27 C
Medan
Tuesday, January 27, 2026
Home Blog Page 13941

Kejatisu Janji Tuntaskan Kasus Dishub

Dugaan Korupsi Parkir Rp24 M

MEDAN-Praktisi hukum Kota Medan, Julheri Sinaga SH, meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berkerja maksimal dalam pengusutan dugaan korupsi retribusi parkir di Dinas Perhubungan (Dihub) Kota Medan. Sinaga juga mendesak Kejatisu transparan dalam proses pemeriksaan.
Permintaan itu disampaikannya melalui wartawan koran ini, akhir pekan lalu. “Saya kira Kejatisu benar-benar berkomitmen mengusut dugaan korupsi dana retribusi parkir di Dishub Medan,” tegas Julheri Sinaga.

Dengan pengusutan maksimal dan transparan, lanjutnya, Kejatisu bisa dengan cepat menyeret tersangkanya dan masyarakat Kota Medan mengetahui proses hukumnya. “Kejatisu harus tegas memeriksa Kadishub Medan tanpa pandang bulu, yang katanya pejabat itu ada hubungan keluarga dengan mantan Kejatisu. Hal ini menyangkut kredibelitas Kejatisu. Penyidik jangan mau terpengaruh dengan segala bentuk intervensi dari pihak manapun,” tegasnya.

Pengacara yang terkenal vokal ini menyatakan, pelaku tidak kriminal sama di mata hukum, tidak memandang status, apalagi hubungan kekeluargaan dan jabatan. “Hukum harus ditegakkan. Kalau memang pejabat itu bersalah, silakan kasus itu sampai ke meja pengadilan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Marcos Simaremare, masih belum mau membeberkan detail hasil pemeriksaan. Menurutnya, tim Kejatisu masih fokus melakukan penyelidikan. “Tim masih berkerja. Kita belum tahu perkembangan di lapangan. Kita tunggu saja perkembangannya. Saat ini kasusnya belum bisa dijabarkan,” ucapnya.

Simaremare meyakinkan wartawan koran ini bahwa pihaknya sangat berkomitmen mengungkap dugaan korupsi di Dishub Medan. Dia juga pihaknya akan berlaku transparan. “Kita berkomitmen untuk mengusut dan mengungkap korupsi yang terjadi di Sumut dan Medan,” tegas Marcos.
Berita sebelumnya, Kejatisu telah memeriksa 19 pejabat Dishub Medan terkait dugaan korupsi retribusi parkir 2010-2011 sebesar Rp24 miliar. Kasi Penyidikan Kejatisu, Jufri Nasution mengatakan, dua dari 19 pejabat yang telah diperiksa adalah Kadishub Medan, Syarif Armansyah Lubis dan Kabid Parkir, Pahmi Harahap.

Namun Syarif Armansyah membantahnya. Kepada wartawan koran ini, Syarif Armansyah mengaku tidak pernah diperiksa Kejatisu. Dia juga menyatakan tidak ada korupsi retribusi parkir. Atas sikap Kadishub ini, Kejatisu pun bakal melakukan pemeriksaan ulang terhadap mantan Camat Medan Marelan ini. (rud)

1000-an Lentera Berkah ke Angkasa

Melihat Imlek di Maha Vihara Maitreya dan Puncak Sibayak

Malam perayaan Hari Raya Imlek 2563, seluruh Etnis Tionghoa menyambutnya dengan suka cita. Beragam acara pun digelar, mulai menerbangkan 1000-an lentera ke angkasa hingga mengadakan ritual di Puncak Gunung Sibayak.

Farida Noris &Iwan Tarigan

Sumut Pos coba menyambangi Maha Vihara Maitreya yang berada di Jalan Boulevard Utara No 8 Komplek Cemara Asri Medan. Namun, untuk menuju ke lokasi ini, kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak sore hari, tepatnya di sepanjang Jalan Cemara Medan.

Begitu memasuki kompleks Perumahan Cemara Asri, kepadatan kendaraan menumpuk di area lapangan parkir Maha Vihara. Ratusan masyarakat Thionghoa-pun berkumpul di sana. Tapi, tak hanya masyarakat Thionghoa, masyarakat umum lainnya juga tumpah ruah di lokasi itu demi menyaksikan perayaan Imlek.

