22 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 14041

6 Ruko Dibongkar Paksa

MEDAN-Tim terpadu Pemko Medan kembali membongkar paksa enam unit bangunan rumah pertokoan (ruko), di Jalan Mustika, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (5/1) siang, akibat tak memiliki IMB.

“Pembongkaran ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya telah dilakukan pembongkaran pada akhir tahun 2011, menurut data yang ada sama kami lahan ini direncanakan akan menjadi jalan Ring Road tengah. Untuk itu pemilik bangunan telah disurati oleh Dinas TRTB Kota Medan, agar pembangunan ruko tersebut tidak dilanjutkan berhubung surat izin bangunannya tidak dapat dikeluarkan.

Namun pemilik tidak mengindahkannya, pembangunan terus dikerjakan  sampai sekarang,” kata Ketua Tim Terpadu Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang, Alitohar di lokasi.

Dijelaskannya, kondisi 3 bangunan yang ada sekarang dalam tahap pemdangan didinding.

“Diantaranya telah berdiri puluhan tiang coran. Pembongkaran dilakukan secara manual, lebih kurang 30 buah tiang coran telah ditumbangkan oleh petugas di lantai I maupun dilantai II, kemudian dinding yang belum diplaster turut juga dirobohkan,” bebernya seraya mengingatkan agar tidak melanjutkan pembangunannya kembali karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemiliknya.(adl)

Desember, Nilai Tukar Petani Turun

MEDAN- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumut di Desember 2011 sebesar 103,13 atau mengalami penurunan 0,30 persen dibandingkan NTP November 2011 sebesar 103,44.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Suharno, ketika dikonfirmasi kemarin (4/1), mengatakan, meski terjadi penurunan NTP, tapi indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan, walaupun subsektor pertanian di Sumut fluktuatif.

Adapun subsektor pertanian Sumut masing-masing, subsektor padi dan palawija (NTPP) sebesar 99,65 persen, subsektor hortikultura (NTPH) 112,89 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 103,96, subsektor peternakan (NTPT) 105,05, dan subsektor perikanan (NTN) 99,94 persen.

“It Sumut pada Desember mengalami kenaikan, jadi tidak masalah itu,” ujar Suharno.

Kenaikan It petani (Desember) sebesar 0,11 persen dibanding dengan It November 2011, yaitu dari 139,36 menjadi 139,51. Dan kenaikan It ini terjadi pada 2 subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan (padi dan palwija) sebesar 0,38 persen dan subsektor hortikultura sebesar 0,09 persen. Sedangkan untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan, turun masing-masing 0,17 persen, 0,16 persen, dan 0,25 persen.

Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib), dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan yang mayoritas merupakan petani. Pada Desember 2011, Ib Sumut naik sebesar 0,41 persen bila dibandingkan dengan Ib November 2011, yaitu dari 134,72 menjadi 135,27. Dan kenaikan terjadi pada seluruh subsektor.

Kasubdis Program Dinas Pertanian Sumatera Utara, Lusyantini mengatakan, terjadi penurunan NTP ini wajar, karena nilai tukar petani didapat melalui indeks yang diterima dibagi dengan nilai tukar, dan nilai tukar ini mencakup keseluruhan pengeluaran petani, mulai dari masa produksi, kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Dan mengingat bulan Desember 2011 merupakan bulan perayaan keagamaan.

“Jadi pengeluaran petani berupa makanan, pakaian, dan lainnya tercatat dalam hal ini, jadi wajar bila NTP petani bisa menurun,” ungkap Lusyantini.

Kewajaran ini, menurutnya, juga tidak perlu dirisaukan karena pada umumnya menjelang perayaan keagamaan NTP petani akan turun. Karena banyaknya pengeluaran yang dilakukan oleh petani dalam menyambut perayaan tersebut.
“Wajar dan tidak perlu dirisaukan, karena menjelang lebaran NTP petani juga akan turun, nah kalau Desember juga kejadiannya sama,” tegas Lusyantini. (ram)

Nyambi Jual Sabu

Edi Yono alias Edi (48), warga Pasar VII, Gang Amal, Tembung ditangkap polisi di Pos Satpam Swalayan Irian, di Jalan Medan-Batang Kuis, Pasar  VIII, Tembung, Rabu (4/1), saat bertransaksi sabu-sabu. Dari tangan tersangka diamankan satu paket sabu-sabu seharga Rp300 ribu.

