26 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 14024

Perda HIV, Tekan Penularan

Peraturan Daerah  (Perda) HIV disahkan Kamis (22/12) lalu. Bagaimana pelaksanaannya? Berikut petikan wawancara waratwan koran ini, Kesuma Ramadhan dengan dr Umar Zein.

Menurut Anda apakah disahkannya Perda HIV di Kota Medan mampun  mengurangi laju pertumbuhan para penderita HIV?
Kalau saya lihat di beberapa daerah yang telah menerapkan Perda HIV, belum bisa untuk mengurangi penularan. Untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) kita ketahui bahwa penangan HIV sama dengan penanganan penyakit menular lainnya. Penemuan kasus yang ada di tiap daerah memiliki masalah dan penanggulangan yang berbeda.  Jika Perda ini nantinya memang benar-benar menyangkut penanganan maka akan sangat bagus tapi kalau cuma mengulang Perda yang pernah diterapkan daerah lain sama saja, pastinya tidak akan berjalan bagus mengingat tiap daerah memiliki masalah dan penanganan yang berbeda.

Bagaimana sebuah peraturan harusnya disusun hingga benar-benar jalan?
Harus jelas apa langkah yang menjadi target, karena kita ketahui keberhasilan penanggulangan penyakit yang menular yakni ketika tingkat penularan berkurang, menemukan angka kesakitan untuk penanganan, dan mengurangi angka kematian. Karena keberhasilan penanggulanagan penyakit menular ini dianggap berhasil ketika penularan berkurang dan angka kematian bisa ditekan. Karena kalau di luar negeri penanganan dianggap baik ketika kematian pada tingkat nol atau tidak dijumpai lagi.

Apakah Anda optimis dengan adanya Perda HIV mampu mengurangi tingkat penyebaran, hingga tingkat kematian bagi penderita HIV?
Kita harus optimis, karena ini sudah menjadi isu internasional, dan ini juga harus ditindaklanjuti oleh semua intansi dan lembaga. Jadi jangan bergantung pada peran pemerintah saja, namun semua lembaga terkait juga harus turut andil, tidak hanya penemuan kasus namun juga penanganan. Karena para penderita HIV butuh kepedulian semua pihak, agar mereka memiliki kesadaran untuk membuka status dan memiliki komitmen dalam diri untuk menghentikan penularan di dirinya saja, sehingga tidak ada lagi penemuan kasus-kasus berikutnya, apalagi dengan adanya Perda HIV ini, para penderita akan lebih merasa terlindungi khusunya untuk pelayanan kesehatannya.

Apakah Perda HIV ini bisa menjamin para penderita untuk tetap mendapatkan penanganan jika bantuan berhenti?
Untuk hal ini seharusnya Perda telah menjamin hal itu. Karena ketika bantuan dana dari luar negeri seperti Global Fund berhenti, maka pemerintah harus menyiapkan alternatif. Mengingat anggaran untuk penanggulan HIV/AIDS dibutuhkan biaya yang sangat besar. Setidaknya ketika bantuan berhenti pemerintah memiliki antisipasi untuk 5 hingga 10 tahun mendatang. Sehingga jaminan pelayanan dan obat-obatan yang dibutuhkan para penderita HIV/AIDS untuk mempertahankan kestabilan kesehatannnya bisa didapat dengan gratis. (*)

CLS Knights Raih Kemenangan di Detik Terakhir

SOLO- Publik Solo benar-benar disuguhi pertandingan basket  sangat bermutu dalam dua hari pertama penyelenggaraan Flexi NBL Indonesia 2011-2012.

Setelah dibuat tegang dengan pertandingan antara Satria Muda (SM) Britama Jakarta kontra Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta Sabtu(7/1), masyarakat Kota Bengawan, julukan Solo, kembali harus dag dig dug saat menyaksikan laga Dell Aspac Jakarta kontra CLS Knights Good Day Surabaya di Sritex Arena tadi malam (8/1).

