25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13921

Berutang untuk Biaya Sekolah Cicilan Jangan Lebih Lima Bulan

TAHUN ajaran baru 2012/2013 masih sekitar empat bulan lagi. Tapi, untuk sebagian kalangan, hari-hari ini sudah mulai pusing memikirkan biaya sekolah anak.

Untuk yang pendaftaran ulang kenaikan kelas, barangkali tidaklah seberapa. Tapi, untuk yang masuk jenjang lebih lebih, misal dari SMP ke SMA, atau SMA ke perguruang tinggi, pastilah orang tua harus merogoh kantong lebih dalam lagi.

Biasanya, ibu-ibu yang pusing memikirkan soal biaya sekolah anaknya. “Tapi yang pusing itu biasanya yang persiapannya kurang,” ujar Budi Rahardjo, konsultan keuangan keluarga dari One Consulting Financial, kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, secara umum, ada dua type orang tua menghadapi pengeluaran untuk biaya sekolah anak. Pertama, type santai-santai saja. “Prinsipnya, nanti ya nanti,” kata Budi. Type kedua, orang tua yang mempersiapkan biaya sekolah anak jauh-jauh hari. Untuk type ini, biasanya tidak pusing mikirin biaya sekolah anak.

Menurut Budi, sebenarnya masalah biaya sekolah anak gampang diatasi jika ada persiapan sejak dini. “Karena pendaftaran anak sekolah sudah terjadwal, jenis sekolah juga sudah bisa ditentukan sejak awal, termasuk biayanya,” ulas alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Sehingga, lanjutnya, orang tua bisa menyiapkan dana dengan menabung atau lewat asuransi pendidikan anak. Misalnya saja untuk masuk SMA butuh Rp6 juta, dipersipkan setahun saja, cukup menabung Rp500 ribu sebulan.

Untuk type santai, maka mendekati tahun ajaran baru, bakal pusing. Meski misalnya cuma butuh Rp6 juta, tapi pada bulan-bulan itu, Juni-Juli, banyak pengeluaran rumah tangga yang tidak bisa ditunda, seperti pajak rumah dan pajak penghasilan.

Belum lagi jika berbarengan dengan pajak kendaraan bermotor. Beban bertambah jika anak yang naik jenjang sekolah, tidak cuman satu. “Nah, tak mungkin kan orang tua bilang ke anak, “nak, sekolahnya ditunda dulu ya”,” kata Budi.

Nah, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan orang tua. Pertama, menguras tabungan yang ada. Kedua, kalau tabungan masih kurang, lari ke pegadaian atau kredit pendidikan.

Ketiga, berutang. Khusus yang berutang ini, Budi mengingatkan,  orang tua harus cermat mempertimbangkan besaran bunga dan lamanya mencicil. “Saya sarankan, cicilan jangan sampai lebih lima bulan.  Karena tahun depan harus bayar sekolah anak lagi,” pesannya.
Pesan lain, memilih sekolah juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga. Maksudnya, jangan cari sekolah yang biaya masuknya terlalu mahal. (sam)

Angkot Tua tak Berizin, Sebagian Masih Beroperasi di Jalanan

MEDAN-Sebanyak 285 angkutan kota (angkot) pintu belakang di Medan yang masih beroperasi tidak mengantongi speksi serta tidak pernah dilakukan uji berkala kendaraan.

Kasi Angkutan Kota Dishub Medan, Hendrik Ginting menegaskan 285 unit angkutan kota pintu belakang itu milik Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) dan Rahayu Medan Ceria (RMC).

“Memang jumlahnya tidak begitu banyak lagi, namun angkutan itu tidak ada speksinya tapi tetap beroperasi. Kita tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dengan angkutan kota itu,” kata Hendrik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Armansyah Lubis menegaskan, operasional angkutan kota pintu belakang di Medan tidak ada izinnya. Sebab, hingga sekarang Dishub Medan tidak pernah lagi mengeluarkan  perpanjangan speksi, bahkan angkutan kota pintu belakang tidak pernah melakukan pengujian kendaraan berkala.

