30.6 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 14036

Makan Daging Kucing, Milioner Tewas

GUANGDONG- Seorang milioner di Provinsi Guangdong, Cina diketahui  tewas setelah menyantap menu daging kucing bersama koleganya. Diduga, satu bumbu di dalam masakan tersebut mengandung racun.

Menurut The Guardian, Rabu (4/1), Long Liyuan (49) diketahui tewas pada 23 Desember lalu setelah memakan sup daging kucing di sebuah rumah makan bersama dua orang lainnya. Ketiganya mengaku sakit setelah menyantap masakan tersebut.

Seorang yang keracunan, Huang Wen mengatakan, sup tersebut terasa pahit daripada biasanya. Long memakan lebih banyak dan yang lain merasakan pusing dan mual. Pengusaha properti itu meninggal di rumah sakit setelah jantungnya tiba-tiba berhenti.

Awalnya, polisi menangkap pemilik restoran karena dinilai menyajikan makanan yang tidak higienis. Atas desakan keluarga Long yang menawarkan hadiah 100.000 yuan (Rp145 juta), polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Akhirnya diketahui makanan Long dibubuhi racun oleh seorang pejabat pemerintah, Huang Guang. Lelaki itu memiliki masalah keuangan dengan Long ini memasukkan tanaman beracun jenis Gelsemium elegans ke dalam sup kucing. (net/jpnn)

Dituntut 16 Tahun, Kurir Sabu Asal Vietnam Menangis

MEDAN- Seorang wanita paruh baya asal Vietnam, Nguyen Thi Tuyet Trinh dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (5/1). Tuntutan itu dikarena wanita tersebut ditangkap membawa 1,4 kg sabu-sabu di Bandara Polonia Medan.

Dalam amar tuntutan JPU, Nilma SH menerangkan, terdakwa telah terbukti secara sah memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan narkotika Golongan I sebagaimana telah diatur dalam Pasal 112 ayat 2 UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.

Dia menyebutkan, warga negara Vietnam tersebut tiba di Bandara Polonia Medan dengan menumpangi pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur-Medan. Setibanya di Medan, petugas bea cukai Bandara Polonia Medan menangkap terdakwa saat membawa 1,4 kg sabu-sabu, yang disembunyikan di dalam dinding tas yang dibawanya.

Setelah dibacakannya tuntutan itu, Nguyen berulang kali bertanya ke penerjemahnya, mengenai tuntutan yang dijatuhkan kepadanya, dia menduga JPU menuntutnya 6 tahun penjara. Dia berbicara dengan penerjemahnya, dirinya disuruh pria asal Afrika dan tak tahu barang yang dibawanya sabu-sabu.

Ketua Majelis Hakim, SB Hutagalung menunda persidangan hingga minggu depan dalam agenda pembacaan nota pembelaan.

Usai sidang , Nguyen bicara pakai bahasa Indonesia. “Saya tak tahu sabu,” ucapnya sambil menangis berulang kali.
Saat pengawal tahanan membawanya kembali ke sel sementara, awalnya santai, tiba-tiba saja menangis. Mendengar itu, penerjemah Nguyen langsung untuk menjelaskan pokok persidangan tersebut. “This is not final, your lawyer will help you,” ucap Open Gerad meyakinkan Nguyen sembari mengawal ke sel sementara.

Open Gerad menjelaskan Nguyen menangis karena tuntutan yang dijatuhkan terlalu berat baginya. “Nguyen nggak menyangka dituntut 16 tahun, menurutnya itu terlalu berat. Selain itu dia tidak menyangka bahwa sabu ada di dalam tasnya,” sebutnya.

Dia menjelankan mulanya terdakwa bertemu dengan Uche di Thailand. “Saat itu Nguyen sedang jalan-jalan dan bertemu Uche. Selanjutnya, Uche menawarkan terdakwa mengantarkan sebuah tas ke Jakarta,” ungkapnya.
Dengan cara itu, paparnya Nguyen diiming-imingi sesuatu apabila berhasil sampai di tujuan. Tas tersebut akan dijemput seseorang dan terdakwa akan diberikan upah. “Nguyen menerima tawaran dari Uche, Nguyen tak mengatakan berapa upah akan diberikan jika sampai di Jakarta,” katanya.

Namun, saat terdakwa transit di Medan, petugas Bea Cukai menemukan kejanggalan yang ada di dalam tas hitam itu saat diperiksa di Sinar X. “Setelah diperiksa, ternyata di dalam ada sabu-sabu yang diselipkan di bagian dalam tas,” kata Direktur Legal English Consultant itu mengakhiri pembicaraan. (mag-2/smg)

Republik Berpeluang Rebut Gedung Putih

DES MOINES – Berbekal kemenangan tipis terhadap Senator Rick Santorum dalam pemilihan perdana calon presiden (capres) Republik di Iowa (Kaukus Iowa) Selasa lalu (3/1), Mitt Romney bersiap menuju New Hampshire untuk mempersiapkan primary. Romney pun dapat bekal. Rabu sore waktu AS (4/1) atau kemarin pagi WIB (5/1), mantan capres Republik Senator John McCain memberikan dukungan langsung kepada mantan gubernur Massachusetts tersebut.

