24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 13917

Pasca Rusuh di Rutan Idi, Seorang Napi Tewas

ACEH TIMUR- Insiden kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin (13/2) siang, akhirnya mengambil korban jiwa. Seorang napi tewas setelah lehernya sobek, terkena benda tajam. Namun belum diketahui, luka tersebut akibat pisau atau pecahan kaca dalam kerusuhan itu.
Korban meninggal yakni Hasyim (55), asal Peunaron, usai menjalani perawatan intensif lebih kurang 14 jam di RSUD Idi Aceh Timur. Sementara Iskandar asal Matang Geulumpang Dua Bireun, telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Langsa.

“Hasyim tewas pada Selasa (14/2) pagi pukul 05.30 WIB setelah menjalani perawatan selama 14 jam. Sedangkan Iskandar mengalami luka di lengan telah dirujuk ke RSUD Langsa, atas anjuran dokter bedah RSUD Idi,” ujar dr Edi Gunawan Direktur RSUD Idi.
Terkait kejadian tersebut, Kepala Rutan Idi Amiruddin SH saat dihubungi Metro Aceh (grup Sumut Pos), mengatakan, kedua korban kerusuhan tersebut tengah menjalani hukuman terkait kasus narkoba.

“Hasyim terpidana hukuman 9 tahun dan sudah menjalani selama 7 bulan. Kalau Iskandar yang sekarang masih dirawat terpidana 7 tahun dan sudah menjalani hukuman selama 2 tahun,” jelas Amiruddin.

Saat ditanyai siapa yang melakukan penusukan benda tajam terhadap Hasyim, dia mengaku tak melihat, karena sedang berada di dalam ruangan. Amiruddin juga menjelaskan, saat ini kondisi rutan sudah mulai aman.

Tewasnya seorang napi akibat kerusuhan yang terjadi Senin (13/2) lalu, dibenarkan Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Eka Putra SIK. “Kasus tersebut masih dalam penyelidikan,” ujar AKBP Iwan Eka Putra SIK. (yas/smg)

TKI Diberi Sisa Makanan Anjing

JAKARTA- Nasib tragis kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Seorang TKI asal Malang, Siti Aminah (29), mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya. Siti dipaksa bekerja tanpa istirahat, bahkan diberi sisa makanan anjing.
“Sita tidak boleh keluar, tidak boleh berkomunikasi, tidur hanya tiga jam. Sehari-hari dikasih makan makanan sisa anjing,” ujar Elly Anita yang mendampingi keluarga Siti, Selasa (14/2).

Menurut Elly, Siti berangkat ke Malaysia pada Oktober 2011 melalui jasa Atie. Sejak itu keluarga sudah tidak bisa menghubungi Siti. Atie yang coba dihubungi tak pernah membalas SMS dan telpon keluarga Siti.

Sekitar Januari 2012, mulai ada titik terang mengenai kondisi Siti. Dari tempatnya bekerja kata Elly, Siti menulis surat yang secara kebetulan ditemukan oleh pekerja asal Indonesia. Selanjutnya surat itu discan dan dikirim ke email Alex ong. Alex aktif di Migrant Care Malaysia dan cukup dikenal oleh para pekerja Indonesia.

Mendapat informasi itu, lanjut Elly, Alex melapor ke Migrant Care di Indonesia. Akhirnya ditemukan keluarga Siti di Malang, Jawa Timur.(net/jpnn)

Hari ini, Gelar Perkara Kasus Biro Umum Pemprovsu

MEDAN-Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Tipikor Direskrimsus) Poldasu akhirnya merampungkan penyelidikan dugaan korupsi anggaran rutin di Biro Umum Pemprovsu 2011 sebesar Rp25 miliar. Untuk meningkatkan status kasus tersebut, hari ini Rabu (15/2), penyidik akan melakukan gelar perkara.

Demikian disampaikan Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Senin (13/2) di Mapoldasu. Heru menjelaskan selama penyelidikan pihaknya telah memeriksa 16 pejabat Pemprovsu, termasuk Bendahara Biro Umum, Aminuddin. Hasil gelar perkarana, lanjutnya, akan menjadi penentu apakah kasus itu dinaikkan statusnya ke penyidikan atau tidak.

“Gelar perkara nantinya hanya dilakukan secara internal. Dalam gelar perkara nantinya, seluruh penyidik yang menangani kasus ini memaparkan hasil lidik mereka. Kalau hasilnya rangkum dan ada petunjuk mengarah ke praktik korupsi, proses kasus ini akan naik ke tahap sidik untuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab atau tersangka atas kasus ini,” ujarnya.

