25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 13908

Smash Siap Guncang Sumut

MEDAN-Boy band asal Bandung Smash akan tampil di sembilan kota di Sumut. Band yang melejit  lewat lagu berjudul Heart You itu akan melakukan tur di Sumut selama 3 pekan mulai 16 Februri hingga 2 Maret mendatang. Kota pertama yang akan dikunjungi adalah Kaban Jahe. Kemudian dilanjutkan ke Stabat, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Perbaungan, Delitua dan Nias.

Band yang digawangi Morgan, Dicky, Bisma, Rangga, Rafael, Reza, dan Ilham Fauzi ini sudah menyiapkan konsep yang akan ditampilkan dalam konser tersebut.

“Kita usahakan setiap kota berbeda,” ujar Morgan, seorang personel Smash.

Tur ke Sumut merupakan pengalaman pertama yang akan dirasakan oleh Smash, karena itu fisik dan mental personel harus dijaga dengan baik.
“Kita akan naik bus, pesawat baling-baling dan lainnya, pengalaman seru, harus dinikmati dengan menjaga kesehatan,” tambah Rafael.
Bagi yang ingin menonton secara langsung penampilan dari boyband fenomenal Indonesia ini, G-Star salah satu brand alat telekomunikasi (handphone) memberikan kemudahan. Setiap pembelian produk handphone G-Star akan mendapatkan tiket gratis untuk menyaksikan penampilan Smash.
“Setiap pembelian handphone G-Star tipe apapaun akan mendapat tiket gratis. Harga handphone mulai dari Rp200 ribu hingga Rp400 ribu,” ujar Marketing Communication G-Star Sumut, David.

Dengan mengangkat tema G Star Music Kingdom Smash, konser 9 kota ini diharapkan bisa memperkenalkan kelebihan yang dimiliki G-Star sebagai alat komunikasi. Sedangkan pemilihan band Smash, karena masih memiliki daya tarik tersendiri bagi remaja putri. “Awalnya, kita masih bigung untuk menentukan siapa, tetapi kita sadari bahwa Smash mampu menarik minat,” tambah David.

Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh G-Star adalah aplikasi Me-chat. Aplikasi yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan hadphone model dan merek apa saja. “Tinggal mendownload aplikasi Me-Chat, maka siapa saja bebas untuk menggunakan aplikasi ini, hanya membayar Rp1.100 per harinya,” tambah David.

Selain itu, kelebihan yang dimiliki oleh G-Star adalah tahan lama, dan pelayanan untuk konsumen cepat, karena spare part dan tempat service telah disiadakan di Medan.

“Kalau merk lain kan harus dibawa ke Jakarta terlebih dahulu saat diservice, itu kan memakan waktu. Sementara G-Star tidak perlu membutuhkan waktu, karena sudah tersedia di Medan,” tutup David.

Wanted Juga Hadir

Sementara Wanted ajang pencarian band baru berbakat kembali digelar 1 Maret sampai 1 Mei 2012. Brand Manager A Mild, Livia Yosetya mengatakan, dua perbedaan tahun ini dari sisi music director dan menggelar road show untuk seluruh pemenang dan finalis yang terpilih pada ajang ini.
“Dengan tema We Spot Your Talent, kami tidak hanya ingin menemukan tetapi juga mengembangkan bakat-bakat baru di industri musik melalui pencarian band-band baru berbakat di pelosok-pelosok daerah, yang belum pernah di capai oleh label rekaman dan lainnya,” katanya pada acara konferensi pers kepada wartawan di Nuansa Café di Medan, Rabu (15/2).

Dari music director, pihaknya melibatkan nama-nama besar seperti Khrisna, Bongky dan Pay yang memiliki karir musik di genre berbeda, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas musisi berbakat Indonesia serta memberikan nuansa baru pada belantika musik di tanah air.
“Kami ingin mengubah genre musik yang sekarang ini lebih ke mellow dengan menghadirkan berbagai musisi dari berbagai aliran sebagai musisi director,” jelasnya.

