31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13948

Eksportir Sumut Harap Dispensasi NIK

MEDAN- Peraturan baru yang meminta agar eksportir memiliki Nomor Induk Kepabeanan (NIK) dianggap masih sulit diterima, terutama bagi eksportir kecil.

Hingga saat ini, lebih dari 50 persen eksportir yang tergabung dalam GPEI  (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia) Sumatera Utara yang telah memiliki NIK, sementara sisanya masih dalam pengurusan bahkan ada yang belum mengurus.

“Karena itu, kita meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberi kemudahan kepada eksportir karena sekitar 40 persen pengusaha anggota asosiasi ini belum juga memiliki NIK,” ujar Sekretaris Eksekutif GPEI Sumut, Sofyan Subang.

Dia mengharapkan, agar nantinya Bea dan Cukai tetap melayani pengusaha yang belum memiliki NIK, karena yang ditakutkan akan membuat ekspor tertunda. Walaupun dirinya menyadari bahwa peraturan untuk memiliki NIK ditunda, yang seharusnya mulai berlaku mulai Januari 2012 menjadi Maret mendatang.

Dari sekitar 200-an perusahaan anggota GPEI Sumut, hanya sekitar 50 persen yang sudah memiliki NIK, selebihnya masih belum. Tetapi nyatanya, meski sudah ditunda, tetap saja pengusaha anggota GPEI khsusunya yang usaha kecil dan menengah (UKM) belum bisa mengantongi NIK itu dengan berbagai penyebab seperti kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk membuat atau masuk ke NIK itu, termasuk sistem tersebut juga masih belum berjalan lancar sehingga menyulitkan pengusaha untuk masuk dalam sistem tersebut.

“Jangan sampai hanya karena belum miliki NIK, ekspor terganggu karena akan sangat mempengaruhi banyak hal mulai dari ancaman kelangsung perusahaan, pemberhentian pekerja dan penurunan devisa,” katanya.

Menurut Sofyan, GPEI secara nasional dan Sumut sudah melaporkan permasalahan itu ke Kementerian Perdagangan dan saat ini Kementerian Perdagangan tengah membicarakan masalah itu ke Ditjen Bea Cukai.

“GPEI berharap, untuk sementara pendataan eksportir itu bisa dilakukan secara manual berdasarkan data yang ada sebelumnya, sembari menunggu kesiapan pengusaha memiliki NIK,” katanya.

Eksportir Sumut, J Simanjuntak, mengakui, hanya pengusaha besar yang sudah memiliki NIK, sementara UKM banyak yang belum dan itu menganggu ekspor.

“Kalau ekspor terganggu, bukan hanya pengusaha yang rugi, tetapi juga pemerintah, karena ekspor membawa nama Indonesia juga,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, pihaknya akan membicarakan masalah itu ke Ditjen Bea Cukai.
“Apindo sangat mendukung sistem “online” yang dipastikan mendukung kelancaran dan keamanan ekspor, tetapi tentu saja pemerintah harus melihat siap tidaknya pengusaha melakukan. Harus ada dispensasi,” katanya. (ram)

Klub Otomotif Meriahkan Launching Mio Fino

MEDAN- Setelah diperkenalkan secara resmi pada 11 Februari 2012 di Jakarta, kini PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bersama Mio Fino merambah ke Sumatera Utara, tepatnya Medan. Sekitar 5.000 masyarakat menghadiri peluncuran Mio Fino di Merdeka Walk, Lapangan Merdeka, 25-26 Februari lalu.

Skutik dengan varian berkarakter sports, classic dan fashion itu dilepas di depan para pengguna Yamaha yang tergabung dalam komunitas motor Yamaha di Medan. Setidaknya 60 komunitas pengguna motor Yamaha tumpah ruah di acara peluncuran Mio Fino.

Klub-klub otomotif Yamaha yang hadir cukup banyak yakni Mio Automatic Club (MAC) Medan, Yamaha Scorpio Club Medan (YSCM), 888 Vixion, Byson Medan Club (BMC), Jupiter Medan Club (JMC), Yamaha Jupiter MX Club Medan (XMAX), Yamaha Matic Exclusive Medan, MAC (Mio Automatic Club), Magic (Mio Automatic Girls Club), dan Vixion Black Community.

Acara pun semakin meriah dengan dihadiri artis nasional seperti Raisa dan Tenesa Band. Sejumlah acara juga dikemas untuk memeriahkan acara itu diantaranya kompetisi atraktif, lomba foto, fashion, dan hip-hop kompetisi.

Kehadiran Mio Fino nampaknya disambut hangat masyarakat kota Medan. Buktinya, puluhan unit sudah terjual dalam acara itu.
“Masyarakat Medan menyukai model, warna dan striping Mio Fimo. Paling disukai Mio Fino Sporty warna hitam merah dan Classic merah. Mereka juga suka jok-nya karena enak buat duduk dan speedometer dan fuel meter yang terpisah karena menjadikannya lebih klasik dan mudah dimodifikasi,” papar bagian promosi PT Alfa Scorpii, Ismansyah.(jun)

Pelaku UKM dan Koperasi tak Perlu Ragu Jadi Peserta Jamsostek

MEDAN- Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun pengusaha dan karyawan koperasi tidak perlu ragu-ragu untuk menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Karena, Kementerian Koperasi Negara Koperasi dan UKM sudah memberi slogan bahwa Jamsostek merupakan sahabat UKM.

“Saya kira pelaku UKM dan koperasi tidak perlu ragu-ragu menjadi peserta jamsostek. Mumpung Jamsostek sudah membuka diri. Jika dahulu ada kekhawatiran tidak mampu bayar, ternyata para pelakunya sudah bisa. Bahkan sekarang jamsostek sudah diminati oleh para pekerja di sektor informal,” tegas Deputy III Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM DR Pariaman Sinaga MM usai membuka Bimbingan Teknis Kepada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang Berbadan Hukum Koperasi yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Sumut di Dharma Deli, Senin (27/2).

Contohnya, lanjut Pariaman, yang baru dilaksanakan di Cimahi. Di sana, Para pedagang sudah mendaftar sebagai peserta jamsostek. Setelah menjadi peserta, jamsostek bersedia memfasilitasi para pedagang melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk memiliki kios. Para pedagang yang juga peserta Jamsostek tersebut berhak memperoleh pelatihan dan memiliki kios dari CSRnya Jamsostek.

Sementara di Subang, petani sayur-mayurnya juga sudah menjadi peserta jamsostek, saling bahu membahu. “Ada resiko di sini dibantu oleh jamsostek. Ada resiko di sana, ya dibantu Jamsostek. Karena itu, saya imbau tidak usah ragu-ragu menjadi peserta jamsostek,” jabar Pariaman seraya menambahkan sebenarnya tenaga non formal justeru lebih banyak dibanding para pekerja sektor formal yang harus diproteksi oleh Jamsostek.

Tidak dipungkiri bahwa di di dunia nyata semua orang harus membayangkan akan ada resiko-resiko yang bakal terjadi. “Sama seperti saat kita sedang berdoa. Salatlah engkau dengan khusuk seolah-olah engkau akan mati besok. Jadi kita sudah bayangkan itu,” katanya.

Nah, resiko-resiko inilah yang kemudian dialihkan ke jamsostek. Selama ini, lanjut Pariaman, Jamsostek berkosentrasi pada pekerja formal. “Padahal di luar itu, kita sudah lihat UKM/koperasi sudah bertumbuh, jamsostek bisa menyerap mereka menjadi peserta dan lebih banyak,” tegas Pariaman.
Meski mereka tidak di sektor formal, namun mereka tetap perlu diberi kesempatan menjadi peserta jamsostek. Makanya ada peserta jamsostek dari sektor umkm dan pegawai koperasi.

Kepala PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan Pengarapen Sinulingga yang turut hadir mengungkapkan, di lingkungan koperasi saat ini banyak pelaku usaha formal maupun informal yang bisa dijadikan peserta jamsostek.

“Para pelaku koperasi maupun UKM sudah menjadi target kita untuk menjadi peserta. Dan Diskop dan UKM Sumut dalam hal ini Kadiskop & UKM Jonni Pasaribu sudah bersedia membantu,” tegas Pengarapen turut didampingi Kabid Progsus Yosep Rizal.

Diharapkan, lanjutnya, mereka dapat dilindungi Jamsostek. Baik para pedagang kaki lima, nelayan, abang beca, petani maupun tenaga kerja yang memiliki usaha di sektor informal.

Untuk memudahkan para pekerja di sektor informal tersebut, dalam waktu dekat Jamsostek Medan akan membangun rumah-rumah Jamsostek di lokasi pasar, seperti di pajak USU, dan pasar Deli Tua.

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Serba Usaha Bantu Pengusaha Rakyat (KSU-BPR) Hasan Basri mengungkapkan, saat ini karyawan koperasi yang dipimpinnya sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. “Karyawan kita sudah terdaftar sebagai peserta jamsostek 80 orang,” katanya. (ila)

Jadwal Suratin Berubah, Seleksi PSDS Jr Dipercepat

LUBUK PAKAM- Manajemen PSDS Junior (Jr) seakan berpacu dengan waktu untuk menemukan pemain yang dianggap ideal untuk memperkuat PSDS di ajang Suratin Cup 2012.  Hal itu disampaikan, manejer tim PSDS Jr Judiman didampinggi pelatih kepala Nasib Iwan disela-sela seleksi yang berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar, Senin (27/2), sekitar pukul 15.30 wib.

“Kami harus percepat seleksi ini. Soalnya jadwal berubah. Seleksi direncanakan berlanjut sampai akhir pekan ini,” bilang Judiman.
Diungakpkannya bahwa saat ada sekira 35 pemain yang masih mengikuti seleksi dengan materi kecepatan, pasing dan dribling. Rencananya, jumlah pemain akan kembali mengalami penyusutan hingga 25 orang.

Terkait alasan manajemen mempercepat gelaran seleksi karena Piala Suratin mengalami perubahan jadwal dari 16 Maret menjadi 4 Maret.
Di ajang Piala Suratin nanti PSDS Jr satu grup dengan PSL (Langkat), PSKB serta Madina Medan Jaya.

Jadwal pertadingan serta tempat, belum ditentukan oleh PSSI Sumut. Namun, menurut surat PSSI Sumut, bakal dikirim kepada seluruh tim peserta. (btr)

Mulai Kapan Berlakunya?

081361943xxx

Kepada Bapak Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, mulai kapan berlakunya urus akta kelahiran tidak pakai sidang pengadilan lagi? Karena mengurus akta melalui sidang sangat memakan waktu dan bertele-tele. Harus revisi ulang lagi karena sangat menyulitkan warga Medan.

Harus Melalui Penetapan Pengadilan

Yang pasti sebagaimana ditetapkan, untuk kelahiran satu tahun ke atas, pengurusan akta kelahiran harus melalui penetapan pengadilan.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Operasi Rutin

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan polisi terus melakukan operasi rutin. Apa hasilnya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Andik Eko.

Seperti apa operasi yang dilakukan?

Operasi rutin terhadap kendaraan bermotor di titik rawan tindakan kejahatan tujuannya agar masyarakat sadar bahwa setiap waktu tindak kejahatan bisa terjadi. Soperasi operasi rutin juga melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk saling bahu membahu menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Yang lebih penting lagi yaitu bersama-sama dengan masyarakat senantiasa waspada untuk mencegah adanya tindak kejahatan dengan sistem keamanan lingkungan yang aktif.

Tindakan kejahatan apa yang meningkat?

Tindak kejahatan seperti pencurian, penganiayaan, penipuan, perjudian dan narkoba. Untuk mengantisipasi semua ini banyak langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan melakukan razia secara berpindah-pindah.

Dimana lokasi yang rawan kejahatan?

Untuk wilayah Polsek Medan Baru titik rawan tindak kejahatan di Jalan Patimura, Sekip, Pandu, Jamin Giting serta Jalan Nibung Raya. Operasi yang dilakasanakan harus bersama-sama dengan jajaran muspika Medan Baru yang akan dilaksanakan setiap saat.

Apa sanksinya?

Kalau untuk kendaraan bermotor roda dua dan empat yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya akan disita langsung oleh satlantas dan diberikan sanksi tilang. Sedangkan untuk pelaku narkoba pasti akan ditindak dengan ketentuan undang-undang dan segera diproes sampai ke pengadilan. (adl)

Tertibkan Pedagang di Atas Parit

081396837xxx

Pak wali kota, tolong pedagang liar di atas parit Jalan HM Joni ditertibkan karena daerah kami ini jadi rawan macet, kotor, dan kumuh.

Kami Teruskan

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Sat Pol PP Kota Medan untuk ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Budi Heriyono
Kabag Humas Pemko Medan

Kepala UPT Medan Marelan Kutip Insentif Guru dan Bantuan Sekolah

081265085xxx

Kepada Yth Bapak Dinas Pedidikan Kota Medan, tolong ditindak Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Medan Marelan karena sudah sangat membuat jengkel para guru dan sekolah. Uang insentif guru dari Gubsu yang besarnya Rp300 ribu pun tega dia meminta Rp50 ribu tiap guru. Kalikan saja guru dan sekolah yang ada di Marelan, dan tercelanya lagi bantuan murid dan sekolah pun dia tega minta bagian. Tolong Pak perhatiannya buat kami guru yang terus dikebiri.

Kita Periksa ke Lapangan

Terima kasih atas informasinya. Dalam minggu ini kita lakukan pemeriksaan ke lapangan untuk mengetahui permasalahan sebenarnya.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan

Laporkan ke Pihak Berwajib

Pemerintah sudah menanggung semua biaya pendidikan melalui APBN dengan memberikan dana bantuan untuk seluruh sekolah. Dana dalam jumlah yang cukup besar tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan. Karena itu, pihak-pihak terkait dengan bantuan pendidikan agar tidak membuat pungutan lain dengan alasan tertentu.
Dalam hal pungutan insentif guru, Pemko Medan harus pro aktif dengan mencek kebenaran di lapangan. Bila terbukti agar menindak tegas petugas yang melakukan pungutan dari dana insentif para guru tersebut. Bila memiliki bukti fisik akan pungutan tadi agar segera dilaporkan karena itu sudah pelanggaran. Terima kasih.

Roma Parulian Simaremare
Ketua Komisi B DPRD Kota Medan

Kobe Bryant Lewati Jordan

KOBE Bryant menorehkan rekor baru di NBA All-Star. Ia melewati pencapaian Michael Jordan sebagai pemain dengan poin paling banyak di ajang tahunan para bintang itu.

Pemain LA Lakers itu, yang sudah 13 kali bermain di All-Star — sama seperti Jordan — mengukir 27 angka untuk tim Barat, pada pertandingan yang berkesudahan 152-149 untuk timnya di Orlando, Senin (27/2) pagi WIB.

Total Bryant telah mengoleksi 271 poin, melebihi rekor Jordan di angka 262. Ia membuat rekor baru dengan sebuah dunk di 4,57 detik tersisa di kuarter ketiga, yang menjadi poinnya yang ke-20 di laga tersebut.

Bryant, yang berbagi dengan Bob Pettit sebagai pemilik rekor Most Valuable Player All-Star terbanyak dengan empat kali, juga melewati torehan Oscar Robertson (246 poin) dan Kareem Abdul-Jabbar (251). (net/jpnn)

PP Sumut Harus Mandiri

Musyawarah wilayah merupakan moment yang penting bagi sebuah organisasi. Pemilihan pimpinan yang tepat akan menentukan perkembangan organisasi tersebut di masa yang akan datang. Demikian pula halnya Musyawarah Wilayah Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP Sumut) yang akan digelar di Padang Sidempuan Tapanuli Bagian Selatan, Selasa (28/2) nanti. Reporter Sumut Pos Indra Juli Hutapea pun berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan salah seorang kandidat Anuar Shah SE yang juga Ketua MPW PP Sumut periode sebelumnya.
Berikut petikannya.

Selamat sore, bagaimana persiapan Anda menjelang Muswil MPW PP Sumut nanti?
Untuk sesuatu yang baik, kita harus siap. Begitu juga saya siap 100 persen untuk maju pada Musyawarah Wilayah MPW Pemuda Pancasila Sumut nanti. Saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila di Sumut.

Bagaimana dengan kekuatan Anda untuk kembali maju sebagai Ketua Umum MPW PP Sumut?
Saya tidak melihat Muswil ini sebagai medan pertempuran, tetapi sebuah permusyawaratan seluruh kader Pemuda Pancasila yang ada di Sumatera Utara untuk mencari yang terbaik bagi organisasi. Karena seperti yang saya sampaikan di atas, jabatan adalah titipan kepercayaan dari seluruh kader untuk kemajuan Pemuda Pancasila di Sumatera Utara.

Bicara kemajuan organisasi, apa konsep yang Anda usung untuk menjadi Ketua Umum MPW PP Sumut periode mendatang?
Tentunya saya ingin melanjutkan program sebelumnya, menghadirkan paradigma baru bahwa Pemuda Pancasila dekat ke masyarakat dan tidak pernah menyakiti masyarakat. Yang kedua, membersihkan kader Pemuda Pancasila dari narkoba.

Kita sudah lakukan melalui unsur pimpinan mulai dari anak ranting, ranting, anak cabang, tingkat MPC. Untuk pencalonan ini saya baru saja menjalani tes dan dinyatakan bersih dari narkoba. Kita pernah menskor kandidat di tingkat II karena terlibat narkoba. Walaupun kandidat tersebut mendapat dukungan terbesar.

Nantinya program ini kita tingkatkan untuk pengurus harian seluruh tingkatan. Karena dengan pemimpin yang bebas dari narkoba, seluruh kader akan punya motivasi untuk menjauhi narkoba.

Lima tahun ke depan, kita menginginkan setiap MPC Kabupaten/Kota punya kantor sekretariat defenitif. Kepemilikan bangunan tidak lagi menyewa melainkan milik organisasi. Seperti yang dilakukan MPC Padang Sidempuan ini.

Pada kenyataannya, masih terdengar keluhan dari masyarakat mengenai keterlibatan kader PP dalam persoalan tanah garapan. Bisa Anda jelaskan?
Yang pasti, selama ini, saya tidak pernah mengeluarkan mandat untuk mencampuri lahan garapan. Kita akan evaluasi kalau ada kader atas kepentingan pribadi tapi membawa-bawa organisasi terlibat urusan lahan garapan. Secara organisasi, kita akan laksanakan sesuai prosedur dan tahapan yang ada.

Belakangan ini, kita dihebohkan dengan aksi-aksi kekerasan. Bagaimana Anda melihatnya?
Bilang saja, ormas yang premanisme. Sekarang kita coba mengembalikan ke defenisi preman itu sendiri. Antara tukang parkir yang meminta upah menjaga kendaraan dibanding koruptor yang mencuri uang negara triliunan rupiah, membunuh ribuan rakyat secara perlahan. Siapa yang lebih preman?

Apa yang menjadi penyebab kekerasan ormas tadi.
Menurut saya, ada tiga faktor. Politik dimana ada kepentingan politis dari seseorang atau kelompok tertentu. Kedua, ekonomi dimana anggota ormas tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Ketiga adalah kepentingan dari pengusaha atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertentu seperti depkolektor.

Apa yang harus dilakukan, baik oleh ormas itu sendiri juga pemerintah?
Organisasi masyarakat dilindungi oleh Undang Undang. Artinya ada aturan yang mengikat. Jadi kalau ada oknum ormas melakukan tindakan anarkis, kepolisian harus menindak oknum nakal tersebut.
Demo Protap beberapa waktu lalu adalah contohnya kenapa di Sumut tidak pernah terjadi aksi kekerasan ormas. Pemerintah juga harus membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi anggota ormas. Karena saya yakin, Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga sebuah ormas semua baik. Semua melarang penggunaan tindakan negatif.

Himbauan Anda kepada seluruh kader PP se-Sumut?
Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dan kader Pemuda Pancasila yang juga duduk di badan legislatif Tabagsel atas perhatiannya kepada organisasi. Kiranya moment Muswil MPW PP Sumut nantinya menjadi motivasi bagi seluruh pimpinan dan pengurus untuk membangun organisasi dengan cara yang mandiri dan elegan. (*)

Ambil Filosofi Memancing dan Berburu

Keterlibatan Anuar Shah di olahraga sudah dilakoni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimulai di cabang beladiri, pria yang akrab disapa Aweng ini pernah mendapat didikan dari Winta Karna saat bergabung di Kala Hitam Jalan Listrik Medan.

Ketika harus mengikuti orangtua ke Kota Pematang Siantar, Aweng bergabung di Tangan Kosong (Tako) di bawah asuhan sang guru, Djamin Purba. Sepak bola pun menjadi permainan masa kecil meskipun tidak seserius cabang beladiri tadi.

Tak heran, waktu luang yang ada diisi dengan kegiatan yang juga berbau olahraga. “Kalau lagi ada waktu luang saya sekarang suka memancing dan berburu. Kedua olahraga ini menurut saya sangat menantang, jantan, juga membutuhkan kesabaran yang tinggi,” jelasnya.

Bagi Aweng cabang memancing dan memburu menawarkan sebuah proses yang berhubungan dengan suasana yang berbeda. Seperti kesabaran saat menunggu ikan menangkap umpan dilanjutkan dengan menarik pancing dan menaklukkan ikan sebelum akhirnya kembali dilepas. Memancing sendiri pernah dilakoninya selama dua hari dua malam tanpa tidur.

Berbagai daerah sudah pernah dijajakinya untuk kedua kegiatan tadi seperti Sabang, Pulau Berhala, Pelabuhan Ratu, sebagian besar kawasan di Aceh, Pulau Ilik Madina, hingga ke Negeri Gajah Putih, Thailand. Perjalanan yang meninggalkan beberapa kisah kelak untuk selalu diingat. “Waktu berburu babi hutan di Aceh saya yakin kalau ke tujuh peluru yang saya tembak itu kena. Tapi itu babi malah berjalan santai dan tidak terluka sedikit pun. Saya berpikir mungkin ini yang dibilang rantai babi itu. Kita juga dengan mendiang Samin Pardede pernah nyaris ditelan tornado waktu mancing di Pulau Ilik Madina,” kenangnya. (jul)