Dalam primary New Hampshire pada 2008, McCain sukses mengalahkan Romney dan kemudian melenggang sebagai capres Partai Republik. Namun, politikus senior itu akhirnya kalah dari calon Partai Demokrat Barack Obama yang menjadi presiden.

Kali ini, McCain kembali ke New Hampshire mendukung pencalonan Romney. Dia yakin dukungan warga New Hampshire akan membuat politikus asal Detroit, Michigan, itu mendominasi konvensi partai.  ’’Warga New Hampshire punya peluang besar untuk membuat Mitt Romney unggul pada 10 Januari nanti,’’ kata tokoh 75 tahun itu dalam jumpa pers bersama Romney.

McCain menjelaskan, jika Romney sukses menang besar dalam primary New Hampshire, dia pasti menjadi capres Republik. Dia juga yakin Romney akan menjadi penantang Obama dalam pilpres pada 6 November nanti.
’’Setelah primary New Hampshire pada 10 Januari dan South Carolina pada 21 Januari, bursa capres Republik yang sesungguhnya akan dimulai. Dari sini momentum terbaik akan bermula,’’ kata McCain. Rencananya, dia mendukung Romney dalam kampanye di South Carolina pekan depan. Selain itu, dia mengajak Nikki Haley, gubernur perempuan pertama di AS.

Dua primary penting tak akan lepas dari persaingan yang ketat. Romney akan kembali berhadapan dengan Santorum yang kalah 8 suara darinya dalam Kaukus Iowa. Mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich kembali bersaing.  Sedangkan Michele Bachmann (55) menarik diri dari bursa capres Republik.

Anggota DPR (House of Representative) dari Minnesota itu memutuskan mundur dari pencalonan setelah gagal meraih simpati massa di Iowa.  Dalam Kaukus Iowa lalu, dia hanya berada di posisi enam dengan 6.073 (lima persen) suara.
’’Tadi malam (Selasa malam, Red), warga Iowa telah menentukan sikap mereka dengan jelas dan saya memilih untuk mundur,’’ kata perempuan pertama dari Republik yang mewakili negara bagian di Kongres AS tersebut Rabu lalu. Kendati demikian, Bachmann berjanji akan terus memberikan dukungan kepada capres Republik agar bisa mengalahkan Obama.

Sementara itu, massa Republik mulai menentukan pilihan mereka. Dalam survei terbaru yang dirilis kemarin, terungkap bahwa hanya 16 persen yang belum menentukan pilihan. Sebagian besar, tampaknya, mulai memberikan dukungan kepada Romney. Terutama, mereka yang semula tercatat sebagai pendukung fanatik McCain.
’’Kini, saya punya target lebih besar. Saya memiliki tanggung jawab lebih besar. Tapi, saya yakin saya mampu mengatasi semuanya,’’ tegas Romney. Sejumlah pengamat politik AS yakin, politikus sekaligus pebisnis 64 tahun itu akan menjadi kandidat Republik yang paling tangguh. Sejauh ini, dia tercatat sebagai kandidat yang paling siap secara finansial.

Selasa lalu, Romney menjadi kandidat pertama yang memasang iklan di stasiun televisi. Iklan politik yang dikemas apik secara audio visual itu bakal ditayangkan di New Hampshire, South Carolina, dan Florida. Semuanya akan tayang menjelang jadwal perhelatan primary sampai akhir Januari nanti.

Persiapan Romney menuju pilpres dipandang sebagai bentuk kesiapan Republik. Bahkan, CNN meramalkan bahwa tahun ini menjadi tahun paling berpeluang bagi Republik untuk merebut Gedung Putih dan mengambil alih kendali pemerintahan dari Partai Demokrat. Dibandingkan dengan fakta sama sekitar tiga dekade lalu, Romney punya persiapan lebih matang ketimbang Ronald Reagan ketika menantang Jimmy Carter.

Kabarnya, Demokrat pun mulai khawatir dengan potensi kemenangan telak Romney di New Hampshire. Sebab, jika itu yang terjadi, Obama akan memiliki pesaing tangguh. Pasalnya, Romney memiliki latar belakang ekonomi yang jauh lebih baik ketimbang Obama. Nilai lebih Romney yang kebetulan menjadi kelemahan Obama itu berpotensi mendongkrak perolehan suara Republik. (ap/afp/rtr/cnn/hep/dwi/jpnn)

Penggarap Minta Ganti Rugi

Pembebasan Jalan Menuju Bandara Kualanamu Masih Bermasalah

LUBUKPAKAM-Pelaksanaan pembebasan lahan jalan akses menuju Bandara Kualanamu, jalur Kayu Besar-Kualanamu sepanjang 8 kilometer (Km) terbentur pembebasan lahan areal eks HGU PTPN II yang dikuasai penggarap.
Hal itu dikatakan Kepala Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa, Supranoto, saat ditemui di kantor Kepala Desa Telaga Sari, Jalan Batang Kuis Pasar IIV, Kamis (5/1).