Kemudian menggelar road show untuk seluruh finalis, bertujuan untuk meningkatkan pembekalan dan keterampilan musisi hingga bisa menembus industri musik tanah air.

“Seperti D’Masiv dan Geisha yang mampu menembus industri musik Indonesia melalui berbagai penghargaan musik dan mempunyai fans yang besar,” ujarnya.

Mengenai rangkaian aktifitas pembekalan keterampilan di Wanted, harus dimulai dari wanted sharing session, wanted selection (cd submission, cd selection dan regional selection), wanted camp, wanted final selection sampai dengan wanted roadshow.

Momo, vokalis Geisha salah satu band finalis Wanted 2007 mengatakan, pihaknya menerima berbagai pelatihan dan pembekalan dari ajang Wanted yang telah mempersiapkan band ini menembus pasar musik Indonesia.

“Menjadi finalis Wanted 2007 merupakan suatu kebanggaan besar karena dapat menginspirasi lebih banyak band baru berbakat untuk menunjukkan kreativitas dalam bermusik,” pungkasnya.(ram/adl)

Wali Kota Medan: Aku Mau Membangunnya

Masjid Al Ikhlas Dibangun Lagi

MEDAN-Pemprovsu dan Pemko Medan bersama Forum Umat Islam (FUI) Sumut sepakat untuk membangun kembali Masjid Al Ikhlas, di Jalan Timor Medan yang telah dirobohkan pengembang.

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho akan mengeluarkan surat edaran kepada setiap kabupaten dan kota, agar mengindahkan aturan bahwa setiap pembangunan kawasan harus tetap memperhatikan seluruh aspek sosial, budaya dan keagamaan. Bahkan Pemko Medan siap untuk membangunnya.
“Untuk anggaran kita siapkan tidak harus dari APBD. Aku pun maunya membangunnya,” kata Rahudman.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan dari hasil pertemuan disepakati akan membentuk tim dari FUI. Dikatakannya, tim inilah yang nanti akan menjadi penyalur aspirasi ormas.

“Seperti apa yang disampaikan mereka tadi, ketakutan dengan adanya kondisi yang tidak kondusif, maka ke depan bisa kita lakukan langkah-langkah apa selanjutnya,” kata Rahudman.

Ditambahkannya, Selasa (21/2) depan akan dilakukan kembali pertemuan dan disinilah nanti akan diketahui langkap langkah apa yang diambil untuk menyelesaikan masalah Masjid Al-Ikhlas.

“Sekarang kita mencari solusinya dan tim inilah nanti yang akan mencari langkah selanjutnya terkait Masjid Al-Ikhlas dan lainnya,” katanya.
Terkait surat edaran yang akan dikeluarkan Plt Gubsu, kata Rahudman, maka akan ditindaklanjuti segera. “Surat edaran nanti pasti akan kita tindaklanjuti, Plt Gubsu akan membuat aturan bahwa di setiap pengembangan kawasan harus memperhatikan aspek sosial seperti rumah ibadah, masjid, gereja. Sehingga ke depan kita tetap menghargai dan menjadikan kota ini aman,” katanya.

Pengembangan kawasan boleh saja maju, tapi rumah-rumah ibadah yang ada di kawasan itu harus tetap dipertahankan. Kalau mau terkoneksi dengan bagus maka bangunan rumah ibadah itu haruslah dibagusin dan tidak boleh dipindah.

Plt Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho usai melakukan silaturahmi dengan FUI di Hotel Madani, Kamis (16/2) mengatakan, pertemuan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.

“Dari pertemuan sebelumnya sudah ada dua rekomendasi, pertama adalah menindaklanjuti dengan pertemuan hari ini (kemarin, Red) dan ini sudah kita selesaikan. Kedua kami atas nama Pemprovsu akan menyurati dan meminta setiap kabupaten dan kota khususnya dalam melakukan proses pengembangan sebuah kawasan pemukiman, harus memperhatikan aspek sosial, budaya, keagamaan termasuk dengan rumah ibadah,” papar Gatot.
Dikatakan Gatot, untuk aturan terkait tidak dibenarkannya lagi perobohan rumah-rumah ibadah dalam suatu pengembangan kawasan akan ada regulasi bersama yang akan dibuat.