Betapa tidak. Laga yang dimenangkan CLS dengan skor 64-62 tersebut memang sangat menegangkan. Kemenangan yang dibukukan CLS baru ditentukan ketika pertandingan hanya menyisakan waktu satu detik! Adalah Rachmad Febri Utomo yang berhasil mencetak dua angka untuk kemenangan tim kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.

Sebelumnya, kedua tim memang menunjukkan drama yang menegangkan. Kedua tim sama-sama tak mau kalah. Aspac sempat menemukan momentum untuk leading ketika Sigit Harun mendapatkan free throw saat pertandingan hanya menyisakan waktu sepuluh detik. Sayang, mantan pemain CLS tersebut hanya mampu menceploskan satu tembakan untuk mengubah keadaan menjadi imbang 62-62.

“Saya nothing to lose saja waktu mendapatkan bola. Saya melihat waktu hanya beberapa detik. Kalau tembakan saya gagal masih ada overtime. Kalau masuk pasti menang. Ternyata memang masuk,” terang Febri, sapaan karib  Rachmad Febri Utomo, saat ditemui setelah pertandingan tadi malam.

Hasil itu menjadi awal yang bagus bagi CLS setelah tampil buruk di Seri I lalu. Pelatih CLS Risdianto Roeslan menyatakan, anak asuhnya menunjukkan perkembangan mental yang sangat signifikan. Dia menilai, permainan anak asuhnya melesat dibandingkan saat bertanding di Bandung.

“Ini bukan permainan yang terbaik. Tapi anak-anak memang lebih baik dibandingkan saat seri pertama. Secara mental kami memang lebih siap. Saat di Bandung, kami datang dengan over confidence,” bilang Risdianto. (ru/diq/jpnn)

Jadi Kurir Langsung Sial

MEDAN-M Iqbal, warga Jalan Parkit, Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan nekad menjadi kurir sabu-sabun
Akibatnya, Iqbal harus rela menginap di rumah tahanan Direktorat Narkoba Polda Sumut setelah tertangkap polisi, Sabtu (7/1) malam.

Penangkapan Iqbal berawal dari informasi masyarakat yang menyebut kalau tersangka kerap mengedar sabu di kawasan Perumnas Mandala. Berangkat dari informasi itu, polisi pun menyaru sebagai pembeli.

Setelah harga disepakati Iqbal mengantar sabu. Naas bagi Iqbal, saat bertransaksi langsung ditangkap polisi. Dari tangan Iqbal, polisi menyita 15,31 gram sabu-sabu, satu unit timbangan elektrik dan 1 handphone.

Iqbal mengaku hanya disuruh mengantar sabu kepada orang yang tak dikenalnya. Iqbal mau melakukannya agar mendapatkan uang.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewanto mengaku masih memburu bandarnya. (ala/smg)

PSDS Menang Telak Atas Siantar United

SIMALUNGUN-Dengan menurunkan 19 pemain inti, akhirnya PSDS menang telak 5-1 dalam laga ujicoba melawan Siantar United, yang berlangsung di lapangan sepak bola TS Mardjans Saragih Kodim 0207 Simalungun, Sabtu, (7/1).
Perbedaan “kasta” antara kedua tim sudah terlihat sejak awal pertandingan. Punggawa traktor kuning berhasil menciptakan gol pada menit ke-15 melalui tendangan keras yang dilepaskan striker PSDS Ronald Sinaga, setelah menerima umpan yang diberi Agung.

Pada menit ke-19, PSDS gagal menambah pundi pundi golnya lewat aksi Rinaldo Surya dari luar kotak pinalti, setelah tendangannya hanya mengenai mistar. Tetapi, pada menit ke 20 Angung Surya Wardan menambah gol buat timnya, keunggulan pada PSDS, menjadi 2-1.

Menyadarei timnya tertinggal, pelatih Siantar United memberbenahi lini pertahanannya, sembari sesekali melakukan serangan sporadis ke jantung pertahanan lawan.

Usaha yang dilakukan pemain Siantar United akhirnya membuahkan hasil ketika pemain bawah PSDS melakukan pelanggaran di kotak penalti. Imbasnya, Ari yang diipercaya menjadi eksekutor mampu merubah kedudukan menjadi 2-1.

