Home Blog Page 1396

Gojek Gandeng Lembaga dan Organisasi Kredibel untuk Pastikan Kualitas Pelatihan Terbaik bagi Mitra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan pelatihan dan pembekalan secara maksimal Gojek mengandeng Lembaga dan Organisasi Kredibel untuk Pastikan Kualitas Pelatihan Terbaik bagi Mitra dalam memberikan pemahaman “Dalam memberikan dan pertahankan kualitas layanan terbaik bagi pelanggan di medan, kita mengadakan Bengkel Belajar Mitra (BBM) dengan menggandeng lembaga dan organisasi yang kredibel untuk memberikan materi pelatihan” ucap Sahli Adrian Fauzi selaku District Head Gojek Medan, kemarin (27/6/23).

Dalam menyampaikan pelatihan Pelayanan Prima, Gojek menggandeng Worldwide Quality Assurance (WQA), yakni lembaga internasional yang selama ini fokus melatih perusahaan-perusahaan nasional di berbagai industri untuk hadirkan layanan yang berkualitas kelas dunia.

Adapun materi pelayanan prima yang disampaikan juga mengacu kepada Tata Tertib Gojek (Tartibjek) bagi mitra driver, termasuk di antaranya cara bersikap/berbicara yang sopan kepada pelanggan, serta cara berperilaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan selama perjalanan. Selain paparan teori, penyampaian materi juga dilakukan dengan metode roleplay agar lebih menarik dan mudah dimengerti oleh para mitra.

Muhammad Aristian, Regional Manager World Quality Assurance Asia Pacific, yang juga sebagai pemateri dari Worldwide Quality Assurance (WQA), menyampaikan berbagai materi bagaimana memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat ataupun customers agar Gojek berbeda dari brand-brand lainnya yang sekarang mulai banyak bermunculan. “Kita ingin Gojek ini ada nilai yang lebih dalam pelayanan dibandingkan dengan yang lainnya. Tidak hanya sekedar senyum sapa saja. Tetapi nantinya kami akan berikan salah satu cara yang mampu menjadi nilai plus dan tersendiri dari Mitra gojek ini dalam melayani masyarakat, yang mungkin belum ada dilakukan oleh brand manapun” ucap Aris.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh Mitra Gojek yang hadir, seperti Iskandaryang mengaku mulai bergabung dari tahun 2017 merasakan amat sangat senang dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut. “Kami dapat pembekalan yang sangat bagus dalam hal pelayanan dan melayani masyarakat. Di sini juga kami bisa mengembangkan diri dalam memberikan pelayanan kedepannya” ucap Iskandar yang merasa sangat terbantu perekonomiannya setelah bergabung menjadi Mitra Gojek.

Selain Iskandar, Siti Nurhasanah yang bergabung dari tahun 2018 ikut juga merasakan hal yang sama. “Ini saya sudah mengikuti yang kedua kalinya. Dan saya sangat senang bisa mendapatkan pembekalan dalam hal pelayanan serta pendidikan terkait kekerasan seksual” terang Siti. Baik Siti maupun Iskandar begitu senang dan berdasarkan pengalaman segalanya dirasakan mereka baik-baik saja dan tidak ada mendapati keluhan yang tidak baik terhadap pelayanan yang selama ini mereka berikan. (ika)

GMKI Gelar Sosialisasi UU TPKS, Saatnya Mahasiswa Lawan Kekerasan Seksual.

Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun menggelar kegiatan seminar online (webinar) tentang partisipasi mahasiswa dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Momentum Mewujudkan Mahasiswa Anti Kekerasan Seksual, pada hari Senin, 26 Juni 2023. Selain Walikota, hadir sebagai Narasumber Kanit PPA Polres Pematang Siantar, Aktivis Perempuan HKBP Erlina Christina Pardede, Akademisi STIE Sultan Agung Dr. Marisi Butarbutar dan Ketua Alumni Kampus Merdeka Gading S. Acara yang dimoderatori Kabid Akspel GMKI, Rezeki Situmeang via Zoomnya dibuka oleh Ketua GMKI Armada Simorangkir.

Pada pemaparannya, Walikota mengaku UU TPKS sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memerangi kekerasan seksual yang meningkat termasuk di kota-kota besar, pihaknya mengaku UU ini harus disosialisasikan agar masyarakat berani melaporkan tindakan kekerasan seksual yang mayoritas menimpa kaum perempuan ini.

