26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1404

Bobby Nasution Ajak Tanoto Foundation Berkolaborasi Atasi Stunting di Kota Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Ceo Global Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo dan jajarannya saat Audiensi Tanoto Foundation di Balai Kota, Senin (12/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan terus berupaya untuk mencegah stunting di Kota Medan. Angka stunting di ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini terus mengalami penurunan.

Semula di tahun 2021 tercatat 550 anak yang tumbuh kembangnya mengalami gangguan akibat gizi kronis, namun turun menjadi 360 anak di tahun 2022. Di tahun 2023, angka stunting kembali mengalami penurunan, kini menjadi 264 anak. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menerima Audiensi Tanoto Foundation di Balai Kota, Senin (12/6).

Selain bersilaturahmi, kedatangan rombongan yang dipimpin Ceo Global Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo juga membahas terkait Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dan Pencegahan Stunting.

Itu sebabnya Bobby Nasution sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program tersebut, sebab sejalan dengan program Pemko Medan, terutama dalam mengatasi stunting. Oleh karenanya menantu Presiden Joko Widodo ini berharap agar Tanoto Foundation dapat berkolaborasi bersama Pemko Medan mengatasi permasalahan stunting tersebut.

“Guna menekan angka stunting, seluruh perangkat daerah diminta melakukan penanganan secara komprehensif. Artinya, penanganan yang dilakukan tidak hanya kepada anak stunting, tetapi juga harus diikuti dengan upaya pencegahan sehingga angka stunting yang sudah turun semakin turun lagi,” ujar Bobby Nasution.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya mengajak Tanoto Foundation berkolaborasi memajukan Yayasan Perguruan Pertiwi Kota Medan.

“Pemko Medan memiliki sebuah yayasan yakni Yayasan Pertiwi. Yayasan ini menjadi sekolah unggul di Kota Medan mulai dari tingkat TK sampai SMA. Seiring berjalannya waktu, fasilitas yang ada menurun. Kami meminta support dari Tanoto Foundation dapat membantu kami agar sekolah tersebut lebih maju lagi ke depannya,” harapnya.

Sebelumnya, Ceo Global Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo menyampaikan, Tanoto Foundation sebuah organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang telah berdiri selama 42 tahun, berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya memajukan kualitas pembelajaran dan menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Terkait ajakan kolaborasi dalam memajukan Yayasan Pertiwi milik Pemko Medan, akan kami diskusikan terlebih dahulu, apa yang perlu dilakukan Tanoto nantinya. Karena kami bergerak di bidang Sumber Daya Manusianya (SDM), sehingga kami harus terlebih dahulu melihat kondisi yang ada,” ungkap Satrijo. (map/tri)

Usbat Ganjar Sumut Edukasi Masyarakat Sumut soal Jenis Najis dan Cara Mensucikannya

Relawan Usbat Ganjar Sumut saat memberikan edukasi ke masyarakat tentang macam-macam najis dan cara mensucikannya di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumut, Selasa (13/6).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Relawan Ustad Sahabat Ganjar (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) memberikan edukasi ke masyarakat tentang macam-macam najis dan cara mensucikannya.

Kordinator Daerah (Korda) Usbat Ganjar Kabupaten Deli Serdang, Ahmad Thalhah mengatakan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep najis dalam Islam, serta tata cara mensucikannya dengan benar.

“Kegiatan ini intuk mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya Ibu-ibu tentang  jenis najis dan cara mensucikannya,” kata Ahmad usai kegiatan di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumut, Selasa (13/6).

Ahmad menuturkan, dalam Islam najis terbagi menjadi beberapa tingkatan. Mulai dari najis golongan berat, sedang, sampai ringan.

Ahmad menjelaskan, najis ringan berupa air kencing bayi laki-laki yang belum berusia dua tahun, serta belum makan sesuatu kecuali air susu ibunya. Najis ini dapat disucikan dengan memercikkan air pada tempat atau benda yang terkena najis tersebut.

