27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 13922

Jangan Permainkan Masalah Tanah

Diskusi Kelompok Pemikir Delapan di Hotel Garuda Plaza Medan

Permasalahannya tanah di Sumut menjadi perhatian serius para cendikiawan yang tergabung dalam Kelompok Delapan yang menggelar diskusi di Hotel Garuda Plaza Medan, pekan lalu. Prof Dr Syahrin Harahap MA, Hamdani Harahap SH MH, Dr Muhammad Yusuf Harahap, Dr Shohibul Ansor MA dan Usman Hasibuan menuangkan berbagai pemikiran bernas mengatasi masalah klasik reforma agraria terutama di Sumut.

Berbagai aspek agama, hukum, ekonomi, sosial dan politik menjadi kajian terintegrasi di mana pemerintah kurang memberi perhatian serius terhadap pemasalahan tanah. Alhasil, menurut Syahrin Harahap, dari dulu hingga sekarang masalah tanah terus terjadi sehingga sering menyebabkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

Padahal, menurut Syahrin yang juga Guru Besar IAIN Sumut, manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah sehingga masalah tanah dari aspek agama sangat penting untuk segera diselesaikan.

Ia mengingatkan orang-orang yang mempermainkan masalah tanah merupakan iblis. Disamping itu kesalahan dalam pemanfaatan tanah menyebabkan kemiskinan. Kegalauan terhadap masalah tanah juga diutarakan Hamdani Harahap SH MH. Ia mengatakan reforma agraria pertanahan yang diprogramkan harus dipercepat dengan adanya revolusi agraria. Namun, Hamdani menolak revolusi agraria dilaksanakan dengan penuh kekerasan maupun dengan kekuatan senjata. Usman Hasibuan juga mencontohkan beberapa kasus tanah di Sumut di mana tidak ada sinkronisasi data tanah seperti yang dimiliki Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Menghadapi ketidaksinkronan institusi, Shohibul mendesak pembentukan suatu lembaga baru yang memiliki ‘super body dan super power’ yang mampu mengatasi kasus-kasus tanah dalam masa waktu tertentu. Ia juga berharap calon Gubernur Sumut mendatang dapat menjadikan penyelesaian persoalan tanah menjadi program prioritas yang akan diselesaikan dalam masa pemerintahannya di Sumut. ‘’Kita juga berharap presiden yang dipilih tahun 2014 juga memiliki komitmen menyelesaikan kasus tanah di Indonesia,’’ pintanya.

Dr Muhammad Yusuf Harahap yang juga dosen Unimed mengemukakan, kasus-kasus tanah di Sumut berkaitan dengan aspek ekonomis tanah. ‘’Tanah-tanah subur banyak dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan. Padahal dalam kurun waktu yang lebih panjang, nilai tanah subur akan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi bila tidak dijadikan lahan perumahan,’’ kata Yusuf.

Di akhir diskusi, Kelompok Pemikir Delapan ini sepakat menyampaikan materi diskusi pada pihak-pihak terkait dalam penyelesaian kasus tanah di Indonesia sehingga terdapat sinkronisasi intitusi pemerintahan dan terbentuknya lembaga yang mampu menyelesaikan kasus tanah. Mereka juga mendesak adanya penyusunan tata ruang penggunaan lahan yang lebih baik di masa mendatang. (dmp)

Super Show 4 Super Junior Catat Rekor Baru di Taiwan

Boy band asal Korea Selatan, Super Junior, mencatat rekor baru di Taiwan dengan menjual habis tiket “Super Show 4? dalam waktu kurang dari 17 menit. Kelompok ini tampil dalam konser “Super Show 4? yang berlangsung dari 3-5 Februari 2012 lalu.

Konser boy band asal Korea Selatan ini menarik minat banyak fans SuJu di Taiwan saat penjualan dibuka pada tanggal 1 Januari 2012. Ini pertama kalinya di Taiwan tiket sebuah konser terjual habis hanya dalam waktu 17 menit. Dan, belum ada artis dalam sejarah Taiwan mampu menjual konser tunggal mereka dalam waktu sesingkat itu. Bayangkan, 30.000 kursi untuk kedua konser terjual dalam waktu kurang dari 30 menit.

Konser berlangsung di Taipei Arena, salah satu tempat paling populer di Taiwan. Perlu diketahui, Taipei Arena adalah salah satu tempat acara yang paling diminati dan paling sulit disewa di Taiwan. Tapi, karena popularitasnya, Super Junior bisa tampil sekali lagi di tempat ini setelah menggelar tiga konser sekaligus Maret tahun lalu, yang merupakan sebuah rekor untuk artis pendatang dari luar Taiwan.

