32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13924

Yang Seungho ‘MBLAQ’ Pingsan Saat Syuting

Kabar buruk datang dari leader MBLAQ Yang Seungho. Seungho terpaksa dilarikan ke rumah sakit (1/3) karena pingsan saat syuting.
Pagi kemarin,  MBLAQ sedang syuting untuk program musik Mnet ‘M! Countdown’ untuk tayang sorenya. Ketika sedang tampil dengan ‘Run’, punggung Seungho tiba-tiba cedera sampai ia pingsan.

“Performance ‘Run‘ dikenal memiliki koreografi powerful dan Seungho diketahui memiliki masalah dengan punggungnya. Tapi selama pre-recording untuk performance itu, punggung Seungho terluka dan dia pingsan,”ujar juru bicara agensi MBLAQ J.Tune Camp dilansir AllKPop, Kamis (1/3)
Seungho pun langsung dilarikan ke rumah sakit secepatnya. Saat ini pihak agensi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah Seungho bisa melanjutkan aktivitasnya atau tidak.

“Seungho sudah dibawa ke rumah sakit dan masih diperiksa. Kami akan menentukan apakah ia sanggup untuk memenuhi jadwal selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut,” sambung juru bicara J.Tune. (net/bbs)

Gita Gutawa Utang Budi kepada Chrisye

Gita Gutawa mengaku berutang budi kepada almarhum Chrisye.  Karena penyanyi legendaris itu, Gita jadi memiliki motivasi menjadi seorang penyanyi.
Menurut putri dari komposer Erwin Gutawa itu, ia mulai tertarik dengan dunia tarik suara sejak menyaksikan konser almarhum Chrisye saat kecil.

“Saya mau berterimakasih kepada Om Chrisye karena telah memberikan motivasi kepada saya. Saya mulai jatuh cinta dengan musik waktu sering diajak papa melihat konser Om Chrisye,” ungkap Gita Gutawa melalui video rekaman saat jumpa pers konser Chrisye 2012, Kidung Abadi, di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/2).

Mantan kekasih Derby Romero itu memiliki pengalaman menariknya bersama penyanyi solo bernama lengkap Christian Rahadi itu. Gita tidak akan mau melupakan saat pertama kali bernyanyi di hadapan ribuan orang.

“Waktu konser ‘Dekade’, waktu itu usia saya 10 tahun, dia (Chrisye) menghampiri saya. Itulah waktu saya pertama kali mengeluarkan suara didepan ribuan orang di Plenarry Hall. Itu pengalaman yang sangat berkesan buat saya dan tidak akan pernah saya lupakan,” paparnya.

Rencananya, Gita Gutawa akan ikut berpartisipasi mengisi acara, menyanyikan salah satu almarhum Chrisye dalam Konser Tribute to Chrisye bertajuk ‘Kidung Abadi’ di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, 5 April 2012. (inc)

Pagi Ditertibkan, Siang Parkir Berlapis Lagi

MEDAN-Penertiban parkir yang dilakukan Pemko Medan di dua titik lokasi rawan kemacetan, Kamis (1/3) mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB  kurang efektif. Pasalnya, kendaraan yang parkir di badan jalan tertata baik saat penertiban berlangsung. Namun, ketika penertiban selesai parkir berlapis kembali terlihat.

Dari pantauan wartawan di Pasar Sukaramai sekira pukul 09.30 WIB, becak dan kendaraan-kendaraan yang parkir sesuka hati. Begitu juga siang hari sekira pukul 13.00 WIB, parkir berlapis di depan Perguruan Yayasan Harapan Medan, Jalan Imam Bonjoln
Padahal,  pagi hari tim yang tergabung dari Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Satpol PP, Camat, Kapolsekta dan Danramil sudah melakukan penertiban di dua lokasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Armansyah Lubis menegaskan kalau penertiban sudah dilakukan di dua lokasi yang selama ini rawan kemacetan.

“Tadi pagi sudah kita lakukan penertiban di dua lokasi bersama dengan tim gabungan, yakni untuk menata agar tidak terjadi parkir kendaraan berlapis dan parkir kendaraan pribadi siswa di sekolah yang memakan badan jalan, serta parkir di pasar,” kata Armansyah.

