29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14043

Tersangka Kerusuhan PT ALAM Masih Diperiksa

MEDAN- Dua dari empat tersangka kasus kerusuhan di PT Anugrah Langkat Makmur (ALAM) dan PT Sorik Mas Mining (SMM) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal pada 2011 lalu, masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Madina, Minggu (15/1). Kedua tersangka tersebut yakni Drs H Izuddin Marzuki Siregar (56), warga Jalan P Ali Basa Siregar Gang Cendana, Timbangan, Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, dan Zikron Batubara (46), warga Desa Sukamakmur, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal.

Kedua pelaku yang diduga sebagai otak pelaku pembakaran aset PT ALAM dan PT SMM ini, ditangkap Polres Madina dibantu kepolisian Polda Sumut di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jakarta Timur dan tiba di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Polonia Kamis (12/1) lalu.

Kapolresta Mandailing Natal (Madina), AKBP Fauzi Dalimunthe SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Madina, AKP S Siregar SH via telepon genggam mengatakan, keduanya masih menjalani pemeriksaan. Sedangkan dua pelaku lainnya, masih dalam pengejaran petugas karena diduga sudah lebih dulu meninggalkan Jakarta.

Sementara tersangka Drs H Izuddin Marzuki Siregar menolak jika dikatakan kalau mereka dalang dan pelaku utama kerusuhan di Madina.
Menurut pensiunan PNS Tapsel (Tapanuli Selatan) itu, selama tiga minggu mereka berada di Jakarta untuk mencari keadilan di Komnas HAM. “Kami berangkat ke Jakarta bukan melarikan diri, melainkan meminta keadilan kepada Komnas HAM dan Kapolri atas kerusuhan yang terjadi di Muara Batang Gadis,” katanya.

Kasubdit Jahtanras Polda Sumut, AKBP Andry SIK mengaku, untuk penangkapan kedua pelaku kerusuhan lainnya, pihaknya masih melakukan pengejaran dan pencarian. (jon)

Rumah Perwira Polisi Dibobol Maling

SIANTAR-Rumah Kanit Sabhara Polresta Pematangsiantar, Iptu Maurits Simatupang, dibobol maling. Dua sepeda motor yang ada di garasinya raib. Minggu pagi (15/1), Maurits mendatangi Mapolsekta Siantar Timur untuk membuat laporan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu diketahui Maurit Sabtu pagi sekira pukul 06.00 WIB saat membuka garasi. Warga Jalan KS Tubun, Kelurahan Asuhan, Siantar Timur inipun terkejut. Pasalnya, sepeda motor Supra 125 D plat BK 4771 WM miliknya hilang. Demikian juga sepeda motor milik temannya yang dititip di garasi itu, Mio BK 6081 TAD, juga raib. Di hadapan penyidik,  Maurits mengaku saat itu tinggal sendirian di rumah karena keluarganya sedang berada di luar kota.

Kapolsek Siantar Timur, AKP M Sihaloho membenarkan peristiwa itu. “Kita mencari jejak pelaku hingga diharapkan bisa tertangkap,” ujarnya. (Mag-5)

Dua Warga Jadi Tersangka

Bentrok Limau Mungkur

LUBUK PAKAM- Semenjak tahun 1997 silam, lahan HGU Kebun Limau Mungkur PTPN 2 menjadi rebutan antara kelompok tani Juma Tombak dengan PTPN 2. Bahkan perebutan lahan itu berujung dengan putusnya Peninjuan Kembali (PK)  oleh Mahkama Agung nomor keputusan, 308 PK /PDT/2004 tanggal 12 Mei tahun 2005.

Sengketa itu disebutkan gugatan pengugat dalam hal ini koptan Juma Tombak kepada PTPN 2 disebutkan sengketa lahan sekitar 922 hektar masuk kedalam  lahan 1370 hektar. Artinya PTPN 2 dimenangkan dalam PK itu, namun, Koptan Juma Tombak, kebali mengajukan PK ke dua ke Mahkama Agung, sampai saat sekarang belum ada putusanya.Karena belum ada putusan PK ke dua itulah, areal perkebunan itu menjadi ajang sengketa.
Warga yang terhimpun dalam Koptan Juma Tombak dengan PTPN 2, saling serang . Bahkan korban luka serta tewas telah terjadi. Konflik itu terus terjadi Kepolisian Resot Polres Deli Serdang menetapkan 2 orang tersangka, terkait penganiayaan  yang menewaskan, Helvan Fauzi Nasution (25) warga Dusun I Desa Petangguhan Kecamatan Galang Deli Serdang.  Keduanya YS alias Gondrong (45) warga Dusun I Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa, serta UG alias Win (24) warga Dusun Pondok TB Desa Lau Barus Baru Kecamatan STM (Sinembah Tanjung Muda) Hilir.

