24 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 13915

Parkir Dikutip tanpa Karcis

08126396xxx
Yth Bapak Wali Kota Medan, berapa tarif parkir di Pajak Petisah karena mobil kami parkir dikutip Rp2.000 tanpa karcis. Bagaimana kalau diterapkan seperti Pusat Pasar. Terima kasih.

Kami Cek
Terima kasih informasinya, kami akan cek langsung ke lapangan. Selanjutnya, kami tetap ingatkan kepada pemilik kendaraan untuk tetap membayar parkir dan meminta karcisnya. Apabila tidak ada karcis atau alasan lainnya, maka sebaiknya komunikasikan dengan juru parkir yang ada di lapangan.

Pahmi Harahap
Kabid Perparkiran Dishub Medan

Cairkan Dana Bos

083199348xxx
Pak Sekda Medan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang kami hormati. Kami ingin bertanya kapan pelaksanaan penyaluran dana bos swasta dilakukan? Mengingat SKB 4 Menteri tentang percepatan penyaluran dana bos telah diteken pertengahan Agustus yang lalu.

Sudah Dilakukan
Terima kasih pertanyaannya, kami sudah proses penyaluran dana Bos untuk sekolah. Bahkan, sekarang Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM sudah mengeluarkan SK untuk pengeluaran uang tersebut. Bila ada sekolah yang belum menerima, tentu perlu dikoordinasikan kembali mengenai rekening kas sekolah tersebut.
Pada intinya kami sudah siapkan dan salurkan uangnya ke masing-masing sekolah melalui rekeningnya masing-masing.

Syaiful Bahri
Sekda Medan

Bayar Biaya Obat Rp13 Juta

Pasien Jamkesmas Jadi Pasien Umum

LUBUK PAKAM- Tarsun (53) warga Dusun 1 Desa Sei Putih, Kecamatan Galang, pasien RS Grand Medistra Lubuk Pakam, terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya pengobatannya sebesar Rp13 juta.

Menurut Sarni (52) istri Tarsun, Jumat (27/1), suaminya divonis mengindap tiga penyakit meliputi, batu ginjal, batu karang dan usus buntu. Ditubuhnya juga masih terpasang selang yang berfungsi mengalirkan air seni serta cairan dari tubuhnya pasca operasi.
Diceritakan Tarsun, suaminya itu masuk dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkemas) dengan nomor peserta 000319785039 dengan PPK 02040701-Puskemas Galang. Pada tanggal 23 Desember 2011 silam, Tasun dirujuk ke rumah sakit Gren Medistra Lubuk Pakam.

Kemudian, tanggal 27 Desember 2011, dilakukan operasi.. Setelah operasi batu ginjal, batu karang dan usus bunt selesai, sejak saat itulah pihak RS Grand Medistras membebani pasien dengan pembelian obat.
Anehnya, ketika membeli obat di apotek RS Grand Medistra, Tarsun tercatat sebagai pasien umum, padahal sebelumnya dia pasien Jamkesmas. “Diperkirakan biaya yang kami keluarkan sekitar Rp13 juta,” kata Sarni.

Humas RS Grand Medistra Membra Sinaga, ketika dikonfirmasi terkait biaya pengobatan dikeluarkan pesien Jamkemas itu menyatakan, tingginya pembiayaan pasien karena obat yang dibeli tidak terdaftar sebagai pemberian obat (DPO) bagi pasien Jamkesmas. (btr)

Apakah Wanita Juga Pujakesuma?

081260002xxx
PUJAKESUMA singkatan dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Dalam bahasa Indonesia sehari-hari putra dikonotasikan untuk kaum lelaki. Kalau demikian adanya, maka anggota Pujakesuma adalah kaum lelaki suku Jawa saja. Dengan kata lain kaum wanita suku Jawa tidak berhak menjadi anggota Pujakesuma? Benarkah demikian Mas Oegroseno? Kalau wanita juga termasuk anggotanya, rasanya janggal sekali diberi nama Putra Jawa? Bukankah sebaiknya SUJAKESUMA yang berarti Suku Jawa Kelahiran Sumatera, sehingga tidak menutup mata terhadap kaum wanitanya? Seperti sirih tak bertangkai, ada dalam ikatan tapi tidak masuk dalam hitungan. Kasihan dong kaum wanitanya?