Informasi yang dihimpun, pedagang makanan dan minuman yang berlokasi tak jauh dari swalayan Irian itu sebelumnya sudah diintai polisi.

Polisi selanjutnya memancing untuk melakukan transaksi. Saat transaksi tersangka langsung ditangkap. Tersangka langsung diboyong ke Mapolsekta Percut Seituan. Tersangka mengaku. jadi agen sabu-sabu untuk menambah penghasilan. (gus)

Produksi CPO Ditarget 25 Juta Ton

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengestimasikan ekspor crude palm oil (CPO) atau sawit mentah maupun produk turunan tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. Salah satunya didorong peluang memperbesar ekspor ke Pakistan. Tahun 2011 lalu, total produksi anggota Gapki sekitar 23,5 juta ton dengan volume ekspor mencapai 16,5 juta ton.

Ketua Bidang Pemasaran Gapki Susanto mengatakan, realisasi ekspor dan produksi pada 2011 meningkat 7,3 persen dan 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan 2010, ekspor sawit dan turunan tercatat 15,65 juta ton. Sepanjang tahun lalu, ekspor didominasi produk turunan dengan persentase 53 persen dan sisanya 47 persen sawit mentah. “Tingginya produk turunan disebabkan bea keluar,” katanya kemarin (4/1).

Sedangkan estimasi produksi pada 2012 mencapai 25 juta ton dengan ekspor meningkat antara 17,5-18 juta ton. Dijelaskannya, kenaikan produksi tersebut ditunjang dari hasil penanaman pada periode 2008-2009 lalu. Selain itu, pihaknya juga melakukan ekspansi lahan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat seluas 150 ribu-170 ribu hektare. Sisanya di Sumatera dan Sulawesi.“Kalau ekspor ditopang pasar di Afrika Utara, Timur Tengah, dan pecahan negara Uni Soviet. Hasil penandatangan PTA (Preferential Trade Agreement) Indonesia-Pakistan kami prediksi bisa menaikkan ekspor pada 2012,” ucapnya.

September lalu, kedua negara sepakat melakukan pengurangan tarif. Produk sawit Indonesia mendapat pengurangan tarif 15 persen dari most favourable nations (MFN). (res/oki/jpnn)

Banjir Diskon di Medan Fair

Sambut Tahun Baru Imlek

MEDAN- Memasuki tahun baru imlek atau Chinese New Year pada tanggal 23 Januari mendatang, Plaza Medan Fair bakal menyajikan program  menarik bertajuk “Spirit of the Dragon” mulai tanggal 6 – 23 Januari 2012.

Rangkaian program acara selama Chinese New Year ini, pastinya diprioritaskan bagi keluarga dengan harapan makin memberikan semangat baru sesuai dengan tajuk tahun naga ini.

Dalam kesempatan ini, Advertising & Promotion Officer Plaza Medan Fair, Tri Wahyudi menyampaikan, aktivitas di Hari Raya Imlek tahun ini, pastinya akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena selain akan menghadirkan event spesial, juga akan ada banyak kompetisi serta banyak hadiah menanti para customer Plaza Medan Fair.

Event “Spirit of the Dragon” kali ini, tidak tanggung-tanggung dengan menghadirkan akrobatik “Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe” dari Beijing, Cina pada tanggal 21 Januari. Selain itu, mulai tanggal 16 – 22 Januari, akan diselenggarakan kompetisi yang menguji kreatifitas seperti “Lampion Competition”, Boy/Girlband Wannabe “Libertion Dance”, “Oriental Model”, “Oriental Karaoke” serta “Barongsai Coloring For Kids” yang akan memacu semangat anak-anak muda kota Medan.

Tak lengkap rasanya Imlek tanpa kehadiran Festival Barongsai dan parade lengkap dengan Dewa Rezeki di tanggal 22 Januari nanti.

