Home Blog Page 13962

Okupasi di Lahan TNGL Ricuh

BESITANG- Terkait penentangan okupasi tanaman sawit dan rambung milik warga di kawasan TNGL, ribuan petani dari lima desa di dua kecamatan, Kabupaten Langkat, seruduk kantor Balai Besar TNGL di Resort Sekoci Besitang, Rabu (1/2).

Dihari kedua aksi penentangan okupasi ini, berlangsung semakin memanas. Warga mendesak seluruh aparat TNI yang berada di kawasan itu segera ditarik ke luar area. Jika tidak, warga akan terus melanjutkan aksi.

Suasana terus mencekam, aksi penebangan sawit dan rambung terus berlanjut. Andi Basrul selaku Kepala BB TNGL lari kocar-kacir di kejar para petani yang merasa kesal.

Warga meminta kepada TNGL mengganti seluruh kerugikan masyarakat akibat tindakan penebangan tanaman pohon kelapa sawit dan rambung mereka.  “Kami minta pertanggungjawaban TNGL,” teriak ribuan petani, yang sampai saat ini masih berada di kantor BB TNGL.

Dandim 0203 Langkat Letkol YP Girsang, Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul, mencoba melakukan dialog dengan warga, namun dialog yang berlangsung tegang tersebut belum menghasilan keputusan.

Untuk menjaga keamanan Kepala BB TNGL, sejumlah aparat keamanan dari TNI/Polri termasuk Polhut mencoba menenangkan warga.
Sembari menunggu kepastian dari dialog antara TNI, Kepala BB TNGL dan warga, ribuan petani membuka dapur umum .(jok/smg)

Ratusan Veteran Datangi Pengadilan Tinggi Sumut

MEDAN- Ratusan veteran dan purnawirawan TNI/Polri mendatangi gedung Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, di Jalan Pengadilan Medan, Rabu (2/2). Massa yang terdiri dari lansia ini meminta PT Sumut agar lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan sengeta tanah yang terjadi di Sumut.
Massa veteran meminta pada pihak pengadilan agar memperhatikan nasib mereka terhadap konflik tanah yang selama ini didiami para veteran dan purnawirawan.

Usman Permadi, Sekretaris Veteran Sumut mengatakan, masih ada pihak pengembang yang ingin menguasai lahan milik veteran dan purnawirawan seluas 50 hektar yang diperuntukkan pensiunan TNI tersebut.

“Kami selaku warga merasa kecewa ada pihak-pihak yang mengklaim lahan sebanyak 11 hektar dari 50 hektar yang peruntukan untuk kepentingan pengembang,” ucap Permadi.

Setelah melakukan orasi para pengunjuk rasa diterima oleh Humas Pengadilan Tinggi Medan, Asli Ginting SH MH. Di hadapan massa Asli Ginting berjanji akan memperhatikan masalah tanah yang saat ini dihadapi para veteran dan purnawiran TNI/Polri.

Dalam pertemuan itu para pengunjuk rasa mengatakan, bahwa konflik tanah ini muncul semenjak tahun 1990-an, walaupun dalam putusan menang akan tetapi ada pihak developer terus menganggu lahan yang sudah diserahkan kepada veteran dan purnawirawan berdasarkan SK Mendagri, pada tahun 1987.(rud)

Lagi, Bentrok Antar Lorong di Belawan

BELAWAN- Bentrok antar dua lorong di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, kembali terjadi, Rabu (1/2).
Bongkahan batu seukuran kepalan tangan beterbangan menghantam pemukiman warga. Puluhan pria bersenjatakan parang dan kayu terlihat saling hantam. Dari kejauhan para kaum hawa bersorak seakan menikmati tontotan kerusuhan antar lorong tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat setempat menilai pengangguran dan narkoba menjadi biang pemicu kerusuhan di daerah pesisir padat penduduk tersebut.
“Bentrokan di daerah ini sudah berpuluh tahun terjadi. Kemiskinan, pengangguran dan narkoba diduga menjadi pemicu pecahnya bentrok antar pemuda di sini. Pemerintah dan aparat penegak hukum mesti tanggap dalam menyelesaikan permasalahan ini,” kata Amran (57), tokoh masyarakat setempat.
Bentrok antar kelompok pemuda Lorong Papan dibantu Mastigor (Masyarakat Tiga Lorong) dengan kelompok pemuda Gudang Arang, Belawan, bermula dari dua orang pelajar asal Lorong Melati, Belawan dicederai dengan menggunakan senjata tajam oleh beberapa pemuda.

