26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 13905

Pengiriman TKI ke Malaysia Terancam Ditunda

KUALA LUMPUR – Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Malaysia terancam ditunda. Pasalnya, hingga kini belum terpenuhinya sejumlah ketentuan yang diminta untuk pembuatan demand letter, seperti data majikan dan pekerja, termasuk persyaratan lainnya yang masih dalam perundingan.

“Data majikan dan pekerja tidak satupun kami terima. Padahal demand letter sudah mencapai 7.150 permintaan TKI sebagai PLRT, “ kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk kerajaan Malaysia Mulya Wirana di sela-sela pelatihan jurnalistik dan fotografi untuk staf KBRI Kuala Lumpur di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu (3/3).

Bahkan, kata dia, dari pihak Malaysia, juga belum bersedia mencantumkan besaran gaji yang diterima oleh pekerja dalam kontrak kerja yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Menurutnya, data pekerja dan majikan itu diperlukan dan juga mengenai besaran gaji yang nantinya akan dicantumkan dalam kontrak kerja. “Kalau tidak ada (pencantuman gaji), apa dasar kita untuk melakukan penuntutan apabila terjadi sengketa antara pekerja dengan majikannya,” ungkap Wirana.
Senada disampaikan Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja, bahwa selama moratorium ini masih terjadi penggunaan PLRT, bahkan baru-baru ini juga diterima laporan, terjadi eksploitasi PLRT oleh seorang pejabat tinggi Malaysia yang selama delapan bulan tidak membayar gaji.

Karena itu, KBRI Kuala Lumpur berharap segala sesuatu yang sudah disepakati bersama beberapa waktu lalu seperti pencantuman data majikan dan pekerja serta besaran gaji bisa dipenuhi.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengungkapkan, sekitar 50 ribu tenaga PLRT siap diberangkatkan ke Malaysia pada 2012 ini pascapencabutan moratorium pada 1 Desember 2011 lalu. (net/jpnn)

Astrid Tiar Siap Melepas Masa Lajang

Lama tak terdengar memiliki kekasih, Astrid Tiar siap menikah dengan seorang dokter Gerhard Reinaldi Situmorang atau akrab disapa Aldi. Restu kedua orangtua pun sudah didapat keduanya.

Baik orangtua Aldi maupun Astrid sudah dekat satu sama lain karena keduanya memang bertetangga. Mama Astrid Tien Panjaitan pun mengaku bahagia Astrid bisa segera melepas masa lajangnya.

“Sebagai orangtua mendoakan anaknya supaya bahagia,” ujar mama Astrid, Sabtu(3/3/2012).
Senada dengan mama Astrid, mama Aldi Rotua Situmorang pun mengaku senang bisa mendapat menantu seorang Astrid Tiar. Maklum, Aldi putra pertamanya sementara Astrid anak bungsu di keluarga.

Proses lamaran yang berlangsung dari pagi tadi berjalan menggunakan adat suku batak.

“Ini bukan kayak lamaran yang biasanya, ini belum tukar cincin. Keluarga batak itu memang agak ribet adat-adatnya. Ini acara pertama, nanti masih ada yang lebih heboh lagi. Ada pemberkatan, resepsi, pesta adat,” kata Astrid .

Dalam proses lamaran itu, pasangan ini diberikan uang senilai Rp12.000 dengan pecahan Rp2.000 sebanyak enam lembar. Hal itu menandakan sudah adanya ikatan yang serius dari hubungan mereka.

Tak hanya itu, kekasih Astrid yang berprofesi sebagai Dokter itu juga menyanyikan lagu adat berjudul ‘Poda’ yang berupa nasihat orang tua kepada anak-anaknya.

Menjalani serangkaian acara tersebut, pasangan ini pun sempat dilanda rasa tegang, “Saya deg-degan ,ini baru bisa senyum sekarang,” kata Gerhard sambil tertawa.

Pasangan ini sudah kenal sejak duduk dibangku SMA. Mereka sudah menjalin hubungan sejak dua tahun yang lalu. Meski kerap kali putus nyambung, mereka sudah siap untuk melenggang ke jenjang pernikahan.

