31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14044

Anak Pengusaha Rumah Makan Dihajar

Geng Motor Beraksi Lagi

MEDAN- Geng motor beraksi lagi.  Minggu (15/1) dinihari, kawanan geng motor menganiaya anak pengusaha Restoran Minang Setia Jalan Panglima Denai Medan bernama Ijal. Pemuda berusia 19 tahun itu terpaksa harus menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan, karena menderita luka serius di bagian kepala dan tubuh setelah dikeroyok kawanan geng motor.

Informasi yang himpun, petaka itu berawal saat Ijal disuruh keluarganya membeli nasi goreng. Dengan mengendarai sepeda motor berangkat. Namun, dinihari temannya mendapat kabar  kalau Ijal terbaring kritis di Rumah Sakitn Pirngadi Medan akibat diserang dan sepeda motornya dirampok.
Mendengar kabar tersebut, keluarga Ijal dan para tetangga langsung pergi ke  rumah sakit  melihat Ijal. Menurut informasi di rumah sakit, Ijal di pukuli dan sepeda motor  nya dilarikan saat melintas di Jalan Menteng VII.  Saat itu Ijal berpapasan dengan  sekelompok geng motor). Tiba-tiba Ijal yang tidak tahu apa-apa langsung dihadang puluhan pengendara sepeda motor dan langsung dipukuli. Ijal sempat minta tolong namun tak dipedulikan dan terus dipukuli hingga sekarat.

Setelah puas memukuli, kawanan geng motor melarikan sepeda motor yang dikendarai Ijal ke arah Jalan Denai Medan.Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga yang dikonfirmasi menjelaskan masih melakukan penyelidikan. (mag-5)

Pintu Digembok, Dokter Jaga tak Ada

Puskesmas Rawat Inap di Medan Utara

MEDAN-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, dr Edwin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke puskesmas rawat inap di kawasan Medan Utara, Jumat (13/1) malam.

Dari empat puskesmas yang dikunjunginya, tiga tidak beroperasi dan terkunci. Hal tersebut membuat dr Edwin marah. Edwin kemudian menggedor pintu besi. Seorang ibu sedang menggendong anaknya keluar dari Puskesmas Kecamatan Medan Deli di Jalan Kol Yos Sudarso yang merupakan puskesmas unggulan di Medan Utara.

“Ibu siapa?” tanya Edwin. “Penjaga malam di sinin (puskesmas),” kata ibu itu. “Mana petugas dokter jaganya? Ibu yang menjaga di sini? Kenapa pintu masuk itu tergembok, dan bagaimana bila ada pasien yang datang membutuhkan pertolongan. Siapa yang menangani disini,” kata Edwin.
“Iya Pak, saya penjaga di sini. Dokter jaganya datang jam 08.00 malam, ini masih pertukaran shift dan sebentar lagi dokter jaga itu juga datang,” ujar penjaga malam itu.

Edwin mengatakan, akan memberikan sanksi tegas terhadap empat tenaga medis dan dua dokter jaga yang seharusnya ditempat.
“Ini sudah lewat jam 08.00 WIB. Seharusnya puskesmas rawat inap tidak boleh kosong harus ada yang menjaga. Dan waktu shift tidak boleh terlalu lama, harus bergantian dan diatur oleh kepala puskesmas. Saya akan beri sanksi tegas kepada seluruh yang piket,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Puskesmas Belawan Jalan PJKA, Kecamatan Medan Labuhan, pintu terkunci dengan gembok. Parahnya lagi, tak ada petugas jaganya.

Seorang wanita bernama Yani menjelaskan kalau kondisi puskesmas tersebut memang selalu kosong.

“Tidak ada orang di sini Pak. Perawat juga tidak ada dan tidak pernah masuk malam hari. Sedangkan kepala puskesmas Belawan hanya memantau saja. Begini lah kondisinya Pak, biasanya ada pasien yang datang harus mengantre lama,” cetusnya.

Kondisi memperihatinkan juga terlihat di Puskesmas Rawat Inap Terjun Kecamatan Medan Marelan yang kondisinya juga terkunci.
“Puskesmas ini yang sangat parah, tak ada satu pun orang yang berada di sini untuk menjaganya. Kalau seperti ini bisa dicuri seluruh perawatan medis di sini,” jelas Edwin.