Kedua korban pelajar SMA yang belum diketahui secara pasti identitasnya tersebut siang itu sekitar pukul 11.30 WIB, meninggalkan rumah bermaksud menuju ke sekolahnya.

“Tadi kabarnya ada dua anak sekolah ditikam pakai parang sama anak Gudang Arang. Entah siapa yang memulai tak lama bentrok pun terjadi sekitar jam 2 siang,” kata Rahmadani (28), warga setempat.

Berselang beberapa menit kemudian, personel Polres Pelabuhan Belawan tiba di lokasi kejadian. Beberapa petugas turun dari dalam mobil dinas berwana coklat tersebut. Melihat jumlah polisi makin banyak, satu persatu massa meninggalkan lokasi kejadian.
Tak ada korban jiwa dalam aksi bentrok ini. Pun begitu, petugas kepolisian masih tetap berjaga-jaga di lokasi kejadian. (mag-17)

Medan-Korsel Jalin Kerja Sama Ekonomi

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar pertemuan dengan Duta Besar Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Mr Kim Young Sun. Pertemuan tersebut membahas kerja sama untuk dongkrak perekonomian Kota Medan.

Pertemuan itu digelar di House Group Royal Sumatera Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (28/ 1) siang. Dalam pertemuan itu, Duta Besar Korsel untuk Indonesia didampingi Konsul jenderal (Konjend) Korsel untuk Kota Medan Mr Kwanki Chang, Direktur pusat Kebudayaan Korea Selatan untuk Indonesia Mr Kim Hyun-G, senior Rescarcher Kudubes Korsel Mr Kim Hi-Il dan rombongan lainnya.

Sedangkan Wali Kota Medan didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S M Si, Sekda Ir Syaiful Bahri, Asisten Pemerintahan Drs Daudta P Sinurat, Ketua Asosiasi Kota bersaudara Kota Medan H Bayu Fadlan SE.

Dalam kesempatan itu, Rahudman mengatakan, banyak peluang yang bisa dikerja samakan terutama di bidang investasi. Dengan masuknya investor Korsel menanamkan investasinya di Kota Medan dapat mendorong perekomian dan mensejahterahkan masyarakat.
“Kerjasama perlu dikonkritkan dan Pemko Medan siap membuat proposal tersebut, semoga nantinya proposal yang dibuat pemko Medan dapat di kaji Tim dari Korsel,” ujarnya.

Wali Kota Medan juga menawarkan, untuk melakukan kunjungan ke RSU Pirngadi Medan guna melihat kondisi rumah sakit milik Pemko Medan. Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan dana sosial Korsel bisa disalurkan untuk perkembangan RSU Pirngadi dalam rangka pelayanan kesehatan, khusunya terhadap masyarakat Kota Medan dan umumnya Sumatera Utara.

“Karena pasien yang ada tidak hanya dari Kota Medan, melainkan dari daerah luar Kota Medan,” paparnya.

Menurut dia, banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan dengan Korsel, seperti bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan juga bidang lainnya. “Kerja sama sudah diamini Korsel, sekarang ini tinggal membuat proposal untuk mengambil langkah-langkah penguatan kerjasama,” cetus Rahudman.
Dia menerangkan, pertemuan tersebut dalam rangka mengkonkritkan kerja sama antara Korsel dengan Pemko Medan. “Sebelumnya Pemko Medan telah melakukan kerjasama, sementara  pihak Korsel akan mejajaki peluang kerja sama lain, dengan mendatangkan para investor dari Korsel,” cetusnya.
Rahudman berharap dengan adanya acara sosialisasi tentang kota kemba bisa menjadi kegiatan yang positif bagi keikutsertaan aktif masyarakat Kota Medan. Selanjutnya, bisa mengisi kota bersaudara dengan kota mitra di luar negeri, khususnya kepada pengurus Asosiasi Kota Bersaudara yang telah dilantik 12 April 2011 lalu.

