24 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 13998

Sesuai Target Awal

Inalum FC vs tgm

TANJUNG GADING: Tuan rumah Inalum FC melakoni laga awalnya di Inalum Cup 2012 dengan mulus. Ditantang TGM Medan Jumat (13/1) sore, Inalum FC tampil cukup baik dan menang 2-0.  Dukungan publik tuan rumah cukup berpengaruh bagi Inalum yang tergabung di Pool B bersama TGM dan PSSA Asahan.

Kemenangan yang memang dicanangkan sejak awal berhasil diraih. Itu merupakan target awal demi mengamankan tiket ke babak semi final. Kini, Inalum FC tinggal memastikan minimal hasil seri kontra PSSA Asahan Selasa (17/1) mendatang.
“Target yang kami capai sesuai rencana. Tapi soal pertandingan, kami masih harus menggelar beberapa evaluasi lagi di semua lini,” terang Ipung pelatih Inalum usai laga.

Jalannya laga sore itu di Lapangan Utama Tanjung Gading memang dimiliki Inalum FC di babak pertama. Serangan demi serangan dilancarkan Ricky Silaban dkk. Namun gol baru tercipta setengah jam laga berjalan. Lewat sebuah umpan terobos, Joko Syahputra berhasil mengoyak gawang TGM yang dikawal Handoko. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Sebelum gol itu terjadi, laga berjalan cukup berimbang. Jual beli serangan masing-masing diperagakan oleh kedua skuad. Namun apa daya, usai gol pertama, hanya dua menit berselang, gol bagi tuan rumah hadir lagi. Kali ini lewat sontekan Ricky Silaban yang memanfaatkan umpan silang Joko Syahputra.

Dengan sedikit mencip bola dengan tumitnya, gol berkelas pun tercipta. Gol yang terjadi lewat kerjasama apik anak-anak asuhan Ipung itu membuat mental bertandingan TGM sedikit mengendur.

Meski coba membalas, TGM yang masih memainkan duet striker cepat lincah dan cukup tajam, Bobby Ramadani dan Ardiansyah, kerap kandas di kaki pemain belakang Inalum yang cukup gesit menghalau bola.
Umpan-umpan terobosan yang menjadi ciri khas TGM tak berjalan maksimal, lantaran ketatnya pertahanan lawan. Di babak pertama ini, laga keras juga tersaji dan kerap bikin konsentrasi kedua tim menurun. Hingga turun minum, skor tak berubah 2-0 untuk tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Inalum lebih bertahan. Itu terjadi lantaran TGM bermain sangat agresif dalam menggalang serangan. TGM menguasai setengah lapangan. Tapi lagi-lagi, mereka tak mampu membongkar pertahanan Inalum yang dikawal Aples dkk.
Menit 54 terjadi peluang emas bagi TGM untuk membalas. Salah satu pemain belakang Inalum melakukan hands ball di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Syahrul Lesmana maju menjadi algojo. Dengan percaya diri Syahrul melakukan tendangan, dan sayang bola melambung tinggi di atas mistar gawang.

Pasca gagalnya penalti itu, skuad TGM makin drop. Menurut pelatih TGM, Sabda Lumbantoruan, seharusnya penalti itu bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain untuk bangkit. “Kalau saja gol pasti ceritanya bisa berbeda. Kita menguasai jalannya laga di babak kedua tapi memang kurang beruntung,” katanya.

Benar saja, meski terus melakukan serangan dan penetrasi ke kotak penalti, tapi tak ada gol yang tercipta bagi TGM. Malah, tensi pertandingan memanas. Beberapa kali keributan kecil kerap terjadi namun tak sampai mengganggu jalannya pertandingan. Beberapa protes kerap dilontarkan pemain, tapi laga tetap bisa dilanjutkan dengan baik hingga usai.