Saat menginjakkan kaki di pelataran parkir Maha Vihara, setiap pengunjung disambut dengan sebuah patung Dewa Rezeki raksasa yang mengusung ucapan Gong Xi Fa Cai. Pengunjung juga dibuat kagum dengan desain dua Gerbang Naga Emas, dua buah replika Naga Air raksasa serta replika 12 shion
Usai Magrib, atraksi barongsai pun beraksi di depan Maha Vihara Maitreya. Atraksi itu tentu saja menyedot perhatian pengunjung yang datang. Sebagian pengunjung tampak terkesima dengan aksi barongsai, sebagian pengunjung lainnya yang merayakan Imlek tampak tak begitu memedulikan karena lebih memilih berdoa (sembahyang) dengan khusuk.

Tak hanya atraksi barongsai, masyarakat Thionghoa yang merayakan Imlek juga menerbangkan lentera berkah ke angkasa. Tentu saja cahaya lentera merah terlihat menghiasi setiap sudut Maha Vihara Maitreya. Langit malampun dihiasi lentera terang dari sudut  Maha Vihara Maitreya karena lebih dari 1000-an lentera diterbangkan ke angkasa.

Replika naga berwarna keemasan semakin menambah semarak suasana Perayaan Hari Raya Imlek 2563 yang jatuh pada Senin 23 Januari 2012 ini. Dengan mengusung tema “2012 Tahun Kebahagiaan”, perayaan akbar tahunan ini dihadiri hingga puluhan ribu umat Buddha serta warga Kota Medan lainnya.

Menurut Humas Maha Vihara Maitreya, Heny Surianti, berdasarkan penanggalan Cina, tahun baru ini adalah tahun Naga Air. Bagi masyarakat Tionghoa, Naga merupakan lambang keagungan, kemuliaan dan kebahagiaan. Untuk itu, pada perayaan, Maha Vihara Maitreya secara khusus menghadirkan nuansa kental Imlek Tahun Naga Air.

Di Graha Sakyamuni, katanya, usai berdoa dan bersembahyang tahun baru, pengunjung dapat mempersembahkan pelita berkah. “Pemasangan pelita berkah akan dilaksanakan hingga hari ke-4 Imlek. Menuliskan doa permohonan juga menjadi salah satu kegiatan menarik di Maha Vihara ini,” kata Heni Surianti saat ditemui diruangannya.

Selain itu, setiap pengunjung dipersilakan untuk menuliskan permohonan mereka ke atas kertas doa yang telah disediakan oleh panitia yang nantinya akan digantungkan di pohon Meihua Harapan setinggi 6,4 meter. Dalam semalam, pohon Meihua Harapan raksasa yang berhiaskan kelap-kelip lampu ini dipenuhi dengan gantungan kertas doa pengunjung yang diperkirakan mencapai hingga 5 ribu orang.

Memang, kegiatan ini sendiri dimeriahkan dengan atraksi barongsai, doa bersama, pemasangan pelita berkah, pohon harapan, serta berbagai stand bazar menarik. Bahkan, dipuncak acara malam kemarin, tepat pukul 00.00 WIB, atraksi barongsai kembali hadir. “Artin aktraksi barongsai adalah salah satu cerita legenda yang baik. Dengan suara gong barongsai maka masyarakat yang menyaksikan diharapkan akan selalu gembira,” katanya.

Perayaan Imlek di Puncak Sibayak

Sedangkan dari  Karo, setelah 12 tahun berlalu, kini gelar ritual jelang perayaan Imlek,  di puncak Gunung Sibayak, kembali digelar Yayasan Rudang Mayang Berastagi.  Pemujaan  kepada luluhur dan roh nenek moyang ini  dilaksanakan keturunan etnis Thionghoa di puncak gunung api diketinggian 2.172 m Dpl.

Sumut Pos menyaksikan langsung, rombongan mengeluarkan sejumlah keperluan gelar ritual dari sebuah kantongan plastik hitam. Aneka buah-buahan, kue, dupa, hio, dan kertas uang (ginpo).  Cuaca yang sebelumnya mendung  diserta hujan, lambat laun berangsur membaik. Hari yang mulai tampak cerah, menambah semangat rombongan untuk menggelar kegiatan.