Duta Besar Korsel, Mr Kim Yuong Sun menilai Kota Medan sangat menarik bagi warga Korsel, khususnya peluang menanamkan investasinya. Kemenarikan itu sangat banyak, ada beragam makanan.

“Selain makanan serta kopi Mandailingnya, ada juga durian menjadi kesukaan masyarakat Korea. Kota Medan juga banyak objek wisatanya dan dekat ke Danau Toba dan masyarakat Kota Medan juga dikenal ramah dan bersahabat,” jelasnya.

Dia menambahkan, Korea saat ini juga telah melakukan kerjasama dengan pihak RSUP H Adam Malik Medan dan telah mengirimkan fasilitas medis. Tapi, fasilitas medis masih dalam proses di Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat fasilitas medis tersebut sudah dapat diterima di RSUP H Adam Malik Medan.

Menurut dia, tim dari para pengusaha dan investor akan dikirim ke Kota Medan untuk melakukan penjajakan kerjasama, dan dimintakan Pemko Medan membuat proposal bidang-bidang apa saja yang akan dikerjasamakan. “Sebaliknya diminta pengusaha Kota Medan melakukan kunjungan ke Korea untuk melakukan study perbandingan,” ajaknya. (adl)

Kerja Sama Modal Sister City

Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan Daudta P Sinurat mengatakan kerja sama dengan kota mitra di luar negeri sangat membantu pembangunan Kota Medan pada masa akan datang.

Kerjasama model Sister City Kota Medan, sudah berlangsung selama 27 tahun sejak ditandatanganinya kerjasama kota bersaudara dengan Kota George Town di Pulau Pinang Malaysia pada 1984. Sejak itu, Kota Medan menjalin kerja sama kota bersaudara dengan Kota Ichikawa (Jepang) 1989, Kota Gwangju (Korea Selatan) 1997 dan Kota Chengdu (Cina) 2002. Kota Medan juga menjalin kerja sama dengan kota bersahabat (Friendship City) dengan Bandaraya Ipoh (Malaysia) 2009.

“Kini sedang dalam proses menjalin kerja sama kota bersaudara dengan Kota Burgas (Bulgaria). Dalam waktu dekat akan ditandatangani MoU-nya,” kata Daudta.

Dia juga menyebutkan, Kota Medan sedang menjajaki kerja sama kota bersaudara dengan Kota Kocaeli (Turki), Kota Tacoma (Amerika Serikat) dan Kota Den Haag (Belanda).

Daudta berpendapat, dengan munculnya beragam penjajakan kerja sama tersebut, bisa mengundang banyak decak kagum wajah Kota Medan pada masa akan datang. Penjajakan tersebut bukan hanya sebatas mengenal, melainkan bisa berlanjut kerja sama bisnis. Seperti pengusaha kota bersaudara bisa datang ke Kota Medan untuk berinvestasi dan sebaliknya dengan pengusaha Kota Medan bisa melanglang buana mengembangkan bisnisnya di wilayah kota bersaudara.

“Tujuannya adalah agar dapat memanfaatkan hubungan yang dijalin untuk menciptakan peluang investasi, ekonomi, pariwisata dan lainnya,” ujarnya. (adl)

Pendidikan jadi Satu Program Kerja Sama

Kerjasama tidak hanya sebatas bisnis, melainkan ada program pendidikan dengan sistem pertukaran pelajar High School (SMA, Red) diantara kota kembar. Dengan adanya sistem itu, siswa yang ada di Kota Medan bisa menimba ilmu di sejumlah kota kembar.

