24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 13919

Warga dan Marinir Bentrok, 3 Warga, 1 Oknum Marinir Luka-luka

MEDAN- Ratusan warga Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, melakukan aksi unjukrasa di depan PT Agro Jaya Perdana, Selasa (14/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap keberadaan perusahaan pengolahan minyak goreng tersebut dinilai telah merugikan warga.
Saat melakukan aksi, tiba-tiba puluhan personel anggota TNI AL dan Marinir, langsung memukul warga yang melakukan aksi.
Akibatnya, tiga warga dan seorang oknum Marinir luka-luka. Ketiga warga yakni, S Sarumpet (56), Rizal dan Sahrul Bahri serta oknum Marinir Sertu Kiswanto.

“Keresahan kami kian memuncak, karena suara bising pabrik. Siang malam kami tak bisa tidur, seperti suara pesawat terbang, AMDAL pabriknya juga saat ditanya ternyata nggak ada, anehnya saat kami aksi, kenapa oknum Marinir langsung main pukul,” ungkap Nurhayati.
Merasa kecewa terhadap tindakan puluhan anggota Marinir tersebut, warga kembali melakukan penyerangan terhadap oknum Marinir dengan melempari batu ke anggota Marinir yang berjaga di lokasi pabrik.

“Gimana kami tidak melakukan pelemparan, karena mereka yang mulai melakukan pemukulan terhadap teman kami, sehingga mengalami luka-luka,” kata Sahrul, warga yang juga ikut dalam aksi tersebut.

Dalam aksinya, ratusan warga memblokiran ruas Jalan Yos Sudarso KM 15,5 tepatnya di depan PT Agro Jaya Kencana.
Salah seorang korban S Sarumpaet (56) warga Lingkungan II mengatakan, dirinya saat itu sedang melakukan aksi unjukrasa damai di depan PT Agro Jaya Kencana, namun secara membabi buta oknum Marinir berpakaian olah raga memukul dirinya hingga luka di bagian kepala, tangan sebelah kiri serta kaki sebelah kanan.

“Aku tadi tidak tau, karena sedang berdiri-diri di depan PT Agro, menuntut agar PT Agro segera ditutup, tapi tiba-tiba anggota Marinir langsung memukulku sampai tersungkur di parit,” beber Sarumpaet.

Atas kejadian tersebut, dirinya beserta teman-temannya langsung membuat laporan ke Polsek Labuhan. “Kami juga sudah membuat visum untuk melaporan oknum tersebut ke Polsek, dan tadi kami juga langsung didampingi Wakapolsek Labuhan,” jelasnya.

Sementara itu, Dan Yon Marinir Mayor Agung Setiawan mengatakan, dirinya tidak pernah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pemukulan terhadap warga, serta kedatangan mereka di perusahaan tersebut berdasarkan permintaan polisi.

“Kita tidak pernah diminta oleh perusahaan untuk melakukan pengamanan, tapi permintaan secara lisan dari Wakapolres, karena katanya ada masa yang anarkis di PT Argo Jaya Kencana,” teranga orang nomor satu di Marinir itu.

Agung juga menjelaskan, pihaknya melakukan pemukulan terhadap warga, lantaran terlebih dahulu anggotanya yang dianiaya warga.
“Anggota kita dulu yang dipukul warga, yakni Sertu Siswanto. Kita tidak mau lagi terulang seperti anggota polisi dianiaya, makanya kita langsung melakukan tindakan,” ujar Agung.

Berbeda dengan Dan Yon Marinir, salah seorang perwakilan PT Argo Jaya Kencana mengatakan, anggota Marinir merupakan pengaman di perusahaan mereka.