Lanjut Tri, Plaza Medan Fair tidak lupa mempersiapkan acara bagi-bagi hadiah langsung berupa coaster set untuk pengunjung, cukup dengan pembelanjaan minimal Rp150 ribu di lebih dari 300 outlet Plaza Medan Fair  dengan menukarkan struk belanja di meja informasi lantai 1 bagi 500 customer pertama.

Selain itu, lanjutnya, Ang Pao Tree juga menunggu para pengunjung untuk meraih berbagai hadiah  mulai dari handphone, rice cooker sampai dengan cooking oil.

Plaza Medan Fair adalah pusat perbelanjaan dan hiburan keluarga terbesar di kota Medan, berlokasi di Jalan Gatot Subroto No.30, tepat di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Mal ini resmi dibuka September 2004, memiliki 4 lantai pusat perbelanjaan, 1 lantai basement dan area Skycross. Mal dengan luas 49.535 meter persegi ini memiliki anchor tenant seperti Carrefour, Matahari Department Store dan Electronic City. Plaza Medan Fair adalah salah satu mal dalam portofolio PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.(ram)

Tersangka Erwin Sakit, Sidang Pembunuhan Teller BRI Batal

MEDAN-Empat tersangka pembunuh teller BRI Syariah Sri Wahyuni Simangunsong, batal disidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pardomuan Siburian SH mengatakan penundaan sidang karena penetapan dari panitera tanggal 9 Januari 2012.

‘’Penetapannya memang hari ini (Kamis 5/1). Tapi tidak bisa dikejar karena panitera pengganti tanggal 9 Januari, jadi tanggal 5 Januari ini tidak bisa. Selain itu karena masih suasana Tahun Baru. Kalau tidak ada dakwaan tidak mungkin dikirim ke pengadilan,’’ tegas Pardomuan Siburian SH.

Selain itu, katanya, karena salah satu tersangka pembunuh Sriwahyuni dibantarkan polisi dengan alasan sakit.
‘’Salah satu tersangka yakni Erwin dibantarkan karena sakit. Saya tidak tahu sakit apa dan dirawat dimana tanya saja polisi,’’ ujar Siburian.

Siburian juga mengatakan bahwa berkas empat tersangka pembunuh Sriwahyuni Simangunsong baru diserahkan  menjelang Natal dan Tahun Baru 19 Desember 2011.

Sementara, Humas PN Medan Jonny Sitohang SH mengatakan penentuan digelar tidaknya sidang yang menentukan adalah majelis hakim.

‘’Kalau jaksanya bilang masih suasana Tahun Baru maka sidang tidak jadi digelar itu harus ada kesepakatan. Nah, dalam kasus ini apakah sudah ada kesepakatan atau tidak antara jaksa dan hakim,’’ tanya Jonny Sitohang.
Kalau memang jaksa belum siap, sambungnya, JPU harus melakukan koordinasi dengan hakim apakah sidang digelar atau tidak.

Sebelumnya Polresta Medan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap karyawati BRI Syariah di Jalan S Parman Medan, Sriwahyuni Simangunsong (26). Empat pelakunya yang merupakan pasangan suami isteri, ditangkap Jumat (12/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Satu pelaku terpaksa ditembak karena mencoba kabur saat dilakukan penyergapan.

Keempat pelaku diantaranya Erwin Panjaitan oknum anggota Polresta Medan dan istrinya Ria, Embot dan istrinya Eva, ditangkap di dua lokasi berbeda kawasan Medan Marelan dan di kawasan Sri Gunting, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Erwin Panjaitan merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir disersi, ditembak petugas di bagian kaki sebanyak empat kali.

Sementara itu korban Wahyuni, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan oleh seorang pengembala kambing di dekat jembatan Desa Tele, Kabupaten Samosir beberapa waktu lalu. (rud)

Tiga Pembobol Toko Emas Dibekuk, Dua Kabur

MEDAN-Petugas jaga malam Buana Plaza dibantu pedagang menangkap tiga pelaku pembobol Toko Emas B Tarigan milik Bernas Tarigan, dilantai II Buana Plaza, Jalan Aksara Medan, Kamis (5/1) pagi. Sementara dua pelaku berhasil melarikan diri. Ketiga pelaku yang diamankan diboyong ke Mapolsekta Percut Seituan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, tiga pelaku diduga sindikat pembobol toko emas antar provinsi masing-masing berinsial Subani (34), warga Gresik, Syamsudin (43), Sei Manggu Pandeglang serta Suhendra (43),warga Kampung Bojong Negoro, Majelengka.