Pernyataan itu disampaikan Kasubbag Luar Negeri Hubungan Kerjasama Setda Kota Medan Drs Zainul Achmaddin Y. Dia memaparkan, Kota Medan pernah mengirim sebanyak 16 pelajar SMA/ MA Kota Medan untuk mengikuti pelajaran di Seogang High School, sekolah terbaik di Kota Gwangju, Korsel. Mereka merupakan pelajar yang terpilih dalam program pertukaran pelajar 20-29 November 2011 lalu.

Zainul menerangkan, kehadiran rombongan pelajar Kota Medan di sekolah yang memiliki 3.000 siswa SMP/ SMA tersebut disambut baik Kepala Sekolah Seogang High School Mr Yoo Jay-yeop.

“Kehadiran kami di sekolah tersebut dan selama berada di Gwangju disambut baik, bahkan para siswa Kota Medan tinggal di rumah orangtua asuh,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke Gwangju, paparnya para siswa telah dibekali dengan kursus singkat bahasa Korea yang diasuh Mr Jo, misionaris Korea yang mengadakan kegiatan keagamaan di Kota Medan, sehingga ketika berada di Gwangju, para siswa tidak mengalami kesulitan berkomunikasi.
Di sekolah tersebut, sebutnya Pemko Medan memberikan cinderamata yang diterima Kepala Sekolah Mr Yoo, dan dilanjutkan dengan penyerahan seperangkat alat musik angklung oleh pelajar Kota Medan diwakili Muhammad Taufik Harahap kepada perwakilan pelajar Seogang High School.
Zainul menambahkan, pada hari keenam yang merupakan hari terakhir kunjungan delegasi pelajar, perwakilan Pemko Medan saling tukar cinderamata dengan perwakilan pemerintah Kota Gwangju.

Dia menyebutkan, selama berada di Gwangju, pelajar Kota Medan menunjukkan kepiawaian mereka dalam memainkan angklung, alat musik tradisional terbuat dari bambu, di festival Sekolah pada 25 November lalu. Lagu yang dialunkan adalah ‘Bengawan Solo’.

Di Korsel, dia mengatakan, mie instant asal Indonesia sangat digemari masyarakat Korea. Buktinya, ketika pelajar Kota Medan ikut serta dalam kegiatan bazaar yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam festival sekolah tersebut, mie instant yang dijual pelajar laris.

“Padahal mie instant yang dibawa sebagai bahan promosi ke Gwangju, dibagi-bagikan di Korsel secara gratis. Tapi para guru Seogang High School meminta para pelajar Kota Medan untuk menjual mie instant tersebut siap saji (telah dimasak), hasilnya sangat laris,” ujarnya.

Mendengar saran guru tersebut, pelajar putri Kota Medan dengan senang hati menjual dagangannya seharga satu won (setara dengan Rp8 ribu) per bungkus. Dalam waktu satu jam, satu dus mie habis terjual. (adl)

Korea Suka Kopi Indonesia

Kepala Bagian Hubungan Antar Kota dan Daerah Kota Medan Drs M Rivai Nasution MM mengatakan masyarakat Korea kagum dengan kopi Indonesia. Karena itu, para pelaku bisnis di Kota Medan dapat memanfaatkan peluang dengan melakukan ekspor kopi ke negara yang terkenal sebagai penghasil ginseng.

“Apabila ekspor kopi bisa terealisasi, tentu hal itu merupakan satu manfaat bagi hubungan kerja sama Kota Bersaudara Kota Medan dengan Kota Gwangju,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama berada di Kota Medan, warga Korea menggemari kopi produk Indonesia serta mengagumi keindahan Danau Siombak dan Danau Toba.

Rivai menyebutkan kopi kualitas impor dari negara lain juga masuk ke Korea, namun perbandingan mutunya masih jauh lebih baik dengan kopi Indonesia. “Warga Korea kagum dengan  kopi Indonesia lebih enak dibandingkan kopi negaralain yang masuk ke Korea,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan harga per kilogram kopi impor dari negara lain yang masuk ke Korea masih jauh lebih murah dibandingkan harga kopi Indonesia. (adl)

Anugerah Itu Datang Setelah Menunggu 7 Tahun

Menjadi seorang ibu merupakan mukjizat yang tidak terkatakan. Bagaimana tidak, anugerah bernilai berupa anak ini diberikan Tuhan setelah saya membina 7 tahun perkawinan. Untuk tahun 2000 an ini mungkin hal yang dianggap biasa, tapi bila terjadi pada tahun 1980an, hal ini menjadi beban sendiri bagi seorang istri.