Kemudian, petugas mengamankan barang bukti berupa potongan besi ukuran 1 meter dan 1,5 meter sebanyak 6 batang, mobil Daihatsu Taft Rocky, pakaian korban, pita merah, beberapa sandal, dan 6 unit sepedamotor yang dirusak. Keenam sepedamotor yang dirusak, Honda Astrea BK 5536 EU, Honda Supra X BK 6051 MB, Honda Revo Fit BK 4836 MAG, dan 2 sepedamotor tanpa nomor polisi yaitu Yamaha New Vega R dan Honda Legenda.
Demikian disampaikan Kapolres Deli Serdang AKBP H Wawan Munawar SiK Msi melalui Kasat Reskrim AKP Anggoro Wicaksono SiK. Kedua tersangka diduga melakukan penaniayaan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Kepolisian masih focus kepada kedua  tersangka. Tetapi tidak tertutup kemungkinan bertambahnya tersangka lainnya.”Kemungkinan tersangka lainnya bakal bertambah,”bilang AKP Anggoro Wicaksono. (btr)

Hindari Bocah, Roda Truk Lepas

TANJUNG PURA-Roda truk colt diesel BK 9086 MJ bermuatan batu bata yang dikendarai Edwin Andika (30) tiba-tiba terlepas. Truck oleng lalu menyeruduk masuk ke dalam parit. Peristiwa ini terjadi di depan rumah warga di Jalan Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjungpura, Minggu (15/1).
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi bagian depan truck mengalami rusak berat.

Pengakuan Edwin, batubata yang diangkutnya diambil dari kawasan Pasar 4,5 Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, Langkat. Rencananya batu itu akan dibawa ke Brandan. Setelah melewati jembatang panjang di Kota Tanjungpura, atau tepatnya di Jalan Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjungpura, seorang bocah menyeberang jalan. Edwin gugup seketika banting stir ke kanan. “ Waktu kuliat ada anak kecil yang berlari menyebrang jalan, aku mencoba menghindarinya, aku banting stir kekanan, kok bisanya ban depan sebelah kiri truk lepas,” kata Edwin menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Percaya ngak percaya juga aku, tapi jelas kali kuliat anak itu lari, kayaknya pas didepan truck lah bang,” timpalnya lagi.

Sedangkan salah seorang warga sekitar mengaku kalau lokasi ini memang dikenal angker. “Kalau yang kecelakaan di sini bukan cuma truk ini aja pak udah banyak korbannya,” kata warga. (wis/smg)

Kapal Bantuan Pemkab Picu Konflik Nelayan

Pembagian Tidak Adil

PANAI HILIR-Ratusan nelayan tradisional di Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu merasa kesal. Pasalnya, bantuan kapal dari Pemkab Labuhanbatu yang awalnya diharapkan dapat membantu mengembangkan dan menguatkan perekonomian nelayan, justru menjadi penyebab konflik antar nelayan.

“Sejak tahun 2009 lalu, kami dari Pilar Perjuangan Nelayan Kecamatan Panai Hilir yang mengajukan permohonan dan proposal bantuan ke Pemkab Labuhanbatu. Bahkan, permohonan serupa telah dilayangkan beberapa kali, yakni tahun 2010 dan 2011. Nah, ironisnya setelah terealisasi, kami selaku pemohon hanya menerima 2 dari 10 unit kapal. Sedangkan 8 unit lagi, kami tidak tahu diberikan kepada siapa. Kami duga diberikan ke orang-orang dekat pemangku tampuk pimpinan di daerah ini,” tegas Tajuddin, Koordinator Kelompok Usaha Bersama Pilar Perjuangan Nelayan (KUB-PPN) Kecamatan Panai Hilir, Minggu (15/01) di Panai Hilir.