Saat ditanya ada informasi penyidik telah mengantongi nama calon tersangka, Heru mengaku tidak tahu dan meminta wartawan koran ini menunggu hasil gelar perkara.

Seorang sumber di Poldasu kepada wartawan koran ini mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan di pekan pertama, penyidik telah menargetkan siapa calon tersangkanya.

“Tidak perlu cepat-cepat memanggilnya, dia sudah jelas pasti masuk. Dia yang terakhir-terakhir saja kita panggil. Saat ini bawahannya dulu,” kata petugas seorang penyidik. Calon tersangka tersebut, tambah sumber itu, selalu mengulur-ulur waktu saat dipanggil penyidik.
Berita sebelumnya, Kepala Biro Umum Pemprovsu, Hj Nurlela mengakui, dirinya telah diperiksa dalam dua kasus tersebut, baik oleh penyidik Pidsus Kejatisu maupun oleh penyidik Tipikor Poldasu. “Ya, memang sudah dipanggil. Di Kejatisu soal dana bansos yang Rp460 miliar tahun 2010 dan 2011. Kalau di Polda soal dugaan korupsi anggaran rutin 2011 di Biro Umum Pemprovsu,” akunya.

Nurlela mengatakan, pemeriksaan dirinya di Kejatisu dan Tipikor Poldasu hanya sebagai saksi. Materi pemeriksaan sama sekali tak berhubungan dengan dirinya, tapi soal dua mantan pejabat Kepala Biro Umum sebelum dirinya, yakni Razali S Sos (sekarang Kepala Dishub Sumut, Red) dan Ashari. “Kalau saya kan tidak mengetahui itu. (Kasus) itu dengan kepala biro yang lama. Waktu itu, saya ditanya tahu nggak soal kasus dugaan korupsi itu. Jadi saya jawab, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Nurlela membenarkan, khusus kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu yang ditangani di Polda Sumut, arahnya adalah kepada sosok Aminuddin, Bendahara di Biro Umum Pemprovsu. “Iya, waktu memberikan keterangan itu, katanya si Amin sebagai kuncinya,” akunya.
Sedangkan untuk kasus dana Bansos yang ditangani Kejatisu, Nurlela juga membenarkan beberapa pejabat telah diperiksa. Antara lain mantan Kepala Badan Perlengkapan dan Aset, Bondaharo Siregar, Kepala Biro Binsos Shakira Zhandi dan beberapa pejabat lainnya. “Iya, ada beberapa juga yang diperiksa,” ungkapnya.

Diketahui, kasus di Biro Umum Provsu yang ditangani Tipikor Polda Sumut terkait dugaan korupsi anggaran rutin pada APBD 2011. Dugaan korupsi anggaran rutin 2011 di Biro Umum Pemprovsu antara lain, diduga untuk menutupi biaya papan bunga, uang kain, katering di rumah makan, tiket pesawat dan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) pegawai di Pemprovsu yang telah lama tertunggak. Akumulasi anggaran yang diduga diselewengkan sekitar Rp25 miliar.

Selain itu, ada juga sinyalemen penggelapan pajak yang tidak disetorkan dari Biro Umum serta pembayaran ke pihak ketiga yang tidak dilakukan, namun uangnya telah digunakan untuk kegiatan yang tak sesuai peruntukkan. Selain tak sesuai peruntukkan, penggunaan anggaran itu juga diduga digelembungkan. (mag-5/ari)

Klambir Lima Juara Turnamen FKPSBSU

LUBUKPAKAM- SSB Klambir Lima Putra berhasil keluar sebagai juara Turnamen Piala Forum Komunikasi Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) Seri VI di Lapangan SSB Supra Pasifik, Lubukpakam Minggu (12/2).

SSB besutan Edi Aminoto itu di partai final berhasil menaklukkan SSB Rajawali dengan skor tipis 1-0.