Super Junior terus menikmati ledakan popularitas di Taiwan dengan single “Mr Simple”, yang bertahan di posisi pertama pada grafik mingguan KKBOX Taiwan selama 19 minggu berturut-turut. Wow! (dtc)

Sheza Idris Sudah Siapkan Konsep Nikah

Walaupun sempat terjebak macet dan hujan, namun Sheza Idris tetap menyempatkan diri untuk hadir dalam resepsi pernikahan Ustad Solmed dan April Jasmine. Melihat kebahagiaan mereka, Sheza pun turut bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk pasangan tersebut.

“Macet banget dan hujan, sampai dalam masih padat juga. Semoga semakin membawa berkah buat mereka. Pancaran kebahagiaan juga terlihat dan bertahan selamanya. Sheza dan keluarga kita ucapin selamat. Semoga menjadi keluarga yang seneng. Berjalan lancar, hujan macet banget moga kawinan mereka berkah,” ungkapnya saat ditemui di masjid Albina Senayan, Jakarta Selatan pada Minggu (12/2).

Selanjutnya, Sheza pun mengungkapkan kedekatannya dengan sang mempelai wanita. Rupanya keduanya memang sudah akrab sebelumnya, sehingga Sheza tahu betul bagaimana sosok April. Menurutnya, April adalah sosok yang penyayang sehingga patut untuk mendapatkan yang terbaik.
“Kami pernah tidur bareng. Excited banget. Muda-mudahan cepat dapat anak. April itu penyayang orangnya, pas dia married nggak ada salahnya kebaikan April kita balas dengan kedatangan kami,” lanjutnya.

Ketika ditanya soal nikah, adik Shezy Idris ini ternyata masih belum mau cepat-cepat menikah karena dia masih ingin fokus pada karir dan kuliah. Namun demikian, ternyata dia sudah punya rencana pernikahan untuknya kelak.

“Nanti dulu deh. Masih fokus skripsi dan karir dulu. Sudah ada sih terpikir mau nikahnya gimana. Tapi itu nanti saja,” imbuhnya. (kpl/gum/ris)

Vicky Shu Kurang Peka Sama Lelaki

Paras cantik dan karier sukses tak jaminan enteng jodoh. Ini terjadi pada Vicky Shu yang tetap setia menjomblo. Rasa gusar ia tuangkan dalam single terbaru, Kutunggu Kau Selalu.

“Pasangan nggak ada. Konsentrasi kerja dulu saja, daripada nanti ribut-ribut. Dipuas-puasin dulu,” ujarnya.
Cewek kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku tipe yang selektif dalam memilih pacar. Saking seriusnya memilih, seringkali Vicky tak peka bila ada lelaki yang coba mendekati.

“Iya sih, temen-temenku juga bilang aku orangnya nggak peka. Nggak tahu deh mana yang deketin, mana teman biasa,” katanya.
Rupanya pelantun Mari Bercinta 2 ini pernah punya pengalaman tak enak saat berhubungan dengan pacarnya yang dulu.

“Sempat punya mantan yang agak membatasi, akhirnya nggak bisa dilanjutin. Malah jadi menganggu. Jadi lebih baik fokus sama kerjaan kan,” tegasnya.
Namun kelak, jika mendapat lelaki yang tak seprofesi dan bertanggung jawab, Vicky janji tak akan menutupi hubungan asmara itu.
“Yang penting nggak nikah diam-diam. Kalau bisa, berprofesi lain dan responsibility-nya tinggi,” tuturnya.

Dalam video klip Kutunggu Kau Selalu, Vicky jadi pelayan toko yang hatinya galau ingin cari cowok baru. Konsep itu datang dari idenya sendiri.
“Dari awal sampe akhir, dominan gagasanku dibantu kru dan lainnya,” tukasnya.

Ini pun kali pertama Vicky berakting meski hanya sebatas video klip. Tapi dia tak canggung. Kok bisa?
“Akting bukan hal baru karena dulu aku main teater, tapi sekarang fokus ke musik saja,” ujarnya.   (rm/jpnn)

Mulan Jameela Ribut dengan Depe, Salahkan Media

Kekesalan Mulan Jameela di twitter beberapa hari lalu masih terus berlanjut. Setelah sewot disebut anak emas Republik Cinta Manajemen (RCM), Mulan kembali kesal karena disebut-sebut bertikai dengan rekannya sesama artis RCM, Dewi Perssik (Depe).

Sebagai teman satu manajemen, Depe mencoba menenangkan Mulan. Namun mungkin karena tanggapannya terbaca asal-asalan, banyak follower yang mengira Mulan dan Depe bertikai.