Dari tersangka diamankan linggis 3 buah, obeng, tang, pipa besi serta martil.  Ketiga pelaku datang ke lokasi dengan menumpang angkutan umum. Pelaku beraksi dengan cara merusak gembok yang dibawa pelaku. Kemudian mencongkel rolling door toko emas dengan menggunakan linggis. Para tersangka tiba di Kota Medan, Rabu (4/1), kemudian menggambar lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan mengaku masih melakukan penyelidikkan dan mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri. Menurutnya, pelaku belum sempat mengambil barang korban karena keburu ketahuan petugas jaga malam. (gus)

Kader Muhammadiyah Ancam Gelar Aksi

MEDAN-Sejumlah kader Muhammadiyah tetap bersikukuh mempertahankan Masjid Al-Ikhlas berada ditempat semula. Rencananya mereka akan menggelar aksi damai usai salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas lama di
Jalan Timor menuju kantor pengembang dan kantor Wali Kota Medan, Jumat (6/1) hari ini.

”Kami mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk berkumpul bersama-sama menggelar salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas yang lama setelah itu kita bergerak menuju kantor pengembang dan kantor wali kota untuk menolak pemindahan Masjid Al-Ikhlas yang dilakukan Pangdam I/BB,” kata Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammdiyah Kota Medan, Anwar Bakti kepada Sumut Pos, Kamis (5/1).

Anwar menyesalkan pemindahan yang dilakukan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus terhadap Masjid Al-Ikhlas, walupun jaraknya tidak juah dari lokasi yang lama. Artinya, dengan pemindahaan ini akan menambah daftar hitam atas tergusurnya rumah ibadah demi pengusaha.

”Bayangkan dalam dua tahun belakangan ini sudah berapa rumah ibadah dirobohkan hanya gara-gara uang, ke depannya kejadian seperti ini bisa terulang lagi, karena melukai umat Islam,” katanya.

Berkiatan dengan persoalan ini Anwar memintah partisipasi dari kader Muhammdiyah untuk bersama-sama mempertahankan keberadan Masjid Al-Ikhlas lama dan menolak peresmian Masjid Al-Ikhlas yang baru.
Rencananya, kata Anwar, usai salat Jumat, mereka akan menuju ke kantor pengembang setelah itu menuju kantor wali kota.

Sementara Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah mendukung rencana Anwar tersebut. IMM akan menurunkan sejumlah kader untuk salat Jumat bersama lalu menggelar aksi damai memprotes pemindahaan Masjid Al-Ikhlas bersama aliansi ormas islam yang tidak mendukung pemindahan Masjid Al-Ikhlas tersebut.  (gus)

PPP Gelar Tausiah dan Khatam Al-Quran

Memperingati Hari Lahir ke-39

TEBING TINGGI- Menyambut hari ulang tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ke 39, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Tebing Tinggi mengelar tausiah, khatam Al-Quran serta zikir bersama di Masjid Al-Ikhsan Jalan Sudirman Simpang Dolok, Kota Tebing Tinggi, Rabu malam (4/1).

Hadir dalam peringatan hari lahir (Harlah) itu, Ketua DPC PPP Kota Tebing Tinggi Syahbuddin Abduh Hasibuan SHI, Sekretaris Asnawi Mangkualam SHI, Bendahara Muhammad Zakwan SAg, Wakil Ketua Wilayah DPW PPP Sumut, Jafaruddin Harahap, Al-Ustad Bambang Irawan dan seluruh pengurus DPC, PAC dan ranting PPP se-Kota Tebing Tinggi.

Ketua DPC PPP Kota Tebing Tinggi, Syahbuddin Abduh Hasibuan dalam sambutannya mengajak kadernya meningkatkan pengabdian dengan menyongsong perubahan citra, sikap dan mental gerakan PPP Kota Tebing Tinggi menuju yang lebih baik, efektiv, terarah dan terukur.” Jayalah PPP dalam lindungan Kab’ah dan takbir,” seru Abduh.

