31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13949

TV LED 3D dengan 4 Warna Dasar

Sharp Aquos Quatron

Dalam rangkaian roadshow program SHARP HISTORIA ke Kota Medan yang digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut mulai 23 sampai 26 Februari 2012, ada beberapa produk unggulan yang akan menyapa konsumen. Hal itu dikatakan Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2).

Menurut Gina, beberapa produk tersebut seperti Sharp Aquos Quatron 3D, TV LED 3 Dimensi yang menggunakan 4 teknologi warna dasar, yang pertama di dunia dan telah meraih penghargaan rekor bisnis sebagai produsen televisi pertama yang menggunakan teknologi 4 warna dasar.
Bahkan, Sharap juga menghadirkan produk terbarunya yaitu LCD berukuran jumbo 70-Inch Aquos Quattron disetiap kota yang disinggahi. 70-Inch Aquos Quattron merupakan LCD dengan ukuran terbesar yang diproduksi secara masal untuk kepentingan komersil. Produk Air Purifier dengan teknologi Ion Plasmacluster ini telah mendapatkan verifikasi dan sertifikat dari 14 badan penelitian di dunia termasuk Indonesia pun akan turut hadir.
“Teknologi Ion Plasmacluster ini  mampu menonaktifkan virus-virus dan bakteri penyebab alergi dan flu termasuk flu burung (H1N1) yang juga meraih penghargaan Rekor Bisnis sebagai Produsen Plasmacluster Generator Pertama di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkannya, produk unik lain yang dapat dilihat konsumen dan di uji secara langsung kegunaannya yaitu, Plasmacluster Helmet Cleaner (IG-CH2) yang berfungsi untuk membersihkan dan menyegarkan helm dengan 25.000 ion (ion positif dan ion negatif) yang tersebar di dalamnya.
Teknologi yang sudah diakui dari pakar teknologi dunia ini, bekerja dengan dinamis untuk membersihkan helm pengendara dari virus, bakteri, kuman, jamur, hingga bau tak sedap.

“Selain pada produk Air Purifier dan Helmet Cleaner, teknologi Ion Plasmacluster juga diterapkan pada produk AC dan kulkas SHARP. Seperti pada seri kulkas terbaru SHARP yaitu seri Vetro dan seri King Samurai, serangkaian produk lemari es yang stylish, hemat dan segar, teknologi terdepan, dan memiliki keunikan pada desain handle masing-masing pintu,” ucapnya.

Lanjutnya, selain itu hadir pula water oven Healsio yang memasak makanan lezat namun mampu mengurangi kadar garam dan lemak. (mag-11)
“Produk-produk tersebut juga selaras dengan salah satu visi SHARP tahun 2012 bertepatan HUT ke 100 yaitu, bertekad memberikan kontribusi kepada dunia melalui bisnis yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan dengan memfokuskan diri pada produk hemat dan penghasil energy (Eco-Positive Company),” urainya.

Di Indonesia sendiri, tambahnya,  SHARP telah memulai perjalanan panjangnya sejak tahun 1970. Bermula dari PT Yasonta, yang didirikan pada tahun 1970 sebagai perusahaan nasional,  pada tahun 1994 SHARP Corporation menjadikan PT Yasonta perusahaan patungan PMA dengan mengakuisisi PT Yasonta dan merubah namanya menjadi PT SHARP Yasonta Indonesia (SYI). Pada tanggal 1 April 2005 PT SHARP Yasonta Antarnusa (kantor cabang SYI) bergabung menjadi satu dengan PT. SHARP Yasonta Indonesia dan sejak Mei 2005 PT. SHARP Yasonta Indonesia berubah nama menjadi PT. SHARP Electronics Indonesia (SEID) seperti yang dikenal sampai saat ini. (mag-11)

Kenalkan Evolusi Teknologi Sharp

Road Show di Enam Kota Besar di Indonesia

MEDAN- Dalam rangka menyambut HUT SHARP Corporation ke-100 di tahun 2012 ini, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali melanjutkan program SHARP HISTORIA Road Show dengan mengunjungi enam kota besar di Indonesia yakni, Manado, Banjarmasin, Solo, Palembang, Jambi dan Medan.

Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2) mengatakan, di Kota Medan, SHARP HISTORIA digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut yaitu mulai 23 sampai 26 Februari 2012. Daya tarik dalam eksibisi ini adalah time tunnel display yaitu booth yang akan mengajak para konsumen SHARP menyaksikan perjalanan panjang sejarah perusahaan, melalui evolusi teknologi dan desain produk-produk SHARP dari masa ke masa.

“Sebelumnya kita telah menggelar program Sharp histeria road show di enam kota besar di Indonesia, yaitu Makassar, Balikpapan, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung beberapa waktu lalu. Setelah sukses menggelar acara tersebut, selanjutnya kita mengadakan rangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Sharp. Di Kota Medan, acara ini kita adakan selama 3 hari berturut-turut,” ujar Gina Handriany di Sun Plaza Medan.
Menurutnya, Sharp historia merupakan tema dari kegiatan brand activation SHARP yang menghadirkan nuansa sejarah panjang SHARP Corporation selama 100 tahun ke belakang. Konsumen dapat melihat perkembangan produk-produk SHARP dari tahun 1912 sampai masa kini yang mampu memberikan perubahan dalam gaya hidup yang lebih baik pada masyarakat dunia.

“SHARP juga berkontribusi dan selalu berusaha untuk memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan dengan mengusung teknologi hemat energi dan peduli kesehatan bagi para konsumen setianya. Eksibisi ini juga dilengkapi dengan fasilitas dan hiburan menarik bagi konsumen,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam kegiatan ini, SHARP menawarkan beragam kemudahan dan penawaran yang menarik bagi setiap konsumen yang melakukan transaksi minimal sebanyak Rp2 juta berhak mendapat produk Plasmacluster Moisturizer maupun  merchandise menarik lainnya. “Khusus di Kota Medan, SHARP akan memberikan potongan harga yang beragam dan hadiah langsung berupa produk SHARP yang tentunya sangat menarik,” jelasnya.
Selain itu, SHARP juga menyediakan begitu banyak fasilitas bagi konsumen, seperti WI-FI Zone gratis, Kids Playground dimana konsumen dapat mengajak anak-anak mereka bermain dan melakukan kegiatan interaktif yang mendidik seperti melukis uchiwa (kipas tradisional khas Jepang) bersama mereka, Children Cooking Demo yang mengajak anak-anak Kota Medan melakukan fun cooking pada 26 Februari mendatang.

“Ada juga Interactive White Board (IWB) yang merupakan produk terbaru dari SHARP dengan mengajak setiap konsumen melakukan beragam permainan melalui produk tersebut. Tidak hanya itu, nantinya, Sharp juga menghadirkan artis-artis nasional seperti Geisha dan Astrid. Di Medan, Band Geisha yang akan menghibur konsumen setia Sharp,” bebernya. (mag-11)

Adakan Pendidikan Lingkungan dan Energi Baru Terbarukan

SHARP HISTORIA Road Show akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan energi baru terbarukan, ‘School Visit – Early Education on Environment and Renewable Energy. Hal itu dikatakan PR & CSR Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Jumat (24/2).

Menurutnya, Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di tiap kota untuk mengadakan kegiatan pendidikan dini mengenai lingkungan dan energi baru terbarukan. Di Kota Medan, SHARP akan mengadakan kegiatan CSR tersebut dengan mengunjungi sekolah SD Kristen Methodist 1 di Jalan Hang Tuah No. 4 Medan.

“Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami kondisi bumi yang semakin tua dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dengan melakukan kegiatan yang bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan CSR ini merupakan kontribusi SEID terhadap lingkungan dan masyarakat di Indonesia. SEID senantiasa melakukan kegiatan CSR yang berkaitan dengan pelestarian dan pendidikan mengenai lingkungan.