“Masih ada harapan. Tinggal lihat hasil Inalum melawan PSSA Asahan saja. Kami menang besar melawan Asahan, semoga kedua tim bermain fairplay. Peluang kami cukup besar untuk melaju ke babak semi final,” kata Sabda.

Dari kubu tuan rumah, Ipung juga tak ingin hanya bermain imbang dengan PSSA Asahan. Apalagi PSSA Asahan juga butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke semi final. “Kami akan bermain sepenuh hati demi kemenangan di partai selanjutnya. Kami target juara pool dan itu artinya kami harus menang,” kata Ipung. (ful)

Harus Konsisten dan Fokus

Jelang PSMS v Persiwa Wamena

MEDAN- Pada 15 dan 18 Januari 2012 mendatang, PSMS akan melakoni dua laga tandang di Stadion Teladan. Tim yang bakal dijamu pun bukan sembarang tim, yakni Persiwa Wamena pada 15 Januari dan pada 18 Januari PSMS akan meladeni Persipura Jayapura.
Mengenai kedua tim yang bakal dijajal di kandang ini, pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, dari video pertandingan yang ditonton sebelumnya, menurutnya kedua tim ini akan mempertontonkan permainan bola-bola pendek dan cepat.

Analisis tim mengerucut dan fokus kepada lawan terdekat yang bakal ditantang, yakni Persiwa. Menurutnya, permainan bola pendek dan cepat itu bakal bisa dilakukan jika kondisi lapangan juga mendukung.

“Namun jika lapangan tergenang, maka praktis mereka akan memperlihatkan permainan bola-bola lambung. Dan taktik ini juga didukung dengan strategi menempatkan dua striker yang mendapatkan aliran bola dari lini tengah,” paparnya, di sela-sela sesi latihan yang digelar di Stadion Teladan, Jumat (13/1) siang.

Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, anak-anak asuhannya juga perlu mewaspadai eksekusi-eksekusi bola mati dari tim lawan. “Ada dua gelandang Persiwa Erick Week Lewis dan Isak Konon yang pakar dalam hal ini, khususnya di daerah jantung pertahanan lawan. Dan mereka sangat baik memanfaatkan momen-momen bola mati,” ujarnya.
“Termasuk Erik Lewis dengan tendangan kerasnya. Bahkan ia mampu menghasilkan tendangan keras terarah dari jarak 30 hingga 40 meter dari gawang. Dan saya sudah menyaksikan itu,” tambah Raja Isa.

Eks pelatih Persipura dan Persiram ini juga mengingatkan, Persiwa juga ditaburi pemain-pemain berskill individu yang mumpuni. Baik dalam hal gocek-menggocek bola serta tendangan-tendangan keras. “Seperti dua strikernya, yakni Bookay Edy Foday dan Peter Rumaropen. Didukung skill Erik Lewis dengan drible dan tendangan kerasnya dari lini tengah, kedua striker ini semakin kokoh di depan ditambah skill drible mereka berdua,” katanya.

Raja Isa juga mengatakan, dengan kekuatan lawan yang diketahui itu, tim berjuluk Ayam Kinantan ini harus bisa konsisten menerapkan permainan seperti lawan Persisam dan Pelita Jaya lalu. “Untuk itu, pemain harus pintar-pintar menjaga kesehatan dan kebugaran dengan mengantisipasi cuaca di Medan,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, skuad bakal istirahat mulai hari ini (14/1). “Namun, namanya istirahat pemain sepak bola, ya bukan istirahat total. Tapi, tetap aktif melakukan pergerakan,” terang Raja Isa.(saz)

Rumah Ambruk, Program Bedah Rumah tak Berjalan

Mengunjungi Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah

Setelah peletakan batu pertama tahun lalu, pasangan Abu Bakar Siddik (39) dan istrinya Nurmalia br Hutapea (38) tersenyum saat dipilih sebagai penerima bantuan program bedah rumah tak layak. Kini, senyuman itu pudar akibat rumahnya ambruk.

