Home Blog Page 14045

Pemkab Sergai Amankan Excavator

SERGAI-  Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menertibkan kegiatan galian C ilegal dengan mengamankan satu unit excavator milik pengusaha, Jumat (20/1).

Dikatakan Sekda Sergai H Haris Fadillah melalui Kabag Humas H Mariyono kepada Sumut Pos  di ruang kerjanya,  aktivitas galian C ilegal tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar lokasi penambangan karena sudah merusak ekosistem lingkungan.

Atas dasar itulah, pihaknya menertibkan kegiatan galian tanah timbun (tanah merah) yang beroprasi di Dusun I Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba Jadi.

Safrul Azhar SH Camat Serba Jadi, kepada Sumut Pos mengatakan, kegiatan tersebut memang sudah cukup lama, pihaknya juga sudah menyurati pengusaha untuk mengurus izin, namun mereka tetap membandal dan terus beroperasi, sehingga dilakukan tindakan tegas.(mag-16)

KSB Desa Sambirejo Timur Bantu Korban Kebakaran

PERCUT SEITUAN-Peristiwa kebakaran dua rumah yang menimpah keluarga Ibu Manem (65) di Lorong Kali Serayu Dusun XVI Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (13/1) kemarin mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah setempat. Bantuan diberikan tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Andalan Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Seituan berupa sandang dan pangan serta uang tunai Rp1,5 juta.

Kebakaran dua unit rumah yang dihuni enam kepala keluarga (KK) kondisinya saat itu rata dengan tanah. Kebakaran akibat korsleting atau arus pendek listrik menghanguskan seisi rumah dengan kerugian ratusan juga rupiah.

Sehari setelah kebakaran, Sabtu (14/1), tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Andalan Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Seituan  di bawah koordinator Umum KSB Andalan Warsini SH Bersama Camat Percut Seituan Darwin Zein SSos, Penasehat KSB Andalan Sambirejo Timur yang juga Kepala Desa Sambirejo Timur  Joko Susilo Amd, Kepala Desa Seantis Racitno dan aparatur desa lainnya langsung memberikan bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa kids ware, food ware, selimut, kain panjang, seragam sekolah, pakaian kaos, baju batik, sarden, kecap, saos, minyak goreng dari baberapa stok KSB Andalan Desa Sambirejo Timur yang diberikan Departemen Sosial RI Melalui Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumatera Utara dan uang tunai senilai Rp1,5 Juta dari Camat Percut Seituan kepada keluarga Ibu Manem.

“Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian dari tim Kampung Siaga Bencana Andalan Desa Sambirejo Timur yang  sudah dilatih dan dilantik oleh Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumatera Utara dan Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang sebagai tim khusus evakuasi dan penanggulangan bencana alam dan sosial untuk wilayah Kecamatan Percut Seituan,” ujar Koordinator Umum KSB, Warsini SH. (*/azw)

Politisi Demokrat Bakal Dilaporkan ke Polisi

Usir Fungsionaris Nasdem dari Gedung DPRD Sumut

MEDAN- Benih-benih perseteruan antara Partai Demokrat dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem), sepertinya mulai terlihat, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).

Perseteruan antar kedua kubu ini, bermula dari sikap arogan anggota DPRD Sumut Mustofawiyah Sitompul, yang mengusir beberapa fungsionaris Partai Nasdem Sumut bersama sekitar 50 warga Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (17/1) lalu.

Fungsionaris Partai Nasdem Sumut yang diusir oleh Mustofawiyah Sitompul adalah Ir Elmadon Ketaren, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sumut.