Sementara najis sedang, contohnya bangkai. Cara mencucinya sampai warna, bau, dan rasanya hilang. Kemudian disiram dengan air yang suci.

Sedangkan najis yang berat itu bersumber dari anjing dan babi. Cara membersihkannya dengan membasuhnya menggunakan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Sebelum dibasuh dengan air, wujud najis sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

“Kalau najis berat ini harus menggunakan lumpur untuk membersihkannya,” ucap Ahmad.

Ahmad berharap edukasi tentang macam-macam najis dan cara mensucikannya ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan lebih benar, dan menjaga kebersihan spiritual.

“Harapannya Ibu-ibu dan masyarakat yang hadir pada acara ini dapat mengaplikasikan (ilmu) ini dalam kehidupan sehari-hari, karena ibadah kita tidak sah apabila ada najis,” ujar Ahmad.

Ustaz Ahmad Dairobi menjadi pemateri dalam tausiah dan edukasi kegiatan ini. Kegiatan ini disambut baik dan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Hal ini menunjukkan antusiasme dan keinginan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.

Selama sesi pelatihan, peserta aktif berinteraksi dengan relawan ustaz, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi tentang topik terkait.

Wakil Majelis Taklim Al Hidayah Desa Tembung, Sri Gunarti menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dia berharap kegiatan positif ini terus dilakukan oleh relawan Usbat.

Selain itu, relawan Usbat Ganjar dan masyarakat turut mendoakan agar Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera, serta Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. (rel/tri)

Pengedar Pil Ekstasi Dibekuk Polres Binjai

Tersangka dan barang bukti

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai meringkus dua pengedar narkoba jenis pil ekstasi dari lokasi terpisah, Senin (12/6/2023) dini hari. Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat.

Kanit I Satresnarkoba Polres Binjai, Ipda Eddy Supratman menjelaskan, kedua pengedar dimaksud yakni Rizki Rianta (32) warga Dusun I, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Serapit dan Runggu Muli Ginting (43) warga Dusun Sei Benang, Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Langkat.

“Tersangka Rizki Rianta lebih dulu diamankan di Dusun Melati, Desa Padang Brahrang, Kecamatan Selesai. Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan. Sesampainya di lokasi, ada seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan dan kemudian didekati pria tersebut hingga melakukan pemeriksaan,” kata Eddy, Rabu (14/6/2023).

Barang bukti pil ekstasi sebanyak 22 butir ditemukan polisi saat melakukan pemeriksaan badan. Pil dugem ini ditemukan dari Rizki Rianta yang disimpan dalam dompet warna merah.

“Selain barang bukti pil ekstasi, dompet tempat penyimpanan dan 1 HP Oppo warna putih milik Rizki Rianta turut disita,” katanya.

Dari Rizki, penyidik melakukan pengembangan. Tugas luar Satresnarkoba Polres Binjai menginterogasi Rizki terkait diperoleh dari mana pil ekstasi tersebut.

Kepada polisi, Rizki mengaku bahwa pil ekstasi warna coklat tua ini dari Runggu Muli Ginting. Oleh penyidik, meminta agar Rizki menghubungi Runggu dan mengajaknya bertemu.

Singkat cerita, penyidik dan Runggu bertemu di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat. Tak mau buruannya lepas, Runggu langsung diringkus ketika mereka bertemu.

“Dilakukan penyitaan terhadap 1 HP merk Samsung warna hitam milik Runggu. Kini Runggu dan Rizki beserta barang bukti dibawa ke Polres Binjai untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Keduanya disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara. (ted/ram)

Pembakar Ketua OKP Diciduk di Karo

TERSANGKA: Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Herman Sinaga (dua dari kanan) bersama tim menunjukkan tersangka (tengah).