BATARA S TAMPUBOLON-DELISERDANG

DISAMBANGI di rumahnya, yang berukuran 6×7 meter di Dusun III, Desa Dagang Klambir, Kecamatan Tanjung Morawa, kondisi rumah milik Abu Bakar belum juga ada perubahan. Masih sediakala ketika dibangun oleh orangtuanya.

Ketika dilihat, Kamis (12/1) rumah milik Abu Bakar tampak ringkeh karena dinding terbuat dari tepas dan perlahan mulai ambruk akibat lapuk. Karena kondisi rumah tersebut, bapak empat anak yang bekerja sebagai buruh pabrik tersebut hanya berkeinginan janji pemerintah memberikan bantuan pembangunan rumah melalui program bedah rumah segera dilaksanakan.

Pada 30 Juli 2011 lalu, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan bantuan untuk rehab rumah warga sebesar Rp1,2 miliar. Bantuan itu akan dimanfaatkan untuk membangun puluhan rumah di Deli Serdang.

Dalam menepati janji itu, Amri Tambunan meletakkan batu pertama pondasi bangunan rumah tidak layak di rumah Abu Bakar Siddik, dan saat itu disaksikan sejumlah pejabat di Pemkab Deli Serdang. Uniknya, setelah lima bulan dilakukan peletakan batu pertama, hingga kini pembangunan belum juga terealisasi.
“Saya pikir peletakan batu pertama menandakan pelaksanan rehab bangunan rumah saya, tapi ternyata tidak. Hingga kini bangunan belum juga terlaksana,” ucap Abu Bakar.

Akibat janji yang tidak terwujud dan ditambah kondisi rumah sudah rusak parah, serta tidak bisa di tempati lagi. Kini, keluarga Abu  Bakar terpaksa menumpang rumah milik perusahaan tempat orangtuanya dahulu bekerja. Tapi, sebagai penggantinya Abu Bakar harus jaga malam.
“Inilah sebagai penambah keuangan,  saya jualan di pabrik ini. Kami numpang sementara saja. Kalau pabriknya selesai dibangun, kami harus keluar. Tapi mau pindah kemana iya, soalnya rumah kami sudah ambruk,”kata Nurmalia.

Kadis Infokom Pemkab Deliserdang, Neken Ketaren mengakui tidak mengetahui dimana dana pemberian yayasan Buddha Tzu Chi. Bahkan, dia heran akibat tidak jelasnya kemana aliran dana pemberian yayasan tersebut.
Program bedah rumah tersebut yang dilakukan Pemkab Deliserdang ada sebanyak 500 unit rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, seluruh pembangunannya dilakukan pihak ketiga seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, ada beberapa pihak ketiga lainnya yang memberi bantuan.

Camat Tanjung Morawa, ZA Hutagulung mengakui kesalahannya terkait belum dibangunnya rumah Abu Bakar, sebab secara pendataan rumah Abu Bakar masuk daftar 10 ribu unit rumah yang dibedah. “Insya Allah besok mulai dikerjakan, maksud saya material dikumpul baru dikerjakan,” ujarnya. (*)

Azarenka Raih Gelar Juara

SYDNEY- Victoria Azarenka tampil gemilang di partai final  tunggal wanita Turnamen Tenis Apia Sydney International, Jumat (13/01). Dia berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Na Lin dalam pertarungan tiga set, 6-2, 1-6 dan 6-3.

Dengan demikian Victoria Azarenka berhasil menggagalkan ambisi Li Na untuk mempertahankan gelarnya di Sydney International.
Bertanding di Ken Rosewall Arena, Jumat (13/1), Azarenka dipaksa kerja keras untuk meredam Li. Dalam pertarungan tiga set selama hampir dua jam, Azarenka akhirnya memenangi laga dengan skor 6-2 1-6 6-3.
Petenis asal Belarusia itu, pada awal tak kesulitan menjinakkan Na Li, peringkat 5 dunia di set pertama. Dia  mampu menekan petenis asal China itu.

