31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13923

Pemimpin dalam Perspektif Islam

Melihat Sosok Calon Gubernur Sumatera Utara 2013

“Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya.” (HR Bukhari)

Dalam bangunan masyarakat Islami, pemimpin berada pada posisi yang menentukan terhadap perjalanan umatnya. Apabila sebuah jamaah memiliki seorang pemimpin yang prima, produktif dan cakap dalam pengembangan dan pembangkitan daya juang dan kreativitas amaliyah, maka dapat dipastikan perjalanan umatnya akan mencapai titik keberhasilan.

Dan sebaliknya, manakala suatu jamaah dipimpin orang yang memiliki banyak kelemahan, baik dalam hal keilmuan, manajerial, maupun dalam hal pemahaman dan nilai tanggung jawab, serta lebih mengutamakan hawa nafsunya dalam pengambilan keputusan dan tindakan, maka dapat dipastikan, bangunan jamaâh akan mengalami kemunduran, dan bahkan mengalami kehancuran.
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah (kaum elit dan konglomerat) di negeri itu (untuk menaati Allah), akan tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Qs. 17 : 16)

Oleh karena itulah, Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang sangat strategis dalam terwujudnya masyarakat yang berada dalam Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (Qs. 34 : 15), yaitu masyarakat Islami yang dalam sistem kehidupannya menerapkan prinsip-prinsip Islam. Demikian juga jika kita lihat dalam sejarah Islam (Tarikh Islam) mengenai pentingnya kedudukan pemimpin dalam kehidupan umat muslim. Kita lihat dalam sejarah, ketika Rasulullah Saw wafat, maka para sahabat segera mengadakan musyawarah untuk menentukan seorang khalifah. Hingga jenazah Rasulullah pun harus tertunda penguburanya selama tiga hari. Para sahabat ketika itu lebih mementingkan terpilihnya pemimpin pengganti Rasulullah, karena kekhawatiran akan terjadinya ikhlilaf (perpecahan) di kalangan umat Muslim kala itu. Hingga akhirnya terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah yang pertama setelah Rasulullah Saw wafat.

Pemimpin pun menjadi salah satu pilar penting dalam upaya kebangkitan umat. Islam yang telah dikenal memiliki minhajul hayat (konsep hidup) paling teratur dan sempurna dibandingkan konsep-konsep buatan dan olahan hasil rekayasa dan imajinasi otak manusia, telah menunjukkan nilainya yang universal dan dinamis dalam penyatuan seluruh komponen umat.

Definisi Pemimpin

Ada beberapa istilah yang mengarah kepada pengertian pemimpin, diantaranya; Umaro atau ulil amri yang bermakna pemimpin negara (pemerintah), Amirul ummah yang bermakna pemimpin (amir) umat, Al-Qiyadah yang bermakna ketua atau pimpinan kelompok, Al-Mas’uliyah yang bermakna penanggung jawab, dan Khadimul ummah yang bermakna pelayan umat.

Dari beberapa istilah tadi, dapat disimpulkan, pemimpin adalah orang yang ditugasi atau diberi amanah untuk mengurusi permasalahan umat, baik dalam lingkup jamaah (kelompok) maupun sampai kepada urusan pemerintahan, serta memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat dengan memberikan perhatian yang lebih dalam upaya mensejahterakan umatnya, bukan sebaliknya, mempergunakan kekuasaan dan jabatan untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada, hanya untuk kepentingan pribadi (ananiyah) dan kaum kerabatnya atau kelompoknya (ashobiyah).
Kriteria dalam Menentukan Pemimpin

Jika kita menyimak terhadap perjalanan siroh Nabawiyah (sejarah nabi-nabi) dan berdasarkan petunjuk Al-Quran (Qs. 39 : 23) dan Al-Hadits (Qs. 49 : 7), maka kita dapat menyimpulkan secara garis besar beberapa kriteria dalam menentukan pemimpin.