“Regulasinya pasti ada. Saya pikir itu dululah ya,” kata Gatot.

Silaturahmi ini dihadiri oleh unsur muspida plus Sumut dan Medan juga ormas Islam di Sumut.
Ketua Umum Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Sudirman Timsar Zubil mengatakan, FUIselama ini ingin sekali membicarakan solusi terhadap kasus-kasus perobohan masjid di Medan.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan kami tidak mau membicarakan masalah ini. Justru kami ingin membicarakannya. Kami ingin kepastian kapan dilakukan peletakan batu pertama Masjid Al Ikhlas. Dan sudah seharusnya juga dicari solusi untuk masjid lainnya,” terang Sudirman.
Dijelaskan Sudirman, kasus-kasus perobohan masjid oleh pengembang di Medan sudah sangat banyak tidak hanya kasus Masjid Al Ikhlas, melainkan sebelumnya juga ada kasus  di awal tahun 2007, yakni perobohan Masjid At Thoibah yang ketika itu masih dalam kasasi. Begitu juga dengan Masjid Al Khairiah yang dirobohkan bersama Madrasah juga Masjid Ar Ridho, Raudatul Islam dan lainnya.

“Perobohan ini jelas merupakan tindakan diskriminasi, makanya kita berupaya mencari solusi dengan melakukan aksi. Aksi yang kita lakukan tidak anarkis justru yang merobohkan masjid inilah yang anarkis,” jelas Sudirman.

Aktivis Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Indra Syafii meminta agar pemerintah kota dan pemerintah provinsi untuk menghargai perjuangan FUI. “Selama ini sudah 9 bulan kita berjuang untuk penyelesaikan kasus-kasus perobohan masjid, makanya kita minta sebagai saudara tolong dihargai. Niat untuk membuat tim ini kami minta jangan hanya menjadi seperti tim lainnya seperti Sari Rejo. Kita sudah ketemu dengan Plt Gubsu dan Pemko makanya harus dihargai ada 35 aliansi umat Islam yang bergabung,” katanya.

Makanya jangan dijadikan pembentukan tim ini hanya menjadi wacana dan retorika dan hanya untuk menyenangkan hati umat Islam, tapi tim ini harus benar-benar dapat memberikan solusi yang terbaik,” jelas Indra.

Sebelumnya, pengurus Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara menemui Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang. Mereka mempertanyakan kasus perobohan masjid dan madrasah yang dilaporkan ke Polresta Medan Januari 2004, namun hingga kini tidak ada tindaklanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, H Hamdani Harahap SH dari Lembaga Advokasi Umat Islam MUI Sumut mengatakan,  kasus perobohan Masjid Al Khairiyah yang berada di belakang Hotel Emerald Garden, tepatnya di Jalan Bekiun Medan Barat telah dilaporkan ke Polresta Medan 17 Januari 2004. Sejak dilaporkan kepada pihak kepolisian, hingga sekarang tidak ada tindaklanjutnya, bahkan pelaku perobohan masjid  tersebut hingga kini masih bebas berkeliaran.

Hamdani mengungkapkan perisitiwa perobohan tersebut tanpa diketahui pihak pengurus masjid.

Dalam pertemuan itu, Hamdani Harahap didampingi penghurus ormas Islam lainnya seperti Ustadz Indra Suheiri dan Ustadz Sudirman Timsar Zubil dari Forum Umat Islam Sumut, Muslim Kamal (Pemuda Muslimin Indonesia) Medan, Busro LSM Paham Sumut, Anwar Bakti dari Muhammadiyah Medan dan Irwansyah SH dari tim pembela muslim Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumut.

Hamdani Harahap juga menyerahkan berkas-berkas dokumen penanganan kasus tersebut untuk menjadi bahan pengusutan bagi penyidik Polresta Medan.

