Home Blog Page 14043

Tim Takraw Tanjung Balai Mengancam

MEDAN- Tim sepak takraw pelajar putra Medan siap menjalani latihan, dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu), Juni 2012 di Mandailing Natal.

Tim yang dipersiapkan terdiri dari Diki Kurniawan, Ferli, Raja, Jhon Saputra, Agus Rahmansyah, Muhammad Nurul, Azemi dan Juhari.
Menurut Pelatih Sepak Takraw Pelajar Medan, Asrul Marpaung, untuk mempersiapkan laga Popdasu ini mereka telah mengembleng tim, setiap Kamis mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kemudian Minggu mulai pukul 07.00 WIB hingga Pukul 11.00 WIB di Lapangan Takraw SMP Al-Washliyah 30 Jalan Pancing Medan Labuhan.
“Pesepak takraw pelajar Medan yang tampil di Popdasu itu merupakan hasil penyeleksian dari Kejuaran Sepak Takraw antar Pelajar  yang digelar Dispora Medan 2011 lalu,” terang Asrul.

Selanjutnya pria yang juga menjabat sebagai sekretaris takraw Medan itu menjelaskan, latihan yang selalu diberikan anak-anak menuju ke latihan khusus.
Dimana, latihan khusus yang dilakukan tersebut seperti mengarak ke latihan teknik saja. “Kalau kita lihat, anak-anak yang dikirim  ke Popdasu tersebut butuh pendalaman latihan teknik. Pasalnya, mereka masih ada yang kurang menguasainya,” ungkapnya. Terkait target yang akan dipasang dalam Popdasu, Asrul menyebutkan  tentunya dirinya tidak akan muluk-muluk untuk bisa meraih yang terbaik.

“Tapi sayang harapan untuk menargetkan raihan terbaik akan terganjal dengan kekuatan tim sepak takraw Tanjung Balai. Pasalnya, mereka mempunyai kemampuan yang baik, ketimbang Medan,” tandasnya.(omi)

Mantan Dirut PD Pembangunan Minta Diperiksa

Dituding Gelapkan Rp19 M

BINJAI- Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Binjai Nazri Kamal dituding menggelapkan anggaran sebesar Rp19 miliar saat ia menjalankan pembangunan di intansi yang dipimpinnya itu. Tudingan itu membuat Nazri Kamal kepanasan. Karenanya, dia meminta penyidik Kejaksaan, Polisi, BPK, BPKP, Inspektorat, serta DPRD Binjai untuk memeriksanya.

“Tidak perlu saya dipanggil, sekarang ini saya minta diperiksa. Tapi saya mau, orang yang memeriksa saya adalah orang yang tidak terkontaminasi dengan politik. Karena saya tidak mau ditunggangi,” tegasnya kepada wartawan di kantor Gapensi Kota Binjai, kemarin.

Tak sampai di situ, Nazri juga menerangkan, ketika ia memimpin PD Pembangunan, ada beberapa unit usaha yang dibangunnya, di antaranya pabrik pupuk, batako, air mineral, perumahan, pabrik kusen dan ada beberapa usaha lainnya.

“Dari semua unit usaha yang dibangun itu, habislah anggaran sebesar Rp19 miliar itu. Nah, namanya kita baru buat usaha, kok sudah ditanya untung. Jual sajapun belum, bagaimana mau ada untung?” ucapnya.

Tak hanya itu, Nazri juga meminta kepada Wali Kota Binjai segera melakukan audit terhadap PD Pembangunan, agar semua masalah yang ada segera diselesaikan.

“Jangan hanya menuduh tanpa bukti. Silahkan audit biar dapat terbukti. Kalau memang saya ada memakan uang itu, saya siap kok dipenjara,” tegasnya.(dan)

Final Ulangan 2011

inalum fc vs psms u-21

TANJUNG  GADING- Tuan Rumah Inalum FC sukses melangkah ke final turnamen Sepak Bola Inalum  Cup 2012, usai mengandaskan perlawanan PSMS U-21 dengan skor tipis 2-1, di partai semi final kedua Jumat (20/1).
Dengan demikian, final ulangan Inalum Cup 2011 antara Inalum FC kontra PON Sumut kembali tersaji.

