Home Blog Page 13991

Urus Akta Kelahiran Langsung di Rumah Sakit

MEDAN-Soal pengurusan akta kelahiran yang berbelit sangat membuat warga tak nyaman. Karena itulah, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut berusaha mencari solusi terbaik. Yakni, mengurus akta kelahiran langsung di rumah sakit.

Setidaknya hal ini diungkapkan Ketua Persi Sumut, Dr Sjahrial Anas.  “Memang saat ini untuk mengurus akta kelahiran sangat berbelit-belit dan menghabiskan banyak ongkos. Persi Sumut akan coba mengajukan kepengurusan akta kelahiran langsung dari rumah sakit dan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan,” katanya.

Memang, Mendagri telah membuat surat edaran untuk memperpanjang masa pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) seluruh Indonesia. Namun, tetap saja hal itu dianggap tidak banyak menolong. “Ini akan kita jadikan program Persi ke depannya. Masyarakat akan sangat terbantu seandainya pengurusan akta kelahiran anak langsung dari rumah sakit. Kita akan coba menjajakinya,” ungkapnya lagi.
Sambung Sjahrial Anas, di luar Sumatera Utara, khususnya di daerah Jawa, program tersebut sudah dijalankan. “Karena kepengurusannya otomatis dan tidak terlalu berbelit-belit,” ucapnya.

Pihaknya berharap, program ini akan cepat direalisasikan. “Ya itu tadi, kita akan coba bekerja sama dengan Dinas Kependudukan agar rumah sakit yang langsung mengeluarkan akta kelahiran dan soal pembayaran akan disesuaikan dengan Perda,” bebernya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan menekankan agar setiap orangtua untuk mengurus akta kelahiran. “Jadi, akte kelahiran itu sangat banyak fungsinya. Untuk itu, agar tidak merepot, seluruh orangtua harus segera mengurus akte kelahiran begitu anaknya lahir. Itu merupakan tangung jawab dari orangtua si anak,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri diruang kerjanya didampingi Kadisdukcapil Darusalam Pohan.
Ketika disingung dengan rumitnya pengurusan akte bagi yang sudah umurnya melebihi dari 60 hari, Syaiful menjelaskan kalau itu semua sudah sesaui dengan ketentuan dari UU. “Jadi kalau tidak mau repot, sekali lagi kepada orang tua untuk segera mengurusnya begitu anak lahir,” bebernya.(mag-11/adl)

Briptu Leonardo Dimakamkan, Briptu Ikhsan Dapat Hiburan

MEDAN-Kemarin Briptu Leonardo Sitanggang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Binjai. Di sisi lain, Briptu Ikhsan Fuadi – pelaku penembakan – di sel penjara di Gedung Direktorat Reserse Umum  Polda Sumatera Utara mendapat hiburan menarik. Dia mendapat hiburan sebuah lagu yang berjudul ‘Anak Medan’ yang dinyanyikan oleh Panitera Lince Simanjuntak yang masuk sel karena kasus penipuan CPNS.

Begitulah, Lince terdengar menyanyi dengar keras, sementara rekan sel lainnya berjoget. Ikhsan, meski mendapat hiburan semacam itu, tetap saja diam. Bahkan, melalui seorang petugas jaga, Ikhsan menolak dikunjungi wartawan. “Maaf Bang, dia tidak mau… katanya, dia ingin sendiri,” kata petugas tersebut.

Menurut petugas penyidik yang memeriksa, Ikhsan memang tidak mau banyak bicara.  Saat dimintai keterangan sehari setelah kejadian, Ikhsan curhat dengan penyidik yang menanganinya. Dalam pembicaraan itu Ikhsan mengaku terbayang-bayang wajah Briptu Leonardo. Ikhsan mengaku tidak menyangka apa yang telah terjadi terhadapnya dan harus kehilangan teman akrabnya yang sama-sama lulusan bintara tahun 2006 itu. Lebih lanjut kata penyidik tersebut, Ikhsan hanya ingin minta maaf atas kelalaianya yang telah diperbuat.

Sementara,  dari Binjai, setelah disemayam selama tiga hari di rumah duka, akhirnya jenazah Briptu Leonardo dimakamkan di makam Pahlawan Syuhada, Jalan T Imam Bonjol, Kecamatan Binjai Kota, dengan upacara kepolisian, Kamis (16/2), sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum pemakaman dilakukan, terlebih dahulu pihak keluarga melakukan prosesi perpisahan dengan Briptu Leonardo di rumah duka. Selanjutnya, pihak keluarga menyerahkan jenazah Briptu Leonardo, kepada pihak kepolisian yang dilakukan langsung oleh Samsudin Sitanggang, selaku paman almarhum, dan diterima langsung oleh Inspektur upacara Kombes Pol Drs Darma Sinuraya, yang menjabat sebagai Dir Sabara Poldasu.