Dirinya mengaku sangat kecewa karena sudah tujuh tahun berlalu kasus tersebut tidak ditindaklanjuti oleh penyidik Polresta Medan.
Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang menyambut baik kedatangan pengurus Aliansi Ormas Islam dan akan mempelajari dulu kasus tersebut. (gus/adl)

Puluhan Pelajar Digaruk Bolos Sekolah, Ngumpet di Warnet

MEDAN-Polsekta Medan Baru bersama staf Kecamatan Medan Petisah menggelar penertiban siswa yang berada di warung internet (warnet), waktu jam sekolah berlangsung, Kamis (16/2) siang.

Sebelum dilakukan penertiban sejumlah personel kepolisian dan perangkat kecamatan menggelar apel bersama di Malposekta Medan Baru. Kemudian tim operasi kasih sayang ini bergerak ke Jalan Sekip, Jalan Adam Malik, Jalan Gatot Subroto, Jalan Darussalam dan Jalan Ayahanda.

Dari penyisiran dari warnet petugas berhasil menjaring para pelajar. Petugas pun berhasil meringkus 31 siswa. Kemudian para siswa yang terdiri dari SMP hingga SMA digelandang ke Malposekta Medan Baru untuk dilakukan pendataan, pemanggilan pihak sekolah dan orangtua serta membuat perjanji.
Setelah itu para pelajar dikembalikan kepada orangtua dan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander mengatakan operasi kasih sayang ini dilakukan untuk melakukan penertiban pelajar yang berada di warnet saat jam belajar berlangsung.

“Kita menertibakan pelajar yang berada di dalam warnet saat jam belajar berlangsung,” ungkap Donny.

Hal itu dilakukan karena keperhatian polisi dan pihak kecamatan yang melihat anak sekolah berkeliaran saat jam waktu sekolah berlangsung. Kemudian setelah dilakukan pendataan pihak Polsekta Medan Baru akan mengundang pihak sekolah dan orangtua untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap para pelajar.

Kemudian melakukan sosialisasi kepada pengusaha jasa warnet untuk tidak memberikan izin kepada pelajar saat jam belajar berlangsung.
“Kita sudah melakukan sosialisasi terhadap pengusaha warnet, namun tidak mengindahkan,” ujarnya.

Saat disinggung terhadap sangsi diberikan terhadap pengusaha warnet yang tetap memberikan izin pelajar bermain warnet saat jam pelajar, Donny mengatakan pihaknya tidak berwewenang memberikan sanksi.

Camat Medan Petisah Muhammad Yunus mengatakan razia pelajar ini hanya untuk menertibkan pelajar yang suka bolos di warnet saat jam belajar berlangsung, dan akan dilakukan pembinaan bersama semua pihak. (gus)

Narkoba Masih Mendominasi

Untuk meminimalisir segala bentuk tindak kriminal apa saja yang dilakukan polisi? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kapolsekta Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu SIK.

Apa tindakan kriminal yang menonjol di wilayah Anda?
Berdasarkan data yang paling banyak kasus narkoba disusul pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraann
bermotor (curanmor).

Apa langkah untuk memberantasnya?
Langkah yang kita lakukan yakni memberikan penyuluhan secara kontinu di lingkungan masyarakat. Tak hanya itu, kita juga memberikan penyuluhan kepada para pemuda dan organisasi pemuda, menempatkan petugasnya di masing-masing kelurahan, sering melakukan share informasi dengan masyarakat, melakukan pembinaan kepada para siswa sekolah, melakukan pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan sesepuh sekali seminggu di Polsek.

Apa langkah lainnya?
Sesuai instruksi dari pimpinan sekali seminggu melakukan razia kendaraan untuk memperkecil tindak kriminalitas curanmor. Dalam razia ini, kita dibantu oleh personel Polresta Medan dan personel dari Sat Brimob Polda Sumut.