Kabid Lalulintas Dishub Medan, Toga Aruan menambahkan, tim gabungan sudah turun untuk menertibkan parkir berlapis terutama di depan sekolah Harapan.  Namun, diakui Toga memang penertiban yang dilakukan pihaknya tidak bisa langsung melakukan penindakan.

“Kita hanya menata saja agar tidak ada parkir kendaraan berlapis. Saat kita tertibkan tadi sudah bagus, kendaraan yang parkir hanya selapis. Tapi kalau siang begini kembali lagi, itulah memang kendala kita,” terang Toga.

Dikatakannya, pihaknya bersama Satlantas Polrseta Medan, Jumat (2/3) hari ini akan memasang traffic cone (pembatas jalan berbentuk kerucut) di sekitar areal Perguruan Harapan Medan dan Pasar Sukaramai, dengan begitu diharapkannya, tidak akan ada lagi parkir berlapis yang membuat kemacetan.

Ditegaskan Toga, dalam penertiban yang dilakukan pihaknya memang tidak langsung melakukan penindakan terhadap pemilik kendaraan di tempat. “Kita memang tidak bisa serta merta melakukan penindakan. Ini juga baru penertiban yang pertama kita lakukan terutama untuk kendaraan pribadi di sekolah. Tapi penertiban ini akan secara berkelanjutan kita lakukan,” jelas Toga.

Dikatakan Toga, penertiban ini tetap akan dilakukan di beberapa titik lokasi seperti di sekitar Jalan Imam Bonjol, tepatnya di sekitar perguruan Harapan Medan, Perguruan Methodist, Perguruan Sutomo, Perguruan Santo Thomas dan lainnya. “Penertiban akan terus berlanjut dilakukan dikarenakan parkir berlapis di beberapa sekolah di jalan yang berada di inti Kota Medan selalu menimbulkan kemacetan hingga mengganggu arus lalu lintas jalan. Apalagi waktu pagi dan sore hampir seluruh jalan di inti kota macet total,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Medan, Rajab Lubis mengungkapkan, dari hasil tim monitoring pihaknya yang turun langsung ke sekolah, sejauh ini kendaraan pribadi yang masih tinggi jumlahnya itu terjadi karena orangtua siswa yang menginginkan anaknya nyaman berangkat dan sampai di sekolah. “Terlebih lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi mengakibatkan semakin banyaknya mobil pribadi yang antar jemput anak sekolah, hal ini tidak bisa kita pungkiri,” terang Rajab.

Makanya, lanjut Rajab, ke depan harus dilakukan pengaturan secara sistematis, yakni pihak sekolah harus menugaskan pegawai untuk mengatur kendaraan pribadi masuk dan ke luar sekolah saat mengantar dan menjemput siswa. “Penyebab kemacetan ini, di mana saat jam masuk sekolah 07.30 WIB, itu secara bersamaan siswa diantar menggunakan mobil pribadi, sehingga menyebabkan membeludaknya seluruh mobil pribadi di depan sekolah. Hal inilah yang mengakibatkan sepanjang hari mobil penuh terutama di saat pulang sekolah,” jelas Rajab.

Ke depannya, Disdik Meddan akan terus melakukan monitoring, kalau kemacetan di depan sekolah terus terjadi. “Tim akan terus mensosialisasikan ke sekolah secara berkelanjutan, supaya tidak terulang lagi kemacetan terutama di depan sekolah,” jelasnya.

Ketika disinggung untuk lahan parkir yang belum dimiliki sekolah secara luas, Rajab mengakui Disdik Medan selama ini belum mempertimbangkan banyaknya siswa yang membawa pribadi seperti saat ini. “Pertumbuhan parkir itu sesuai dengan tingkat ekonomi dan pertumbuhan masyarakat. Tapi kita tidak bisa menindak langsung kendaraan pribadi yang dibawa orangtua atau siswa, tapi kita akan tetap terus akan melakukan monitoring dan penataan,” papar Rajab sembari menyarankan agar pihak sekolah dapat melakukan pengadaan bus untuk antar dan jemput siswa ke sekolah.(adl)

Resmi Tersangka, Mantan Wadir Narkoba Sakit Typus

Medan-Mantan Wakil Direktur (Wadir) Narkoba Poldasu AKBP Apriyanto Basuki Rahmad resmi dinyatakan sebagai tersangka kasus narkotika jenis pil Happy Five. AKBP Aprianto kini masih dirawat di Bunda Thamrin, diduga mengalami trauma dan stres berat, dia menderita penyakit typus.