Menurut Supranoto pembebasan lahan untuk akses jalan ke Bandara Kualanamu milik warga sebenarnya sudah tuntas dibayar pada tahun 2010, namun ada sebagian lahan dikuasai warga penggarap yang sekarang menjadi masalah.
Seperti di Desa Telaga Sari yang pembangunan jalan aksesnya sekitar 2 Km. Di areal eks HGU PTPAN II itu cuma 1 km yang sudah dilepas sedangkan 1 km lagi masih terganjal oleh warga penggarap.

Meskipun begitu warga penggarap bersedia melepas lahan eks PTPN II itu kepada pihak pengembang asalkan mendapatkan ganti rugi dengan perhitungan 25 persen dari harga yang ditetapkan Panitia Pembebasan Tanah Kabupaten (P2TK). Tetapi, P2TK tidak berani melakukan pembayaran karena warga penggarap tidak memiliki surat keterangan kepemilikan lahan. “Panitia hanya berani membayar warga yang memiliki surat keterangan lahan diluar dari itu P2TK tidak berani,”jelasnya.

Untuk pembebasan lahan warga yang memiliki surat hak milik serta surat keterangan, dikenakan harga Rp300 ribu per segi sesuai dengan ketetapan P2TK.

Menurut Supranoto bahwa wilayah yang terluas terkena pembangunan jalan akses pembangunan jalan yaitu Desa Buntuh Bendimbar sepanjang 3 Km, Dalu X A Kecamatan Tanjung Morawa sepanjang 2 Km, dan Desa Sena Kecamatan Batangkuis sepanjang 1 Km.

Pembangunan jalan akes di wilayah Desa Buntuh Bendimbar hingga kini masih berlangsung pengerasan dengan mengunakan “sertu” sepanjang 1 Km. sisanya, belum disentuh karena lahannya belum dibebaskan.
Begitu juga dengan di Desa Dalu X A pengerasan masih separuh badan jalan.

Untuk Desa Sena separuh badan telah diaspal, sisanya masih belum dibebaskan.

Sementara itu, pengawas pelaksanan pembangunan jalan akses Bandara Kualanamu, sektor tiga dari PT Hutama Karya, Danil, saat ditemui di lokasi pembangunan, mengatakan pelaksanan pemadatan pondasi sampai pengaspalan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Namun, lambanya pembangunan jalan dikarenakan belum bebasnya areal bakal lokasi jalan.

“Pelaksanan pembangunan jalanya sendiri, tidak membutuhkan waktu lama, namun kita harus bersabar karena sebagian lahan belum dibebaskan,” bilangnya.

Menyiasati pelaksanan pembangunan jalan akses dilakukan dengan menggunakan metode bebaskan bangun. Setiap lahan yang sudah dibebaskan langsung dibangun. Sehingga dilokasi terlihat pembangunan jalan akses tidak serentak dilakukan. (btr)

Hypermart Terancam Ditutup

Diduga Jual Susu Basi

BINJAI- Hypermart di Binjai Supermall (BSM) di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Binjai Timur terancam ditutup. Pasalnya, dugaan menjual minuman susu basi kepada seorang konsumen Evan Dani dianggap kelalaian.

“Iya, kalau terus lalai dan merugikan konsumen, Hypermart itu bisa ditutup,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Binjai, dr Agus Nadi Tala, saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (5/1).

Lebih jauh dijelaskan dr Agus Nadi Tala, Hypermart Binjai memang sudah pernah mendapat peringatan dari Dinkes Binjai, karena kedapatan menjual makanan yang tidak layak jual saat lebaran tahun lalu.

“Kita tetap ambil tindakan kepada Hypermart. Yang jelas, sudah kita beri peringatan sebanyak satu kali. Jika terus membuat kesalahan, ya bisa-bisa Hypermart ditutup karena tidak mengindahkan himbauan kita,” tegasnya lagi.
Disinggung hasil koordinasinya dengan pihak Polres dan Disperinndagsar, dr Agus Nadi Tala mengakui, kalau ia belum berkoordinasi, mengingat kepolisian dan Disperindasar belum menerima laporan secara resmi dari korban. “Seperti yang saya katakan dari awal tadi, Kita akan ambil tindakan, karena ini masalah nasional. Tapi, saya sarankan agar korban membuat pengaduan ke Dinkes saja. Setelah itu, saya bersama Polres serta Disperindagsar, akan meninjau Hypermart,” terangnya.

