26 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 13979

Rosa Beber Aliran Uang ke Adik Menpora dan Angelina

JAKARTA- Mindo Rosalina Manulang akhirnya memenuhi janjinya untuk buka-bukaan saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Muhammad Nazaruddin kemarin (16/1). Bahkan diluar dugaan, mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri yang juga terpidana 2,5 tahun itu juga menyebut nama-nama baru orang penting telah kecipratan uang dari perusahaannya.

Nama-nama baru yang disebutkan Rosa telah menikmati aliran uang dari PT Anak Negeri dan berkaitan dengan proyek wisma atlet diantaranya adalah Kemenpora Andi Mallarangeng  dan saudaranya, Choel Mallarangeng.

Menurut Rosa, Andi telah menerima uang Rp500 juta. Uang tersebut digelontorkan PT Anak Negeri pada Mei 2010 kepada tim sukses Andi untuk pemenangan pemilihan Ketum Partai Demokrat di Bandung.

Tak hanya itu, Rosa juga membeber soal aliran dana ke anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh. Dari persidangan tersebut terungkap, Angelina yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR, getol menanyakan uang untuk meloloskan anggaran proyek di Kemenpora, termasuk proyek Wisma Atelet SEA Games dan Sport Center Hambalang. “Dia (Angelina, Red) bilang butuh uang untuk bisa mendapatkan anggaran tersebut,” kata Rosa.

Menurut Rosa, Angelina mengutus seseorang bernama Jefrie yang selanjutnya berkomunikasi dengan bagian keuangan Permai Group milik Nazaruddin.(ara/jpnn)

Tiga Izin Usaha tak Dipungut Biaya Retribusi

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai awal Januari ti dak akan memungut biaya retribusi untuk tiga izin usaha. Kebijakan tersebut dilakukan sesuai dengan penerapan aturan tentang pajak daerah dan retribusi daerah sebagai upaya merangsang investasi di Medan agar semakin meningkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM di sela-sela rapat program kerja pembangunan Pemko Medan, kemarin. Menurut dia, kebijakan dilakukan untuk memberikan insentif bagi pengusaha, maka itu harus terus didorong. “Kalau itu untuk insentif, lakukanlah,” katanya.

Rahudman mengatakan, Pemko Medan sudah menetapkan kepastian waktu dalam pengurusan izin usaha di Medan. Hal itu sudah tertera dalam standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Sehingga, pengusaha tidak perlu khawatir berapa lama waktu pengurusan izin terutama untuk tiga izin usaha yang telah ditetapkan untuk tidak dipungut biaya retribusinya.

“Sekarang sedang disosialisasikan ketiga izin usaha itu kepada pengusaha. Kalau kepastian waktu, pasti itu sudah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, peng-gratisan terhadap tiga izin usaha yakni Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Usaha Industri (SIUI) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sejak tanggal 9 Januari lalu, maka proses waktu pengurusan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) sudah pasti.
“Sejak BPPT Medan ada, untuk kepastian waktu sudah sangat-sangat pasti dan sekarang sudah berjalan. Bahkan, soal kepastian waktu ini juga sudah jelas, bisa dilihat di papan pengumuman yang ada di ruang tunggu kantor BPPT dan itu sangat transparan,” jelasnya.

Bahkan, soal kepastian waktu juga dapat dilihat di website Pemko Medan. “Pengusaha bisa membuka layanan di website ada 11 layanan izin yang kami lakukan. Kalau mau mengurus SIUP jelas ada tentang dasar hukum dan persyaratannya apa saja, dan kalau di klik retribusinya sekarang di situ tertera gratis,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan jika dibuka SIUP maka akan dijelaskan biaya retribusi untuk SIUP kecil, menengah juga besar, tapi sekarang kalau buka SIUP untuk retribusinya langsung tertera gratis.

“Kalau dulu masa berlakunya izin itu selama tiga tahun dan pengusaha harus daftar ulang. Kalau sekarang izin berlaku selama perusahaan beroperasi dan tidak perlu daftar ulang lagi,” katanya.(adl)

PKS Incar Tokoh Non-Jawa

Soal Pilgubsu 2013

MEDAN-Perbincangan partai mana yang akan digandeng atau koalisi partai jelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013, terus mengalir. Begitu pula dengan tokoh yang akan diusung sebagai BK 1 dan BK 2 untuk Sumut.