Menurutnya PPP Kota Tebing Tinggi ke depan mulai berbeda seiring peringatan ulang tahun PPP yang ke 39 ini, diantaranya membaca Alquran dan tausiah agama di setiap masjid-masjid. “ Inilah kami, walapun di Tebing Tinggi tidak ada anggota DPRD dari PPP, kami tetap melakukan perubahan sedikit demi sedikit untuk melakukan yang terbaik buat masyarakat,” pinta Abduh.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ikhsan, Abdul Rahman kami sangat bangga masih bisa melihat partai yang berlandaskan islam masih mau peduli dengan masyarakat untuk kembali menyadarkan untuk lebih taat kepada Allah SWT.”PPP adalah partai islam, kami masyarakat siapapun kiranya menjadi pemimpin kedepan nantinya hendaknya perhatian kepada masyarakat dan tunjukan kepada masyarakat, pasti masyarakat akan siap membantu,” jelas Rahman.

Sementara Al Ustad dari Kota Medan, Bambang Irawan Hutasuhut Msi mengatakan bahwa perjalanan partai PPP masih tetap eksis dari Pemilu hingga ke Pemilu berikutnya. “Marilah kita sebagai warga PPP mendukung amanah itu. Iktibar kita, perjuangan tokoh-tokoh PPP dulu membuat contoh bagi kita,” terang Bambang di hadapan peserta tausiah.

Dalam tausiah yang bertema, Zikir atau Zikrullah, Al Ustad Bambang Irawan mengatakan, PPP adalah tetap partai islam yang berlandaskan dengan Al-Quran. “ Al-Quran adalah zikirullah dan untuk membudidayakan membaca Al-Quran sekarang telah hilang, dahulu orang membaca Al-Quran masih terdengar di sudut-sudut kampung, tetapi sekarang sudah jarang terdengar lagi,” kata Bambang.

”Azan termasuk zikir dan utuk pembuka rezeki adalah dengan berzikir. Penyakitnya adalah dari dalam hati (iri, dengki dan hasrat), maka siapun yang hendak panjang umurnya dan murah rezekinya hendaklah bersilatuhrahmi,” imbuhnya.  (mag-3)

Mampukah Kita Meniru Cina?

Melihat Konsep SEZ Setelah Lima Tahun di Cina

SECARA ekonomi, terapi untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan adalah dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi (di atas 7 persen per tahun), berkualitas, dan berkesinambungan. (Faisal Basri; 2006)

PERTUMBUHAN yang dimaksud adalah yang mampu menyediakan kesempatan kerja dalam jumlah besar, dan memberikan pendapatan memadai bagi pekerja, sehingga mereka minimal mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarganya berupa pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan pendidikan.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang selama ini sebagian besar bertumpu pada kegiatan konsumtif harus segera dikoreksi dengan pola pertumbuhan ekonomi yang secara dominan digerakkan sektor riil produktif serta dikerjakan oleh dan untuk kesejahteraan mayoritas rakyat.

Polemik tentang angka kemiskinan terjawab ketika Badan Pusat Statistik secara resmi mengumumkan tingkat kemiskinan pada Maret 2006 membengkak menjadi 39,05 juta orang (17,75 persen), naik 3,95 juta orang dari 35,10 juta orang (15,97 persen) per Februari 2005. (Kompas, 12/2007)

Oleh sebab itu, angka pengangguran dan kemiskinan yang dikemukakan Presiden RI dalam Pidato Kenegaraan tersebut mestinya direvisi bila hendak dijadikan dasar perumusan kebijakan dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Menurut perhitungan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (2005), jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 7 persen per tahun, kondisi ekonomi seperti Malaysia saat ini baru akan dicapai Indonesia pada tahun 2035. Terlalu lama!

Besarnya jumlah orang miskin dan tanpa pekerjaan, jika tidak segera ditanggulangi akan menimbulkan berbagai macam perilaku masyarakat yang kontraproduktif bagi kemajuan bangsa, seperti malas, tidak produktif, mudah tersinggung, gelap mata, anarkis, putus asa, dan perilaku kriminal lainnya.