Permaian Na Li dibuat tak berkembang. Begitu mudahnya Azarenka mengembalikan bola-bola lawannya. Bahkan beberapa kali pemegang peringkat ke-3 dunia itu, mematikan servis Na Lin. Set pertama berhasil dimenangkan dengan mudah, 6-2.
Memasuki set kedua, Na Li bangkit.  Dia ganti menekan lawannya. Di set ini Azarenka cukup kewalahan menghadapi permaian Na Li. Bahkan Azarenka kesulitan untuk meraih poin. Dia hanya berasil meraih satu poin di set ini. Na Li langsung menutup set kedua dengan kemenangan telak, 6-1.

Li berhasil menyeimbangkan permainan kembali setelah merebut set kedua dengan kemenangan mudah atas petenis Belarusia tersebut.
Pertandingan di tentukan saat kedudukan 4-3 di set terakhir. Azarenka berhasil mematahkan servis Li untuk kemudian memenangi pertandingan.

Bagi Azarenka ini adalah gelar pertamanya sejak memenangi Luxemburg Open pada Oktober tahun lalu. Sementara bagi Li, meski kalah, ia tetap akan mendapatkan kepercayaan diri tinggi menjelang Australia Terbuka yang akan digelar beberapa hari lagi.
Di kelompok putra, Julien Bennetau akan memperebutkan gelar juara dengan Jarkko Nieminen dengan berduel di babak final.
Sebelumnya, Bennetau secara mengejutkan mengalahkan Marcos Baghdatis 6-4 6-4 sedangkan Nieminen menundukkan Denis Istomin 7-6(12) 6-3.

Duel kedua petenis itu, berlangsung ketat. Namun tampaknya Azarenka lebih mendominasi permaian. Untuk melaklukkan petenis terbaik negeri Tirai Bambu itu, dia membutuhkan waktu 116 menit. Sebenarnya kedua petenis tersebut sudah beberapa kali bertemu di sejumlah even. Hingga saat ini kedua sudah untuk kali ketuju berhadapan. Skornya, Na Li unggul empat kali, sisanya Azarenka menang tiga kali.(net/jpnn)

Hanya Cari Toilet

Kolese Xaverian mendapat tamu istimewa Kamis siang waktu setempat (12/1). Sebuah sedan Bentley tiba-tiba memasuki area sekolah yang berlokasi di Rusholme, kawasan pinggiran Kota Manchester tersebut. Siapa gerangan yang ada di dalam mobil Mario Balotelli?
Para siswa dan guru di Kolese kaget dan bertanya-tanya. Sebab, saat itu tidak ada jadwal kunjungan, apalagi dari pesepak bola yang banyak mencuri perhatian sejak bergabung dengan Manchester City Agustus dua tahun lalu tersebut.

Selidik punya selidik, Balotelli memang tidak dalam agenda kunjungan sekolah. Striker 21 tahun itu ternyata mampir hanya untuk mencari toilet. Meski begitu, kedatangan Balotelli yang ditemani tiga temannya itu membuat seisi sekolah heboh.

Simak saja penuturan salah satu siswa Kolese bernama Edward Gasson. “Balotelli memarkir Bentley-nya di luar, lalu masuk ke dalam dan bertanya di mana toiletnya. Kemudian, dia pergi ke ruang guru. Setelah itu, dia berkeliling tak ubahnya pemilik sekolah karena semua orang mengikutinya,” kata Gasson kepada Manchester Evening News.

“Saya juga suporter Manchester City. Jadi, sungguh luar biasa bisa melihatnya secara langsung sekalipun kedatangannya cukup menggelikan. Anda tentu tidak mengira semua ini bisa terjadi,” sambung siswa 18 tahun itu.(net/jpnn)

Howard Raih Rekor Free Throw

OAKLAND- Perlahan, Orlando Magic mendapatkan jalan menuju kebangkitan. Tiga pertandingan terakhir mereka akhiri dengan kemenangan. Kini, mereka sudah bertengger di peringkat ketiga wilayah timur untuk memberikan ancaman pada Chicago bulls dan Miami Heat.

Center Dwight Howard juga makin menunjukkan komitmennya bagi Magic. Isu yang mengabarkan dia minta dilibatkan dalam pertukaran jelang dimulainya musim 2011-2012, tak mempengaruhi penampilannya. Howard masih menjadi bintang utama Magic dalam kemenangan demi kemenangan yang mereka dapatkan.

Peran tersebut kembali ditunjukkan howard saat Magic menundukkan Golden State Warriors dengan 117-109, kemarin (13/1) WIB. Sosok Howard yang produktif di bawah basket membuat Warriors menerapkan strategi khusus. Warriors menghambat Howard, tak peduli dengan meroketnya jumlah foul dalam laga itu.

Dalam karirnya, Howard dikenal sebagai seorang center yang tak mahir melakukan free throw. Nyaris seperti Shaquille O’Neal. Dalam karirnya, persentase keberhasilannya memanfaatkan free throw tak sampai 60 persen.

Kondisi tersebut disadari dengan baik oleh Pelatih Warriors Mark Jackson. Hasilnya, Howard mendapatkan 39 kali kesempatan melakukan free throw. Tak terlalu berhasil bagi Warriors, karena Howard memanfaatkan 21 kali di antaranya untuk menghasilkan poin. Howard mengakhiri laga dengan koleksi 45 poin dan 23 rebound.(ady/jpnn)

Mafia Raskin di Patumbak Diselidiki

MEDAN- Menanggapi laporan masyarakat terkait permainan mafia beras miskin (Raskin) di Kantor Camat Patumbak. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) menggelar penyelidikan dengan memeriksa dua Staf di Kantor Camat tersebut.

Informasi itu diamini Kombes Pol Sadono Budi Nugroho. Dia menyebutkan, Jumat (13/1). Terkuaknya kasus tersebut karena adanya beberapa desa di Kecamatan Patumbak, yang penyaluran beras raskinnya tak merata dan tidak transparan terkait adanya tambahan raskin seberat 5 kg di setiap penerima.

Lebih Lanjut Kepala Bidang Peliputan Humas Palda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan pihak penyidik masih melakukan penyelidikan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Ini masih diselidiki, tidak tertutup kemungkinan camat atau pegawai di kantor camat Patumbak dipanggil dan dimintai keterangannya,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kasus raskin tersebut muncul karena ada ketidak merataan dalam penyaluran raskin di akhir tahun 2010.
“Yang diselidiki penyaluran raskin tahun 2010 akhir hingga penyaluran awal 2011,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Patumbak Chairul Saleh yang ditemui Sumut Pos mengaku ada pegawainya diperiksa Polda Sumut terkait Raskin. Tapi, sebelumnya dirinya sudah mempertanyakan prihal penyaluran raskin tersebut dan semuanya disalurkan secara benar.
“Bila ada undangan untuk saya, maka saya selaku warga negara yang baik saya hadiri panggilan tersebut,” sebutnya. (mag-5)

Mahasiswa Geruduk Pemkab

LANGKAT- Pemkab Langkat disambangi puluhan mahasiswa tergabung di Aliansi Mahasiswa Langkat (AMAL), meminta Kadis Dikjar, Kadis Koperasi dan UKM serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta staf dicopot. Pasalnya, dinilai tidak miliki kredibilitas sekaligus membuat penyimpangan.

Aksi digelar secara tiba-tiba karena beberapa saat menjelang umat muslim melaksanakan salat Jumat (13/1), membuat pejabat terkait Pemkab Langkat sedikit kelimpungan. Setelah berorasi dilengkapi segenap poster, dengan waktu yang singkat akhirnya belasan mahasiswa diterima.