Meski begitu, KUB-PPN Panai Hilir dalam beberapa kesempatan mencoba memberikan solusi terkait pembagian bantuan kapal guna menghindari pertikaian antar nelayan tradisional. Di antaranya, meminta Pemkab melalui dinas terkait untuk membagikan masing-masing 2 unit kapal ke setiap KUB. Atau, memberikan kesempatan kepada KUB PPN mengelola bantuan kapal sebanyak 5 unit, dan sisanya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab untuk dibagikan kepada siapa saja. “Ini kami sampaikan sebagai solusi konkret untuk menghindari bentrokan sesama nelayan seperti tahun 2001. Jika Pemkab tidak berkenan , kami tidak akan memaksa,” tegas Tajuddin lagi. (syaf/smg)

Dana Pendahuluan Bisa jadi Jebakan ke Ranah Hukum

Dipakai untuk Kegiatan Rutin Eksekutif-Legislatif Langkat

LANGKAT-Kebijakan legislatif maupun eksekutif Langkat menggunakan dana pendahuluan sebelum R-APBD Langkat TA 2012 disahkan, dinilai rancu. Dikhawatirkan, kebijakan itu bisa menjadi jebakan ke ranah hukum yang melibatkan pimpinan daerah (bupati), karena tidak memiliki kejelasan payung hukum.

“Apabila legislatif maupun eksekutif bersikukuh menggunakan dana pendahuluan, kita khawatir nantinya akan menjadi temuan, sekaligus menjebak pimpinan berurusan dengan ranah hukum. Dana pendahuluan dapat dipergunakan apabila sifatnya urgen dan insiden,” kata koordinator Pemberdayaan Masyarakat Langkat (PML), TS Syafi’i di Stabat, Minggu (15/1).

Kebijakan DPRD dan Pemkab Langkat memakai dana pendahuluan untuk kegiatan rutin atau terencanakan (planning), menurut Syafi’i, sama sekali tidak memiliki logika. Pasalnya, sebelum menggunakan APBD, wajib ada proses pembahasan diikuti paripurna pengesahan dilengkapi peraturan daerah (Perda).

Tengku Syafi’i menganalogikan, jika DPRD dan Pemkab kukuh menggunakan dana pendahuluan, artinya beragam program anggaran yang disusun eksekutif tidak lagi mesti memiliki Perda atau semacamnya di tahapan pembahasan legislatif. Sebab, tanpa disahkan pun, ternyata APBD dapat dipakai untuk kegiatan rutin.

“Kalau kedua pihak mengaku menggunakan dana pendahuluan, dari mana asalnya? Muncul dugaan, dana itu dipinjam dari satu pihak, yang nanti pengembaliannya membengkak bertambah dari jumlah pinjaman. Ini bisa jadi celah korupsi, tarik keuntungan dalam permainan anggaran. Lagipula kalau anggaran bisa dipakai tanpa pengesahan, untuk apa ada pembahasan lagi?” protes Syafi’i, seraya menyesalkan lambatnya DPRD melakukan pembahasan.

Informasi diperoleh Syafi’i, anggota DPRD Langkat melakukan bintek (bimbingan teknis) disebut-sebut menggunakan dana pribadi oknum legislator sebagai dana pendahuluan. Kendati kebenarannya belum dipastikan, Syafi’i berharap ada apresiasi bagi oknum dimaksud.

“Kita menaruh hormat ada wakil rakyat berjiwa kesatria seperti itu. Namun, bila memang dibenarkan menggunakan pendahuluan atau yang sifatnya pinjaman, maka sepantasnya lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, sekaligus pengesahan tidak ada lagi. Karena tanpa pengesahan melalui paripurna saja dapat berjalan kegiatan rutin,” tukas Syafi’i.

Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal, belum lama ini mengakui, anggaran pendahuluan untuk hari jadi kabupaten serta pengerjaan proyek bersolek (cat) kantor sekretariat, seluruhnya menggunakan dana pendahuluan. “Ya, untuk beberapa item kegiatan terkait hari jadi kabupaten, kita memakai dana pendahuluan,” kata dia.

Seperti pemberitaan sebelumnya, KUA-PPAS Pemkab Langkat diduga belum tuntas dibahas DPRD. Idealnya, pembahasan R-APBD 2012 terealisasi akhir tahun 2011. Lemahnya manajemen pengaturan waktu legislatif, diduga menjadi penyebab molornya pengesahan anggaran.
Informasi diperoleh, DPRD Sumut sendiri hingga kini belum menerima honor, dan tidak berani memberlakukan dana pendahuluan, meski APBD Sumut TA 2012 sudah disahkan. (mag-4)

Hari Ini, 600 Sopir Angkot Ancam Mogok

Warga Bakal Telantar

MEDAN- Sebanyak 600 sopir angkutan kota (angkot) mengancam akan melakukan mogok di  Terminal Pinang Baris dan Amplas, menolak rencana pembatasan dan kenaikan harga BBM, serta masih banyaknya angkutan plat hitam yang beroperasi sebagai angkutan umum, Senin (16/1) hari ini. Akibatnya, warga yang hendak berangkat melakukan aktivitas di awal pekan bakal telantar.