Ini merupakan cobaan berat bagi saya, Saat itu, saya iri bila ada yang membicarakan tentang anak. Sedih. Rasanya berat sekali.
Berbagai usaha saya jalankan untuk mendapatkan keturunan. Mulai berobat dengan dokter  dan bertaraf internasional hingga ke dukun dipelosok kampung saya coba. Bukan hal mudah untuk menjalaninya. Suami dan keluarga besar mendukung saya. Cobaan yang saya hadapi bukan dari pihak luar, melainkan diri saya sendiri, percaya diri pada diri sendiri bahwa saya bisa.

Setelah 7 tahun membina perkawinan, saya pun mengandung. Masa kehamilan yang  saya jalanijuga tidak mudah. Tidak ada makanan yang bisa masuk, walau saya paksa untuk makan, saya keluarkan lagi.

Bukan hanya masa kehamilan yang berat yang harus saya hadapi. Saat hendak  melahirkan pun harus dihadapi dengan sabar dengan tegar. Melahirkan untuk pertama kali, saya paksakan untuk normal, walau sudah dibujuk untuk operasi, tapi saya tidak mau. Padahal saat itu, umur saya sudah 30an. Saya benar-benar ingin merasakan arti seorang ibu yang sebenarnya.

Pilihan untuk melahirkan dengan normal, karena ada kekhawatiran akan sulit untuk mendapatkan keturunan lagi. Untuk anak pertama saja, saya harus menunggu selama 7 tahun, ada ketakutan bila kedepannya akan membuat saya sulit mendapatkan keturunan lagi, karena itu saya paksakan untuk normal.

Berjalannya waktu, Tuhan memberikan keturunan lebih dari yang saya minta.  Selang setahun dari anak pertma, saya melahirkan anak kedua, dan seterusnya hingga  mendapatkan 4 orang anak.

Menjadi ibu, setelah bertahun menunggu membuat saya lebih protektif  terhadap anak-anak. Saya selalu memberikan waktu seutuhnya pada anak dan suami.  Kebutuhan anak dan suami merupakan kebutuhan saya juga. Kalau semua pekerjaan rumah sudah selesai, baru saya berani melangkah keluar rumah, tapi kalau belum siap, maka saya tidak akan keluar. Walau saya dibantu oleh penjaga rumah. Tetap untuk anak dan suami, saya yang handle.
Anak beranjak dewasa, kegiatan saya mulai berkembang, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi berbagai bisnis. Mulai dari fashion, rumah makan, hotel, dan lainnya mulai saya jalankan. Saya jalani semuanya sesuai dengan kapasitas. Karena anak sudah bisa mengurus dirinya, baru saya berani mengambil bisnis diluar rumah.  Kalau mereka belum bisa, saya akan tetap memilih keluarga dibandingkan apapun.

Kini, keempat buah hati saya tumbuh dan berkembang sebagai anak yang membanggakan. Anak pertama dan kedua telah mencapai S2, sedangkan yang ketiga masih kuliah di Austria, dan yang bungsu masih juga kuliah di kedokteran USU. Anak tumbuh dengan pengaruh dari dalam dan luar. Saya melakukan pendekatan dengan anak, sesuai dengan kebutuhan mereka, dan harus adil. Saya percaya, semua anak memiliki kelebihan, sekarang hanya bagaimana cara orang tua untuk mengetahui kelebihan dari si anak itu sendiri. (*)

Rahmawaty Pemilik Sekolah YPSA
(Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amalliyah)

Persaingan Manchester United vs Manchester City Kian Ketat

MANCHESTER-Manchester United berhasil membuat rival sekotanya Manchester City makin tertekan dalam persaingan merebut gelar Premier League musim ini. Kemenangan 2-0 atas Stoke, mengantar United menyamai perolehan poin The Citizens yang pada saat bersamaan justru menelan kekalahan 0-1 di kandang Everton.