Dari hasil sidak tersebut, hanya Puskesmas Rawat Inap Pekan Labuhan yang seluruh petugas medisnya selalu siap berjaga di lokasi.
“Puskesmas ini memang unggulan karena pelayanannya yang baik dan memadai. Ini harus menjadi contoh bagi puskesmas rawat inap yang lain,” jelasnya.
Dijelaskannya, sidak yang dilakukan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas puskesmas rawat inap. Sedangkan untuk petugas medis yang tidak mematuhi aturan yang ada, akan diberikan sanksi tegas saat melakukan apel Senin (16/1) hari ini.
“Untuk petugas yang kebetulan jaga pada saat malam itu akan langsung terus kita tarik ke Dinkes Medan untuk mendapatkan pembinaan. Saya tak akan memberikan kompensasi kepada siapapun tanpa terkecuali. Teguran keras tertulis akan segera saya sampaikan kepada yang bersangkutan,” bebernya. (adl)

Melinda Sedih tak Dikenal Anak

Ditinggal Lima Hari

JAKARTA – Pedangdut Melinda mengaku sangat sedih karena sang anak tak mengenalnya lagi. Ini lantaran sibuk manggung hingga 22 kota di Tanah Air.

“Tadi pas bertemu anak aku sampai nggak kenal sama aku. Sedih banget jadi pengen nangis,” ujar pelantun Cinta Satu Malam ini saat ditemui dalam acara Gathering Corsa Motorcycle Tire di Mal Glodok, Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (14/1).
Melinda menceritakan, buah hatinya bernama Putri Maharani Supardi itu tak mengenali lantaran ia mengenakan kacamata. Bahkan sang anak terlihat takut hingga menangis saat hendak digendong.

“Pas aku buka kacamata, dia melihat dulu baru akhirnya mau digedong sama aku. Mungkin juga karena dia sudah ditinggal lima hari makanya begitu,” paparnya.

Untungnya, Melinda sempat membelikan hadiah untuk anaknya. Buah cinta hasil pernikahan sirinya dengan sang mantan suami yang juga Bupati Cirebon Dedi Supardi itu merasa senang saat dihadiahi boneka. “Aku tadi membelikan anak aku boneka ‘Shaun the Sheep’. Langsung dipeluk sama dia, dan digigit-gigitin. Memang dia senang banget sama boneka. Di rumah juga full boneka, banyak di rumah,” tandasnya.(net/jpnn)

Bongkar Muat, Kapal Kargo Meledak

SEOUL- Belum tuntas proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia di Italia, kecelakaan laut kembali terjadi. Kali ini di perairan Korea Selatan (Korsel).

Sebuah kapal kargo milik Korea Selatan (Korsel) meledak usai bongkar muat minyak di perairan dekat Pulau Jawol, sekitar 32 kilometer dari kota pelabuhan Incheon di pesisir barat Korsel, Minggu (15/1). Akibat ledakan itu, delapan orang yang terdiri atas lima warga Korsel dan tiga warga Myanmar masih hilang hingga saat ini. Pencarian korban masih terus dilakukan penjaga pantai dan Angkatan Laut Korsel.

Pemilik kapal menduga, kapal meledak akibat kebocoran bahan bakar dari tangki. “Kami yakin, ada yang salah selama proses pengeluaran bahan bakar yang tersisa dari tangki minyak,” terang dari Doora Shipping, perusahaan pemilik kapal, kepada kantor berita Yonhap, Jepang. “Kapal tersebut biasanya mengirimkan solar. Tetapi, sekarang (kemarin) memuat bensin. Saat ini kami tengah menyelidiki adakah kaitannya dengan ledakan tersebut,” tandasnya.
Ledakan itu menyebabkan kapal seberat 4.198 ton itu setengah tenggelam. Pihak Penjaga Pantai Korsel menepis kemungkinan insiden ini disebabkan aksi permusuhan Korut. “Ledakan ini terjadi jauh di sebelah Selatan perbatasan laut dengan Korea Utara. Kecil sekali kemungkinan ini disebabkan aksi Korut,” tutur juru bicara Penjaga Pantai Korsel.(net/jpnn)

Mobil Plat Merah Terperosok ke Parit

MEDAN-Mobil Suzuki Escudo plat merah bernomor polisi BK 1819 H, terperosok dan tersangkut di sisi parit di Jalan Tengku Amir Hamzah, tepatnya  Perumahan Griya Dome, Keluarahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (15/1) sekitar pukul 07.00 Wib. Akibat kejadian tersebut, pengendara mobil mengalami luka serius di bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit.

