27.6 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 14043

Pelayanan RSUD Tanjung Pura Bikin Kecewa

STABAT- Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah(KPAID) Langkat kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura. Pasalnya, untuk visum seorang anak korban pencabulan harus melalui birokrasi yang berbelit-belit.

Demikian disampaikan Ketua KPAID Langkat, Ernis SA Lubis yang menumpahkan kekesalannya ketika ditemui sepulangnya dari RSU Tanjungpura, Selasa (3/1).

Ernis membeberkan, saat membawa anak di bawah umur korban pencabulan (perkosaan) orangtua kandung, dokter tidak ada di tempat. Selain itu, petugas tidak memberikan pelayanan baik, malah memerintahkan dari satu bagian ke bagian lain. Padahal, bukan berobat gratis.

Dia menuturkan, kehadirannya membawa seorang korban pencabulan Ram (8) warga Dusun Palu Gusta Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura sebagai korban pencabulan Suparto (47), yang juga bapak kandung korban. Begitu tiba di RSUD Tanjung Pura, Selasa (3/1) pagi, selain tidak ada dokter di tempat juga menerima birokrasi panjang.
“Anehnya, setelah dilaporkan ke sejumlah pejabat di Pemkab Langkat. Sejumlah petugas medis terlihat serius memberikan pelayanannya,” ujarnya.

Kepala RSUD Tj Pura, Sadikun menegaskan, saat KPAID Langkat membawa korban pencabulan bukan tidak ada dokter jaga, tapi saat itu sedang ada rapat. Kemudian, korban pencabulan saat dibawa KPAID ke RSUD Tanjung Pura merupakan pasien yang tidak mau di rawat inap. (mag-4)

ICMI Sumut: 2012 Muncul Gerakan Anti Penegak Hukum

Penegakan hukum di Indonesia kian dikesalkan masyarakat, pasalnya ada kecendrungan penegakan hukum diartikan hanya untuk pihak-pihak berkepentingan saja. Sedangkan masyarakat kebanyakan dalam posisi dikorbankan. Bila dibiarkan, kondisi tersebut berimbas munculnya gerakan anti penegakan hukum pada tahun 2012 ke depan.

PERNYATAAN  tersebut disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumut, Prof DR HM Arif Nasution MA saat ditemui wartawan, Rabu (4/1) di Garuda Plaza Hotel.

Hal tersebut dapat dilihat kasus seorang anak-anak di Medan Denai berusia 12 tahun ditetapkan tersangka oleh Polsekta Patumbak dan ada kasus lainnya seorang anak mencuri sandal jepit juga ditetapkan tersangka. Hal itu sebenarnya tidak layak, bila aparatur penegak hukum memahami peraturan leg spesialis dan sosiologi hukum.
Dia menyebutkan, sebenarnya kasus yang menimpa anak-anak bukan semata-mata diselesaikan secara hukum, tapi lebih baik diatasi dengan pembinaan dan pendidikan anak. Kemudian, mengembalikanya kepada keluarga. Apalagi segala tindakannya masih menjadi tanggungjawab orangtuanya.

“Semakin aneh, apabila aparatur penegak hukum bertindak menggunakan KUHP untuk kasus anak, padahal sudah ada aturan khusus yang mengatur anak yakni UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” sebutnya.

Hal lainnya, banyak kasus yang menimpa masyarakat seperti persoalan penyerobotan tanah oleh pengusaha perkebunan di Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, Mandailing Natal (Madina) dan Simalungun. Pada kondisinya, masyarakat sebagai pewaris secara adat dikalahkan secara hukum oleh para kelompok yang memiliki kepentingan atas hukum.

Dengan kondisi tersebut, Prof Arif menyebutkan, kini penegakkan hukum bukan sebagai panglima untuk melindungi masyarakatnya, tapi hukum sudah menjadi panglima bagi pihak-pihak yang mampu membeli penegak hukum atau komersialisasi hukum, yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum itu sendiri.

“Hal tersebut muncul akibat rendahnya sumber daya manusia (SDM) penegak hukum dan kurangnya sosilisasi peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Lebih lanjut Guru Besar Fisip USU ini menyebutkan, kondisi komersialisasi hukum akan dijadikan momen untuk gerakan politik tertentu. Seolah-olah muncul politisi yang mampu menyelesaikan persoalan hukum. Hal inilah yang menjadikan posisi masyarakat terus dikorbankan.

Dia menyebutkan, dari kondisi tersebut, pada tahun 2012 ke depan akan marak gerakan-gerakan masyarakat yang cendrung anti penegak hukum. Ketidak tegasan dan kurangnya kebijaksanaan penegak hukum dan pemerintah akan lebih memperparah situasi tersebut. Untuk itu, perlu ada komitmen yang tegas dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Apabila hal tersebut tidak diatasi maka akan memunculkan gerakan-gerakan anti rezim pemerintahan secara massif,” sebutnya.

Untuk itu, Arif mengatakan ICMI Sumut bersedia memfasilitasi penguatan kapasitas SDM penegak hukum agar lebih memahami tentang prilaku masyarakat yang banyak diisi beragam informasi. Penyelesaian itu diperlukan pengetahuan sosiologi hukum, bukan semata-mata penerapan pasal-pasal KUHP yang terkesan kaku dan tak layak untuk diterapkan saat ini. (ril)

DBL Indonesia Terapkan Pay Per View

JAKARTA-Liga basket tertinggi di Indonesia benar-benar menjadi liga pertama yang serius mengembangkan live streaming di arena olahraga tanah air.

Ketika Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia 2011-2012 seri perdana digelar di Bandung pada Desember 2011 lalu, live streaming sudah diujicobakan. Menampilkan sejumlah pertandingan menarik. Responnya pun luar biasa. Ribuan pemirsa menikmati laga-laga tersebut.

Untuk memenuhi permintaan yang sangat tinggi dengan hasil lebih baik, PT Deteksi Basket Liga Indonesia selaku penyelenggara menerapkan sistem pay per view. Para penggemar yang ingin menyaksikan tim favoritnya berlaga melalui live streaming cukup membayar Rp20 ribu per pertandingan.

“Harus ada yang berani mengambil langkah tegas untuk kemajuan. Kami yakin, apa yang dilakukan PT DBL Indonesia lewat live streaming Flexi NBL Indonesia 2011-2012 ini akan menjadi pembuka jalan bagi semua ajang olahraga di tanah air,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia, commissioner NBL Indonesia.

“Kelak, akan banyak yang mengambil langkah serupa, demi kemajuan industri olahraga Indonesia. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh penggemar. Partisipasi mereka menyaksikan live streaming ini sama perannya dengan datang menonton langsung di stadion. Akan sangat membantu sustainability liga ini ke depan,” imbuhnya.

Dari enam puluh pertandingan yang bakal disiarkan via live streaming sejak seri Solo, 7-18 Januari 2012 ini, ada dua pilihan voucher yang bisa dimanfaatkan penggemar. One game pass untuk satu pertandingan serta full game pass untuk seluruh pertandingan pada musim reguler, tidak termasuk championship series.

Mulai hari ini (4/12), voucher live streaming untuk one game pass dan full game pass untuk seri reguler sudah bisa dibeli di livestream.nblindonesia.com. Untuk Championship Series, penjualan voucher akan diumumkan lebih lanjut di livestream.nblindonesia.com. Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi hotline layanan live streaming di 031-729 100 17. Atau, ikuti update infonya di akun twitter @nblindonesia

Penggemar basket nasional sangat tidak keberatan dengan adanya sistem pay per view ini. Salah satunya adalah mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Amerika Serikat Vincent Ngai. Bagi Ngai, livestreaming sangat bisa mengobati kerinduannya pada basket Indonesia.     “Adanya live streaming saja rasanya sudah syukur banget. Memang butuh banyak perbaikan lagi. Namun fasilitas ini membuat kerinduan saya pada basket Indonesia sangat terobati,” ujar mahasiswa tahun pertama De Anza College San Jose, California tersebut.

“Untuk pay per view, saya rasa masuk akal. Olahraga terutama basket harus didorong untuk masuk pada sistem industrialisasi. Saya kira ini bagus untuk kemajuan basket nasional,” imbuh fans berat Miami Heat tersebut. (nur/jpnn)

Dua Pemain PSDS Alami Cedera

LUBUK PAKAM-Memasuki latihan perdana tahun 2012, dua pemain PSDS mengalami cedera saat berlatih di stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Selasa (3/1).

Pemain yang mengalami cedera, Fitri Suharianto mengalami terkilir pada engkel kaki kanan. Lajang yang memiliki tinggi 172 centimeter ini awalnya diplot sebagai kiper PSDS.

“Sakit sekali rasanya. Cedera ini terjadi akibat kakiku tertimpa berat tubuh,” bang bilang Fitri menjawab pertanyaan Sumut Pos saat ditemui disela-sela latihan.

Pemain lain yang mengalami cedera Wawan Setiawan yang mengalami cedera otot betis. Cedera didapatnya saat melakukan long passing. “Otot kaki kanan saya bengkak serta tidak bisa digerakan,” kata pemain berposisi gelandang kanan itu.

Akibat cedera yang dialami kedua pemain itu, Dosman Sagala, pelatih PSDS mengintruksikan keduanya agar beristrirahat dipinggir lapangan, sementara pemain PSDS lainnya tetap berlatih.

Pantauan, Sumut Pos hampir semua pemain PSDS mengalami kelelahan saat mengikuti latihan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang hanya berdiri dan tak sanggup menjalankan intruksi pelatih.
“Kita sengaja menggenjot latihan kali ini, dengan tujuan mengembalikan kebugaran pemain usai liburan tahun baru,”bilang Dosman.

Dosman tidak menapik liburan tahun baru berdampak pada turunya stamina pemain. “Biasanya kalau liburan tahun baru ada saja pemain yang begadang. Padahal begadang itu mempengaruhi kondisi fisik pemain,” kata pria berkulit sawo matang itu. (btr)

Cabor Terkendala Perlengkapan

JAKARTA-Kemenpora akhirnya memanggil KONI, KOI, dan cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan tampil di Olimpiade London 2012. Dalam Pertemuan tersebut, cabor diminta secara langsung untuk memperbaiki prestasi Indonesia di ajang olahraga terbesar sejagat tersebut.

“Kami berharap tradisi emas terjaga. Bukan hanya mempertahankan satu emas yang didapat, tapi kalau bisa menambahnya,” kata pelaksana harian Sekretaris menteri pemuda dan olahraga (Plh Sesmenpora) Djoko Pekik Irianto di ruang rapat lantai III kemenpora, kemarin (4/1).

Ya, Djoko yang mewakili Menpora Andi Mallarangeng menegaskan jika pihaknya berharap ada tambahan sehingga perolahan emas Indonesia bisa mencapai dua atau tiga keping. Target tersebut berarti memperbaiki torehan Indonesia pada Olimpiade Beijing 2008 lalu yang mendapat satu emas, satu perak ,dan satu perunggu.
Dengan tambahan emas tersebut, Kemenpora berharap rangking Indoensia di klasemen akhir perolehan medali Olimpiade bisa terdongkrak pula.

“Tugas cabor adalah bagaimana  Indonesia yang sekarang berada di rangking 42 dunia pada 2008, bisa ke rangking 35-an dunia,” tutur lelaki berkumis tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta kepada Program Indonesia emas (Prima)agar segera memulai program pelatnas untuk Olimpade paling lambat pada akhir Januari ini. Tujuannya, agar persiapan yang dilakukan oleh para atlet bisa maksimal sehingga 50 atlet bisa lolos ke Olimpiade.

Sejauh ini, belum banyak atlet yang memastikan lolos kualifikasi Olimpiade. Bebrapa diantaranya adalah Renang (empat atlet), angkat besi (5 nomor), dan Panahan (satu nomor). Sedangkan, untuk bulu tangkis sampai saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah yang lolos karena menunggu rangking akhir pada 3 Mei mendatang.

Tak hanya ingin ditodong oleh pemerintah. Cabor-cabor juga memaparkan beberapa kendala terkait persiapan yang dihadapi selama ini. Yang terparah adalah dari panahan. Cabang olahraga yang menyumbangkan medali pertama sepanjang keikutsertaan Indoensia di Olimpiade itu kekurangan peralatan. (aam/jpnn)

Dojang Happy Taekwondo Club Gelar Out bond

MEDAN- Dojang Happy Taekwondo Club  menggelar acara Out Bound di Pantai Sri Mersing, Serdang Bedagai pada Minggu (1/1).

Menurut ketua Dojang Happy Taekwondo Club Drs. Muhammad Rifa’i, MPd didampingi Sekretarisnya Ir Trijayadi kepada Sumut Pos di Sekretariat Dojang Happy Taekwondo Club Jalan Purwosari Kompleks DPRD SU Medan, Rabu (4/1), tujuan dilakukan out bound kepada anak-anak asuhnya semata untuk penyegaran, sekaligus meningkatkan silaturrahmi di antara para orang tua, atlet dan pengurus.

“Kegiatan out bound ini merupakan program kerja yang dilakukan setiap tahunnya,” bilang Rifai, yang juga Dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN-Sumut itu.

Selanjutnya Rifai juga berharap agar pada tahun 2012 anak asuhnya  dapat lebih berkonsentrasi menghadapi berbagai even di tingkat Sumatera Utara maupun ditingkat Nasional.

“Kami tetap berharap agar kesuksesan yang diraih seorang taekwondoin dari dojang ini mampu memotivasi taekwondoin lainnya,” harap Rifai.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Said, salah satu pelatih. Bahkan menurut Said, kegiatan out bound yang dilakukan pihaknya ini mampu menghilangkan rasa jenuh yang selama ini dirasakan taekwondoin saat berlatih. (omi)

Festival Sepak Bola SSB Rajawali Diikuti 66 Tim

MEDAN-Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-III, SSB Rajawali akan menggelar festival  sepak bola U-12 dan U-14 yang akan berlangsung di Lapangan Sepak Bola SSB Rajawali Jalan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli  pada 7 Januari 2012 mendatang.

Ketua Umum SSB Rajawali H Eko Ariawan, Rabu (4/12) mengatakan bahwa bergulirnya festival kali ini bertujuan mencari bibit pemain andal. Selain itu, even ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama para SSB yang ada di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan.

Dari hasil technical meeting yang berlangsung Minggu (1/1)  lalu  diketahui jika even ini diikuti sebanyak 66 tim, yang terdiri dari 36 tim berlaga di kelompok U-12, sementara di kelompok U-14 diikuti sebanyak 30 tim.
Adapun pembagian grup untuk usia 12 yakni di grup A ditempati, SSB Rajawali A, SSB Mabar Putra, SSB Sejati Pratama. Di grup B ditempati SSB Supra Pasifik, SSB Sampali Putra A, SSB Tandem Putra. Di grup C ditempati SSB Gumarang, SSB Medan Utra, SSB Tunas Jati A.

Selanjutnya pada grup D ditempati SSB Rajawali D, SSB  Mayang Putra, SSB Karisma Biru. Pada grup E diduduki SSB  Kompas, SSB Putra Family, SSB Surya Putra Sampali A. Di grup F ditempati SSB Rajawali B, SSB Sempizan, SSB Sinar Sakti.

Di grup G ditempati SSB Sampali Putra B, SSB  Kurnia, SSB Karisma Hijau. Di grup H ditempati SSB Rajawali C, SSB Generasi Kosek dan SSB  Mandiri. Di grup I ditempati SSB Garuda Putra, SSB Patriot A, SSB Bangun Jaya. Di grup J ditempati SSB Surya Putra Sampali B, SSB Porsabi, SSB Patriot B. Di grup K ditempati SSB Dispora Binjai, SSB Harapan Bangsa, SSB Bintang Raya. Di grup L ditempati SSB Agas Binjai, SSB Torpedo, SSB Tunas Jati B.

Sementara pembagian grup di U-14 untuk di grup A ditempati SSB RajawaliA, SSB Porsabi dan SSB Bumi Serdang Damai. Grup B ditempati SSB  Generasi Kosek, SSB Hamparan Permata dan SSB Supra Pasifik. Di Grup C diduduki SSB Surya Putra Sampali, SSB Gumarang dan SSB Kurnia.

Grup D ditempati SSB Bangun Jaya, SSB Sinar Sakti, dan SSB Kurnia. Grup E ditempati SSB  Rajawali B, SSB Garuda Putra, dan SSB Karisma Hijau. Grup F diduduki SSB Portis, SSB Mandiri dan SSB Dispora Binjai.
Grup G ditempati SSB Sempizen, SSB Cikal Garuda B dan SSB Putra Vespa. Pool H ditempati SSB Rajawalai C, SSB Cikal Garuda A, SSB Surya Putra Marendal. Grup I ditempati SSB Gumarang B, SSB Medan Utara dan SSB Sejati Pratama. Grup J ditempati SSB Cemara Putra Sampali, SSB Karisma Biru, SSB Kenari Utama dan SSB  Kompas.(omi)

Klub Bulu Tangkis Nanda Putra Utama Diresmikan

Camat Labuhan Deli Dedi Maswardi S Sos MSi meresmikan klub bulu tangkis  “Nanda Putra Utama BC” di Jalan Utama, Dusun X, Desa Helvetia, Labuhan Deli, beberapa hari lalu.

Dedi mengharapkan agar setelah diresmikannya lapangan bulu tangkis itu terjalin silaturrahmi yang lebih erat di antara warga sehingga meningkatkan kemajuan dan keamanan lingkungan, terutama di Desa Helvetia dan Desa Manunggal yang berdampingan.

Dia juga berharap, di lapangan bulu tangkis Nanda Putra Utama ini terlahir pebulu tangkis andal yang dapat mengharumkan nama Kecamatan Labuhan Deli di tingkat daerah maupun nasional.

“Kita bangga dan salut kepada tokoh masyarakat Bapak Hasaidin Daulay yang telah secara ikhlas memprakarsai dan membiayai berdirinya klub bulu tangkis dengan menyiapkan sarana dan segala prasarana,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Dedi Maswardi membuka tirai papan nama Nanda Putra Utama BC di dampingi tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Deli Serdang Drs Hasaidin Daulay bersama Kepala Desa Helvetia, pimpinan Sinar Husni Dr H Syoufi Rijal Husni, Ketua Panitia Tupon YS dan pengurus klub Nanda Putra Utama BC Edy Suyanto, Goleng Irawadi, Juhari dan lainnya.

Sementara itu Hasaidin Daulay selaku Pembina Nanda Putra Utama BC dalam sambutannya menyampaikan, para pemain dan pengurus yang berjumlah 37 orang pada umumnya pemain pemula dan berbagai tingkatan usia bahkan dalam waktu dekat akan juga turut bermain atau berlatih para kaum ibu dan remaja putri.

“Kita sengaja membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang berminat karena olah raga terbukti mampu membuat kita menjadi lebih sehat,” kata Hasaidin.

Hasaidin juga mengimbau agar para pengurus tetap kompak dan bersatu, selain tetap berlatih secara rutin dan kontiniu. “Jangan cuma satu atau dua bulan saja ramai, lalu bulan ketiga lapangan sudah kosong. Jangan sia-siakan fasilitas yang ada,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Tupon YS yang juga Kepala Dusun X Desa Helvetia menyampaikan, berdirinya klub badminton ini atas prakarsa Bapak Hasaidin Daulay untuk menyahuti permintaan warga Dusun X Desa Helvetia dan Dusun I Desa Manunggal.

“Alhamdulillah, kehadiran sarana olahraga ini sangat bermanfaat bagi warga dan sangat membantu kami para aparat pemerintahan. Ini merupakan salah satu sarana olahraga multi fungsi. Di samping untuk berolahraga, di sini kita juga dapat mempererat silaturahmi. Hal ini merupakan wujud kepedulian Bapak Hasaidin Daulay terhadap pembinaan olahraga dan kerukunan masyarakat. Untuk itu, atas nama masyarakat kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Hasaidin,” katanya. (ade)

Nazaruddin Muntah Lihat Rosa Menangis

Saksi pun Batal Bersaksi

JAKARTA- Sidang lanjutan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kemarin (4/1), berjalan bak sebuah drama sinetron. Saat sidang berlangsung, tiba-tiba mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengeluh sakit dan harus dibopong keluar ruang sidang. Di luar, Nazaruddin muntah-muntah dan majelis hakim pun memutuskan untuk menunda sidang hingga minggu depan.

Padahal saat itu Mindo Rosalina Manulang, terpidana kasus yang sama sedang duduk di depan majelis hakim untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Kondisi Rosalina tidak kalah menyedihkan. Pasalnya sebelum memberikan keterangan, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri itu menangis sesenggukan sebelum memberikan keterangan.
Rosalina beralasan bahwa dirinya menangis lantaran sudah sembilan bulan tidak pernah bertemu mantan bosnya itu. Dia pun kaget saat melihat bahwa Nazaruddin yang duduk di depannya itu semakin kurus. “Maaf yang mulia saya minta waktu,” katanya sesenggukan sambil terus mengusap air mata yang terus mengalir.

Setelah kondisi Rosalina semakin tenang, hakim pun mulai menanyai identitasnya. Dia pun menjawabnya dengan terbata-bata. Mungkin tangisan Rosalina itu sangat mempengaruhi Nazaruddin. Bagaimana tidak, tiba-tiba salah satu kuasa hukum Nazaruddin meminta izin kepada majelis hakim untuk menunda sidang beberapa saat.
“Mohon maaf yang mulia, terdakwa sekarang ingin muntah,” kata Rusfinus.

Nazaruddin terlihat pucat. Para kuasa hukumnya yang terdiri dari Elza Syarief, Hotman Paris Hutapea, Juniver Girsang dan lainnya langsung sigap membopong kliennya itu menuju keluar ruang sidang. Nazaruddin akhirnya muntah di dalam kamar mandi gedung tipikor.

Hotman beralasan bahwa penyakit maag yang selama ini diderita kliennya kambuh. Dia juga mengatakan bahwa Nazaruddin mengalami kecapekan. Untuk memastikan kondisi kesehatan suami Neneng Sri Wahyuni itu, KPK menerjunkan dokternya, Johannes Hutabarat untuk mengecek kesehatan Nazaruddin yang sedang istirahat di ruang tunggu pengadilan.

Ternyata benar, seusai memeriksa Nazaruddin, kepada majelis hakim Johannes mengungkapkan bahwa terdakwa saat itu mengalami kelelahan akibat kurang tidur. Penyakit maag yang kambuh juga semakin memperparah kondisi Nazaruddin. Tak hanya itu menurut Johannes, tensi darah terdakwa juga tergolong tinggi. Dia pun menyarankan agar Nazaruddin diberi waktu untuk beristirahat. “Kalau sidang diteruskan, saya kawatir akan mengganggu kesehatan terdakwa,” kata Johannes.  Majelis hakim pun berembuk sejenak sebelum memtuskan apakah sidang dilanjutkan atau ditunda. (kuh/dim/jpnn)

Bagi-bagi Kacamata Baca

Nizar Shihab

Masa reses DPR dimanfaatkan maksimal oleh anggota DPR untuk menyapa para konstituennya di daerah pemilihan (dapil). Beragam cara anggota DPR mengisi acara resesnya, tak terkecuali Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nizar Shihab.
Nizar Shihab, politikus Partai Demokrat ini berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I. Saat dihubungi adik kandung intelektual muslim M Quraish Shihab ini mengaku tengah bersama konstituennya. “Saya sedang bersama konstituen,” kata Nizar.

Ketika ditanya apa saja yang ia lakukan saat bersama konstituen, anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat ini mengatakan saat ini memiliki koperasi binaan di dapil Sulsel I. Koperasi tersebut, kata Nizar, menjadi media penyambung komunikasi dan aksinya di konstituen.  “Seperti membagi kacamata baca untuk masyarakat sekitar 150 buah. Ini manfaatnya terutama mereka yang kesulitan membaca, termasuk yang berprofesi penjahit,” urai Nizar.

Kendati demikian, Nizar mengatakan terjadi pergeseran cara pandang konstituen terhadap anggota DPR. Dia menyebut, konstituen selalu berpikiran anggota DPR pasti ada uang. “Kesan yang muncul di konstituen anggota DPR selalu ada duit. Sedangkan konstituen susah. Ini yang ditemui di saat reses,” ungkap Nizar.

Nizar mengaku risau dengan situasi yang ditemui di lapangan. Pragmatisme dan kesan transaksional sulit ditampik dalam hubungan anggota DPR dan konstituen. “Ini mengerikan. Tidak malu lagi meminta uang untuk kepentingan pribadi. Kalau kepentingan masyarakat banyak, memang itu tugas anggota dewan,” papar Nizar. Oleh karenanya, terkait pembahasan revisi UU Pemilu, Nizar berpendapat ada baiknya sistem pemilu dikembalikan pada sistem proporsional tertutup. (net/jpnn)