Beberapa faktor yang menjadi kriteria yang bersifat general dan spesifik dalam menentukan pemimpin tersebut adalah antara lain:

a. Faktor Keulamaan

Allah menerangkan, diantara hamba-hamba Allah, yang paling takut adalah al-ulama (Qs. 35 : 28). Hal ini menunjukkan, apabila pemimpin tersebut memiliki kriteria keulamaan, maka dia akan selalu menyandarkan segala sikap dan keputusannya berdasarkan wahyu (Al-Quran). Dia takut untuk melakukan kesalahan dan berbuat maksiat kepada Allah. Ia tidak akan gegabah dan membantah atau mendahului ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Dalam pengambilan keputusan, ia selalu merujuk kepada petunjuk Al-Qurân dan Al-Hadits.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui (QS.Al-Hujarot:1).

b. Faktor Intelektual (Kecerdasan)

Seorang calon pemimpin haruslah memiliki kecerdasan, baik secara emosional (EQ), spiritual (SQ) maupun intelektual (IQ). Dalam hadits Rasulullah melalui jalan shahabat Ibnu Abbas r.a, bersabda :

“Orang yang pintar (al-kayyis) adalah orang yang mampu menguasai dirinya dan beramal untuk kepentingan sesudah mati, dan orang yang bodoh (al-ajiz) adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan pandai berangan-angan atas Allah dengan segala angan-angan”. (HR Bukhari, Muslim, Al-Baihaqy).

Hadits ini mengandung isyarat, seorang pemimpin haruslah orang yang mampu menguasai dirinya dan emosinya. Bersikap lembut, pemaaf, dan tidak mudah amarah. Dalam mengambil sikap dan keputusan, ia lebih mengutamakan hujjah Al-Quran dan Al-Hadits, daripada hanya sekadar nafsu dan keinginan-nya. Ia akan menganalisa semua aspek dan faktor yang mempengaruhi penilaian dan pengambilan keputusan.

c. Faktor Kepeloporan

Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat kepeloporan. Selalu menjadi barisan terdepan (pioneer) dalam memerankan perintah Islam (Qs. Az-Zumar:12). Demikian juga seorang pemimpin haruslah berada pada posisi hamba-hamba Allah yang bersegera dalam berbuat kebajikan (sabiqun bil khoiroti bi idznillah) (Qs. Faathir: 32). Seorang pemimpin tidak hanya ahli di bidang penyusunan konsep dan strategi (konseptor), tetapi haruslah juga orang yang memiliki karakter sebagai pekerja (operator) (Qs.Al-An’Am: 135). Orangnya tidak hanya pandai bicara, tetapi juga pandai bekerja. Menyadari bahwa semua yang berkaitan dengan dirinya, adalah milik dan untuk Allah. Sehingga ia tidak akan menyekutukan Allah, dan selalu berupaya untuk mencari ridho Allah.

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”. (Qs. Al-Baqoroh: 207)

d. Faktor Keteladanan

Seorang calon pemimpin haruslah orang yang memiliki figur keteladanan dalam dirinya, baik dalam hal ibadah, akhlaq, dsb. Seorang pemimpin haruslah menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi dirinya (Qs. 33 : 21). Sehingga, meskipun tidak akan mencapai titik kesempurnaan, paling tidak ia mampu menampilkan akhlaq yang baik layaknya Rasulullah.

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

e. Faktor Manajerial (Management)

Seorang pemimpin haruslah memahami ilmu manajerial (meskipun pada standar yang minim). Memahami manajemen kepemimpinan, perencanaan, administrasi, distribusi keanggotaan, seorang pemimpin harus mampu menciptakan keserasian, keselarasan, dan kerapian manajerial lembaganya (tandhim), baik aturan-aturan yang bersifat mengikat, kemampuan anggota, pencapaian hasil, serta parameter-parameter lainnya. Dengan kemampuan ini, maka akan tercipta tanasuq (keteraturan), tawazun (keseimbangan), yang kesemuanya bermuara pada takamul (komprehensif) secara keseluruhan.
Oleh karena itu, mari kita lebih berhati-hati dalam menentukan imam atau pemimpin kita. Karena apapun akibat yang dilakukannya, maka kita pun akan turut bertanggung jawab terhadapnya. Jika kepemimpinannya baik, maka kita akan merasakan nikmatnya. Sebaliknya, apabila kepemimpinannya buruk, maka kita pun akan merasakan kerusakan dan kehancurannya.
Wallahu a’lam bish-showwab. (*)

Penulis adalah Ketua PERSIS (Persatuan Islam) Kecamatan  Medan Johor,
staf pengajar di SD
Islam An-Nizam Medan dan pemerhati persoalan Pemuda dan Remaja Kota Medan.