“Pasti kami siap. Aldi setiap pulang kerja, dia ke rumah, kami berdoa bersama. Walaupun lagi berantem kami berdoa bersama. Aku percaya sama Aldi, aku percaya sama Tuhan, jadi kalau ada apa-apa sama Aldi, minta maafnya sama Tuhan,”ujar Astrid sembari menatap Aldi
Rencananya, pasangan ini akan melangsungkan pernikahan pada 21 Juli mendatang di gereja HKBP Menteng.  Mereka juga akan melangsungkan proses pertunangan dua minggu sebelum pernikahan yang akan berlangsung di HKBP, Cengkareng. “Dari awal sampai akhir kita akan menggunakan adat batak. Jangan sampai adat opung-opung kita punah,” kata Astrid. (net/bbs)

Jill Gladys, Bisnis Wedding Boutique

Sibuk tampil di layar FTV tak membuat Jill Gladys kehilangan impian berbisnis. Ia ingin membuka one stop wedding boutique. Butik yang bakal berdiri di ruko empat lantai itu menjual keperluan pernikahan, mulai baju pengantin, tata rias, dekorasi, kartu undangan, fotografi dan kebutuhan lain.
“Calon pengantin cukup datang, langsung bisa mengatur semua keperluan untuk menikah” tuturnya.

Alasan utama Jill tertarik membuka bisnis ini adalah suka dengan design, art dan fashion. Kegemaran ini memunculkan ide untuk menyatukan semuanya dan menyalurkannya di butik miliknya.

Selain itu, dari segi bisnis, Jill melihat bahwa pernikahan itu akan selalu ada dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini. Jill juga menganggap pernikahan se-bagai momentum membahagiakan. Sehingga meski pernah punya pengalaman tidak enak soal pernikahan, Jill merasa senang bisa membantu pasangan menjelang hari pernikahan dengan konsep butiknya.

Jill belum bisa menentukan kapan bisnis yang diperkirakan akan menghabiskan modal di atas Rp 500 juta itu bakal dimulai. “Sekarang, aku fokus syuting dulu sambil mengum-pulkan modal buat bisnis,” ujarnya.

Selagi masih sibuk dengan syuting, Jill mengaku memanfaatkan untuk mempersiapkan. Sebab, suatu hari, ketika perannya di hiburan sudah mulai mereda, ia ingin fokus di bisnis butik pernikahan.

Diakuinya, ide mendirikan butik ini belum dibicarakan dengan banyak pihak. Tetapi, artis yang sempat bekerja di bidang pemasaran itu berharap ada vendor yang mau diajak kerja sama. Saat ini Jill baru bisa mengumpulkan setengah dari modal yang dibutuhkan.
Nampaknya, niat bulatnya berbisnis untuk menyongsong rencananya menikah dalam waktu dekat ini.  “Kalau tahun ini dilamar dan dia sudah siap, aku siap. Mengapa tidak tahun ini saja? Tapi semua tetap harus dipersiapkan secara matang,” katanya.
Namun, Jill masih belum mau mengungkapkan siapa calon pendamping hidupnya yang baru ini.
“Inisialnya B, dia orang keturunan Chinese, pekerja kantoran. Dia jarang saya bawa karena nggak begitu suka diekspos,” ujarnya. (rm/jpnn)

Distribusi Naskah UN Terancam Terlambat

MEDAN-Terkait terpilihnya Riau sebagai pemenang Tender Percetakan Naskah UN 2012, Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mengkhawatirkan pendistribusian naskah soal Ujian Nasional (UN) 2012 bakal terjadi keterlambatan.

“Tahun 2012  ini, penggandaan soal naskah UN tidak lagi dilakukan oleh propinsi, tapi sudah ditenderkan dan dimenangkan oleh Provinsi Riau. Jadi dikhawatirkan ada keterlambatan penyaluran, sehingga harus dicari solusinya,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik, saat melaksanakan deseminasi kepada para staf Disdik yang berasal dari 33 kabupaten/kota.

Menurutnya, dalam koordinasi tersebut, kabupaten/kota harus segera mempersiapkan tempat penyimpanan dan pengamanan naskah UN.
“Untuk tempat penyimpanan diserahkan kepada kabupaten/kota. Boleh dilakukan di polres, polsek atau tempat yang aman.
Begitupula pengamanannya kabupaten/kota juga harus mempersiapkannya segera,” terangnya.

Seperti yang diketahui,  UN akan diselenggarakan pada April.  Dia berharap kabupaten/kota sudah mensosialisasikan ke sekolah-sekolah serta mempersiapkan anak didiknya.

Sementara, pengamat pendidikan sekaligus Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Ibnu Hajar mengatakan, setiap kabupaten kota, khususnya propinsi juga harus melakukan koordinasi yang kuat. Dia berharap distribusinya akan berjalan lancar.
“Pusat yang memutuskan agar pembuatan naskah dikembalikan ke pusat yang tujuannya agar tidak terjadi kebocoran UN,” tegasnya. (uma)

Ambulans 24 Jam

Mobil ambulans di RSU dr Pirngadi Medan siap 24 jam  dipanggil. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Instalasi Kemotoran RSU dr Pirngadi Medan, Harris Purwadi.