Silahkan Bergabung di Wanita Pujakesuma
Terima kasih atas perhatiannya sebagai bukti besarnya aspirasi terhadap keberadaan Pujakesuma ini. Perlu kami sampaikan Pujakesuma sebagaimana dalam AD/ART hasil Mubes III Tahun 2011 adalah nama organisasi yang bukan hasil singkatan dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Pujakesuma adalah Pujakesuma, pemahaman di masyarakat ini mesti diluruskan.

Untuk keanggotaan wanita dapat bergabung di Wanita Pujakesuma yang dipimpin oleh Nyonya Ngogesah Sitepu. Wanita Pujakesuma terdapat di masing-masing kepengurusan daerah tingkat II. Sedangkan untuk yang remaja putri dapat bergabung dengan Pemuda Pujakesuma. Di tubuh kepengurusan. Pemuda Pujakesuma juga termaktub lembaga Pelajar dan Mahasiswa. Terima kasih.

Indra Gunawan
Wasekjen PP Pujakesuma

Mendagri Tunggu Putusan MA

Massa Tuntut Bupati Palas Basyrah Lubis Mundur

MEDAN- Tuntutan mundur terhadap Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis, terus menyeruak. Tuntutan mundur itu disuarakan puluhan massa dari Ikatan Mahasiswa Sosa dan Sekitarnya, Gerakan Mahasiswa Padang Lawas dan Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan Padang Lawas, saat menggelar aksi di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (27/1).

Dalam aksi tersebut, massa mengungkapkan, sejak tiga tahun pemerintahan Padang Lawas dibawah kepemimpinan Basyrah Lubis dan Ali Sutan, tidak ada membuat masyarakat Palas nyaman.

Karena, selama tiga tahun ini begitu banyak persoalan yang terjadi, antara lain, konflik antara masyarakat dan perusahaan, dugaan korupsi dana multy years, dugaan korupsi dana pembangunan fisik dan pengadaan barang, dugaan korupsi CPNS, dugaan persekongkolan antar sesama pejabat, ilegal loging dan penggelapan bibit karet.

Karena persoalan tersebut, massa menyatakan, sudah lima orang ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kiminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut, dan sebagian persoalan lagi, telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).
“Sejak jadi Bupati, banyak sekali kasus dugaan korupsi. Sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, dan juga sudah ada yang dilaporkan ke Kejatisu,” ungkap Hormat Nasution, Koordinator aksi di kantor Gubsu.

Atas dasar itulah, massa menuntut dan meminta dengan tegas kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera memberhentikan Basyrah Lubis, terlebih atas status tersangka yang disandangnya.

Selain itu, massa juga meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, untuk segera mengusulkan pemberhentian Bupati Padang Lawas tersebut, dalam rangka kelancaran proses hukum yang akan dijalani.
Massa juga dalam tuntutannya meminta Kejatisu, supaya menindaklanjuti laporan terkait dengan korupsi di Padang Lawas terutama kasus ilegal logging di Kecamatan Barumun.

Sementara itu, Mendagri Gamawan Fauzi terang-terangan mengaku belum bisa memutuskan nasib Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis SH yang sudah divonis Mahkamah Agung (MA), ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Jumat (27/1). Putusan MA yang menyebutkan adanya hukuman masa percobaan untuk Basyrah, membuat Gamawan belum berani ambil sikap.
Gamawan menyatakan, pihaknya akan segera mengajukan fatwa ke MA. Jika fatwa MA menyebutkan bunyi putusan sudah memenuhi persyaratan bagi pemberhentian tetap Basyrah dari jabatannya, barulah SK dikeluarkan mendagri.
“Harus ada fatwa dulu,” ujar Gamawan Fauzi.

Seperti diberitakan koran ini, Mantan Camat Barumun, Kabupaten Tapsel, Basyrah Lubis SH (saat ini menjabat Bupati Palas, red) divonis majelis hakim Mahkamah Agung (MA) dengan Ketua Majelis, H Mansur Kartayasa SH MH beserta anggota H M Zahruddin Utama SH MM dan R Imam Haryadi SH MA, pidana penjara 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun, karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memalsukan surat akte tanah di Kecamatan Barumun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro (grup Sumut Pos) di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Kamis (20/10), majelis hakim MA yang memeriksa perkara tersebut dalam salinan putusan MA Nomor 1021 K/Pid/2009 menyatakan, kalau pidana tersebut tidak perlu dijalankan terdakwa, kecuali apabila dikemudian hari dengan putusan hakim, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pindana sebelum masa percobaan selama 1 tahun terakhir. (Salinan Putusan MA diterima PN Padangsidimpuan Oktober 2011).