Sementara peringkat ketiga berhasil diraih SSB Kompas setelah di partai final berhasil menundukkan SSB Dispora Binjai lewat adu penalti 2-1.
Gol Klambir Lima Putra  tercipta lewat  Reza Yori Falepi  dengan nomor punggung 35. Permainan berimbang yang ditunjukkan kedua tim begitu terbilang sengit dan alot. Sebab, stamina kedua kesebelasan sudah berkurang dikarenakan pertandingan forum pelatih ini dipertandingan seharian penuh.
Meski demikian, permainan apik serta serangan bertubi-tubi tetap dilancarkan kedua tim. Tapi tak satupun gol yang tercipta di babak pertama.
Kemudian di babak kedua permainan berubah drastis. Dimana, Klambir Lima Putra mendominasi jalannya laga. Alhasil, kebuntuan tim akhirnya terpecahkan oleh kapten Klambir Lima Reza Yori  Falepi yang berhasil mencetak gol.

Sontak, pengurus SSB Klambir Lima Putra menyambut kemenangan tersebut.
“Saya bangga dengan hasil yang didapat para pemain hingga mencapai puncak kesuksesan yang begitu fantastik,” ungkap Rusli Manager SSB Klambir Lima. (mag-10)

Jaga Konsistensi

MEDAN- Setelah PSMS ditangani pelatih Suharto AD pasca hengkangnya Raja Isa, memang belum menunjukkan statistik prestasi yang cukup memuaskan. Praktis, Suharto baru menukangi PSMS dua kali dengan hasil masing-masing satu kali menang dan kalah.

Dari hasil ini Suharto juga mengaku hal tersebut belum bisa menjadi kebanggaan. Dalam perjalanan hingga paruh musim, sampai ada pelatih kepala yang menangani PSMS secara penuh, Suharto bermaksud menargetkan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini menang dalam setiap partai kandang di Stadion Teladan.

“Targetnya menang 100 persen di kandang dan curi poin minimal satu tiap partai tandang. Hasil melawan PSAP Sigli memang sangat disayangkan, kita belum beruntung di sana,” ungkapnya, Selasa (14/2).

Konsistensi skuad untuk tetap bertanding maksimal merupakan satu hal yang perlu dipupuk pada diri masing-masing pemain. “Karena itu kita juga akan mendoktrin pemain agar tetap bisa meraih poin penuh di kandang. Tentunya dengan menyiapkan skuad yang padu di setiap lini mejadi awal kesuksesan,” ujar pelatih berkepala plontos ini.

Untuk menjaganya, menurut Suharto, ia akan menerapkan prinsip ‘Tak ada lawan yang tak berat.’ “Prinsip ini bertujuan membentuk mental pemain agar selau siap dalam menghadapi pertandingan. Meski melawan tim yang posisinya jauh di bawah kita, bukan berarti kita harus menyepelekan. Ini yang harus kita hindarkan dari pemikiran pemain,” tuturnya.

“Dengan prinsip ini pula, diharapkan pemain terus memperlihatkan performa maksimalnya. Karena bertanding untuk melawan tim berat dibutuhkan keseriusan dan konsentrasi serta fokus hingga 90 menit berakhir,” tegasnya.

Pada Selasa (14/2) sore, skuad sudah dilatih untuk mempersiapkan laga kontra Persiram Raja Ampat yang bakal dihelat di Stadion Teladan 16 Februari mendatang. “Pemain sudah kita latih taktikal teknik. Kita juga sudah evaluasi kekurangan kita saat melawan PSAP, yakni lini belakang yang rapuh serta finishing touch yang kurang maksimal. Kita harap hal itu tak terjadi lagi saat meladeni Persiram,” tandas Suharto.(saz)

Kampanyekan Sehari tanpa Nasi

Nur Mahmudi Ismail

Kebijakan kontroversial kembali dikeluarkan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Setelah mengampanyekan makan dengan tangan kanan beberapa waktu lalu, kini Nur Mahmudi mengampanyekan program ‘Sehari Tanpa Nasi’ atau ‘One Day No Rice’.

Namun, kampanye Sehari Tanpa Nasi ini cuma diberlakukan kepada rakyat kecil, khususnya pedagang kantin di Balai Kota Depok. Kebijakan nyeleneh ini bahkan dituangkan dalam surat edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Depok, yakni ditujukan bagi pengelola kantin di lingkungan Balaikota Depok dengan nomor surat 010/26-UM.

Surat edaran di lingkungan kantin Balai Kota tersebut berisi imbauan, dalam rangka hemat listrik, kebersihan dan keindahan lingkungan Balai Kota Depok serta program “One Day No Rice” atau “Satu Hari Tanpa Nasi”. Surat tersebut pun ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Etty Suryahati atas nama Kepala Bagian Umum Kota Depok Wijayanto.(net/jpnn)

TGM Salip Bintang Jaya

MEDAN- TGM Medan berhasil menekuk Bintang Jaya Asahan dengan skor 1-0 pada laga lanjutan kompetisi Divisi II PSSI Grup IV 2012 putaran kedua di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan, Selasa (14/2) sore.