M Salim koordinator aksi bersama empat mahasiswa lainnya diperkenankan masuk diterima Ass I Pemerintahan Abd Karim, Kabag Hukum Aldersyam, Kakan Satpol-PP Irham Sukri serta pejabat lainnya.
Salim menjelaskan, pihaknya (AMAL) menduga terjadi beberapa penyimpangan sekaligus berbenturan dengan hukum telah dipraktekkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Makanya, diminta agar bupati mencopot Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Syamsumarno.

Abdul karim mewakili pemerintahan berjanji, seluruh aspirasi mahasiswa (AMAL) akan disampaikan kepada pimpinan yakni Bupati Langkat. Namun, terkait dugaan korupsi diharapkan adanya data akurat yang membuktikannya. (mag-4)

Gatot Serahkan ke Polisi

Dugaan Penyelewengan Anggaran di Biro Umum Pemprovsu

MEDAN- Terkait dugaan kasus korupsi di Biro Umum Pemprovsu,  Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho meminta kasus itu diselesaikan oleh pihak yang berwenang.

Menanggapi ada 10 pegawai di Biro Umum yang sudah menjalani pemeriksaan di Poldasu, Gatot menyatakan, Biro Umum sudah diminta untuk memberikan penjelasan. “Tanyakan saja ke biro umum,” ujarnya, Jumat (13/1).
Menurut dia, selama kepemimpinan Biro Umum yang baru, proses administrasi dan laporan keuangan sudah mulai dirapikan, termasuk untuk kebutuhan biaya rutin. Bahkan untuk pertama kalinya anggaran biro umum saat itu dikembalikan karena banyak tidak terpakai.

Kepala Biro Umum, Nurlela menyebutkan, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho sudah mengetahui kasus tersebut setelah mendapatkan penjelasan dirinya secara terbuka. Kasus tersebut diserahkan ke pihak berwenang untuk diselesaikan tanpa ada campur tangan dari Plt Gubsu.

“Saya hanya melanjutkan kebijakan pimpinan untuk diserahkan ke kepolisian,” ujarnya.
Dia mengakui, saat menjabat sebagai Kabiro Umum, sudah banyak tunggakan utang yang harus dibayarkan. Satu tunggakan diantaranya, rekening listrik dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) PNS Pemprovsu yang belum dibayar selama beberapa bulan. Ketika itu, Pemprovsu sempat menunggak sekitar Rp360 juta, kemudian TPP PNS selalu terlambat dibayarkan.

Terkait pemeriksaan sejumlah pegawai Biro Umum Pemprovsu, Nurlela mengatakan, beberapa orang stafnya memang sudah dipanggil dan diperiksa Polda Sumut terkait dugaan korupsi anggaran rutin pada APBD 2011. Dalam pemanggilan stafnya tersebut, Polda Sumut meminta klarifikasi dari stafnya terkait temuan inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Untuk secara rinci saya tidak begitu mengetahui anggaran rutin yang diduga telah dikorupsi,” ujarnya.
Berdasarkan nota dinas dari Inspektorat Sumut, tunggakan akhirnya dapat dibayarkan. Namun, untuk tunggakan yang lain dirinya tidak bersedia membayarkan karena tak jelas pertanggungjawabannya.
Dia beranggapan, pemeriksaan yang dilakukan Tipikor Polda Sumut sebagai bagian untuk lebih mengontrol pemakaian anggaran yang selama ini pertanggungjawabannya kurang jelas.

Informasi yang dihimpun, dugaan korupsi anggaran rutin 2011 di Biro Umum Pemprovsu diduga untuk menutupi biaya papan bunga, uang kain, katering di Rumah Makan Garuda, tiket pesawat dan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) pegawai di Pemprovsu yang telah lama tertunggak. “Jika diakumulasikan anggarannya sekitar Rp25 miliar tertunggak. Sehingga selama setengah tahun berjalan, biro umum lebih banyak disibukkan dengan pemeriksaan dari Inspektorat Sumut,” ungkap sumber.