Gamawan mengaku, sudah membicarakan masalah ini dengan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. “Jadi saya menunggu (usulan) Pak Gubernur,” kata mantan gubernur Sumbar itu.

Namun demikian, lanjutnya, di internal Kemendagri sendiri juga sedang melakukan kajian mengenai masalah ini.  “Kita pelajari dulu apakah hukuman percobaan memenuhi syarat pemberhentian,” ujar Gamawan.(ari/sam)

Jadikan Anggota Karang Taruna Lebih Mandiri

TEBING TINGGI- Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tebing Tinggi, Kaharuddin Nasution (25), dianggap calon kuat sebagai Ketua Karang Taruna priode 2012-2017.

Pria kelahiran 13 Juli 1987 dan tinggal di Jalan Persatuan, Kelurahan Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi ini, punya segudang pengalaman organisasi seperti pernah menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasar Gambir tahun 2006-2007. Menjabat sebagai Bendahara Karang Taruna Kecamatan Tebing Tinggi Kota, periode 2009-2010 dan Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Tebing Tinggi 2010 hingga sekarang, serta Ketua Tagana Kota Tebing Tinggi 2011 sampai saat ini.

“Sosok muda yang paling dibutuhkan untuk menjadi ketua karang taruna periode mendatang, karena sosok mudalah yang saat ini harus diberi kepercayaan bisa memimpin sebuah organisasi seperti karang taruna,” jelas Kaharuddin yang akrab disapa Gaban, kepada Sumut Pos, Jumat (27/1) siang.(mag-3)

Beres di Daerah Baru ke Kementrian BUMN

Lahan Eks PTPN III

Kementerian BUMN belum memberikan keterangan pasti terkait keinginan Pemko Pematangsiantar agar segera melepaskan lahan eks HGU PTPN III Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba seluas 573 hektare, yang akan dijadikan lokasi kota baru.
Menurut Kasubag Publikasi Kementerian BUMN, Rudi Rusli yang ditemui koran ini di kantornya kemarin (27/1), banyak sekali persoalan-persoalan lahan di daerah, yang belum klir, lantas diminta penyelesaiannya di Kementrian yang kini dipimpin Dahlan Iskan itu. “Mestinya harus beres dulu di tingkat daerah, baru ke sini,” ujarnya.

Dia tidak mau memberikan keterangan panjang lebar lantaran yang punya kewenangan memberikan penjelasan hal-hal yang berbau teknis kebijakan itu adalah Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Primer Megananda Daryono. Dahlan Iskan juga tugas ke Surabaya.
Sementara Megananda Daryono belum bisa dimintai keterangan lantaran kemarin sedang tugas ke Bandung. Pertanyaan koran ini via SMS pun tidak dibalas.

Seperti diberitakan, dari 573 hektare lahan eks HGU PTPN III itu, ada puluhan hektar yang sudah digarap dan diduduki warga. Padahal, Pemko Siantar sudah memutuskan, di lahan itu nantinya dibangun pusat pendidikan, kesehatan, perindustrian, perdagangan, bisnis dan lainnya, sebagaimana layaknya sebuah kota.(sam)

Pelabuhan Belawan Bakal Dimodernisasi

MEDAN-Pemerintah pusat telah menyiapkan sedikitnya Rp3 triliun untuk melakukan modernisasi Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok dan tiga pelabuhan besar nasional di Indonesia.

Selain melakukan modernisasi pelabuhan, pemerintah juga menyiapkan sekitar Rp70 triliun lebih untuk membangun highway jalan bukan jalan tol dari Sabang, Aceh, sampai Bandar Lampung guna mendongkrak prekonomian di Sumatera yang masuk koridor 1 dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kita akan membangun seluruh Indonesia dengan enam koridor dalam MP3EI, Sumatera Utara masuk dalam kordidor I dan Papua masuk koridor 6 meliputi Papua, Maluku dan Maluku Utara,”  kata Menko Prekonomian Hatta Radjasa disela-sela acara Penanaman Pohon Mengrove di Sicanang Belawan, Jumat (27/1) siang.