Satu persatu anggota kelahiran Shio Naga mulai sembahyang dan memanjatkan doa, kemudian disusul yang bukan kelahiran Shio Naga. Selanjutnya, digelar sembahyang dan doa bersama. Doa yang memiliki makna undangan kepada leluhur (Nini Deleng Sibayak, Red), untuk  datang hadir pada sembahyang malam jelang pergantian tahun (Imlek)  dan  kembali mendiami Vihara Ksitigarba, Desa Peceren, Kecamatan Berastagi. Selain itu, doa untuk kedamaian Indonesia, khususnya Tanah Karo, keselamatan dan rezeki  yang berlimpah.

Sesuai penuturan Ketua Yayasan Rudang Mayang,  Kosumo (Kho Cing Heng),  gelar ritual ini hanya dilaksanakan per 12 tahun. Menjelang malam perayaan Imlek Shio Naga sajalah sembahyang di puncak Gunung  Sibayak dilakukan. “Kegiatan ini telah berlangsung turun temurun. Vihara Ksitigarba, Desa Peceren Berastagi, dibangun leluhur kami, 118 tahun yang lalu. Pekong itu (Ksitigarba, Red), dihuni oleh Nini Deleng Sibayak. Jadi selama ini Nini Deleng Sibayak lah yang berdiam disana,” ujar Kosumo.

“Selama 12 tahun, Nini Deleng Sibayak, mendiami  pekong kami. Jadi sekitar seminggu lalu, Nini Deleng Sibayak, kembali ke tempat asalnya di puncak Gunung Sibayak. Jadi kedatangan kami tadi siang (kemarin), untuk mengundang kembali, Nini Deleng Sibayak untuk  datang dan mendiami Vihara Ksitigarba. Dan tentunya membawa keselamatan, kedamaian, rezeki, dan kesehatan,” beber Kosumo.  (*)

Tahun Naga Air

Oleh : Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

“Shiomu apa? Unsur kamu apa?” Pertanyaan ini sekarang sudah jamak kita dengar. Sama jamaknya dengan pertanyaan: “Bintangmu apa?” untuk menanyakan zodiac seseorang.

Sejak Presiden Gus Dur mengesahkan agama Konghucu sebagai salahsatu agama yang diakui di Indonesia, dan menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional, budaya China semakin keluar ke ruang publik tanah air. Bahkan beberapa tradisi China dipelajari dan diterapkan sejumlah besar orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kecilnya saja, fengshui, astrologi China, dan sebagainya, hari-hari ini sudah asyik diperbincangkan warga Indonesia, sebagai bagian dari pengetahuan umum.

Dalam sistem kalender Tionghoa yang dibagi dalam 12 shio, tahun 2012 ini disebut sebagai tahun naga air. Tahun yang diramalkan akan membawa banyak pencerahan, sekaligus mengandung banyak unsur air. Karenanya, bencana alam pun diramalkan yang berunsur air, seperti banjir, tsunami, dan lainnya.

Masuknya tren astrologi China ke kehidupan masyarakat Indonesia mengalir cukup mulus. Lihat saja jelang awal-awal tahun, situs Google mencatat daftar pencarian cukup banyak soal ramalan nasib untuk tahun berikutnya. Bagaimana nasib shio ini di tahun itu. Shio mana yang bernasib kurang baik, mana yang cocok, dan sebagainya. Sifat dasar manusia yang ingin tahu masa depannya menjadi alasan laris-manisnya ramalan shio di segala kelompok umur.

Uniknya, ilmu meramal ini sebenarnya bukan hanya milik China. Suku Jawa juga punya dengan ramalan primbonnya. Bahkan suku Batak memiliki sistem penanggalan yang bisa meramal hari baik dan buruk. Lantas, mengapa sistem kalender Tionghoa dengan shionya ini begitu laris diburu masyarakat Indonesia?

Dugaan pertama, sistem penanggalan Tionghoa cukup transparan dan relative lebih mudah dipahami. Dengan melihat tabel shio saja, seseorang sudah langsung tau apa shionya dari 12 shio yang ada. Kemudian, ada tabel tentang fengshui unsur kelahiran yang terdiri dari 5 unsur. Dengan mengetahui apa unsure kelahiran, sifat dan nasib seseorang akan bisa diramalkan.

Dugaan kedua, banyak peramal China yang mengekspos ramalannya di berbagai media massa, baik cetak, elektronik, online, dan lainnya, sehingga lebih mudah diakses orang banyak.