Bahkan kata Agus Nadi Tala, selain Hypermart, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha lainnya. Seperti Ramayana Robinson, Suzuya dan lainnya. “Yang jelas, kita tidak inginkan masyarakat menjadi korban dari makanan dan minuman,” katanya.

yang sudah kadaluarsa akibat kelalaian setiap pengusaha yang ada di Binjai ini,” ungkapnya.
Begitu juga halnya dengan Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan dan Pasar Binjai, Tulen Sinulingga, yang menyarankan, agar korban membuat laporan secara resmi ke Badan Perlindungan Konsumen. “Kitakan ada badan perlindungan konsumen. Jadi, korban hendaknya melapor agar dapat kita tindak lanjuti. Memang, kita sudah mendengar kabar ini dan sudah ditangani badan perlinduangan kosumen. Tapi, saya belum tahu pasti seperti apa tindaklanjutnya. Nantilah saya pertanyakan dan saya beritahukan lagi,” ujar Tulen Sinulingga sat dihubungi via selulernya.

Sementara itu, Evan Dani, yang menjadi korban susu diduga basi dari Hypermar BSM Binjai itu, mengaku kalau ia siap melaporkan hal ini ke Dinkes dan badan perlindungan konsumen. “Tapi masa berlaku susu yang saya beli sudah habis. Gak apa-apa itukan? Okelah, besok (hari ini-red) saya akan membawa susu itu ke Dinkes,” ujar Evan sembari berterima kasih kepada Sumut Pos karena terus mengikuti masalah ini. (dan).

Pemprovsu Komit Bangun Kota Baru Percut Seituan

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berencana melakukan pembangunan daerah  perkotaan seperti wilayah kota baru di Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Pembangunan tersebut sebagai wujud menyahuti penataan ruang kawasan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebidangro).

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 62 /2011 tentang penataan ruang kawasan Mebidangro tersebut direncanakan seluas 8.200 hektar. Tapi, secara khusus Pemprovsu akan membangun wilayah Percut Seituan sebagai kota baru. “Ini bagian dari program Mebidangro, yang studi dan kajiannya dilakukan mulai tahun 2012. Diharapkan setelah studi tersebut, bisa disusun rencana aksi untuk pembangunan konstruksinya,” demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis, Kamis (5/1).

Menurut dia, kawasan perkotaan tersebut merupakan konsep pengembangan North Sumatra Palm Oil Valley (NSPOV), yang akan dijadikan sebagai suatu kluster daerah perkotaan. Direncanakan, dalam kawasan kota baru tersebut akan ada pusat industri hilir, permukiman, sarana prasarana olahraga dan lainnya agar terwujudnya satu bentuk kawasan perkotaan dan mendukung kawasan startegis nasional (KSN) Mebidangro.

“Untuk daerah permukimannya, kami akan memadukan dengan program REI (Real Estat Indonesia) dan Kemenpera terkait adanya MoU pembangunan perubahan di sepuluh propinsi, satu diantaranya adalah Provinsi Sumut. Sehingga, pengembangan kawasan perkotaan baru akan dialokasikan dananya dari APBN, APBD Propinsi dan APBD kabupaten/kota terkait,” urainya, tanpa merinci besaran dana dimaksud dengan alasan baru bisa diketahui setelah kajiannya selesai.(saz)

Manajemen Waktu Orang-orang Sukses

Kita baru saja melewati tahun 2011 dan memasuki tahun 2012. Setiap detik waktu yang sudah kita lewati mustahil dapat diganti. Setiap menit dan jam yang sedang kita lewati mustahil dapat diperpanjang. Setiap pekan, bulan dan tahun yang kita habiskan mustahil dapat diulangi lagi. Setiap waktu yang sudah berlalu, tidak akan pernah dapat diganti dan diulangi. Itulah Sunnatullah (sistem/hukum Allah) dalam kehidupan dunia ini.

Kemampuan kita tak lebih dari sekedar menghitung detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Sebab itu, beruntunglah orang-orang yang kualitas keimanan dan amal saleh mereka pada hari ini lebih baik dari kemarin. Rugilah orang-orang yang kualitas iman dan amal saleh mereka pada hari ini sama dengan hari kemarin. Celakalah orang-orang yang kualitas iman dan amal salehnya mereka pada hari ini lebih rendah dan lebih sedikit dari hari kemarin.

Sesungguhnya manusia itu hanya terbagi dua. Manusia sukses dan manusia gagal. Kesuksesan dan kegagalan seseorang erat sekali kaitannya dengan kemampuan memenej waktu. Jika ia mampu menggunakan waktu yang Allah berikan kepadanya untuk selalu meningkatkan keimanan, ilmu, amal shaleh, hidup dan dakwah di jalan Allah, maka ia akan menjadi orang yang beruntung. Namun sebaliknya, jika ia gagal memanfaatkan waktu yang ia lewati untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ilmu, amal shaleh dan aktivas dakwah, maka ia dipastikan akan menjadi orang yang merugi di dunia dan terlebih lagi di akhirat.

