28.7 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 14035

Pengusaha SPBU Ogah Jual Pertamax

Investasi Tambah Rp300 Juta, Konsumen Jarang Beli

MEDAN-Pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi mobil berplat hitam mulai menjadi perbincangan warga di Sumatera Utara. Pasalnya, pengalihan pilihan ke Pertamax berarti tambahan biaya. Belum lagi ketersediaan pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak bisa diandalkan. Soalnya banyak pengusaha SPBU yang ogah menjual pertamax.

Untuk Sumut, hingga 2011 yang lalu, dari 302 SPBU Pertamina yang ada, hanya 82 SPBU yang memfasilitasi diri dengan menjual pertamax.

Menurut Ketua DPC Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Sumut, Razali Husein, banyak yang menjadi alasan kenapa pengusaha SPBU memilih tidak menjual Pertamax. Contohnya, BBM subsidi yang masih tersedia, harga yang mahal, dan losses (penguapan). “Tiga alasan ini yang menjadikan pengusaha SPBU memilih untuk tidak menjual pertamax,” ujar Razali saat ditemui Kamis (5/1).

Losses atau penguapan minyak tersebut cenderung menjadi cost (biaya) tersendiri bagi pengusaha SPBU. Penguapan tersebut menjadikan volume minyak (premium dan pertamax) berkurang. Penguapan yang terjadi karena adanya perubahan suhu 1 derajat celcius akan mempengaruhi 0,12 persen dari BBM dan mempengaruhi 0,001-0,003 dari massa jenis BBM.

Apalagi saat musim panas, yang akan mempercepat proses penguapan tersebut. Hal ini dikarenakan minyak (pertamax dan premium) memiliki sifat fluida secara alami sehingga berpontensi untuk susut. Tapi belum dapat diketahui dengan pasti, berapa banyak penguapan yang terjadi.

Harga pertamax berkisar Rp9.300 per liternya. Dengan adanya BBM bersubsidi (premium) dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp4.500 per liter, masyarakat lebih memilih untuk membeli premium dibandingkan dengan pertamax, sehingga mau tidak mau pertamax harus disimpan lebih lama dibandingkan dengan premium. “Ada harga murah, pasti masyarakat milih yang murah. Jadinya pertamax disimpan, dan terus menyusut,” ungkap Razali.

Seperti yang dialami oleh salah satu SPBU yang terletak di Jalan Imam Bonjol Medan. Pihak SPBU ini mengaku tidak menjual pertamax dikarenakan takut rugi. “Masyarakat belum terlalu familier dengan pertamax, jadi kalau kita jual takutnya kita akan rugi, karena lebih sering terpendam,” ujar salah satu pegawainya.

Menurutnya, menjual premium saja dengan penjualan yang cukup tinggi, terkadang merugi karena adanya penguapan. Apalagi harus menjual pertamax yang belum dikenal konsumen. Perhitungannya, premium dengan stok awal yang dimiliki oleh SPBU ini sekitar 29.911 liter dengan penjualanan 15.812 liter, maka stok yang dimiliki oleh SPBU ini adalah 14.099 liter. Masalahnya, saat penghitungan ulang tercatat premium yang dimiliki tinggal 13.991 liter dan ini berarti telah terjadi penguapan sebesar 1.68 liter. Kerugian ini akan semakin banyak untuk pertamax yang perputarannya lebih lama daripada premium.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pegawai SPBU Pertamina yang terletak di jalan Bridgen Katamso, diakuinya selalu ada penyusutan pertamax. “Tangki pendam kita tidak full seutuhnya, jadi masih ada ruang hampa. Ini yang membuat minyak lebih cepat menguap,” tambah pria berambut pendek ini. “Tetapi, ada toleransi penguapan dari pertamina distribusi, sebesar 0,1 persen,” tambahnya.

Tambahan Biaya

Dengan adanya wacana pembatasan BBM subsidi tadi, Pertamina telah mengimbau para pengusaha SPBU agar melengkapi bahan bakar minyak yang akan dijual ke masyarakat, yaitu investasi berupa dispenser, tangki pendam, dan pipa.

“Dari data yang kita miliki, di Sumbagut ada 361 SPBU yang potensial untuk switching ke Pertamax, dan 125 SPBU yang memerlukan investasi,” ujar Manager External Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Sumbagut, Fitri Erika.