Setidaknya hal ini diungkapkan Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewanto,  Kamis (1/3), saat ditemui Sumut Pos di ruang Humas Poldasu. “Sebelum ada pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan sakit, itu kita ketahui setelah adanya pemberitahuan melalui surat kalau yang bersangkutan sakit,” kata Andjar.

Saat disinggung mulai kapan AKBP Apriyanto ditetapkan sebagai tersangka, Andjar yang saat itu bersama Kabid Humas Poldasu Kombes R Heru Prakoso sempat saling tunjuk siapa yang akan memberikan keterangan. Di depan Andjar, Heru mengaku tidak mengetahui adanya gelar perkara dan telah ditetapkannya AKBP Apriyanto sebagai tersangka   “Saya belum ada  terima laporanya,” ucap Heru sambil memandang ke arah Andjar.

Mendengar kata Heru,  Andjar langsung celetuk mengatakan penetapan tersangka atas kasus itu setelah  Rabu (29/2), Direktorat Reserse Narkoba Poldasu yang dipimpinnya melakukan gelar perkara. “Gelarnya kita lakukan dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, yang diikuti oleh intern Poldasu,” ucap Andjar.

Andjar mengatakan telah mengutus anggotanya untuk mengecek ke rumah sakit tersebut, “Kita sudah cek benar beliau lagi sakit dan sedang opname di rumah sakit itu,” kata Andjar.

Menariknya, ketika Sumut Pos mengecek langsung ke RS Bunda Thamrin, AKPB Apriyanto malah dikatakan sudah pulang.  “Bapak mau menjenguk? Pak Afriyanto sudah pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Coba langsung hubungi keluarganya saja,” ucap seorang perawat sambil mengatakan kalau AKPB Apriyanto sebelumnya dirawat di ruang 506 lantai V. (mag-5/adl)

Israel-AS Bahas Serangan ke Iran

WASHINGTON– Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak membahas rencana penyerangan ke Iran saat bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta di Pentangon, Rabu (29/1). Selain membahas penyerangan itu, mereka juga membahas hubungan pertahanan dan sejumlah isu penting, diantaranya perubahan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk krisis Suriah.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Pers Pentangon George Little seperti dikutip Xinhua Kamis, (1/3). Little menjelaskan, pertemuan Menhan Panetta dan Menhan Barak ini merupakan pertemuan rutin antara kedua pihak  untuk mengkoordinasikan masalah keamanan antar kedua negara.
Melalui beberapa kunjungan pejabat tinggi termasuk di antaranya Penasihat Keamanan AS Tom Donilon dan Martin Dempsey ke Tel Aviv, AS sebelumnya dikabarkan telah mendesak Israel untuk tidak melancarkan serangan ke Iran. Desakan AS itu muncul dengan pertimbangan bahwa kemampuan militer Israel masih jauh tertinggal dibandingkan militer Iran.

Namun kabar terakhir menyebutkan, Israel memutuskan untuk tidak memberitahukan atau bahkan meminta persetujuan AS jika negaranya ingin melancarkan serangan ke Negeri Persia itu. Hal itu ditempuh Israel guna menghindari kecaman internasional terhadap sekutunya itu.
Rencana Israel menyerang Iran langsung ditanggapi Wakil Pimpinan Hizbullah Lebanon Sheikh Naim Qassem. Dia mengatakan, serangan Israel ke Iran tidak hanya akan menimbulkan perang antar kedua negara. Namun juga akan mengguncang seluruh kawasan Timur Tengah dan akan melahirkan konflik yang sulit dikendalikan.

“Amerika Serikat tahu hal ini. Jika Israel menyerang Iran, maka seluruh wilayah Timur Tengah akan ikut bergejolak. Perang ini akan terjadi tanpa batas,” ujar Wakil Pimpinan Hizbullah Sheikh Naim Qassem seperti dikutip Reuters Kamis, (1/3).

Dalam pernyataannya Qassem juga menegaskan, jika perang terjadi maka Iran akan didukung dengan ribuan pejuang terlatih yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

“Para pejuang ini jauh lebih hebat dari tahun 2006 lalu ketika Israel menyerang wilayah Selatan Lebanon. Israel akan memulai sebuah peperangan yang mereka sendiri tidak tahu konsekuensi dan cara mengendalikannya,” tegasnya.