“Keluarga besar Kesper Sumut memastikan akan melakukan aksi mogok di enam trayek supir angkot besok pagi (Senin 16/1). Kita akan melakukan aksi di Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris,” ujar Kordinator Keluarga Besar  Sopir dan Pengemudi (Kesper) Sumut, Israel Situmeang, Minggu (15/1).
Menurutnya, trayek yang akan melakukan aksi mogok yakni Koperasi 64 , 07 , 34 , Morina 78  dan Rahayu 124  dan 120.  Israel menilai Dishub Medan dan Polresta Medan belum serius dan masih setengah hati menertibkan mobil plat hitam yang beroperasi sebagai angkutan danadanya wacana pembatasan BBM.

Kesper telah melakukan sosialisasi kepada organda dan para supir untuk melakukan aksi mogok.
“Dalam aksi nanti kita tidak akan melakukan sweeping kepada para supir lainnya, karena kami ingin
berjuang untuk para supir angkutan, dan kami yakini akan mendapatkan dukungan,”ujarnya.

Israel juga mengatakan, jika aksi mogok mereka tidak mendapatkan tanggapan dari Pemko, Kesper akan melakukan aksi serupa hingga Selasa (17/1).
Disinggung mengenai izin dari pihak kepolisian, Israel mengakui telah meminta izin beberapa hari sebelumnya dan telah mendapatkan tanggapan positif dari petugas kepolisian.

Terkait aksi mogok tersebut, Kepala Bidang Lalulintas Jalan Dinas Perhubungan, Toga Aruan mengaku pihaknya belum mendapat laporan adanya rencana aksi mogok supir angkutan tersebut.

“Kita belum dapat kabar akan rencana mogok tersebut. Akan tetapi jika Kesper melakukan aksi mogok, maka kita akan melakukan koordinasi dengan TNI dan Polisi terkait penelantaran penumpang,”tegasnya. (uma)

Banyak Celah Bermain

Rencana Penerimaan Siswa Baru Sistem Online

MEDAN-Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan memberlakukan sistem online dan tes prediksi dalam penerimaan siswa baru (PSB) 2012, hanya akan membuka peluang bermain.

“Sistem online yang diterapkan Disdik Medan sangat bagus, namun tes prediksi mundur ke belakang karena sudah dilakukan Disdik Medan sebelumnya,” kata anggota Komisi B DPRD Medan, HT Bahrumsyah, Minggu (15/1).

Menurutnya, tahun 2010 Disdik Medan sudah menerapkan tes prediksi dengan proporsi 70 persen dan 30 persen yaitu 70 persen diperuntukkan bagi siswa yang memiliki nilai tinggi saat ujian akhir nasional (UAS). Sedangkan sisanya untuk siswa dengan nilai tidak mencukupi namun secara inteligence quotient (IQ) bisa masuk ke sekolah negeri. Saat penerapan sistem itu, celah siswa titipan cukup banyak. Jadi apabila itu kembali diterapkan berarti Disdik Medan belum memiliki terobosan untuk menghilangkan siswa titipan di tiap sekolah khususnya sekolah negeri.

“Yang lalu saja banyak siswa titipan padahal tidak ada wewenang dari sekolah untuk menentukan siapa saja yang lulus. Apalagi dengan sistem online yang juga ada andil dari pihak sekolah,” ucapnya.

Menurutnya, penerapan sistem online dan tes prediksi ini sangat rancu, karena tidak diketahui bagaimana sistem penilaiannya. Nrgitu juga pengawasannya juga tidak jelas karena secara keseluruhan tidak ada yang mengetahui bagaimana sistemnya.

“Sistemnya hanya diketahui disdik dan sekolah saja. Tidak ada yang tahu bagaimana pelaksanaan dan pengawasannya,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis menyebutkan, sistem penerimaan siswa baru di Kota Medan tahun 2012 dengan sistem online dan tes  prediksi. Dijelaskannya, sistem online dilakukan agar seluruh siswa yang tinggal di pinggiran Kota Medan bisa masuk sekolah favorit di Kota Medan dengan tiga pilihan sekolah. (adl)

Daging di Pasar Harus dari RPH Mabar

Dirut Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar Medan, Putrama Alkhairi bertekad untuk memperbaiki keberadaan rumah potong hewan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Putrama Alkhairi.

Apa yang Anda lakukan untuk memperbaiki rumah potong hewan?