Dalam penyerahan jenazah Briptu Leonardo tersebut, calon istrinya, Martina Br Sinaga, langsung menangis histeris ketika peti jenazah ditutup. “Abang, kenapa kamu tinggalkan adik. Kamu sudah berjanji akan menikahi adik, Bang. Adik tak rela,” tangis Martina, sembari diangkat keluarga Briptu Leonardo ke dalam kamar.

Setelah penyerahan jenazah dan prosesi upacara kepolsian di rumah duka usai, jenazah Briptu Leonardo langsung diangkat oleh pasukan yang sudah disiapkan, guna dibawa ke dalam mobil ambulans untuk menuju Makam Pahlawan.

Setiba di Makam Pahlawan Kota Binjai, jenazah Briptu Leonardo langsung diturunkan dan diangkat menuju liang lahat yang sudah dipersiapkan. Lagi-lagi, kedua orangtua, calon istri, dan sejumlah keluarga lainnya terlihat menangis.

Usai liang lahat Briptu Leonardo tertutup oleh tanah, prosesi pemakaman dilanjutkan dengan mendoakannya. Namun, belum lagi prosesi terakhir ini usai, hujan terlebih dahulu mengguyur Kota Binjai. Meskipun begitu, prosesi pemakaman yang terakhir tersebut tetap dilanjutkan. Sehingga, pakaian para petugas dan orang-orang yang mengikuti prosesi pemakan itu menjadi basah.

Terkait kejadian tewasnya Briptu Leonardo, Kepala Satuan (Kasat) Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut Kombes Pol Setyo Boedi kembali mengimbau setiap anggota Polri agar dapat memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan senjata api (senpi).

Budi juga mengatakan, selain harus memahami SOP penggunaan senpi juga harus memahami cara dalam menembakkan. Karena itu semua ada saat pendidikan sudah diajarkan kepada setiap anggota. “Bila jauh dari ancaman  tidak perlu dikokang,” kata Budi. (mag-5/dan/gus)

NMC Jalin Pergaulan Tanpa Batas dan Anarkis

Anniversary 3rd Ninja Medan Community

MEDAN- Dalam memberi inovasi terhadap komunitas sepeda motor, Clas Mild yang bekerjasama dengan Ninja Medan Community (NMC) terus melakukan hal-hal yang positif.

Salah satu kerjasama dengan perkumpulan para pengguna kendaraan sepeda motor Kawasaki Ninja yang telah resmi terdaftar di Kawasaki Ninja Indonesia (KNI), untuk bersama membangun bangsa dan menciptakan berlalulintas tang taat pada peraturan.

“Menyambung  kembali event-event yang terus memberi inovasi, kini Clas Mild bekerjasama dengan NMC terus melakukan hal-hal yang  positif dengan cara melakukan kerja sama dengan komunitas sepeda motor,” kata Sulianto selaku Branch Manager Clas Mild, didampingi Edi agustin, Sales and Promotion Supervisor Clas mild, kemarin.

Organisasi NMC yang berdiri pada 1 Januari 2009 ini juga memiliki moto Menjalin Pergaulan Tanpa Batas dan Tanpa Anarkis yang bersifat khusus, kekeluargaan, terbuka dan demokratis.

“Tujuan didirikannya community ini  untuk membina dan menciptakan para pengguna sepeda motor untuk tertib berlalu lintas serta menjadikan wadah persatuan dan forum silaturrahmi bagi para pengguna kendaraan  sepeda motor khususnya Kawasaki Ninja di Kota medan,” cetus Abdul Gafar Pring’s Martoyo, Ketua MNC bersama Reza Aditya Pramana, Ketua panitia pelaksana.

Ditambahkannya, selain dapat mengembangkan hobi dan kreativitas bagi anak muda yang suka dengan perkumpulan yang positif sehingga dapat  saling bertukar pikiran dan informasi mengenai otomotif

“Dalam kegiatan Anniversary 3rd Ninja Medan Community  yang diadakan di Pantai Lestari Indah, Desa Pantai Cermin Kanan, Sabtu (11/2) lalu melaksanakan kegiatan untuk mematuhi peraruran berlalu lintas.