Ya, musim 2011, turnamen ini mempertemukan tuan rumah Inalum FC kontra anak asuh Rudi Saari yang saat itu masih bernama tim Pra PON Sumut. Di final tahun lalu, Inalum harus mengaku keunggulan Pra PON Sumut lewat drama adu penalti.

Kini peluang balas dendam terbuka lebar. Asalkan skuad asuhan Ipung itu mampu merapatkan barisan untuk lebih solid di semua lini. Pasalnya, PON Sumut saat ini berada di urutan teratas calon juara.

Bagi Ipung sendiri, final Inalum Cup 2012 ini merupakan final ketiga yang berhasil dicapainya. Musim 2010, Ipung berhasil membawa Inalum FC menjadi juara di rumah sendiri usai menundukkan PSSA Asahan dengan skor tipis 1-0 di partai puncak.

“Tentu kami ingin meraih hasil terbaik. Terimakasih kepada semua pemain yang sudah menjalankan instruksi dengan baik selama ini. Final sudah di depan mata, maka anak-anak harus lebih solid untuk meraih gelar di rumah sendiri,” kata Ipung usai laga kemarin.

Tapi, melawan PON dengan materi lebih bagus plus pengalaman tanding yang sudah lebih baik, Inalum FC harus tampil luar biasa. Hal itu sudah diwaspadai oleh Ipung.
“Pasti mereka punya kelemahan. Dan kelemahan itu yang akan kami manfaatkan,” katanya.

Hingga setengah jam babak pertama berjalan, skor masih kosong-kosong. Itu terjadi lantaran kedua tim selalu gagal memanfaatkan serangan yang sudah dibangun. Beberapa peluang emas gagal jadi gol.

Tapi di menit 38, andalan Inalum FC, Ricky Alfredo Silaban mengubah keadaan. Ricky berhasil memanfaatkan bola rebound hasil sepak pojok. Karena kelengahan kiper PSMS, Supianto, bola berhasil disontek oleh Ricky meskipun sontekannya lemah saja.

Menjelang akhir laga babak pertama, tepatnya menit 43, Chris Ananda menambah keunggulan tuan rumah. Proses gol ini cukup menghibur.
Chris awalnya membawa bola dan ketika jarak bola dari kotak penalti tak begitu jauh, Chris melesekkan tembakan keras. Bola itu tak masuk gawang karena menyentuh tiang dalam. Bola menggelinding kencang ke tiang satu lagi dan mantul ke mulut gawang.

Di mulut gawang ada  Ricky Silaban yang siap melakukan tendangan. Dan dia pun menendang. Tapi bola masih bisa diamankan kiper PSMS, Supianto meskipun tak sempurna. Bola rebound dan kembali ke kaki Chris Ananda yang lantas menyontek dengan santai ke gawang. Gol dan skor jadi 2-0 untuk Inalum FC. Gol itu sekaligus jadi penutup gol di babak pertama.

Di babak kedua, PSMS langsung menggebrak. Tanpa sungkan, PSMS kerap memainkan bola hingga kotak penalti lawan. Namun gagal karena penyelesaian akhir tim asuhan Zulfitri dan Jefri Zal ini tak maksimal. Di samping itu, penampilan ciamik Warsianto di bawah mistar gawang Inalum FC cukup mempengaruhi. Beberapa aksi penyelamatannya kerap membuat lini depan PSMS U-21 frustasi.

Lalu, Inalum FC pun tak membiarkan begitu saja gawang mereka diserang. Inalum juga melakukan serangan maksimal, lewat trio Ricky Silaban, Sonny dan Chris Ananda. Namun penyelesaiannya ketiga penyerang ini juga kuran maksimal.