Dalam pembangunan, sambungnya, pihaknya telah menyiapkan pembangunan jalan baru bukan tol berupa highway dari Sabang, Aceh, sampai Bandar Lampung, agar mendorong perekonomian dari Sumatera ke Jawa dengan biaya Rp70 triliun.  “Kita harapkan, bupati dan wali kota berperan di dalamnya untuk masalah lahan,” pinta Hatta.

Dijelaskan Hatta, selain pembangunan jalan highway baru, jugadilakukan modernisasi pelabuhan, seperti pelabuhan Belawan.(adl)
Karena selama ini, waktu sandar kapal sampai dua hari, dan itu terlalu lama.
“Makanya, kita perlu melakukan modernisasi pelabuhan, termasuk Belawan di Medan,” ujarnya.

Hatta juga memaparkan, pada tahun 2014 mendatang, tidak dibenarkan mengespor bahan baku mentah dan harus mengelola sendiri di dalam negeri. Sumatera juga akan menjadi pintu gerbang barat dengan gerbang udara Bandara Kuala Namu dan pintu gerbang laut Kuala Tanjung.

“Kita harus mengolah sendiri bahan baku mentah di dalam negeri. Jadi tidak boleh lagi ekpor bahan baku mentah keluar. Karena dalam Masterplan Percepatan Prekonomian kita, Sumatera khususnya Sumatera Utara ditetapkan menjadi pintu gerbang barat dengan gerbang udara dan gerbang lautnya. Ini akan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai diharapkan di daerah maupun secara nasional dan Indonesia akan menjadi negara maju di tahun 2025,” tegasnya.(adl)

Oknum PNS Tipu 9 Warga

PAKPAK BHARAT- Tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga telah menipu 9 warga untuk dipekerjakan sebagai montir, Kamis (26/1).

Ketiga oknum PNS itu masing-masing berinisial YB (48) warga Desa Lae Trondi, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, SM (44) warga Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Pakpak Bharat, serta AB (23) warga Desa Liang Jering, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Keterangan diperoleh wartawan koran ini, Jumat (27/1), penipuan tersebut berawal dari pelatihan montir di Medan, dengan biaya Rp200 ribu per orang sebagai biaya adimistrasi.

Ke sembilan warga tersebut yakni, Budiman Sinaga, Mestro Situmorang, dan Ruslim Manik, ketiganya warga Desa Salak I, Kecamatan Salak. Kemudian Samuel Manik, Naiko Sampang dan Mahyu Sembiring dan Juprianto Berutu, warda Desa Kecupak II, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), serta Doma Tumanggor dan Maruli Boangmanalu, warga Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak.
Perekrutan terhadap kesembilan warga dimulai bulan Desember 2011 dan pada tanggal 20 Januari 2012, kesembilan korban tersebut diberangkatkan ke Medan.

Sesampainya di Medan, ke sembilan warga tadi, malah dititipkan di Panti Rehabilitasi Narkoba di Tanjung Anom, Kabupaten Deliserdang dan dipaksa mengaku sebagai pecandu narkoba.

Tak terima dengan perlakuan ketiga oknum tadi, salah seorang korban mengadu kepada orangtuanya.
Mengetahui kejadian itu, orangtua korban langsung menelepon
Polres Pakpak Bharat untuk menindaklanjuti praktik penipuan yang dilakukan ketiga oknum dimaksud.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom melalui Kasat Reskrim AKP Bonar Silalahi diruang kerjanya, mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan ketiga oknum PNS telah diperiksa di Mapolres Pakpak Bharat. (mag-14)

Berikan Sugesti Positif Pada Anak

Seorang anak dilahirkan memiliki tipikal dan sifat yang berbeda-beda. Ada anak yang bertipikal sangat mudah diatur dan penurut namun tak sedikit anak yang sangat sulit sekali untuk diatur.

MEDAN -Dalam hal ini orang tua harus bijaksana dalam menyikapinya. Salah satu metode yang bisa dicoba dalam mengatasi berbagai persoalan dalam menghadapi pola laku anak adalah dengan teknik hypnoparenting.