Sayangnya, hukuma penalti bukan hanya diberikan kepada PSDS, Siantar United pun terpaksa pasrah mendapat hukuman penalti setelah pemain melakukan serangan keras terhadap pemain PSDS. Vicky yang dipercaya sebagai algojo mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga menambah keunggulan PSDS menjadi 3-1.
Menjelang, babak pertama berakhir, pada menit ke-58, PSDS kembali menambah keunggulannya menjadi 4-1 lewat aksi Agung Surya Wardana. Gol membuat pemain PSDS kian termotivasi untuk terus melakukan serangan ke lini pertahanan Siantar United, hingga akhirnya Ronald kembali membobol gawang lawan untuk merubah kedudukan menjadi 5-1.

Usai pertandingan, head coach PSDS, Dosman Sagala mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Apalagi, masih menurut Dosman selama pertandingan anak asuhnya mampu mengaplikasikan semua yang diterapkan selama latihan.
“Anak-anak bermain sesuai instruksi yang diberikan. Mereka mampu melakukan apa yang selama ini mereka dapat dapatkan selama berlatih,” bilang Dosman.

Meski menang telak atas Siantar United, Dosman tidak merasa puas, pasalnya menurut pria yang pernah merumput di Pelita Jaya itu, masih ada kelemahan pada timnya. (btr)

Pekan Pertama 2012, Arus Balik Masih Tinggi

MEDAN-Hingga memasuki pekan pertama Tahun Baru lonjakan penumpang arus balik jalur darat dan udara masih tinggi. Seperti di Terminal Amplas lonjakan penumpang mencapai 50 persen dari hari biasa, sedangkan di Stasiun Kereta Api Besar Medan meningkat 27 persen, begitu juga di Bandara Internasional Polonia meningkat 60 persen. Bahkan, harga harga tiket masih mahal.

Kepala Terminal Amplas, Asli Perangin-angin yang ditemui wartawan menjelaskan kedatangan penumpang arus balik masih meningkat karena libur Tahun Baru sudah berakhir.

“Lonjakan arus balik sebenarnya sudah habis sejak Rabu (4/1) kemarin. Namun, masih ada yang memilih kembali Minggu (8/1),” kata Asli.

Dijelaskannya, pihaknya menyiapkan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 80 unit dengan penumpang berangkat 1.500 orang. Sedangkan  82 unit dengan penumpang tiba 1.000 orang.

Untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 230 unit dengan penumpang berangkat 1.915 orang, sedangkan yang datang sebanyak 240 unit dengan penumpang 300 orang. Untuk MPU dengan jumlah bus 451 unit penumpangnya 3.200 orang. Kemudian tiba sebanyak 400 unit dengan penumpang 3.000 orang.  “Paling banyak penumpang yang balik dari Siantar ke Medan,” jelasnya.

Untuk harga tiket, seluruh loket menjual dengan harga yang ditentukan tidak ada kenaikan melebihi batas atas. “Persaingan angkutan di Terminal Amplas tinggi jadi tidak ada yang menaikkan harga tiket sangat tinggi,” ujarnya.  Sementara di Terminal Pinang Baris tidak terjadi peningkatan arus balik. Kepala Terminal Pinang Baris Arjani Siregar mengatakan, hal itu disebabkan umumnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

“Seperti ke Langkat, masyarakat pergi dengan kendaraan pribadi jadi tidak banyak yang menggunakan bus angkutan,” pungkasnya.

Agen tiket di Bandara Polonia Medan, Pilion Hutabarat mengaku, meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Internasional Polonia bukan saja karena libur Tahu Baru sudah habis, melainkan libur anak sekolah juga sudah berakhir.

Humas KA Divre I Sumut, Irwan menjelaskan jumlah penumpang Kamis (5/1) sebanyak 53.381 orang. Sedangkan Jumat (6/1) 11.536 dan Sabtu (7/1) sebanyak 11.662 orang. Pantauan wartawan di Stasiun Kereta Api Besar Medan kebanyakan penumpang dari Tanjung Balai, Siantar, Rantau Prapat dan Binjai. (adl)

Enjoy Ditonton dari Amerika, Jadi Tujuan Pengisi Liburan

Berbagai inovasi yang terus dikembangkan di Flexi NBL Indonesia kian mendapat pengakuan masyarakat luas. Para pencinta basket Indonesia juga kian dimudahkan untuk menyaksikan seluruh pertandingan.?