“Tp teteh dpt keuntungan ratusan jt bhkan lbh bukan?,” tulis Depe di account twitter @dewiperssik12 saat menanggapi kicauan Mulan yang mengeluh harus bayar ratusan juta ke RCM untuk pembuatan video klip.

Disebut bertikai dengan Depe, kekesalan Mulan pun kembali tumpah di twitter.

“Masa aku dibilang berantem sama kamu..kesel tingkat dewa nih..Padahal kita peluk-pelukan yee..Au aah..cape ngeladenin media,” keluh Mulan di @mulanjameela1.

Pelantun Abracadabra itu pun menyalahkan media karena memenggal kicauannya sepotong-sepotong.
“@dewiperssik12 aku sebel beritanya enggak jelas..Kalau mau isi twitnya komplit.. Ini cuma sebagian jadi ngawur ah..Capee deh,” tulis Mulan lagi di twitter Depe.

Isu pertikaian Mulan dan Depe memang sudah berhembus sejak lama. Sejak Depe bergabung ke RCM, Mulan dan Depe seperti terlibat dalam persaingan, baik dalam pekerjaan maupun kedekatan personal dengan Ahmad Dhani.

Bahkan beberapa kali Depe sempat protes ke Dhani karena tak kunjung dibuatkan lagu yang dijanjikan. Awal tahun 2012, Depe dijanjikan meluncurkan single Kawin Siri, namun lagu tersebut malah dikasih ke artis lain.

Sementara Mulan sering disebut sebagai anak emas Ahmad Dhani karena isu sebagai istri siri pentolan Dewa 19 itu. Namun, Mulan membantah dirinya sebagai anak emas di RCM. Bahkan, Mulan mengaku kariernya seperti tak diperhatikan oleh Dhani.
“Jadi tolong JANGAN PERNAH menyebut sy adalah Anak EMas RCM..Jadi yg anak emas RCM bukan SAYA..Trimakasih,” tulis Mulan. (rm/jpnn)

Ratusan Tahanan Bakar Rutan

Mata Karutan Idi Disiram Air Cabe

IDI-Kerusuhan massal terjadi di rumah tahanan (rutan) Cabang Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin siang (13/2), sekira pukul 12.00 WIB. Sekitar dua ratusan tahanan mengamuk dan membakar beberapa ruangan di rumah tahanan. Mereka mencoba kabur dengan menjebol pintu utama rutan yang terbuat dari besi.

Dalam peristiwa itu, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Idi, Amirudin SH, sempat menjadi korban penganiayaan para tahanan. Untungnya kerusuhan itu dapat dikendalika tak lama setelah puluhan polisi dari Polres Aceh Timur tiba di lokasi.

Informasi yang dihimpun Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) menyebutkan, kerusuhan berawal dari perkelahian antartahanan di areal musala, persisnya di gerbang ketiga rutan. Namun, diduga perkelahian itu hanya sandiwara, agar petugas rutan terkecoh. Pasalnya, saat puluhan petugas  rutan berusaha melerai tahanan yang terlibat perkelahian, malah petugas yang kemudian dipukuli para tahanan. Meski kewalahan, puluhan petugas berusaha menghadang para tahanan agar tak meringsek hingga pintu gerbang kedua.

Melihat aksi petugas, ratusan tahanan makin beringas. Mereka pun menyerang petugas rumah tahanan secara membabi buta. Karutan Idi, Amiruddin SH, yang ikut menghalau para tahanan ikut menjadi korban keberingasan para tahanan. Mata Amiruddin dan beberapa anak buahnya terkena siraman air cabe yang disiramkan beberapa orang tahanan. “Mata saya disemprot air cabe, baju pun sampai koyak dan kancingnya copot,” ujar Amir.
Karena makin tak kondusif dan kalah jumlah, petugas rutan kemudian meminta bantuan Polres Aceh Timur. Dalam hitungan menit, puluhan personel polisi bersenjata lengkap tiba di lokasi. Untuk memukul mundur para tahanan yang beringas, petugas sempat mengeluarkan tembakan ke udara beberapa kali. Puluhan petugas pun memukuli para tahanan, agar mundur. Terdesak, ratusan tahanan akhirnya mundur ke pintu gerbang keempat, area sekitar ruang tahanan.

Meski telah dipukul mundur, para tahanan tetap saja beringas. Mereka kemudian melakukan aksi pembakaran gudang beras, kantin, dapur dan beberapa ruangan tahanan. Api pun sempat membesar, sebelum akhirnya bisa dipadamkan petugas. Meski telah melakukan pembakaran, amuk tahanan tak mereda juga. Mereka kemudian melempari ruangan petugas rutan dengan batu, hingga kaca dan barang-barang di dalamnya rusak berat. Dari seluruh bangunan rutan, pos penjagaan petugas yang ada di menara rutan yang paling parah. Seluruh bangunan musnah terbakar.