Dan dugaan ketiga, ramalannya lebih mudah dimengerti. Misalnya, tahun ini yang disebut tahun naga air, sehingga unsure air disebut-sebut akan mendominasi, terasa lebih masuk akal dibanding ramalan lain yang cenderung lebih mistis.

Nah, nah… saya di sini bukan mau mengajari agar kita memercayai ramalan shio atau menghubungkan unsure kelahiran dengan nasib seseorang lo. Sebagai makluk ciptaan Tuhan, tentu kita tidak diajarkan untuk percaya atau bergantung ramalan. Percaya dan bersandar pada-Nya, adalah perintah.
Hanya saja, kencangnya arus dunia ramal-meramal ala shio dalam dunia informasi kita ini, membuat kita —sadar atau tidak sadar, acap mengikuti perkembangan ramalan-ramalan shio ini.

Terlepas dari segala pro kontra tentang kebenaran ramalan shio, sistem shio dalam tradisi China terbukti cukup melebur dalam kehidupan kita sehari-hari. Menandai makin leburnya etnis Tionghoa dengan berbagai etnis yang ada di Indonesia. Ini bagus. Semoga shio-shio ini, apapun artinya itu, lebih mendekatkan seluruh etnis yang ada, untuk membangun Indonesia yang lebih maju. (*)

Krisdayanti Kecewa Aurel Jalani Home Schooling

Tidak mudah membagi waktu antara sekolah dan karir. Hal itu dialami Aurel, putri penyanyi Krisdayanti dan musisi Anang Hermansyah. Penyanyi 13 tahun itu akhirnya memilih home schooling. Atas pilihan Aurel tersebut, Krisdayanti alias KD kurang sreg.

“Itu bukan jalan keluar,” ujar KD dengan didampingi Raul di Balai Sarbini Sabtu dini hari (21/1). Ibu tiga anak itu menuturkan, dirinya meragukan metode pendidikan semacam itu sesuai bagi putrinya. Sebab, Aurel tergolong anak yang gemar bersosialisasi. “Kalau home schooling, dia nggak punya teman sebebas lainnya,” lanjutnya.

Mantan istri Anang itu juga menyayangkan sikap Aurel yang lebih memilih karir ketimbang sekolah. KD mengungkapkan, putrinya itu kerap membolos karena capai. Aurel yang bernama lengkap Titania Aurelia Hermansyah itu mulai serius menyanyi sekitar dua tahun silam. Dia merilis lagu duet bersama sang ayah yang berjudul Dimarahi Tuhan.

Karena tidak lagi tinggal serumah, KD pun agak sulit memantau kegiatan Aurel. Sebagaimana diketahui, sejak KD bercerai dari Anang, kedua anaknya tinggal bersama mantan suaminya itu. “Saya menentang (home schooling), tapi mau gimana lagi. Dia deket sama ayahnya. Saya cuma memonitor dari jauh. Saya khawatir, Aurel menyesal,” ungkapnya.

KD kini menghabiskan lebih banyak waktunya di Timor Leste. Hanya sesekali dia kembali ke Jakarta atau kota lain di Indonesia jika ada job menyanyi. Penyanyi asal Batu, Jawa Timur, itu juga disibukkan dengan Ariannha Amora Lemos, anak hasil pernikahannya dengan Raul Lemos.

Meski begitu, KD tetap menjalin komunikasi dengan Aurel sesering-seringnya. Dia tetap ingin menjadi teman curhat putrinya yang beranjak remaja itu. Kepada bocah perempuan yang dilahirkannya pada 1998 tersebut, KD terus menekankan bahwa sekolah adalah yang utama.

“Saya bilang, jangan jadikan kecantikan dan kepopuleran kamu yang utama, terus sekolah keteteran. Sekolah harus tetap nomor satu dan dia pasti nggak akan kehilangan kesempatan jadi bintang,” katanya.