Menjamu Stoke di Old Trafford, Rabu (1/2) dini hari WIB, Sir Alex Ferguson melakukan eksperimen, yakni dengan mempercayakan gawangnya dikawal kiper ketiga, Ben Amos.

Sementara di lini depan, absennya Wayne Rooney yang belum fit diantisipasi Fergie dengan menurunkan duet Dimitar Berbatov dan Hernandez. Di lini belakang, Rio Ferdinand dipercaya berduet dengan Jonny Evans di tengah, sedangkan Chris Smalling mengisi pos Rafael da Silva di sisi kanan pertahanan.

Hasilnya, sepanjang laga The Red Devils terus mengurung pertahanan Stoke, hingga akhirnya memaksa bek Stoke melakukan pelanggaran yang berakibat terjadinya dua penalti. Dua algojo The Red Devils Javier  Hernandez (38’) dan Dimitar Berbatov (53’) sukses membobol gawang Stoke City.
Di tempat terpisah Manchester City mulai menunjukkan inkonsistensi permainan di periode krusial. Skuad besutan Roberto Mancini dipaksa menelan kekalahan ketiga secara beruntun oleh Everton. Kekalahan tipis 0-1 ini membuat peluang City untuk menjuarai Premier League musim ini mulai terancam.

Adalah pemain yang baru didatangkan Everton dari Manchester United, Darron Gibson yang mencatatkan namanya di papan skor. Gibson sukses memanfaatkan umpan terukur Landon Donovan untuk melepaskan tembakan yang tak kuasa dibendung Joe Hart. 1-0 Everton unggul.
Menanggapi dua hasil yang berbeda itu, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson gembira dengan kemenangan 2-0 yang dibukukan timnya atas Stoke City.

“Itu (gol Chicharito) adalah penalti yang sangat bagus. Tetapi dia mempersembahkan gol itu untuk Meksiko, jadi tidak masalah. Dimitar berpikir dia akan mengambil yang pertama, jadi dia yang mengambil tendangan (penalti) kedua, jadi kami senang dengan itu. Ini jadi malam yang indah,” tambah Ferguson.

Sementara itu pelatih Manchester City Roberto Mancini mengaku tak menduga jika timnya bakal tersandung. “Malam yang buruk buat saya. Kami tak pantas kalah” sahut Mancini usai pertandingan.

“Penting untuk saya mengetahui kesalahan apa yang terjadi di sini. Saya tidak mempersiapkan (tim) dengan baik karena saya pikir pertandingan di sini akan lebih mudah dan Anda tahu di Goodison Park ini tak pernah mudah,” tambahnya.

Artinya, pada beberapa pertandingan ke depan Roberto Mancini bakal menyiapkan timnya dengan lebih baik. Terlebih pada lima pertandingan berikutnya The Citizens berpeluang meninggalkan The Red Devils pada pengumpulan poin.

Betapa tidak, dari lima laga ke depan Wayne Rooney dkk bakal menghadapi tim-tim besar seperti  Chelsea (5/2), Liverpool (11/2) dan Tottemham (3/3).
Sementara itu The Citizens hanya menghadapi tim-tim semenjana seperti Fulham (4/2), Blackburn (25/2), Bolton (3/3) dan Swansea City (10/3). Praktis hanya Aston Villa yang dapat menghambat laju The Citizens pada 11 Februari mendatang. (bbs/jpnn)

Diwarnai Aksi Borgol di Gawang

LAGA Everton melawan Manchester City yang berlangsung di Goodison Park dinihari tadi sempat tertunda menyusul aksi seorang suporter yang melakukan borgol diri di salah satu tiang gawang.

Diwartakan BBC, insiden itu terjadi menjelang turun minum. Seorang pria muncul dari kerumuman dan memborgol tangannya di salah satu tiang dari gawang yang dijaga kiper City, Joe Hart.