Satu-satunya gol pada laga itu dicetak oleh gelandang TGM Zainal Sanjaya menit 34. Pada babak pertama pertandingan terlihat lebih berimbang. Namun, blunder kiper Bintang Jaya Arjuanta menyebabkan bola terlepas dari pelukannya yang dimanfaatkan Zainal dengan baik. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tempo permainan tak berubah. Namun, jalannya pertandingan didominasi anak-anak TGM di bawah asuhan Sabda Lumbantoruan. Tapi counter attack skuad Bintang Jaya yang diarsiteki Budi Sianturi terhitung kerap merepotkan pertahanan TGM. Nihil gol, skor tak berubah 1-0 hingga wasit Rihendra Purba meniup peluit panjang.

Atas hasil ini, TGM menyalip posisi Bintang Jaya pada klasemen sementara Grup IV. Dengan mengoleksi enam poin disusul Bintang Jaya dengan perolehan empat poin. Dan PSTS Kisaran menempati posisi dasar klasemen yang baru mengumpulkan satu poin.

Pelatih TGM Sabda mengaku tak puas hasil yang dicapai anak-anak asuhannya. “Mereka terlihat bertanding dengan beban. Mungkin karena harus capai target banyak gol dan bermain di kandang. Mereka tak menjalankan instruksi saya dengan baik di lapangan,” ungkapnya usai laga.
Ia juga menuturkan, konsentrasi dan konsisten tim besutannya menurun. Hal ini menilik saat TGM bertanding di putaran pertama yang berlangsung di Stadion Mutiara Asahan Kisaran. “Di sana mereka bermain lepas dan lebih baik dari ini. Alur serangan juga banyak dan variatif. Sore ini (Kemarin, Red) mereka bermain sangat buruk,” kata Sabda.

“Banyak peluang, tapi hanya satu gol yang tercipta. Itu juga kebetulan, karena kiper lawan melakukan blunder,” sesalnya.
Sabda juga berharap, sisa pertandingan bentrok PSTS pada 18 Februari mendatang bisa dimanfaatkan skuadnya meraih poin penuh. “Dengan begitu kita bisa menjadi juara grup. Dan melaju ke putaran berikutnya,” ujarnya.

Sementara, pelatih Bintang Jaya Budi mengaku puas dengan hasil tersebut. “Anak-anak sudah main maksimal. Posisi kalah di pertandingan tandang itu wajar. Tapi pemain sudah menjalankan strategi dengan cukup baik,” katanya.
“Strategi defensif pada babak pertama memang sengaja kita lakukan, dan itu berhasil. Sangat disayangkan memang kiper kita melakukan blunder,” tambah Budi.

Namun, menurut Budi, di babak kedua timnya bermain lebih ofensif. “Anak-anak tampil lebih menyerang di babak kedua. Namun, memang belum menghasilkan gol. Terhitung anak-anak menghasilkan dua peluang emas, tapi belum bisa dimaksimalkan,” tandasnya. (saz)

Atlet Karate KONI Medan Ramaikan Piala Wali Kota

MEDAN- Atlet Karate Binaan KONI Medan siap tampil dalam kejuaraan karate terbuka memperebutkan piala Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan pada 23-25 Maret 2012.

Koordinator Pelatih Karate KONI Medan Harini Sialoho, Selasa (14/2) mengatakan atlet karate binaan  KONI Medan yang akan tampil itu berjumlah 40 orang. Dari jumlah itu ada juga atlet yang sudah tampil pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2011 lalu.

“Sebenarnya  ada 24 atlet kareta  yang  telah meraih hasil maksimal. Sisanya 16 atlet lagi dicari  dari setiap dojo yang ada di Kota Medan,” terang Harini.
Dia melanjutkan saat ini para atlet tersebut digembleng setiap Senin, Selasa, Kamis dan Jumat di Pendopo Lapangan Merdeka Medan.
Materi latihan diberikan seperti latihan fisik dan teknik. Nah, dalam melakukan latihan fisik itu, biasanya atlet disuruh berlari sampai durasi 30 menit.
“Dilakukan latihan lari tersebut untuk mengetahui ketahanan daya tubuh atlet. Selain itu juga supaya membuat kecepatan gerakan serangan tangan,” ucapnya.