Beberapa jam kemudian, kondisi rutan perlahan mulai kondusif. Petugas kemudian mengevakuasi dua orang tahanan yang cidera. Iskandar, warga Matang Geulumpang, terkena peluru pada tangan kanannya dan Hasyim, warga Peunaron, menderita luka tikaman di leher. Keduanya diboyong petugas ke ke RSU Idi untuk menjalani perawatan medis. Petugas terlihat terburu-buru mengangkut keduanya ke luar areal penjara dengan menggunakan mobil pick up. Sampai tadi malam polisi masih berjaga di rutan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Kepada wartawan Karutan Idi, Amirudin SH mengatakan, telah meminta polisi untuk menyelidiki kejadian itu dan memproses secara hukum. Dia mengatakan, saat kondisi sudah tak terkendali, mereka mundur dan mengunci beberapa gerbang rutan, sambil menunggu kedatangan polisi. “Bersama polisi kami kembali menghalau ratusan tahanan tersebut. Mereka mengamuk karena tak bisa keluar, lalu melampiaskan kemarahan dengan melakukan pembakaran dan pelemparan. Beberapa bagian di dalam penjara terbakar, termasuk mobil polisi diluar terkena lemparan batu hingga kacanya pecah,” terangnya.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Iwan Eka Putra dan mantan Kapolres Aceh Timur, AKBP Ridwan Usman, kemudian masuk ke dalam rutan dan berusaha menenangkan para tahanan. Kedua pejabat polisi ini mencoba berdialog dengan para tahanan, mengapa mereka sampai melakukan kerusuhan. Jawaban pun didapat. Para tahanan mengaku kerusuhan itu dipicu kondisi rutan yang tak layak dan tahanan yang sering diperlakukan kasar. Para tahanan juga mengaku kekurangan air bersih, makanan yang tak cukup.

“Kita telah tampung semua permintaan mereka melalui tiga perwakilan tahanan. Permintaan tersebut akan kita sampaikan kepada kepala rutan. Upaya antisipasi kejadian berulang, kami akan menambah personel polisi pasca insiden ini, “ ujar Iwan Eka Putra. (yas/smg)

UISU, UMSU, dan UHN Terganjal Dana

Diberi Empat Tahun Membangun Rumah Sakit Pendidikan

MEDAN-Aturan Fakultas Kedokteran wajib memiliki Rumah Sakit Pendidikan (RSP) membuat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut kelabakan. Bagaimana tidak, aturan yang ditenggat selama empat tahun ke depan tersebut tidak disertai bantuan dana dari pemerintah.

“Aturan ini sangat memberatkan apalagi untuk PTS yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sementara waktu yang tersedia hanya empat tahun untuk membangun sebuah rumah sakit yang pastinya membutuhkan biaya cukup besar. Paling untuk menyiasatinya kita akan mencari penyandang dana,”sebut Dekan FK Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rahmat Nasution saat dikonfirmasi, Senin (13/2).

Karena itu, Rahmat mengaku akan meminta kelonggara atau dispensasi waktu. “Seharusnya aturan ini perlu pengkajian lebih dalam sebelum dikeluarkan karena ini akan berdampak terhadap lembaga pendidik dan peserta didik. Seandainya kita tidak mampu untuk membangun sebuah RSP dengan waktu empat tahun ke depan dan izin FK kita dicabut, mau ke mana ratusan mahasiswa yang tengah mengikuti proses pendidikan ini nantinya. Begitu juga dengan FK lainnya yang masih dalam tahap pengembangan,” sebut Rahmat.

Tak berbeda dengan UISU, Dekan FK Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Ade Taufik, juga mempertanyakan aturan tersebut. Namun, pihaknya berusaha menyikapi hal tersebut dengan rencana melakukan MoU antara Dikti dan Majelis Muhammadiyah.

Menurut Ade, sejauh ini Muhammadiyah memiliki rumah sakit di tiap wilayah, salah satunya Sumatera Utara. Sehingga, tidak harus membangun rumah sakit lagi. Namun menurut Ade, bagaimana caranya rumah sakit Muhammadiyah bisa diakreditasi menjadi sebuah rumah sakit pendidikan, kini tengah diupayakan lewat MoU. “Tinggal lagi bagaimana proses RS Muhammadiyah bisa terakreditas sebagai RSP. Itulah yang tengah diupayakan,” ucapnya.
Tanggapan lain diberikan Universitas HKBP Nommensen (UHN). Humas UHN Medan, Bonifasius Tambunan mengatakan, meski belum terlaksana, aturan tersebut akan ditaati dan segera dijalani pihaknya. “Saat ini Univ HKBP Nommensen sedang melakukan penjajakan dengan semua unsur pimpinan dalam hal pendirian RSP ini,” katanya.