Ditambahkan Qassem, Israel tidak memiliki kapasitas maupun keberanian untuk berperang sendirian melawan Iran. Sementara itu, AS dikabarkan lebih memilih untuk menajamkan sanksi terhadap Iran dibanding mengambil risiko untuk terlibat dalam peperangan.(net/bbs/jpnn)

Puluhan Direksi PTPN Dirombak

JAKARTA- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Perombakan terjadi di PTPN I hingga XIV, serta PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Pengumuman jajaran direksi yang baru ini dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Primer Muhammad Zamkhani di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin. ’’Kurang lebih ada 75 direksi yang diangkat. Ini rotasi biasa, karena banyak direksi yang masa jabatannya habis,” jelas Zamkhani.
Mantan Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN Megananda Daryono terpilih menjadi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN)  III. PTPN III dianggap sangat strategis karena akan jadi induk holding perusahaan perkebunan milik negara itu.

Megananda menggantikan dirut PTPN III sebelumnya, Amri Siregar. Megananda akan dibantu oleh enam orang direktur yaitu Kusumandaru NS, Bagas Angkasa, Nurhidayat, Erwan Pelawi, Balaman Tarigan, dan Rachmat PK.

PT PN XIV yang mengalami kerugian hingga Rp145 miliar akibat mengurusi tiga pabrik gula di Sulawesi juga dirombak. Direktur Utama Amrullah AM diganti oleh Budi Purnomo. Dirut PT PN XIV yang baru ini mengakui perusahaannya mengalami masalah keuangan yang sangat kritis.

Tapi dia optimistis PT PN XIV bisa keluar dari masalah pelik ini. Terlebih perusahaan ini sudah tidak lagi menangani tiga pabrik gula, karena diserahkan ke PT PN X. Sedangkan PT PN XIV hanya memiliki sedikit saham di tiga pabrik gula tadi. “Kami akan fokus pada komoditas sawit, karet, kakao, kelapa, dan sapi. Karena ini yang menghasilkan untung,” kata Budi Purnomo. (dri/jpnn)

20 Bayi Lahir Tanggal 29

Tanggal 29 Februari yang hadir empat tahun sekali dijadikan momen penting bagi beberapa kalangan. Khususnya, bagi mereka yang lahir di hari ke-60 tahun kabisat itu.

Di Medan, tahun ini tanggal 29 Februari diwarnai dengan kelahiran 20 bayi. Setidaknya hal ini diketahui setelah Sumut Pos menelusuri 5 rumah sakit yang ada di Medan. Pertama, di RS Muhammadiyah Medan, di tempat ini tercatat enam bayi yang lahir. Tiga jenis kelamin laki-laki dan tiga perempuann

Dua di antara keenam bayi tersebut terlahir lewat proses sexio (operasi cesar) dan selebihnya lahir secara normal.
Lalu, di RS Ibu dan Anak  (RSIA) Rossiva Medan, dengan angka kelahiran mencapai sembilan bayi, dengan jenis kelamin lima perempuan dan empat laki-laki. Dari jumlah tersebut kelima bayi di antaranya terlahir secara normal dan selebihnya lewat proses operasi cesar.

Sementara untuk RS Adam Malik Medan, ada dua bayi yang lahir. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan keduanya terlahir  lewat proses operasi cesar. Sedangkan RS Sari Mutiara dan RS Imelda Medan, masing-masing telah melewati proses kelahiran satu bayi, yang keduanya berjenis kelamin laki-laki dan terlahir secara normal.

“Awalnya dokter yang menangani proses persalinan saya memprediksi, jika kelahiran anak kami akan lahir pada tanggal  3 Maret mendatang. Tapi ternyata bayi kami akhirnya lahir hari ini (29/2) secara normal,”sebut pasangan suami istri Henny (32) dan Hendra (32) saat ditemui di ruang perawatan di RSIA Rossiva Jalan Bangka Medan, Rabu siang (29/2) sekitar pukul 14.30 WIB.

Pasangan ini pin mengaku kalau tak menyangka mendapat karunia di tanggal unik karena hadir empat tahun sekali; 29 Februari. Meski begitu, bagi mereka, kesehatan bayi adalah yang utama. “Yang penting bayi kami terlahir sehat apalagi dia terlahir di tahun naga,” ucap Henny yang mengaku kelahiran di tahun naga bermakna baik bagi adat kepercayaan yang dianutnya.