“Sudah 14 tahun Marinir menjadi pengaman di perusahaan kami, ini tertuang dari kesepakatan kami, baik pengamanan dalam maupun luar, makanya Marinir datang ke sini untuk melakukan pengamanan terhadap tindakan warga,” kata Anto dengan logat melayu Malaysia.
Atas tuntutan warga, pihak PT Argo membuat nota kesepakatan dengan warga setelah lima orang anggota DPRD Sumut hadir di lokasi.
Kelima anggota DPRD Sumut tersebut M Nasir, Nurhasanah, M Faisal dan Dabora Lubis.

Dalam nota kesepakatan tersebut, PT Agro bersedia menghentikan sementara operasional mesin boiler yang menimbulkan suara bising dan mengeluarkan asap tebal hingga mengganggu masyarakat sekitar pabrik. Kemudian, PT Argo ke depannya harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan perusahaannya tersebut.

Meski PT Argo bersedia menghentikan sementara oprasi perusahaannya, namun warga tetap menolak dan meminta perusahaan tersebut ditutup.
“Walaupun izin sudah diterbitkan dan mesin dioperasikan, kami tak terima, intinya kami mau PT Agro tutup, jangan kami jadi korban dari kepentingan mereka,” teriak warga yang tak terima dengan keputusan tersebut sambil membubarkan diri dari depan PT Agro. (ris/ril/adl/smg)

Peserta UN Tingkat SMA 195.089 Orang

MEDAN- Sebanyak 195.089 siswa SMA/MA dan SMK negeri dan swasta akan mengikuti ujian nasional (UN) serentak di Sumut mulai 16 sampai 19 Apri 2012 mendatang.

Jumlah tersebut berdasarkan daftar nominasi tetap (DNT) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, yang disampaikan Kadisdiksu Drs Syaiful Syafri MM melalui Kabid Dikmenti Disdiksu Dra Hj Laifah Hanum Daulay saat dikonfirmasi, Selasa (14/2) .

Latifah Hanum yang juga Sekretaris Panitia UN Provinsi Sumut didampingi Koordinator Teknis Pendataan Online Doli Hutasoit menjelaskan, seluruh data peserta sudah dikirimkan dari 33 kabupaten/kota di Sumut dan telah diinput oleh tim pendataan online di sekretariatan panitia UN Disdiksu Jalan Teungku Cik Di Tiro Medan, untuk selanjutnya dikirimkan ke Kemendikbud Pusat.

“Adapun peserta UN 2012 di Sumut terdiri dari peserta UN SMA negeri dan swasta berjumlah 101.764 orang, MA negeri dan swasta 19.611 orang dan SMK negeri dan swasta berjumlah 73.723 orang, dengan total seluruh peserta ujian 195.098 orang,” ungkapnya.
Untuk peserta UN tingkat SMP negeri dan swasta, bilang Dolli, terdiri dari 198.430 peserta.

Untuk MTs negeri dan swasta berjumlah 46.823 peserta, SMPLB 12 dan SMP Terbuka 1.141 orang dengan jumlah seluruhnya 246.406 peserta. Sedangkan untuk peserta UN SD negeri dan swasta berjumlah 278.964 orang, MI 15.002 orang dan SDLB 92 orang.
Untuk tahun ajaran 2011/2012 ini, sambungnya, jumlah penyelenggara sekolah yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah dan Madrasah (BAP S/M) di Sumut berjumlah 2094.

“Diantaranya untuk SMA 926 sekolah negeri dan swasta, MA 417 sekolah negeri dan swasta dan SMK 751 sekolah negeri dan swasta,” jelas Dolli.
Sedangkan untuk tingkat SMP sebagai penyelenggara berjumlah 2.273 sekolah negeri dan swasta, MTs 950 sekolah negeri dan swasta, SMPLB 6 sekolah dan SMP Terbuka 74 sekolah.