Ditambahkan Boni, UHN sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak dalam pendirian RSP di dalam kampus. “Saat ini sedang dalam pembicaraan pihak yayasan dan pimpinan. Ke depannya akan dibangun RSP di dalam kampus,” sebutnya.

Selama ini, kata Boni, mahasiswa fakultas kedokteran di UHN koas atau praktik ke rumah sakit yang ada di Tarutung. “Karena semua rumah sakit di Medan semua sudah penuh dengan mahasiswa fakultas kedokteran dari universitas lainnya,” akunya.

Lalu, kenapa tidak di RS HKBP yang ada di Balige? “Yang ada di Balige masih dalam pembenahan dan peralatannya juga sedang dalam pembenahan termasuk laboratoriumnya,” terangnya.

Bukan Soal Anak Tiri dan Anak Kandung

Sementara itu, terkait keharusan membangun RSP oleh universitas yang memiliki faklutas kedokteran menuai tangapan Anggota Komisi E DPRDSU, Nurhasanah S Sos. Katanya, pihak PTS harus jemput bola terkait program tersebut. “Kita ketahui memang masih USU. Tapi menurut saya, bukan persoalannya ada anak tiri dan anak kandung. Maksudnya, ketika pemerintah sudah membuka kran air, maka pihak swasta yang harus menyediakan embernya. Artinya, menjemput bola. Pihak swasta harus membuat laporan, membutuhkan ini dan itu. Kalau tidak ada laporan, mana mungkin pemerintah tahu atas hal itu,” tegasnya.

Tanggapan Nurhasanah ini keluar setelah pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), John Tafbu Ritonga, membuat pernyataan soal ketidakadilan pemerintah tentang aliran dana untuk RSP. “Artinya, kalau ada pengalokasian anggaran ke universitas negeri, harusnya ada juga ke swasta. Jangan sampai ada istilah anak kandung dan anak tiri,” katanya, kemarin.

Meski begitu, John Tafbu tak menampik kalau USU adalah salah satu pihak yang memprakarsai RSP di Sumut. “Ya, RS Pendidikan itu sudah lama dibutuhkan. USU di Sumatera Utara sudah memprakarsai. Mencari sumber dananya ke Internasional Develovment Bank (IDB) Jeddah, dan menjadi program pembangunan. Sekarang kalau sudah diputuskan, harus ada yang menyediakan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten/kota. Untuk sementara bertahap, dengan pemberdayaan RS yang sudah ada di daerah. Itu bisa dilakukan dengan penyesuaian kurikulum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ekonomi USU ini menambahkan, dalam kasus ini, pemerintah juga relatif pasif. “Pemerintah masih belum pro aktif. Ya, masih pasif. Sehingga, muncul citra seperti itu. Harusnya sudah melalui perencanaan yang matang, dengan pengalokasian anggaran berapa triliun, untuk rencana pembangunan itu. Kalau belum cukup, dilakukan secara bertahap. Tidak cukup dananya, tapi harus dimulai seberapa ada dana. Jadi kebijakannya dulu dikerjakan bertahap,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan tidak akan mengecurkan bantuan pendirian RSP di kampus swasta.  Kepastian tidak ada bantuan pembiayaan ini disampaikan oleh Dirjen Pendidkan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso Minggu (12/2). “Tidak ada bantuan,” kata dia.

Dalam kesempatan lain, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan aturan kewajiban RSP ini masih digodok dalam bentuk RUU Pendidikan Kedokteran. Dia mengingatkan, kalaupun aturan ini disahkan seluruh perguruan tinggi wajib menjalankan.
Menurut Nuh, RSP harus berfungsi seperti rumah sakit umum. “Harus ada pasien masyarakat umum,” tegas menteri asal Surabaya itu. Dengan demikian, maka proses pembelajaran calon-calon dokter bisa benar-benar efektif. (uma/jon/ari)

Bertabur Cinta Untuk Whitney

Grammy Awards

Alkohol, obat-obatan terlarang, atau narkoba yang lama diakrabi Whitney Houston memang diduga kuat menjadi pemicu tewasnya sang diva berusia 48 tahun tersebut pada Minggu pagi WIB lalu (12/2).
Namun, bukan sisi gelap itu yang dikenang oleh teman-teman dan fansnya di seluruh dunia, melainkan suara cantik dan sederet prestasinya di panggung musik dunia.

Setidaknya, itulah yang terlihat pada malam Grammy Awards ke-54 yang berlangsung Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB (13/2). Ungkapan cinta kepada pelantun soundtrack terlaris sepanjang masa, I Will Always Love You, itu tiada henti berkumandang.

Grammy yang digeber di Staples Center, Los Angeles, tersebut memang sangat lekat dengan nuansa duka. Tema acara juga didesain khusus untuk memberi tribute terhadap penyanyi yang album-albumnya total telah terjual 170 juta kopi di seluruh dunia tersebut.

Setelah penampilan pembuka dari Bruce Springsteen, host LL Cool J langsung mengajak para audiens mengenang Houston. “Kita tidak bisa menghindar dari situasi ini. Selalu ada kematian dalam keluarga kita,” katanya, merujuk pada Houston, seperti dilansir Associated Press. Kemudian,  rapper senior itu mengajak audiens  berdoa. “Untuk saudara perempuan kami,” ucapnya dengan suara bergetar.

Bintang-bintang muda seperti Lady Gaga dan Miranda Lambert pun menunduk dalam-dalam, tenggelam dalam kesedihan. Juga Mitch dan Janis Winehouse, orangtua mendiang penyanyi berbakat yang meninggal tahun lalu karena overdosis narkoba, Amy Winehouse.

Tetapi, momen yang paling menyentuh terjadi kala Jennifer Hudson menyanyikan hits fenomenal Houston, I Will Always Love You. Diiringi denting piano, plus slide show tokoh-tokoh besar yang meninggal tahun lalu, atmosfer berkabung pun kian  menguat di Staples Center.

Begitu emosionalnya Hudson, sampai-sampai dia harus berkali-kali menggigit bibir selama melantunkan soundtrack film The Bodyguard yang menjadi trademark Houston itu. “Whitney, kami akan selalu mencintaimu,” ucapnya sesudah menyanyi, yang disambut standing ovation audiens.

Grammy sejatinya juga memberikan penghargaan khusus terhadap Etta James, penyanyi jazz yang baru meninggal 20 Januari lalu. Alicia Keys menyanyikan tribute untuknya di awal acara. Namun, tidak bisa dipungkiri, Grammy kali ini adalah Grammy untuk Houston. Hampir semua penampil menyelipkan ungkapan cinta dan selamat jalan buat mantan istri Bobby Brown tersebut.

“Aku hanya ingin mengucapkan pada Whitney yang sudah di surga sekarang, kami mencintaimu, kami semua mencintaimu, Whitney Houston,” ucap Stevie Wonder setelah menjadi presenter sebuah kategori. Sementara,  Rihanna meneriakkan, “Ayo buat suara untuk Whitney!”

Tidak mengherankan begitu banyak yang mencintai Houston. Selama hidupnya, penyanyi dengan range suara lima oktaf ini memang menebar banyak kasih melalui lagu-lagunya. Hampir semua tembang andalan seperti I Wanna Dance with Somebody, The Greatest Love of All, dan One Moment in Time bertema cinta, perjuangan, dan optimisme.

Pembawaan Houston juga sangat menyenangkan. Kawan-kawannya menyebut, perempuan kelahiran 9 Agustus 1963 ini selalu memasang senyum lebar nan hangat ketika bertemu. “Hanya sedikit orang yang bisa menyentuh dunia seperti yang dilakukan Whitney Houston,” ungkap penyanyi country Billy Ray Cyrus.

Sementara itu, di sisi lain, Grammy kemarin juga menjadi ajang kejayaan Adele. Penyanyi soul asal Inggris tersebut memborong enam trofi, termasuk dari kategori bergengsi Album of the Year melalui album 21. Serta Best Record dan Song of The Year lewat single Rolling in the Deep.

Tiga trofi lain direbut dari kategori penampil perempuan terbaik, album vokal terbaik, serta video klip pendek terbaik untuk Someone Like You. Ini menjadi kado indah buat Adele, yang baru saja pulih setelah menjalani operasi tenggorokan. Tidak mengherankan, di panggung dia sempat meneteskan air mata haru. “Rekaman ini terinspirasi oleh pengalaman seorang perempuan yang sebenarnya sangat normal. Semua orang pasti pernah mengalaminya,” ungkap Adele, seperti dilansir Reuters.

“Hubungan yang gagal dan saya mengungkapkan pada semuanya, bagaimana perasaan saya. Itu terjadi pada tahun yang mengubah hidup saya,” ungkap penyanyi 23 tahun itu. (na/c1/ttg/jpnn)

Penyelidikan Rampung, Tinggal Gelar Perkara

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah menyelesaikan penyelidikan dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan 2010-2011 sebesar Rp24 miliar. Saat ini penyidik bidang tindak pidana khusus (Pidsus) sedang menyusun hasil penyelidikan untuk dilakukan tahapan berikutnya, yakni gelar perkara kasus tersebut.