“Tentunya yang akan dilakukan Pemko Pematang Siantar adalah sosialisasi ke masyarakat agar berani melaporkan tindakan kekerasan seksual dan tahu hak-hak yang akan didapat oleh korban”, ujar Susanti.

Sementara Berdasarkan data yang diurai Polres Pematang Siantar, sepanjang 2023 ada 25 kasus kekerasan seksual yang ditangani pihaknya dan ada yang dilakukan oleh hubungan sedarah pada sebuah keluarga.

“Kita upayakan semua kasus tersebut memberikan rasa keadilan kepada korban sesuai amanat UU TPKS bukan sekedar memproses hukum pelaku saja”, ujar Kanit PPA Polres Pematang Siantar.

Senada dengan Polres, Aktivis Perempuan HKBP Erlina Pardede menjelaskan ada budaya di keluarga membahas soal seks itu pantang atau tabu sehingga suatu waktu kita menjadi takut dan malu melaporkan kekerasan seksual.

“Kita harus berani membicarakan yang kita alami kepada orang-orang yang kita percaya dan jangan pernah menyalahkan korban karena mereka juga tidak menyangka menjadi korban”, ujar Erlina sembari berharap mahasiswa juga berani membahas isu-isu kekerasan seksual yang menghantui dunia Perguruan Tinggi.

Akademisi STIE Sultan Agung Dr. Marisi Butarbutar menekankan pentingnya menerapkan UU TPKS di kampus untuk mencegah pelecehan antar mahasiswa bahkan oknum dosen dilingkungan Perguruan Tinggi karena pelecehan termasuk 1 dari 3 dosa besar pendidikan.

“Kita ingin ada satgas anti kekerasan seksual di kampus supaya Mahasiswa dan Dosen dapat merasa aman serta membuat prosedur dan sanksi tegas bagi pelaku nakal di kampus agar korban berani melapor sesuai amanat Permendikbud 30 tahun 2021”, ujar Dr. Marisi.

Sementara Ketua Alumni Kampus Merdeka Kota Siantar, Gading S meminta Pemko membuat program rumah aman untuk menampung korban kekerasan seksual yang takut untuk melapor dan meminta Polres agar tidak ada lagi kasus pencabulan yang berujung damai sesuai amanat UU TPKS.

“Regulasinya jelas itu harus dianggarkan UPTD PPA di Pemda agar korban bisa dilindungi fisik dan mentalnya dibangunlah Safe House seperti yang sudah dibuat WCC HKBP, dan Polres juga wajib menangani kasus TPKS sekalipun sudah berdamai”, ujar Gading.

Ia mengingatkan peserta webinar yang umumnya pengguna medsos agar hati-hati memakai medsos karena banyak pelecehan seksual terjadi di medsos sekalipun modusnya suka sama suka.

Diakhir kegiatan diwarnai tanya jawab dari puluhan peserta dan pesan dari Ketua GMKI Armada Simorangkir agar pengguna medsos tidak posting foto terlalu mencolok karena bisa diambil orang untuk akun palsu dengan tujuan eksploitasi seksual.

Tampak kegiatan ditutup dengan foto bersama dan kampanye anti kekerasan seksual. (rel/sih)

Gojek Beri Pembekalan pada Mitra Terkait Kekerasan Seksual

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangkaian kegiatan BBM (Bengkel Belajar Mitra) yang diadakan oleh Gojek. Seluruh Mitra juga dibekali tekait Kekerasan Seksual. Pelatihan Anti-Kekerasan Seksual tersebut difasilitasi oleh organisasi Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan (DEMAND), bagian dari Koalisi Ruang Publik Aman.

Anindya Restuviani selaku Program Director DEMAND (Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan Seksual) mengungkapkan, “Ini sudah memasuki tahun keempat kami berkolaborasi dengan Gojek untuk mengajak para mitra driver berperan aktif dalam mencegah tindak kekerasan seksual di sekitarnya. Konsistensi Gojek yang terus berupaya untuk menjaga keamanan ekosistemnya dari tindak kekerasan seksual patut diapresiasi. Ini sesuai dengan tujuan bersama Demand dan Gojek dalam menciptakan ruang publik yang aman bagi semua.”