STABAT, SUMUTPOS.CO – Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat mengungkap kasus pembakar ketua OKP hidup-hidup atas nama Ngertiken Sembiring (48). Polisi meringkus pelaku yang berinisial MUB alias Okor alias Bolang To (72) warga Desa Bekiung, Kecamatan Kuala di Kabupaten Karo, Selasa (13/6/2023) siang.

Kasi Humas Polres Langkat, AKP S Yudianto menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan. “Pelaku ditangkap di Simpang Buluh Naman, Desa Kinepen, Kecamatan Munthe, Karo,” katanya, Rabu (14/6/2023).

Penangkapan yang bersangkutan tidak mendapat perlawanan. Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Langkat di Stabat, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Herman Sinaga menambahkan, motif pelaku karena kesal dengan korban. Pasalnya, kata dia, korban kerap memberi ancaman kepada masyarakat sembari membawa parang.

“Motifnya karena kesal dengan korban yang sering mengancam,” ujar Herman.

Atas kejadian ini pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHPidana jo pasal 55 KUHPidana subsider pasal 170 ayat (2) ke 3e subsider pasal 351 ayat (3) KUHPidana jo pasal 55 KUHPidana.

Diketahui, korban meregang nyawa diduga akibat dimassa hingga dibakar oleh sekelompok orang, di Dusun I Selampe, Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala, Langkat, Senin (27/3/2023). Informasi dirangkum, korban akhirnya tewas karena dianiaya secara bersama-sama hingga dibakar karena diduga selalu arogan dan mengancam masyarakat karena kerap anggar mabuk.

Keluarga korban yang tak terima atas aksi main hakim sendiri ini, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuala. (ted/ram)

Terkait Sistem Pemilu 2024, Ada Bacaleg Pilih Proporsional Terbuka, Ada Juga Pilih Tertutup

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para bakal calon legislatif (bacaleg) di tingkat Kota Medan turut menanti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sistem pemilihan umum (pemilu), apakah tetap proporsional terbuka atau berubah menjadi proporsional tertutup.

Beragam pendapat pun disampaikan para Bacaleg tingkat Kota Medan. Ada yang mendukung tetap proporsional terbuka, namun ada juga yang mendukung agar berubah menjadi proporsional tertutup. Tentunya dengan berbagai alasan masing-masing.

Kepada Sumut Pos, Bacaleg petahana DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution, mengatakan dirinya sangat berharap agar Pemilu tahun 2024 tetap berjalan dengan sistem proporsional terbuka seperti halnya Pemilu 2019.

“Harapan kita, pemilu tetap dalam sistem proporsional terbuka,” ucap Dedy yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi IV DPRD Medan tersebut.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, melalui pemilu dengan sistem proporsional terbuka, hubungan emosional antara rakyat dengan sosok yang akan dipilihnya sebagai wakil rakyat itu akan terbangun.

“Karena dengan sistem itu, interaksi antara pemilih dan yang dipilih itu ada kontak emosinal secara langsung, sehingga masyarakat pemilih tahu siapa yg akan dipilihnya,” ujarnya.

Selain itu, kata Dedy, bila tetap dengan sistem proporsional terbuka, keputusan atas siapa sosok yang akan duduk sebagai wakil rakyat ada di tangan rakyat itu sendiri. Sementara bila proporsional terbuka, maka sosok yang akan menjadi wakil rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan partai politik.

“Kalau sistem proprosional tertutup, secara teknis keputusan di partai. Sedangkan kalau sistem proporsional terbuka, ini tergantung masyarakat pemilih,” katanya.

Selanjutnya, sambung Dedy, pemerintah juga tidak bisa serta merta merubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup.

“Jadi kalau itu pun tertutup, kan harus ada revisi undang-undang pemilu yang harus diajukan oleh pemerintah ke DPR RI. Ada proses lagi untuk revisi UU pemilunya,” sambungnya.