Roy, seorang warga yang menyaksikan kejadian mengatakan, pagi itu mobil Suzuki Escudo yang  dikendarai seorang pria dengan kecepatan tinggi mencoba mengelakkan kendaraan di depan yang tengah berhenti karena macet.

Namun karena tak bisa dielakkan sopirnya mencoba membanting stir mobilnya hingga  menabrak tembok pembatas jembatan dan terperosok dan menggantung di sisi parit.

Tidak hanya itu saja bahkan tiang imbauan milik pemko ikut tertabrak  hingga patah dan hampir menimpa rumah warga.
“Dia (supir) coba mengelakkan mobil di depannya, cuma karena macet dia nggak sempat berhenti dan langsung menabrak tembok pembatas jembatan. Sopirnya laki-laki dan mengalami luka di bagian kepala,” ujarnya.

Mobil baru selesai dievakuasi sekitar pukul 13.05 WIB dan sempat terjadi kemacetan di sekitar lokasi. Dari informasi, mobil dinas tersebut memiliki plat ganda dengan nomor yang sama namun berbeda warna yakni hitam dan merah. (uma)

Rp4 Triliun Dana BOS Sudah Disalurkan

MEDAN- Kuartal pertama penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah  disalurkan oleh 29 provinsi atau sekitar 90,4 persen dengan nilai nominal total penyaluran sekitar Rp4 triliun lebih. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam seminar pendidikan yang berlangsung di Hotel Aryaduta Medan, Minggu (15/1).

“Dana BOS tahap pertama atau kuartal pertama untuk 2012 sudah hampir rampung seluruhnya. Sekarang ini sudah  90,4 persen dananya disalurkan atau nominalnya sekitar Rp4 triliun lebih,” ujarnya. Sesuai rencana, kata M Nuh, dana BOS tahap pertama sudah mulai disalurkan pada minggu kedua atau sekitar tanggal 9 hingga 16 Januari 2012. Namun sebelum tenggat waktu itu berakhir, teryata hampir semua daerah sudah menyalurkannya ke sekolah-sekolah penerima bantuan.

Menurut dia, hal itu merupakan prestasi yang luar biasa, karena hanya dalam waktu satu minggu sudah hampir rampung disalurkan. Karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, bisanya penyaluran tahap pertama baru rampung pada bulan ketiga setiap triwulan.

“Ini prestasi yang belum pernah diraih dalam penyaluran dana BOS yakni hanya dalam satu minggu. Alhamdulillah saat ini sudah mencapai 90,4 persen. Biasanya angka itu bisa diraih pada bulan ketiga dari satu triwulan. Nah, ini bulan pertama minggu kedua dan ketiga sudah tersalur 90 persen lebih. Bagi daerah yang belum, masih kita tunggu sampai Senin besok (hari ini, Red), dan saya yakin semua daerah sudah menyalurkan sesuai waktunya,” ungkapnya.
Saat ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lagi berkonsentrasi pada penyaluran dana BOS, karena sudah dianggap cukup baik. “Karena penyalurannya sudah cukup baik, kita lebih berkonsentrasi pada pendampingan agar penggunaannya lebih tepat sasaran dan sesuai peruntukan,” ucapnya.
Pendampingan dilakukan menurutnya, untuk menghindari penyimpangan, dan tepat sasaran. Disinggung mengenai adanya wacana pidana atas bentuk penyelewengan dan keterlambatan penyaluran dana BOS, Nuh mengaku belum memikirkan wacana tersebut.