Pada pelatihan tatap muka, mitra driver berkesempatan mengenal apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual, jenis kekerasan seksual, serta dampak kekerasan seksual secara mendalam. Mitra juga dilatih untuk mempraktikkan cara membantu korban kekerasan seksual dengan menggunakan metode intervensi saksi (active bystander).

Selain bekerja sama dengan DEMAND, Gojek juga bekerja sama dengan salah satu lembaga non profit lokal yaitu LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Medan. Nantinya selain edukasi sinergi Gojek dengan lembaga ini juga akan dilanjutkan dalam bentuk penyediaan pendampingan baik mitra maupun konsumen yang menjadi korban tindak kekerasan seksual.

Sementara itu Ratna Susianawati, selaku Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang juga hadri dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasinya untuk inisiatif yang dilakukan oleh Gojek, “Saya menyatakan apresiasi kepada Gojek atas inisiatif dan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kekerasan seksual dan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Gojek dengan KemenPPPA yang ditandatangani pada tahun 2020 lalu.

Dengan demikian kegiatan ini bisa bertujuan untuk menjadi bentuk kolaborasi semua pihak dan berbagi peran dalam menciptakan ruang publik yang aman bagi masyarakat. Dengan semakin banyaknya mitra driver yang paham mengenai hal ini maka akan semakin meminimalisir terjadinya kasus kekerasan khususnya kekerasan seksual di ruang publik.”

Langkah edukasi yang Gojek lakukan tidak hanya menyasar mitra driver. Pelatihan berkelanjutan terkait penanganan pelaporan kekerasan seksual juga diberikan bagi Tim Unit Darurat, baik tim yang bertugas menerima laporan melalui tombol darurat, maupun tim yang menangani laporan di lapangan. Informasi lebih lengkap terkait upaya Gojek dalam menciptakan ruang aman dari tindak kekerasan seksual dapat diakses masyarakat luas melalui Pusat Edukasi dan Bantuan gjk.id/lawankekerasanseksual.(ika)

Gojek Kembali Gelar Bengkel Belajar Mitra (BBM) 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gojek, layanan on-demand terdepan di Asia Tenggara, kembali menggelar rangkaian kegiatan Bengkel Belajar Mitra (BBM) di Kota Medan. Kali ini, BBM hadir dengan dua topik; yakni pelayanan prima dan anti kekerasan seksual. Pelatihan ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas layanan mitra driver sebagai kunci unggul Gojek dalam layanan transportasi online di Indonesia, sekaligus menjadikan mitra driver sebagai agen pelopor dalam menciptakan ruang aman di publik.
Sebelumnya, penelitian dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menemukan bahwa Gojek telah menjadi layanan transportasi online yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Keunggulan ini menurut INDEF, dilandasi oleh keamanan berkendara dari mitra driver Gojek sehingga memberikan rasa aman bagi pengguna layanan transportasi online yang menjadi prioritas dari para pengguna.
Sahli Adrian Fauzi selaku District Head Gojek Medan menyampaikan, “Pelatihan Bengkel Belajar Mitra (BBM) adalah bagian dari rangkaian kegiatan terintegrasi dan berkelanjutan dari Gojek untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu kualitas mitra driver agar selalu menjadi andalan pelanggan dan terbaik di Industri. Kegiatan ini telah konsisten Gojek adakan sejak 2018 di beberapa kota se-Indonesia. Kami percaya dengan kualitas layanan yang prima serta kepedulian mitra-mitra kami untuk menjadi agen pelopor dalam menciptakan ruang aman di publik demi menjadikan Gojek sebagai pilihan utama pelanggan.”
Pelatihan BBM menyasar mitra-mitra yang merupakan perwakilan komunitas, sehingga diharapkan ilmu yang mereka dapat melalui pelatihan ini dapat turut disebarkan kepada mitra-mitra lainnya dengan jangkauan yang lebih luas. Selama ini, BBM telah memberikan pelatihan yang dapat menunjang operasional para mitra dalam melayani pelanggan seperti pelatihan P3K, perawatan kendaraan, keselamatan berkendara, bahasa Inggris, hingga wirausaha dan pengelolaan keuangan.
Selain pelatihan tatap muka melalui BBM, Gojek juga terus menyediakan pelatihan berbasis online yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun melalui fitur Tips Pintar di aplikasi mitra driver. Tingginya antusiasme mitra driver dibuktikan dengan ragam modul Tips Pintar yang telah diakses sebanyak lebih dari 14 juta kali oleh hampir 1 juta mitra driver.
Sahli menambahkan bahwa BBM dan Tips Pintar adalah bagian dari tiga pilar inisiatif Gojek dalam menjadikan mitra driver paling andal dengan kualitas serta perilaku terbaik dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Adapun ketiga pilar tersebut terdiri dari:
1. Pilar Pembelajaran dan Pengembangan (BBM dan Tips Pintar)
2. Pilar Keterlibatan Mitra Driver dan Pelanggan (Forum Kopdar dan Kolom Komentar Pelanggan di Aplikasi)
3. Pilar Apresiasi (Driver Jempolan)
“Selain memberikan pelatihan, penting bagi kami untuk terus melibatkan masukan para mitra driver dan pelanggan untuk mengetahui apa yang butuh dilatih dan diperbaiki. Di samping itu, apresiasi harus diberikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya untuk menghargai serta memotivasi mitra untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” jelas Sahli. Acara dan kegiatan berlangsung di Hotel Santika Medan, dengan menghadirkan 75 Mitra Gojek dari 12 komunitas, dengan 50 orang mitra dari roda 2, dan 25 orang mitra roda 4. (ika)

Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi Sambut Baik Keberadaan PWI

AUDENSI: Penjabat Wali Kota Syarmadani saat menerima audensi pengurus PWI Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Syarmadani, menyambut baik keberadaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Tebingtinggi.

“Karena memang kekuatan negara itu tidak hanya 3 pilar (pemerintah, swasta dan rakyat) namun pers menjadi kekuatan berikutnya. Terutama dalam penguatan di internal dan eksternal yang tidak diintimidasi, tidak diintervensi, tidak keberpihakan,” ujar Syarmadani saat menerima audiensi kunjungan silaturahim PWI Tebingtinggi di Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa (27/6/2023)

Sejalan dengan keberadaan PWI tersebut, Syarmadani menyampaikan sinergi dan kerjasama yang telah terjalin selama ini, untuk dapat dilanjutkan, tentunya dengan kualitas yang semakin meningkat.

“Uji Kompetensi Wartawan (UKW) meningkatkan kualitas dan menjaga marwah dari wartawan itu sendiri,” ungkap Syarmadani.

Sebelumnya, Ketua PWI Kota Tebingtinggi, Abdullah Sani Hasibuan mengucapkan selamat kepada Bapak Syarmadani sebagai Penjabat Wali Kota Tebingtinggi. Ditambahkan Abdullah Sani, bahwa PWI Tebingtinggi mememiliki keanggotaan sekitar 20 orang.

Diakhir, Abdullah Sani berharap kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat dilanjutkan. Menurutnya, selama ini PWI bersama Pemerintah Kota Tebingtinggi telah menjalin sinergi dan dapat terus dilanjutkan.

Jelasnya, selama ini hubungan Pemko Tebingtinggi melalui Diskominfo dengan PWI selama ini telah terjalin, dalam mendukung program kerja PWI Tebingtinggi setiap tahunnya.

“PWI brharap untuk UKW dapat rutin dilaksanakan, mengingat masih sedikit wartawan yang memiliki UKW,” harap Abdullah Sani.

Turut hadir dalam audensi, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kabidkom Diskominfo Iswan Suhendi, dan Sekretaris PWI Tebingtinggi Ismail Batu Bara serta Bendahara PWI Tebingtinggi Junjungan Saragih. (ian)

Hasyim Minta Warga Manfaatkan Fasilitas Kesehatannya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengajak warga Medan Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan) untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis yang ada di Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati.

Seperti diketahui, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati tiba di Pelabuhan Belawan tepatnya di Bandar Deli, Senin (26/6/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapal Rumah Sakit Apung yang dilengkap berbagai fasilitas kesehatan modern yang lengkap tersebut dijadwalkan akan beroperasi hingga Rabu (28/6/2023) mendatang.

“Berbagai fasilitas kesehatan ada di Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati. Kepada masyarakat, mari manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada disana,” ucap Hasyim kepada Sumut Pos, Selasa (27/6/2023).