Kemeriahan pemilu proporsional tertutup juga diyakini tidak akan terasa bila dibandingkan dengan pemilu proporsional terbuka seperti halnya Pemilu 2019. Salah satu indikatornya, setiap sudut kota tidak akan diramaikan baliho-baliho caleg yang akan menyemarakkan pemilu itu sendiri.

“Kemudian, tidak caleg yang wara-wiri menjumpai masyarakat untuk mendengar dan menjemput aspirasi mereka juga akan sepi. Masyarakat akan sangat jarang melihat caleg turun ke masyarakat untuk menyampaikan visi misinya guna diperjuangkan saat nanti telah terpilih sebagai wakil rakyat,” terangnya.

Terakhir, sambung Dedy, setelah dewan terpilih, dipastikan tidak akan banyak Anggota DPRD yang menjaga silaturahmi dan menjaga hubungan sosialnya dengan para pemilih.

“Untuk itu, pemilu proporsional terbuka itu sudah yang paling baik di Indonesia, supaya sistem demokrasi dan sosial kultural tetap terjaga antara masyarakat dan legislatif. Untuj ” tutupnya.

Sementara itu, Bacaleg DPRD Kota Medan dari PDI Perjuangan, Boydo H.K Panjaitan, mengatakan bahwa dirinya mendukung Pemilu dengan sistem propoesional tertutup.

“Harapan saya sama dengan keputusan partai (PDI Perjuangan) yang menginginkan pemilu proporsional tertutup. Kita ikut dengan keputusan partai,” tutur Boydo kepada Sumut Pos, Rabu (14/6/2023).

Dijelaskan Boydo, seyogiyanya sistem politik yang ada di Indonesia adalah sistem kepartaian, bukan sistem perorangan.

“Sistem politik kita kan kepartaian, jadi sudah saatnya masyarakat melihat partai dan seluruh visi misi partai, khususnya dalam memilih caleg,” jelas mantan Anggota DPRD Medan periode 2014 – 2019 tersebut.

Boydo juga menerangkan, dengan sistem proporsional, tubuh partai politik menjadi lebih sehat. Pasalnya dengan menerapkan sistem proporsional tertutup, sistem pengkaderan partai dapat berjalan dengan lebih baik.

“Jadi sistem pengkaderan partai juga berjalan, sehingga partai dapat menempatkan kader-kader terbaiknya,” terangnya.

Tak cuma itu, Boydo juga menjelaskan bahwa dengan menerapkan sistem proporsional tertutup, maka praktik politik uang yang dilakukan oknum caleg dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kemudian juga dapat mengurangi praktik money politik yang dilakukan oknum legislatif yang mempunyai banyak uang,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Boydo, pihaknya tidak mempermasalahkan kapan MK akan mengumumkan sistem pemilu di Indonesia.

“Untuk kita di PDI Perjuangan, tidak masalah diumumkan (MK) kapan saja, karena sistem dan aturan partai kita sudah ada dan berjalan dalam menentukan serta menyusun para caleg,” pungkasnya.
(map/ram)

Bawa 19 Kg Sabu, Nelayan asal Hamparan Perak Dituntut Mati

TERDAKWA: Candra Saputra alias Carles bin Rusli, terdakwa kasus sabu menjalani sidang tuntutan secara virtual, Rabu (14/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Candra Saputra alias Carles bin Rusli (26) dituntut jaksa dengan pidana mati. Nelayan asal Hamparan Perak ini, dinilai terbukti membawa sabu seberat 19 kilogram dalam sudang virtual di Ruang Cakra 7, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (14/6).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Trian Adhitya Ismail dan Tommy Eko Pradityo dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini melanggar Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Candra Saputra supaya dijatuhi pidana mati,” tegas Tommy.

Menurut JPU, hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Hal meringankan tidak ditemukan,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, hakim ketua Lucas Sahabat Duha memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, berawal pada 24 Oktober 2022, terdakwa bertemu dengan Aris (DPO) di depan ruko simpang empat. Kemudian Aris mikul sabu seharga Rp50 juta.