RAGIL UGENG, Solo

OWNER Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta Syailendra Bakrie bisa bernapas lega meski tidak menyaksikan secara langsung laga tim miliknya di Sritex Arena, Solo. Pria yang sedang berada di Amerika Serikat (AS) tersebut tetap bisa memantau permainan Erick Christopher Sebayang dkk. Dia menikmati layanan streaming internet yang memang menjadi terobosan baru PT DBL Indonesia selaku pengelola Flexi NBL Indonesia.

Meski baru diluncurkan musim ini, layanan tersebut bisa membuat Eda “sapaan karibnya” puas. “Secara keseluruhan, saya puas dengan layanan pay per view perdana NBL. Kualitas gambarnya stabil walaupun saya nonton dari belahan dunia lain,” terangnya.

Setidaknya, itu menjadi pelipur lara atas kekalahan yang diterima PJ dari Satria Muda Jakarta. Jika sibuk dengan kegiatan bisnisnya, Eda kini tinggal menikmati laga NBL di depan komputer. Hal tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.

Sebagai bukti dukungan terhadap layanan itu, Eda memberikan beberapa saran kepada PT DBL Indonesia. Salah satunya adalah adanya replay serta zoom in di paint area. Selain itu, dia menganggap keberadaan 24 shot clock di samping skor lebih mengasyikkan.

“Kalau ada dua komentator, mungkin, lebih seru. Kemarin komentatornya sudah sangat informatif. Secara keseluruhan, saya senang banget. Walaupun tim saya kalah, saya bisa menyaksikan mereka dari mana saja,” ungkap Eda.

“Layanan streaming hanya sebagian hal yang membuat masyarakat Indonesia puas dengan kompetisi basket tertinggi di tanah air itu. Hal lain yang membuat pencinta basket kian mabuk kepayang adalah penyelenggaraannya.
Kemasan di setiap seri yang sangat total dari PT DBL Indonesia membuat banyak masyarakat antusias. Nuriy Zulfah Zakiyyah, misalnya, siswi SMA 1 Sidoarjo, menjadikan NBL Indonesia sebagai ajang pengisi liburan. “Seru banget pertandingannya. Apalagi saat game antara PJ dan SM. Penontonnya juga banyak. Keren pokoknya,” ungkapnya.
Perasaan yang sama diungkapkan para orang tua pemain. Mashari dan Siti Lestari, contohnya. Keduanya rela datang dari Magelang untuk menyaksikan Galank Gunawan beraksi. Selain senang karena SM memenangi pertandingan, keduanya juga semringah saat melihat perkembangan yang ditunjukkan sang buah hati.

“Galank menunjukkan perkembangan yang bagus. Saya hanya pesan terus berlatih keras. Jangan cepat puas dengan apa yang diperoleh sekarang,” tutur Mashari. Galank memang menjadi salah satu mesin poin anyar bagi SM. Hingga pertandingan keenamnya, dia menceploskan 47 angka. Dia menjadi salah satu pemain yang paling diburu untuk diajak foto bareng oleh para fans.

Menanggapi hal itu, Mashari dan istrinya tidak terlalu khawatir. Asal, Galank tetap bisa menjejakkan kaki di bumi. “Saya memang memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan penonton. Saya senang karena anak saya terkenal. Tetapi, jangan sampai besar kepala. Saya percaya bahwa Galank pasti akan menjawabnya dengan hasil terbaik,” paparnya. (*/c12/diq)

Parit Tertutup Warung

0853651617xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Kami minta tolong untuk segera menertibkan warung yang ada di atas parit tepatnya Jalan Sunggal agar dirobohkan. Parit kami tumpat Pak, dan kami warga Jalan Kiwi sudah bosan dengan banjir. Tolong agar ditindaklanjuti. Terima kasih  Sumut Pos.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan intansi terkait seperti Sat Pol PP, Dinas Bina Marga Kota Medan, Muspika Kecamatan untuk meninjau lokasi tersebut. Kemudian, kami minta lurah setempat agar segera bertindak. Apabila tak ada izin, sebaiknya lakukan kebijakan untuk kepentingan banyak masyarakat.