“Penyusunan hasil penyelidikan ini untuk gelar perkara, membahas hasil penyelidikan, apakah ada ditemukan kerugian negara atau tidak,” ujar Jufri Nasution SH, Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Senin (13/2), saat ditanya wartawan mengenai perkembangan kasusn tersebut.

Dia meminta publik Medan untuk bersabar. Semuanya berjalan transparan. Jika pada tahapan berikutnya ditemukan adanya kerugian negara, maka akan statusnya dinaikkan ke penyidikan dibarengi dengan penetapan tersangka. “Begitu juga dengan sejumlah saksi, maka akan diperiksa kembali,” katanya.
Di tempat terpisah, Kasubag Hukum dan Humas BPK RI Perwakilan Sumut, Mikael Togatorop, kepada wartawan koran ini mengatakan, sampai kemarin pihaknya masih melakukan pemeriksaan di seluruh SKPD Pemko Medan, termasuk Dinas Perhubungan. “Kami masih melakukan pemeriksaan, sabar ya,” katanya. Sebelumnya Togatorop mengatakan, untuk dugaan penyimpangan retribusi parkir Dishub Medan, pihaknya akan melakukan audit mendalam dan berkordinasi dengan BPK Pusat.

Terkait pemeriksaan yang sedang dilakukan BPK, Jufri Nasution berharap hasil audit bisa membuka kasus dugaan korupsi itu terang-benderang. “Pemeriksaan yang dilakukan BPK bagus. Inikan bisa mengungkap bukti lain dari dugaan penyimpangan tersebut. Sekali lagi kami meminta masyarakat untuk bersabar, menunggu rampungnya pengusutan,” pungkasnya. (rud)

April, Pengangkatan Honorer Tuntas

JAKARTA-Kesekian kalinya pemerintah mengumbar janji akan menuntaskan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS. Kali ini, pemerintah berjanji men-deadline penuntasan pengangkatan April mendatang. Janji ini diharapkan bisa meredam berbegai ancaman. Di antaranya, boikot Unas 2012.
Janji dari pemerintah tersebut disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) saat diundang rapat dengar pendapat di Komisi II DPR kemarin (13/2). “Ya benar, pemerintah siap menyelesaikan persoalan RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah, Red) honorer paling lama April,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo.

Dia berharap, pemerintah benar-benar menepati janjinya ini. Sehingga, tidak menimbulkan polemik di kalangan tenaga honorer. Dia mengakui jika selama ini pemerintah sering berjanji akan menuntaskan persoalan honorer. Tetapi akhirnya meleset juga.

Janji mengangkat honorer sudah muncul Agustus 2011 lalu. Saat itu, Kemen PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kompak jika RPP pengangkatan honorer akan diteken Presiden SBY paling lambat akhir tahun 2011. Nyatanya, hingga saat ini RPP tersebut tidak kunjung diteken. Celakanya, hingga saat ini draf RPP itu masih ngendon di Kemen PAN-RB.

“DPR semua kompak. Persoalan honorer harus dituntaskan segera,” tegas Ganjar.

Di tengah gelombang desakan penuntasan urusan pengangkatan honorer ini, terungkap persoalan mendasar yang menyebabkan pengesahan RPP pengangkatan honorer berlarut-larut. Persoalannya adalah, Presiden SBY ingin persoalan verfikasi dan validasi honorer saat ini benar-benar beres dulu. Presiden tidak ingin ada persoalan yang lebih pelik setelah pengesahan RPP kelak.

Ketua Umum Forum Honorer Indonesia (FHI) Nur Ainie usai mengikuti RDP dengan Komisi II menjelaskan, memang benar saat ini muncul laporan kecurangan atau manipulasi update data tenaga honorer. Baik kategori 1 (digaji APBN atau APBD), maupun kategori 2 (digaji non APBN atau APBD).
Menteri PAN-RB Azwar Abubakar dalam RDP kali ini menjelaskan perkembangan pengesahan RPP pengangkatan honorer dengan tenang.

Azwar membenarkan jika hasil verifikasi dan validasi yang akhirnya menetapkan 67 ribu honorer K2 ternyata memunculkan indikasi rekayasa atau manipulasi.

“Kita masih terima laporan pengaduan tentang pendataan tenaga honorer,” ujar Azwar. Laporan ini datang dari DPR, DPRD, asosiasi tenaga honorer, sejumlah LSM, dan masyarakat perorangan.

Di tengah tekanan pengangkatan honorer yang kuat dan indikasi manipulasi ini, akhrinya Kemen PAN-RB membawa nasib RPP pengangkatan honorer ke rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono. Tepatnya pada Selasa pekan lalu (7/2). Sehari kemudian, Kemen PAN-RB menindaklanjuti hasil dari rapat ini. “Pada intinya perlu dilakukan verifikasi dan validasi ulang,” ujar dia.