Sebab itu, waktu itu sangat mahal harganya, dan bahkan lebih mahal dari dunia dan seisinya. Salah dalam memenej waktu bisa berakibat kerugian besar di dunia dan akhirat. Sebaliknya, berhasil memenej waktu dengan baik, insya Allah akan berhasil pula dalam kehidupan di dunia yang singkat ini dan juga kehidupan akhirat yang abadi. Allah menjelaskan dalam surat AL-‘Ashr/ 103 :
“Dan demi masa, sesungguhnya manusia itu pasti dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh dan mereka saling bertaushiyah (saling menasehati) dengan kebenaran dan saling bertaushiyah dengan kesabara.”

Waktu bagi orang beriman adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya. Namun, waktu juga bisa jadi sebab malapetaka jika disia-siakan begitu saja dan tidak dapat dimanfaatkan untuk membina keimanan, mencari ilmu, meningkatkan amal saleh, menjalankan kehidupan secara Islami dan berbagai aktivitas dakwah lainnya. Oleh sebab itu, Allah sering bersumpah atas nama waktu, seperti: Demi Masa, Demi Waktu Duha, Demi Malam dan Demi Siang. Semua ini mengisyaratkan betapa mahalnya nilai waktu itu. Tanpa waktu, mustahil kita dapat hidup di dunia ini.

Kita harus menyadari bahwa waktu kita di dunia ini sangatlah singkat dan terbatas. Kita sesungguhnya sedang dalam suatu perjalanan yang amat panjang (rihlatul khulud) menuju kehidupan yang abadi, yakni kehidupan akhirat. Sedangkan kesuksesan di akhirat kelak sangat ditentukan oleh kesukesan kita di dunia dalam memenej waktu. Gagal memenej waktu saat kita hidup di dunia ini, kita juga akan gagal sepanjang perjalanan kita menuju akhirat, yaitu saat sakaratul maut tiba, saat di alam barzah, saat menghadapi peristiwa kiamat yang sangat dahsyat itu, saat berada di padang mahsyar menunggu keputusan dan ketetapan Allah yang Maha Adil

Agar kita berhasil memenej waktu dengan baik dan maksimal, sesuai dengan misi (ibadah kepada Allah) dan visi hidup kita (menjadi khalifah Allah di muka bumi) yang telah dietapkan Allah, ada lima (5) kunci sukses yang perlu kita lakukan :

  1. Menyadari betul betapa mahalnya nilai waktu itu. Waktu adalah anugerah Allah yang termahal setelah iman dan kehidupan. Waktu adalah modal utama kita dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan ini. Tanpa waktu, kita akan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun demikian, waktu juga ibarat pisau bermata dua. Kalau kita salah menggunakannya, ia bisa melukai diri kita sendiri.
  2. Menyadari bahwa hidup di dunia amat singkat. Waktu kehidupan dunia ini akan terasa sangat lebih pendek dan sedikit lagi jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat nanti. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah : 28 :
    “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati (tidak ada), maka Allah hidupkan kamu, kemudian Dia akan matikan kamu, kemudian Dia akan hidupkan kamu (kembali) dan kemudian kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.”
  3. Jangan sampai tergoda oleh syahwat duniawi berupa harta, tahta dan wanita.  Kita harus berorientasi akhirat. Kehidupan yang abadi dan yang sesungguhnya yang kita dambakan itu adalah di akhirat kelak. Kehidupan dunia ini hanya jembatan kita menuju kehidupan akhirat. Dunia ini hanya tempat kita menumpuk bekal akhirat. Hidup di dunia ini hanya ladang amal saleh kita sebagai investasi yang akan kita petik keuntungannya besar-besaran di akhirat kelak. Faktanya, tak ada seorang manusiapun yang mampu tinggal dan hidup di atas bumi ini beribu-ribu tahun, apalagi selamanya. Bahkan untuk mencapai seratus tahun saja sulit kita temukan hari ini. Lalu, kenapa kita masih saja lupa hakikat dunia yang sementara dan akhirat yang abadi?
  4. Membuat planning hidup dan manajemen waktu harian berdasarkan shalat fardhu lima kali sehari. Bagaimanapun lurus dan kuatnya keimanan kita, sedalam apapun ilmu keislaman kita, sebesar apapun semangat amal shaleh kita, hidup secara islami dan aktivitas dakwah kita, tidak akan mengalami peningkatan dan perbaikan jika hidup ini kita lewati dan dibiarkan begitu saja tanpa ada planning hidup yang kita susun. Sebaliknya, kita melihat betapa banyak anak muda, orang sehat, orang kaya dan orang berilmu jatuh ke dalam kubangan kehidupan sia-sia, atau mengalami kehidupan yang stagnan, tidak berkembang, dan bahkan mundur ke belakang akibat ketiadaan memiliki planning hidup. Sedangkan planning hidup yang terbaik adalah yang didasari oleh manajemen waktu harian berdasarkan salat fardhu lima kali sehari.
  5. Sabar dalam menjalankan planning hidup dan manajemen waktu yang kita buat. Menyusun planning hidup dan manajemen waktu berdasarkan salat fardhu amatlah mudah.  Namun menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit. Lebih sulit lagi menjaganya terus menerus sehingga menjadi habit (kebiasaan hidup) sehari-hari. Untuk itu, diperlukan semangat baja, tekad yang kuat yang tak kenal menyerah dan putus asa. Untuk meraih itu semua, sabar adalah kata kuncinya. Ternyata sabar dalam ketaatan jauh lebih berat dari kesabaran untuk tidak melakukan maksiat. Sebab itu, sabar dan salat itu sangat mahal harganya, erat kaitannya dan tidak bisa dipisahkan. Sabar dan salat adalah syarat mendapatkan pertolongan Allah. Sedangkan kesabaran salah satu syarat kesediaan Alllah untuk mau bersama kita, firman Allah:

“Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) melalui sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”(QS.2:153)

Di samping itu, sabar adalah kunci meraih kebaikan dan ganjaran tanpa batas dari Allah, firman Allah dalam surat Az-Zumar 10 :
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhan Penciptamu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Demikian semoga bermanfaat bagi kita dalam memenej kehidupan dunia yang sementara ini. Semoga Allah selalu menjaga niat dan orientasi hidup kita dalam melaksanakan semua amal ibadah kita. Dan semoga Allah berkenan membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus. Wallau A’lam Bishowab…

Penulis: Ahmad Ilyas, S.Ag
·Ketua PERSIS Kecamatan Medan Johor
·Staf pengajar/Guru SD Islam An Nizam Medan

Ketua DPRD Binjai Bersikukuh Berhak Sahkan APBD

BINJAI – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Binjai, belum disahkan karena status Ketua DPRD Binjai Ir Haris Harto menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Binjai. Namun politisi dari Partai Golkar itu membantah hal itu.

Menurut Haris Harto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/1) menjelaskan, selagi jabatannya belum dicopot sebagai Ketua DPRD Binjai, maka, dia berhak mengesahkan APBD Binjai untuk tahun 2012.

“Tidak ada sangkut pautnya status saya dengan pengesahan APBD Binjai. Karena, sampai saat ini saya masih resmi dan sah menjadi Ketua DPRD Binjai yang depenitif. Tidak benar kalau keputusan saya saat ini dapat batal demi hukum meski status saya sudah terdakwa,” tegasnya.

Haris menegaskan, kalau dirinya dicopot dari jabatannya itu. Maka, dua unsur pimpinan Dewan lainnya juga ikut dicopot. “Kenapa demikian? Karena, SK kami dari Gubsu hanya satu. Jadi, bukan saya saja yang harus dcopot, tapi dua Wakil Ketua Dewan juga harus dicopot,” ucapnya.

Dalam hal ini sambungnya, ada unsur politik yang memiliki kepentinagan. Di mana, politik ini seakan membuat Partai Golkar (PG) Kota Binjai menjadi buruk. “Apa sih untungnya kalau saya dicopot? Kalau saya diberhentikan, maka APBD semakin sulit disahkan. Karena, APBD tidak dapat disahkan oleh ketua yang belum depenitif,” ujarnya.

Sebenarnya, paparnya belum disahkannya APBD Binjai, bukan masalah statusnya sebagai terdakwa. Tetapi, adanya selisih anggaran belanja pegawai untuk tahun 2012. “Kami belum dapat mengesahkan APBD karena belum ada kata sepakat dari KUA dan PPAS. Sehingga, belum dapat di R-APBD-kan,” terang Haris Harto.

Lebih lanjut, DPRD Binjai meminta penjelasan ke Pemko Binjai, untuk apa sebenarnya anggaran Rp100 miliar tersebut. “Sepanjang Pemko Binjai belum memberikan jawaban atas penggunaan anggaran sebesar Rp 100 miliar itu. Maka, APBD Binjai tidak akan dapat disahkan,” tegasnya.

Sementara itu, praktisi hukum Kota Binjai, Agus Susanto SH menjelaskan, di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 10/2010 menyebutkan, apabila seorang anggota DPRD atau yang menjabat sebagai Ketua DPRD terlibat hukum dan berstatus terdakwa. Maka, dapat diberhentikan sementara. “Berdasarkan peraturan inikan sudah jelas, hanya diberhentikan sementara. Bukan di non aktifkan,” kata Agus.

Maka dari itu sambungnya, hak seorang anggota Dewan atau Ketua DPRD, masih dapat dilanjutkan. “Kenapa masih bisa dilanjutkan? Karena secara yuridis formal, SK pengangkatan Ketua DPRD dari Gubsu belum pernah dicabut,” jelasnya.