Karena sikap kasar Mustofawiyah tersebut, akhirnya Ir Elmadon Ketaren bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Nasdem, melaporkan Mustofawiyah ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut, Jumat (20/1).
“Kita sudah sampaikan ke Ketua Komisi A dan disambut anggota Komisi A Syamsul Hilal. Ini perbuatan yang tidak terpuji, dan kami melaporkan ini ke BKD,” kata Ir Elmadon Ketaren, kemarin (20/1)

Sementara itu, Sekretaris LBH Nasdem Zaniofah Saragih menyatakan dengan tegas, persoalan tersebut tidak hanya sampai disitu. Pihaknya akan terus melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum. Dan rencananya, akan dilaporkan juga ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan dalam jangka waktu dekat.
“Kita akan membawa ini ke jalur hukum. Dan kita akan melaporkan hal ini ke Polresta Medan,” tukasnya.

Elmadon beserta tim LBH Partai Nasdem, juga sempat memberikan surat ke Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun. Namun, Saleh Bangun tengah di luar kota, akhirnya surat tersebut dititipkan ke staf Ketua DPRD Sumut.

Sementara itu, Mustofawiyah Sitompul yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya di Komisi A DPRD Sumut membenarkan, bila dirinya yang mengusir warga Jalan Jati pada 17 Januari 2012 lalu.

“Benar saya yang mengusir. Tapi itu ada alasannya. Pertama, ketika mereka masuk ke ruang rapat, sudah ada peserta rapat dari Biro Otda Provsu. Kedua, saya tidak tahu orang itu pengurus Nasdem, karena mereka tidak pakai Nasdem. Yang ketiga, saat mereka datang dan saya langsung yang menampung, mereka ngotot besoknya kita harus turun ke lapangan. Kerja anggota dewan ini ada aturan main,” tegasnya.

Bagaimana dengan upaya laporan pihak Ir Elmadon Ketaren, yang melaporkan ke BKD DPRD Sumut dan Polresta Medan?
Mustofawiyah mengaku, tidak takut karena dirinya merasa tidak melakukan kesalahan.
“Ya nggak apa-apa. Kalau itu dianggap pelanggaran pidana ya silahkan saja,” pungkasnya.

Apakah ini bukti munculnya perselisihan antara Demokrat Sumut dengan Nasdem Sumut? Mustofawiyah menyatakan, tidak sampai ke hal itu. “Tidak sampai ke situ. Kita ini kan politisi,” jawabnya.(ari)

Dan Lanud Medan Buka Pokja Binpotdirga

MEDAN-Komandan Lanud (Dan Lanud) Medan Kolonel Pnb A Rasyid Jauhari membuka acara kelompok kerja bimbingan potensi kedirgantaraan (Pokja Binpotdirga) di Ruang Rapat Surya Dharma, Kamis (19/1).

Kegiatan yang bertujuan untuk mendukung pertahanan negara (Hanneg) di dirgantara ini di hadiri oleh Pejabat dan Perwira Lanud Medan, bertempat Kolonel Pnb A Rasyid dalam pembukaan acara mengatakan, bahwa komponen kekuatan Hanneg di dirgantara berguna untuk mendukung upaya Hanneg di dirgantara Indonesia sendiri, dengan menggunakan metode-metode tertentu dan fungsi penbinaan berupa perencanaan, pelaksanaan pengorganisasian dan pengawasan.

Semua itu, lanjut A Rasyid, nantinya dilakukan pada setiap strata dari struktur penyelenggara secara terpadu dan berkesinambungan, sehingga dapat dicapai hasil yang optimal dari penyelenggara Binpotdirga. Kata Dan Lanud lagi, bahwa pembinaan potensi nasional aspek dirgantara menjadi suatu kekuatan yang merupakan proses tranformasi. (rel/ril)

Penumpang Lion Air Mengamuk

Gagal Berangkat karena Dibilang Telat

MEDAN-Penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 201 tujuan Medan-Jakarta, Heru Frans Ziko Silaban (30) mengamuk di depan loket penjualan tiket Lion Air di Bandara Polonia Medan, Jumat (20/1). Warga Komplek BP2IP Sukadiri, Tangerang itu meninju kaca loket penjualan tiket hingga pecah. Sialnya, tangan kanannya luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di RS Elisabeth Medan dan gagal berangkat.