Lalu, siapa nama anak yang baru lahir itu? Sambil tersenyum pasangan itu tersenyum. Ya, mereka memang belum menyiapkan nama untuk si buah hati.
Dalam kesempatan lain, penanggung jawab harian RSIA Rossiva, Misrita mengaku jika kelahiran  bayi dari pasangan Henny dan Hendra, ditangani langsung oleh dr Ronny Siddiq SpOG. “Kondisi bayi Henny ini, terlahir secara normal dan sehat dengan jenis kelamin laki-laki yang memiliki berat badan 3750 gram, serta tinggi badan 52 cm. Hingga kini, kesembilan bayi yang lahir pada hari ini (29/2) di RSIA Rossiva,  sesuai dengan waktu kelahiran dan tidak ada permintaan khusus dari orang tua kandung,”ujar wanita yang akrab disapa Ita ini. (uma)

Usai Sidang, Jaksa Sistoyo Dihajar di Depan Wartawan

Cirus Sinaga Target Dibacok

BANDUNG- Deddy Sugarda (44) berhasil mengejutkan wartawan, aparat hukum dan keamanan, serta pengujung Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Bagaimana tidak, dia berhasil membacok Jaksa Sistoyo usai mengikuti sidang dugaan kasus penerimaan suap pukul 10.15, Rabu (29/2).
Menariknya, pembacokan terhadap terdakwa eks Jaksa Kajari Cibinong Sistoyo ternyata bukan sasaran utama pelaku. Soalnya, Deddy Sugarda  rencananya akan membacok jaksa yang menangani kasus mafia pajak Gayus Tambunan yaitu jaksa nonaktif Cirus Sinaga.

Namun, karena kasus Cirus Sinaga sudah divonis, Deddy melimpahkan kekesalannya kepada Sistoyo yang juga seorang jaksa.
“Dari keterangan tersangka, rencananya dia mau bacok Cirus Sinaga. Tapi karena kasus Cirus sudah diputus ya jaksa Sistoyo yang jadi sasaran,” kata Kasubag Humas Kompol Endang Sri Wahyu Utami, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (29/2).

Pelaku sudah berada di Mapolrestabes Bandung untuk dimintai keterangan bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Endang membeberkan, pelaku sudah dua bulan berniat melakukan aksi tersebut. ”Tadinya dia mau berangkat ke Jakarta untuk bacok Cirus Sinaga, tapi sudah keburu putusan jadi enggak bisa,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku juga sering memantau kasus korupsi di televisi. Saat itulah, dia melihat berita penangkapan Jaksa Sistoyo oleh KPK yang perkaranya disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung. “Jadi, pelaku ini datang ke PN Bandung untuk melakukan niatnya,” ucap Endang.

Menurut pengakuan pelaku, kata Endang, targetnya adalah para pelaku korupsi yang telah menghianati bangsa dan melukai hati rakyat. “Targetnya pelaku korupsi, yang dilihat di TV,” katanya.

Deddy Sugarda merupakan warga Kecamatan Kiaracondong Bandung pengurus LSM Masyarakat Pemerhati Aparatur Negara. Dia dijerat dengan pasal penganiayaan dengan ancaman minimal lima tahun. “Polisi sudah memeriksa empat orang saksi, dua di antaranya dari petugas KPK,” tambah Endang.
Dua orang dari KPK tersebut yang mendampingi Sistoyo ketika kejadian pembacokan. Sementara dua saksi lainnya pengawal dan polisi. “Jadi total empat saksi yang kita minta keterangan,” ujar Endang.

Endang menegaskan, pembacokan terjadi ketika sidang selesai. Saat itu Sistoyo juga berada dalam kawalan polisi, pengadilan, dan KPK. “Setelah sidang dua polisi mengamankan, juga dari KPK dan PN. Pengamanan sudah sampai keluar ruang sidang. Nah di luar terjadilah insiden,” tuturnya.

Jadi, kata dia, sidang sendiri sudah aman. Namun saat di luar sebelum turun tangga ruang sidang, ketika Sistoyo selesai diwawancarai wartawan, dari belakang muncul pelaku pembacokan kepala Sistoyo. “Sistoyo harus mendapatkan delapan jaitan dengan panjang luka 8 cm,” sebutnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam kesempatan yang sama di PN Bandung juga terjadi demonstrasi kasus korban SUTET. Sehingga pengawalan polisi justru fokus pada demonstrasi. “Kejadiannya tak terduga. Polisi yang kawal juga sesuai standar. Dia datang di luar sidang secara tiba-tiba,” tegasnya.
Endang menambahkan, Deddy mengaku sering memantau kasus korupsi. “Alasannya karena sakit hati. Dia menilai terdakwa sebagai penghianat negara, koruptor, dan menyakiti hati rakyat,” tutur Endang.

Deddy mengatakan kepada polisi, kata Endang, bahwa dirinya bertindak atas nama pribadi. “Dia yakin bahwa pelaku tindak pidana korupsi adalah penghianat. Sehingga koruptor menjadi sasaran aksinya,” ungkapnya. “Dia tidak pernah terlibat kriminal dan tidak kenal sama korban,” tambahnya.
Sementara itu, polisi menetapkan tersangka kepada Deddy Sugarda yang membacok terdakwa korupsi yakni Jaksa Sistoyo. Deddy pun langsung dibui di balik jeruji besi Mapolrestabes Bandung.  “Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menyatakan pelaku terbukti bersalah. Pelaku ditahan,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko di Mapolrestabes Bandung.

Pada sidang kemarin, Sistoyo menjalani sidang ke dua di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari pihak penasihat hukum terdakwa atas dugaan penyuapan senilai Rp100 juta atas perkara yang ditanganinya di Kejaksaan Negeri Cibinong.

Usai sidang, seperti biasa wartawan langsung menghujani pertanyaan. Nah, begitu Sistoyo sedang menjawab berbagai pertanyaan para wartawan, tiba-tiba dihampiri Deddy mengenakan kemeja dan celana kain abu-abu. Namun pelaku tidak langsung mengarahkan goloknya ke arah Sistoyo. Sistoyo sempat menjawab pertanyaan wartawan seputar kasus tersebut. “Saya dijebak, fakta data ada di laptop. Entar saja ditunjukin,” kata Sistoyo saat di wawancara wartawan sambil menuju ke luar ruangan sidang utama lantai dua PN Bandung.

Di luar ruangan sidang tepatnya di depan pintu, pria berambut cepak mengeluarkan sebilah golok yang terbungkus kertas. Tanpa ba bi bu, pelaku langsung menghantamkan goloknya tepat mengenai kening sambil berteriak “Penghianat Kamu!”

Tak pelak, kening Sistoyo langsung robek melintang. Darahnya mengucur ke seluruh mukanya. Dari lantai dua hingga satu tampak darah berceceran. Keamanan  Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pun langsung bertindak. “Mau apa kamu? Mau apa kamu?” teriak salah seorang keamanan KPK sambil menodongkan pistol ke arah orang yang membacok Sistoyo. Pelaku langsung melemparkan pisau tersebut ke lantai, dan keamanan KPK langsung memiting dan membawa pelaku kepada polisi yang sedang berada di lantai satu untuk diamankan.

Pelaku langsung dibawa polisi ke Polrestabes Bandung menggunakan mobil Polisi Pariwisata. Sistoyo yang mengenakan batik cokelat dan celana hitam, hanya berdiri tertunduk lemas dengan luka melintang. Kemudian Sistoyo dibawa penasihat hukumnya ke Rumah Sakit Halmahera menggunakan mobil tahanan kejaksaan. Para penasihat hukum, berteriak-teriak mengeluhkan pengamanan PN Bandung dan Kejaksaan yang lemah sambil membawa Sistoyo ke mobil tahanan Kejaksaan.

Sebelum wartawan  masuk ke ruang sidang, sang pelaku sempat duduk di luar ruang sidang dan memberikan kertas yang berisi hujatan-hujatan kepada koruptor yang seharusnya dihukum mati. Di kertas itu juga terdapat tanda tangan yang menyatakan “Anak Bangsa” dengan nama Deddy Sugarda.
Firasat buruk bakal menimpa terdakwa eks Jaksa Kejari Cibinong Sistoyo sudah diprediksi Kepala Pengadilan Negeri (PN) Bandung Joko Siswanto. Sebab pada sidang pertama lalu, Sistoyo sempat dikejar-kejar pendemo. “Sejak sidang minggu lalu, saya sudah ada firasat buruk bakal terjadi pada Sistoyo. Sebab, minggu lalu Sistoyo malah sempat dikejar-kejar,” ujar Joko Siswanto di PN Bandung.

Untuk antisipasi, pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk melakukan pengamanan. “Hanya saja kasus ini sudah ditangani KPK. Ya jadi, ewuh pakewuh lah. Pastinya, keamanannya lebih ketat,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, kejadian penyerangan terhadap Sistoyo begitu cepat dan tiba-tiba. Bahkan terjadinya di luar dugaan semua pihak termasuk kepolisian. “Secara kasarnya sih, kita kecolongan. Pengamanan sudah sesuai prosedur. Ini kasuistik,” ucapnya.
Siswanto mengaku, sudah akan menyurati kejadian tersebut kepada Pengadilan Tinggi Jawa Barat, kepada KPK, dan Polrestabes Bandung, dan Kejari Jabar. “Selama kepemimpinan saya, ini kali pertama kejadian di PN Bandung,” pungkasnya (apt/cr8/jpnn)

Jelang Pilgubsu 2013, AY Nasution Plin-plan

MEDAN-Tarik ulur tokoh yang akan maju ke Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mulai tampak. Pernyataan plin-plan ditunjukkan Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Azmyn Yusri (AY) Nasution.

Akhir pekan lalu, AY Nasution, begitu semangat untuk maju sebagai salah satu calon pada Pilgubsu. “Saya siap maju, siap memenuhi panggilan mengabdi di Sumut,” ujar AY Nasution saat menerima award sebagai ‘Tokoh Militer Peduli Pers’n dan ‘Tokoh Low Profile di Hotel Grand Antares, Rabu (22/2) lalu.
Kemarin, setelah sepekan berlalu, AY Nasution malah membantah keterangannya sendiri. “Saya tidak pernah berkomitmen di Pilgubsu 2013. Saya tidak pernah. Saya tidak pernah berkomitmen untuk maju di Pilgubsu 2013,” tegasnya usai mengikuti acara temu ramah dengan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan berbagai elemen lainnya di Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis, Rabu (29/2).

Saat ditanya mengenai dukungan dari partai, atau mungkin sudah ada partai yang melamarnya, AY Nasution juga membantahnya. Dikatakannya, sejauh ini tidak ada kaitan antara dirinya dengan kepartaian di Sumut, terlebih dalam rangka Pilgubsu 2013 tersebut. “Belum ada partai apapun di belakang saya. Jangankan berkomitmen, kepikiran saja pun tidak,” tukasnya lagi.

Keberadaan AY Nasution di Medan, sudah sekitar sepekan. Sejak melakukan kunjungan ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (22/2) sampai kemarin Rabu (29/2).

Apakah keberadaan dirinya di Sumut, selain dalam rangka latihan terjun Kostrad, yang dilaksanakan di Sumut, dan dilaksanakan di enam lokasi antara lain, Medan, Deliserdang, Serdangbedagai (Sergai), Langkat, dan Binjai juga merupakan salah satu bentuk pencitraan atau kampanye dalam menyongsong Pilgubsu 2013, pada 7 Maret 2013 mendatang?

Terkait hal itu, kembali AY Nasution membantahnya. AY Nasution berdalih, keberadaan dirinya di Medan karena rindu kampung halaman serta dalam rangka memenuhi undangan.

“Di samping saya rindu kampung halaman, saya juga menghadiri beberapa undangan di Medan. Salah satunya dari teman-teman wartawan,” akunya.
Kenapa berpikir tidak maju pada Pilgubsu 2013, padahal dirinya dielu-elukan banyak kalangan untuk maju menjadi salah satu calon di pilgubsu 2013?
Terkait hal itu, AY Nasution menyatakan, penilaian tersebut merupakan penilaian secara individu atau perorangan, yang juga merupakan hak dari setiap individu itu sendiri.

“Itu hak perorangan. Tapi dari pihak saya sendiri, tidak ada berkomitmen untuk maju ke pilgubsu 2013,” pungkasnya. (ari)

Melawan Bahrain, Indonesia Menyerah Sepuluh Gol tanpa Balas

Dingin Sekali, Latihan Saja Pakai Jaket…

Andi Muhammad Guntur tak bisa berbuat apa-apa. Sebagai kiper pengganti dia harus bolak-balik melihat jalannya bergetar. Tidak satu atau dua gol, dalam laga yang digelar selama 90 menit itu, gawangnya kebobolan sepuluh kali.