Tak sampai disitu, Agus juga menerangkan, hal ini sama dengan status Ketua DPRD Binjai yang berstatus terdakwa. Meskipun status sudah terdakwa, kalau untuk mengesahkan APBD masih berlaku dan bisa dilakukannya. “Sekarang inikan, status Ketua DPRD Binjai masih terdakwa. Yang artinya masih menjalani proses hukum dan belum mendapat putusan yang inkrah, Okelah putusan sudah inkrah di PN Medan. Tapikan, sebagai terpidana masih berhak mengajukan banding serta kasasi. Sehingga, putusan di PN Medan dinyatakan belum inkrah,” terang Agus, seraya menambahkan, apapun yang dilakukan Ketua DPRD Binjai dalam menjalakan tugasnya, masih sah demi hukum.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan, membantah adanya selisih anggaran belanja pegawai sebesar Rp 100 miliar untuk tahun 2012. “Ah…tidak mungkinlah ada selisih anggaran sebanyak itu. Kalaupun ada, paling Rp 5 miliar. Yang jelas, belum disahkannya APBD masih ada yang akan disesuaikan DPRD dengan Pemko Binjai. Masalah ini, sudah kita sampaikan ke Gusbu,” terangnya. (dan)

DPRD Binjai Bentuk Pansus, Minta Penggarap Jangan Ditangkap

Konflik Lahan Eks PTPN II Sei Semayang

BINJAI-Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Sei Semayang di Kota Binjai belum juga terselesaikan. Hingga kini kasus perebutan lahan di Sei Semayang menjadi polemik. Pengaruhnya, sesama warga kerap saling serang demi memiliki lahan yang mereka nilai adalah sebagai haknya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Binjai, Ir Haris Harto Msp, kepada Sumut Pos, Kamis (5/1) menerangkan, bahwa pihaknya sudah membentuk Pansus (panitia khusus) guna menyelesaikan setiap masalah yang ada di Kota Binjai. “Masalah itu masih kita bahas dalam Pansus. Karena, Pansus yang kita buat bertujuan menyelesaikan masalah yang ada di Kota Binjai termasuk masalah lahan ini,” terang Haris Harto.

Lebih jauh dikatakan Haris Harto, menurut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 10 tahun 1986, di Kota Binjai sudah tidak ada lagi yang namanya lahan perkebunan. “Yang jelas, tim Pansus yang kita bentuk, akan memulai pembahasan dari PP Nomor 10 Tahun 1986 ini. Karena sudah jelas, tidak ada lagi lahan perkebunan di Kota Binjai,” tegasnya.

Untuk itu, Haris Harto berharap kepada pihak kepolisian, agar petani penggarap yang mengerjai lahan eks HGU PTPN II tidak ditangkap. “Kenapa saya harapkan ini? Sebab, petani penggarap tidak dapat dikenakan pidana. Kalau tidak salah, ada beberapa poin pasal yang sudah dihapuskan oleh Mahkamah Konstitusi,” terang Haris Harto.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur, Ipda Rudi, mengatakan, agar warga yang merasa memiliki alas hak atas lahan eks HGU PTPN II Sei Semayang itu tidak  melakukan tindakan anarkis. “Ya saya harapkan, agar masyarakat menunggu keputusan dari intansi terkait, agar tidak ada konflik dari pihak manapun,” harapnya.

Selain itu, Ipda Rudi mengakui, kalau pihaknya sudah menjumpakan kedua kubu warga yang sebelumnya nyaris bentrok kemarin. “Kedua kubu warga itu sudah kita pertemukan yang dihadiri oleh Camat, Tunggurono. Dalam pertemuan itu, kedua kubu warga sudah sepakat untuk tidak membuat tindakan anarkis,” kata Ipda Rudi.

Soal keamanan di lokasi lahan eks HGU PTPN II, pihaknya tetap melakukan patroli secara rutin ke lokasi yang dianggap rawan bentrok. “Pastinya kita tetap menjaga keamanan agar tetap kondusif. Makanya, kita terus berpatroli di setiap lahan yang kita anggap rawan akan terjadi bentrok sesama warga,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan menerangkan, kalau masalah lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, masing menunggu tim penyelesaian kasus ini dari Gubernur Sumatera Utara.

“Kalau sudah selesai, lahan ini akan diambilalih Pemko Binjai. Maka, Pemko Binjai yang akan memberikan kepada masyarakat,” kata Timbas Tarigan.

Namun kata Timbas, untuk membagi lahan kepada masyarakat, adalah pekerjaan yang sulit. Sebab, sampai saat ini tidak tahu masyarakat mana yang berhak memilikinya. “Bagi masyarakat yang memegang alas hak, tidak usah ikut-ikutan melakukan aksi unjukrasa atau kegiatan lainnya. Karena, Pemko Binjai akan menyeleksi masyarakat yang benar-benar atas lahan itu. Tapi, masyarakat yang memegang alas hak, harus tetap mengikuti proses penyelesaian masalah ini agar tidak ketinggalan informasi,” saran Timbas Tarigan. (dan)

Maling Raup Rp10 Juta per Aksi

AP II Bandara Polonia Salahkan Maskapai

MEDAN-Kasus hilangnya ratusan ponsel di kargo milik maskapai penerbangan Sriwijaya Air di Unit Bisnis Gudang & Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan, baru-baru ini, belum juga terungkap. Orang dalam tetap diduga memiliki andil dengan kejadian tersebut.