Apa harapan Anda?
Harapan saya kepada masyarakat untuk menjaga harta bendanya dan sama-sama bersama dengan petugas kepolisian menjaga kamtibmas agar tercipta keamanan. Polisi tak bisa bekerja sendiri tanpa ada motivasi dan kerja sama dari masyarakat, maka dari itu sangat diharapkan kerja sama dari masyarakat.

Apa imbauan Anda?
Marilah sama-sama kita berantas segala tindak kriminalitas dan perangi segala tindak kriminalitas terutama narkoba karena narkoba bisa merusak generasi penerus bangsa.(*)

Dikaji, Rekayasa Lalin Pembangunan Fly Over

MEDAN-Rekayasa lalulintas di Simpang Pos untuk mengantisipasi kemacetan selama proses pembangunan fly over Simpang Pos sedang dikaji Departemen PU.

“Saat ini sudah dikaji, makanya saya menunggu laporan dari kepala dinas, nanti untuk rekayasa lalulintas itu akan dibahas lagi dalam rapat forum lalulintas,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Bagaimana dengan tender? “Saat ini sedang proses di Jakarta, kita tunggulah,” kata Rahudman.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Medan, Armansyah. Menurutnya proses rekayasa lalulintas menunggu konsep dari pemerintah pusat.

“Kita tunggu konsepnya, setelah itu ada baru nanti kita bahas lagi dengan forum lalulintas,” kata Armansyah.

Kabag lalulintas Dishub Medan, Toga Aruan juga mengatakan hingga saat ini Dishub Medan masih menunggu konsep tahap pengerjaan pembangunan fly over dari Departemen PU.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri mengatakan rekayasa lalulintas memang harus dilakukan, sehingga pengguna jalan tidak akan terganggu saat pengerjaan.
Kasatker Metropolitan Balai Jalan dan Jembatan Kementrian PU Wilayah Sumut, Simalatua Sinaga menuturkan kalau dalam bulan ini pihaknya akan berkordinasi dengan pihak yang berhubungan langsung dengan lalulintas.

Sekadar diketahui desain teknis pembangunan Fly Over Jalan Jamin Ginting panjang keseluruhan 850 meter, panjang struktur jembatan 425 meter, lebar fly over 17 meter, jumlah jalur 2 jalur, jumlah lajur 2 lajur per arah. Lebar masing-masing lajur 3,5 meter, lebar marka 0,25 meter dari sisi median dan 0,22 meter dari sisi barier. Lebar frontpage road 7 meter, tambah trotoar 2 meter, lebar daerah milik jalan 37 meter, kemiringan perkerasan 2 persen. Jenis pondasi bored pile dia 89 cm. Sedangkan untuk konstruksi perkerasan, concerete 27 meter, lean conceret 10 cm dan tipe kolom hexagonal 2,5 meter.(adl)

Dikejar-kejar Istri

Pengadilan Negeri (PN) Medan mendadak heboh, Kamis (16/02) siang. Pasalnya, Tio Maida Manulang, tiba-tiba mengamuk dan mengejar suaminya yang sedang menggandeng wanita idaman lain bernama Saor Holong br Sipayung, saat hendak sidang perceraian digelar.

Peristiwa itu bermula ketika Tio Maida Manulang hendak mengikuti sidang perceraian dengan suaminya Usaha Tarigan SH.

Tio yang didampingi mertuanya, Dalan Malem br Karo-karo Ujung merasa kesal, dengan sikap suaminya tanpa alasan ingin menceraikannya, langsung mengamuk dan mengejar Usaha hingga ke tengah jalan tepat di depan gedung PN Medan.

“Sini kau, jangan lari. Dulu kau makan tempe sama aku. Sekarang udah berdasi mau kau ceraikan pulak aku,” teriak Tio.
Tak hanya itu, saat kejar-kejaran, Usaha juga sempat mendorong ibu kandungnya hingga hampir terjatuh.

“Dari tahun 2005 nya aku tahu dia itu sering main sama perempuan simpanannya itu. Cuma aku diamkan, tapi aku enggak terima dia mau menceraikan aku. Lihatlah anak kami udah tiga. Gara-gara perempuan itu dia mau meninggalkan kami,” kata Tio.