Tak terasa laga akan usai. Serangan yang dibangun kedua tim tak ada yang masuk gawang hingga menit 90. Tapi, ketika laga memasuki menit 92, Ali Akbar, bek Inalum FC bikin pelanggaran di kotak penalti ketika dia tertangkap mata wasit menyentuh bola dengan tangannya. Wasit Irawan yang pimpin laga, menunjuk titik putih.

Sutrisno, andalan lini depan PSMS U-21 maju jadi eksekutor. Dan tendangannya ke arah kiri Warsianto  berhasil masuk gawang. Padahal saat itu Warsianto sudah berhasil menebak arah bola. Tapi bola terlalu kencang dan terlalu ke sudut. Skor jadi 2-1. Gol itu juga jadi penutup laga semi final itu.

Usai laga, pelatih PSMS U-21, Jefri Zal mengaku cukup kecewa karena skuadnya gagal mencetak gol. Padahal peluang cukup banyak yang bisa dimaksimalkan.

“Di babak pertama, kita berhasil buat beberapa peluang tapi penyelesaian memang masih lemah. Di babak kedua, kita berhasil mengurung permainan Inalum FC. Tapi memang kita tak bisa maksimalkan peluang yang ada,” kata Jefri Zal. (ful)

Petani Tewas Diserempet KA

LUBUK PAKAM- Seorang petani Saidi Nasution (58), warga Dusun III Desa Baru, tewas diserempet Kereta Api (KA), di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Jumat (20/1) pagi pukul 09.00 WIB.

Sebelum terjadi kecelakan itu, korban berjalan kaki dipinggir rel KA, hendak menuju ladangnya untuk menanam kacang panjang. Setibanya, di Dusun III  Datuk Rasit, Desa Batangkuis Pekan, dia tidak menyadari KA penumpang melintas dari arah Medan menuju Pematangsiantar, atau berlawanan dengan korban.

Korban diserempet KA dan terpelanting sekitar 10 meter. Akibat benturan itu, korban sekarat. Oleh warga dan personel Polsek Batangkuis, korban diboyong ke Klinik Sahabat untuk diberikan pertolongan. Namun naasnya, dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

Menurut Sri Wati (34), warga setempat, mereka sudah meneriaki korban kalau ada kereta api di depannya. Namun korban tidak mendegar terikan itu.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap korban dengan alasan, korban tewas akibat kecelakan murni. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,” bilang Kanit Reskrim Polsek Batangkuis, Iptu Martualesi Sitepu.(btr)

Terapi Sedot Lintah untuk Kecantikan di medan

Berkhasiat MeLANCARKAN PEREDARAN DARAH

Artis Hollywood Demi Moore pernah membuat pengakuan tentang rahasia kecantikannya. Ia bilang, dirinya menggunakan lintah penghisap darah untuk menjaga kulitnya tetap segar. Ia rela tubuhnya dikerubuti binatang itu.

Moore menjelaskan, pengobatan medis dengan lintah bisa membantu menghilangkan racun dalam darahnya dan kesehatannya pun semakin meningkat.

Meski hewan dari kelompok  Filum Annelida subkelas Hirudinea ini sering dibenci banyak orang, tetapi air liurnya sangat bermanfaat. Karena banyak terkandung zat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan.  Berbagai masalah kulit seperti jerawat, keriput, flek hitam dan mata panda (warna hitam dibawah mata) bisa diatasi dengan terapi yang biasa disebut dengan Terapi Sedot Lintah.

Terapi ini menggunakan lintah sebagai perantaranya. Dan lintah yang digunakan merupakan lintah dengan jenis yang biasa hidup di air tawar atau tanah.

Di Medan, pengobatan dengan terapi lintah ini, hanya ada di Thina Therapy yang terletak di Jalan Halat no 70. Sebelum digunakan untuk terapi, lintah tersebut disterilkan, sehingga kuman pada bagian mulut dan perut lintah tidak masuk ke manusia. Sterilnya dengan menggunakan sistem khusus, sehingga perut lintah kosong, dan lendir dibagian badan dan bawah mulut lintah bersih. Walaupun sebenarnya lendir lintah sangat berkhasiat untuk mengangkat sel kulit mati.

Saat akan melakukan terapi, lintah akan diarahkan ke bagian titik kulit yang akan diobati. Kemudian, lintah akan menghisap darah kotor dan kolesterol manusia. Dan terapi ini akan berlangsung minimal 30 menit hingga 2 jam, tergantung dari penyakit yang akan diobati. “Kalau ringan seperti jerawat hanya butuh waktu selama 30 menit, tapi kalau sudah sedikit sulit, bisa mencapai jam, 2 atau 3 jam, tergantung lintahnya kapan jatuh” ujar Pemilik Thina Therapy, Gaafar Syaini.

Dan berapa banyaknya lintah yang digunakan juga tergantung tingkat sulitnya penyakit. “Bisa 2, 3 atau lebih, tetapi maksimal lintah yang kita gunakan sebanyak 15 lintah,” ungkap Gaafar. Sedangkan untuk 1 lintah, harga yang dipatokkan Rp40 ribu per lintah.

Kalau dibayangkan, perasaan jijik dan sakit akan muncul. Perasaan sakit akan muncul saat awal lintah menggigit dan merobek kulit, setelah 1 menit, rasa sakit akan hilang.

Lintah digunakan sebagai alat pengobatan sudah lama dikenal.  Tetapi di Kota Medan, terapi ini masih awam. Pemilihan lintah untuk kesehatan dan kecantikan, karena pada air liur lintah mengandung berbagai enzim yang sangat baik untuk manusia.

Seperti kandungan Anticoagulant Hirudin, sejenis obat untuk perawatan cardiovacular seperti jantung dan stroke. Selain itu, kandungan ini juga berkhasiat k melancarkan peredaran darah. “Ada sekitar 100 enzim yang sangat baik untuk pengobatan yang berasal dari enzim ini,” tambah Gaafar.

Bekas dari gigitan lintah ini akan berbekas, jadi diharapkan bila pasien tidak memegang bekas gigitan, agar cepat sembuh dan hilang. Paling  lama, bekasnya akan hilang sekitar 3 minggu,” tambah Gaafar. (ram)

Rumah dan Sepeda Motor Ludes Terbakar

HAMPARAN PERAK- Satu unit rumah milik Ponidi (44) di Dusun IV Karang Luas, Desa Buluh Cina, Kecamatan Hamparan Perak ludes terbakar, Kamis (19/1) malam pukul 23.00 WIB. Walaupun tak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga berasal dari konslet listrik itu, namun sepeda motor Vega R BK 4819 AAV dan Smash BK 5071 KB turut terbakar, sehingga kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Keterangan yang disampaikan Ponidi di lokasi kejadian, malam itu dirinya sedang duduk di ruang tamu bersama istrinya, ketika hendak beranjak mau ke kamar tidur, istrinya melihat ada percikan api dari sekring listrik menyambar ke arah sepeda motor.

Api langsung membesar sehingga Ponidi bersama istri dan tiga anaknya berusaha menyelamtakan diri keluar rumah. Api yang semakin membesar menyambar dinding rumah yang terbuat dari papan.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha membantu memadamkan api dengan menyiramkan air seadanya. Sementara mobil dinas pemadam kebakaran tak kunjung datang. Karena angin cukup kencang, membuat api semakin tak terkendali. Berselang setengah jam kemudian, rumah ponidi ludes terbakar.

Terpisah, Camat Hamparan Perak Faisal yang dikonfirmasi soal mobil pemadam kebakaran yang tidak datang mengatakan, malam itu pihaknya menerima informasi setelah api padam. “Malam itu sudah kita telapon pemadam kebakaran, tapi informasi di TKP, api sudah padam,” kata Faisal.(ril/smg)

Rekor Ipung

BERHASIL masuk final Inalum Cup tiga kali berturut-turut, merupakan rekor tersendiri bagi pelatih Inalum FC, Syahriful Us yang akrab disapa Ipung. Sejak dipercaya menukangi Inalum FC pada 2010, Ipung selalu berhasil membawa timnya masuk final.

Di tahun pertamanya, Ipung bahkan tak hanya masuk final karena dia berhasil merenggut gelar juara. Saat itu di partai puncak, Inalum FC menang 1-0 atas PSSA Asahan. Setahun berikutnya, Inalum FC juga dibawa kembali masuk final. Namun sayangnya mereka kalah di final oleh Pra PON Sumut lewat adu penalti.

Inalum Cup 2012 ini, menjadi final ketiganya. Selain harapan untuk meraih gelar juara, Ipung juga punya peluang untuk membalaskan dendam atas PON Sumut yang mengalahkan mereka tahun lalu. “Kami akan berusaha menang di final. Kami ingin meraih gelar juara,” kata Ipung.

Pria kelahiran Dolok Merangi 3 Maret 1968 itu, memang masih dipercaya oleh Inalum FC. Maka itu, kesempatan ini akan coba dimanfaatkan demi hasil terbaik. “Kepercayaan ini sungguh membanggakan. Dan saya sangat berterimakasih kepada Inalum yang masih memberi kepercayaan kepada saya,” katanya.

Soal pengalaman, Ipung memang memiliki jam terbang mencukupi. Ipung yang semasa bermain sempat membela PS Medan Putra, Eco Lima 41 dan PS Kinantan itu berhasil membawa sejumlah tim yang sudah ditukanginya meraih gelar juara, atau dibawa promosi ke kasta lebih tinggi.

2001-2004, Ipung berhasil meraih gelar juara antar PPLP se-Indonesia ketika membesut PPLP Sumut. Bersama tim sama, Ipung juga berhasil menyumbang gelar juara  Popnas di Palembang.

Kemudian Ipung juga sempat membesut PSSA Asahan musim 2004-2005 dan berhasil dia bawa promosi ke Divisi I. Setahun berikutnya musim 2005 hingga 2007, Ipung membesut PSKPS Padang Sidempuan dan kembali mampu membawa tim ini promosi ke Divisi I.

Ketika Membesut Panajam Medan Jaya, Ipung juga berhasil membawa timnya promosi ke Divisi I Nasional. Terakhir Ipung membela Mitra Asahan pada 2008-2009 dan berlaga di Divisi III. (ful)

Amankan Imlek, Poldasu Kerahkan 1.350 Personel

MEDAN- Untuk mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru Imlek 2563, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan 1.350 personel yang ditempatkan menjaga rumah ibadah seperti vihara dan kelenteng di Medan. Selain itu, pihak kepolisian juga mendirikan 13 Pos Pengamanan (Pospam) di beberapa titik keramaian.

Wakil Kepala Kepolisian daerah Sumatera Utara (Wakapolda) Brigjen Pol S Allagan yang dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (20/1), mengatakan, hal ini sebagai upaya dari kepolisian untuk melayani masyarakat yang akan merayakan atau melakukan ibadah.

Menurut Allagan, pengamanan terhadap 411 rumah ibadah ini juga dilakukan dengan pola terbuka dan tertutup, yakni petugas berpakaian sipil dan dinas.
Allagan juga menjelaskan, secara keseluruhan personel yang dilibatkan untuk pengamanan Imlek mencapai 12 ribu personel di seluruh Sumut. Jumlah tersebut dilakukan guna meningkatkan kegiatan rutin seperti patroli, pengaturan dan penjagaan.

Sementara Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto mengatakan, pihaknya akan mendirikan enam Pospam dan mengerahkan 150 personil untuk mengamankan lima lokasi vihara yang dianggap rawan saat imlek berlangsung. Selain di lokasi sembahyang, pengamanan juga dilakukan di berbagai objek vital yang dianggap rawan bentuk tindak kejahatan dapat terjadi.

Sejauh ini, lanjut Pranyoto, belum ada ditemukan bentuk kecurigaan menjelang perayaan hari raya imlek. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi keamanan di setiap lokasi vihara hingga arus lalu lintas.(mag-5/gus)

Sambil Menyelam Minum Air

TANJUNG GADING: Skuad PSMS U-21 dan TGM Medan masih akan berlaga di perebutan tempat ketiga, Inalum Cup 2012, Minggu (22/1). Keduanya sama-sama yakin mampu meraih hasil terbaik.

Bagi PSMS U-21, Inalum Cup 2012 memang sangat membantu pembentukan tim yang sedang dipersiapkan ikut Indonesian Super League (ISL) U-21 yang akan bergulir Maret nanti. Kini, skuad PSMS U-21 memang belum dipastikan. Tapi lewat Inalum Cup 2012, pihak pelatih sudah bisa melihat kerangka tim yang akan masuk skuad.

Ibarat pepatah, Sambil Menyelam Minum Air. Itulah yang saat ini dilakoni PSMS. Selain membentuk tim, turnamen ini juga jadi ajang seleksi pemain. Sama seperti yang dilakukan PSSA Asahan sebelumnya. Namun PSSA kandas lebih dulu di penyisihan.

Sejak awal, target PSMS memang hanya ingin ikuti turnamen. Namun berhasil mencapat target lanjutan masuk  semi final. Kini peluang untuk angkat tropi masih terbuka meskipun hanya tropi peringkat tiga. Dan itu akan dimaksimalkan tentunya.

“Sejak awal kami ikuti turnamen ini untuk membentuk tim yang akan diikutkan di ISL U-21. Kini setidaknya kami sudah tahu gambaran tim,” kata Zefri Zal.
Tapi, peluang tampil di perebutan tempat ketiga ini tentu saja akan dimaksimalkan untuk meraih setidaknya gelar ketiga. “Sudah sampai sini kami tentu akan tampil lebih baik. Memang lawan TGM bakal berat tapi tak ada yang tak mungkin,” sambungnya.

Berbagai evaluasi masih tetap akan dimanfaatkan pihak PSMS. “Kami sadar masih banyak kekurangan tim ini. Misalnya lini depan yang masih kurang padu,” pungkasnya. (ful)

Mobil Dinas Pasar Dicuri

LUBUK PAKAM- Mobil dinas jenis kijang pick up BK 8799 M warna hitam milik Dinas Pasar Deli Serdang raib digondol maling, Jumat (20/1) dini hari pukul 4.00 WIB. Raibnya kendaraan dinas itu pertama sekali diketahui Jarmen Sijabat, staf yang berkerja di Dinas Pasar Pemkab Deli Serdang.

Selama ini, mobil dinas itu digunakan Jarmen Sijabat untuk menunjang kinerjanya sebagai pegawai di Dinas Pasar. Lantas, mobil tersebut di simpannya di bagasi rumahnya di Jalan Kebun Sayur, Dusun Sadar Barat, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam. Atas kehingan kendaran dinas itu, Jarmen Sijabat membuat laporan ke Polres Deli Serdang.

Sementara menurut Kabid Aset Pemkab Deli Serdang Rusdi Ritonga SH, selain telah membuat laporan ke polisi, Jarmen juga harus bertanggung jawab secara kedinasan. Pasalnya, setiap aset miliki Pemkab Deli Serdang yang dikuasai oleh PNS, baik itu staf atau pimpinan SKPD harus dipertanggungjawabkan.

“Kita akan panggil oknum PNS itu untuk diminta keterangan. Meskipun telah ada laporan polisinya, kita tidak langsung percaya. Boleh saja dibilang hilang, jangan-jangan ada sesuatu,” bilangnya.(btr)