Akibat ketiadaan lapangan pekerjaan, saat ini jutaan tenaga kerja Indonesia dari berbagai daerah menyeberang ke negeri tetangga sekadar mendapatkan pekerjaan sebagai buruh kasar di kawasan-kawasan industri dan pabrik pengilangan minyak sawit mentah.

Data menyebutkan, dari sekitar 1,2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia; 600.000 orang bekerja di perkebunan sawit yang luasnya 3,5 juta ha dengan total produksi 15 juta ton CPO (peringkat ke-1 di dunia) pada tahun 2005. (Rohmin Dahuri; 2006)

Di Indonesia, khususnya darah-daerah yang potensial, keterbatasan investasi yang menerobos sektor-sektor industri ini membuat angka penyerapan tenega kerja kurang menggembirakan. Tercatat sejumlah daerah yang saat ini konsisten mendatangkan investasi adalah Tangerang, Pulau Batam, dan Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau. Wilayah lain yang sebetulnya prospektif untuk dikembangkan menjadi kawasan-kawasan industri baru ternyata belum diminati oleh investor asing. Pemerintah pusat dan daerah juga terlambat mengantisipasinya dengan strategi pemasaran yang mampu menarik pemodal untuk mengembangkan kegiatan bisnis mereka di daerah-daerah potensial tersebut.Belajar dari itu, pemerintah belakangan memunculkan inovasi kebijakan ekonomi dengan instrumen strategi pengembangan FTZ (free trade zone) atau special economic zone (SEZ).Kawasan ini merupakan kawasan ekonomi bebas yang dibangun untuk menarik investasi, mengembangkan perdagangan dan ekspor, serta mengembangkan ekonomi kawasan itu secara keseluruhan.

Strategi dan kebijakan ini dilakukan dengan memberi fasilitas dan insentif fiskal yang amat menarik dan bersifat khusus sehingga investor dapat tertarik karena mendapat keuntungan ekonomi pada awal investasi diputuskan.

Selain insentif itu, pemerintah atau otorita zona harus membangun sistem infrastruktur yang baik agar investasi menjadi mudah, industri dan perdagangan kian berkembang. Bagi Indonesia hal ini menjadi masalah karena anggaran publik amat terbatas.

Tidak seperti dulu, banyak peluang dari anggaran publik untuk membangun infrastruktur seperti pernah dilakukan di Pulau Batam.

Sejumlah wilayah di Indonesia, tidak terkecuali Sumatera Utara, mulai bergegas menyambut konsep SEZ ini.

Dalam sebuah artikel di BEI News 32 Edition Year V, July-August 2006, yang bertajuk: Indonesia Special Economic Zone (Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia/KEKI): Enticement for Investors, dielaborasi konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan di Indonesia, sebagai berikut:

‘’…KEKI is a prototype special economic zone that is specially created. Going forward, this region is projected to become the center for business and industrial development for local and foreign companies (multinationals). Why are they special? A number of administrative improvements in regards to licensing and tax serve to attract investors to this region. In addition to this, a various infrastructure that support business and industry are also available. All types of facilities, that are ready to use, are available. Going forward, through this region which is characterized as the region that sells, KEKI is expected to be able to attract investor interest from within and outside of Indonesia. Once again, KEKI is the Indonesian government’s serious commitment to widely open the valves of (foreign and domestic) investment.’’

SEZ di Cina

Terciptanya Special Economic Zone (SEZ) sebagai surga investasi baru memang tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah Cina mengembangkan kawasan ekonomi khusus di beberapa provinsi.

Strategi ini sesungguhnya sudah dilakukan di Cina yang sebelumnya belajar dari Singapura.

Dalam paper China’s Special Economic Zones: Five Years After An introduction di Asian Journal of Public Administration terbitan 13 Sepetembr 2005, yang ditulis oleh Chung-Tong Wu, seorang pembantu professor di Department of Town and Country Planning, University of Sydney, disebutkan bahwa,

‘’…The rapid physical development of Shenzhen is impressive and the achievements in providing employment and in terms of generated industrial output are considerable. Acknowledging these accomplishments does not prevent one from casting acritical eye over the achievements, raising questions about the basis of these achievements and assessing them in the light of long- term goals.’’