Siapa Lurah Kedai Durian?

087768340xxx

Pak wali kota kami mau tanya siapa Lurah Kedai Durian Kecamatan Medan Johor? Berulang kali kami di kelurahan mengadakan peringatan Maulid dia gak pernah mau datang. Baru-baru ini kami remaja masjid mengundang Maulid pun gak datang, maksudnya sekalian kami mau kenalan dan warga yang lain juga mau tahu. Eh juga gak hadir dan kalau ada pergantian tolong ganti yang sudah pernah jadi lurah. Selama ini kelurah-an kami tetap ditempatkan lurah yang belum pernah jadi lurah. Gimana Kelurahan kami mau maju? Terima kasih Sumut Pos yang mau me-nyampaikan pesan kami ini.

Saya Akan Konfirmasi

Lurah Kedai Durian adalah Fatimah Harahap. Perihal ketidakhadiran pada undangan peringatan maulid, saya sudah teruskan SMS ini ke yang bersangkutan. Saya akan konfirmasi langsung nanti. Terima kasih.

M Azwarlin Nasution SH
Camat Medan Johor

Kaji Ulang Kinerja Lurah

Wali Kota Medan Rahudman Harahap harus mengkaji ulang kinerja Lurah Kedai Durian yang menurut la-poran warga minim memberikan perhatian. Tugas lurah memang memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, termasuk bersosialisasi. Bagaimana mau berbuat kalau lurah tidak mengenal warga beserta kebutuhannya.

Untuk itu, harus ada tindakan tegas dari atasan seperti yang ditunjukkan Camat Medan Johor pantas diapresiasi sehingga permasalahan ini tidak menimbulkan polemik. Apalagi selama ini masyarakat lebih memilih bungkam dari pada berkoak-koak, kalau hasilnya tetap nihil. Karena pe-rangkat kelurahan kerap merasa istimewa.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Warga tak Kenal PNPM Mandiri

082267029xxx

Kami pernah mendengar bahwa ada program pemberdayaan dari PNPM Mandiri. Salah satunya pemberdayaan usaha. Namun kami warga Medan Amplas tak pernah tersentuh program tersebut. Kami minta agar dibantu membuka unit usaha warga di kecamatan kami. Lantas apa yang harus kami lakukan agar keinginan kami tersebut dapat diwujudkan?

Hubungi Pihak Kelurahan

Silahkan menghubungi kelurahan masing-masing agar dapat lurah menyampaikan atau mempertemukan langsung dengan fasilitator PNPM Mandiri kelurahannya. Dengan demikian apa yang diinginkan dapat terangkum dengan baik. Terima kasih.

Emir Mahob Lubis
Camat Medan AmplasS

Tindak Provokator Desa Laubekeri

08126551xxx

Polisi harus menangkap dan menindak tegas massa dan provokator pembakaran sadis peristiwa di Desa Laubekeri karena benar-benar tindakan biadab.

Masih Didalami

Sampai sekarang masih didalami dan masih diselidiki para tersangka. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Dapat Perlawanan, Pabrik Roti Batal Ditutup

BINJAI- Dinilai meresahkan warga sekitar, Pemko Binjai melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Pasar dan Satpol PP menutup pabrik roti milik Sutrisno (55), di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kamis (1/3).

Namun, upaya penutupan paksa pabrik roti ini mendapat perlawanan dari Sutrisno. Pasalnya, dia akan mengalami kerugian jutaan rupiah dan kehilangan mata pencarian.