Masalahnya, dengan pembangunan 3 investasi ini (Dispenser, Tangki Pendam, dan Pipa), dibutuhkan biaya sebesar Rp250 juta hingga Rp350 juta. “Itu bisa lebih karena harga saat ini cenderung naik turun,” ungkap Razali.
Penambahan biaya Rp300 juta ini ditengarai menjadi salahsatu alasan pengusaha SPBU memilih tidak menjual pertamax.

Boros Konsumsi BBM Bersubsidi

Sementara itu menurut data Pertamina, Sumut termasuk salahsatu provinsi pengguna BBM bersubsidi terboros di Indonesia. Setidaknya data ini diungkapkan oleh VP Komunikasi PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun. Katanya, setiap provinsi sudah mendapat jatah atau kuota BBM subsidi berdasar jumlah kendaraan bermotor yang ada di daerah tersebut. Kuota tersebut juga sudah ditetapkan dengan asumsi adanya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.

Namun, pada kenyataannya konsumsi BBM subsidi melampaui kuota dalam jumlah besar. “Misalnya, Provinsi Banten kelebihan kuota 7,2 persen, DKI Jakarta 6,5 persen, Jawa Barat 5,2 persen, Jawa Tengah 4,2 persen, Jawa Timur 3,8 persen, dan Sumatera Utara 3,3 persen,” sebutnya, Rabu (4/1) lalu.  (ram/owi/oki/jpnn)

Tentang BBM Nonsubsidi di Sumut

  • Jumlah SPBU 2011 : 302 SPBU
  • Yang Menyediakan Pertamax  : 82 SPBU

Penyebaran Pertamax

  • Medan 44 SPBU
  • Binjai  2 SPBU
  • Tebing Tinggi 2 SPBU
  • Siantar 2 SPBU
  • Asahan 1 SPBU
  • Deli Serdang 15 SPBU
  • Labuhan Batu 3 SPBU
  • Langkat 4 SPBU
  • Tapanuli 1 SPBU
  • Padang Sidimpuan   1 SPBU
  • Sergai  4 SPBU
  • Batubara 1 SPBU
  • Labusel 1 SPBU
  • Karo 1 SPBU

Mengapa Malas Jual Pertamax?

  • Setiap perubahan suhu 1 derajat celcius, akan mempengaruhi 0,12 persen dari volume pertamax dan mempengaruhi 0,001-0,003 dari massa jenis.
    Contoh, perubahan kenaikan atau penurunan suhu 1 derajat celcius dalam tangki pendam dengan muatan minyak 10 ribu liter = 0,12 x 10.000 = 12. Jadi, jika suhu panas akan ada pengurangan 12 liter.
  • SPBU butuh membangun dispenser, tangki pendam, dan pipa yang membutuhkan biaya sebesar Rp250 juta hingga Rp350 juta.
  • Karena masyarakat lebih memilih untuk membeli premium dibandingkan dengan Pertamax. Hingga, Pertamax terlalu lama di tangki pendam yang membuatnya semakin banyak susut.

Enam Daerah Pengguna BBM Subsidi Terboros

  1. Banten, kelebihan kuota 7,2 persen
  2. DKI Jakarta, kelebihan kuota 6,5 persen
  3. Jawa Barat, kelebihan kuota 5,2 persen
  4. Jawa Tengah, kelebihan kuota 4,2 persen
  5. Jawa Timur, kelebihan kuota 3,8 persen
  6. Sumatera Utara, kelebihan kuota   3,3 persen

 

Study Tour PNS Berbuah Maut, Tiga Tewas

KM 24 Padang-Solok Berdarah

PADANG-Kecelakaan maut kembali terjadi, kemarin (5/1) siang sekitar pukul 11.15 WIB, truk tangki milik PT Incasi Raya bermuatan CPO bernomor polisi BH 9753 JH, dan Toyota Avanza  warna hitam, bernomor polisi BM 1336 QO, terjun kejurang sedalam lebih kurang 100 meter. Kedua kendaraan tersebut, terjun setelah “laga kambing” di kelok S Panorama II, atau di kilometer 24 Jalan Padang-Solok.

Akibat kejadian itu, tiga orang penumpang Avanza yang diketahui rombongan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hultikuilturta, Peternakan dan Perkebunan, Kabupaten Pessel yang akan melakukan Study Tour ke Sijunjung, tewas ditempat.

Ketiga korban tewas itu, yakni Asmu Rizal ,35, Eli Gusni , 36, dan Fitriani, 47 salah seorang Kasi di Dinas tersebut.
Selain korban tewas, juga terdapat empat orang korban luka berat dan satu luka ringan. Luka berat yaitu, sopir truk, Jepri, 50, dia mengalami luka patah tulang dibagian pinggang dan luka dibagian kepalanya.