Keterangan Heru Frans Ziko Silaban di rumah sakit, dia tiba di Bandara Polonia Medan pukul 12.15 WIB, tepatnya 30 menit sebelum boarding dan ceck in, sesuai yang ada di tiket.

Namun, katanya, begitu sampai di loket check in saya dibilang sudah terlambat. Saat itu dia sempat meminta tolong agar dipertimbangkan, namun staf Lion Air hanya mondar-mandir memegang tikatnya.

“Saya sudah minta tolong karena saya bawa anak kecil tapi ditolak dan mereka bilang ceck in sudah tutup,” katanya.

Sementara, sambungnya, tiketnya hanya dipegang-pegang saja oleh pegawai Lion Air dan pegawai bilang akan diusahakan. Setelah 20 menit menunggu, malah petugas bilang tak bisa lagi.

“Saya datang ke loket malah mereka hanya diam dan saya marah lalu saya memecahkan kacanya,” tuturnya.
Aviation Security Lion Air, Nurdinsyah mengaku, Ziko Silaban memang telat datang. “Dia datang saat ceck in sudah selesai dan pesawat saat itu sudah tutup pintu,” katanya.

Hal senada juga diucapkan Simson Giver E Situmorang, Leader On Duty Lion Air. Menurutnya, Heru Frans tiba di Bandara Polonia pukul 12.35 WIB sementara ceck in terakhir 12.30 WIB dan pesawat berangkatnya 12.50 WIB.
“Bapak itu datang pukul 12.35 WIB dan ceck in sudah selesai. Seharusnya dia datang setengah jam sebelum ceck in. Bapak itu datang marah-marah dan langsung memecahkan kaca,” terangnya.

Staf Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Jamal menuturkan, masalahnya hanya kesalahpahaman saja. “Memang benar terjadi pemecahan kaca tapi untuk lebih pastinya tanyakan ke Lion Air saja. Korban langsung dibawa ke RS Elisabeth,” pungkasnya.(jon)

Oknum Polisi Pukuli Anggota Dewan

TAPTENG- Oknum anggota Polsek Barus, Aiptu EP (40) dilaporkan ke Polsek Manduamas atas tuduhan pemukulan terhadap Hariono Nainggolan, anggota DPRD Tapteng di warung tuak milik warga bermarga Marbun di Desa Paranginan, Kecamatan Manduamas, Tapteng, Kamis (19/1) malam sekira pukul 21.30 WIB.

Aiptu EP pun kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan internal di Unit Propam Polres Tapteng, Jumat (20/1).

Hariono Nainggolan yang ditemui METRO (grup Sumut Pos)  usai memberikan keterangan di Unit Propam Polres Tapteng menceritakan, kronologis kejadian tersebut berawal saat dirinya sedang minum tuak di warung tuak langgananya milik Marbun.

Aiptu SP bersama adik iparnya kemudian datang dengan mengendarai sepedamotor. Usai bertanya ke pemilik warung, oknum polisi yang terbilang masih kerabat Hariono tersebut masuk ke dalam warung, dan langsung memukulinya secara membabi buta.

“Dia (Aiptu SP) datang naik sepedamotor, boncengan sama adik iparnya. Pertama dia tanya masih ada tuak?, lalu yang punya warung bilang sudah habis. Kemudian dia masuk ke dalam dan langsung memukuli saya dari belakang. Nggak ada basa-basi, saya langsung dipukuli. Pertama dari belakang, tapi pukulannya semua ke wajah dan kepala saya,” terang Hariono.