Selanjutnya untuk SD 9.253 sekolah negeri dan swasta, MI 585 sekolah negeri dan swasta dan SDLB 27 sekolah negeri dan swasta di Sumut.
Untuk jadwal ujian utama UN SMA/MA akan berlangsung 16-19 April, susulan 23-26 April dan SMK ujian utama 16-18 April dan susulan 23-25 April. (uma)

PNS Sergai Ramai-ramai Eksodus ke Medan

SERGAI – Pemerataan pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai daerah, nampaknya disambut baik sejumlah PNS di Serdang Bedagai (Sergai). Buktinya, sekitar 135 PNS di jajaran Pemkab Sergai mengajukan permohonan pindah tugas ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sergai.
Data yang di peroleh Sumut Pos dari Kepala BKD Sergai, H Ahmad Zaki MAP, Senin (13/2) menyebutkan, para PNS yang mengajukan pindah tugas sebagian besar beralasan pengembangan karir dan ikut suami.
“Dari 135 orang PNS yang mengajukan permohonan pindah, 90 orang sudah disetujui. Alasan mereka pindah karena ikut suami dan pengembangan karir dan itu sah-sah saja menurut peraturan,” kata Zaki.
Para pemohon yang mengajukan pindah umumnya golongan III B dan hijrah bertugas ke Pempropsu, Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang dan Batubara. “Akan tetapi, PNS yang masuk ke Sergai ada sekitar 30 orang,” katanya.
Fenomena ini, sebutnya, tentu saja tidak mengherankan. Soalnya, sesuai informasi yang diperoleh Sumut Pos, banyak pos-pos anggaran di luar gaji PNS sudah dikurangi. Misalnya, dana kelancaran tugas, uang makan, dan kesejahteraan pegawai. Kendati dibayar, tetapi dalam praktiknya sering terlambat dari jadwal ditentukan.
Terkait informasi tersebut, Ahmad Zaki enggan memberikan keterangan dan lebih memilih diam.
Sementara itu, terkait penerimaan CPNS tahun 2012, Pemkab Sergai tidak membuka penerimaan.
Menurut Kepala BKD Sergai H Ahmad Zaki, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Sergai diatas 50 persen, tapi kalau di bawah 50 persen, maka akan mengajukan permohonan untuk pengangkatan CPNS. “Tahun 2013 pun, saya tidak jamin ada penerimaan,” ucapnya.
Ketika disinggung kebutuhan tanaga kerja khususnya PNS, dirinya mengatakan, sebenarnya Pemkab Sergai masih membutukan tenaga kerja. “Untuk menutupi itu, tahun 2012 ini kita akan mengangkat tenaga honorer menjadi PNS,” tutupnya.(mag-16)

Lampu Jalan di Pakpak Bharat Padam

PAKPAK BHARAT- Warga Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, mengaku kecewa dengan pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Soalnya, sampai saat ini lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Sisingamangaraja, Desa Sukaramai, banyak yang padam. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses pintu masuk ke Salak, ibukota Pakpak Bharat.
Pantauan wartawan Sumut Pos, Senin (13/2) malam, penerangan lampu jalan pada malam hari sangat minim, sehingga kondisi ruas jalan menjadi sepi dan rawan tindak kejahatan.
Menurut Berutu, warga setempat, kondisi jalan yang gelap gulita ini, sudah dirasakan warga sejak beberapa tahun terakhir.
Karena sebagian besar lampu penerangan jalan sudah banyak yang rusak tanpa ada perbaikan dari pemeintah setempat. “Sampai saat ini belum ada perbaikan lampu jalan, makanya kondisi jalan sepi dan angker,” katanya.(mag-14)

PT WRP Terbakar

BELAWAN- PT WRP Buana Multicorpora di Jalan Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, terbakar, Selasa (14/2) siang.
Diduga api berasal dari gudang bahan bakar batu bara mesin bailer. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Petugas kepolisian yang menerima informasi dari masyarakat tak lama tiba di lokasi pabrik.

“Begitu polisi datang, petugas pemadam kebakaran langsung dihubungi untuk memadamkan kobaran api yang menjalar di gudang tempat tumpukan batu bara,” ujar Samsul (37) warga setempat.