Selain Jepri, korban luka berat lainnya, yakni Zulmeidi, 46,  , Anfebianita, 34, Wendrizal, 31, dan sopir truk Erman Jusa, 38. Saat ini, semua korban luka-luka dirawat di RSUP Dr M Djamil Padang, sedangkan korban meninggal sudah dibawa pihak keluarga ke Pesisir Selatan untuk dikebumikan.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lokasi kejadian, mobil Toyota Avanza yang membawa tujuh orang penumpang termasuk sopirnya, datang dari arah Padang menuju Sijunjung. Mobil tersebut, satu dari empat mobil rombongan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hultikuilturta, Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Pessel.

Setiba di kelok S, Toyota Avanza diduga melaju dengan kecepatan sekitar 30-40 kilometer per jam itu, dihantam truk yang datang dari arah berlawanan (Solok, red). Setelah dihantam, truk beserta Avanza itu, terjun ke jurang di kelok S. Bahkan, kondisi truk dan Avanza itu, rusak parah. Diduga, truk tersebut mengalami rem blong.

Pengendara yang melihat kejadian itu, langsung meng hentikan kendaraannya dan berbondong-bondong melihat truk dan Avanza itu ke dalam jurang. Para pengendara itu juga berusaha menyelamatkan korban dengan peralatan seadanya, namun upaya penyelamatan itu hanya sia-sia, karena truk dan Avanza itu, terjun ke jurang kurang lebih berkedalaman 100 meter, sehingga sulit untuk mengevakuasi korban.

Korban baru bisa dievakuasi sekitar 45 menit kemudian dan dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang dengan mobil ambulan PMI dan ambulan RS Bhayangkara Polda Sumbar. Korban dievakuasi setelah relawan PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Luki, Basarnas dan petugas lalu Lintas Polresta yang datang kelokasi kejadian.

Untuk mengeluarkan korban luka berat dan korban meninggal, para relawan itu serta petugas dari kepolisian, terpaksa menggunakan tali. Kejadian itu, juga membuat Jalan Raya di kilometer 24 Padang-Solok, mengalami macet total. Kemacetan baru bisa diantisipasi setelah petugas Lalu Lintas Polresta Padang, melakukan buka tutup jalu di kilometer 24 itu.

Romi, 41, rekan sopir truk CPO yang saat itu kebetulan melintas di lokasi kejadian menyebutkan, truk yang dikendarai korban merupakan truk milik PT Incasi Raya. Dia mengetahui kejadian itu, ketika melihat orang ramai berdiri ditepi jurang kelok S. Melihat itu, dia langsung memarkirkan truk nya yang juga membawa CPO.

“Setelah truk saya parkir, saya langsung menuju keramaian itu, ternyata setiba di sana, saya melihat truk CPO dan Avanza di dalam jurang. Kemudian, saya beberapa warga lainnya yang juga pengendara, langsung turun ke jurang dengan bantuan tali yang kebetulan ada di atas truk saya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, kemarin (5/1).
Di lokasi kejadian, tiga unit mobil yang merupakan rombongan study tour Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hultikuilturta, Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Pessel itu, tidak kuasa menahan air matanya. Masing-masing mereka, tatapan matanya dan jauh ke depan.

Ketika ditanya wartawan, mereka tidak bisa berkata banyak. Mereka hanya mau mengatakan, “Saya tidak bisa memberikan keterangan, kami semua panik, karena teman-teman kami bernasib malang. Coba saja tanya ke pihak kepolisian,” kata teman korban yang saat itu mengunakan baju batik lengan panjang.

Kanit Laka Polresta Padang AKP Eliswantri menyebutkan, saat ini apa penyebab laka kejadian, belum bisa dipastikan. Namun dugaan keras kejadian ini, laka lantas tersebut diakibatkan truk yang mengangkut CPO yang datang dari arah Solok, mengalami rem blong, sehingga terjadi tabrakan dengan Toyota Avanza yang datang dari arah Padang.
“Polisi sudah melakukan olah tepat kejadian, beberapa saksi mata juga sudah dimintai keterangannya,” kata AKP Eliswantri.

Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Nasrul Abit langsung mendatangi RSUP Dr M Djamil Padang, setelah mendapat kabar adanya kecelakaan maut, yang mengakibatkan tiga orang pegawai satuan kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pessel tewas.