Anggota Komisi A tersebut juga mengaku, tidak membalas pukulan bertubi-tubi dari Aiptu EP, dia hanya berusaha mengelak saja.  Hariono sendiri sempat terjatuh ke lantai, dan Aiptu EP terus berusaha memukulinya, sampai akhirnya perkelahian itu berhasil dilerai oleh para peminum lainnya yang berada di warung tersebut.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara  menegaskan, pihaknya tetap menindak personel yang bertindak anarkis tersebut. Setelah masuk laporan pengaduan, Aiptu EP sendiri langsung diamankan malam itu juga.
“Kita tetap tegas menjalankan penindakan sesuai prosedur,” kata Kapolres.(nasa/mor/smg)

PKPU Bantu Balita Penderita Hydrocephalus

MEDAN –Tim Pendayagunaan PKPU mendatangi rumah keluarga  Bapak Ahmad Zaini (40) di Jalan Pinang Baris Gang Wakaf.

Kunjungan singkat tersebut merupakan survey Tim Pendayagunaan PKPU yang dilakukan di awal Januari 2012, sejalan dengan program-program PKPU sebagai Lembaga Kemanusiaan Nasional.

Survey dilakukan guna meningkatkan pelayanan bagi mustahiq yang membutuhkan, dan salah satu bentuk pelayanan yang diadakan adalah dengan memberikan bantuan pengobatan gratis beserta satu buah sepeda untuk memfasilitasi kebutuhan sekolah anak.

Adalah Natasya Nur Aulia, seorang balita berusia 1,2 tahun, putri bungsu dari empat bersaudara ini mengalami benjolan di bagian kepala sejak kelahirannya atau disebut juga dengan hydrocephalus.

Menurut penuturan sang ayah, benjolan yang terdapat di kepala putrinya tersebut awalnya berukuran kecil seperti bisul. Namun lambat laun mulai membesar dan jika sudah pecah maka benjolan itu kemungkinan besar akan tumbuh kembali.

“Tetangga di depan rumah kami sudah sering menyarankan agar membawa anak kami ini untuk diperiksakan ke dokter. Saat itu, saya pernah bawa  ke dokter spesialis anak. Tapi kami terhambat di masalah dana,” kata Bapak  Zaini kepada Tim Pendayagunaan PKPU dengan raut sedikit kecewa. Putri kecilnya itu pun gagal untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Orang tua anak  yang kesehariannya bekerja di perumahan di Kota Medan ini menambahkan  bahwa minimnya keuangan keluarga juga menjadi faktor penghambat bagi anak pertama dan keduanya untuk naik angkot. (rel/azw)

Minggu, Pelantikan PW Pujakesuma Sumut

MEDAN- Pengurus Pusat (PP) Pujakesuma akan menggelar temu ramah dengan seluruh warga Pujakesuma dan fungsionaris organisasi etnik lainnya di Asrama Haji, Medan, Minggu (22/1).

“Acara ini akan dirangkai dengan pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Pujakesuma Sumut, Pengurus Wanita Pujakesuma Sumut dan Pemuda Pujakesuma Sumut. Ketua Umum Pujakesuma Bapak Komjen Pol Drs Oegroseno yang langsung akan melantik,” jelas Sekretaris Panitia, Indra Gunawan kepada wartawan di Medan, Jumat (20/1).
Tentang persiapan acara, Ketua Panitia Rianto Aghly mengatakan sudah rampung 100 persen. Dan, gladiresik pun sudah digelar di lokasi.

Indra menambahkan, acara akan dimulai dengan santap bersama nasi ambengan (tatanan khas panganan Jawa, red). “Semuanya lesehan (duduk bersila di lantai), perlambang kebersamaan dan kekeluargaan yang erat di tubuh Pujakesuma,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Rianto mengundang seluruh warga Pujakesuma untuk  hadir. (*/ari)

UN Jujur 2012

Dinas Pendidikan Kota Medan mencanangkan program ujian nasional (UN) jujur tahun 2012. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Rajab Lubis.