Janji ini tak pelak membuat honorer di daerah kembali memiliki asa. Misalnya, di Binjai, untuk honorer kategori 1 sebanyak 117 orang dan kategori 2 sebanyak 216. “Makanya, kita sampai sekarang masih menunggu. Diimbau agar honorer di Binjai untuk bersabar,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Amir Hamzah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi, Bahrain.

Usulan Pemko Binjai Harus Diulang

Pemerintah Kota Binjai akui data usulan CPNS yang dikirim ke pusat tidak lengkap alias tak becus. Karena itulah, data yang mereka kirimkan harus dibenahi,“Jumlah kuota CPNS formasi 2011 yang kita kirim ke Pusat sebenyak 367 orang. Dari jumlah itu, tenaga teknis usulan terbesar dengan jumlah sebenyak 247 orang, disusul tenaga guru sebenyak 71 orang dan tenaga kesehatan 49 orang. Tapi, data yang kita kirim ini disuruh untuk didata kembali,” ujar Bahrain, Senin (13/2) di ruang kerjanya.

Setelah dilakukan pendataan ulang, sambungnya, Pemko Binjai mengirimkan jumlah PNS yang ada, dengan jumlah sebenyak 6.034 orang. Pengiriman itu dilakukan 28 Desember 2011 lalu. “Kenapa yang kita kirim jumlah PNS? Karena itulah yang diminta oleh Pusat. Sebab, penentu kuota CPNS di setiap Kabupaten/Kota, untuk saat ini sudah dilakukan langsung dari Pusat,” terangnya.

Semua kuota CPNS formasi 2011 yang dikirim ke Pusat, kata Bahrain, didata berdasarkan peraturan Menpan nomor 26 tahun 2011, tentang pedoman perhitungan jumlah kebutuhan pegawai. “Kuota CPNS formasi 2011 sebenyak 367 tadi, tentunya kita data berdasarkan peraturan Menpan. Di mana, data atau jumlah itu, kita kutip berdasarkan jumlah pegawai yang akan pensiun,” jelasnya. Sementara daerah lain seperti Pemprovsu, Karo, dan Tebingtinggi hingga kini masih menunggu keputusan dari pusat.

Dari Jakarta, Komisi II DPR mendukung langkah tegas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang mengharuskan pemda menyertakan analisa jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) dalam pengajuan formasi kebutuhan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan direkrut tahun ini.

Setidaknya hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPR Taufiq Hidayat.Taufiq juga mengapresiasi pernyataan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen-PAN) Eko Prasojo, yang memberikan tenggat hingga Juni 2012 bagi Pemda untuk mengajukan formasi kebutuhan CPNS yang disertai anjab dan ABK. Eko juga mengatakan, jika usulan lengkap masuk tapi di atas Juni 2012, maka akan usulan formasi kebutuhan CPNS diplot untuk formasi penerimaan CPNS 2013. Artinya, daerah yang bersangkutan tidak boleh merekrut CPNS pada 2012.
“Kita memang harus paksa daerah untuk melakukan pembenahan pegawai. Bagi daerah yang membandel, harus dilakukan pengurangan jumlah pegawainya,” cetus Taufiq.

Seperti diberitakan, penerimaan CPNS tahun ini terancam batal. Pasalnya, hingga kemarin belum ada satu pun daerah yang usulannya dinyatakan lengkap. Wamenpan-RB Eko Prasojo menyebutkan, sudah 53 daerah yang mengajukan usulan, namun sayangnya tidak disertai anjab dan ABK.
Terlepas dari itu, di Serdang Bedagai (Sergai), permintaan mutasi PNS malah marak. Sedikitnya 135 PNS di jajaran Pemkab Sergai mengajukan permohonan pindah tugas ke tempat lain. Data yang diperoleh Sumut Pos dari Kepala Kepegawaian  Daerah (BKD) Sergai, H Ahmad Zaki MAP, menyebutkan PNS yang mengajukan pindah tugas dengan alasan pengembangan karir, ikut suami, dan lainya. “Dari 135 orang PNS yang mengajukan permohonan pindah, 90 orang sudah disetujui. Alasan mereka pindah karena ikut suami dan pengembangan karir dan itu sah-sah saja menurut peraturan,” bilang Zaki.

Para pemohon yang mengajukan pindah umumnya memiliki golongan III B dan hijrah bertugas ke Pemprovsu, Medan, Deliserdang dan Batubara. “Akan tetapi, yang masuk ke Sergai saat ini ada sekitar 30 orang,” pungkasnya. (wan/jpnn/dan/mag-3/mag-16/ari)