Dirumah sakit, pria yang sudah menjadi kepala daerah Pessel dua kali berturut-turut itu, menyatakan turut prihatin terhadap kejadian yang menimpa pegawainya. Bahkan, Nasrul menjanjikan akan menanggung biaya pengobatan dan pertawatan korban-korban luka berat dan ringan ini.

“Kami pemerintah Kabupaten Pessel, akan menanggung segala biaya pengobatan dan perawatan korban kecelakaan ini. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan korban, bisa tabah menerim,a cobaan ini,” kata Nasrul Abit saat berada di kamar jenazah RSUP Dr M Djamil Padang. (di/mg6/kd/jpnn)

Motor Yamaha Resmi Sebagai Sponsor PON XVIII/2012

Yamaha secara resmi menjadi sponsor cabang olahraga balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012, yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yamaha dan Pengurus Besar (PB) PON di Jakarta, Kamis (5/1).

Bertempat di DDS Yamaha Jakarta, penandatanganan MoU ini juga mempertegas komitmen Yamaha dalam mendukung kemajuan olahraga nasional.

Penandatanganan dilakukan Presiden Direktur Yamaha Indonesia, Dyonisius Beti dan Ketua Harian PB PON Riau 2012 yang juga Penjabat Walikota Pekanbaru, Syamsurizal.

Partisipasi Yamaha dalam penyelenggaraan PON XVIII/2012 melalui cabang olahraga balap motor merupakan lanjutan dukungan sebagai sponsor kualifikasi PON yang sebelumnya sukses digelar di sirkuit Sentul, 25-26 November 2011. Dari hasil kualifikasi tersebut, sebanyak 23 pebalap di kelas perseorangan dan 15 pebalap di kelas beregu lolos untuk berpartisipasi di PON yang akan berlangsung di Riau.

Untuk kelas beregu, 15 pebalap yang dimaksud adalah 15 pebalap teratas dari 23 nama pebalap (pada list kelas ­perseorangan) dengan melihat asal pengprov mereka. Empat emas diperebutkan dari kelas 115 cc perseorangan dan beregu dan 125 cc perseorangan dan beregu.

Bentuk dukungan Yamaha pada cabang olahraga balap motor PON XVIII/2012 ini adalah dengan menjadi sponsor resmi motor. Sebanyak 90 motor Yamaha akan digunakan pada PON XVIII/2012, yaitu 45 Jupiter Z dan 45 Jupiter MX. Sebelumnya pada kualifikasi digunakan 160 motor Yamaha (80 Jupiter Z dan 80 Jupiter MX). Secara teknis motor yang digunakan para pebalap di lintasan PON nanti adalah motor standar.

Keunggulan motor Yamaha di lintasan sirkuit telah terbukti bersama Jupiter Z yang turut memberikan prestasi sebagai juara di Motoprix dan Indoprix serta Yamaha Cup Race sebagai ajang pembinaan dan melahirkan pebalap-pebalap andal. Kecepatan motor pun ditunjukkan lewat Jupiter MX yang memiliki perangkat teknologi balap yaitu forged piston dan diasil cylinder.
“DNA kental Yamaha terhadap sport menjadi dasar penguat Yamaha mendukung penyelenggaraan PON 2012 khususnya untuk cabang olahraga balap motor,” bilangnya. (net/jpnn)

Mengajar pun Selalu Bawa Kamera Poket

Ed ‘Mat Kodak’ Zoelverdi Telah Tiada

Belantika fotografi Indonesia kehilangan seorang sosok panutan: Ed Zoelverdi. Pria yang dijuluki Mat Kodak itu meninggal pada usia 67 tahun, Rabu (4/1). Mantan redaktur foto majalah Tempo tersebut tak kuasa berjuang melawan kanker paru-paru.

HILMI SETIAWAN, Jakarta

CERITA tentang meninggalnya Ed Zoelverdi meluncur mulus dari Dewi Sri, sang keponakan. Menurut dia, pamannya itu meninggal setelah dirawat di rumah sekitar dua puluh hari.

Selama di rumah, Ed yang hingga tutup usia belum dikaruniai putra tersebut ditemani Nur Miyati, istrinya. Mereka tinggal di rumah mantan Menteri Kehutanan Marzuki Usman di Jalan Mirah Delima II Nomor 5, Kompleks Kodam Sumur Batu, Sunter, Jakarta.