Lima unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Medan dalam hitungan menit tiba di lokasi pabrik. Selang setengah jam kemudian, kobaran api berhasil dipadamkan.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan AKP Oktavianus, ketika ditanya mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran dimaksud. “Penyebab kebakaran belum bisa kita pastikan, dugaan sementara asal api dari tumpukan batu bara,” tandasnya.(mag-17)

Mantan Kadispenda Dijebloskan ke Penjara

TEBINGTINGGI- Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Tebingttinggi Syamsul Rizal, dijebloskan pihak Kejari Tebingtinggi Deli ke penjara, Selasa (14/2).

Syamsul dititipakn di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tebingtinggi, terkait kasus dugaan korupsi dana bagi hasil jasa pungut pertambangan tahun anggaran 2008-2010 yang merugikan negara sekitar Rp7,2 miliar. Penahanan tersangka sesuai dengan surat perintah Kajari Tebingtinggi Deli Nomor 01/N.2.14/FD.1/02/2012.

Kajari Tebingtinggi melalui Kasi Pidsus Muhammad Zulfan Tanjung mengatakan, diperkirakan dana yang masuk dari Pemerintah Pusat ke APBD Kota Tebingtinggi mencapai Rp7,2 miliar untuk tahun anggaran 2008-2010.

“Yang dicairkan di TA 2008 sebesar Rp357 juta, tahun 2009 mencapai Rp357 juta dan tahun 2010 juga melebihi dana jasa pungut bagi hasil pertambangan dari yang sebelumnya,” kata Zulfan.

Dijelaskan Zulfan kembali, daftar penggunaan anggaran (DPA) pencairan dana bagi hasil itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan pihak Dispenda Kota Tebingtinggi, sehingga muncul kecurigaan kalau dana yang dicairkan tidak jelas arahnya. “Di Kota Tebingtinggi tidak ada hasil pertambangan, tapi mengapa dana pungut hasil pertambangan masih juga dicairkan,” tegas Zulfan.

Ditambahkannya, penetapan tersangka sekaligus penahannya, dilakukan setelah meminta keterangan saksi-saksi sebanyak 40 orang.
Sementara itu, Drs Syamsul Rizal ketika dimintai keterangannya saat hendak dibawah ke LP Kelas II B Tebingtinggi enggan berkomentar dan sengaja membuang wajahnya dari kerumunan wartawan. (mag-3)

Alasannya Memilih Vegetarian

Anna, Ketua Indonesia Vegetarian Society (IVS) Sumut

MEDAN  –  Bagi sebagaian orang, mengkonsumsi daging memiliki kenikmatan tersendiri. Namun bagi sebagian orang yang lain, mengkonsumsi vegetarian dan menghindari daging adalah pilihan yang tepat.  Banyak alasan kenapa orang lebih memilih menjadi vegetarian. Diantaranya dengan hanya mengkonsumsi sayur-sayuran, hidup  lebih sehat karena resiko terkena penyakit berbahaya lebih kecil.

“Vegetarian  lebih menyehatkan dan bisa membuat awet muda. Vitamin dan mineral justru lebih banyak didapat dari sayuran daripada daging,”kata  Ketua Indonesia Vegetarian Society (IVS) Sumut, Anna, Selasa (14/2).

Menurut wanita yang sudah 19 tahun menjadi vegetarian ini berdirinya IVS untuk menyebarkan cinta kasih universal dan menyelamatkan kehidupan dunia melalui vegetarianisme, meningkatkan spiritual karena hasil dari yang dimakan tidak ada unsur penyiksaan, serta menjaga lingkungan hidup.
“Semua gizi yang terkandung dalam daging bisa digantikan dengan sayuran. Penyakit degeneratif gizi buruk dan multi-faceted, inefisiensi justru disebabkan oleh daging. Selain itu, kita juga tidak ikut menyiksa hewan dengan memakan dagingnya,” katanya.