Terdakwa bersama Aris menuju ke rumah Ramos (DPO) di daerah Lingkungan 14 dan membicarakan pekerjaan tersebut. Ramos mengatakan kepada terdakwa, pekerjaan itu menjadi tanggung jawab sendiri jika tertangkap.

Keesokan harinya, sekira pukul 08.00 Wib, terdakwa tiba di tempat tukang es kelapa dan menunggu Ramos. Dalam keterangan polisi, Mabes Polri sudah mendapatkan informasi bahwa ada peredaran narkotika jenis sabu di Sumut.

Setelah itu, lanjut saksi, petugas polisi melakukan penggerebekan serta penggeledahan dan ditemukan 20 bungkus sabu seberat 19 kg. Terdakwa mengaku disuruh oleh seseorang yang tidak dia dikenal. (man)

OJK: Bisnis Pay Later Miliki Prospek Cerah

Deputi Direktur Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK Mulia R Simatupang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Deputi Direktur Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK Mulia R Simatupang mengatakan, bahwa bisnis perusahaan pembiayaan berbasis digital atau yang dikenal dengan pembiayaan pay later memiliki prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan transaksi di lokapasar.

Dari hasil pengamatan, transaksi beli sekarang bayar nanti (buy now pay later/BNPL) semakin berkembang dalam tiga tahun terakhir. Hasil riset Kredivo & Kata Data Insight Center menyebut persentase pengguna layanan Paylater dalam lokapasar mengalami peningkatan signifikan, dari 28,2 persen pada 2022 menjadi 45,9 persen pada 2023.

“Nampak jelas bahwa bisnis perusahaan pembiayaan pay later memiliki prospek yang cerah karena ceruk pasarnya besar, disertai dengan tingkat pertumbuhan konsumen yang menggunakan metode pembiayaan pay later pada saat berbelanja,” ujar Mulia dalam peluncuran Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia di Jakarta, Rabu 14/6/2023).

Mulia menyebut, saat ini terdapat lima perusahaan pembiayaan pay later yang terdapat pada lokapasar. Menurut dia, sangat lumrah apabila para perusahaan tersebut ingin berekspansi dalam bisnisnya.

Namun demikian, Mulia mengingatkan agar perusahaan pembiayaan tetap berhati-hati dengan mengimbanginya dengan mitigasi risiko, terlebih dalam hal menjaga agar tingkat non performing financing (NPF) berada pada nilai yang dapat ditolerir.

“Kami sebagai otoritas dan pengawas mengingatkan agar management menjalankan perusahaannya secara hati-hati dan pertumbuhan piutang pembiayaan perlu diimbangi dengan mitigasi risiko untuk menjaga tingkat non performing financing,” kata Mulia.

Dalam bisnis pembiayaan pay later terdapat beberapa tantangan yang perlu dicermati. Menurut Mulia, yang pertama adalah jangan sampai pembiayaan ini terkait dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Mulia mengatakan, perusahaan pembiayaan pay later sangat erat dengan kedua hal tersebut. Sebab dalam proses pembiayaan, yang diutamakan adalah kecepatan dan pertumbuhan dalam penyaluran dana.

“Ini relatif tinggi. Karena perusahaan pembiayaan pay later mengutamakan kecepatan dan pertumbuhan dalam penyaluran pembiayaan namun belum disertai dengan proses kredit poin atau screening yang memadai,” katanya.

Tantangan selanjutnya adalah rata-rata perusahaan pembiayaan pay later memiliki tingkat laba yang rendah dibanding dengan aset yang dikelola. Menurut Mulia, jika tidak dikelola dengan benar maka berpotensi bisnisnya tidak akan bertahan lama.

“Karena ada beban marketing yang merupakan beban kerja sama dengan platform, ada promo cashback, ongkir (ongkos kirim) gratis dan lainnya tapi ini dapat diatasi,” ujar Mulia.