Budi Hariono
Kabag Humas Pemko Medan

Segera Bongkar

Parit atau drainase yang ada di Kota Medan merupakan bagian dari fasilitas jalan. Jadi sesuai aturannya ada UU No. 38/2004 tentang jalan menegaskan, setiap fasilitas jalan dilindungi dan dijaga. Apabila fasilitas jalan sengaja di rusak atau ditutup dengan cara mendirikan bangunan ada sanksi pidana yang diatur dengan denda. Untuk itu, bagi warga yang sengaja menutup parit dan menyebabkan kerusakan jaringan drainase atau parit yang lain, maka ada baiknya segera membongkar sendiri bangunannya. Kepada camat setempat segera berkoordinasi dengan aparatur lainnya dan segera bertindak. Hal itu tak boleh dibiarkan, karena dampaknya sangat banyak kepada masyarakat lainnya.

Ahmad Arif SE MM
Anggota Komisi D DPRD Medan

Pemuda Pancasila Ukur Kekuatan Jelang 2014

MEDAN- Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Garuda Plaza, Jalan SM Raja Medan, Jumat (6/1) lalu, menjadi sarana atau momentum bagi Pemuda Pancasila (PP), untuk memetakan kekuatan menghadapi pesta demokrasi tahun 2014 mendatang.

Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Akil Mochtar mengatakan, organisasi Pemuda Pancasila sebaiknya segera melakukan konsolidasi, baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang hingga ranting di seluruh daerah dalam menyongsong pesta demokrasi.

“Perlu dilakukan satu hal untuk merevitalisasi organisasi yang relatif stagnan. Kendati dari sisi usia tergolong mapan, namun perkembangan Pemuda Pancasila tentunya memiliki pasang surut, dalam perkembangannya di masyarakat yang bersifat dinamis,” ujar Akil Mochtar yang didampingi Koordinator Wilayah I PP Pancasila, Sahyan Asmara, dan sejumlah pengurus MPN lainnya seperti Habib Hilal, Piala HS dan Yosep BM.

Lebih lanjut Akil menyatakan, sebagai organisasi yang secara vulgar menyematkan Pancasila sebagai nama organisasi, seharusnya Pemuda Pancasila tampil di depan dan kader Pemuda Pancasila menjadi panutan. Tapi yang terjadi saat ini, Pemuda Pancasila seperti kehilangan spirit, sehingga berbagai peluang dan potensi keanggotaan yang cukup signifikan, belum menjadikan Pemuda Pancasila sebagai elemen penentu kebijakan.

Sedangkan Koordinator Wilayah I PP, Sahyan Asmara menekankan hal yang sama dimana konsolidasi institusi secara maksimal harus berjalan dari tingkat anak ranting sampai wilayah.

“Seperti moto Rakorwil kita, Back To Zero. Maka kita akan melakukan heregritasi seluruh anggota PP malalui kartu organisasi. Memantapkan konsolidasi, meningkatkan SDM para kader seperti memberikan training of trainer (TOT).
Kader Pemuda Pancasila itu harus andal dan bisa mewarnai pembangunan di negeri ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumut Anuar Shah SE mengatakan,  Rakorwil tersebut merupakan, bagian dari konsolidasi organisasi.

Selain itu, Rakorwil yang digelar tersebut selain sebagai konsolidasi struktural dan lembaga, heregistrasi dan registrasi serta kaderisasi, tapi juga beragendakan untuk menggali pemikiran baru demi memperkokoh organisasi, tanpa adanya pengkotak-kotakan.