“Jika memang terjadi korupsi atau penyimpangan diminta atau tidak diminta pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut. Dan apabila ada ditemui indikasi korupsi, kami akan segera mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi di lapangan. Seandainya sampai terbukti, maka hukum pidanya bisa berlaku,” tegasnya.(uma)

Dua TKI Selamat dari Hukuman Mati

KAIRO- Nasib baik menghampiri Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Arab Saudi. Pasalnya, Kamis (12/1) lalu, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz memberi pengampunan terhadap dua TKW Indonesia dari ancaman hukuman mati.

Dua TKW bernama Neneng Sunengsih binti Mamih Ujan dan Mesi binti Darna Idon telah dibebaskan dari hukuman mati, seperti diuraikan dalam petikan siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Mesi dibebaskan setelah mendapat pengampunan dari Raja Abdullah, sementara Neneng dibebaskan dengan jaminan dari pengacara.

Mesi binti Dama Idon, asal Kampung Pasir Ceuri, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Umum Saqra atas pengakuannya melakukan sihir kepada suami-istri majikannya.

Namun, saat persidangan, Mesi mencabut dan menolak pengakuan tersebut karena saat pembuatan berita acara, dia mengaku di bawah tekanan. Putusan vonis mati dilimpahkan Pengadilan Umum ke Pengadilan Kasasi. Satgas KBRI Riyadh melakukan pendekatan ke Pengadilan Kasasi dan mendapat penjelasan, Mesi telah diampuni Raja Abdullah.(net/jpnn)

Peluang Partai Aceh Masih Ada

Hari ini, Sidang Kedua Gugatan Kemendagri di MK

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi sangat berharap Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya memutuskan Komite Indepeden Pemilihan (KIP) Aceh harus membuka lagi tahapan pendaftaran pasangan calon. Saking berharapnya, Gamawan tidak mau memikirkan opsi lain berupa diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) jika MK menolak materi gugatan itu.

“Jangan dulu lah (bicara Perppu, Red). Kita fokus dulu ke gugatan MK ini. Karena peluang MK masih ada. Jangan nanti malah mengganggu proses yang di MK,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, akhir pekan lalu.

Seperti diberitakan, pada Rapat Kerja Tim Pemantau Otsus Papua dan Aceh, di Senayan, Kamis (12/1), DPR, KPU Pusat, dan Bawaslu kompak mendorong dikeluarkannya Perppu jika MK menolak harapan Gamawan agar dibuka lagi pendaftaran calon, terutama Partai Aceh.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, putusan MK sulit diprediksi.  Untuk mengantisipasinya, Gamawan diminta menyiapkan Perppu. Dengan Perppu ini, tahapan penyelenggaraan Pemilukada di Aceh bisa mendapat perlakuan khusus. Perppu opsi kedua.

Hanya saja, Gamawan tidak mau terburu-buru menyiapkan Perppu lantaran proses persidangan di MK sedang berjalan. “Kan sudah diterima gugatan kita (sidang perdana Jumat, Red). Senin akan ada sidang lagi. Karena itu kita akan rapat lagi Senin. Saya berdoa mudah-mudahan akan ada slot lah untuk Partai Aceh itu mendaftar,” harapnya.

Di persidangan perdana, terungkap bahwa Kemendagri minta jadwal Pemilukada ditunda. Bahkan, menurut penggugat, dalam hal ini Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan, jika Pemilukada diteruskan tanpa diikuti Partai Aceh, kondisi keamanan Aceh bisa terganggu.
“Apabila seluruh tahapan Pemilukada Aceh tetap dilaksanakan sebagaimana keputusan KIP Nomor 26 Tahun 2011 dan tidak diikuti Partai Aceh, dapat diprediksi berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas dalam pelaksanaan tahapan Pemilukada dan kemungkinan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara, serta dapat menimbulkan gejolak politik dan keamanan di Aceh,” demikian antara lain materi gugatan yang diajukan Djohermansyah Djohan.  Jadi, gugatan bukan atas nama Mendagri Gamawan Fauzi.