“Usaha kami ini hanya untuk cari makan. Yang bekerja pun keluarga semua. Kalau seperti ini, bagaimana kami bisa makan?” kata Sutrisno, berang.
Karena Sutrisno bersikeras membuka usahnya, seorang staf Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Binjai, Efendi memberikan penjelasan kepada Sutrisno agar dapat memahami dan berkenana menutup usahanya.

“Kami datang kemari berdasarkan surat perintah Wali Kota Binjai. Jadi, hargailah kami yang sedang menjalankan tugas. Kami hanya minta bapak dapat menutup usaha ini untuk sementara. Sembari membuat izin usahnya,” ujar Efendi.

Selain itu, Efendi juga menerangkan, pabrik roti tersebut bisa dibuka kembali jika para tetangga sudah tidak keberatan lagi. “Sekarang begini saja, kita cari solusinya. Coba bapak kurangi suara mesin pengelola roti ini, agar tetangga bapak tidak terganggu. Nah, setelah tetangga bapak tidak terganggu lagi. Maka, izin usaha bapak ini dapat keluar dan usaha bapak akan dibuka kembali,” tambah Efendi.

Namun begitu, Sutrisno, beserta istri dan anaknya tetap tidak terima. Mereka hanya memilih berdiam diri, dan istri serta anak Sutrisno, tetap melanjutkan pekerjaannya mencetak roti yang sudah dipesan oleh pelanggan.

“Kami gak bisa berhenti hari ini. Kami minta waktu tiga hari. Karena roti hari ini sudah ada yang pesan, dan kalau kami dalam waktu lama tidak berproduksi, pelanggan kami bisa lari. Kalau pelanggan sudah lari, kami mau makan apa?,” kata Sutrisno lagi.

Keran Sutrisno terus membandel, akhirnya petugas memberi tempo sehari kepada Sutrisno untuk menutup usahanya.
“Ya sudahlah. Harusnya hari ini kami menutup usaha bapak, tapi kami beri toleransi. Jika besok (hari ini, Red) bapak masih buka, kami akan membuat surat penyitaan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Operasi Satpol PP, ST Panggabean.(dan)

11 Partai di Sumut Berkoalisi

MEDAN-Menjelang proses pemilihan kepala daerah Sumatera Utara (Pilkadasu) pada 2013 mendatang, 11 partai politik (Parpol) di Sumut membangun silaturahmi dan komunikasi. Deklrasi kesepakatan 11 Parpol tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sumut Jalan Krakatau Medan, Kamis (1/3).

Isi deklarasi 11 partai tersebut menyebutkan pengurus DPD/DPW partai politik yang definitif di Sumut, sesuai dengan surat keputusan (SK) DPP masing-masing Parpol.

Ruslan SE, selaku Ketua PKPI Sumut mengatakan, bahwa keberadaan partai politik di tingkat Sumut merasa perlu membentuk satu wadah yang diberi nama Forum Komunikasi Lintas Partai (Forklip) Sumut.

“ Tujuannya, agar lebih profesional dan berpotensi dan berdaya guna dalam menghimpun kekuatan guna menjalankan fungsi menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di Sumut,” ujar Ruslan.

Kami, sambung Ruslan, yang bergabung di Forklip Sumut sepakat untuk bersatu (koalisi) dalam menjalankan aspirasi politik secara khusus dalam menghadapi proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara priode 2013-2018.

“ Kami telah sepakat Forklip Sumut diorganisir secara jujur transparan dan penuh tanggungjawab. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan sebagai wujud deklarasi kebersamaan di Forklip Sumut, dengan jumlah persentase 11 partai ini mencapai 8,71 persen” ucap Ruslan di dampingi Rudi R Lubis Sekretaris Partai Merdeka Sumut.

Sebelas partai yang tergabung dalam koalisi ini diantaranya, PIS, PKPB, PKPI, PMB, PPDI, Partai Merdeka, Barnas, PDK, PPI, PNBK, PKDI.(*/rud)

Percepat Pembangunan Jalan Tol di Sumut

JAKARTA- Untuk mempercepat pembangunan jalan tol di Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Jasa Marga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama penyiapan rencana kerja sama pembangunan tol di Sumatera Utara.

Plt Gubernur Sumatera H Gatot Pujo Nugroho memprioritaskan pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi Junction Kualanamu mendukung keberadaan Bandara Internasional Kualanamu.

Bertempat di Kantor Pusat Jasa Marga, penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga,  Adityawarman dan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Acara ini dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi, serta Kepala Bappeda Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis dan pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Gatot mengungkapkan, pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi, dan junction Kualanamu merupakan prioritas pertama dalam rencana tata ruang pemerintahannya. “Sesuai rencana Kementerian Perhubungan Pusat dan Pemprov Sumut, Kualanamu akan menjadi Bandara Internasional, sehingga kebutuhan jalan tol akan menjadi keharusan,” ujar Gatot.

Gatot juga mengungkapkan bahwa pihaknya menjamin, wilayah Kualanamu memiliki potensi yang besar untuk kegiatan bisnis sehingga perkembangannya ke depan dipastikan sangat pesat.

Gatot mengharapkan kesepahaman ini tidak hanya tertuang dalam MoU, tetapi dapat diimplementasikan sesegara mungkin.
“Saya berharap MoU ini menjadi jawaban mewujudkan harapan seluruh masyarakat Sumut yang telah lama memimpikan adanya jalan tol, khususnya yang menghubungkan Medan-Kualanamu-Tebingtinggi,” tutur Gatot. (ari)

Ikon Kembangkitan Umat Islam

Grand Wakaf Menara Haji 33 Tingkat Segera Dibangun

Pembangunan menara kembar Grand wakaf menara haji bertingkat 33 yang akan dibangun di Jakarta, merupakan suatu karya monumental yang akan menjadi ikon kebangkitan umat muslim Indonesia. Selain itu, sebagai lambang kesadaran baru bagi para haji untuk aktif menggelorakan dan menyemarakkan syiar Islam di Indonesia sebagai negara muslim terbesar jumlah jemaah hajinya
di dunia.

Hunian apartemen dan bangunan multifungsi terdiri dari tipe apartemen T48, T65, T88 serta kondominium T256 yang berada di lantai puncak dilengkapi dengan sarana masjid, tempat manasik/umroh, pusat belanja muslim modern, rental office, perkantoran bisnis syariah terbesar di Asia, convention hall dan meeting room skala nasional serta fasilitas pendukung lainnya akan di bangun dengan nilai investasi Rp1 trilun.

Merespon pembangunan grand menara haji itu, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM selaku Ketua Dewan Pembina Ikatan Perasudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut, dalam kegiatan sosialisasi rencana pembangunan grand wakaf menara haji di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/3)mengatakan, pembangunan grand wakaf menara haji itu merupakan terobosan penting dalam sejarah budaya Islam di Indoensia.

“Dengan gedung yang direncanakan memiliki 33 tingkat, diharapkan nantinya akan menjadi ikon kebanggaan masyarakat muslim di Indonesia,” kata Rahudman dalam sosialisasi rencana pembangunan grand wakaf menara haji di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/3) siang.

Menurutnya, sebagai seorang muslim, tentunya merasa memiliki dan bangga atas gedung ini. Nantinya, gedung ini serta fasilitas di dalamnya diharapakan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan perorangan maupun golongan.
Diyakininya, apartemen bisnis syariah yang akan di bangun akan dapat menambah kekuatan prekonomian Indonesia, terutama prekonomian masyarakat muslim Indonesia.

“Grand wakaf menara haji pantas berdiri di negeri ini yang mayoritas muslim. Berdasarkan data, Indonesia adalah penyumbang jemaah haji terbesar di dunia. Ikon ini diharapkan semakin menguatkan karakter bangsa Indonesia,” cetus Rahudman.

Hadir dalam sosialisasi rencana pembangunan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Drs H Kurdi Mustofa MM, sekitar 250 pengurus IPHI se kabupaten/kota, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, anggota DPD RI asal Sumut, Rahmatsyah serta unsur koordinasi pimpinan daerah Kota Medan.(adl)

DPD RI Dukung Pembangunan

Anggota DPD RI asal Sumut DR H Rahmat Shah menilai, pembangunan grand menara haji ini sangat bermanfaat dan  baik sekali dan ini ditunggu-tunggu oleh umat.

Dia mengatakan, selama ini pelaksnanaan haji masih belum maksimal, jadi rencana pembangunan ini suatu jalan untuk melaksnakan ibadah haji dengan tertib dan tenang, sehingga tabungan yang mereka habiskan untuk berangkat haji bermanfaat.

Ditambahkannya, rencana ini merupakan suatu investasi yang halal dan baik. “Dalam kurun waktu 8 tahun juga bisa kembali modal,” ujar Rahmat.
Bangunan ini, sebutnya, juga bisa menunjukkakn kebesaran umat Islam khususnya yang sudah melaksanakan ibadah haji. “Dengan kebersamaan yang begitu besar, kita bisa membangun suatu ikon yang ditunggu-tunggu umat dan bangsa Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia,” ucapnya.

“Kami sangat mendukung rencana pembangunan grand wakaf menara haji Indonesia, dan kami juga telah memesan satu unit, NAD di lantai 33 dan Sumut diharapkan lantai 32, dan seterusnya daerah lain, sebab bila kita tidak memesan hari ini, nanti habis karena banyak daerah yang akan memesan,” tandas Rahmat Shah.(adl)

Wujudkan Wakaf Anggota IPHI

Ketua Umum Pusat IPHI Drs H Kurdi Mustofa MM mengatakan, latar belakang pembangunan grand wakaf menara haji ini pertama adalah IPHI sudah berumur 22 tahun, jadi perlu menunjukkan eksistensi dan kontribusi untuk kemaslahatan umat, salah satunya dengan membangun grand wakaf menara haji Indonesia.

Di mana, katanya, gedung ini menjadi ikon kebanggaan haji Indonesia. Dengan adanya menara haji ini sekaligus dimanfaatkan guna peningkatkan organisasi IPHI daerah untuk kemaslahatan umat.

Dikatakannya, sumber dana pembangunan grand wakaf menara haji ini diambil dari seluruh anggota IPHI yang dihimpun dari gerakan Wakaf Tunai Umat Islam se-Indonesia.

Pembangunan grand wakaf haji ini, memiliki dua tujuan yak ni, memanfaat gerakan wakaf dan mewujudkan nilai wakaf melalui menara haji tersebut.
“Saya kira, inilah yang melatarbelakangi IPHI membangun grand wakaf menara haji di Jakarta,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, berkaca dari pengurusan Masjidil Haram di Mekkah, seluruh operasional Menara Zam-Zam Masjidil Haram diperoleh dari wakaf jamaah. Karena itu, IPHI melakukan hal yang sama, karena selama ini harta wakaf belum dikelola dengan baik.Selama ini, ujar Kurdi, penggalangan da na melalui wakaf produktif belum terlaksana, karena itu IPHI mencoba memberi contoh pelaksanaan reksadana wakaf dan saham ventura. “Jawa Timur sudah mau memborong 10.000 lembar dan Ambon mau borong 5.000 lembar dalam rangka investasi ini,” terangnya.(adl)

KONI Medan Janjikan Bonus

MEDAN- Medan tercatat sebagai penyumbang terbanyak atlet Sumut untuk PON 2012 mendatang. 139 dari 200 atlet akan mengikuti 14 cabang olahraga.
Untuk motivasi atlet agar meraih prestasi, KONI Medan menjanjikan bonus. Hal itu diharapkan dapat memompa semangat atlet.

“Pemberian bonus ini diharapkan memompa semangat dan motivasi bagi para atlit Medan yang akan bertanding pada PON XVIII di Pekanbaru, September mendatang. Para atlet Medan yang memperoleh medali di PON nantinya, KONI Medan akan memberikan bonus,” ujar Ketua KONI Medan Zulhifzi Lubis saat ditemui di Sekretariat KONI Medan, Kamis (1/3) kemarin.