“Kegiatan yang dilakukan dengan sosialisasi menghidupkan lampu dipagi dan siang hari untuk sepeda motor, kampanye informasi cara bertata tertib berlalu lintas, Perayaan Anniversary 3rd Ninja Medan Community dan ditutup dengan menghadirkan DJ George,” bebernya.(*/adl)

Ini Usus Cucu Ibu yang Sudah Membusuk…

Bayi dengan Usus dan Lambung di Luar Perut Meninggal

Upaya tim medis RSU H Adam Malik Medan untuk menolong bayi perempuan (22 hari) lahir tak normal dengan kondisi usus dan lambung di luar tubuh akhirnya kandas. Anak dari pasangan Sunarji (35) dan Suprianati (32) ini menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis siang (16/2).

Jhonson P Siahaan, Medan

Siang kemarin, bayi perempuan yang sempat dirawat di Ruang Perinatologi (Ruang Khusus Bayi) Lantai I, RSUP H Adam Malik itu, menjalani operasi terhadap usus dan lambung. Operasi dimulai sejak pukul 11.30 WIB dan selesai pukul 15.30 WIB.

Saat proses operasi, sang nenek bayi Inin sejak pukul 11.00 WIB bersama dengan suaminya (kakek bayi) Muchtar (62), terlihat cemas menunggu cucu mereka menjalani operasi. Inin yang menggunakan baju hitam, jilbab hitam, dan celana warna coklat duduk sambil melipat kedua jari tangannya. Hal serupa juga dilakukan, Muchtar, sang kakek yang menggunakan baju warna biru tua menggunakan celana jeans coklat.

Sesekali petugas yang menggunakan pengeras suara yang dirancang khusus hanya untuk lantai tersebut memanggil para keluarga pasien. Inin dan suaminya, Muchtar terlihat cemas begitu mendengar suara pengeras tersebut. Namun, bukan mereka yang dipanggil petugas tetapi keluarga pasien yang lainnya. Tepat pukul 15.30 WIB petugas pun dengan menggunakan pengeras suara memanggil keluarga. Lalu, Muchtar masuk ke dalam ruangan tersebut. “Operasi telah selesai. Tapi, kata dokter tak ada yang harus dilakukan lagi karena ada kelainan pada jantung dan lambung cucu saya,” katanya saat berada di luar begitu keluar dari ruang operasi.

Tak begitu berapa lama kemudian, petugas pun keluar dan menyerahkan satu botol kaca tepatnya tempat infus. Namun, di dalamnya hanya ada cairan sedikit dan potongan usus. “Ini usus cucu ibu yang sudah sempat membusuk dan berhasil dipotong oleh dokter,” kata petugas sambil menyerahkan botol tersebut kepada Inin.

Pukul 16.15 WIB, petugas melalui pengeras suara kembali  memanggil keluarga. Lagi-lagi, Muchtar masuk ke dalam ruangan dan sekitar 5 menit berada di dalam, Muchtar pun keluar dari dalam ruangan. “Bu, cucu kita sudah meninggal,” ucapnya dengan nada pelan kepada sang istri, Inin, dengan wajah pucat.

Sontak saja, Inin, sang nenek pun menitikkan air mata dan dengan pandangan hampa ke depan mengatakan. “Yah Allah, kenapa begitu cepat. Padahal sudah 23 hari aku temani dia,” ucapnya dengan nada pelan.

Muchtar dan keluarga lainnya yang tinggal di Medan begitu mendengar kabar itu langsung naik dari Lantai I ke Lantai III. Terlihat mereka memegang handphone masing-masing sambing menghubungi sanak family mereka. “Anaknya Sunarji sudah meninggal, Pak,” kata seorang anggota keluarga melalui telepon kepada keluarga yang lainnya.

Keluarga pasien yang lainnya mendekati Inin dan terlihat juga ikut memberikan dorongan dan motivasi kepadanya. “Yah Allah, terlalu berat cobaan ini kau berikan,” sebut Inin sambil memegang amplop coklat berisikan foto/gambar hasil ronsen cucunya itu.

Sementara Dr Mahyono SpB, dokter spesialis bedah yang juga termasuk dalam Tim Dokter melakukan operasi itu mengatakan, saat dilakukan operasi terlihat ada keanehan pada jantung dan lambung bayi tersebut. “Operasi sudah selesai dilakukan dan sukses. Tapi, harapan hidup hanya 40 persen karena ada kelainan pada jantung dan lambungnya juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahyono menuturkan, semua telah dilakukan semaksimal mungkin dan semua upaya dilakukan. “Makin banyak kelainan pada bayi, maka makin sedikit harapan untuk hidup. Begitu sebaliknya, makin sedikit kelainan maka harapan untuk hidup akan semakin besar. Dari hasil operasi yang kita lakukan, memang keanehan itu terletak pada jantung dan lambung,” bebernya.