Aksi tersebut memaksa pertandingan terhenti sekitar lima menit. Polisi kemudian melepaskan borgol itu dari tangan si suporter sebelum dikawal ke luar lapangan.

Atas ulahnya itu, pria berusia 46 tahun dari Southport itu kini ditahan oleh pihak yang berwajib. Diduga aksi itu dilakukannya sebagai bentuk protes dengan kebijakan perekrutan di sebuah maskapai.

“Dia ditahan oleh Polisi Merseyside, yang kini menghadapi masalah,” bunyi statemen resmi Everton.
“Ini diketahui bahwa suporter adalah seorang pemrotes profesional, diduga memprotes tentang kebijakan perekrutan di sebuah mskapai. Tang digunakan untuk melepaskan si pelanggar, yang dicemooh ketika dia digelandang keluar dari lapangan.” (net/jpnn)

Resah tak Dapat Sertifikasi 2012, Kadisdiksu Surati Pusat

Terkait 8262 Guru Gagal Ikuti Program PLPG 2011

MEDAN- Sebanyak 8262 guru di Sumut tidak lulus  PLPG 2011. Mereka khawatir tidak mendapatkan kesempatan proses sertifikasi pada 2012, mengingat adanya perubahan pelaksanaan teknis PLPG 2012 yang menggunakan sistem online.

“Dari 20.632 guru yang mengikuti program PLPG 2011, ada 40 persen diantaranya  atau sekitar 8262 guru tidak lulus PLPG reguler hingga ulangan kedua,” ungkap Kadisdiksu melalui Kabid PMPTK Eduard Sinaga saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/2).

Terkait keresahan para guru yang tidak lulus, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Syaiful Syafri mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan LPMP, Unimed,  PMPTK, dan GP Tendik untuk menyurati Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  guna memohon diberikannya prioritas bagi guru yang tidak lulus PLPG untuk mengikuti ujian sertifikasi pada 2012.

“Gabungan Pendidik Tenaga Kependidikan (GP Tendik) melaporkan mengenai adanya kekhawatiran para guru SD, SMP, SMA/SMK,  yang tidak lulus program PLPG pada 2011 tidak mendapatkan kesempatan ujian PLPG pada 2012, karena adanya sistem baru dalam teknis pendaftaran melalui sistem online,” katanya.

Sepanjang untuk kepentingan pendidikan, bilang Eduard, Disdiksu dan sejumlah lembaga terkait lainnya akan memberikan perhatian yang serius dalam memperjuangkan nasib para guru khusunya di Sumatera Utara.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, dan kekhawatiran para guru ini telah kita tindaklanjuti pada Selasa(31/1) lalu dengan membuat surat permohonan ke Pusat, yang isinya meminta kemudahan mendapatkan proses sertifikasi bagi guru yang tidak lulus pada 2011 lalu,”sebutnya.

Eduard berharap, surat permohonan yang disampaikan nantinya, ditanggapi oleh Kementrian Pendidikan sehingga bisa  memberikan kesempatan bagi ribuan guru di Sumut agar bisa mengikuti program PLPG 2012 untuk mendapatkan sertifikasi.
“Kita pastinya berharap surat permohonan yang kita sampaikan segera ditanggapi pusat demi kelangsungan para guru,”sebutnya.(uma)

Anang Anas Mampu Majukan BM PAN Sumut

Jelang Muswil BM PAN Sumut

MEDAN- Deklarator Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumut dan Kota Medan Ir Dhanny Damanik meyakini, Anang Anas Azhar MA akan mampu memajukan BM PAN Sumut ke depan, jika diberikan amanah memimpin OKP sayap PAN tersebut. Sebab, Anang Anas Azhar dinilai sosok tepat memimpin BM PAN Sumut, karena telah diakui pengalamannya dalam berorganisasi.

Dhanny Damanik yang juga Wakil Ketua BM PAN Sumut periode 1999 tersebut menyatakan, Anang Anas Azhar layak diberi kesempatan memimpin BM PAN Sumut, karena sudah diakui memiliki kecakapan dan intelektualitas tinggi, tidak hanya di bidang akademik juga di organisasi internal seperti Pemuda Muhammadiyah dan eksternal seperti KNPI.