Dewi menceritakan, sebelum dirawat di rumah, Ed sempat menjalani perawatan di RS Persahabatan. Di rumah sakit khusus paru-paru itu, dia dirawat sekitar dua minggu. “Saat di rumah, beliau lebih suka menggunakan obat tradisional,” katanya.

Dewi juga menyatakan, menurut kabar terakhir dari rumah sakit, kanker yang menggerogoti Ed sudah berstadium lanjut. Dia juga mengungkapkan bahwa tubuh pamannya semakin terlihat kerempeng.

Selama dirawat di rumah, Ed sudah tidak bisa diajak berkomunikasi. Kondisi pria kelahiran Aceh, 12 Maret 1943, itu terus menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir. Setelah disalati di masjid setempat, jenazah Ed dimakamkan di TPU Kemiri, Rawamangun, Jakarta.

Nur ikhlas melepas kepergian sang suami untuk selamanya. Dia mengungkapkan bahwa kondisi Ed tidak mengalami perkembangan signifikan setelah dipulangkan dari rumah sakit. Menurut dokter, Ed mengalami kanker paru-paru stadium tiga. “Kesempatan untuk sembuh sangat kecil,” ungkap Nur.

Kenangan Ed sebagai dosen masih melekat di benak beberapa alumnus Universitas Indonesia (UI). Di kampus itulah Ed menjadi dosen. Anindita Dwi Puspita, alumnus UI 2008, menuturkan, Ed dikenal sebagai dosen yang tidak pernah marah.

“Kami memanggil beliau dengan sebutan Bang,” tuturnya.

Dalam sebuah kesempatan, Anindita dan teman-temannya berebut menyetorkan hasil jepretan paling bagus kepada Ed. Tujuannya, foto mereka bisa masuk slide presentasi Ed ketika mengajar. Meski bisa masuk slide, tak banyak yang mendapat pujian. “Yang sering itu kritik,” katanya.

Di tempat pemakaman, beberapa kolega Ed ikut mengantar jenazah hingga ke liang lahad. Di antaranya, wartawan senior Fikri Jufri. Dia juga sempat berpidato setelah jenazah Ed dikebumikan. Pemakaman itu berlangsung khidmat.
Kenangan terhadap sosok Ed diutarakan kurator sekaligus fotografer senior Oscar Motuloh. Dia menyatakan, salah satu ciri khas penampilan Ed adalah selalu menggunakan baju safari gelap lengkap dengan kantong bolpoin di lengan kiri. “Almarhum sangat berminat terhadap dunia seni lukis,” ungkapnya.

Oscar mengingat masa-masa bersama Ed di Galeri Foto Jurnalistik An tara. Dalam beberapa percakapan, Oscar menyatakan bahwa Ed juga ingin belajar menulis kepada Goenawan Mohamad. Siapa sangka, ambisi itu kesampaian ketika Ed bergabung dengan Tempo.

Sebelum di Tempo, Ed ikut membidani majalah berita mingguan bernama Ekspres. Dia kemudian hijrah ke Gatra. Di tempat baru tersebut, dia bekerja sebagai editor dan sering menulis kolom fotografi. “Almarhum belajar fotografi secara otodidak dari kamera pinjaman,” kata Oscar.

Kecintaan Ed pada dunia foto terus dibawa ketika mengajar di UI. Dia tidak pernah lupa membawa satu unit kamera poket. Tidak jarang dia secara sembunyi-sembunyi memotret aktivitas para mahasiswanya. Kemudian, foto hasil jepretannya itu diedit lalu ditampilkan sebagai pelengkap saat mengajar. (*)

Hukuman Koruptor Banyak Pertimbangan

LANGKAT- Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Prof DR H Harifin A Tumpa MA MN mengisyaratkan hukuman rendah yang ditetapkan kepada koruptor kemungkinan banyak pertimbangan-pertimbangan dilakukan hakim.

“Karena memang suatu perkara itu tidak semua sama. Ada, hal-hal memberatkan dan ada yang meringankan. Oleh karena itu, putusan pengadilan dimulai dari tingkat pertama, tingkat banding dan tingkat kasasi,” kata Harifin.

Masih menurut dia dalam pertemuan singkat dengan wartawan, seusai dijamu Pemkab Langkat di Jentera Malay rumah dinas Bupati, Kamis (5/1), artinya apabila ada kesalahan atau dianggap kurang tepat, dapat dikoreksi melalui upaya hukum.