Riset Kredivo & Kata Data Insight Center menyebut Paylater kini mampu mengungguli metode transfer bank, sebanyak 16,2 persen konsumen memilih Paylater sebagai metode pembayaran yang paling sering digunakan di lokapasar, sedangkan 10,2 persen konsumen yang memilih metode pembayaran transfer bank/virtual account.

Sementara itu, sebanyak 60,9 persen responden yang telah menggunakan Paylater menyebutkan bahwa Paylater merupakan kredit pertama yang mereka dapatkan, terutama bagi Socio-Economic Status (SES) C. Riset ini melibatkan 9.239 responden di seluruh Indonesia. (jpc/ram)

Rekrutmen Bakal Dibuka September 2023

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2023 akan dibuka pada September mendatang. Saat ini, pihaknya sedang menyusun formasi yang dibutuhkan.

Anas juga mengatakan bahwa dirinya telah menghadap ke Presiden Joko Widodo untuk melaporkan rencana rekrutmen CPNS ini. Terkait, detail penetapan jumlah kebutuhan formasi setiap kementerian/lembaga/daerah (K/L/D) masih dalam proses finalisasi.
Hal ini sejalan dengan proses validasi dari usulan yang disampaikan masing-masing instansi.

” September 2023 ini mulai, kan kita tetapkan dulu formasinya. Saat ini kami masih memaksimalkan validasi beberapa usulan dari K/L/D khususnya usulan untuk program prioritas pendidikan dan kesehatan,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Tak hanya CPNS, pihaknya juga masih menyiapkan penyelenggaraan seleksi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Adapun rencana kebutuhan ASN secara nasional tahun 2023 ditetapkan sebanyak 1.030.751 terdiri atas CPNS dan PPPK.

Anas membeberkan, total kebutuhan nasional CPNS dan PPPK tersebut terdiri dari 15.858 CPNS dosen, 18.595 tenaga teknis lain, 6.472 PPPK dosen, 12.000 PPPK tenaga guru, 12.719 PPPK tenaga kesehatan, dan 15.205 PPPK tenaga teknis lain.

Kemudian untuk tenaga daerah terdapat 580.202 PPPK guru, 327.542 PPPK tenaga kesehatan, dan 35.000 PPPK tenaga teknis lainnya, serta alokasi PNS lulusan kedinasan sebanyak 6.259 orang.
“Jadi totalnya 1.030.751. Ini sementara kita koordinasi di luar instansi yang tidak usulkan, tapi kami mau kaji lagi,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah sudah menyiapkan 700 ribu formasi untuk tenaga honorer bidang kesehatan dan pendidikan, namun yang diusulkan oleh pemerintah daerah hanya 400 ribu formasi. Adapun pembukaan formasi ini untuk memfasilitasi tenaga honorer yang belum diangkat menjadi ASN maupun PPPK.

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan opsi terbaik terkait rencana penghapusan tenaga honorer di kementerian atau lembaga pemerintahan mulai 28 November 2023.

Presiden meminta ada jalan tengah terhadap jutaan tenaga honorer yang belum diangkat menjadi ASN. Menurut Anas, opsi pemberhentian massal akan berpengaruh terhadap pelayanan publik karena tenaga honorer tersebut pada kenyataannya membantu pemerintah terutama di pelosok daerah.