Bisa diceritakan seperti apa?

Mobil ambulans siaga melayani siapapun yang membutuhkannya selama 24 jam. Ini kita lakukan sesuai dengan misi utama yakni memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan sesuai dengan misi kemanusiaan. Mobil ambulans ini juga siap mengantarkan pasien ke rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah lainnya sesuai dengan keinginan dari keluarga.

Ada berapa jumlah mobil ambulans yang ada di RSU dr Pirngadi Medan?

Ada delapan unit dan semuanya sesuai dengan standar nasional.

Daerah mana yang bisa dijangkau?

Sampai saat ini mobil ambulans rumah sakit sudah mengantarkan pasien ke daerah Tapak Tuan, Aceh. Dan itu merupakan daerah yang paling jauh.

Berapa biayanya?

Untuk Kota Medan sesuai dengan Perda, keluarga pasien membayar Rp120.000. Untuk luar kota, tarifnya Rp5000 per Km dan di luar itu tak ada kutipan lain lagi. Jika ada dilakukan kutipan, silahkan melaporkannya langsung.

Bagaimana dengan perawatan mobil?

Biayanya dari rumah sakit dan semua mobil diberikan service sesuai dengan jarak perjalanan.

Apa harapan Anda?

Kepada masyarakat Sumut dan Kota Medan, apabila ada keluarga yang sakit dan butuh diantarkan ke rumah sakit baik itu rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah, kami siap melayani 24 jam. Itu kami lakukan sesuai dengan keinginan semua masyarakat dan dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal kesehatan. Jika ada membutuhkan mobil ambulans silahkan hubungi di nomor  082168099072 dan  (061) 4536022. (*)

Pemko Kucurkan Rp8 Miliar Bangun Jalan Khusus Pejalan Kaki

MEDAN-Pemko Medan mengalokasikan dana Rp7-Rp8 miliar, untuk membangun pedestrian (jalan khusus bagi pejalan kaki) di beberapa ruas jalan di Kota Medan dalam anggaran tahun 2012. “Kebijakan ini selain untuk memenuhi hak pejalan kaki juga sebagai upaya penataan Kota Medan. Tahun ini kita bangun di sisi kanan-kiri beberapa ruas jalan di Kota Medan sekitar satu meter,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Gunawan Lubis.
Menurutnya, pedistrian yang dibangun di bebarapa ruas jalan yang sempit sifatnya sementara dengan memasang con blok di kiri dan kanan jalan.

“Jalan-jalan di Medan ini kan ada yang sempit, tapi harus tetap ada jalan untuk pejalan kaki. Makanya kita upayakan dengan membangun pedestrian sementara dari tumpukan con blok. Sehingga pejalan kaki bisa terpenuhi haknya. Selain itu juga untuk penataan kota dan bisa juga digunakan untuk lalulintas yang lain,” terang Gunawan.

Dijelaskannya, pedestrian con blok selain bisa disiasati untukn jalan-jalan yang sempit, juga sangat baik untuk mendukung pembangunan infrasktruktur seperti jaringan telepon, jaringan air. Pasalnya, con blok ini mudah dibongkar dan dipasang kembali, karena sifatnya hanya tumpukan con blok berbeda dengan pedestrian yang dibangun seperti trotoar.

Pembangunan pedestrian con blok dilakukan secara swakelola. Beberapa ruas jalan di Medan yang dibangun pedestrian con blok seperti Jalan Alfalah Medan, Jalan Darussalam, Jalan Hasanuddin dan Jalan Suryo.

“Kita berharap dengan anggaran swakelola ini bisa membangun pedestrian con blok sebanyak-banyaknya di beberapa ruas jalan di Medan. Pedestrian con blok ini juga lebih kuat sebenarnya dibanding pedestrian trotoar, karena kalau pun dilalui oleh truk maka con blok akan masuk ke dalam tanah dan itu masih bisa diperbaiki seperti semula. Kalau pedestrian yang utuh seperti trotoar, kalau dihantam mobil bisa langsung rusak dan hancur,” jelas Gunawan.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong mengatakan untuk tahun ini, dewan memang menyarankan agar PU Bina Marga membangun pedestrian con blok. Sebab, keuntungan lainnya dari pedestrian con blok ini memiliki resapan air dibanding pedestrian trotoar.

“Fungsinya pedestrian con blok ini lebih ada resapan air, kalau trotoar karena pembangunannya di semen jadi tidak ad resapan air lagi,” kata Parlaungan.
Disebutkannya, dewan selama ini memang telah mendesak agar Pemko Medan dapat membangun pedestrian tentunya untuk memenuhi hak pejalan kaki.
“Para pejalan kaki kan memiliki hak untuk berjalan di jalan dengan nyaman dan aman, makanya kita menyarankan agar Pemko membangun pedestrian selain itu juga tentu kota Medan akan semakin indah,” terang Parlaungan. (adl)

Jam Operasional Indomaret Harus Dibatasi

Pedagang Kecil Dukung Pansus

MEDAN-Wacana pembentukan pansus DPRD untuk meninjau kembali keberadaan swalayan Indomaret, yang menjamur dan dinilai mematikan ekonomi kerakyatan, didukung pelaku bisnis rakyat menengah ke bawah.

“ Kita mendukung wacana dibentuknya pansus untuk meninjau kembali keberadaan Indomaret oleh DPRD. Hal ini mengingat banjirnya swalayan yang berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan sangat berdampak bagi pelaku usaha menengah ke bawah,” ujar Daulat Manurung, pelaku usaha di Kota Medan, kemarin (4/2).

Keberadaan Indomaret, sambung Daulat Manurung,  akan membunuh sistem ekonomi masyarakat kecil menengah, yang saat ini sudah mulai berdampak bagi para pedagang kecil.

“DPR harus bisa melahirkan peraturan dan perundang-undangan ataupun peraturan daerah, yang membatasi operasional Indomaret di daerah mana saja,” tegas Daulat Manurung.

Daulat Manurung menyebutkan, Pemko Medan melalui Disperindag Medan harus meninjau izin keberadaan Indomaret harus dibatasi jumlahnya. Karena jika tidak dibatasi bisa berdiri hingga pelosok desa.

“Keberadaan Indomaret sangat berdampak dan membunuh perekonomian pedagang kecil menangah. Indomaret harus dibatasi waktu operasionalnya. Bukan itu saja, pemerintah juga jangan mengeluarkan lagi izin pendirian swalayan itu,” beber Daulat.

Untuk itu, sambung Daulat, kalau keberadaan swalayan itu tidak bisa ditutup, maka harus ada peraturan jam operasionalnya.
“Paling tidak swalayan itu harus dibatasi hingga pukul 18.00 WIB, mengingat dengan pembatasan itu berarti memberi kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mencari nafkah,” ucap Daulat. (rud)

Mau Dikubur Harus Ada Uang Rp15 Juta

MEDAN-Lahan untuk kuburan di Kota Medan semakin minim. Persoalaan ini mengundang  perhatian anggota DP RD Kota Medan dari Fraksi Golkar,  Ferdinan L Tobing.

Menurutnya, tidak hanya lahan perkuburan yang sulit, akan tetapi mahalnya ahli musibah untuk membayar lahan tempat keluarganya dikuburkan.
Ferdinan mencontohkan, pekuburan di daerah Simalingkar B, khususnya perkuburan untuk umat kristiani  yang notabenenya milik Pemerintahan Kota (Pemko) Medan. Di pekuburan tersebut, jenazah yang akan dikuburkan oleh pihak keluarganya dikenakan biaya sekitar Rp14-15 juta per lahan per paket.
“Masak orang yang mau dikuburkan saja harus dikenakan biaya sebesar itu. Bagaimana bagi yang tidak mampu. Padahal itu milik Pemko Medan, ada apa ini,” ungkapnya.

Sementara, katanya, penerimaan retribusi setahun  dari pelayanan pemakaman hanya sebesar Rp175 juta.
Nominal tersebut, tidak sebanding dengan kenyataannya.

“Di Medan ini saja ada delapan perkuburan nasrani di antarnya perkuburan Jalan Gajah Mada, Gajah Mada Simpang Jalan Sei Wampu, Simalingkar B, Sei Batu Gingging, Medan Permai, jalan Jamin Ginting ada dua dan  Helvetia. Hitung saja kalau satu hari saja satu orang meninggal, berapa yang bisa dihasilkan untuk ke PAD,” ucapnya.

Yang anehnya, lanjut Tobing, khsususnya di pekuburan Simalingkar B, pihak keluarga orang yang meninggal diwajibkan mengikuti paket, kalau tidak, tidak dibenarkan dikubur disana dan yang membangun juga harus mereka.