Selain itu, tambahnya, seseorang yang hidup dengan cara vegetarian dapat terhindar dari berbagai penyakit. Sebut saja penyakit jantung. Serat dalam sayur dan buah amat berguna bagi kesehatan yang mengakibatkan populernya vegetarianisme di dunia.

Dikatakannya, industri daging di dunia adalah kontributor utama pemanasan global. “Permintaan daging semakin tinggi, otomatis banyak lahan yang dibabat untuk peternakan hewan. Tentu saja ini memicu terjadinya pemanasan global,” jelasnya lagi.

Untuk memasyarakatkan vegetarianisme ini, IVS mengadakan berbagai kegiatan seperti seminar vegetarian yang menghadirkan para pembicara mulai dari ahli gizi, dokter sampai para rohaniawan, festival dan demo masak yang memperkenalkan resep-resep masakan vegetarian, konsultasi seputar kehidupan bervegetarian, dan sebagainya,” ungkapnya

Sambungnya, IVS terbuka untuk semua lapisan dan golongan. “Saat ini anggota IVS ini mencapai 5 ribuan lebih di Indonesia. Saya sendiri sejak usia 28 tahun menjadi vegetarian. Memang awalnya agak susah. Tapi perlahan- lahan  saya terbiasa juga,’’ujarnya. (mag – 11)

Manfaat Vegetarian

Tak perlu ada lagi keraguan untuk menjalani pola makan vegetarian.  Manfaat vegetarian berikut hanyalah sebagian kecil saja dari sederet manfaat.

  1. Umur Anda Lebih Panjang
    Kesimpulan hasil penelitian tim dari Loma Linda University, AS,menyebutkan : dibanding para penyantap daging, pelaku vegetarian hidup 15 tahun lebih lama.
  2. Kesehatan Jantung  Terjaga
    Dari sebuah penelitian diketahui bahwa anak-anak berumur 5 tahun yangdibesarkan dengan banyak menghabiskan makanancepat saji (fast food) dan makanan mskin gizi (junk food)  menampakkan tanda-tanda dini terkena penyakit jantung.
  3. Jauh dari Ancaman Kanker
    Salah satu hasil penelitian Harvard Nurses Health Study menyebutkan daging diduga keras berhubungan dengan kanker payudara.
  4. Tubuh Menjadi Langsing
    Pada umumnya pelaku vegetarian bertubuh lebih langsing daripadapemakan daging. Alasannya, sayuran yang kaya protein seperti taoge,kacang merah segar, bayam merah, daun singkong, daun kacang panjang,mengandung lemak dan kalori lebih rendah daripada standar dari diet.
  5. Timbunan Racun  Terkuras
    Tidak makan daging membantu membersihkan racun dalam tubuh, yang dapatmenimbulkan penyakit. Contohnya : polusi lingkungan maupun bahantambahan makanan (food additives) seperti zat pengawet, zat pewarna,dan pemanis sintetis.
  6. Melindungi Tubuh dari Pencemaran
    Diduga hampir 95% residu pestisida dari makanan kita datang daridaging, produk hewani lainnya, dan ikan.
  7. Terlindungi dari Penyakit yang Ditularkan Melalui Makanan
    The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menduga hampir 80 juta oang AS setiap tahun terkena penyakit yang ditularkan melalui makan.
  8.  Tulang Semakin Kokoh
    Penurunan masa tulang pada wanita vegetarian berumur 65 tahun sebesar18%, sedangkan pada wanita non vegetarian dua kali lebih besar.
  9. Lancar BAB
    Mengkonsumsi banyak sayuran berarti mengkonsumsi banyak serat yangberfungsi membantu mendorong sampah makanan keluar dari tubuh.
  10. Tidak Menderita Sakit Punggung
    Sakit punggung dapat disebabkan adanya gangguan pada pembuluh arteri,ungkap Neil Barnard, MD, penulis Foods that Fight Pain.  (net)

Saya Sedih, Kok Pengelola Anggaran tak Ada Jadi Tersangka…

Kesaksian RE Siahaan di Pengadilan Tipikor Medan

Setelah sekian lama mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Medan, akhirnya mantan Wali Kota Pematangsiantar RE Siahaan, membeber seluruh kronologis kejadian saat sidang lanjutan, Selasa (14/2).