Mengenai tim dokter yang dilibat, Mahyono menyebutkan, tim dokter yang dilibatkan semua sudah spesialis di bidangnya. “Dokter yang dilibatkan diantaranya Dr Pertin SpA (dokter spesialis anak), Dr Emil SpA (dokter spesialis anak), Dr Suyaharto SpAn (dokter spesialis anastesi) dan saya sendiri spesialis bedah. Semuanya sudah spesialis di bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Hal senada diucapkan Direktur Medik & Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Lukmanul Hakim. Ditambahkannya, sudah banyak pasien yang seperti demikian, namun, dirinya tak mengetahui pasti jumlahnya dan berhasil dilakukan operasi. “Penyakit seperti ini memang banyak, tetapi bisa dilakukan operasi dan semua normal kembali. Memang pada bayi ini ada terlihat keanehan pada jantung dan lambung. Semua upaya sudah kita lakukan dan RSUP H Adam Malik turut berduka cita,” ungkapnya. (*)

TNI, Polri, PNS se-Sumut Siap Dukung Program PMI

Jusuf Kalla Puji UDD PMI Kota Medan

Kesadaran masyarakat Sumut untuk melakukan donor darah semakin tumbuh, padahal dahulu sumut termasuk yang  paling rendah, sehingga butuh pasokan dari daerah lain.

Demikian diucapkan Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang  Merah Indonesia (PMI) saat kunjungannya ke markas Palang Merah Indonesia Daerah Provinsi Sumatera Utara Jl.  Perintis Kemerdekaan No 7 Medan, Jumat (10/9) lalu.

Kunjungan Ketua Umum PMI ke markas PMI Sumut, merupakan salah satu rangkaian acaranya dengan penandatanganan MoU antara PMI Sumut dengan Kapoldasu, Pangdam I Bukit Barisan, Pangkosek Hanudnas III serta PD Korpri Sumatera Utara.  Isinya, tentang kegiatan kepalangmerahan yaitu membantu kebutuhan donor darah, penanggulangan bencana salah satunya melalui pendidikan latihan kesiapsiagaan bencana, income generate dalam bentuk kerjasama serta kegiatan PMI lainnya.

Jusuf Kalla menyatakan kegembiraannya dan pelaksanaan penandatanganan MoU ini adalah suatu prestasi terbaik di Indonesia selama beliau menjabat ketua umum PMI dimana keempat petinggi di Sumatera Utara siap  bekerjasama dengan PMI.

“Donor darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, semakin berkembang dan majunya suatu daerah maka semakin besar kebutuhan akan darah. Ini juga tak terlepas dari banyaknya kasus kecelakaan,” ujar Jusuf Kalla.

Sebelum MoU ditandatangani, Kapoldasu Irjen Pol Wisnu Amat Sastro menyatakan,  bahwa jajarannya yang bertugas di Wilayah Hukum Sumatera Utara lebih kurang dua puluh lima ribu orang, begitu pula dengan Pangdam I/BB Mayjen TNI, Lodewijk F Paulus bahwa Kodam, Korem, Kodim sampai Koramil prajuritnya diperkirakan duapuluh tujuh ribu siap mendukung program PMI dibawah kepemimpinan JK.

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyatakan, jajaran PNS di Sumatera Utara yang akan dikordinir oleh Ketua Korpri, Nurdin Lubis akan mengatur mekanisme kegiatan donor darah di kalangan PNS yang diperkirakan berjumlah ratusan ribu, yang selama ini sebenarnya sudah menjadi agenda pokok dari Korpri.

Sementara itu, Ketua PMI Sumut DR H Rahmat Shah mengatakan, dengan ditandatanganinya MoU ini semoga kebutuhan akan darah dapat diatasi. Selain itu juga kesiagaan bencana dari pihak Palang Merah semakin kuat.

Lebih lanjut Rahmat Shah menyampaikan, bahwa markas PMI Sumatera Utara akan dibangun sesuai dengan kebutuhan dan akan digabung dengan markas PMI Kota Medan serta UDD dengan memanfaatkan areal yang ada saat ini.