Harifin mengatakan, institusinya menekankan seluruh hakim menangani perkara tindak pidana korupsi harus jeli dan memberikan putusan hukuman yang patut. Sehingga, pelaku korupsi yakni koruptor menerima putusan dari perbuatannya melawan hukum sekaligus menyesali perbuatannya. Hukuman membuat efek jera sehingga semua pihak mencontohnya, takut dengan hukum dan tidak melanggarnya.(mag-4)

Pria Istri Tiga Perkosa Siswi SMP

DELITUA-Pria yang memiliki tiga istri, Suroso (31) warga Bangun Sari Kecamatan Delitua memperkosa seorang siswi SMP, sebut saja Bunga di Perkuburan Cina di Jalan Purwo Kecamatan Delitua, Rabu (4/1) sekira pukul 21.00 WIB malam. Akibat aksi bejatnya, pelaku dibabakbelurkan massa.

Informasi yang dihimpun di Mapolsekta Delitua menyebutkan, malam itu Bunga yang masih berusia 14 tahun, sedang berduaan bersama kekasihnya Agus (19) warga Delitua di sekitar perkampungan. Tiba-tiba muncul Suroso datang dan menuduh kedua remaja yang tengah di mabuk asmara itu melakukan perbuatan yang tak wajar.

Atas tuduhannya tersebut, Suroso pun memboyong kedua remaja tanggung itu ke sebuah lorong. Merasa curiga dengan gelagat Suroso, Agus pun langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Mio yang mereka kendarai. Sedangkan Bunga ditinggal begitu saja. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka memperkosa Bunga usai itu ditinggali begitu saja oleh pelaku.

Terbongkar nya kasus ini saat Agus kembali mencari pacar yang ditinggalinya tadi. Ia datang bersama temannya serta orangtua temannya Edi (52). Bunga mengaku kalau ia sudah diperkosa. Kontan Agus dan Edi marah. Perbuatan Suroso dibeberkan warga lainnya. Sontak warga emosi warga dan beramai-ramai mencari Suroso.

Pelaku berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi. Emosi warga tak terbendung lalu menghajarnya. Setelah itu tersangka diserahkan ke Polsekta Deli Tua.

“Saat ini tersangka sudah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan”, kata Kapolsek Delitua Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring kepada wartawan.(roy/smg)

Calo TKI Kalahkan Peran Pemerintah

Herlini Amran

Anggota Komisi IX DPR RI,  Herlini Amran menilai, pemerintah tidak tegas dalam memberantas mafia-mafia Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasalnya, hingga saat ini para mafia TKI masih berkeliaran dan terus  mencari keuntungan dengan memanfaatkan ketidaktahuan para TKI.

Herlini menyebutkan,  hasil penelitian Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menunjukkan salah satu penyebab buruh migran bermasalah di luar negeri adalah sumber informasi yang dijadikan acuan tidak memadai.
Dari data SBMI, lanjut Herlini, informasi yang didapatkan para calon buruh migran berasal dari calo yaitu sekitar 53 persen , 30 persen dari teman-teman mereka yang sebelumnya berpengalaman sebagai pekerja migran kemudian kembali dan hanya sekitar 2 persen saja yang mendapatkan informasi dari pemerintah.

“Artinya, peran pemerintah dalam penyampaian informasi kepada pekerja migran masih sangatlah kurang. Peran pemerintah pun dipertanyakan, kenapa kemudian minim melakukan sosialisasi. Padahal informasi mengenai gambaran bekerja di luar negeri sangatlah penting. Apalagi kebanyakan buruh migran berasal dari daerah pelosok yang mungkin masih belum terbiasa dengan modernitas,” ujar Herlini di Jakarta, Kamis (5/1).

Dijelaskan, hingga saat ini sudah cukup banyak TKI asal Indonesia yang mengalami penderitaan luar biasa, mulai dari penyiksaan hingga pembunuhan. Menurutnya, para calo hanya memikirkan keuntungan yang bisa diraih tanpa memikirkan nasib para buruh migran yang bekerja di luar negeri dan memberikan aliran keuntungan bagi mereka saja.
“Sudah saatnya Pemerintah bangun dari tidur dan lebih peduli terhadap nasib buruh migran yang mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh majikannya maupun pemerintah luar negri,” kata Herlini.

Ke depan, Herlini berharap agar pemerintah dan lembaga-lembaga terkait harus dapat berkoordinasi dalam menangani permasalahan Mafia TKI dan calo TKI.