Dalam tulisan ini, Wu memaparkan konsep SEZ di Cina dibangun seperti membangun sarang burung Walet.

Konstruksi fisik bangunan dirancang sedemikian rupa agar burung-burung itu lebih dulu dirangsang dengan bunyi-bunyian agar tertarik membuat sarang di dalam bangunan tersebut.

Wu meyakinkan bahwa sejarah awal SEZ di kota-kota di daratan Cina pun pada awal tahun 1990-an masih dalam pembangunan, kecuali kawasan Shenzhen di bagian selatan yang berbatasan dengan Hongkong serta kawasan yang dinyatakan sebagai Zona Ekonomi Khusus.

Salah satu yang menjadi catatan Wu adalah berbagai pembangunan kota-kota di kawasan Cina, seperti Kunming di Provinsi Yunnan, Chengdu di Provinsi Sichuan, Changsha di Provinsi Hunan, Ningbo di Provinsi Zhejiang, Xiamen di Provinsi Fujian, dan kota lainnya, adalah munculnya berbagai bangunan hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Bangunan-bangunan ini yang pertama kali muncul dan merebak di mana-mana. Ibarat membangun sarang untuk menarik burung, kota-kota di seluruh daratan Cina dirancang untuk menarik penanaman modal yang tidak hanya dicerminkan oleh berbagai kemudahan regulasi, prasarana dan sarana pembangunan bagi investasi dan lainnya, tetapi juga kesiapan berbagai kota di daratan Cina dalam memberikan kenyamanan maupun kemudahan orang-orang asing (khususnya) untuk menanamkan uangnya.

Dikatakan Wu, sejak akhir 1970-an Pemerintah Cina memutuskan untuk mereformasi ekonomi nasionalnya. Kebijakan dasar negara komunis tersebut dirombak besar-besaran kemudian melakukan reformasi secara menyeluruh bahkan dengan mengajak masuk investor asing.

Selama tahun 1980-an Pemerintah Cina melewati beberapa tahapan untuk menerapkan Kawasan Ekonomi Khusus dan juga membuka beberapa kota sebagai kawasan terbuka dengan memfokuskan kawasan pada pengembangan teknologi dan ekonomi.Pada tahun tersebut Pemerintah Cina mencoba menerapkan Kawasan Ekonomi Khusus di Shenzhen, Zhuhai, and Shantou di Provinsi Guangdong dan Xiamen di Provinsi Fujian.

Dukungan Pemerintah

Pembangunan kota-kota di daratan Cina merefleksikan adanya perubahan sikap Partai Komunis Cina (PKC) yang berkuasa terhadap sektor properti dan terhadap permintaan permukiman yang tidak pernah terungkapkan para penduduk di kawasan perkotaan.

Kota seperti Beijing sekarang penduduknya berjumlah 15 juta, Shanghai sekitar 17 juta orang, di mana sebelumnya mereka tinggal di bangunan-bangunan seperti barak.Dan, yang paling berkesan, seperti yang dituliskan Wu, adalah perubahan tata kota-kota besar-kecil serta daerah pedesaan yang mengutamakan kebersihan yang meluas dan merata.

Aspek Kebersihan yang dicapai kota seperti Beijing, Shanghai, Urumuqi, Chongqing, dan lainnya setara dengan kebersihan kota di Singapura, Tokyo, dan berbagai kota besar dunia.

SEZ memang telah membangkitkan perekonomian Cina.Komitmen kuat juga ditunjukkan oleh pemerintah. Pada Agustus 1980, Kongres Rakyat Nasional Cina meloloskan peraturan yang mengatur tentang Kawasan Ekonomi Khusus bagi Provinsi Guangdong dan Shenzhen dengan sebutan  Shenzhen Special Economy Zone (SSEZ).

Empat tahun berselang Pemerintah Cina membuka KEK untuk 14 kota untuk ditawarkan ke investor swasta, yakni: Dalian, Qinhuangdao, Tianjin, Yantai, Qingdao, Lianyungang, Nantong, Shanghai, Ningbo, Wenzhou, Fuzhou, Guangzhou, Zhanjiang dan Beihai.