Selain itu, ada juga sinyalemen penggelapan pajak yang tidak disetorkan dari Biro Umum serta pembayaran ke pihak ketiga yang tidak dilakukan meskipun uangnya telah diambil.  “Ada yang dipakai tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan hingga sekarang,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari sumber di biro umum, penyelewengan anggaran biasanya dilakukan dengan mark up kebutuhan makan dan perjalanan rutin. Seperti perjalanan ke daerah, makan Rp10 juta lalu dimark up jadi belasan juta.

Dari sisi jumlah, tidak terlalu besar namun hal itu dilakukan secara rutin hingga membengkak. Lalu, ada juga pengeluaran yang tidak jelas pengerjaannya seperti renovasi rumah dinas  yang dikerjakan 2010 tapi anggaran  dibayarkan pada 2011.
Umumnya pembayaran dilakukan beberapa staf di Biro Umum yang sudah dipercaya mengurus anggaran. “Bukan pejabat eselon justru staf biasa,” ujar sumber. (ari)

DBL Palembang Spektakuler

PALEMBANG- Penyelenggaraan Honda Development Basketball League (DBL) 2012 di Palembang benar-benar spektakuler. Dari lima penyelenggaraan seri Palembang Sumsel, untuk kali pertama Honda DBL dihelat di Palembang Sport and Convention Center (PSCC).
Gedung yang dulunya dikenal dengan sebutan GOR Sriwijaya itu sudah dirombak habis untuk penyelenggaran SEA Games XXVI. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengaku sangat bangga dengan gedung PSCC.

Pada laga pembuka kemarin, tim putra SMA Xaverius 1 Palembang menang telak atas SMAN 15 Palembang, 39-04. Bermain di PSCC ternyata sempat membuat para pemain gugup.

“Ini kali pertama saya dan teman-teman merasakan main di gedung semegah ini. Merinding, deg-degan, takut kalah. Biasanya ya untuk kompetisi SMA acaranya di luar ruangan saja, tetapi di DBL terasa banget perbedaanya. Seperti pemain beneran,” ucap kapten tim SMA Xaverius 1, Albertus Robin Sihotang.

Rangkaian Honda DBL 2012 diselenggarakan di 24 kota di 21 provinsi di Indonesia, tersebar dari Aceh hingga Papua. Kompetisi seri Sumsel berlangsung hingga 22 Januari mendatang. Di Sumsel, ajang ini diikuti 56 tim, 36 tim putra, 20 tim putri, mewakili 39 sekolah dari lima kota dan kabupaten.

“Sekarang anak-anak SMA bisa memakai gedung megah ini. Saya gembira, mereka tentu bisa merasa seperti pemain profesional,”kata Alex, yang turut hadir membuka kompetisi. Diperkirakan lebih dari 3.000 penonton menyaksikan acara pembukaan DBL seri Palembang. Kehebohan para suporter, yang tak pernah lelah berteriak, bernyanyi, dan menabuh drum, membuat Alex sempat geleng-geleng kepala.

Ke depan, PSCC memang tampaknya bakal semakin sering menghelat even-even basket besar. Setelah Honda DBL 2012, pada 28 Januari hingga 5 Februari, gedung ini juga menjadi arena pertandingan klub-klub profesional Indonesia yang tergabung di National Basketball League (NBL) Indonesia.

Sementara Azrul Ananda, Commissioner DBL (juga NBL Indonesia), mengaku sangat takjub dengan PSCC.
“Gedung ini seharusnya menggoda gedung-gedung lain di Indonesia untuk berbenah. Salut luar biasa melihat perkembangan pesat di Palembang ini. Dari dulu memakai gedung yang bocor-bocor pada 2008, sekarang memakai yang paling mewah,” imbuhnya.(kie/jpnn)