Sama sekali tidak diduga. Sungguh memalukan. Begitulah, pada laga melawan Bahrain, Timnas Indonesia tidak bisa berbuat banyak. Tim besutan Aji Santoso tersebut seperti kerupuk yang terkena air. Sebelum laga, Aji sejatinya optimistis memberi hasil yang baik. “Kami akan tetap bermain maksimal melawan Bahrain, walaupun pertandingan ini sudah tidak berpengaruh,” kata Aji menjelang pertandingan di Bahrain.

Sayang, laga diluar prediksi tim Indonesia. Yang ada, Abdul Rahman dkk jadi bulan-bulanan. Bak sebuah sinyal, bek Timnas Abdul Rahman mengaku ia dan rekan-rekannya cukup kesulitan beradaptasi. “Di Bahrain dingin, sampai mencapai 16 derajat celcius. Dingin sekali. Latihan saja pakai jaket tebal, seperti pemain Eropa,” katanya sebelum laga.

Dan, terbukti. Tadi malam, Indonesia sudah terkena hukuman penalti di menit ketiga. Penalti diberikan setelah Samsidar melanggar Ismael Abdullatif di kotak 16. Pelanggaran ini juga berbuah kartu merah untuk Samsidar.

Kehilangan Samsidar, pelatih Aji Santoso terpaksa memasukkan kiper pengganti Andi Muhammad Gunturn dan menarik Slamet Nurcahyo. Dan hal pertama yang dilakukan Andi adalah memungut bola dari gawangnya karena dia tak bisa membendung tembakan penalti Abdullatif.
Memasuki menit ke-15, Bahrain menggandakan keunggulan. Kali ini, Mohamed Tayeb yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan sebuah bola rebound di kotak penalti Indonesia. Indonesia sempat punya peluang pada menit ke-21 lewat aksi individu Ferdinand Sinaga. Tapi, tembakan Ferdinand masih bisa ditepis oleh kiper Sayed Mohammed Jaffer. Dua menit berselang, Indonesia kembali terkena hukuman penalti setelah Diego Michiels melanggar Abdullatif. Tapi, eksekusi Abdullatif bisa dimentahkan oleh Andi.

Penalti ketiga didapat Bahrain pada menit ke-33 setelah Tayeb dijatuhkan oleh Abdul Rahman. Mahmood Abdulrahman yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya tanpa cacat. Pada menit ke-42, Bahrain bikin gol lagi dan unggul 4-0. Sebuah umpan silang Abdullah Omar berhasil diteruskan oleh Abdulrahman ke gawang Indonesia dengan kepalanya. Hingga berakhirnya babak pertama, Indonesia masih tertinggal 0-4 dari tim tuan rumah.
Bahrain tetap tampil ofensif di babak kedua. Mereka mencetak gol kelima saat pertandingan berusia satu jam. Melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Indonesia, Abdullatif menusuk ke kotak penalti dan kemudian mengoper bola ke Tayeb. Setelah menahan bola sebentar, Tayeb mengirim bola ke pojok gawang Andi.

Tiga menit kemudian, lagi-lagi gawang Indonesia bergetar. Kali ini, Sayed Dhiya yang mencetak gol untuk Bahrain lewat tembakan kerasnya dari dalam kotak penalti.Gol ketujuh Bahrain lahir beberapa menit berselang. Memanfaatkan umpan silang Salman Isa, Tayeb mencetak gol ketiganya dalam laga ini. Abdullatif mengoyak gawang Indonesia lagi pada menit ke-71. Sepakan kerasnya ke tiang jauh tak bisa dijangkau oleh Andi.

Sembilan menit sebelum berakhirnya waktu normal, Bahrain mencetak gol kesembilan. Dhiya yang mendapatkan operan dari Waleed Al Hayam dengan mudah menaklukkan Andi. Beberapa saat kemudian, Bahrain mendapatkan hadiah penalti keempatnya setelah Ali Abdulwahab dijatuhkan oleh Abdulrahman di area terlarang. Tayeb kali ini gagal menjalankan tugasnya karena eksekusinya bisa ditahan oleh Andi. Pesta gol Bahrain akhirnya digenapi oleh Dhiya di masa injury time. Skor akhir 10-0 untuk tim tuan rumah.(bbs)