“Ada banyak di menara-menara suar, di berbagai daerah itu ada banyak non-ASN yang nyatanya mereka membantu luar biasa,” kata Anas. (jpc/ram)

Lembaga Adat Sionom Hudon Kecamatan Parlilitan Tolak Keras Isu Tanah Adat

MASYARAKAT: Pertemuan tindak lanjut dari audiensi Sekda di kantor bupati perihal pernyataan keberatan yang disampaikan masyarakat Kecamatan Parlilitan dari Desa Sionom Hudon, Desa Simataniari dan Lembaga Adat Sionom Hudon kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada tanggal 25 Mei 2023 lalu, kembali dilaksanakan di Aula Kantor Camat Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (13/6/2023).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pertemuan tindak lanjut dari audiensi Sekda di kantor bupati perihal pernyataan keberatan yang disampaikan masyarakat Kecamatan Parlilitan dari Desa Sionom Hudon, Desa Simataniari dan Lembaga Adat Sionom Hudon kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada tanggal 25 Mei 2023 lalu, kembali dilaksanakan di Aula Kantor Camat Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (13/6/2023)

Pertemuan antara pihak yang berseberangan ini dihadiri langsung oleh Camat Parlilitan Darmo Hasugian, Kapolsek Parlilitan JH Turnip dan juga Danramil Parlilitan D Situmorang beserta Tokoh Masyarakat, Lembaga Adat Sionom Hudon dan juga Direktur KSPPM, Delima Silalahi.

Dalam pertemuan ini Saut Tumanggor, Sekretaris Lembaga Adat Sionom Hudon kembali menyatakan dengan tegas bahwa mereka menolak disahkannya hutan adat seluas 1.763 Ha untuk diserahkan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saut menjelaskan, bahwa masyarakat di desanya tidak mengetahui perihal pengesahan SK pelepasan Tanah Adat. Bahkan Lembaga Adat Sionom Hutan dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Parlilitan, akan melayangkan surat keberatan kepada Pemerintah apabila ada indikasi penyerobotan hutan di tanah ulayat Desa Sionom Hudon dan Desa Simataniari.

“Isu yang beredar dari masyarakat Desa Simataniari, bahwa ada pelepasan lahan seluas 1.763 Ha. Perihal ini perlu ditegaskan kembali bahwa kami tidak menerima dan tidak pernah menyetujui adanya tanah adat di wilayah Lembaga Adat Sionom Hudon, karena hal ini sudah menjadi ketetapan dan aturan dari nenek moyang kita,” tukas Saut.

Delima Silalahi mengatakan, bahwa dukungan mereka dalam pelepasan wilayah menjadi tanah adat ini merupakan bentuk penyelamatan lingkungan dan bencana alam.

“Dalam penyelamatan hutan dan lingkungan seperti banjir bandang, panasnya cuaca, cuma inilah satu-satunya hutan yang tersisa di Sumatera Utara, meliputi Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. KSPPM konsen tentang hal ini karena ini adalah kesempatan bagi masyarakat yang ada di Indonesia mengatakan agar hutan adat dilindungi, supaya tidak diberikan kepada perusahaan-perusahaan,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Saut Tumanggor kembali menegaskan bahwa posisi mereka bukan membela perusahaan yang disebutkan oleh KSPPM namun untuk melindungi tanah ulayat mereka.

“Biar kita ketahui bersama, Lembaga Adat Sionom Hudon tidak pernah memberikan tanah ulayat dengan perusahaan-perusahaan yang disebutkan tadi. Namun biar saya jelaskan disini, kami juga tidak pernah melepaskan tanah ulayat menjadi tanah adat, tetapi jika berbicara masalah pelestarian hutan yang disampaikan, bahwa hal ini juga menarik dan perlu penjelasan disini.

“KSPPM juga diam saja tentang masalah penebangan hutan secara liar yang terjadi di Desa Simataniari, bahkan informasi di lapangan sudah terdapat ratusan hektar pohon yang ditebang akibat penebangan liar tersebut. Oleh sebab itu, hal ini menjadi indikasi bahwa KSPPM pun bersuara hanya karena kepentingan tertentu,” ujar Saut.

Dalam kesempatan ini Camat Parlilitan meminta kepada semua pihak yang hadir dalam pertemuan ini agar duduk bersama dan bermusyawarah menemukan jalan keluar dalam permasalahan ini

“Sekaitan dengan isu yang menjadi perdebatan di antara masyarakat Kecamatan Parlilitan, khususnya Desa Sionom Hudon dan Desa Simataniari, kami dari Uspika berharap agar semua pihak duduk bersama dalam mencari jalan keluarnya.