Sidang yang dipimpin Jonner Manik SH, jaksa penuntut umum (JPU) Irene Putrie SH, RE Siahaan menerangkan, sewaktu dirinya menjabat sebagai Wali Kota Pematangsiantar, segala kebutuhan urusan dinas ataupun pribadi, diurus oleh ajudan dan protokoler.

“Kalau urusan dinas ke Jakarta, saya naik pesawat Garuda kelas biasa. Semua akomudasi ini diurus oleh ajudan dan protokoler pemerintah. Semua anggaran dinas itu dari APBD Pemko Pematangsiantar,” ujar RE Siahaan membuka kesaksian.

Di hadapan majelis, dia juga menyatakan, dalam kasus ini harta kekayaannya sudah ada yang dijual. “Salah satunya mobil sedan Honda Jazz saya. Sedangkan kebun sawit seluas 200 hektar yang disebutkan punya saya, itu milik istri dan keluarga,” ujar terdakwa.

RE Siahaan juga membantah mengenai adanya kwitansi pengeluaran dana untuk dirinya. Bahkan, ia baru pertama kali melihat kwitansi tersebut di KPK.
Terdakwa juga menyebut kwitansi yang ditunjukkan KPK pada dirinya, berbeda dengan kwitansi yang diperlihatkan saksi sebelumnya.

“Saya pernah usulkan diperiksa di laboratorium mengenai kwitansi itu, tapi jawaban KPK, nanti di pengadilan,” ungkapnya.
Yang menandatangani pengeluaran anggaran untuk DPR, lanjutnya, adalah Asisten I,II dan III. Tidak ada anggaran Bansos ke DPR, kalaupun ada harus ada nota dinas.

Bukan itu saja, RE Siahaan juga mencoba menyampaikan keluh kesahnya di depan peradilan, bahwa ia pernah minta panggilan klarifikasi atas dirinya.
“Pemanggilan sebagai tersangka oleh KPK tanpa adanya pemanggilan sebagai saksi. Saya juga sudah mencoba layangkan surat ke kode etik KPK untuk melakukan pengembangan soal dana bansos. Bahkan saya sudah melaporkan ke Polres soal bansos ini,” tegasnya.

Sementara itu, ketika majelis hakim Jonner Manik menyinggung mengenai kaitan kas daerah dengan menggunakan cek kuasa APBD dan wali kota, terdakwa mengatakan, kalau tidak menggunakan cek kuasa maka pihak bank akan menolak.

“Saya tidak mengetahui asisten I membagi-bagikan uang kepada anggota DPRD. Saya tidak pernah tahu soal ini. Yang menjadi pertanyaan saya kok tidak ada bukti tapi jadi tersangka dan ditahan. Kok pengelola anggaran tidak ada jadi tersangka. Ini yang membuat saya sedih. Saya terpaksa belajar. Kok Dinas PU-nya aman-aman saja. Benar tidak ada kerugian di bansos, tapi di PU ada kerugian negara. Kalau memang ada kerugian silahkan dikembangkan, kok terus langsung ke wali kotanya,” curhat terdakwa pada hakim.

Terdakwa juga mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan 20 persen di dinas PU. “Tapi sejak awal saya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.(rud)

Gagal Rayakan Valentine Bersama

Se7en & Park Han Byul

Hari Valentine identik dengan menghabiskan waktu bersama pasangan. Namun tidak demikian dengan pasangan selebriti Se7en dan kekasihnya aktris Park Han Byul.

Se7en dan Han Byul yang sudah menjalin asmara selama 9 tahun tak bisa bersama untuk merayakan Valentine tahun ini. Hal tersebut disebabkan oleh jadwal keduanya yang tak memungkinkan.