Dugaan pencurian yang dilakukan orang dalam memang menyesakkan. Apalagi ketika diketahui pendapatan dari kerja sampingan tersebut cukup menggiurkan. Seperti diutarakan seorang mantan karyawan di satu maskapai yang telah tutup, sebut saja namanya Toni (29) warga Medan Sunggal. Dulunya, dia sering terlibat menjadi marketing barang-barang berharga yang diambil petugas bagasi dan kargo.

“Kalau dari bagasi sering sekali barang second seperti kamera SLR, poket, laptop, emas dan terkadang uang dolar AS. Nah, kalau di kargo itu paling sering barang-barang yang masih baru,” ucapnya kepada Sumut Pos, Kamis (5/1).

Dalam aksinya, petugas bagasi dan kargo sudah sangat memahami tugasnya masing-masing dan tidak ada turut campur. Bahkan, untuk pembagiannya, kargo hanya untuk orang kargo dan bagasi untuk orang bagasi. Tapi, kalau petugas keamanan dari sisi petugas kargo dan bagasi juga dapat.

Dia menerangkan, untuk mengeluarkan barang yang diambil, kebanyakan barang yang dari kargo harus memakai mobil yang sudah biasa keluar masuk seperti kendaraan dinas ataupun milik karyawan. Tapi, kalau barang yang diambil dari bagasi bisa memakai sepeda motor dengan cara menyimpannya di dalam tas.

“Karena kalau karyawan kargo atau bagasi tidak ada pemeriksaan lagi, cukup klakson dan angkat tangan aja sudah aman. Tapi, kalau ada operasi pengambilan barang besar pastilah dapat bagian semuanya,” sebutnya.

Pria berjenggot itu menerangkan, sekitar tiga tahun lalu penghasilan setiap pekerja antara Rp1 juta sampai dengan Rp10 juta per harinya. Karena sekali operasi di bagasi saja, bisa mendapatkan Rp200 ribu hingga Rp1 juta. Bayangkan saja kalau di Bandara Polonia itu ada 100 penerbangan per hari. “Itulah kenyataannya, dan kalau sekarang, kawan-kawan bilang sudah sepi serta sedikit ketat,” katanya.

Terlepas dari itu, pihak PT Angkasa Pura II (AP II) Bandara Polonia tak mau disalahkan dalam kasus hilangnya ratusan ponsel tersebut. Seperti yang dikatakan Humas PT AP II Bandara Polonia Firdaus, kejadian merupakan kesalahan dari pemilik gudang, yakni pihak Sriwijaya Air. Sedangkan kapasitas AP II Polonia hanya sebatas penyedia tempat dan lahan di kargo tersebut. Apalagi, lanjut Firdaus, hilangnya ponsel tersebut sangat rapi karena gembok gudang tidak rusak.

“Aneh kan? Gembok gudangnya tidak rusak. Rapi sekali cara kerjanya si maling. Jangan-jangan kunci gemboknya sudah diduplikat. Ya kita menduga pelakunya adalah pekerja di gudang Sriwijaya Air. Kecuali, gemboknya rusak atau malingnya masuk dari atap, itu baru menjadi tanggung jawab bersama. Tapi bukan berarti AP II Polonia tidak mau disalahkan, kita juga bantu menyelidiki pelakunya secara internal. Kalau penyelidikan secara hukum, kan tugasnya polisi,” tegas Firdaus kepada wartawan koran ini.

Dikatakan Firdaus, kasus hilangnya ponsel tersebut dari gudang kargo Sriwijaya Air, sebenarnya terjadi pada saat hari libur, yakni pada 25 Desember. “Saat itu situasi di gudang kargo sepi karena hari libur. Si maling memanfaatkan kesempatan dengan situasi sepi itu,” sambung Firdaus.

Dalam hal ini, Firdaus juga menyayangkan sikap pimpinan Sriwijaya Air Medan yang terkesan kurang terbuka dengan hilangnya ponsel dari gudang mereka. Pasalnya, hingga kini pihak AP II Polonia tidak mengetahui ponsel yang hilang jenis apa dan dalam kemasanan apa. “Pihak Sriwijaya Air Medan langsung melaporkan kehilangkan ke polisi. Memang kita terima laporan juga dari mereka, tapi tidak mendetail. Jadi saya tidak tahu ponsel merek apa yang hilang dan bagaimana kronologisnya,” tegasnya. (ril/ila)