“Dalam hal ini Kemenakertras dan BNP2TKI di harapkan dapat berkoordinasi dengan Kepolisian dalam memberantas mafia TKI,” imbuhnya. (cha/jpnn)

Kaca Mobil Dipecah, Harta Digasak

MEDAN-Kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi di Jalan Madong Lubis, Kecamatan Medan Kota, persisnya didepan Komplek Madong Lubis Dalam. Kali ini menimpa Sumeri (25) pegawai swasta di Kota Medan. Ironisnya, peristiwa ini terjadi di samping dirinya yang sedang duduk di gudang gas milik temannya, Kamis (5/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban kehilangan sebuah tas yang didalamnya berisi satu unit HP BlackBery, uang tunai Rp200 ribu dan surat-surat penting. Pelaku yang diketahui berjumlah dua orang menaiki sepeda motor, memecahkan kaca pintu depan (pintu supir) mobil kijang avanza warna merah dengan nomor polisi BK 909 KS saat parkir.
Korban, yang ditemui wartawan Koran ini tidak mau berkomentar dan menyerahkannya kepada petugas dari Polresta Medan yang turun kelokasi.

“Saya no coment la, nanti kalau aku cerita aku bisa nangis,” kata Sumeri yang mengenakan kaos warna merah itu.
Menurut penjaga malam Komplek Madong Lubis dalam, Pak Regar menjelaskan, sebelum kejadian, korban memarkir kendaraannya di depan pintu masuk komplek untuk menjumpai temannya yang baru saja pindah di luar dari komplek.
“Tak ada tanda-tanda dan orang yang mencurigakan di sekitar sini. Tiba-tiba saja terdengar suara kaca pecah dan korban langsung keluar dari samping rumah yang didatanginya dan menjerit. Sementara, pelaku yang menggunakan topi menaiki sepeda motor bebek sudah lari,” ujar regar usai di periksa polisi di lokasi.  Lanjut Regar, korban yang mengetahui mobilnya sudah dibobol maling sangat kaget ketika melihat serpihan-serpihan kaca berserakan di tanah dan jok mobilnya.

“Saat menoleh ke dalam mobil, korban langsung menangis dan mengatakan tasnya yang berisikan surat penting hilang dan lang sung menghubungi keluarganya yang meneruskan ke polisi,” jelasnya.
Polsek Medan Timur, Medan Kota dan Polresta Medan langsung melakukan olah TKP untuk dapat mengidentifikasi pelaku dengan melacak HP yang sudah dibawa lari pelaku. “Polisi makanya ramai kelokasi, mereka bingung karena informasi yang didapat mereka adalah peristiwa perampokan yang korbannya tewas ditembak oleh pelaku. Ternyata sampai ke lokasi hanya pencurian biasa,” cetus salah seorang petugas Reskrim yang sedang memeriksa mobil.

Kasat Reskrim Polresta Medan, AKBP Yoriz Marzuki yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “ya memang benar ada pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil, sekarang korban sudah membuat laporan ke Polresta Medan. Dan anggota sedang melakukan oleh TKP untuk bisa memburu pelaku,” jelas Yoriz melalui telepon selulernya.
Sementara mobil Honda Accrod warna hitam BK 4 VI milik Kadis Pariwisata Deliserdang Haris Binar Ginting dirusak tiga orang pria mabuk di Jalan M Purba, Simalingkar, Selasa (/1) pukul 21.00 Wib. Akibat dari kejadian itu mobil yang dikemudikan Anca Ginting yang merupakan anak kedua dari Mantan Camat Pancurbatu itu mengalami kerusakan. Informasi yang dihimpun di Mapolsek Delitua menyebutkan, Anca Ginting (21) saat itu baru pulang dari mencuci mobil di salah satu doorsmer di kawasan Simpang Selayang dan Setibanya di jalan M Purba, Anca membunyikan klakson mobilnya karena ada sebuah mobil angkot di depan mobilnya, akibat bunyi kelakson tersebut mereka pun sempat cekcok, namun tak sempat adu fisik.

Tak tau apa penyebabnya tiba-tiba tiga orang pria tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor, merasa tersinggung dengan cekcok tersebut hingga memarahi Anca. Belum puas sampai disitu ketiga OTK itu pun langsung menghampiri mobil yang dikendarai Anca dan merusak mobil tersebut hingga mengalami kerusakan yang cukup parah hingga Anca mengalami kerugian Rp 30 juta.

Atas kejadian itu, malam itu juga Anca pun langsung mendatangi Mapolsek Delitua guna melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Kapolsekta Delitua Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut,”masih kita periksa sejumlah saksi,” ujar Semion.