“Menjadi pertanyaan kita, apa ada aturan yang mengatur harus mengikuti paket dan harus mereka pengelola yang membangun” ucapnya  Untuk itu, sebaiknya Wali Kota Medan Rahudman Harahap  meninjau kembali Peraturan Daerah  (Perda) No 32 Tahun 2002 untuk dilakukan revisi. Karena, dinilai tidak layak lagi dengan kondisi sekarang ini.(ari)

Masuk Kolam Ikan

Fernando Siburian alias Ucok (9), warga Jalan Pembangunan, Dusun I Desa Purwodadi, Kecamatan Medan Sunggal, ditemukan tewas di kolam ikan milik Legi (52), tak jauh dari rumahnya, Sabtu (3/3) malam.

Informasi yang dihimpun, Ucok pergi dari rumahnya Sabtu petang sekitar pukul 17.00 WIB, berniat bermain-main bersama temannya ke kolam pancing yang tak jauh dari rumahnya.

Namun, menjelang malam Ucok tak kunjung pulang. Opungnya bersama warga sekitar pun mencari Ucok di sekitar kampung.
Warga mencari ke kolam ikan. Saat dilakukan pencarian, warga melihat dua sendal terletak di pinggir kolam. Warga pun mengobok-obok kolam tersebut. Tak lama kemudian, warga berhasil menemukan jasad Ucok yang sudah terbujur kaku dari dasar kolam.

Mayat bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III itu pun diangkat dari dalam kolam sedalam 1 meter.

“Pertamanya opungnya yang sibuk, karena khawatir kenapa cucunya si Ucok sudah pukul 19.00 WIB belum juga pulang ke rumah. Habis itu kami bersama-sama dengan warga mencarinya. Sudah keliling-keliling kami cari-cari, namun tak jumpa juga. Terakhir kami mencari ke kolam ikan itu. Si Ucok sudah tak bernyawa di dalam dasar kolam itu,” kata Ayu, tetangganya.

Setelah mayat dibersihkan lalu disemayamkan di rumah duka. Keluarga pun berdatangan. “Boasama songon on tu pahopuku on (Kenapa lah begini cucuku ini),” teriak opungnya.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kolam. (jon)

Wali Kota: Tunggu Proses Hukum

Pembangunan Kembali Masjid Al Ikhlas

MEDAN- Pemko Medan segera akan membangun Masjid Al-Iklas di Jalan Timor Medan setelah sengketa lahan tersebut selesai di jalur hukum.
“Kita masih menempuh jalur hukum. Kan hingga sekarang belum ada lagi proses hukumnya,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, ketika disinggung soal tuntan dari Forum Umat Islam yang menuntut janji Pemko Medan membangun Masjid Al Ikhlas, di Jalan Timor.

Sebelumnya, panitia pembangunan kembali Masjid Al Ikhlas Jalan Timor mendesak Wali  Kota Medan agar melakukan revisi terhadap susunan pengurus kepanitiaan. Tujuannya, untuk  mengefektifkan dan mensinergikan program kerja secara profesional.

“Sebelum surat keputusan (SK) Panitia Pembangunan Kembali Masjid Al Ikhlas ditandatangani Wali  Kota Medan Rahudman Harahap, kami mengusulkan agar dilakukan revisi,” tegas Rafdinal, selaku Humas Panitia Pembangunan Kembali Masjid Al Ikhlas.

Menurut Rafdinal, revisi tersebut sangat mendesak karena peletakan batu pertama pembangunan  Masjid Al Ikhlas dilakukan paling lambat 1 Maret 2012. Surat pengajuan revisi sudah diberikan  kepada Wali Kota Medan dan mudah-mudahan disetujui.

Rafdinal mengharapkan Wali Kota Medan segera menandatangani SK panitia pembangunan kembali  Masjid Al Ikhlas agar seluruh pengurus yang tergabung dalam kepanitiaan tersebut bisa bekerja secara maksimal dan profesional. Sebab, hasil pertemuan dengan muspida plus di Hotel Madani  yang dihadiri Wali Kota Medan  disebutkan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas  paling lambat 1 Maret mendatang.
Rafdinal juga berharap agar pemerintah tidak lagi mengabaikan pembangunan kembali Masjid Al  Ikhlas dan tidak ada lagi alasan ketiadaan dana atau alasan lainnya.

“Terkait dana pembangunan, bila muspida plus dan Pemko Medan kesulitan mengalokasikannya, umat  Islam bisa mencari dana pembangunannya,” ujar Rafdinal.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi bekas reruntuhan Masjid Al Ikhlas masih dikelilingi tembok bercat hijau. Meski peletakan batu pertama pembangunan  kembali  dijadwalkan 1 Maret 2012, belum terlihat bagian tembok tersebut dibongkar untuk akses  ke lokasi. (adl)