“Alasan dia mau menceraikan aku karena udah tidak cocok lagi. Padahal, aku enggak pernah ngapa-ngapain. Malah anakku Aldi Jumat Agung yang laki-laki ini, pernah melihat bapaknya bawa perempuan itu ke rumah,” ucap Tio.

Ibu kandung Usaha, Dalan Malem membela menantunya itu. “Baiknya si Tio ini. Gara-gara perempuan itu mau diceraikannya isterinya,” ucap Malem. (rud)

Peneror Mengaku Polisi

Bank BTN Pulo Brayan Diancam Bom

MEDAN-Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Pulo Brayan Medan diteror melalui sambungan telepon, yang diterima oleh costumer service bernama Fona, Kamis (16/2) siang.

Penelepon seorang pria mengaku polisi itu mengatakan di dalam gedung BTN sudah diletakkan perangkat bom segera dikosongkan. Kemudian selang beberapa menit pelaku teror bom kembali menelepon Fona mengaku sebagai manajer Bank BTN meminta untuk mengosongkan ruang Bank BTN.
Mendapatkan telepon, Fona langsung memberitahu kepada petugas keamanan Bank BTN. Selanjutnya petugas keamanan melaporkan  ke polisi.

Tim Gegana Brimob Polda Sumut pun datang dan melakukan penyesiran di setiap ruang bangunan Bank milik BUMN itu dengan alat metal detektor. Setelah dilakukan penyisiran sekitar 60 menit akhirnya petugas Gegana Polda Sumut tidak menemukan barang yang dicurigai sebagai bom maupun perangkat bom. Akibat kejadian itu aktifitas pelayanan dan transaksi tunai di bank tersebut sempat terhenti beberapa jam.

Kapolsekta Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu usai pengecekan mengatakan tidak ada ditemukan barang-barang yang diduga bahan peledak di kantor tersebut dan telepon itu hanya merupakan teror dari orang yang tidak bertanggung jawab.(gus)

Pengaduan tak Ditanggapi Polisi, Ancam Bakar Diri

MEDAN-Masih ingat dengan kasus Menanti Panggabean (66), yang tewas akibat tertimpa tembok milik PT Sicanang Indah 30 November 2011 yang lalu. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan di Poldasu. Hingga Kamis (16/2), pengadua itu tak juga ditanggapi.

Buntutnya, anak korban, Riko Panggabean berang dan mengancam akan bakar diri di depan Presiden SBY.

“Saya bicara ini bukan di tempat biasa. Ini di kantor polisi. Saya akan bakar diri di depan SBY, saya berani buat pernyataan hal ini pasti akan saya lakukan,” teriak Riko di hadapan wartawan saat di lantai 2 gedung Ditreskrim Polda Sumut, Kamis (16/2).

Riko menceritakan kejadian yang menimpa ayahnya, saat itu ayahnya bersama adiknya hendak pulang ke rumahnya setelah seharian bekerja di ladang. Namun, tiba-tiba mesin boat milik mereka mati dan terombang-ambing di bawa arus. Kemudian adik Riko yang ikut bersama ayahnya membetulkan mesin boat yang mogok di dekat tembok milik PT Sicanang Indah. Namun, tembok runtuh dan menimpa ayahnya hingga tewas.(mag-5)

Modifikasi Kemeja dan Slayer

MEDAN – Dari waktu ke waktu, dunia fashion memang selalu mengalami perubahan dan menjadi incaran khususnya para wanita. Untuk tahun ini, kemeja yang dimodifikasi slayer lagi ngetren di Kota Medan. Tak heran bila para wanita mulai memburu kemeja ini yang dapat dikenakan dalam semua suasana.
Bentuknya yang unik dengan tambahan slayer pada bagian kerah menambah kesan elegan dan formal. Berbagai model modifikasi kemeja dan slayer ini bisa ditemui di Toko Ferry International Fashion yang berada dilantai 3 Plaza Medan Fair.