Secara internal akan dilakukan pembenahan agar bisa menerima kunjungan dari berbagai pihak untuk membuktikan bahwa RPH sudah layak dijadikan sebagai tempat pemotongan hewan. Langkah yang akan dilakukan antara lain dengan melakukan konsolidasi internal termasuk koordinasi dengan badan pengawas.

Bagaimana dengan rumah potong hewan liar?

Saya sudah mendapat data mengenai keberadaan RPH liar di Medan. Langkah awal, RPH liar pemotongan babi akan menjadi prioritas pertama kali ditertibkan. Kita akan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Keluatan Medan, Satpol PP serta Polresta Medan.

Setelah itu apa lagi yang ditertibkan?

Pemotongan lembu dan kambing karena masih banyak peternak dan penjual daging di pasar yang mengambil pasokan daging dari pemotongan tidak resmi. Namun, saya akui ada kendala mengapa peternak tidak mau memotong di RPH Mabar Medan. Setelah ditelusuri ke lapangan, kendala itu berupa beredarnya surat dari sebuah LSM peternak yang menyatakan bahwa pemotongan di RPH Mabar Medan tidak sesuai standar dan tidak layak.

Apa yang harus dilakukan?

Kita akan berkoordinasi dengan Kadin dengan menyurati pemerintah otoritas peternak Australia bahwa RPH Mabar tidak bermasalah. Setelah itu, kita akan menjalin MoU dengan PD Pasar untuk kesepakatan bahwa tidak boleh ada daging yang dijual di pasar selain dari RPH Mabar Medan. Selain itu pengawasan juga akan dilakukan bersama-sama dengan PD Pasar, PD RPH dan Distanla Medan daging di pasaran. Bulan Januari ini semuanya sudah terlaksana. (*)

KRI Dewaruci Jadi Duta Wisata

SURABAYA- Tanda tangan memorandum of understanding (MoU) mewarnai pelepasan KRI Dewaruci, Minggu (15/1). MoU dibuat TNI AL bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengetengahkan promo Wonderful Indonesia. Sehingga pencitraan bidang pariwisata di Indonesia semakin mantap.

Penandatanganan itu dilakukan Wakil Menteri Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno. Tepatnya sebelum pelayaran kapal latih TNI AL itu diberangkatkan.

Di kesempatan itu, Sapta Nirwandar mengatakan, nama KRI Dewaruci sangat dikenal. Baik di lingkup nasional maupun internasional. Kegagahan kapal buatan Jerman itu tidak asing lagi bagi masyarakat. Didukung keuletan dan keramahan kadet serta anak buah kapal. “Itu ciri yang dimiliki KRI Dewaruci sejak dulu,” ungkapnya.

Wajar jika persinggahan KRI Dewaruci selalu mendapat sambutan meriah. Kenyataan itu yang dijadikan sasaran untuk mempromosikan citra Wonderful Indonesia. Apalagi pelayaran kali ini paling lama sepanjang sejarah. Banyak negara yang akan disinggahi. Di setiap negara itu, banyak orang yang suka dan menyambut kapal tersebut.

“Pasti efektif dan tepat sasaran untuk mengenalkan pariwisata di,” papar Sapta.
Dia juga menambahkan, promo itu sekaligus untuk merealisasikan target penyerapan wisata di Indonesia. Tahun ini, ditargetkan jumlah wisatawan yang datang di Indonesia mencapai delapan juta orang. Untuk mencapainya, kata Sapta, perlu kerja sama dan sinergi dengan pihak lain. “Salah satunya TNI AL melalui pelayaran KRI Dewaruci,” jelasnya.

Pernyataan itu diperkuat Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI Soeparno. Dia menjelaskan, pelayaran kali ini berbeda dengan biasanya. Sebab, di Amerika Serikat direncanakan KRI Dewaruci mengikuti Operation Sail 2012 dalam rangka 200 tahun Perang Besar. “?Momen itu akan menjadi ajang efektif promo wisata,” ungkapnya.

Pelayaran KRI Dewaruci kemarin merupakan terpanjang. Jarak jelajahnya diperkirakan 27 ribu mil. Hampir setara dengan mengelilingi duni. Pelayaran yang membutuhkan waktu 277 hari ini dipimpin Letnan Kolonel (p) Harris Bima.
Menurut rencana kapal ini akan bersinggar di 21 negara dan empat benua. KRI kembali mendarat di Surabaya, diperkirakan 16 Oktober mendatang. Rute awal, KRI berangkat dari Surabaya-Papua- dan langsung berjalan ke arah Samudra Pasifik lalu ke Amerika. (riq/puj/jpnn)