Disadari atau tidak, teknik hypnoparenting, sebenarnya bukan hal baru. Orangtua kita dahulunya  boleh jadi sudah mempraktikkannya. Mungkin kita  ingat, dulu, ibu atau nenek  membelai lembut rambut kita  saat kita  merebah di pangkuannya. Lalu, mereka mengucapkan kata-kata berisi harapan sekaligus mendoakan kita agar tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, berbudi atau apapun harapan yang dipanjatkannya.

Wahyudi, SPdI, CI, HR Manager PT ABCo Sugesti Motivatindo Wilayah Sumut  mengatakan, mengasuh dan mendidik anak dengan cinta kasih, merupakan dasar dari teknik hypnoparenting .

Hypnoparenting terdiri dari dua kata yaitu hipnosis yang berarti proses pemasukan informasi ke dalam pikiran  dan parenting yang berarti segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak. Jadi Hypnoparenting adalah cara kita mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut  pandang cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak.

Hypnoparenting, sebagai teknik pola asuh bekerja langsung pada alam bawah sadar anak. Orang tua dapat menerapkan pola asuh termasuk mendisiplin anak secara mudah tanpa paksaan.  Yang terjadi saat orang tua menggunakan teknik hypnoparenting adalah komunikasi secara mental melalui alam bawah sadar anak (sugesti).

Hal ini dinilai efektif  sebab tindakan dan tingkah laku balita masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah di-”program” (diberi sugesti) oleh orang tuanya. Meski demikian, orang tua mesti mengetahui waktu yang tepat untuk memberi sugesti pada anak.
Wahyudi menyebutkan,   ada empat jenis kondisi anak berdasarkan jenis frekwensi gelombang otaknya. . Pertama anak dalam keadaan Beta yaitu dalam kondisi sedang serius.

Kedua dalam  kondisi alpha, yaitu anak sedang dalam keadaan santai. Kemudian,  kondisi  ketiga adalah kondisi theta, dimana anak dalam keadaan  sangat  mengantuk (ketika mulai tertidur). ‘’Pada kondisi Theta ini lah moment paling tepat sugesti diberikan. Sebab pada kondisi antara sadar dan tidak ini, anak akan lebih mudah menyerap pesan apa yang akan kita sampaikan,”ujarnya.

Sementara pada kondisi keempat yang disebut kondisi delta, anak telah tertidur pulas sehingga  sudah tidak bisa menerima pesan. Ditambahkannya, orang tua harus memilih  kata – kata positif dan  menghindari  kata-kata negatif dalam memberikan sugesti.
Seperti, ‘’kamu anak  nakal’, “bandel”, ”  “susah”, dan  sebagainya. ‘’Lebih baik kita mengatakan, ‘’kamu anak manis”, ‘’baik” dan sebagainya,”sebut Wahyudi.

Wahyudi juga mengingatkan, agar anak jangan dibiasakan tertidur  di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif.  ‘’Anak akan memasuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengar dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya,”sebutnya kepada Sumut Pos (27/1).  Jangan melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya. (sih)

——–

Hindari Kata Negatif

  •  Dalam menjalin komunikasi dengan hypnoparenting,  orang tua harus memilih  kata – kata positif dan  hindari  kata-kata negatif seperti “nakal’, “bandel”, ”“susah”, dan  sebagainya.
  • Gunakan media pendukung untuk melakukan penanaman sugesti  (jika dibutuhkan), misalnya suara musik yang menenangkan, suara lembut ibu dan ayah, suara detak jam, dan sebagainya.
  •  Lakukan kontak tubuh secara lembut, berulang dan monoton  seperti mengusap kepala atau dahi balita, mengusap punggungnya dengan lembut.
  •  Mulailah bicara dengan niat menanamkan sugesti positif, gunakan kalimat afirmasi positif seperti, “Anak manis, mimpilah yang indah dan besok pagi, bangun segar, bersemangat dan sehat.”
  • Lakukan pengulangan secara konsisten, ibu dan ayah melakukan hal sama berulang-ulang, hingga terlihat hasil yang diharapkan.
  •  Jangan membiarkan balita tertidur lelap di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Anak akan memasuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengar dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya.
  •  Hindari bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak karena bisa tertanam di jiwa bawah sadar anak, dan kemungkinan berakibat pada kesehatannya.
  • Jangan melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya. (*)