Bom Target Peziarah Syiah di Irak, 72 Tewas

BAGHDAD – Konflik komunal atau sektarian di bumi Irak belum menunjukkan tanda reda. Bahkan, banjir darah kembali mewarnai jalan-jalan di sejumlah kota negeri itu kemarin (5/1) ketika serangkaian bom kembali merenggut banyak korban jiwa. Menurut laporan Washington Post, sedikitnya 72 orang tewas dalam sejumlah serangan bom terhadap wilayah Syiah di kota suci Karbala maupun pinggiran Baghdad.

Insiden bom tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kelompok pemberontak mulai meningkatkan akitivitasnya pasca-penarikan seluruh tentara Amerika Serikat (AS) dari wilayah Irak bulan lalu. Korban tewas dalam serangan bom kemarin merupakan yang terbesar di Iraq dalam sehari sejak ditariknya pasukan AS pada 18 Desember 2011.

Sajad al-Sajadi, kepala keamanan provinsi, menuturkan bahwa seorang pelaku sengaja meledakkan bom bunuh diri yang dibawanya di dekat sekelompok besar jamaah Syiah yang berjalan kaki menuju kota suci Karbala kemarin sore. Sedikitnya, 48 orang tewas dan lebih dari 81 lainnya luka dalam insiden di dekat Nasiriyah, sekitar 200 mil (320 km) selatan Baghdad tersebut.

“Sebelum terjadi serangan bom itu, seorang tentara melihat pelaku berupaya menerobos di tengah-tengah para jamaah,” tutur Asadi. “Sang tentara berupaya menangkap pelaku sebelum meledakkan bom yang dibawanya. Tetapi, bom meledak dan dia (tentara itu, Red) ikut tewas, ” sambungnya.

Serangan itu terjadi hanya selang beberapa jam setelah serangkaian ledakan yang mengguncang dua wilayah Syiah di pinggiran ibu kota. Serangan bom tersebut merenggut tak kurang dari dua lusin (24) nyawa.

Rangkaian serangan itu bermula dengan ledakan sebuah bom yang dipasang pada sepeda motor di dekat halte bus di wilayah Sadr City, pinggiran Baghdad. Seorang saksi mata melihat ledakan tersebut mengatakan lokasi kejadian sempat tertutup asap hitam pekat. “Warga benar-benar khawatir bahwa bom motor kembali marak di negeri ini,” ujar Tariq Annad (52), seorang pegawai pemerintah yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Serangan bom pertama itu segera diikuti ledakan lain. Polisi menemukan bom ketiga di dekat lokasi kedua dan berhasil menjinakkannya. Dua jam kemudian, dua ledakan lainnya mengguncang perkampungan Syiah Kazimiyah di utara Baghdad. Sejumlah sumber resmi menyebut ledakan tersebut bersamaan dengan satu bom mobil lainnya.
Petugas rumah sakit menuturkan selain korban tewas, terdapat lebih dari 60 korban luka dirawat akibat ledakan tersebut. Juru bicara militer Baghdad Mayor Jenderal Qassim al-Moussawi mengatakan, tujuan serangan tersebut adalah menghasut dan mengadu domba warga Iraq agar saling bermusuhan. (ap/afp/rtr/cak/dwi/jpnn)

Anwar Ajak Warga Tumbangkan UMNO

KUALA LUMPUR – Pimpinan oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan koalisinya tak akan mengalami perpecahan meski dirinya dinyatakan bersalah dalam kasus sodomi dan dijatuhi hukuman penjara 20 tahun sekalipun.

“Tidaklah menjadi masalah bila saya berada di dalam atau luar penjara, satu hal yang sangat penting adalah warga harus menggulingkan United Malays National Organisation (UMNO),” ujar Anwar, seperti dikutip AFP, Kamis (5/1).

Koalisi oposisi Malaysia yang dipimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR) memenangkan cukup banyak kursi di Parlemen Malaysia pada 2008 lalu. Hal itu merupakan tamparan bagi Partai Barisan Nasional, yang sudah menguasai Malaysia selama setengah abad.

Sidang kasus sodomi Anwar akan dilanjutkan di Kuala Lumpur pada 9 Januari mendatang. Hingga kini Kepolisian Malaysia mengancam akan menghentikan seluruh demonstrasi yang mendukung pembebasan Anwar.
Anggota PKR juga melancarkan kampanye Free Anwar 901 yang dikecam oleh Barisan Nasional dan Pemerintah Malaysia. (net/jpnn)