Meski begitu, KD  tetap mendukung keputusan putrinya. “Dia punya challenge untuk naik kelas dan dukungan dari sendiri,” imbuh dia. (ken/c13/any/jp/jpnn)

Memakai Jilbab, Ternyata Pelakunya Laki-laki

Penculikan Anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah

MEDAN- Pelaku rencana penculikan terhadap tiga anak Panti Asuhan Aisyiyah Jalan Santun, Kelurahan Sudi Rejo I, Kecamatan Medan Kota, diperkirakan adalah berjenis kelamin laki-laki. Prediksi itu dikemukakan Kepala Panti Asuhan Perempuan Aisyiyah, Zubaidah kepada Sumut Pos, Minggu (22/1).
“Penculiknya satu orang dan laki-laki. Karena, si Anisah (11) dan Risa Febrianti alias Icha (10) yang sempat diajak makan bakso di Mandala, dibilangnya orang yang mengajak itu laki-laki,” aku Zubaidah.

Dijelaskannya, sekira pukul 18.00 WIB, pelaku penculikan awalnya beralasan akan memberikan sumbangan. Kemudian, pelaku tersebut masuk ke panti, kemudian diikuti oleh Windasari (15), untuk melihat sumbangan.

Saat masuk ke panti, pelaku penculikan tersebut mengenakan kerudung warna hitam, pakai kacamata hitam dan mengenakan helm yang juga berwarna hitam. “Ngakunya waktu mau ngasih undangan, dia (pelaku, Red) menyebutkan dirinya mbak. Tapi, waktu Anisah dan Icha yang diajak makan bakso di tempat makan bakso, ternyata orang itu laki-laki,” urainya.

Saat ini, sambungnya, ketiga gadis yang hampir diculik orang tak dikenal, masih mengalami trauma. Untungnya, trauma yang dialami ketiga penghuni Panti Asuhan Putri Aisyiyah tersebut, relatif tidak parah. “Kalau trauma masih traumalah. Tapi syukurnya, nggak terlalu. Sekarang sudah beraktifitas seperti biasanya,” ungkapnya.

Penegasan senada juga dikemukakan Kepala Panti Putra Aisyiyah yang juga Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Medan, Rafdinal. “Saya konfirmasi ke Kepala Panti Asuhan Putri, dari pengakuan anak-anak panti itu pelakunya laki-laki yang sengaja menyamar sebagai perempuan. Pelaku pakai jilbab atau kerudung hitam untuk mengelabui, pakai helm hitam, sepeda motornya jenis Honda Supra X. Jadi, pelaku ini memang benar berniat mau menculik anak panti,” tegasnya.

Sementar itu, pengejaran terhadap pelaku oleh personel unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta Medan Kota belum menemui titik terang. Pasalnya, pihak kepolisian sampai saat ini belum mengetahui keberadaan pelaku yang memiliki ciri-ciri tato bunga di lengan kanan dan kiri itu. “Kita masih belum mengetahui keberadaan lokasi,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat melalui telepon selulernya, Minggu (22/1) siang.

Namun, diakui Sandi, polisi sudah mengantongi identitas pelaku berdasarkan keterangan dari kedua korban, Anisa (11) pelajar kelas V SD di panti asuhan dan Risa Febrianti (11) pelajar kelas VI. “Akhir dari pencarian terhadap korban, kedua anak panti asuhan berhasil ditemukan kembali sekitar pukul 20.30 WIB. Risa ditemukan seorang pria, Akhir (22) Warga Jalan Pelikan, Perumnas Mandala, Medan,” ungkapnya. (ari/adl)

Tukang Bajaj Kehilangan 4 Anggota Keluarga

Sembilan Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Xenia

JAKARTA-Peristiwa kelam yang menewaskan sembilan orang akibat ditubruk mobil Xenia di kawasan Tugu Tani pada Ahad (22/1) siang, menyisakan perasaan trauma bagi Rohmari alias Benyamin (60 tahun). Bagaimana tidak, Rohmari kehilangan empat anggota keluarganya sekaligus.
Dijelaskan Benyamin, saat kejadian dia sedang bekerja narik bajaj. “Karena mendengar anak dan cucu saya meninggal, saya kesini,” kata Benyamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Benyamin kehilangan empat anggota keluarganya, yakni Suyatmi (51 tahun) Nanik Riyanti (25 tahun), Pipit Alfia Fitriasih (18 tahun), dan Yusuf Sigit (2,5 tahun). Adapun korban Nanik dalam kondisi hamil tiga bulan.

Benyamin menyatakan, tiga sanak familinya juga menjadi korban Xenia ngebut dan mengalami luka berat, yaitu Teguh (30), Siti Muqaromah (30 tahun) yang merupakan istri Teguh, dan Kenny (9 tahun). Ketiganya saat ini dalam perawatan di RSPAD Gatot Subroto.