“Oleh karenanya, melihat dari Markas PMI di Provinsi lain, dimana untuk biaya pembangunannya mendapatkan dukungan dana dari APBD setempat, kiranya Pemprovsu dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Markas PMI Sumut,” harapnya.

Sebelum ke markas Palang Merah Jusuf Kalla didampingi Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial, Rumah Sakit dan Trasnfusi Darah PMI Pusat dr Farid Husain, SpBd dan Ketua PMI Sumatera Utara DR H Rahmat Shah terlebih dahulu  mengunjungi Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan di Jalan HM Said No. 126 BCD Medan.

JK dan Farid tersenyum melihat keadaan UDD PMI Kota Medan sekarang lebih baik dari dahulu. “Dulu UDD ini ruangannya sangat tidak layak tapi kini terlihat sudah berubah dan lebih baik,” puji JK.

Kegembiraan JK juga terlihat saat memeriksa stok darah yang ada di tempat penyimpanan darah. “Waktu saya meninjau UDD ini beberapa waktu yang lalu, stok darahnya cuma dua kantong saja. Namun sekarang sudah banyak mencapai duaratus kantong,” puji JK lagi. (*/ila)

Nazir Masjid Diminta Galakkan Maghrib Mengaji

Program Safari Jumat Wali Kota Medan

Badan kenaziran masjid diminta untuk melaksanakan maghrib mengaji dalam upaya mengajarkan anak-anak mulai sejak dini agar mencintai Alquran. Kegiatan maghrib mengaji juga sebagai bagian menumbuhkan suasana religius kepada generasi bangsa ke depan.
Program Safari Jumat Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM rutin dilaksanakan. Jumat (10/2) lalu, Rahudman beserta rombongan mengunjungi Masjid Al Hasanah Jalan Gatot Subroto Medan, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah.

Dalam kunjungan itu, Rahudman meminta kepada nazir masjid untuk mengajak anak-anak mangaji setiap usai salat maghrib.
“Maghrib mengaji harus digalakkan demi mengajarkan anak-anak sejak dini mengenal dan mencintai Alquran,”katanya.

Dia membeberkan, safari Jumat akan digelar setiap minggunya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan frekuensi pertemuan antara Wali Kota Medan dengan masyarakatnya, terutama tokoh agama dan pengurus masjid agar bisa terjalin membangun tali silaturahim, sehingga terciptanya kebersamaan dalam rangka membangun Kota Medan.

Rahudman berharap dengan Safari Jumat yang dilakukan, dirinya bisa bertatap muka dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga apa yang menjadi keluhan maupun aspirasi warganya dapat diserap.

Dari perjalanan Safari Jumat, dia mengakui masih ada keluhan masyarakat mengenai pelayan yang diberikan apraturnya belum memuaskan warga. Hal inilah yang perlu diperbaiki guna memberikan pelayanan terbaik yang diberikan aparatur Pemko Medan.

“Saya mohon maaf, sebagai Wali Kota, saya bertanggung jawab atas kinerja aparatur saya. Karenanya, saya berjanji membenahi dan memperbaiki sehingga pelayanan yang akan diberikan bisa lebih baik lagi,” janjinya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Rahudman menyampaikan tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu dia berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah akibat ketidakmampuan orang tuanya.

“Jika tidak mampu, kita siap membantu. Anggaran untuk itu cukup,” paparnya.

Untuk kemakmuran dan perluasan masjid, tak lupa Rahudman memberikan bantuan sebesar Rp30 juta. Bantuan itu langsung diserahkan orang nomor satu di Pemko Medan ini kepada Kenaziran Masjid Al Hasanah. Sang nazir terlihat haru menerima bantuan itu, sebab mereka sangat membutuhkan dana untuk perluasan masjid.

Sebelumnya, kenaziran Majid Al Hasanah ketika menyampaikan sambutan tampak sangat haru atas kedatangan wali kota didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan. Suaranya terdengar lirih karena tak kuat menahan rasa haru.

Dia menerangkan, kenaziran saat ini membutuhkan dana sekitar Rp110 juta untuk perluasan masjid. Untuk itu pihak kenaziran mengkapling tanah dengan harga rata-rata Rp1 juta per kapling. Perluasan itu dilakukan agar masjid ini bisa menampung lebih banyak jamaah lagi. (adl)

Hijaukan Taman Perkuburan

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemko Medan, Budi Hariono menjelaskan Pemko Medan menginginkan seluruh perkuburan di Kota Medan sebagai taman perkuburan hijau, sehingga kesan angker itu hilang.