Tersiar kabar, malah PKS telah mengajukan nama untuk pasangan Gatot Pujo Nugroho. Sosok yang dimaksud adalah Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fadly Nurzal. Terkait hal itu, salah seorang pentolan PKS Medan yakni, Sekretaris PKS Kota Medan Abdul Rahim Siregar yang ditemui Sumut Pos di Halaman Parkir Hotel Tiara Medan, Senin (16/1) menjawabnya secara singkat. “Sudah ada usulan dan beberapa nama kader. Kalau untuk pasangan, berlatar belakang etnis. Jika Mas Gatot suku Jawa, ya nanti dengan etnis asli Sumut,” jawabnya.

Apakah sudah pasti, PPP menjadi partai yang akan menjadi koalisi PKS? Untuk itu, Abdul Rahim menuturkan, masih terbuka kemungkinan berkoalisi baik dengan PPP maupun partai lainnya. “Masih ada kemungkinan-kemungkinan. Kan pemilunya masih lama, masih setahun lagi,” jawabnya lagi.

Sementara itu, pentolan Partai Demokrat Sumut yang duduk di Komisi A DPRD Sumut Akhmad Ihyar Hasibuan, yang juga ditemui di tempat yang sama, mengaku tidak mengetahui soal koalisi atau calon yang diusung. “Saya tidak mengurusi itu. Jadi saya tidak tahu,” jawabnya singkat.

Kembali lagi, sumber Sumut Pos yang merupakan seorang pengurus salah satu partai besar di Sumut menuturkan, untuk calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) tidak mutlak Tri Tamtomo. “Untuk Tritamtomo sebenarnya cocok, tapi karena dia sudah pernah kalah kayaknya dia nggak mau lagi maju. PDI P sudah ada nama-namanya, tapi belum untuk dipublikasikan,” ungkap pria yang duduk di kepengurusan PDI P Sumut tersebut.
Sumber tersebut juga menuturkan, kalau PKS berpeluang besar mengulang kondisi pada Pilgubsu 2008 yang berkoalisi dengan PPP. Dan sumber ini pula yang menyatakan, Gatot akan dipasangkan dengan Fadly Nurzal, sesuai dengan informasi yang selama ini dihimpunnya baik di dewan maupun perkembangan di luar dewan.

“PKS pastinya dengan partai berbasis Islam. Dan infonya, Gatot akan dipasangkan dengan Fadly Nurzal sebagai Wakil Gubsunya,” ungkapnya.
Sedangkan itu, sambung sumber tersebut, dari beberapa nama yang muncul di Sumut Pos dalam beberapa hari terakhir ini, menurutnya memang orang-orang yang memiliki keinginan atau ambisi yang kuat untuk maju pada Pilgubsu 2013 mendatang. “Ya, nama-nama itu maju. Tinggal keputusan partai masing-masing saja, siapa nantinya akan diusung. Karena ada satu partai memiliki dua atau tiga nama,” katanya.

Lebih lanjut sumber tersebut menuturkan, tidak hanya itu, masih ada nama lainnya yang juga berpeluang akan maju. Dan bahkan, sumber tersebut sampai menyebutkan informasi yang diberikannya valid. Yakni, niat Bupati Deli Serdang Amri Tambunan untuk turut serta di Pilgubsu.
“Bupati Deli Serdang itu maju, jangan salah. Dia itu punya niat untuk maju. Ada yang sudah bilang ke saya. Kalau Bupati Sergai Erry Nuradi juga maju, tapi sepertinya dia mau untuk nomor duanya saja. Dia tidak nomor satunya,” kata sumber itu.

Dikemukakannya, Demokrat juga belum tentu mengusung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut HT Milwan. Tapi menurutnya, andaikata benar nantinya HT Milwan diusung Demokrat, maka peluangnya relatif kecil. Itu dikarenakan, sejumlah kasus yang membelenggu Milwan. “Kalau Kapolda Sumut Wisjnu Amat Sastro bisa juga,” tuturnya.

Sumber ini juga menjelaskan, sosok-sosok yang diusung Golkar antara lain, Chairuman Harahap juga relatif tidak terlalu memiliki kans yang kuat untuk menjadi jawaranya, begitu pula dengan sosok Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. “Harusnya Gus Irawan, dan saya pikir dia yang memiliki peluang besar. Kalau Chairuman dan Ngogesa tidak begitu besar kans nya,” cetusnya. (ari)

Segera Diluncurkan Perda Kemudahan Usaha

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Medan, Zulkarnain Lubis mengatakan Pemko Medan tak hanya menggratiskan tiga izin usaha, bahkan sebagai upaya untuk merangsang peningkatan investasi baik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri di Medan, Pemko Medan segera menggagas rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang fasilitas kemudahan dan insentif penanaman modal daerah.
“Tahun depan kami akan menggagas Ranperda tentang fasilitas kemudahan dan insentif penanaman modal daerah. Itu kita lakukan agar kota Medan bisa lebih banyak menarik investasi langsung (Direct Investment),” katanya.

Dia menerangkan, Ranperda yang akan digagas nantinya, diharapkan kiblat investasi di tahun depan harus lebih banyak ke Medan baik dari sektor primer seperti perdagangan dan industri, sektor sekunder teknologi tinggi ataupun sektor tertier yakni jasa dan keuangan.

Dalam Ranperda sebutnya, akan dilakukan peningkatan pelayanan perizinan. Untuk menunjang hal itu akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terutama terhadap jenis-jenis perizinan tertentu untuk kemudahan persyaratan perizinan.

“Kami ingin ke depan persetujuan prinsip lebih dimudahkan, sehingga pembangunan investasi bisa lebih cepat,” terangnya.
Selain itu, tambahnya Ranperda juga diatur insentif serta pertimbangan-pertimbangan seperti penundaan pajak retribusi tertentu yang tidak mengganggu target dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).  (adl)

Kakak Beradik Ngaku Kehilangan Ibu

Pasca ditemukannya mayat wanita di kebun tebu tanpa mengenakan busana, membuat keluarga Jamilah, warga Dusun X, Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, menjadi panik. Pasalnya, mereka mengaku kehilangan seorang anggota keluarganya sejak enam bulan lalu, yang hingga kini tidak kunjung ditemukan.

Jamilah, mengaku kehilangan adiknya bernama Sri Juanti (35), sejak enam bulan lalu. “Adik saya itu pergi tak lama setelah Lebaran. Setelah kepergiannya itu, sampai saat ini ia tidak ada terlihat lagi. Kalau menurut tetangga saya, Sri kerap terlihat di seputaran Binjai dan Langkat. Tapi, saya sendiri sampai saat ini belum menemukannya,” ujar Jamilah ketika ditemui di rumahnya, Senin (16/1).

Lebih jauh diungkapkannya, adiknya itu memiliki empat orang anak. Sementara suaminya merantau ke Kalimantan. “Adik saya ini tidak punya rumah. Ia selalu menumpang di tempat saudaranya yang ada di kawasan Langkat. Karena adik saya ini jarang pulang, akhirnya suaminya pergi ke Kalimantan,” ungkapnya.

Setelah suaminya pergi, Sri tak kunjung kembali. Jamilapun tak pernah lagi melihat adiknya itu. “Ketika ditemukan mayat di kebun tebu itu. Saya sangat panik. Bersama anaknya, saya langsung pergi melihat. Tapi, sampai di lokasi penemuan mayat, saya tidak dapat mengenali wajahnya karena sudah rusak dan membusuk,” ungkapnya.

Jamilah lantas menyarankan agar Sumut Pos menemui anak Sri  di Desa Karang Rejo, Stabat, Langkat. Setibanya di lokasi yang dimaksud, Sumut Pos bertemu dengan Vani, anak tertua Sri Juanti yang tinggal bersama pamannya. Menurut Vani, awalnya ia sangat yakin kalau mayat wanita yang ditemukan di perkebunan tebu itu ibunya yang hilang sejak enam bulan lalu. “Iya Bang, aku awalnya yakin, sampai-sampai aku panik dan bersedih saat mendengar penemuan mayat itu,” kata wanita berkulit putih itu.

Penasaran, Vani pergi ke RSU Pringadi Medan guna memastikan apakah mayat wanita itu benar ibunya atau tidak. “Begitu saya lihat mayatnya di kamar jenazah, saya langsung melihat kakinya. Karena di kaki ibu saya ada benjolan. Tapi, waktu saya lihat benjolan itu tidak ada. Tapi, yang terlihat bekas benjolan seakan sudah dioperasi,” ungkapnya.

Meski begitu, Vani yakin kalau mayat itu bukan ibunya. Karena menurut Vani, postur tubuh dan wajah mayat itu sangat berbeda dengan ibunya. “Meski saya masih khawatir mayat itu adalah ibu saya. Tapi saya yakin, kalau itu bukanlah ibu saya. Karena, postur dan wajahnya sudah berbeda,” ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Vani, sekitar tiga hari sebelum ditemukan mayat itu, rasa ingin bertemu ibunya sangat besar. Ia mengira kalau ibunya di tempat kelahirannya, Kota Datar. Tapi, setelah dia pergi ke Kota Datar, ibunya tidak ada.(dan)

Identitas Korban Masih Kabur

Penemuan Mayat Wanita Hamil Membusuk di Kebun Tebu

BINJAI- Hingga kini, kasus penemuan mayat berjenis kelamin wanita di lokasi perkebunan PTPN 2 Kampung Lama, Tanjung Anom, Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sejauh ini pihak kepolisian belum mengetahui identitas, motif, hingga titik terang pelaku pembunuhan terhadap korban.

Menurut Kapolsek Tandam AKP Zakaria, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/1), untuk mengetahui berapa lama keberadaan korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP),  pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RSU dr Pringadi Medan. “Kita tidak dapat menduga seberapa lama korban berada di TKP. Yang jelas, saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan terlentang, dan sudah sulit untuk dikenali karena membusuk,” ujar Zakaria.

Di tubuh korban, sambungnya, juga didapati baju kemeja warna hitam yang terlipat hingga menutupi mulutnya. Sementara, untuk bagian dada hingga ke kaki tidak ada penutup, hanya pakian dalam untuk dada berwarna hitam. “Setelah kita olah TKP, berjarak sekitar satu meter, kita temukan celana panjang warna hitam. Saya tidak tahu pasti, celana jenis apa, yang jelas warna hitam,” ungkapnya.

AKP Zakaria juga mengakui, kalau pihaknya tetap berkoordinasi dengan Polres Binjai guna mencari tahu siapa pelakunya, motif, hingga mencari tahu dimana keluarga korban. “Upaya pencarian keluarga korban, motif hingga pelaku sudah kita lakukan. Sejauh ini, kita juga menunggu hasil otopsi, dan kita tetap berkoordinasi dengan Polres Binjai, agar kasus ini dapat terungkap secepatnya,” kata Zakaria.

Keterangan yang berhasil dihimpun Sumut Pos di TKP menyebutkan, lokasi penemuan mayat wanita itu jauh dari perkampungan penduduk. Ditaksir jarak perkampungan dari perkebunan tempat mayat ditemukan berkisar 10 Km. Bahkan, pantawan wartawan Sumut Pos di lokasi kejadian, suasana tampak sepi dan jarang dijamah warga sekitar yang biasa mengembala ternak.

Seorang warga yang mengaku bernama Supiyah, saat ditemui di areal perkebunan tebu tak jauh dari TKP mengatakan, kalau warga setempat juga takut melintas di lokasi penemuan mayat wanita itu. “Kalau tebunya sudah tinggi seperti itu, kami juga takut. Soalnya jalan di lokasi itu sangat kecil dan sepi. Pokoknya seramlah,” ungkap Supiyah.

Tak hanya itu, Supiyah juga mengungkapkan, kalau di areal perkebunan itu, sudah sering ditemukan mayat manusia. “Yang saya tahu sudah ada tiga kali mayat ditemukan di areal perkebunan ini. Waktu itu ditemukan sudah jadi tengkorak, dan ada juga anak orang Cina yang sudah membusuk,” ungkapnya, seraya menambahkan, tindak kriminal seperti perampokan, juga kerap terjadi di areal penemuan mayat tersebut.

Supiyah juga mengakui, kalau dirinya dan warga sekitar tidak ada yang kehilangan keluarga. Selain itu, kondisi korban sangat sulit untuk dilihat. “Saya sendiri waktu melihat sudah tidak tahu bagaimana wajahnya. Sudah itu, saya tidak tahan lama-lama melihat, karena sudah terlalu busuk,” ucapnya sembari menujukan TKP penemuan mayat itu.(dan)

APV Tabrak Pohon di Jalan Tol, 1 Tewas

MEDAN- Tujuh orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke Malaysia, mengalami kecelakaan di Jalan Tol Medan-Belawan kawasan Menteng Km 25.200, Kecamatan Medan Denai, Senin (16/1) dini hari pukul 05.00 WIB. Ketujuh TKI yang mengendarai mobil rental jenis Suzuki AVP warna Silver BK 1490 JR yang dikendarai seorang supir bernama Iswandi (31) asal Lhoksumawe ini, menabrak pohon mahoni yang berada di pinggir jalan tol tersebut.

Akibatnya, seorang TKW bernama Muliani alias Ani (56), warga Jalan Yong Panah Hijau, Lingkungan IV, Medan Marelan, yang saat itu berada persis di samping supir tewas terhimpit dengan kondisi kaki kiri patah tiga dan dada serta wajah mengalami benturan.

Sedangkan keenam TKI lainnya yang berasal dari Aceh yakni Maimun (26), Mardi (31), Junaidi (32), Muhammad alias Bambang (29), Josandi Akbar (30) dan Muniruddin (29) mengalami luka-luka di bagian kepala, kedua kaki dan tangannya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Masruli (36), anak kedua korban yang ditemui di ruang instalasi jenazah Pirngadi Medan mengatakan, ibunya sudah 20 tahun kerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga dan pada Desember lalu baru pulang ke Medan.

Sementara Ita (48), adik kandung korban mengaku ada firasat buruk. “Sore kemarin, saat di rumahnya kami sekeluarga makan bersama. Di situ saya sempat mengatakan, mungkin ini makan terakhir kakak sama kami, maksudnya karena kakak kami ini kan lama baru balik lagi ke Medan, namun ternyata takdir berkata lain,” ujarnya sedih.

Kanit Lantas Percut Sei Tuan AKP Maju Harahap mengatakan, kalau kecelakaan tersebut terjadi akibat supir mengantuk hingga menabrak pohon mahoni di pinggir jalan tersebut. Karena ada yang meninggal dunia, Iswandi terpaksa ditahan di kantor Satlantas Polresta Medan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.(cr-2/smg)

Weleh, Profesi Tukang Gigi Dicabut

Peraturan Menteri hanya Perbolehkan Dokter yang Urus Gigi

Tukang gigi yang selama ini mewarnai pelayanan kesehatan gigi dan mulut di tanah air, kini dilarang beroperasi. Sebagai gantinya, pelayanan soal kesehatan gigi dan mulut hanya boleh ditangani tenaga berwenang yakni dokter gigi.

Peraturan ini tertuang dalam Permenkes RI Nomor 1871/MENKES/PER/IX/2011 yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan RI tanggal 5 September 2011. “Dengan begitu, pekerjaan tukang gigi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi hingga batas waktu yang ditentukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Candra Syafei SpOG, Senin (16/1).

Dikatakan Candra, semua praktik yang menyangkut pelayanan kesehatan kepada masyarakat atau yang berhubungan dengan manusia harus sudah melalui uji kompetensi dengan dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) seperti dokter. “Makanya, untuk itu diperlukan STR. Dokter saja harus uji kompetensi dulu, baru dapat STR dan memiliki izin praktik. Jadi menyangkut pelayanan gigi itu dilakukan oleh dokter gigi ,” kata Candra.

Untuk itu, sebut Candra, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat edaran kepada kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi kepada tukang gigi di daerahnya masing-masing. “Diharapkan ada sosialisasi soal Permenkes ini. Jika telah diberlakukannya Permenkes, tapi masih ada yang membandel, kita hanya peneguran dulu karena ini ‘kan masih baru,” jelasnya.

Terpisah, seorang dokter gigi, drg Susyanto meminta agar Permenkes tersebut sebaiknya segera diberlakukan untuk penertiban para tukang gigi.  Ini dikarenakan tukang gigi, tidak melalui jalur pendidikan edukatif dan berpraktik hanya berdasarkan pengalaman kerja. “Kalau izinnya sudah habis, jangan lagi diperpanjang,” ungkapnya.

Jika begitu, bukankah akan menguntungkan dokter gigi saja? Setidaknya, dokter praktik akan menaikkan tarif.
Menyikapi hal itu, Susyanto menyatakan hal ini untuk menertibkan agar masyarakat berobat di jalur yang resmi. “Tujuannya untuk membuat yang terbaik, yang berkompeten yang mempunyai pendidikan yang melakukan pelayanan. Gak ada untuk menaikkan tarif karena ini melalui jalur edukatif,” urainya.

Sementara itu, Gunawan salah seorang tukang gigi di Jalan Rahayu Medan mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya Permenkes tersebut. Gunawan mengaku usaha tersebut dirintis sejak 1988 dan turun temurun dari keluarganya.

“Saya nggak tahu soal aturan itu. Tempat saya hanya membuat gigi palsu namun bukan untuk memasang atau menempel. Kalau memang diberlakukan, mau bagaimana lagi. Karena ini usaha cari makan juga. Saya membuka usaha ini berdasarkan pengalaman dari paman saya,” bebernya. (mag-11)

Lagi, Ijazah Unimed Dipalsukan

MEDAN- Bermaksud membantu temannya melegalisir ijazah Akta IV Fakultas Ilmu Pendidikan yang dikeluarkan oleh Universitas Negeri Medan (Unimed), JH Manalu (32), pegawai Unimed malah mengetahui ijazah tersebut ternyata palsu. Selanjutnya, JH Manalu melaporkan tenemuan tersebut ke Polsek Percut Seituan, Senin (16/1) siang.

Kepada petugas Polsek Percut Seituan, JH Manalu menerangkan, ijazah palsu tersebut merupakan milik temannya bernama Katijah yang bertugas sebagai guru sekolah dasar di Provinsi Aceh. Katijah minta tolong kepadanya untuk melegalisir ijazah Akta IV Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed tersebut. Namun, saat diperiksa petugas biro Adminstrasi Unimed, ternyata ijazah yang dikeluarkan pada 2004 dan ditandatangani Rektor Unimed Prof Djanius Djamin SH itu tidak terdaftar alias palsu. Takut dirinya terjerat hukum, JH Manalu pun melaporkan ijazah milik temannya itu ke Polsek Percut Seituan.

Sementara Kapolsek Percut Setuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kepala Unit (Kanit) Reksrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan menjelaskan, status JH Manalu yang melaporkan adanya ijazah palsu tersebut hanya sebagai saksi karena dimintai tolong oleh temannya untuk melegalisir ijazah tersebut.

“Setelah dicek di Biro Administrasi Unimed, ternyata ijazah tersebut asli tapi palsu. Ijazah tersebut akan diperiksa di laboratorium forensik (Labfor) akan dibandingkan dengan ijazah asli,” terang AKP Faidir Chan.(gus)

Siswi SMP Dicabuli di Warnet

MEDAN- Jejaring sosial Facebook kembali menelan korban. Seorang pelajar SMP, sebut saja namanya Bunga (15), warga Pasar 1, Kelurahan Tanah 600, Medan Marelan, menjadi korban pencabulan setelah berkenalan dengan RC (17), warga Pasar 2, Marelan, lewat jejaring sosial tersebut.

RC yang masih duduk di Kelas I SMA swasta di kawasan Helvetia itu akhirnya diciduk personel Polres Pelabuhan Belawan, ketika sedang asyik bermain internet di salah satu warnet di kawasan Marelan.

Informasi diterima di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Belawan, Senin (16/1) menyebutkan, RC dan Bunga telah menjalin hubungan selama empat bulan. Perkenalan mereka terjalin lewat Facebook, lalu berlanjut ke pertemuan. Sejak itu, mereka sering bertemu di Warnet PW.

Pengakuan korban di Mapolres Pelabuhan Belawan, dia telah disetubuhi sebanyak satu kali dan tiga kali dicabuli hingga kemaluannya mengeluarkan darah. Perbuatan mesum itu mereka lakukan di Warnet PW, Pasar 3 Marelan, sekira awal September 2011 lalu.

Menurut Bunga, saat melakukan perbuatan mesum itu, pelaku beberapa kali mempertontonkan situs porno kepada Bunga.(yod/smg)