Kemudian untuk  latihan teknik dilakukan pembelajaran pukulan dan tendangan. “Bila atlet  menguasi  teknik tendangan dengan kaki. Tentunya atlet pasti akan meraih hasil maksimal,” bilangnya.

Karetaka  binaan KONI Medan yang akan tampil di Kejuaraan Terbuka Kareta Piala Wali Kota Medan adalah Ary Pratama  dan kawan-kawan.(omi)

Fans Berat Hotspurs, tapi Harry Redknapp tak Kenal Adele

ADELE benar-benar mendominasi di ajang Grammy Awards 2012. Total Adele memenangkan 5 gelar sekaligus, yaitu Album Of The Year, Record Of The Year, Song Of The Year, Best Pop Solo Performance, Best Pop Vocal Album.

Wanita bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini sukses mengalahkan para pesaingnya di berbagai kategori. Lady Gaga, Rihanna, Foo Fighters, Bruno Mars, Katy Perry harus rela melihat penyanyi asal  Inggris ini berjaya di panggung Grammy.

Ajang Grammy Awards 2012 sendiri juga menjadi debut Adele setelah sempat beristirahat pasca operasi tenggorokan.
Pada  penampilannya malam itu, Adele membawakan lagu yang juga merupakan Song of the Years, Rolling in Deep.

Sama sekali tak tampak bahwa Adele baru saja menjalani operasi, Adele tetap mampu tampil maksimal sehingga mendapat applause panjang dari para penonton.

Terlepas dari aksinya itu ternyata Adele adalah fans berat klub Premier League asal London Tottenham Hotspurs. Kecintaan terhadap Spurs ini pun sudah berlangsung cukup lama. “Saya fans sejati Spurs,” tegasnya, seperti dilansir Gigwise.com.

Namun demikian, ternyata nama besar Adele di dunia musik tidak berlaku di dunia sepak bola. Meski seorang artis ternama, ada sosok yang tidak mengenali Adele. Sosok tersebut tak lain adalah Harry Redknapp, pelatih Spurs.

Dalam satu perjumpaan tahun lalu, Harry tampak tidak mengenali Adele. Bahkan bahasa tubuhnya seolah merasa terganggu dengan kehadiran bintang tersebut.

“Redknapp kurang terkesan dengan keberadaan Adele. Ia seperti ingin berkata, ‘dapatkah Anda tidak berada di sini, tolong pergi saja!’,” ungkap satu sumber. (net/jpnn)

PSDS Rebut Puncak Klasemen

LUBUK PAKAM- PSDS Deliserdang akan merebut posisi teratas saat menghadapi PSSA Asahan dalam lanjutan Kompetisi PSSI Divisi Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012, di Stadion Baharoeddin Siregar, Rabu (15/2) pukul 16.00 WIB.

Pelatih PSDS Deliserdang Dosman Sagala mengatakan jika menang menghadapi PSSA Asahan, maka posisi PSDS di puncak klasemen. Dengan demikian posisi PSDS di putaran kedua akan aman.

“Tim harus menang, tujuannya mengamakan posisi PSDS pada putaran kedua, kita harus memahami kondisi bermaian. Banyak faktor yang mempengaruhi,” bilang Dosman saat ditemui  di  mes PSDS usai latihan, Selasa (14/2).

Bagi mantan back Pelita Jaya Jakarta ini, tim besutannya bakal menang, meski target skor tidak dipasang. Diakuinya ada tiga pemain line up PSDS dipastikan absen yakni Nico C Sinurat karena akumulasi kartu kuning, Kiki Muslim yang didera cedera karena kelelahan pada pertadingan sebelumnya.
Kemudian, kiper Zein Guntara tak dapat merumput karena berbentur jadwal ujian semester di kampusnya.

Absenya ketiga pemain pilar itu, bukan kendala bagi tim PSDS. Soalnya Dosman yang terkenal keras dalam mendidik anak asuhnya itu, masih banyak menyimpan stok pemain yang kualitasnya setara dengan pemain pilar  yang absen.

Perbedaan kualitas pemain PSDS sangat tipis bahkan tak kelihatan perbedaannya. Untuk posisi kipper akan turukan Arif Darmono, kemudian posisi Kiki Muslim akan diganti Selamet Riadi yang mulai fit setelah sempat cedera.(btr)