Han Byul harus syuting, sedangkan Se7en pergi ke luar negeri. Namun keduanya tak lupa meng-update akun Twitter pribadi mereka masing-masing.
“Whoops! Akhirnya selesai! Sudah pagi tapi masih gelap. Aku makan sandwich dan susu pisang untuk membuatku kuat hari ini,” tulis Han Byul di twitternya, Selasa (14/2).

Tak lama kemudian, Se7en juga menulis, “Selamat pagi. Selamat hari Valentine. Aku di jalan sekarang ke bandara. Aku pakai baju, kaos kaki, sepatu, dan topi baru. Ini pagi yang baru, selamat pagi dunia!” tulisnya.

Keduanya tak lupa menyertakan foto diri mereka. Han Byul sedang minum susu sementara Se7en berada di mobil. (dtc)

Supratikno WS Pimpin Pujakesuma Medan

MEDAN- Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pimpinan Daerah Paguyuban Keluarga Besar (DPD PKB) Pujakesuma Kota Medan memutuskan, H Supratikno WS SE sebagai Ketua  DPD PKB Pujakesuma Kota Medan periode 2012-2017.
Pelaksanaan Musda III PKB Pujakesuma Kota Medan digelar di Convention Hall Garuda Plaza Hotel, Sabtu (11/2).

Ketua Panitia Musda III DPD PKB Pujakesuma Kota Medan, Yusri Budi Darma membeberkan, pada pelaksanaan Musda ada dua calon yang dipilih, yakni Supratikno WS dan Budi Santoso. Keduanya memperebutkan 19 suara. Jumlah itu sesuai dengan peserta yang hadir, yakni 16 pengurus kecamatan, 2 suara dari DPD PKB Pujakesuma dan 1 suara dari DPW Pujakesuma Sumut.
Dari pelaksanaan pemilihan itu, Budi menyebutkan, Supratikno WS memperoleh 17 suara, dan Budi Santoso hanya memperoleh dua suara saja, sehingga panitia pemilihan DPD PKB Pujakesuma Kota Medan memutuskan dalam surat No.08/MUSDA III/Pujakesuma/MDN/II/2012 tertanggal 12 Februari 2012.

Sementara itu, Ketua pimpinan Sidang Musda III PKB Pujakesuma Kota Medan, Suarman menyatakan, sistem pemilihan yang dilaksanakan dalam Musda III yakni, satu peserta satu suara. Di mana, hadir pada kesempatan Musda III DPD PKB Pujakesuma Kota Medan dihadiri 16 pengurus Kecamatan PKB Pujakesuma, dan ketua DPW Pujakesuma Sumut.
“Pada pelaksanaannya semua berjalan lancar, pemilihannya juga menggunakan sistem demokrasi, dari kita, oleh kita dan untuk kita Pujakesuma,” sebutnya.

Usai terpilihnya Supratikno WS sebagai Ketua DPD Pujakesuma, dia sempat menyampaikan pidatonya dan ucapannya kepada para peserta Musda III DPD PKB Pujakesuma Kota Medan. “Saya berupaya memberikan kesejahteraan di setiap pe ngurus PKB Pujakesuma kecamatan, sekarang kita sudah memiliki bapakasuh yang bersedia memberikan bantuan modal untuk usaha,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan selain permodalan, pengurus DPD Pujakesuma Kota Medan pada akan datang akan secepatnya menyusun kepengurusan baru, kemudian dilanjutkan kepada pelaksanaan pe lantikan pengurus baru.

Hadir dalam kesempatan itu Ke tua Umum DPW PKB Pujakesuma Sumut, Kolonel Inf Ahwan Ismadi SpdI, sejumlah pejabat di instansi Pemko Medan seperti Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Arif Tri Nugroho dan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan, Ir H Wahid Msi, sejumlah pengurus partai politik dan tokoh masyarakat. (*/ril)