Hakim MK Hamdan Zoelva menyarankan agar gugatan diperbaiki, menjadi atas nama Mendagri Gamawan Fauzi, bukan Dirjen Otda. Pasalnya, jika atas nama Mendagri, maka yang digugat adalah sengketa kewenangan antarlembaga, bukan sengketa Pilkada. Mendagri diberi waktu hingga hari ini, Senin (16/1), untuk memperbaiki gugatan.
Gamawan sendiri memberi sinyal siap memperbaiki materi gugatan, sebagaimana saran hakim MK.(sam)
“Di situ kan ada dua, sengketa Pilkada, ada kewenangan kelembagaan. Kita akan masuk ke kelembagaan itu. Jadi sengketa kewenangan. Senin akan kami bahas itu,” terang Gamawan.
Kemungkinan Gamawan akan melakukan rapat intern untuk perbaikan gugatan pada Senin pagi ini. Pasalnya, jadwal sidang kedua di MK, dengan materi perbaikan permohonan, akan digelar sore hari, yakni pukul 16.00 WIB. (sam)

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk

MEDAN-Sumiati alias Uwek (52), warga Jalan Salak Medan Kota, ditemukan warga tewas membusuk di rumahnya, tepatnya di pinggir rel kereta api, Minggu (15/1).

Keterangan yang diperoleh, Hendrik salah seorang warga sekitar awalnya mencium aroma tak sedap dari rumah kardus milik Sumiati. Hendrik langsung mendobrak pintu rumahnya yang terkunci dari dalam.

“Sebelumnya warga sudah mencium aroma bangkai. Namun, aroma tersebut semakin hari semakin tidak sedap. Setelah ditelesuri ternyata aroma tersebut berasal dari dalam rumah Wak Uwek. Langsung saja kami (warga) berinisiatif langsung mendobraknya,” kata Hendrik.

Setelah berhasil mendobrak pintu dengan cara menendangnya. Warga terkejut, melihat kondisi Sumiati sudah tidak bernyawa dengan posisi tidur menyamping di ruang tamu rumahnya mengenakan baju berwarna pink dan celana ponggol.

“Setelah itu, kami langsung memberitahu kepling dan meneruskan ke polisi untuk mengevakuasi mayat,” jelasnya.
Kepala Lingkungan VII, Kecamatan Medan Kota, Sihar Siahaan menjelaskan kalau korban tidak mempunyai keluarga dan tinggal sendiri.
“Korban pengemis, kalau diperkirakan mayat sudah meninggal sejak 4 hari yang lalu,” ucapnya. (adl)

Dinas Bina Marga Sedot Lumpur

MEDAN-Untuk meminalisir genangan air  yang ada di  badan jalan Dinas Bina Marga Medan melakukan penyedotan lumpur di drainase yang tertutup.
“Sudah kita laksanakan dengan menurunkan satu unit mobil sedot lumpur yang dibeli dengan harga Rp4,5 miliar,” kata Kadis Bina Marga, Gunawan.
Selain itu,  juga dilakukan  pengerukan dengan menggunakan petugas Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) .

“Penyedotan itu rutin kita laksanakan. Kalau untuk drainase yang tidak tertutup kita sudah mempunyai petugas dari UPT untuk mengeruknya,” ucap nya.
Dijelaskannya, untuk lumpur yang disedot akan langsung dibawah ke tempat pembuangan.

“Mobil pickup juga kita sediakan untuk mengangkat lumpur yang sudah disedot. Agar  tidak menggangu pengguna jalan ,” ujarnya.
Sekadar dikethaui Dinas Bina Marga menyiapkan lima posko bencana untuk mengantisipasi bencana banjir. Sarana ini juga sekaligus berfungsi sebagai pusat pengendalian genangan air.

Kelima titik posko itu terdiri dari UPT I di Jalan Labuhan,tepatnya di bekas kantor Distanla Medan. Posko ini akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Labuhan, Medan Marelan,Medan Belawan, juga Medan Deli.

UPT II terletak di  wilayah Jalan Tuamang dan akan mengantisipasi bencana di wilayah Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, juga Medan Area.

UPT III terletak di Jalan Karya Kasih yang akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Johor, Medan Amplas,  Medan Tuntungan dan Medan Selayang.

Sementara  UPT IV terletak di Jalan Danau Toba untuk mengantisipasi banjir untuk wilayah Medan Kota, Medan Maimun, Medan Denai, dan Medan Polonia. Terakhir, UPT V di Kantor PU Bina Marga di Pinang Baris yang akan mengantisipasi bencana untuk wilayah Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, Medan Petisah dan Medan Sunggal.(adl)