Sebelumnya, di Jl Ridwan Rais, Tugu Tani Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/1) sekitar pukul 11.00 WIB, delapan pejalan kaki tewas di tempat setelah tertabrak mobil Xenia. Sedangkan, korban lainnya, Mochamad Akbar (23), yang luka parah di bagian kepala akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Mobil maut jenis Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi B 2479 XI tersebut, dikendarai Afriyani Susanti (29), warga Jl Kranjang Terusan, Sungai Bambu, RT 11/07, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

“Mobil melaju dari arah lampu merah Jl Batu menuju Menteng, sempat oleng dan banting stir ke kiri kemudian menabrak rombongan pejalan kaki yang ada di trotoar,” kata Antoni, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat, kemarin (22/1).

Kesembilan korban tewas yang terdiri dari 3 perempuan, 5 laki-laki, dan  anak berusia sekitar 3 tahun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara itu, empat korban luka-luka, termasuk Akbar, dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RSPAD Gatot Subroto.

Menurut Antoni, pengemudi dalam kondisi baik. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi pengemudi. Keterangan sementara, pengemudi mengaku tak dapat mengendalikan kendaraanya karena rem blong. Namun, keterangan itu akan ditindaklanjuti dengan penyidikan. “Penyedikan menyeluruh akan dilakukan, termasuk dengan mengecek urine dan darah untuk mengetahui apakah pengemudi dalam keadaan sadar atau tidak,” ujarnya. (net/wok/jpnn)

Sambut Kenaikan Harga BBM, Apapun Opsinya, Semua Harus Siap

JAKARTA- Rencana pembatasan konsumsi atau kenaikan harga BBM subsidi terus menggelinding. Berbagai opsi terus bermunculan. Namun, yang justru terlewatkan adalah persiapan pemerintah daerah (pemda) untuk menghadapi kebijakan tersebut.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan, semua pihak tidak boleh terlalu larut dalam spekulasi tentang berbagai opsi pembatasan BBM. Terutama bagi pemda yang nanti akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. “Intinya, apapun opsinya, pemda harus sudah mulai siap-siap,” ujar Ibrahim saat dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin (22/1).
Menurut Ibrahim, saat ini semua pihak harus bersabar untuk menunggu kepastian opsi apa yang akan diambil terkait BBM. Apakah pembatasan konsumsi atau kenaikan harga. Rangkaian pembicaraan antara pemerintah yang diwakili Menteri ESDM Jero Wacik dan Komisi VII DPR, rencananya baru akan dilakukan pada Kamis (26/1) mendatang. “Ini harus disadari oleh pemda,” katanya.

Ibrahim mengatakan, jika opsi pembatasan BBM yang diambil, maka persiapan intensif harus segera dilakukan oleh pemda-pemda di wilayah Jawa-Bali. Adapun jika kenaikan harga BBM yang diambil, maka pemda-pemda seluruh Indonesia harus bersiap. “Pemda harus bersiap karena kebijakan ini pasti akan menimbulkan dampak yang tidak kecil di masyarakat,” ucapnya.

Ibrahim menyebut, dampak yang harus diwaspadai adalah terjadinya keresahan di kalangan masyarakat yang bisa berujung pada aksi demonstrasi.
“Dampak lain yang harus diwaspadai adalah lonjakan harga oleh spekulan yang bisa menyusahkan masyarakat,” sebutnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan pemda? Menurut Ibrahim, BPH Migas sebagai otoritas yang mengawasi distribusi BBM, sudah memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa pemerintah provinsi. “Salah satunya dengan Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa menjadi contoh bagi pemda lain agar lebih partisipatif dalam upaya pengawasan distribusi BBM di daerah. “Saya dengar, Jatim akan mengumpulkan pemkab atau pemkot di empat lokasi, Madiun, Malang, Bojonegoro, dan Sampang untuk sosialisasi persiapan partisipasi dalam distribusi BBM di daerah. Ini sangat positif,” katanya.

Kerja sama pemda dengan BPH Migas dan kepolisian, lanjut dia, sangat bermanfaat dalam hal pengawasan BBM di daerah, mulai dari pengoplosan, penyelundupan, maupun penyelewengan BBM subsidi kepada pihak-pihak yang tidak berhak.