Di samping 14 kota tersebut, kini Cina sudah mengoleksi 15 free trade zones, 32 kawasan yang memiliki pengembangan ekonomi dan teknologi khusus, dan 53 kawasan industri berteknologi tinggi dengan ukuran menengah dan besar. Singkat kata dengan membuka seluas-luasnya investasi asing dengan model KEK  perekonomian Cina pun meningkat tajam, bahkan kini menjadi salah satu negara yang disegani di bidang ekonomi.

Sebagai contoh, Provinsi Shenzhen yang memiliki kawasan industri khusus berteknologi tinggi kini mampu meraup 81.98 billion yuan atau meningkat hingga 40,5 % dari total nilai industri dari berbagai kawasan. Begitu juga KEK Shanghai Pudong yang didirikan sejak 1992, pada tahun 1999 penghasilan kotor provinsi tersebut mencapai 145 billion yuan. Suatu angka yang menakjubkan.

Wu melaporkan, akibat kemajuan ekonomi yang tumbuh 9 persen berturut-turut dalam kurun waktu dua dekade, muncul juga kebutuhan di kalangan kelas menengah untuk menikmati arti kemajuan dan kesejahteraan ekonomi.Dengan demikian, tidak mengherankan jika ratusan pekerja terlihat sibuk di berbagai proyek bangunan dan prasarana umum di berbagai kota. Cina pun menjadi sebuah negara yang paling sibuk dalam pembangunan. Dan, pembangunan berbagai wilayah di seantero daratan Cina ditujukan untuk mengekspresikan kemajuan-kemajuan yang selama ini dicapai.TDEDalam konteks SEZ, landasan teori yang dianggap cukup tepat menggambarkannya adalah penjelasan atas tiga model pembangunan.

Model pembangunan yang tepat untuk mendeskripsikan SEZ adalah model yang berorientasi pada pertumbuhan (economic growth), dalam hal ini meningkatkan pertumbuhan investasi asing dengan melahirkan kawasan-kawasan ekonomi khusus.

Model ini menjelaskan kenaikan pendapatan nasional dalam jangka waktu misal per tahun.

Tingkat pertumbuhan ekonomi mempengaruhi penyerapan tenaga kerja.Oleh karena itu, proses pembangunan menjadi terpusat pada produksi, antara lain melalui:

a. Akumulasi modal termasuk semua investasi baru dalam bentuk tanah, peralatan fisik dan SDM.

b. Peningkatan tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas

c. Kemajuan teknologi yakni cara baru untuk menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat tradisional.

Dalam konsep economic growth, maka trickle down effect (TDE) menjadi sasaran utama karena menyebabkan rembesan kemakmuran ke bawah.

Misalnya, investor yang diberikan kemudahan fasilitas pajak atau perizinan akan membangun kawasan-kawasan industri yang menyerap ribuan tenaga kerja.

Setelah itu rembesan akan menghidupkan kawasan sekitar dengan hidupnya sektor-sektor ekonomi informal, seperti warung, tukang ojek, atau rumah kontrakan.TDE ini juga akan merembet terhadap munculnya sub-sub industri yang menyuplai langsung kebutuhan kawasan-kawasan industri.

Penciptaan kawasan-kawasan pertumbuhan ini pada akhirnya melahirkan perputaran uang dalam volume yang besar. (**N)

Gambaran Tiga Model Pembangunan Dalam Teori

Karakteristik

Strategi

Economic Growth Basic Needs People Centered
Fokus Industri Pelayanan Public Service Manusia Empowering
Nilai Berpusat pada industri Berkiblat pada manusia Berpusat pada manusia
Indikator Ekonomi makro (pertumb.nya brp %) Indikator sosial Hub. manusia dg sbr daya
Peran Pemerintah Entrepreneur Service Provider Enabler/Facilitator
Sumber Utama Modal Kreativitas & Komitmen Administratif & Anggaran
Kendala Konsentrasi & marginalisasi konsentrasi pada fasilitas beberapa konglomerat dehumanisasi: tidak memanusiakanManusia Keterbatasan anggaran Struktur & Prosedur ygmendukung