Tidak ada artinya kita melakukan provokasi atau hal negatif lainnya, karena kita semua adalah keluarga. Harapan kami, tokoh adat dapat memfasilitasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dengan solusi yang tepat,” kata Darmo mengakhiri. (rel/ram)

Gubsu dan Wabup Sergai Resmikan Pesantren Tahfidz Al-Quran Abdullah Al Busyroni

RESMI : Gubernur Sumut Edy Ramayadi didampingi wabup sergai H. Adlin Tambunan saat resmikan pesantren Pondok Pesantren Tahfidz qur'an di Seirampah. (fad/ram)

SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdangbedagai (Sergai) H Adlin Tambunan mendampingi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meresmikan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Abdullah Al Busyroni yang berdiri di Jalan Bedagai, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (13/6/2023).

Rasa bahagia disampaikan oleh Wabup karena berkesempatan menyaksikan peresmian Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Abdullah Al Busyroni. Dirinya berharap, yayasan pendidikan ini akan tetap eksis, maju, serta berkualitas dalam mencetak anak-anak generasi Islam yang amanah, tabligh, dan fathonah, demi kemajuan bangsa dan kabupaten.

“Dengan pendidikan agama, akan membawa anak-anak kita nantinya ke jalan yang diridai Allah SWT. Mudah-mudahan anak kita nantinya menjadi generasi penerus yang akan membangun Kabupaten Sergai lebih maju lagi, lebih berwibawa, lebih berbudaya, dan agamais untuk menjadikan daerah yang makmur di Indonesia,” katanya.

Adlin berharap, pesantren ini dapat ikut berpartisipasi dalam memajukan serta mengembangkan dunia pendidikan, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, selalu teguh untuk terus mencetak generasi Islami yang berdaya saing, demi terwujudnya pembangunan sumber daya manusia dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa.

“Kami mengajak kita semua, untuk menjadikan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Abdullah Al Busyroni sebagai wadah pembentukan karakter islami, sehingga dapat dijadikan sebagai benteng generasi muda Islam dari permasalahan bangsa saat ini seperti narkoba, radikalisme dan lainnya. Untuk itu anak – anak kita agar diarahkan ke jalan yang dicita-citakan oleh orang tua dan semua elemen masyarakat untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat,” tambahnya.

Kepada panitia pembangunan pondok pesantren dan semua pihak, kaum muslimin dan muslimat yang turut berinfak dan berwakaf atas pembangunan pondok tahfizh Al-Qur’an ini, Adlin mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi tinggi.

“Semoga Allah SWT membalas amal baik Bapak, Ibu, hadirin sekalian dengan pahala yang berlipat ganda di hari kemudian kelak,” tandasnya.

Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan saat ini semakin banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka ke pesantren.

“Banyak orang tua yang menginginkan agar anak-anak mereka memiliki etika dan moral yang baik, terutama dalam era modernisasi seperti sekarang ini yang secara perlahan mengurangi akhlak para anak didik kita,” ujarnya.

Gubsu Edy berpendapat, pesantren memiliki peran penting dalam mengajarkan disiplin dan etika yang baik.

“Saya berharap pesantren ini dapat memberikan pengajaran yang positif dan mendidik anak-anak agar lebih dekat dengan Allah SWT,” sebutnya.

Peresmian pondok pesantren ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sergai H M Ilham Ritonga, Dewan Pembina Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Abdullah Al Busyroni Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Ketua Dewan Pengawas Ust. Latif Khan, Ketua Yayasan Zubaidah Khan, MA, Anggota DPRD Provinsi Sumut Yuli Azmi Sitorus, dan Asisten Administrasi Umum Ir. Kaharuddin, serta undangan lainnya. (fad/ram)