Ibrahim mengatakan, selama ini MoU memang lebih banyak dilakukan dengan pemerintah provinsi. Karena itu, pemerintah provinsi lah yang harus aktif untuk menyosialisasikan kerjasama tersebut di wilayahnya.

“Kami sebenarnya ingin kerjasama sampai tingkat kabupaten/kota, karena kuota BBM kan sekarang dibagi per kabupaten/kota. Tapi, agak susah, karena selain jumlahnya banyak, kadang pemdanya tidak siap,” terangnya.

Karena itu, lanjut Ibrahim, pemda harus mulai aktif untuk bersama-sama BPH Migas dan Kepolisian mempersiapkan langkah antisipasif terhadap rencana kebijakan pembatasan BBM subsidi. “Jika pemda sudah siap-siap, ekses negatif yang bisa timbul dari kebijakan tersebut bisa diminimalisasi,” katanya. (owi/ca/jpnn)

Incumbent Kampanye Terselubung

LANGSA- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Langsa menemukan adanya kampanye terselubung dilakukan incumbent calon wali kota yang ikut Pemilukada 2012. Kampanye ini bahkan diikuti beberapa pejabat dan PNS Kota Langsa.

Hal ini diungkapkan Divisi Penangganan Pelanggaran dan Tindak Lanjut Panwaslu Kota Langsa, Sukri ST kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Minggu (22/1) terkait acara pertemuan yang dilakukan incumbent Calon Wali Kota Drs Zulkifli Zainon MM di lapangan terbuka Gampong Jawa Langsa Kota, Rabu, (18/1) malam kemarin.

“Kita (Panwaslu-red) ada menemukan beberapa bukti. Diataranya, ada panggung yang latar belakang balihonya bergambar calon wali kota incumbent dengan wakilnya,” tukas Sukri.

Humas Pemko Langsa Said Karim yang dikonfirmasi masalah ini melalui teleponnya menjawab dengan pesan singkatnya mengatakan, acara disebutkan hanya sekedar pertemuan dengan masyarakat. “Untuk selanjutnya silahkan tanya ke KIP,” tukas Said Karim seperti tertera di pesan singkatnya.

Selanjutnya calon juga menyampaikan visi dan misi, bahkan mengajak massa yang datang untuk memilih. Ditandai dengan teriakan yel-yel yang jadi icon incumbent yaitu “lanjutkan”.  Dan jumlah massa yang hadir kurang lebih 300 orang diduga keras adalah pendukung yang sengaja di datangkan.(
Temuan lain yang paling mencolok sejumlah pejabat teras Pemko Langsa ikut dalam pertemuan tersebut, diantaranya Sekda Kota Langsa, Kadis Syariat Islam dan Staf Ahli Walikota. “Nama-nama mareka pun  sudah kita kantongi dan akan segera publikasi,” sebut Sukri seraya menambahkan, semua barang bukti ada pada kami dalam bentuk rekaman visual terkait kegiatan tersebut.

Ditambahknya, pertemuan calon wali kota incumbent melibatkan pejabat atau PNS sangat bertentangan dengan undang-undang pemilu. “Karena mareka semua masih menjabat sebagai pejabat negara. Dan untuk kasus ketidaknetralan PNS ini akan segera kita surati Ketua KOPPRI  Pusat dan tembusan Ketua KOPPRI Aceh,” kata Sukri lagi.

Humas Pemko Langsa Said Karim yang dikonfirmasi masalah ini melalui teleponnya menjawab dengan pesan singkatnya mengatakan, acara disebutkan hanya sekedar pertemuan dengan masyarakat. “Untuk selanjutnya silahkan tanya ke KIP,” tukas Said Karim seperti tertera di pesan singkatnya.
Sementara itu Ketua FPRM Nasruddin menilai, Panwaslu Langsa masih kurang berani dalam mengambil tindakan. “Sikap tegas penting dalam upaya membentuk citra lembaga panwas agar tidak dinilai mendukung  calon tertentu, khususnya kandidat incumbent,” kata Nasruddin.
Dikatakan Nasruddin, Panwaslu harus tegas dengan para calon wali kota khususnya calon incumbent dengan sejumlah kegiatan mereka menjurus ajang kempanye. Selaku lembaga yang dibentuk untuk memantau seluruh tahapan pemilukada maka sangat dibutuhkan keberanian untuk menindak siapa saja yang melanggar. (ris/jpnn)

Senjata Kimia Eks Rezim Kadhafi Ditemukan

Kunjungan Tim Pengawas Internasional ke Libya

DEN HAAG- Mantan diktator dan penguasa Libya Muammar Kadhafi ternyata meninggal dengan menyisakan kabar tidak sedap. Para pengawas interansional memastikan, tokoh yang tewas dalam serangan para pejuang NTC (Dewan Transisi Nasional) di Kota Sirte pada 20 Oktober 2011 itu ternyata menimbun secara rahasia senjata kimia.