“Sesuai arahan pak Wali, tahun 2012, perkuburan yang berada di sebelah Masjid Al Hasanah dipagari, sehingga tidak terkesan angker lagi,” katanya.
Dia membeberkan, selain menghilangkan kesan angker, Pemko Medan juga akan membuat lahan perkuburan menjadi ruang terbuka hijau. Hal itu sebagaimana program Pemko Medan yang ingin menjadikan Kota Medan sebagai kota yang asri dan nyaman.

Disisi lain, Budi menyatakan, Pemko Medan bertekad  untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, karenanya diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah akibat ketidak mampuan orang tuanya.

“Jika tidak mampu, Pemko Medan siap membantu. Anggaran untuk pendidikan itu cukup,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Safari Jumat digelar dalam rangka menumbuhkan silaturahim antara pimpinan dengan masyarakatnya, menjalin kebersamaan. Selanjutnya, melihat secara langsung kondisi masjid dan lingkungan masyarakat sehingga setiap kebijakan pemerintah lebih dahulu dikomunikasikan dengan masyarakat, karena kebijakan untuk pembangunan bisa berjalan atas peran serta dukungan masyarakat.

“Program Safari Jumat berlangsung kurang lebih setahun lamanya. Tujuannya untuk melihat dan mendengar aspirasi masyarakat, sehingga Pemko Medan dapat melakukan berbagai kebijakan mengatasi apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat,” jelasnya. (adl)

Junsu ‘JYJ’ Menyesal Jadi Artis

Jakarta – Siapa tak kenal Kim Junsu ‘JYJ’. Sebagai penyanyi dan aktor populer di Korea Selatan, popularitasnya tak terbantahkan. Namun ternyata Junsu menyesal jadi selebriti seperti saat ini. Kenapa ya?

Kim Junsu lahir dan besar di Gyeonggi-do, Korea Selatan. Ibunya adalah finalis Miss Korea dan ia memiliki saudara kembar yang juga menapaki dunia keartisan, Kim Junho atau dikenal sebagai Juno.

Junsu bergabung dengan SM Entertainment di usia 11 tahun. Di usia 15 tahun, Junsu tampil di acara ‘2002 Survival Audition’. Ia kemudian bergabung dan debut bersama TVXQ di usia 17 tahun. Setelah itu, Junsu mengaku hidupnya tak pernah sama lagi.

“Sebagai selebriti, sangat mengganggu untuk pergi ke suatu tempat dengan nyaman. Aku tak bisa berkencan dan harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi jika aku mau. Aku punya banyak penyesalan,” ujar Junsu dalam sebuah sesi wawancara dengan 10Asia beberapa waktu lalu.

Wajar, bersama TVXQ dan kini JYJ fans Junsu tersebar di seluruh dunia. Ia mengaku saat masih training dan berusaha mewujudkan cita-cita menjadi penyanyi, kesulitan-kesulitan ketika menjadi orang terkenal sama sekali tak terbayangkan.

“Semuanya dimulai karena aku senang menyanyi. Ketika aku masih kecil, aku hanya ingin menyanyi dan tak memikirkan sama sekali masalah-masalah ketika kau jadi selebriti. Aku mulai merasa nyaman ketika berpikir tak hanya selebriti yang menghadapi masalah, orang biasa juga punya masalah masing-masing,” sambung Junsu.

Kini di usianya yang ke-25 tahun, Junsu sudah bisa menerima kondisinya. Ia menyadari benar ketiadaan privasi adalah risiko pekerjaan yang dijalaninya saat ini.

“Aku belajar banyak hal setelah jadi penyanyi. Dulu aku merasa natural untuk belajar sesuatu dan selalu pesimis jika gagal. Tapi ternyata tak cuma aku yang merasa seperti itu. Orang mungkin bisa dapat apa yang aku tak bisa, dan sebaliknya. Jadi apapun pekerjaannya, kita mungkin kehilangan sesuatu tapi mendapat sesuatu yang lain. Itu membuatku tenang, aku tak sendirian,” paparnya. (dtc)

Rebutan Kostum Messi, Kena Sanksi

LEVERKUSEN – Michal Kadlec dan Manuel Friedrich bertingkah seperti anak kecil ketika menghadapi Barcelona dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions (14/2). Dua pemain belakang Bayer Leverkusen itu berebut kostum bintang penyerangBarca Lionel Messi di akhir babak pertama.

Kadlec sebenarnya unggul lebih dulu. Pencetak satu-satunya gol Leverkusen dari kekalahan 1-3 itu telah meminta Messi untuk memberikan kostumnya saat di ruang ganti. Tapi, ketika Messi berjalan di lorong ruang ganti, Friedrich tiba-tiba menyerobot kostum pemain terbaik dunia tiga tahun terakhir tersebut.
Kadlec pun tidak menyerah. Bek kiri internasional Republik Ceko itu akhirnya mendapatkan kostum Messi di akhir laga. Tapi, tindakan Kadlec dan Friedrich membuat para petinggi Leverkusen malu. Direktur Olahraga Rudi Voeller mengatakan apabila kedua pemain akan dihukum karena ulahnya.

Namun, hukumannya cukup menarik. Kadlec dan Friedrich diminta melelang kostum Messi setelah susah-susah mendapatkannya. “Saya menggaransi apabila kedua pemain bakal melelang suvenir masing-masing demi kebaikan bersama,” ungkap Voeller kepada Bild.

“Saya belum berbicara kepada mereka, tapi saya akan segera melakukannya,” sambung mantan striker Jerman kala memenangi Piala Dunia 1990 tersebut.
Kostum Messi layak diburu karena dalam laga tersebut dia menorehkan dua rekor Liga Champions. Sebiji gol pada menit ke-88 menjadikan Messi sebagai pemain tersubur selama fase knockout dengan 19 gol. Kapten timnas Argentina itu juga menyamai prestasi Jari Litmanen, Hernan Crespo, dan Thierry Henry sebagai pemain yang paling sering mencetak gol di laga away (7 gol).

Sehari sebelum laga, gelandang Leverkusen Ruben Castro juga menargetkan ingin memiliki dua kostum playmaker Barca Xavi Hernandez. Tapi, rencana Castro berantakan setelah Xavi tiba-tiba absen karena mengalami gangguan pada betisnya. (dns/jpnn)

Adakah yang Rugi?

Oleh: Iwan junaidi
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

PADA setiap harinya di halaman publik interaktif yang terbit di Harian Sumut Pos, selalu ada sms dari masyarakat yang menyatakan ketidakpuasannya terkait sistem yang mengatur keluarnya akta kelahiran seorang anak.

Perasaan apriori yang terlahir dari rasa tidak percaya kepada sistem birokrasi di negeri ini, tetap menjadi alasan utama atas rasa keberatan (jika tak ingin disebut menolak) pada sistem yang berlaku.

Sebelumnya disebutkan jika seorang anak yang belum memiliki akta kelahiran di saat usianya telah menginjak setahun atau lebih, maka harus mengurusnya lewat pengadilan negeri.

Tak tahu, apakah kebijakan ini didasari pada sebuah kebijakan terkait pencatatan dan pendataan jumlah penduduk semata, atau lebih dari itu, ingin memberi efek jera kepada orang tua yang dianggap lalai mendaftarkan anaknya ke dinas kependudukan.

Yang pasti, sejauh ini pemerintah menetapkan aturan ini berdasar pada beberapa hal seperti Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2006, Peraturan Presiden No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Kompilasi Hukum Islam (Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991).

Sayangnya, dari semua yang disebutkan tadi tidak ada yang menyatakan secara gamblang jika seorang anak yang telah berusia setahun namun belum memiliki akta kelahiran harus terlebih dahulu mengikuti sidang di pengadilan negeri.

Bahkan, pada aturan terbaru yakni peraturan presiden nomor 25 tahun 2008 sama sekali tidak ada disebutkan kata-kata pengadilan negeri atau sejenisnya, termasuk pada pasal 53 yang membahas khusus tentang pencatatan kelahiran penduduk warga Negara Indonesia. Bah.

Jadi, jangan heran bila sejauh ini pengadilan negeri Medan belum sekalipun menggelar sedang terkait masalah ini. Beberapa orang
tua yang secara intens terus mengikuti perkembangan masalah ini pun sering bartanya-tanya, adakah pasal-pasal di kitab undang-undnag perdata yang membahas masalah ini. Atau, ketiadaan pasal-pasal inikah yang menjadi penyebab kenapa pengadilan negeri Medan belum pernah menggelar sidang terkait terbitnya akta kelahiran.

Sesungguhnya seorang anak terlahir ke dunia bukan saja anugerah bagi kedua orangtuanya semata. Lebih dari itu, ke depan diharapkan anak-anak yang terlahir tadi menjadi tonggak berdirinya pilar-pilar kejayaan bangsa ini. Lantas kenapa harus dipersulit?

Jika hanya karena terlambat memperoleh akta kelahiran, adakah pihak-pihak yang dirugikan karenanya? Tidak ada kan?! Jadi, apa masalahnya? Toh, bagaimanapun juga, mustahil ada orang tua yang tak ingin mendaftarkan kelahiran anaknya, sebab kelak untuk dapat diterima di sebuah sekolah, si anak harus terlebih dahulu menunjukkan akta kelahirannya.

Untungnya tiga pekan lalu Mendagri Gemawan Fauzie telah mengeluarkan surat edaran tentang penundaan berlakunya Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 yang mengatur tentang Administrasi Kependudukan, hangga setahun ke depan.

Alasannya, tak ingin melihat para orang tua menjadi korban dari birokrasi di negeri ini yang dianggap masih bertele-tele. Nah,.. lho?

Waduh Pak Menteri… sejujurnya masyarakat akan senang mendengar berita ini. Namun kenapa cuma harus ditunda? Kenapa tidak diusulkan saja kepada tuan presiden yang terhormat, agar dihentikan saja aturan yang dapat membuat masyarakat terjerat pada sebuah sistem birokrasi yang bertele-tele.
Toh.. tak ada pihak yang akan dirugikan akibat dari kelalaian orangtua mengurus akta kelahiran anaknya yang masih berusia di bawah setahun. Arghhhhh. (*)

WNI di Syria Mulai Dievakuasi

JAKARTA- Kekhawatiran pemerintah terhadap nasib 2.500 WNI yang ada di Syria, akhrinya berujung pada upaya evakuasi. Kemarin (16/2), Kementerian Luar Negeri Negeri (Kemenlu) dan satuan tugas (satgas) KBRI Damaskus mengevakuasi 37 WNI dari negara yang didera konflik berdarah itu.

Seluruh WNI yang dievakuasi dari Syria ini mendarat di Bandara Soekarno Hatta Kamis (16/2) sore. Mereka diterbangkan menggunakan Emirates EK-356. Direktur Informasi Media (Infomed) Kemenlu PLE Priatna menuturkan, saat ini ada 98 WNI ditampung di KBRI Damaskus. “Mereka siap dipulangkan dalam gelombang evakuasi berikutnya,” katanya.

Semua WNI yang dievakuasi ini mendarat dengan selamat. Dari seluruh WNI yang dipulangkan kemarin, 19 di antaranya adalah mahasiswa beserta keluarganya. Sedangkan 17 lainnya adalah TKI yang bekerja sambagai pembantu rumah tangga. Selain itu ada satu anak dari TKI itu. Seluruh WNI yang berstatus TKI ini selanjutnya diserahkan ke BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI).

Priatna menerangkan, dalam proses evakuasi ini terdapat enam TKI yang tinggal di wilayah konflik. “Dua orang tinggal di kawasan Homs, dan empat orang lainnya dari Damascus Countryside,” tandas Priatna. Dua kawasan tadi, dari pengamatan Kemenlu merupakan wilayah paling sering terjadi baku tembak antara tentara pemerintah dengan gerilyawan.

Kemenlu memastikan, evakuasi 37 WNI dari Syria ini merupakan bagian dari gelombang evakuasi masal. Priatna mengatakan, proses evakuasi ini dikebut untuk menghindari adanya WNI yang menjadi korban jiwa di Syria.

Pada tahap pertama, evakausi ini difokuskan terlebih dulu untuk para WNI yang tinggal di kawasan konflik. Selain di Homs dan Damascus Countryside, kawasan konflik lain yang sudah dipetakan Kemenlu adalah di Aleppo, Derra, dan Idlib. “Tapi memang WNI yang paling banya ada di Homs dan Damascus Countryside,” kata dia.

Priatna mengatakan, evakuasi secara bertahap ini masih bisa dengan mudah dilakukan. Pasalnya, kondisi keamanan di Syria masih relatif bisa dikendalikan. Namun, jika konflik kian memanas hingga ada penghentian penerbangan umum, jalan satu-satunya mengevakuasi WNI dari Syria adalah menyewa penerbangan khusus.

Upaya Kemenlu sebelum menjalankan evakuasi berikutnya adalah, mengupayakan exit permit bagi seluruh WNI yang akan dipulangkan ke tanah air. Selain itu, pekerjaan lainnya adalah menagih pembayaran atau kompensasi untuk para TKI karena kontraknya diputus sebelum masa kerjanya habis. (wan/jpnn)