“Berdasarkan data yang kita miliki di Sumut saja ada 120 ribu orang kader PP. Kalau seandainya data tersebut falid dan ditambah kader PP di seluruh Indonesia bukan tidak cukup diperhitungkan pada pemilu 2014 nanti,” ujar Aweng.
Terkait pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang, Aweng dengan tegas menyatakan, dirinya belum siap untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. “Saya tidak akan maju dibursa pemilihan Gubsu,” tegasnya.(ari)

Atur Zona Pasar Tradisional

MEDAN-Direksi PD Pasar diminta melakukan zonasi pasar tradisional yang ada di Kota Medan. Pasalnya, posisi pasar tradisional di Kota Medan berdekatan sehingga tidak merata.

“Ini seharusnya menjadi perhatian ke depan, sehingga pasar tradisional yang ada di Medan bisa tertata dengan baik dan zonasinya bisa diatur sedemikian rupa,” kata anggota DPRD Medan Drs Godfried Effendi Lubis, kemarin (8/1).
Dijelaskan Godfried, ada beberapa pasar tradisional seperti Pasar Jalan Halat dan Pasar Jalan Bakti serta Pasar Sukaramai, posisinya berdekatan.

“Kita melihat di beberapa kecamatan ada hingga tiga pasar yang posisinya berdekatan, sementara di kecamatan lain seperti Amplas tidak ada pasar. Silahkan anda lihat sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional di Medan perlu ditata kembali terutama zonasinya sehingga masyarakat bisa menjangkau semuanya.

“Bayangkan saja, seperti Pasar Simpang Limun banyak diantaranya masyarakat dari Kecamatan Medan Polonia, Johor dan Amplas berbelanja ke pasar ini. Seharusnya pemerintah membangun kembali pasar seperti di kawasan Marendal,” ungkapnya.

Selain itu, Godfried juga meminta Pemko Medan menata pasar tradisional yang dikelola swasta, karena banyak masalah yang timbul dan belum bisa diselesaikan.

Tempuh Jalur Hukum

Sementara Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (P3T) Simpang Limun, Rusli Tanjung mengaku, pemilik perusahaan pasar Simpang Limun, Lusi Nadeak sangat tidak manusiawi terhadap pedagang ikan yang sudah puluhan tahun berjaualan di lahannya  milik mereka. Karena sebelum mengusir pedagang, pemimpin perusahanaan tidak ada melakukan kompromi.

Menurut Rusli, pedagang merasa dirugikan karena PT Inatex juga tidak mengahargai pertemuan dengan DPRD Sumut tanggal 27 Desember 2011, di kantor DPRD Sumut bersama perwakilan pedagang dan PT Inatex. Rusli berharap kepada penyidik dari Polsekta Medan Kota segera melakukan penyelidikan terhadap perkembangan laporan 20 pedagang ikan yang sudah dirusak lapaknya oleh PT Inatex.

Pemilik PT Inatex, Lusi Nadeak yang dikonfirmasi wartawan koran ini membantah kalau dirinya yang menyuruh melakukan pengrusakan. “Itu tidak benar, karena saat melakukan pembongkaran lapak pedagang saya sedang berada di Jakarta,” jelasnya. (adl)

Pengedar Narkoba di Kelurahan Sukaraja

081377258xxx

Yang terhormat Pak Kapolda Sumut, para pengedar narkoba sabu-sabu dan ganja di Kelurahan Sukaraja Gang Warna Ujung Linkungan 8 kok tidak ditangkap-tangkap? Mereka ini sudah sangat meresahkan sekali, mereka sangat bebas menjualnya. Tolonglah Pak ditindaklanjuti. Mereka ini preman-preman yang ditakuti. Bravo SumutPos.

Tidak Ada Kompromi

Terima  kasih atas informasinya. Sesuai instruksi Kapoldasu Bapak Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro, Polda dan jajarannya tetap komit terhadap kasus narkoba yang sudah merusak generasi penerus bangsa. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Polres terkait agar ditindaklanjuti. Kami juga mengharapkan informasi yang jelas untuk dilidik dan diungkap lebih lanjut karena peran dan partisipasi masyarakat sangat mendukung terhadap pengungkapan kasus narkoba selama ini.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu