPRD Sumut Hidayatullah SE mengajak anggotanya mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. ‘’Peringatan maulid yang dilaksanakan di beberapa tempat selama tiga bulan dapat mendorong kita meningkatkan ketaqwaan sebagaimana diatur dalam Al-Quran dan Al-Hadist,’’ katanya.
Ia mengatakan, peningkatan kesejahteraan umat Islam harus mendapat perhatian serius agar dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. ‘’Meningkatkan perekonomian anggota merupakan kewajiban para tokoh masyarakat Banjar. Kaya di dunia, masuk surga di akhirat,’’ katanya.
Dalam acara maulid ini sebelum dimulai dengan makan pagi bersama dan diakhir dengan makan siang bersama. Saat pembacaan marjanji selama lima menit berhasil dikumpulkan infaq maulid Rp1.410.000 dan infaq masjid Rp1.760.000. (*/dmp)

Nur Ainun dan Welman Pasaribu tercepat di pelajar

Lomba Lari Medan 10-K

MEDAN-Lesatan Nur Ainun dan Welman Pasaribu menaklukkan jarak tempuh 10 km menasbihkan keduanya menjuarai kategori pelajar lomba lari Medan 10-K, Minggu (4/4) kemarin dengan start dan finish di Stadion Teladan Medan. Menyelamatkan wajah atletik Sumut setelah juara kategori umum putra dan putri diraih pelari dari luar Sumut.

Nur Ainun yang juga atlet atletik PPLP Sumut asal SMAN 1 Tapsel menjadi yang tercepat di kelompok pelajar putri dengan catatan waktu 45 menit 27,47 detik. Mengungguli Prety Sihite (SMA Katolik Sibolga) di tempat kedua dengan catatan 46 menit 35,87 detik dan Hemaviton Siregar (SMAN 2 Medan) di tempat ketiga dengan catatan 48 menit 3,94 detik.

Sedangkan Welman Pasaribu asal SMKN 1 Siborong-borong tercepat di kategori pelajar putra dengan catatan waktu 36 menit 11,42 detik. Menyusul. Almarid ( SMA N 15 Medan) dengan 36 menit 55,10 detik di tempat kedua dan  Bambang Syahputra (SMKN Harapan Stabat) dengan catatan 36 menit 22,72 detik.

Laurensho Aditya. S, pelajar Josua 2 Medan, Sebelumnya para pelari Sumut gagal menjadi yang tercepat di kategori umum putra dan putri. Atlet PASI Maluku, Teri Junaidi tercepat dengan catatan waktu 36 menit, 00,82 detik. Disusul Gusti (Jawa Barat) dengan catatan 36 menit 2,76 detik. Sumut hanya menempatkan Tumpak Manik dari Kodam I/BB dengan catatan 36 menit 6,36 detik.

Kondisi yang sama terjadi di kategori umum putri. Pelari asal Kalimantan Timur,  Marianche Subnafeo melesat menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 39 menit 8,38 detik. Mengungguli Unik S asal  Lokomotif Club Salatiga, dengan waktu 41 menit, 21,57 detik disusul Nur Ainun dari Kabupaten Karo dengan waktu 43 menit, 43,48 detik atas Nur Ainun P dari Kab Karo.

Kegiatan yang diikuti sekitar 7000-an peserta ini sebelumnya dilepas start oleh Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan didampingi KONI Medan Zulhifzi Lubis.  Start dari depan Stadion Teladan, Jalan Gedung Arca, Jalan Halat, Jalan Ir Juanda, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Alfalah, Jalan SM Raja, Jalan Turi dan finish di depan Stadion Teladan.

Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis usai lomba berharap kegiatan ini dapat rutin digelar untuk mencari bibit-bibit pelari potensial di Sumut. “Saya harapkan ini bisa digelar rutin setiap tahun karena dari sini bisa kita lihat pelari-pelari potensial,” pungkasnya. (mag-18)

Dojo Karya Juara Umum Kejurda Inkanas

MEDAN- Dojo Karya Medan kembali memastikan diri sebagai juara umum Kejuaraan Daerah Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Sumut yang berakhir Minggu (4/4) kemarin di Gelanggang Remaja Medan. Dojo Karya berhak atas piala bergilir Kasat Brimopdasu III 2012 dengan torehan 10 emas, 11 perak dan tujuh perunggu.

10 emas diperoleh lewat M.Zaki Abdullah yang menyumbangkan dua emas dari kelas Kata perorangan dan Kumite -52 kg kadet putra diikuti Mutia Putri yang menjuarai kumite -54 kg kadet putri. Di kategori junior putra,  M Rizki merajai kumite -61 kg dan M Zein Nugraha pada kumite -76 kg. Emas lainnya diraih dari kata perorangan junior putri lewat Indah dan kumite -59 kg lewat Tri Winarni juga Wan Nurul yang menjuarai kumite +59 kg. Emas terakhir disumbangkan Yulis Putri di kelas kumite -50 kg senior putri.

Dojo Deli Serdang harus puas di tempat kedua dengan 6 emas, 5 perak dan 15 perunggu diikuti Dojo Rajawali Medan dengan 5 emas, 3 perak dan 10 perunggu.

Dua karateka juga meraih Best of The Best (BOB) di kategori junior putri lewat Tri Winarni yang mengalahkan Tri Utami (Amir Hamzah) di final serta Zaki yang di kategori pemula dan kadet putra yang memenangkan pertarungan dari Fahmi (Merah Putih). BOB lainnya diraih Marliana Waysuri (SMAN 5 Medan) kategori pemula dan kadet putri, Nurul (rajawali) di senior putri, Ilham Halik (Merah Putih) di kategori senior putra, Ari Pratama (Amir Hamzah) di kategori junior putra, Samuel (Rajawali) di kategori usia dini dan pra pemula putra, serta Silvia Yuliata di kategori pemula putri.

Kejurda ditutup Kabid Organisasi Inkanas, Ir Tobrani yang pada sambutannya menyambut baik bermunculannya potensi-potensi atlet dari berbagai daerah di Sumut. “Saya senang dengan banyaknya atlet-atlet baru yang muncul dan akan membawa nama Sumut ke tingkat nasional.Saya harap ke depannya semakin serius berlatih,” ujarnya.

Sementara Kabid Binpres  Hadismar mengatakan para peraih juara I dan II akan mengikuti pemusatan latihan dalam menghadapi Piala Walikota pada akhir Maret mendatang, “Walikota Cup adalah even bergengsi yang diikuti seluruh perguruan dan pengcab Forki di Sumut dan akan dilakukan pemusatan latihan untuk para atlet berprestasi,” ,” pungkasnya. (mag-18)

Benny Pulangkan Pemain

MEDAN-Delapan pemain inti PSMS dipastikan absen pada laga kontra Persidafon Dafonsoro, Selasa (7/3) mendatang. Karena itu, dalam rangka efisiensi dana, manejer PSMS Benny Tomasoa memulangkan tujuh pemain serta Sekretaris Tim Fityan Hamdy.

Adapun ketujuh pemain tersebut yakni Inkyun Oh, Choi Dong Soo, Arie Supriatna dan Osas Saha dipulangkan ke Medan bersama Sektim. Sedangkan Sasa Zecevic singgah di Jakarta mengurus perpanjangan Kitas. Denny Rumba pulang ke Semarang dan Anton Samba ke Makassar.

Sementara kedelapan pemain yang absen yakni Anton Samba, Inkyun Oh dan Choi Dong Soo mengalami cedera. Sedangkan Markus Haris Maulana, Sasa Zecevic, Denny Rumba dan Osas Saha terkena akumulasi kartu kuning. Serta Arie Supriatna terkena hukuman kartu merah.

Dari data tersebut, berarti Markus yang juga dipastikan absen tetap dibawa ke Dafonsoro. “Markus masih kita perlukan untuk membimbing Edi Kurnia sebagai penggantinya di bawah mistar gawang. Lagi pula, kita sudah membeli 16 tiket untuk pemain.

Sementara dengan sisa pemain yang kita bawa pada tour Jawa Timur-Papua hanya ada 13 orang dan kita juga telah memanggil dua pemain dari Medan, jadi totalnya baru 15 pemain. “Hal itu yang menyebabkan Markus tak dipulangkan,” ujar Benny, Minggu (4/3). (saz)

Puing-puing St Paul’s yang Terkenal

Travel Tour Hongkong-Macau (6)

Oleh: DAME AMBARITA
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Lewat imigrasi di gedung perbelanjaan yang sama, peserta sudah sampai Macao. Ketemu tour guide baru bernama Pauline.
Macau adalah koloni Eropa tertua di Tiongkok, sejak abad ke-16. Pemerintahan Portugal menyerahkan kedaulatan Macau kepada Republik Rakyat Tiongkok di tahun 1999. Sejak itu Macau menjadi Daerah Administratif Khusus Tiongkok.

Mempunyai luas sekitar 6 mil persegi, Macau terletak di70 km sebelah barat daya Hongkong dan 145 km dari Guangzhou. Sebagai bekas jajahan Portugis, nuansa Portugis masih sangat kental di wilayah Macau. Karena itu, meski penduduk Macau kebanyakan bertutur dalam bahasa Kantonis -seperti juga masyarakat Hongkong, bahasa Portugis adalah bahasa resmi lain. Maka tulisan yang terpampang di instansi resmi maupun toko menggunakan dua bahasa, Tiongkok dan Portugis.

Karena sudah malam, Pauline langsung membawa peserta ke hotel, dan mengumumkan morning call esok paginya pukul 8. Pukul 8.30 sarapan, dan pukul 10 sudah siap-siap berangkat. Kali ini peserta tak perlu packing koper, karena untuk kali pertama peserta menginap selama 2 malam di kota dan hotel yang sama. Seppp…

Hari pertama, peserta dibawa melihat patung A-ma, tempat sembahyang umat Buddha tertua di Macao. Selanjutnya ke Senado Square seluas 3.700 meter per segi, yang dilapisi dengan batu-batu mosaik berwarna-warni dengan ombak, karya para ahli Portugis.

Nikmatnya udara sejuk, air mancur di tengah dan arsitektur yang kental dengan suasana Eropa, membuat kita serasa mampir sejenak di dunia Barat. Usai foto-foto, peserta dipandu jalan kaki ke Ruins of St. Paul’s, surganya para pejalan kaki. Ribuan orang hilir mudik jalan kaki di sana. Ada yang naik ke puing ada yang turun. Sepanjang jalan, berdiri toko-toko yang menjual jajanan. Boleh cicip jika mau.

Dan tibalah di depan puing-puing St Paul’s yang terkenal. Puing yang tersisa tinggal dinding depan gedung yang dahulunya universitas, terbuat dari pahatan batu. Kata Pauline, St Paul’s ini sudah tiga kali terbakar. Yang tersisa dari gereja terhebat Macau ini hanyalah halaman depan batunya yang luar biasa dan anak tangganya yang mengagumkan.

Setelah dua kali terbakar, gereja ini kembali dibangun tahun 1602 bertetanggaan dengan Universitas Jesuit St. Paul. Universitas ini merupakan universitas barat pertama di timur jauh, di mana para misionaris seperti Matteo Ricci dan Adam Schall belajar segala sesuatu tentang China, sebelum bekerja di Ming Court di Beijing sebagai astronomer dan ahli Matematika.

Menurut pengunjung terdahulu, gereja ini terbuat dari taipa dan kayu, didekorasi dan diberi perabotan yang indah. Dinding depannya yang terbuat dari batu ukiran dibangun pada 1602 oleh pelarian Kristen Jepang dan tukang kerajinan setempat, di bawah pengarahan Jesuit Italia Carlo Spinola.
Setelah mengusir para Jesuit, universitas tersebut digunakan sebagai barak tentara dan pada tahun 1835 api membakar dapur dan menghancurkan universitas dan gereja. Dinding depan yang selamat berdiri di atas empat kolom tiang dan ditutupi oleh ukiran dan patung yang dengan elok menggambarkan masa-masa awal gereja di Asia. Terdapat patung-patung Perawan dan Santo, lambang dari Taman Surga dan penyaliban, malaikat dan iblis, naga China dan krisan Jepang, kapal layar Portugis dan peringatan moral dalam tulisan China.

Setelah restorasi mulai tahun 1990 sampai 1995, bagian belakang Ruins of St. Paul’s diubah menjadi museum. Reruntuhannya dianggap sebagai simbol dari Macau, dan sekarang menawarkan kepada pengunjung situs baru di mana mereka dapat melihat sisa-sisa dari apa yang dulu adalah Gereja Bunda Tuhan.

Mitos yang beredar, kata Pauline, kebakaran gereja St Paul’s sampai 3 kali itu karena posisinya yang diapit kuil-kuil, khususnya kuil Naza. Di mana, Naza merupakan dewa yang agak nakal dan hobi main api. “Posisi gereja ini kurang hong sui,” cetusnya.

Di Macau juga ada patung yang sedikit aneh. Dengan tinggi kira2 15 meter, patung itu sebagai kenang-kenangan dari Portugis sebelum menyerahkan Macau ke China. Disebut aneh karena patung itu badannya badan Bunda Maria, tapi ditutupi jubah Dewi Kwan Im. Jadi mirip perpaduan antara Portugis Katolik dengan China yang percaya dewa-dewa. “Kami menyebutkan Dewi Kwan Im bule,” kekeh Pauline.

Selanjutnya perjalanan berlanjut ke gedung pertunjukan film 4D untuk menyaksikan Dragon Treasure atau sering juga disebut juga The Buble Show. Bayar 80 Dolar Hong Kong per orang, gedung pertunjukan ternyata tidak memakai kursi alias harus berdiri. Layarnya adalah atap gedung berbentuk kubah, dengan durasi pertunjukan sekitar 45 menit. Jadi selama itu, kepala kita harus menengadah ke atas.

Pertunjukannya sendiri cukup menarik, dengan berbagai variasi dan permainan lampu, filmnya film animasi, menceritakan tentang harta karun di bawah laut yang dijaga oleh naga. Cukup bagus. (dame)

Benny Pulangkan Pemain

MEDAN-Delapan pemain inti PSMS dipastikan absen pada laga kontra Persidafon Dafonsoro, Selasa (7/3) mendatang. Karena itu, dalam rangka efisiensi dana, manejer PSMS Benny Tomasoa memulangkan tujuh pemain serta Sekretaris Tim Fityan Hamdy.

Adapun ketujuh pemain tersebut yakni Inkyun Oh, Choi Dong Soo, Arie Supriatna dan Osas Saha dipulangkan ke Medan bersama Sektim. Sedangkan Sasa Zecevic singgah di Jakarta mengurus perpanjangan Kitas. Denny Rumba pulang ke Semarang dan Anton Samba ke Makassar.

Sementara kedelapan pemain yang absen yakni Anton Samba, Inkyun Oh dan Choi Dong Soo mengalami cedera. Sedangkan Markus Haris Maulana, Sasa Zecevic, Denny Rumba dan Osas Saha terkena akumulasi kartu kuning. Serta Arie Supriatna terkena hukuman kartu merah.

Dari data tersebut, berarti Markus yang juga dipastikan absen tetap dibawa ke Dafonsoro. “Markus masih kita perlukan untuk membimbing Edi Kurnia sebagai penggantinya di bawah mistar gawang. Lagi pula, kita sudah membeli 16 tiket untuk pemain.

Sementara dengan sisa pemain yang kita bawa pada tour Jawa Timur-Papua hanya ada 13 orang dan kita juga telah memanggil dua pemain dari Medan, jadi totalnya baru 15 pemain. “Hal itu yang menyebabkan Markus tak dipulangkan,” ujar Benny, Minggu (4/3).

Mengenai santernya informasi perselisihan antara Benny dan Fityan, ia mengaku hal tersebut tak ada kaitannya. “Tak ada masalah apa-apa, murni hanya untuk pengefisienan dana,” jelas Benny.

Informasi yang berkembang, dipulangkannya Fityan karena dianggap terlalu sering mencampuri yang bukan tugasnya. Sehingga kerap membuat suasana rombongan skuad Ayam Kinantan tegang. Fityan juga dianggap kerap menceritakan kondisi tim ke pihak luar, khususnya ke media di Medan. (saz)

Konflik Pertanahan

Oleh:
Suhrawardi K Lubis dan Usaha Ginting

Dari hari ke hari di negeri ini semakin banyak ditemukan diskursus pertanahan. Terjadinya karut marut tentang pertanahan semakin terang benderang dengan banyaknya konflik-konflik yang tak berkesudahan, selesai yang satu tumbuh lagi konflik yang baru, bak pepatah “mati satu tumbuh seribu”.
Penanganan konflik-konflik pertahanan yang terjadi ditangani pemerintah setengah hati, sehingga penanganan yang dilakukan tidak dapat menjawab karut-marut konflik pertanahan. Bahkan setiap hari terus muncul episode baru konflik pertanahan, seolah-olah tidak akan ada ujung. Konflik pertanahan di negeri ini seperti “bom waktu” yang sewaktu-waktu siap meledak.

Masih segar di ingatan apa yang terjadi di Papua dengan kasus Freeport-nya, di Lampung dan Sumatera Selatan dengan kekerasan Mesuji, di Sumatera Barat dengan kasus Maligi-nya, di beberapa daerah Sumatera Utara dengan kasus-kasus sengketa masyarakat dengan pihak perkebunan. Bahkan masih banyak lagi konflik-konflik yang seolah-olah menanti jadwal tayang dan selalu akan memakan korban baik nyawa maupun harta benda.

Apa sebenarnya yang menjadi akar masalah konflik-konflik pertanahan yang selalu terjadi dan sulit untuk menemukan titik terangnya? Menjawab pertanyaan ini, tentu tidak mudah, sebab konflik-konflik yang terjadi bersifat sistemik. Istilah yang cocok untuk menggambarkan kondisi saat ini dapat dikemukakan bahwa problematik pertanahan seperti berada dalam sebuah lingkaran yang terus berputar tidak ada ujungnya.

Namun demikian, melihat kepada model-model konflik pertanahan yang terjadi, setidaknya dapat diklasifikasikan kepada 2 (dua) model konflik, yaitu: pertama, konflik horizontal dan kedua konflik vertikal. Konflik horizontal biasanya terjadi antara masyarakat dengan masyarakat lainnya yang memperebutkan satu bidang lahan, sedangkan konflik vertikal terjadi antara masyarakat dengan pihak ketiga. Pihak ketiga disini biasanya investor yang berinvestasi di suatu paguyuban masyarakat, baik berupa usaha perkebunan, kehutanan maupun pertambangan.

Di lihat dari kedua model konflik pertanahan di atas, yang sering terjadi adalah konflik model kedua yaitu model konflik vertikal antara masyarakat dengan pihak ketiga. Kehadiran pihak ketiga dalam suatu paguyuban masyarakat memang tidak selalu mendapat respons yang negatif dari masyarakat disekitar konsesi, bahkan terkadang ada masyarakat yang dengan senang hati menerima kehadiran investor di kampung mereka. Sebab dengan masuknya investor, ada efek positifnya kepada masyarakat, misalnya: dibangunnya sarana dan prasarana oleh pihak perusahaan, misalnya jalan atau fasilitas umum lainnya.

Namun demikian, investor yang berinvestasi itu sering juga membawa permasalahan tersendiri kepada masyarakat. Misalnya, dengan masuknya investor selalu ada pihak yang mendominasi dan pihak yang resisten dan masyarakat lazimnya selalu berada di pihak yang kedua.

Modus Konflik

Sebenarnya sangat banyak modus yang menyebabkan terjadinya konflik pertanahan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya disebabkan mekanisme pemberian plasma perusahaan atau bahagian konsesi yang diperuntukkan kepada masyarakat adat, seperti yang terjadi di Maligi, Pasaman Barat, baru-baru ini. Konflik kemudian berujung pada bentrok antara masyarakat dengan aparat Kepolisian.

Bila dicermati lebih dalam mengenai apa yang terjadi, sebenarnya masyarakat hanya sekedar meminta hak mereka atas kebun Plasma yang sudah dijanjikan oleh perusahaan dan ditetapkan oleh pemerintahan daerah. Namun kemudian, pihak perusahaan tidak memenuhi janjinya sama sekali, sehingga masyarakat menuntut hak mereka dengan berbagai cara, diantaranya melakukan demonstrasi kepada pihak perusahaan dan kemudian demontrasi itu berujung konflik.

Selain itu, konflik pertanahan sering juga terjadi disebabkan pemberian izin usaha oleh Pemerintah baik perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Izin yang diberikan sering bermasalah karena tidak melibatkan masyarakat adat disekitar tempat yang akan diberikan izin. Bahkan terkesan pemerintah memandang masyarakat tidak penting dalam proses perizinan yang diberikan. Akibatnya izin yang diberikan menimbulkan masalah.

Sering terjadi, izin yang diberikan pemerintah meliputi lahan pertanian dan perkebunan yang dimiliki masyarakat. Bahkan pernah terjadi, lahan pertapakan mesjid dan perumahan disuatu kampung masuk ke dalam lahan areal yang diberikan izin oleh pemerintah kepada salah satu Perusahaan Perkebunan Negara, padahal lahan mesjid dan perumahan tersebut telah dikuasai secara turun temurun selama puluhan bahkan ratusan tahun oleh masyarakat.

Di Sumatera Barat misalnya, dikenal adanya tanah Ulayat, baik tanah Ulayat Suku, Kaum, Nagari ataupun tanah Ulayat Rajo. Tanah ulayat tersebut tentu dimiliki secara komunal atau bersama oleh masyarakat. Kemudian investor masuk dan mendapatkan izin dari pemerintah pusat atau daerah atas tanah ulayat tersebut. Untuk mempermudah proses investasi, investor memberikan uang kepada masyarakat dengan dalih sebagai pengganti kerugian atas tanah ulayat masyarakat adat tersebut.

Dalam pemahaman masyarakat adat Minangkabau uang yang diberikan oleh investor dianggap sebagai “siliah jariah” atau uang pergantian selama tanah ulayat dikelola oleh pihak ketiga. Namun kenyataannya siliah jariah ini sering dipelintir menjadi peralihan hak atas tanah kepada pihak investor, padahal semestinya siliah jariah tersebut hanya melahirkan hak pengelolaan kepada investor. Perbedaan persepsi tersebut menjadi pemicu untuk timbulnya konflik pertanahan.

Selain itu, konflik pertanahan juga sering terjadi disebabkan keberadaan satuan pengamanan baik dari PAM swakarsa yang disiapkan investor maupun aparat Kepolisian yang “diperbantukan” untuk mengamankan areal konsesi perusahaan. Seperti kasus yang terjadi di Mesuji provinsi Lampung dan Maligi di Sumbar. keberadaan satuan pengamanan sering memperuncing konflik pertanahan yang berujung pada pelanggaran HAM. Kenapa semua itu terjadi? karena satuan pengamanan ini cenderung menjadi “tukang pukul” nya perusahaan.

Hal lain yang menyebabkan terjadinya konflik pertanahan ialah masalah tapal batas, sampai saat ini di Indonesia masih banyak tapal batas yang tidak jelas, ini terbukti dengan seringnya klaim penguasaan lahan melebihi izin yang diberikan oleh perusahaan perkebunan, baik perusahaan perkebunan swasta maupun perkebunan Negara. Misalnya sebuah perusahaan perkebunan pemegang HGU mengklaim lahan masyarakat sebagai konsesi mereka, padahal dalam izin HGU sudah jelas batas dan luas areal konsesi yang diberikan, namun investor menggarap tanah melebihi luas yang ada dalam konsesi. Hal ini tentu melahirkan benturan kepemilikan dan berujung kepada konflik pertanahan. Bahkan konflik tapal batas ini juga sering terjadi antar provinsi atau kabupaten, misalnya kasus yang terjadi di tapal batas Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau.

Terjadinya konflik pertanahan sebenarnya dapat diantisipasi, bahkan kalaupun ada konflik akan dapat diselesaikan apabila ada ketegasan dari pemerintah pusat maupun daerah. Namun yang terjadi selama ini pemerintah tidak serius menangani penyelesaian konflik-konflik pertanahan. Ketika sudah ada korban jiwa dan terpublikasi dengan gencar di media, barulah pemerintah seperti “kebakaran jenggot”.

Pemerintah (baik pusat maupun daerah) diharapkan dapat mengantisipasi dan menyelesaikan konflik pertahahan yang terjadi secara serius. Untuk memulainya dapat dilakukan dengan mereformasi peraturan pertanahan, sehingga peraturan pertanahan yang ada lebih pro kepada rakyat, sebab dalam konstitusi dikemukakan bahwa bumi, air dan ruang angkasa digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Semoga!. (*)

Penulis adalah Dosen dan Mahasiswa PMIH-UMSU Medan

Penerimaan CPNS 2012 Khusus Honorer Kategori 1

Penerimaan Tenaga Kesehatan dan Pendidik Tetap Dibuka

JAKARTA- Kendati dalam moratorium CPNS masih diberikan kesempatan kepada daerah untuk melaksanakan penerimaan pegawai baru, namun hal itu sulit direalisasikan. Pasalnya, anggaran untuk CPNS baru belum disiapkan pemerintah.

“Yang sudah ada anggarannya hanya honorer tertinggal. Karena sesuai kesepakan pemerintah dengan DPR, honorer tertinggal diangkat 2012. Kalau lainnya, belum dianggarkan pemerintah,” ungkap Asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN dan RB Nurhayati yang dihubungi, Minggu (4/3).

Di dalam surat keputusan bersama tentang moratorium CPNS, sebut Nurhayanti, yang dikecualikan adalah tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat), tenaga pendidik (guru), kebutuhan mendesak (sipir, anak buah kapal dan lain-lain), serta honorer tertinggal.

Mengenai bertambahnya jumlah honorer tertinggal kategori I (K-1) dari 67.385 orang menjadi 72.569, menurut Nurhayati tidak serta merta diterima pemerintah (Kemenpan dan RB). Kemenpan dan RB tetap berpegang pada data hasil verifikasi dan validasi awal yaitu 67.385 orang.
“Angka 72.569 itu kan hanya sebatas laporan Wakil Kepala BKN kepada DPR. Jadi tidak kami anggap. Apalagi itu tidak dilaporkan resmi ke Kemenpan dan RB,” tegas Nurhayati.

Dia menambahkan, yang telah dianggarkan pemerintah dalam APBN 2012 hanya 67.385 orang saja. Kalau kemudian ada penambahan, harus melalui proses analisa lagi. “Gaji CPNS dari honorer kategori I yang sudah tertata hanya 67 ribuan. Itupun maksimal ya, karena saat ini pemerintah tengah melakukan verifikasi dan validasi ulang. Jadi kemungkinan besar, plafon anggaran tersebut tidak akan terpakai semua karena banyak laporan data honorernya palsu,” terang perempuan berkerudung ini.

Menurut Nur, Pemda juga harus menunggu beberapa hal yang harus dituntaskan. Di antaranya menunggu penataan pegawai dengan disertai analisis jabatan (anjab) dan beban kerja. Selain itu, belanja pegawai dari APBD harus di bawah 50 persen.

Selanjutnya, anjab akan dibawa ke Wakil Presiden Boediono untuk dibahas lebih lanjut. “Sebagai ketua tim reformasi birokrasi nasional, Wapres akan menentukan apakah ada penerimaan pegawai baru lagi (selain honorer) atau tidak,” ujarnya.

Ditanya peluang penerimaan CPNS baru untuk posisi tenaga kesehatan, guru ataupun tenaga mendesak lainnya pada tahun ini, Nurhayanti malah mengaku pesimis. Sebab selain anggarannya belum ada, banyak pemda juga tidak memasukkan data kepegawaiannya.

“Bagaimana bisa dianalisa lanjut kalau datanya saja belum ada? Baru ada tujuh daerah yang memasukkan lengkap. Mereka juga belanja pegawainya di bawah 50 persen. Kalau untuk honorer, mereka sudah pasti diproses duluan. Untuk kebutuhan mendesak dan lainnya, terpaksa dipending karena posisi pegawai di seluruh daerah peta penyebarannya belum terlihat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhayati juga mengingatkan, pihaknya terus bersikap tegas dalam pengangkatan pegawai baru termasuk dalam hal distibusi pegawai. Tak terkecuali tenaga honorer, harus mau ditempatkan di mana saja. “Sebenarnya aturan ini sudah lama, namun implementasinya masih kurang. Karena itu mulai tahun ini, penempatan pegawai baru kita perketat,” tandasnya.

Nurhayanti memastikan dengan pengetatan tersebut maka tenaga honorer yang diangkat CPNS tidak akan menempati instansi sebelumnya dulu. Dicontohkan honorer yang sebelumnya ditempatkan di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, setelah menjadi CPNS harus mau diposisikan ke luar Jawa, terutama di daerah yang kekurangan pegawai.(esy/jpnn)

Surya Paloh: Indonesia Kehilangan Jati Diri

MEDAN- Indonesia harus menghapus ketergantungan terhadap negara asing seperti yang terjadi selama ini. Alasannya, ketergantungan terhadap asing tersebut tidak akan membawa Indonesia menjadi lebih baik, tapi bahkan bisa memberi dampak buruk terhadap perkembangan Indonesia ke depan.
“Suatu bangsa tidak akan bisa menjadi lebih baik jika tergantung kepada asing. Tidak mungkin bangsa asing lebih memahami dan mengetahui kondisi Indonesia, apalagi memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menjadikan Indonesia lebih baik ketimbang bangsa Indonesia sendiri,” kata Ketua Umum Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh pada pelantikan organisasi sayap Nasdem untuk Sumut, di Lapangan Benteng Medan, Minggu (4/3).

Pada kesempatan itu, Surya Paloh juga mengkritik, pucuk pimpinan di Indonesia merupakan golongan tua, yang sejauh ini telah menyebabkan Bangsa Indonesia kehilangan jati diri, karena lebih banyak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

“Saat ini Indonesia sudah kehilangan jati diri. Karenanya bangsa ini harus melakukan perubahan yang saya sebut dengan restorasi Indonesia. Indonesia tidak boleh menggantungkan harapan ke bangsa lain, tapi harus menaruh harapan kepada bangsa sendiri,” tegasnya.

Untuk menghempang itu semua, Surya Paloh juga menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Pemuda, telah terbukti lebih bersemangat, lebih memiliki sifat perubahan dan lebih berani dalam mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Bukti tersebut, lanjutnya, telah terlihat di masa-masa perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Indonsesia, yang antaralain terlihat dalam peristiwa sepuluh november dan perjuanga Medan Area di masa-masa perjuangan kemerdekaan dahulunya.(ari)