Dalam laporannya pada Sabtu lalu (21/1), surat kabar Inggris Daily Mail mengutip temuan The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) bahwa para pengawasnya telah menemukan senjata kimia rahasia milik rezim Kadhafi tersebut.

Lembaga antar-pemerintah yang berkedudukan di Den Haag, Belanda, itu mengungkapkan, tim pengawas mereka yang mengunjungi Libya pekan lalu menemukan senyawa kimiawi jenis sulphur mustard (gas mustard) dan senjata artileri yang diyakini sebagai senjata kimia. Kendati tidak diisi dengan bahan kimia, artileri itu dirancang secara khusus untuk membawa senjata kimia.

“Senjata-senjata tersebut memang belum siap digunakan karena belum berisi senjata kimia,” ungkap Juru Bicara OPCW Michael Luhan seperti dilansir Daily Mail.

Gas mustard merupakan senyawa kimiawi yang dapat merusak atau menghancurkan kulit seseorang yang terkena. Gas yang juga bisa merusakkan paru-paru itu termasuk gas beracun. Tim pengawas OPCW menemukan senjata kimia milik rezim Kadhafi tersebut disimpan di sebuah gudang di Ruwagha, sebekah tenggara Libya.

Sayangnya, Luhan tidak mengungkapkan secara detail jumlah senjata kimia tersebut. Dia hanya menyebut, senjata itu sengaja disembunyikan rezim Kadhafi pada 2004 saat pemerintah Libya sedang gencar memperbaiki hubungan dengan Barat.

Pesawat mata-mata dan satelit NATO pernah memonitor soal dugaan keberadaan gudang senjata kimia milik rezim Kadhafi di tiga lokasi yang berbeda. Termasuk, di gudang penyimpanan senjata di Rughawa, sekitar 130 mil dari kota kelahiran Kadhafi, Sirte.

Libya seharusnya menyelesaikan program pemusnahan seluruh senjata kimianya pada 29 April tahun ini. Namun, karena pecah revolusi rakyat tahun lalu yang menjatuhkan rezim Kadhafi, target waktu itu tidak akan dapat dipenuhi. Pemerintah baru Libya akan mengajukan jadwal baru soal pemusnahan senjata kimia tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) sementara Libya Mahmoud Jibril membenarkan bahwa senjata kimia rahasia telah ditemukan di negaranya. Temuan itu sekaligus membuktikan, selama ini Kadhafi menolak untuk menyerahkan dan memusnahkan senjata pemusnah masal di negaranya.(dailymail/cak/dwi/jpnn)

Rindukan Sang Buah Hati

Mindo Rosalina Manulang

Kondisi kesehatan Mindo Rosalina Manulang kian membaik. Namun kini dia didera kerinduan mendalam kepada anaknya. Demikian dikatakan anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lilik Pontauli kepada wartawan, Minggu (22/1).

Menurut Lilik, meski kondisi kesehatan Rosalona membaik, namun dia masih tertekan lantaran memikirkan buah hatinya yang kini sedang jauh darinya. “Dia sangat berharap bisa bertemu dengan anaknya, namun untuk saat ini masih belum bisa,” ujar Lilik.

Selain itu, terpidana kasus Wisma Atlet SEA Games ini juga rutin didampingi psikolog. Langkah tersebut diambil LPSK agar kejiwaan Rosa terus membaik setelah mendapat ancaman dari sejumlah orang yang mengunjunginya di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.

Perlindungan maksimum juga terlihat dari langkah LPSK dan KPK yang bergegas mengevakusi Rosa ke KPK tempo hari. Bahkan, ketika Rosa memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Senin (16/1) lalu, dia harus mengenakan rompi antipeluru dan dikawal sejumlah personel kepolisian. (net/jpnn)