Floren dari  Ferry International Fashion,  mengatakan biasanya slayer ini dipadu dengan kemeja seperti syal. Namun, kini, ada juga slayer yang dijadikan ikat pinggang. “Modifikasi slayer ini bermacam-macam. Tidak hanya sebagai syal, namun juga dibuat sebagai pengganti tali pinggang,” ujar Floren.
Selain itu, sambungnya, kemeja yang dipadu dengan slayer ini juga beraneka macam modelnya. Mulai dari kemeja lengan panjang, kemeja lengan pendek, kemeja polos, hingga dengan tambahan motif bunga. “Bahannya juga beraneka ragam. Ada yang dari bahan katun, satin, sutra serta polyster,” ungkapnya.

Hasil modifikasi ini, katanya menjadikan hasil akhir yang berbeda dan memberikan kesan elegan bagi pemakainya. “Bisa dipakai kemana aja, untuk aja formal, ke kampus ataupun sekedar nongkrong. Modifikasinya yang unik, membuat pemakainya terlihat lebih rapi dan keren,” jelasnya.

Seperti kemeja berwarna kuning lengan pendek dengan tambahan motif bunga kecil berwarna putih disepanjang bahannya. Kemeja yang dipadu dengan slayer putih pada bagian bahu ini, cocok untuk dikenakan untuk jalan-jalan. Terlebih, jika dipadu dengan celana jins biru tua.

Ada juga kemeja motif garis-garis horizontal yang juga dipadu slayer putih.  Kemeja terkesan lebih mewah dan cocok dipadu dengan rok pendek jins. “Kalau ingin mendapatkan kesan formal, pilih kemeja yang berwarna polos,” tuturnya.

Tidak itu saja,  ada juga kemeja yang dipadu slayer pada bagian pinggang, biasanya ukurannya lebih panjang. Untuk pakaian ini, lanjutnya, bawahan yang digunakan menjadi penentu kesan. Bisa dipadu dengan hot pant, rok, celana panjang atau celana sepertiga. (mag- 11)
Untuk kemeja modifikasi ini, Ferry International Fashion menawarkan dengan harga Rp67.000 hingga Rp95.000. “Selain modelnya yang lagi ngetren, harganya juga nggak terlalu mahal dan sesuai kantong apalagi ada banyak pilihannya,” terangnya lagi. (mag-11)

Kekasih Briptu Leonardo Sitanggang Belum Bisa

Terima Cinta Berawal dari Sebuah Bank

Briptu Leonardo kini masih disemayamkan di rumah duka, di Jalan Melinjau Jati Karya Tandam Hulu Binjai. Sementara sang kekasih, Martina Br Sinaga, terus bersembunyi di kamar.

Dia belum juga bisa menerima kepergian kekasih yang telah berjanji akan menikahinya tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 itu.
Begitulah, Martina terus menutup diri. Bahkan, ketika Sumut Pos mencoba mencari tahu tentang hubungannya dengan Briptu Leonardo Sitanggangn

“Saya belum bisa,” ujar Martina melambaikan tangannya sembari mengunci pintu kamar.

Ratapan Martina ketika melihat jasad Briptu Leonardo pada Selasa (14/2), lalu memang memilukan. Karena itulah, kisah cinta pasangan yang terpisah oleh maut ini memunculkan kepenasaran yang hebat.

Beruntung, rekan-rekan Briptu Leonardo yang hadir di rumah duka mau bercerita. Saiful, kawan sejak kecil Briptu Leonardo mengatakan, kisah cinta pasangan tersebut berawal dari sebuah bank di Medan. “Pacarnya itu (Martina, Red) pegawai bank, tapi saya tidak tahu pasti Bank apa dan di mana. Yang jelas bank yang ada di Medan. Waktu itu, almarhum menjaga bank tempat pacarnya bekerja. Nah, di sanalah awal perkenalan almarhum dan pacarnya itu,” terang Saiful.