“Jelas ini mengakibatkan kemacetan dan menambah polusi udara,” ujar Armansyah.
Padahal, lanjutnya, dalam pengujian kendaraan berkala selama enam bulan sekali harus dilakukan angkutan kota yang ada di Medan.

“Di sinilah diperiksa kelayakan angkutan tersebut, mulai dari mesin, rem hingga pengujian emisinya. Kalau kita lihat kenyataannya masih tetap ada yang beroperasi. Kita tidak bisa menindaknya, karena mereka masih mengantongi izin dari perusahaan KPUM  dan RMC,” terang Armasnyah.

Sebelumnya, tahun 2010, KPUM pernah melakukan peremajaan 100 unit angkutan kota pintu belakang. Namun, hingga sekarang angkutan kota pintu belakang itu tetap tidak ditarik dari peredaran, justru ditambah dengan angkutan kota yang baru yakni Grand Max, sehingga jumlah angkutan kota di Medan semakin banyak.

“Janjinya pengusaha akan menarik angkutan kota yang lama, mereka mau menggunakan angkutan itu untuk angkutan di daerah-daerah. Tapi kita tidak tahu lagi kenapa hingga sekarang masih tetap saja ada angkutan kota pintu belakang milik KPUM yang beroperasi, padahal speksinya juga tidak ada,” tegas Armasnyah.

Dishub Medan, terang Armansyah, tidak memiliki kewenangan untuk mengandangkan angkutan kota pintu belakang yang tidak memiliki speksi. Pasalnya, pihak perusahaan masih memberikan plafon untuk angkutan yang lama. Bahkan, kalaupun ditindak di lapangan dengan menilang, Dishub Medan juga tidak bisa menahan angkutan tersebut berlama-lama, karena pemilik angkutan punya hak untuk menebus SIM dan STNK-nya.
“Makanya, Dishub Medan tidak mau lagi sembarangan mengeluarkan rekomendasi untuk peremajaan angkutan kota di Medan. Harus jelas, mana angkutan kotanya yang mau ditarik. Kalau sudah jelas dan masih beroperasi nantinya di lapangan, kita bisa langsung mengandangkannya,” terang Armansyah.

Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe yang juga pengelola Rahayu Medan Ceria (RMC) mengaku kalau angkutan pintu belakang RMC No 106 sudah tidak ada lagi.

“Tidak ada lagi angkutan yang pintu belakang, semua sudah ditarik. Bisa di cek di lapangan. Trayek 106 itu angkutannya semua sudah pintu samping yang pintu belakang sudah tidak ada lagi,” kata Mont.

Namun dari pantauan wartawan di lapangan, sejumlah angkutan kota pintu belakang di Medan masih terlihat beroperasi. Beberapa unit angkutan pintu belakang RMC 106 masih beroperasi dari Mandala ke Amplas. Sedangkan angkutan kota pintu belakang milik KPUM seperti No 08, 03, 04 dan 17 juga masih banyak terlihat beroperasi di lapangan.

Sumbang Gas Rumah Kaca Terbesar

Kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar Gas Rumah Kaca (GRK) di Sumut khusunya di Kota Medan.
Menurut Kepala BLH Sumut, Hj Hidayati ada sebanyak 2.284.404 unit kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Selain itu, untuk bidang industri menempati urutan kedua, dimana terdapat sebanyak 1.600 industri.

Penyumbang lainnya adalah disebabkan oleh kebakaran hutan atau lahan, dimana tercatat ada 498 titik hotspot. Keberadaan sampah menempati urutan selanjutnya, dengan taksasi atau perhitungan15 juta orang dikali 0,6 kg sampah.

Sumut memiliki 1,7 juta ha areal perkebunan sawit yang berpotensi menghasilkan 8,7 miliar ton setara CO2 per tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dengan kapasitas olah 30 ton per jam saja dapat menghasilkan 13.000 ton setara CO2 per tahun dan berpotensi menghasilkan emisi 35.000-100.000 ton CO2 per tahun. Jadi apabila kualitas udara nasional melalui emisi tidak diperbaiki atau tidak dilakukan perubahan, maka telah diproyeksikan pada tahun 2018 akan terjadi peningkatan 20 kali partikel debu (PM). Oleh karenanya BLH Sumut melakukan 10 strategi sepanjang 2010-2014, antara lain, peningkatan kualitas air permukaan (Asahan, Deli dan Belawan), konservasi ekosistem Danau Toba, Pantai Timur dan lain-lain. (ari/adl)

Pernikahan Sudah Direstui Orangtua

Aurelie Moeremans

Artis belia ini menikah diam-diam dengan Robby Tremonti pada 10 Oktober 2011. Setelah sempat ditentang habis, kini ia mengaku sudah mendapat restu dari orangtua.

“Ya kemarin-kemarin banyak masalah, sekarang sudah nggak, sudah baik-baik saja,” kata Aurelie Moeremans yang didampingi Robby di Jakarta, baru-baru ini.

Hal yang sama juga diungkapkan sang suami, yang sudah menjalin hubungan baik dengan mertuanya. Bahkan, tak jarang Aurelie suka tidur di rumah orangtuanya.

“Dengan orangtuanya Aurelie juga gue sudah sangat baik Aurelie juga sudah ketemu sama orangtuanya, dia sering nginap di rumah orangtuanya.
Hubungan yang nggak direstui kini semua sudah baik-baik saja,” jelas Robby.

Setelah menikah, kedua pasangan ini memutuskan tinggal bersama orangtua Robby di Bogor, Jawa Barat. “Tinggal sementara sama orangtua gue di Bogor. Kita rencana untuk tinggal ke Jakarta, cuma sekarang sih tinggal sama orangtua gue dulu,” tandasnya. Setelah lima bulan menikah, Aurelie  belum juga hamil.  Untuk mengisi hari-harinya yang sepi, pasangan ini memelihara seekor monyet.
“Iya namanya Angel. Kebetulan pas hari Natal, Aurelie yang mau monyet pantai ini. Monyet pantai ini sangat jinak, kita beli pas Natal kemarin dan selalu dibawa kemana-mana,” ungkap Robby.

“Dia (monyet,red) juga kadang tidur sama kita kok di kasur,” tambahnya.
Menurut mereka, monyetnya itu sangat lucu. Risiko dicakar atau terkena air seninya sudah tidak masalah buat keduanya.
“Memang lucu aja, barusan diompolin. Dia kita kasih makan buah, pupp-nya (kotoran) juga nggak bau,” timpal Aurelie.
Meski saat ini selalu bersama monyet peliharaannya, tapi keduanya menolak jika dikatakan melihara monyet sebagai latihan sebelum punya anak. “Nggak, lucu-lucuan saja, memang benar-benar menemani kita ke mana-mana,” tandas bintang film dan iklan ini. (rm/jpnn)

Saat Main Layang-layang Bocah 8 Tahun Tewas Jatuh dari Lantai III

MEDAN- Bocah berusia 8 tahun, Alporan A Rajagukguk tewas setelah terjatuh dari lantai III rumahnya di Jalan Perjuangan, Kamis (1/3) siang.
Keterangan yang dihimpun, anak kedua dari tiga bersaudara itu terjatuh saat bermain layang-layangan. Pengakuan H Rajagukguk (38), tak mengetahui pasti penyebab jatuhnya. Diterangkannya, dia mengetahui anaknya tewas dari keluarga karena dirinya sedang bekerja.

“Kata keluarga anak saya bermain layang-layang di lantai III dan terjatuh ke bawah,” katanya.
Menurutnya, memang di lantai III rumah itu tak ada pagarnya pembatasnya.

“Anak saya terjatuh saat dia mundur ke belakang tanpa melihat ke belakang saat main layang-layang,” jelasnya.
Diterangkannya, anaknya tewas dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

“Anak saya jatuh ke rumput di lantai dasar. Anak saya meninggal dalam perjalanan,” jelasnya.
“Dia itu anaknya periang dan suka bercanda,” ujarnya.(jon)

Katy Perry Bareng Pasangan Baru

Katy Perry dan Russell Brand tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan pujaan baru setelah memutuskan bercerai. Keduanya terlihat intens bersama pasangan masing-masing meski belum mengumumkan telah berpacaran lagi.

Perry tepergok bersama seorang pria yang identitasnya belum diketahui di bandar udara internasional Los Angeles, LAX. Pelantun I Kissed a Girl itu tampak akrab dengan pasangan barunya. Meski tidak bergandeng tangan, keduanya terus bercanda dalam perjalanan menuju mobil.
Kali ini Perry tidak mengenakan dandanan berwarna-warni seperti biasanya. Penyanyi yang telah menelurkan tiga album itu memakai jaket dan celana kulit hitam. Teman prianya pun terlihat kompak dengan mengenakan jaket serupa. Sehari sebelumnya, Perry nge-tweet. “Membuat pilihan untuk bersikap positif setiap hari adalah obat dari segala obat.”

Menurut salah seorang teman Perry, menjalin hubungan kembali adalah cara penyanyi berusia 27 tahun itu untuk move on. Perry ingin segera melupakan pernikahannya yang gagal dengan Brand. Sementara itu, Brand terus dikaitkan dengan dua perempuan dalam beberapa minggu terakhir. Mereka adalah pelukis asal Meksiko bernama Oriela Medellin Amieiro dan satu lagi perempuan yang namanya juga belum diketahui. (kkn/c4/ayi/jpnn)

Uang Titipan Bos Disikat Maling

Ucok (16) siswa SMA salah satu perguruan swasta di Jalan Gaperta Ujung, terpaksa mendekam dalam tahanan. Pasalnya, warga Jalan Kapten Sumarsono, Sunggal ketahuan mencuri uang Rp 4,4 juta milik Roy, warga Jalan Karya, Medan Helvetia.

Keterangan yang dihimpun, kejadian berawal ketika Roy, yang bekerja di Plaza Bangunan Tomang Elok, di suruh oleh bosnya mengantarkan uang tunai kepada seorang rekan bisnisnya.

Namun, Roy tidak langsung mengantarkan uang tersebut malah menyimpan di dompetnya. Roy kemudian mampir di Warnet Midori, di Jalan Matahari Ray, Medan Helvetia main internet.

Takut uangnya hilang, Roy menyimpang uang tersebut di dalam jok sepeda motornya. Ucok yang sering nongkrong bersama kedua temannya di warnet tersebut memperhatikan gerak-gerik Roy.

Setelah memastikan Roy asyik main internet, Ucak dan teman-temannya pun beraksi. Ucok memasukkan tangannya di sela-sela tempat duduk sepeda motor Roy dan mengambil uang itu.

Usai main internet, Roy memeriksa jok sepeda motornya. Roy terkejut melihat uang milik bos kerjanya sudah tidak ada lagi.

Roy langsung mencurigai tiga orang siswa SMA yang sebelumnya dilihatnya nongkrong di warnet tersebut. Roy pun melakukan pengintaian selama seminggu. Roy akhirnya memergoki Ucok yang kebetulan sedang nongkrong sendiri di warnet. Roy ditemani seorang temannya pun menanyakan kepada Roy dan memaksanya untuk mengakui perbuatannya.

Takut, Ucok pun mengakui perbuatannya. Ucok mengaku uang itu sudah digunakan untuk berfoya-foya, makan-makan serta main game online bersama kedua temannya.

Ucok pun digiring oleh Roy ke Mapolsekta Medan Helvetia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (smg)

Stop Rekrut Guru Honorer

Tak Ada Lagi Pengangkatan jadi PNS

JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk berhenti merekrut guru honorer. Alasannya, menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim, jumlah guru honorer saat ini sudah membludak.
Apalagi, maraknya guru honorer yang menuntut untuk diangkat menjadi PNS. “Padahal, kalau kita melihat dari perjanjian awalnya, guru honorer menyatakan siap jika tidak diangkat menjadi PNS. Jumlah guru honorer saat ini sudah terlampau banyak,” ungkap Musliar di Jakarta, Kamis (1/3).
Musliar mengungkapkan, saat jumlah mereka masih sedikit, tidak pernah terdengar tuntutan kenaikan status menjadi PNS. Akan tetapi, ketika semakin dibiarkan dan jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 650 ribu lebih, para guru honorer justru mendemo pemerintah untuk diangkat.

“Sekarang mereka memanfaatkan jumlah mereka yang cukup banyak itu  untuk menyatukan kekuatan mendemo pemerintah. Ini yang akhirnya menjadi masalah saat ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Andalas ini mengimbau agar ke depannya dapat lebih diproteksi dalam merekrut guru honorer. Sebab, tidak ada pengangkatan guru honorer menjadi PNS lagi.

“Daerah memang memiliki kewenangan untuk mengangkat pegawai honorer. Tapi kita wanti-wanti jangan menimbulkan masalah baru. Ini adalah kebijakan terakhir pengangkatan guru honor,” jelasnya. (cha/jpnn)

Empat Kali Divonis, Gayus Tua di Bui

JAKARTA- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kembali menjatuhkan vonis kepada Gayus Tambunan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/3). Mantan PNS Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu diganjar hukuman enam tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsidan pencucian uang.

“Menjatuhkan hukuman oleh karenanya kepada terdakwa selama enam tahun dan denda Rp1 miliar subsidair empat bulan kurungan,” kata Ketua majelis Suhartoyo.

Menurut majelis hakim, Perbuatan Gayus ini terbukti memenuhi unsur dakwaan kesatu Pasal 12 B ayat 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi dan dakwaan kedua Pasal 12 B ayat 1 dan 2 UU Pemberantasan Korupsi. Gayus juga terbukti memenuhi tindak pidana pencucian uang mengacu dakwaan ketiga Pasal 3 ayat 1 huruf a UU TPPU.  Gayus juga dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Korupsi sebagaimana dakwaan keempat.
Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung yang sebelumnya meminta majelis menghukum Gayus dengan delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan. Atas putusan itu, baik JPU maupun Gayus menyatakan pikir-pikir.
Bagi Gayus, vonis kali ini adalah yang keempat kalinya diterima dari pengadilan tingkat pertama. Sebelumnya Gayus juga pernah mendapat vonis bersalah untuk kasus penggelapan pajak, penyuapan dan pemalsuan paspor.

Jika dihitung dari putusan hukuman dalam perkara yang berbeda, maka putusan kemarin menggenapi total hukuman atas Gayus menjadi 28 tahun. Menurut majelis, perkara-perkara yang membelit Gayus dan sudah mendapat putusan pengadilan, berdiri sendiri-sendiri. Majelis Hakim memutuskan masa pidana yang telah dijatukan ke Gayus tidak terikat dengan hukuman maksimal selama 20 tahun. “Sehingga tidak sama dengan perkara ini,” kata anggota majelis, Ugo SH. (ara/jpnn)

Di Medan, Kantor Pengadilan pun Bisa Dibakar

Soal Pembacokan Jaksa Usai Jalani Sidang

MEDAN-Pembacokan terdakwa suap, mantan Jaksa Sistoyo, di Pengadilan Tipikor Bandung, bukti keamanan terdakwa di pengadilan tak selalu terjamin baik. Mereka sangat rentan penyerangan pelaku tak dikenal. Mungkinkah hal semacam itu bisa terjadi di Medan?

“Kalau kantor gubernur, kantor wali kota/bupati serta kantor polisi sudah pernah. Kantor pengadilan, kejaksaan belum pernah. Kalau emosi warga dan masyarakat sudah mencapai klimaks, bukan hal mustahil itu terjadi. Massa menggempur kantor pengadilan atau kejaksaan dan membakarnya,” tegas anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal saat dimintai tanggapannya oleh Sumut Pos, Kamis (1/3).

Ya memang, sambungnya, ada proses ketika adanya ketidakadilan dalam sebuah pengadilan, seperti tingkat kasasi hingga banding. Namun, semua itu akan tertutup bilamana yang tersangkut itu adalah seorang pejabat, orang kaya atau orang yang punya kekuatan.  “Apa yang terjadi itu adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat kepada hukum dan pengadilan,” tegasnya lagi.

Sejauh ini masalah pengamanan di persidangan, Pengadilan Negeri Medan selalu melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.Bahkan kepolisian setiap saat melakukan pengamanan tahanan. “Masalah pengamanan di Pengadilan Negeri Medan ini, setiap saat dijaga aparat kepolisian. Karena tahanan yang bakal disidangkan, bukan hanya di kawal kejaksaan saja, tetapi kepolisian juga melakukan hal yang serupa, itu salah satu standar operasional prosedurnya,” ucap Humas PN Medan Ahmad Guntur SH MH, kemarin. (ari/rud)

Jadi Sarana Pendidikan, Bina Generasi Islam

Masjid Al-Ikhlas Sunggal, Bukan Sekadar Rumah Ibadah

Saat ini masjid tidak cuma dimanfaatkan untuk tempat ibadah, tapi juga untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan, seperti peringatan hari besar agama. Bahkan, masjid juga dimanfaatkan untuk sarana pendidikan keagamaan bagi para generasi muda Islam.

Rahmat Sazaly Munthe, Medan

Salah satu masjid yang sangat aktif menggelar pendidikan keagamaan yakni Masjid Al-Ikhlas Medan Sunggal. Pengurus masjid ini menyelenggarakan pendidikan Al Quran gratis kepada setiap anak-anak warga sekitar masjid tersebut.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang agama Islam yang lebih terarah sejak dini, sehingga generasi muda Islam memiliki akhlak dan moral serta bertakwa kepada Allah SWT.

Apalagi saat ini, kondisi zaman yang memang menuntut adanya peran aktif dari semua pihak untuk memperbaiki akhlak dan moral generasi muda saat ini. “Tak hanya itu, kita juga menyelenggarakan pendidikan berupa madrasah dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Madrasah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi warga sekitar, tentunya dituntun dengan ilmu agama yang memadai,” ungkap Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ikhlas H Muhsin Siddik, Rabu (29/2).

Kini masjid yang telah dapat menampung 500-an jamaah ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi warga sekitar. Tentunya dalam hal pendidikan keagamaan. “Kita memang sengaja sangat getol untuk memberikan pengetahuan agama kepada masyarakat, terutama bagi anak-anak. Karena, satu ilmu pengetahuan itu akan menajdi sangat berguna bagi diri seorang individu bila dia telah terbiasa sejak dini melakukannya,” kata Muhsin.

Sebelum kokoh dan megah seperti sekarang, masjid yang dibangun pada 1960-an ini dulunya masih berdindingkan papan, beratap seng dan berlantai tanah. “Saat hujan, maka lantai pun tergenang air. Uniknya dulu masjid ini mempunyai dua lantai, dimana lantai kedua sebenarnya digunakan untuk melantunkan adzan. Namun, karena keadaan yang mendesak, terkadang lantai dua ini pun digunakan untuk salat,” terang Muhsin. Namun, masjid ini juga telah mengalami beberapa kali pemugaran, yakni, pada tahun 80-an, dan pada 2002 lalu.

Masjid ini digagas oleh Kapten Hayat, H Mahyudin dan H Badrul Djamali. Maksud dan tujuan dibangunnya masjid ini, karena ketiga pendahulu tersebut memiliki keinginan membangun sebuah rumah ibadah agar bisa terus beribadah kepada Allah SWT. Dan masjid ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan keagamaan bagi warga sekitar.

“Hal ini juga merupakan harapan dari semua warga yang berada di sekitar masjid,” terang Muhsin.

Hingga saat ini masjid yang dibangun oleh swadaya masyarakat sekitar masjid ini telah memberikan manfaat yang cukup besar. Tak hanya peranan sebagai tempat ibadah dan silaturahmi antar warga, tapi juga meningkatkan mutu pendidikan agama masyarakat sekitarnya.

Sekitar tahun 80-an masjid ini mulai dibangun secara permanen. Hingga pada 2002 kembali direnovasi seiring pembangunan menara.(*)