“Kegiatan bersama anak-anak usia sekolah bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar sedari dini dan menjadi pembekalan di masa depan mereka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada program CSR yang dilakukan oleh SHARP HISTORIA road show kali ini, SEID mengangkat tema lingkungan dan energi baru terbarukan karena kepedulian SEID terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Dampak dari pemanasan global sudah dapat dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Dengan program ini, SEID ingin mengajak anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Di setiap sekolah, SEID akan memberikan pemahaman akan besarnya dampak pemanasan global bagi kelangsungan mahkluk hidup di bumi, lalu merangsang anak-anak agar dapat berfikir dan melakukan suatu tindakan positif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menciptakan suatu ide akan penghasil energi alternatif di masa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, SEID juga menyumbangkan alat-alat kebersihan, produk kesehatan PCI Generator dan alat biopori untuk setiap sekolah yang dikunjungi, SEID mensosialisasikan kegiatan pembuatan lubang biopori yang salah satu fungsinya yaitu untuk menghindari krisis air di musim kemarau, karena air hujan akan mudah diserap oleh tanah.

Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat tergerak untuk melakukan suatu gerakan yang mampu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.(mag-11)

Korupsi PNS Muda dan Krisis Kaderisasi Berjabatan

Oleh: Jadi Pane SPd

Sekelomok orang muda yang menjadi PNS dengan usia antara 25-28 tahun dicurigai oleh PPATK mempunyai rejening gendut mencapai miliaran rupiah. Kita pun tersentak dan tercengang tentang jumlah rekening gendut itu. PNS muda itu sangat produktif, tetapi produktivitas yang salah kaprah dan menggerogoti negara.

PNS muda yang ada di Departemen Keuangan itu punya jabatan yang sangat strategis. Kita tidak tahu atas pertimbangan apa mereka dengan usia yang relatif muda dan sudah punya jabatan. Untuk kesekiankalinya terjadi abused of power yang pada akhirnya mengarah pada perampokan uang negara.
Memang motif dan modus perampokan uang negara sangat beragam. Tetapi yang paling sering terjadi adalah bentuk penyahgunaan jabatan untuk memperkaya diri sendiri. Kondisi ini hampir terjadi di semua unit kerja pemerintah. Baik Pemda dan Departemen pusat. Untuk mengurus perizinan saja di negara kita uang di bawah meja harus disediakan, jangan-jangan jumlahnya bisa sangat besar. Mental PNS kita yang sudah terlanjur bobrok membuat pengelolaan negara tidak pernah efektif dan efisien. Akibatnya, program pembangunan banyak yang terbengkali dan pembangunan mutunya sangat rendah. Bagimana lagi melakukan perubahan dalam konteks perbaikan negara jika orang yang memegang kata kunci perubahan itu belum berubah, baik secara mental dan kualitas?

Kita punya konsep yang namanya remunerasi dan sudah diterapkan dengan tujuan mengoptimalkan kinerja PNS dalam melayani masyarakat. Hasilnya tetapi belum maksimal, bahkan semakin parah. Padahal di satu sisi strategi remunerasi melahirkan kesenjangan. PNS yang bekerja di Depkeu, khususnya Bea Cukai dan Perpajakan akan punya pendapatan yang sangat besar. Gaji mereka bisa lebih besar empat kali lipat dari guru SMA sekalipun berpendidikan Magister (MPd misalnya). Kalau ini diperdebatkan, apa dasar pegawai Depkeu gajinya lebih besar daripada pendidik?

Kita pasti menerima jawaban dari pemerintah pegawai Depkeu mengelola uang negara dan merupakan ujung tombak penerimaan negara. Lantas, apakah guru juga tidak ujung tombak pembangunan negara ini? Guru mendidik dengan maksimal, mengajari karakter, transformasi ilmu pengetahuan, pembangunan ahlal yang semuanya ini adalah bekal hidup anak didik dan ke depan akan menjadi generasi bangsa. Guru juga berperan vital dalam konteks pembangunan bangsa. Sementara guru tidak mengalami remunerasi, PNS muda di Depkeu mengalami remunerasi.

Kultur atau budaya berjabatan di negara kita ternyata masih feodalistik. Pejabat tidak pernah merasa jabatan itu adalah beban dan amanah jika gagal dijalankan. Seorang pejabat dalam menjalankan tugasnya punya target yang salah. Bukan rahasia umum lagi jika Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) adalah mesin uang kepala daerah. Maka jabatan ini tidak akan pernah diberikan pada orang pintar, berintegritas, punya visi. Ini jabatan diberikan bagi mereka yang loyal, apalagi loyal dalam memberikan setoran kepada kepala daerah. Inilah yang terjadi sebenarnya. Jabatan dianggap sebagai mesin uang dan mmeebrikan uptei. Paradigma ini sudah lama terpola di pemerintahan kita. Makanya kinerja PNS selalu tersenat dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ketika tuntutan masyarakat sangat tinggi supaya PNS berubah untuk menjadi pelayan yang baik, PNS memang secara konsep membuat konsep perubahan. Mereka melakukan berbagai Diklat, mengundang media konferensi pers tentang konsep perubahan mereka, membuat reformasi birokrasi dalam konteks departemennya, dan paradigma kerja yang terukur, efektif, dan efisien dengan harapan masyarakat bisa menerima bahwa PNS sudah berubah.

Praktiknya, layanan-layanan kepada publik seperti layanan administrasi pemerintahan, layanan kesehatan, layanan pajak, layanan pendidikan masih jauh dari harapan. Jabatan-jabatan formal yang diharapkan menjadi ujung tombak dan penggerak agar mutu pelayanan segera diperbaharui ternyata gagal total. Pemilik jabatan pun seringkali mereasa mereka tidak gagal, bahkan merasa tidak pernah bersalah tentang kegagalan unit kerja yang dipimpinnya. Mereka tidak pernah melakukan instropeksi diri tentang kegagalan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

PNS muda dengan rekening gendutnya sedang dalam sorotan publik, khususnya media massa. Sorotan ini diharapkan menjadi momentum bagi reformasi birokrasi yang menyentuh akar persoalan. Penyahgunaan jabatan sebagai musuh utama reformasi birokrasi harus dituntaskan. Jabatan perlu dibangun dengan paradigma berpikir yang baru. Tujuan jabatan adalah memudahkan masyarakat mendapat pelayanan yang prima. Jabatan yang ada perlu disosislaisasikan kepada semua PNS bahwa itu dipergunakan melayanai masyarakay. Jabatan bukan untuk diobral untuk memburu rente.

Paradigma yang positif tentang jabatan adalah apabila semua pejabat menganggap jabatan itu adalah amanah dan bukan menaikkan status sosial. Dengan demikian kita sampai pada sebuah fase berjabatan yang baik. Berjabatan yang baik terukur apabila masyarakat tidak lagi mengeluh masalah kinerja PNS. Untuk menduduki jabatan perlu seleksi yang sangat ketat, mengedepankan manusia yang mau bekerja untuk rakyat, kreatif dan inovatif, dengan demikian target utama birokrasi dalam menggenjot pembangunan bisa tercapai dengan baik.

PNS muda dengan rekening gendutnya yang mencapai miliaran rupiah tentu menajdi tsunami birokrasi. PNS muda itu mmeberikan gambaran bahwa kita mengalami krisis kaderirasasi berjabatan yang baik dan benar. Ini harus diusut tuntas dalam konteks reformasi birokrasi yang bertujuan melayani masyarakat. Negara yang dikelola oleh para bandit akan mmebuat negara itu lumpuh. Bandit yang bekerja dengan tujuan uang dan materi bisa menghalalkan segala cara agar tujuand an cita-citanya bisa tercapai dengan baik.

Untuk itu, saatnya PNS muda yang lain menyadari bahwa fungsi dan peran utama mereka adalah melayani masyarakat dengan baik. Bukan memperkaya diri dengan menyahgunaan jabatan untuk menumpuk harga di bank dalam jumlah yang sangat fantastis. Perlu upaya hukum menyelidiki dari mana sumber uang PNS muda itu. Agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kemudian jabatan perlu disosialisasikan dengan baik untuk melayanai masyarakat, dan pimpinan perlu mendudukkan orang yang tepat untuk menduduki jabatan itu agar misi dan visi birokrasi kita dalam memberikan pelayanan optimal, prima dan baik bisa tercapai dengan baik pula. Segala bentuk krisis berjabatan harus diakhiri dengan memulai sesuatu yang berguna buat bangsa ini.(*)

Penulis adalah mantan Sekretaris Umum DPD GAMKI Sumut

Budayakan Hidup Bersih

Gotong Royong Massal di Kecamatan Medan Amplas

Kegiatan gotong royong massal yang terus ditingkatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, merupakan program untuk membudayakan hidup bersih bagi masyarakat Kota Medan, agar tercipta lingkungan yang bersih.

“Ini sudah menjadi program Pemko Medan dengan membudayakan hidup bersih bagi masyarakat. Kalau lingkungan bersih, masyarakatnya akan sehat. Otomatis, kecerdasannya juga baik. Karena itu penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menggerakkan kembali gotong royong,” kata Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM disela-sela acara gotong royong masal di Jalan Selamat Ujung, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/2) pagi.

Selain itu, lanjut Rahudman, Pemko Medan juga melihat aspek-aspek lain seperti pentingnya keluhan masyarakat yang mengaku belum ada terealisasinya jalan setapak di lingkungan Medan Amplas.

“Masyarakat tidak perlu lagi harus memutar jika ingin ke Jalan Seksama. Pemko Medan akan membuka jalur alternatif dari Jalan Selamat Ujung ke Jalan Seksama. Dinas Bina Marga Medan diminta untuk melaksanakan pembersihan agar masyarakat bisa segera melalui jalan tersebut,” ucapnya.
Dijelaskannya, lahan kosong yang berada di ujung Jalan Selamat, bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif untuk tembus ke Jalan Seksama.

“Adapun panjang jalan tersebut 375 meter berada di pinggir Sungai Denai dengan status lahan inspeksi oleh Badan Warisan Sumatera (BWS). Jadi pembebasannya tidak akan mengalami kendala karena jelas lahan itu milik Pemko Medan,” cetusnya.

Untuk membuka jalan ini, Rahudman memerintahkan Dinas Bina Marga Medan membersihkan lahan kosong tersebut terlebih dahulu untuk kemudian di pasang lampu penerang jalan. Pengerjaannya harus dilakukan sesegera mungkin agar jalan tersebut bisa langsung dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

“Kalau sudah dibuka, langsung pasang lampu jalan. Tapi nantinya jalan ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua dan tiga saja. Sedangkan roda empat dilarang, untuk menghindari terjadinya kemacetan atau lainnya,” pintanya.

Namun, karena jalan ini berada di pinggir sungai, masyarakat hendaknya bisa tetap menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi khusus di buang di pinggir sungai. Untuk itu masyarakat sekitar harus menumbuhkan rasa kegotongroyongan yang sudah mulai hilang.

“Kegiatan gotong royong harus dibudayakan dari tingkat lingkungan. Pembukaan lahan kosong menjadi jalan alternatif ini sudah pernah dilakukan di Jalan Turi Ujung, Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai dengan panjang 273 meter dan lebar 4 meter. Jalan tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh empat kepala keluarga selaku pemilik lahan tersebut,” bebernya.

Camat Medan Amplas, Emir Mahob Lubis mengatakan, pihaknya siap mendukung program yang dilakukan Pemko Medan. Pembukaan jalan dan gotong royong bersama akan ditingkatkan agar kebersihan di kota ini tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk bertanggungjawab terhadap lingkungannya. Sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak membuang sampah kedalam sungai. Dengan begitu, masyarakat mengerti untuk melakukan pengelolahan terhadap sampahnya. Itu juga membuat masyarakat semakin sadar dengan kebersihan. Dimana, peran serta masyarakat itu sangat penting,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Medan, Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera membersihkan lahan kosong yang akan dijadikan jalur alternatif tersebut. Selanjutnya dilakukan perataan dan pemasangan lampu jalan.

“Semua proses itu akan dilakukan sesegera mungkin. Kami buka lahan dulu dengan melakukan penyisiran,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar menambahkan, pihaknya akan terus membudayakan gotong royong agar program Pemko yang menargetkan Medan Bebas Sampah pada Juni mendatang tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan termasuk parit yang ada agar tidak ada sampah menumpuk,” ucapnya.
Sampai sekarang, sebut Pardamean, sudah 15 kecamatan yang melaksanakan gotong royong seperti ini. Diharapkan masyarakat lain bisa ikut menggerakkan hal serupa sehingga timbul kebersamaan untuk menyukseskan program tersebut.(adl)

Tertibkan Pedagang di Jalan Pimpinan

083194358xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan mohon kiranya kepada Bapak dapat segera menertibkan (menutup) pengangkutan dan tempat kios pedagang yang semakin merajalela di Jalan Pimpinan Gang Cempaka Nomor 10 Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan, persis di area pemukiman penduduk. Kami masyarakat sekitar sudah sangat terganggu dengan bau yang menyengat dari tong-tong ikan, kebi-singan, dan polusi udara yang ditimbulkan dari truk-truk yang keluar masuk dan tampaknya pihak kepling dan kelurahan hanya menutup mata melihat keadaan yang sudah jelas-jelas melanggar Perda. Untuk itu kepada Bapak wali kota kami mohon dan tunggu tindak lanjutnya, terima kasih.

Saya Konfirmasi ke Kelurahan

Terima kasih atas informasinya, secepatnya saya akan konfirmasi dengan pihak kelurahan untuk dicari solusi terbaik.

Rahmat Harahap SSos
Camat Medan Perjuangan

Kami Tertibkan

Pada prinsipnya kami Sat Pol PP Kota Medan siap melakukan penertiban dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Medan Perjuangan sebagai pemilik wilayah. Selanjutnya, kami akan melakukan penertiban bila edaran dari pihak kecamatan sudah disebarkan. Kami  mengimbau kepada para pedagang agar tidak berdagang di fasilitas umum yang dapat mengganggu keter-tiban warga lainnya. Terima kasih.

Kriswan
Kepala Sat Pol PP Medan

Jangan Pilih Kasih

Pemko Medan melalui perpanjangan tangannya di tingkat kelurahan hingga kecamatan harus peka terhadap keluhan warga. Salah satunya seperti yang disampaikan melalui pesan singkat ini. Kalau memang sudah mengganggu kenyamanan warga, coba lihat lagi keberadaan kios pedagang itu.
Sesuai dengan izinnya atau tidak. Kalau tidak sesuai harus segera ditertibkan, jangan ada pi-lih kasih. Untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional Pemko harus melakukan penataan se-perti membuat aturan yang tidak merugikan warga sekitar. Terima kasih

Jumadi
Ketua Komisi C DPRD Kota Medan

Perbaikan Jalan Terhadang Berkas

08126582xxx

Yth Pemkab Deliserdang mohon segera perbaiki mulai simpang Sei Mencirim, Mikro, Paya Geli, Simpang Lowok, dan Johar. Semuanya hancur dan ba-nyak terjadi kecelakaan dikarenakan jalannya berlubang-lubang. Sudah kami tanyakan sama lurah setempat dan mereka bilang sudah buat laporan ke camat, tinggal ke Pemkab Deliserdang. Sangkutnya di mana semua berkasnya? Trima kasih.

Apakah Dibawa Pada Musrembang Kabupaten

Untuk permasalahan perbaikan jalan ini, Pemkab Deliserdang baru saja melaksanakan Musrembang se-Kabupaten Deliserdang. Pada kesempatan itu seluruh camat mengajukan poin-poin apa saja yang butuh perbaikan. Masalahnya, apakah camat terkait sudah mengajukannya dalam Musrembang 2012 lalu?

Terima kasih
Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Bulan Kelahiran Salah

081263252xxx

Kepada Yth Pak Kadis Pendudukan, Rabu kemarin saya sudah mengisi biodata untuk e-KTP di kantor camat. Ternyata bulan kelahiran saya salah, saya sudah minta perubahan tidak dikasih. Seribu alasan mereka katakan pada saya. Tolong Pak kasih penjelasan apa benar itu tidak bisa dirubah? Seta-hu saya tidak ada yang tidak bisa dirubah, trima kasih.

Sampaikan ke Dinas Kependudukan

Memang benar, ketidaksesuaian jenis kelamin dan tanggal lahir tidak bisa dilaksanakan perubahan di kecamatan pada saat perekaman. Oleh sebab itu sampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk di update, setelah itu baru dilaksanakan perekaman.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Gunakan Foundation yang Ringan

Jangan Salah Menggunakan Make – Up 

Kecantikan sangat berarti bagi kaum wanita. Penggunaan make-up terkadang menjadi keharusan. Namun banyak wanita yang tidak tahu bagaimana cara menggunakan make –up yang benar. Padahal,  salah  cara penggunaannya bisa menyebabkan kerusakan pada kulit wajah.

MEDAN- “Selain pemilihan produk kecantikan harus tepat, pemakaian make-up nya juga tidak boleh asal-asalan. Apalagi membersihkan sisa kosmetik di wajah, juga harus maksimal,” ujar Marcomm Manager Etude House, Herry dalam acara Aplaus & Etude Beauty Workshop di Komplek Multatuli Blok C Medan, Jumat (24/2)

Dalam acara tersebut juga diadakan beauty class. Para peserta wanita yang berjumlah sekitar 50-an orang mendapatkan tips-tips pemakaian make-up yang baik.

Menurut Herry, penggunaan foundation terlalu tebal megakibatkan wanita terlihat lebih tua dari usianya. Gunakan foundation yang ringan dan meresap. Semakin tipis foundation yang digunakan maka semakin baik, karena dasarnya, foundation memiliki tekstur yang cukup tebal untuk melapisi
“Mengenakan foundation sebaiknya dari arah atas kebawah mengikuti pertumbuhan bulu-bulu halus pada wajah, ini merupakan dasar penggunaan make up. Spon yang digunakan langsung di aplikasikan ke wajah,” katanya.

Untuk pemakaian eye shadow juga perlu diperhatikan. Eye shadow untuk mempertajam bentuk mata. Namun pemakaian eye shadow bukan berdasarkan warna kulit tapi dari ukuran kelopak mata. “Kalau kelopak mata kecil, gunakan warna gelap supaya mata terlihat lebih besar,” urainya.

Selanjutnya, pemakaian bedak tabur, baik digunakan untuk bagian wajah yang cenderung mengkilat seperti hidung dan dagu. Namun di bagian wajah yang lain, bedak tabur bisa memberikan kesan menonjolkan kerut wajah dan membuat kulit wajah terlihat amat kering. Hindari juga menggunakan bedak tabur di daerah mata agar eye shadow yang dipakai bisa menempel.

Sementara pemakaian blush on merah muda, sebaiknya dibagian tulang pipi, dan jangan sampai terlalu dekat dengan hidung. Gunakan kuas besar untuk membaurkan warnanya. Hilangkan kebiasaan menggunakan warna seperti keungunan dan kecoklatan. Karena pada wanita kurus akan membuat wajah terlihat makin kempot dan pada wanita yang memiliki pipi gemuk akan terlihat seperti badut.

Sedangkan untuk pemakaian maskara yang terlalu tebal akan membuat bayangan di bawah mata makin terlihat. Ini menyebabkan penampilan jadi lebih tua. “Gunakan warna maskara yang pekat untuk menonjolkan warna putih dari bola mata,’’ungkapnya.

Dengan mempelajari tips-tips tadi,  para wanita tidak terjebak dalam kesalahan pemakaian make-up. Produk Etude House sendiri memiliki banyak kelebihan, antara lain  mengandung bahan natural  yang dapat membuat   wajah lebih fresh. (mag-11)

Tidak Bisa Lepas dari Kucing

Marissa Anggraini dan Fitriana Putri, Anggota Komunitas Medan Cat Club

Hewan peliharaan yang satu ini sangat menarik dan lucu, dengan bulu halus dan lembutnya mampu menarik perhatian. Ya, kucing, hewan berkaki empat yang memiliki sifat manja ini menjadi pilihan kaum hawa untuk menjadi teman permaiannnya.

Seperti halnya  Marissa Anggraini dan Fitriana Putri. Marissa, yang biasa disapa Icha ini sejak 9 tahun yang lalu telah mulai memelihara kucing persia. Rasa cintanya pada kucing membuat dirinya menambah hewan peliharaan ini, dari awalnya satu, yang hingga saat ini menjadi 6 ekor kucing. “Awalnya cuma satu, tetapi geram lihat yang lain jadi bertambah meliharanya, hingga sekarang sudah 6 ekor,” ujar Icha.

Sementara Fitrianan Putri, yang biasa disapa puput ini juga mulai menyukai kucing sejak 1 tahun yang lalu. Kegemarannya akan kcing didukung penuh oleh orangtua. Bahan ruangan khusus telah disiapkan untuk hewan peliharaannya yang sudah mencapai 16 ekor.

Kecintaan pada kucing ini, membuat mereka tidak peduli dengan pengeluaran untuk sang kucing. Bahkan, Puput mengaku harus mengeluarkan minimal Rp3 juta untuk makanan si kucing, sedangkan Icha hanya Rp1 juta per bulan untuk makanan kucing. “Biaya itu belum seberapa, karena kita pelihara kucing Persia, jadi butuh salon dan pengobatan,” ungkap Puput.

Untuk salon sang kucing, minimal dana yang dikeluarkan Rp40 hingga 50 ribu per bulan. Belum lagi pengobatan, karena pada umumnya, kucing sangat sensitif dengan penyakit, seperti jamur yang membuat bulu rontok, parasit kuping, dan lainnya. “Untuk melihat kucing sakit atau tidak tinggal dilihat dari matanya atau dari kelincahan sang kucing,” tambah Icha.

Kegemaran 2 remaja putri ini menjadikan mereka seorang pengusaha kecil-kecilan, karena anak kucingnya bisa dijual. Bahkan, puput membuat Pet Shop untuk menampung penjualanan kucing.

Untuk mengembang biakkan kucing, biasanya dua remaja putri yang tergabung dalam MCC (Medan Cat Club) ini akan bertanya sesama teman. “Kita buat perjanjian, misalnya jantannya dari siapa, maka betinanya dari saya, nah kalau sudah melahirakan, hasilnya kita bagi, pokonya sesuai dengan perjanjian lah,” ungkap Puput.

Kalau harus  meninggalkan rumah dalam beberapa hari, kucing mereka titip ke teman sesama anggota MCC agar tetap ada yang merawat.
Walau menyita waktu mereka, tetapi rasa sayang pada terus bertambah seiring waktu. “Bayangkan, kalau kita lagi capek, kucing datang dengan bulunya yang lebat  dan lembut, bergelut manja di lengan kita, rasanya seperti kita itu dibutuhkan. Makanya tidak bisa lepas dari kucing,” ujar Puput . (ram)