Syaiful pun membenarkan rencana pernikahan temannya itu dengan Martina. Namun ketika ditanyai lebih dalam, Syaiful tidak bisa memberikan jawaban yang lengkap. “Soal almarhum dengan pacarnya ini, saya tidak terlalu banyak tahu. Sebab, almarhum sangat jarang bercerita soal pacarnya. Boleh dikatakan, mengenai pacarnya ia tertutup,” ungkapnya.

Namun, yang jelas, keterangan Syaiful tentang kisah cinta yang berawal dari sebuah bank diamini rekan kerja Briptu Leonardo. “Kalau mengenai pacarnya saya tidak tahu pasti. Yang saya tahu, dia bertemu dan berkenalan dengan pacarnya saat ia menjadi pengaman di Bank BRI (Cabang Medan Putri Hijau, Red). Sebab, pacarnya itukan pegawai Bank BRI,” ujar teman almarhum.

Perbincangan dengan rekan kerja Briptu Leonardo tidak bisa dilanjutkan. Rumah duka begitu sesak. Warga sekitar seakan berkumpul di rumah tersebut. Pun, pihak keluarga, mereka masih menyimpan pilu yang sangat dalam.

Sumut Pos memilih meninggalkan rekan Briptu Leonardo tadi dan menjumpai sang ayah, David Sitanggang. “Saya meminta agar kepergian anak saya ini dapat diusut tuntas. Apakah anak saya meninggalkan karena ditembak atau tertembak,” ujar David Sitanggang didampingi istrinya, T Br Sinaga yang masih terus menangis.

David Sitanggang juga menegaskan, kalau benar anaknya ditembak oleh temannya, maka berikan tindakan atau sanksi hukum yang sesuai. Tak hanya itu, David Sitanggang juga dengan tegas mengatakan, petugas kepolisian hendaknya lebih profesional dalam memegang serta menggunakan senjata api (senpi). “Polisi jangan seperti tukang becak yang seakan belum pernah memegang senjata api. Saya sendiri kalau memegang senjata api, mungkin sangat berhati-hati agar orang yang di sekitar kita tidak terkena tembakan,” ucapnya.

Hari ini, setelah disemayamkan beberapa hari, Briptu Leonardo yang merupakan lulusan SMA N 5 tersebut akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Binjai. Apa yang menimpa Briptu Leonardo memang mengenaskan. Dia tewas di tangan rekannya sendiri, Briptu Ikhsan Fuadi. Kabarnya tidak ada perselisihan antara keduanya. Bahkan, keduanya sama-sama lulusan bintara tahun 2006. “Maaf lah Bang. Nggak ada permasalahan, hanya silapnya ini Bang,” kata Briptu Boni usai diperiksa di Mapoldasu, Selasa (14/2) lalu. Briptu Boni tak lain adalah saksi kejadian naas tersebut. Selain Boni, saksi lainnya adalah Briptu Rogan Naibaho.

Sementara Briptu Ikhsan Fuadi yang merupakan warga Komplek Polri di Jalan Sri Gunting Blok H itu langsung dimasukan ke dalam sel tahanan Polda Sumut tak lama setelah kejadian. Kasubdit III AKBP Andre Setiawan yang menangani kasus ini saat dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, tersangka sudah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengunakan senjata. “Tersangka sudah salah. Melanggar SOP. Tersangka lalai. Tersangka juga lalai meletakkan peluru. Kita lihat di dalam magazen tersangka, peluru karet berada di bawah. Peluru tajam di atas. Ini juga melanggar SOP,” kata Andre.
Kemarin, Ikhsan resmi jadi tersangka atas tewasnya Briptu Leonardo. Pantauan Sumut Pos di Mapoldasu, Rabu (15/2) siang, Ikhsan kembali dikeluarkan dari sel tahanan Poldasu yang ada di lantai 1 Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum. “Untuk tes psikologis. Kalau pemeriksaan sudah selesai,” ujar Andre, kemarin.

Usai melakukan tes psikologis. Ikhsan kembali digiring petugas ke dalam sel tahanan. (dan/mag-5/gus/ila)