Dikatakan Hasyim yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan itu, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ini merupakan gagasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri.

Nantinya, kapal tersebut akan melayani perobatan warga, khususnya yang berada di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli.

“Ini gagasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri. Pelayanan akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Menurut Hasyim, kapal sepanjang 30 meter ini memiliki kondisi yang sangat prima. Kemudian, peralatan yang ada didalamnya juga sudah dilengkapi dengan ruangan operasi kecil, ruang operasi besar, ruang tunggu, ruang pasca operasi, apotek, dan bahkan dilengkapi dengan ambulans yang on board di kapal.

“Untuk itu, masyarakat harus memanfaatkannya dengan memeriksakan kesehatannya secara langsung. Terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit, manfaatkan fasilitas ini untuk berobat. PDI Perjuangan akan tetap menjadi partai wong cilik. Kami akan terus bersama rakyat untuk kesejahteraan Indonesia,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati milik fraksi PDIP bersandar di Pelabuhan Belawan. Bersandarnya kapal rumah sakit apung itu sebagai wujud pengabdian dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tanah air, hingga ke pelosok desa.

“Kapal ini dipersembahkan kepada bangsa dan negara untuk pengabdian memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon saat menyambut kedatangan kapal tersebut.

Rapidin menuturkan, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati itu akan berada di Pelabuhan Belawan hingga 28 Juni 2023 untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis, baik berat maupun ringan.

Masyarakat yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu membayar, hanya cukup dengan melengkapi identitas diri. “Kapal ini akan memberikan pelayanan kesehatan berat dan ringan kepada masyarakat secara gratis,” tuturnya.

Menurut Rapidin, jika nanti adanya masyarakat atau pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut setelah menjalani perawatan awal di Kapal RS Apung tersebut, maka selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah.

“Kapal ini juga dirancang untuk masuk ke pelosok-pelosok desa sebagai karya inovatif PDIP sehingga masyarakat yang ada di pulau-pulau terpencil tetap mendapatkan layanan kesehatan yang memadai,” terangnya.

Sebelumnya, Rapidin juga menyampaikan bahwa Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati itu dilaunching dan diberangkatkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Dia pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan kapal tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Belawan pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya. “Ini adalah murni ide ibu Megawati, dan kami mensupport bantuan alat medis dan dokter,” ungkapnya.

Rencananya, setelah dari Belawan, pada 29 Juni nanti, Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati akan bertolak ke Banda Aceh untuk misi kemanusiaan.
(map)

Dinkes Medan Terima Antropometri dari Pemerintah Pusat, Upaya Turunkan Angka Stunting

TERIMA: Dinkes Medan menerima alat Antropometri dari pemerintah pusat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Pusat terus fokus dalam menangani masalah Stunting. Bahkan dalam pidatonya beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo kembali menekankan kepada semua pemangku jabatan di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota agar benar-benar menggunakan dana penanganan stunting dengan tepat sasaran.

Pernyataan serupa juga kembali dikatakan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat Rembuk Stunting Tingkat Kota Medan Tahun 2023 di Hotel Santika Dyandra, Rabu (21/6/23) lalu.

Berdasarkan data saat ini, jumlah anak yang terkena stunting di Kota Medan berjumlah 290 anak. Adapun jumlah tersebut, dominan terkena kepada anak yang tinggal di kawasan Medan Utara.

Namun begitu, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan mengklaim jika angka stunting di Kota Medan terus menurun.

“Jumlah anak yang terkena stunting terus menurun. Berdasarkan data kita (Dinkes Medan), pada tahun 2022 ada sekitar 300 lebih anak yang terkena, sekarang tinggal 290 anak,” ucap Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Medan dr Helena Rugun Nainggolan, Selasa (27/6/23).

Rugun mengatakan, setiap tahun pihaknya melakukan penimbangan terhadap anak yang terkena stunting sebanyak dua kali, yakni pada bulan Februari dan Agustus.

“Jumlah 290 anak yang terkena stunting itu berdasarkan penimbangan di bulan Februari. Untuk bulan Agustus nanti kita belum tahu hasilnya, mudah-mudahan akan terjadi penurunan kembali,” ujarnya.

Saat disinggung apakah penanganan stunting yang dilakukan saat ini sudah tepat sasaran sesuai arahan Wali Kota Medan, Rugun menyebutkan bahwa Dinkes Medan terus berupaya maksimal dalam penanganan stunting.

“Selalu kita lakukan monitoring terhadap anak yang terkena stunting, baik memberikan makanan pendukungnya dan mengukur tinggi badan anak dengan antropometri,” katanya.

Dijelaskan Rugun, adapun antropometri yang ada saat ini merupakan pemberian dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai 6,5 Miyar.

“Jadi pembelian antropometri tersebut melalui e-katalog. Meski begitu, proses verifikasi dilakukan Kementrian Kesehatan (Kemenkes), kita hanya memilih sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dalam penanganan stunting saat ini, sambung Rugun, pihaknya juga terus berkordinasi dengan seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan, termasuk kelurahan yang memiliki anggaran dalam penanganan stunting.

“Jadi kita sifatnya kordinasi. Misalnya Kelurahan Belawan sudah memberikan bantuan terkait sanitasi, kita akan memberikan bantuan makanan,” sambungnya.

Diterangkan Rugun, begitu juga dengan OPD lainnya. Sebab dalam penanganan stunting, seluruh OPD diperbolehkan untuk mengeluarkan sebagaian anggarannya dari APBD.

“Namun harus tepat sasaran. Jadi saya merasa pernyataan Pak Wali kemarin sebagai bentuk penguatan agar setiap OPD lebih tepat dan berkoordinasi dalam penanganan stunting,” pungkasnya. (map/ram)

Jelang Muscab, BP2C PP Sumut Verifikasi Berkas

TERIMA: Ketua MPC PP Kota Binjai, J Payo Sitepu (2 kiri) saat menerima tim BP2C dari MPW PP Sumut dalam melakukan verifikasi jelang muscab.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Cabang dari Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara, melakukan verifikasi faktual ke Kota Binjai, persisnya di Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan, Senin (26/6/2023). Ini dilakukan tim dari MPW PP Sumut dalam rangka verifikasi faktual jelang pelaksanaan musyawarah cabang yang digelar Rabu (28/6/2023).

Pantauan wartawan, BP2C dari MPW PP Sumut datang menyambangi kediaman Rumah Ketua MPC PP Kota Binjai, J Payo Sitepu. Puluhan kader MPC PP Binjai terlihat meramaikan saat verifikasi berlangsung.

“Kemarin itu dari MPW PP Sumut datang untuk melakukan verifikasi secara faktual, dan untuk melakukan pengecekan berkas dari tingkat MPC sampai dengan ranting,” kata Payo, Selasa (27/6/2023).

Dia mengamini, pengecekan berkas atau verifikasi faktual ini dilakukan untuk persiapan Muscab PP Kota Binjai yang bakal digelar di Pendopo Umar Baki. “Karena persyaratan musyawarah itu harus sesuai dengan ad/art, makanya dilakukan verifikasi secara faktual oleh MPW PP Sumut,” sambung dia.

Payo mengucapkan puji syukur karena tidak ada kendala saat verifikasi dilakukan. “Alhamdulillah, semua berkas lengkap, tidak ada kendala,” katanya.

Dia menegaskan, persiapan Muscab untuk pemilihan Ketua MPC PP Kota Binjai periode 2023-2027 sudah rampung. “Persiapan untuk besok sudah matang,” katanya.

Payo berharap, seluruh peserta dan peninjau yang mengikuti Muscab MPC PP Kota Binjai dapat tertib. Agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar.

“BP2C ini dimandatkan oleh wilayah dan memang khusus untuk melakukan pengecekan kelengkapan administrasi. Saat muscab nanti ada bantuan pengamanan dari Polres Binjai agar kegiatan berjalan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) ke 16, sudah menutup pendaftaran yang telah dibuka sejak Rabu (7/6/2023) lalu. Pasalnya, J Payo Sitepu yang mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua MPC PP telah mendapat dukungan dari 5 ketua pimpinan anak cabang.

Karenanya, Panitia Muscab menutup pendaftaran dan menyatakan bahwa J Payo Sitepu sebagai bacalon tunggal Ketua MPC PP Binjai periode 2023-2027. Pria yang akrab disapa Payo ini datang didampingi 5 Ketua PAC se kecamatan Kota Binjai, saat mendaftar ke meja panitia pendaftaran di Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan. (ted/ram)