Selain itu  KONI Medan menyadari faktor cedera yang riskan terjadi. Karena itu selain bonus, KONI Medan juga menjanjikan asuransi. “Atlet yang berprestasi tentu harus kita perhatikan. Motivasi dari kita dengan mengasuransikan para atlet yang berprestasi,” tuturnya.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Opung Ladon menghimbau kepada atlet yang cabornya tidak lolos PON untuk berbenah. Ia berharap  Pengcab cabor dapat mengevaluasi diri. “Pengcab harus aktif mengurus cabornya. Kalau KONI, hanya sebagai mitra. Dan kita terus lakukan dorongan kepada Pengcab untuk lakukan pembinaan,” katanya.

Salah satunya dengan menggalakkan kompetisi. “KONI koordinasi dengan Pengcab untuk terus bina para atlet untuk ciptakan generasi yang baik,” pungkasnya.(mag-18)

Berhijab juga Bisa Modis

Komunitas Hijabers Medan

Mungkin sebagian Ladies di Medan masih asing dengan yang nama Komunitas Hijabers Medan (HM). Maklum, komunitas khusus untuk wanita muslimah ini baru saja dibentuk pada November 2010 lalu. Namun, keanggotaannya sudah mencapai 200 lebih wanita muslimah yang menggunakan hijab di Medan.

“Komunitas HM ini awalnya terinspirasi dari Hijabers Community Jakarta. Awalnya anggotanya hanya 15 orang.  Tujuannya untuk mempererat tali silaturrahmi. Kita juga bisa berbagi dan diskusi antara sesama wanita muslimah,” jelas Ketua Komunitas HM, Icho Farah, Kamis (1/2).

Menurut wanita kelahiran 3 Mei 1989 ini,  komunitas HM dijadikan  sebagai tempat silaturahmi dan pembelajaran untuk menjadi pribadi muslim yang lebih baik  yang  diharapkan bisa memberi dampak positif. Salah satunya agar wanita muslimah konsisten mengenakan hijabnya.

“Hijab berbeda dengan jilbab. Kalau hijab itu penutub keseluruhan. Artinya seluruh tubuh kita tertutup. Kalau jilbab ya hanya kerudung penutup kepala saja. Untuk menjadi anggota, memang harus wanita muslimah yang berjilbab. Atau boleh juga muslimah yang masih dalam proses berjilbab,” jelasnya.
Para anggota komunitas HM ini juga belakar  menambah kreativitas dalam memakai jilbab.  “Kita belajar bagaimana mengenakan jilbab dan pakaian muslim yang tetap gaya tapi syar’I. Artinya, wanita berhijab juga bisa tampil modis dengan gaya yang nggak begitu-begitu aja. Dalam setiap pertemuan kita berusaha menciptakan hal-hal baru untuk wanita berjilbab,” ujar Icho yang tinggal di Jalan Karya Kasih Komplek Bukit Johor Mas Blok K-8 itu.

Sambungnya, banyak kegiatan bermanfaat yang digelar komunitas HM setiap bulannya. Seperti pengajian, tausiah, hijab class atau hijab tutorial, bazaar dan lainnya. “ Setiap acara kita juga membuka pendaftaran bagi wanita muslimah yang ingin bergabung. Nantinya kita akan memberi kartu anggota,” terangnya.

Dalam waktu dekat ini, tambahnya komunitas HM juga akan mengadakan acara yaitu Islamic Fashion Day dengan tema Mensyiarkan Islam lewat Fashion yang Syar’I pada Mei 2012 mendatang. “Akan banyak ilmu dan manfaat yang bisa diperoleh dengan kegiatan ini. Kita harap anggotanya terus bertambah,” ucapnya.

Pengurus Hijabers Medan ini diketuai diketuai Icho Farah, Wakil Ketua Vivi Julianti Kalimantan, Sekretaris Yenny Syahreni Siagian, Bendahara Fitri Rahayu, Divisi Acara Nanda Rabiulfha Muis, Marketing and Public Relation, Febri Navrasisca dan Ramadella Rauf. (mag-11)