“Jadi saudara Anang Anas Azhar ini sudah banyak memiliki jam terbang dan makan ‘asam garam’ alias kenyang pengalaman dalam organisasi, salahsatunya ketika memimpin PW Pemuda Muhammadiyah Sumut yang dinilai cukup berhasil,” ujar Dhanny Damanik kepada wartawan, Selasa (31/1).
Untuk itu, Dhanny berkeyakinan, jika Anang Anas Azhar memimpin BM PAN Sumut periode 2011-2015, akan membawa BM PAN Sumut sesuai kaidah dan garis PAN sebagai partai reformas yang kritis dan membangun demi kemaslahatan organisasi, partai dan daerah.

Sebab, lanjut dia, untuk memimpin BM PAN Sumut ke depan dibutuhkan intelektualitas yang tinggi dan teruji, bukan hanya sekadar mengandalkan otot dan garis keturunan semata. “Saya yakin di bawah kepemimpinan saudara Anang, BM PAN Sumut akan menjadi organisasi yang elegan dan disegani di tingkat pemuda dan OKP, ” tambahnya.

Jadi, lanjut Dhanny Damanik, jika Anang memimpin BM PAN Sumut lima tahun ke depan, maka diyakini BM PAN Sumut akan hidup dan memiliki banyak program kerja nyata yang menguntungkan organisasi dan partai. Dhanny mengajak para kader dan pengurus BM PAN di Sumut, khususnya yang memiliki suara dalam Muswil BM PAN Sumut hendaknya memilih Anang Anas Azhar. “Gunakan hati nurani dalam memilih nanti. Pilihlah calon yang memang sudah diakui teruji sukses dalam menjalankan roda organisasi, ” katanya.

Sementara Anang sendiri menegaskan, jika diamanahkan memimpin BM PAN Sumut, di awal kepemimpinannya akan meningkatkan konsolidasi dan melaksanakan Musda  BM PAN di kabupaten dan kota di Sumut. “Jika saya diamanahkan, saya akan semaksimal mungkin bekerjasama dengan DPW PAN Sumut dan DPD kabupaten/kota demi peningkatan suara PAN. Khususnya demi mencapai dua digit perolehan suara PAN dan menjadikan Ketua Umum DPP PAN Hatta Radjasa menjadi Presiden Indonesia ke depan,” katanya. (*/ade)

Sakit, Sekdako Madina Batal Diperiksa

MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerinta Kota Mandailing Natal (Madina)  M Daud Batubara, mangkir memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu, untuk dimintai keterangan dengan alasan sakit, Rabu (1/2).
Mantan Kabag Tapem Pemko Padangsidimpuan itu, akan dimintai keterangannya terkait dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan di Pemerintahan Kota (Pemko) Padangsidempuan Tahun 2007.

“Pejabat yang bersangkutan, tidak jadi diperiksa dan ia tidak datang memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit,” ujar Kasi Pidsus Kejatisu  Kejatisu, Jufri Nasution SH.

Lebih lanjut dikatakan Jufri, ketidak hadiran M Daud Batubara, memenuhi panggilan penyidik karena yang bersangkutan sedang dalam perawatan di RSU Peyambungan Mandailing Natal. “Yang bersangkutan tidak jadi diperiksa.Karena dalam surat keterangan yang kita terima dari pihak rumah sakit, ia sedang menjalani perawatan di RSU Penyambungan Madina. Surat pemberitahuan itu langsung ditandatangani Dr Mulkarnain Nasution,” ujar Jufri.
Jufri mengatakan, pemeriksaan terhadap Daud Batubara, masih tahap penyelidikan.

Pejabat Pidsus ini juga mengatakan, indikasi korupsi yang mereka lidik masih belum dapat disimpulkan dan masih tahap pendalaman dengan pulbaket.
Kejatisu saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti awal dan mempelajarinya, apakah sudah ada rekanan atau pejabat terkait yang juga diperiksa kasus ini.(rud)