Apakah program UN jujur langsung diterapkan tahun ini?
Sesuai dengan tekad Pak Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Disdik Medan tahun ini. Saat ini kita telah menyusun drafnya apa-apa saja yang dibuat pada saat pelaksanaan UN jujur nantinya, untuk itu diminta kepada seluruh lembaga maupun orangtua supaya mendukung tekat tersebut.

Siapa saja yang diundang?
Dalam pencanangan tersebut nantinya Disdik Medan akan menghadirkan seluruh siswa dari mulai tingkat SD, SMP sederajat, dan SMA serta SMK yang hendak mengikuti UN. Dengan demikian, kejujuran seluruh siswa akan dapat lebih baik ke depannya.Program Pak Wali ini sangat luar biasa untuk masyarakat kota Medan.

Kejujuran ini salah satu pembentukan karakter atau sikap yang jujur. Jadi, apa yang menjadi program Pak Wali akan kita sahuti dan dalam waktu dekat akan dilaunching oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah itu baru dikampanyekan ke sekolah-sekolah.

Apa tujuan dari program tersebut?
Program UN jujur 2012 diharapkan dapat memotivasi seluruh para pelajar di Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Hal ini telah menjadi tekat bulat Wali Kota Medan. Jadi, diharapkan dukungan dari semua pihak supaya berjalan dengan sukses. Ini juga membuktikan Pak Wali sangat peduli dengan pendidikan. Kita juga bangga dengan Wali Kota kita yang terpilih menjadi tokoh peduli pendidikan pada award Ani Idrus beberapa waktu lalu yang langsung diserahkan Menteri Pendidikan.

Apa saja tahapannya?
Adapun beberapa hal yang akan dilakukan untuk UN jujur ini diantaranya dari mulai tahap pendistribusian soal-soal UN sampai pengawasan dan pemeriksaan. Semua instansi maupun lembaga yang akan dilibatkan untuk menghasilkan UN jujur akan dilaunching. Kita tidak bisa main-main lagi dengan pendidikan. Makanya Pak Wali juga telah membuat kebijakan adanya pemerataan guru. Jadi, masyarakat jangan takut lagi bila tidak sekolah di SMA paforit. Yang penting guru-guru profesional juga akan ditempatkan di semua sekolah di Kota Medan.(*)

Warga Tionghoa Serbu Bunga

Jelang Imlek

MEDAN- Salah satu kebutuhan bagi warga Tionghoa untuk sembahyang adalah bunga. Akibatnya, menjelang perayaan Imlek permintaan bunga hidup mulai meningkat. Terutama untuk jenis bunga Sedap Malam mengalami kenaikan harga hingga 100 persen.

“Permintaan sudah mulai banyak, bahkan besok (Sabtu 21/1) sudah mulai tinggi,” ucap pedagang bunga dari Toko Bunga Daniel Ginting yang terletak di Pasar Pringgan, Bagekin Sembiring Menurut Bangekin, untuk Imlek yang paling banyak permintaannya jenis bunga Sedap Malam.

Karena banyaknya permintaan, maka harga jenis bunga yang banyak berwarna putih ini pun naik hingga 100 persen. Pada hari biasa, harga bunga ini sekitar Rp10 ribu untuk 3 tangkai. Tapi, menjelang Imlek tahun ini, harga bunga ini menjadi Rp10 ribu per tangkai.

Menurut prediksinya, mulai Sabtu, warga Tionghoa akan ramai membeli. “Kalau dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya 3 hari menjelang Imlek akan ramai,” ujar Bangekin.
Selain bunga Sedap Malam, bunga Crysan yang saat ini juga mulai ditambah stoknya.

“Bunga Crysan semua warna kita stok. Mulai dari putih, merah, kuning dan lainnya. Semua warna untuk kebutuhan sembahyang,” tambah Bangekin.
Hal sama juga terlihat di pasar Rame Jalan Thamrin Medan. Penjual bunga di pasar sudah mulai menambah stok bunga untuk sembahyang jelang Imlek.

“Ini kan Jumat, sebagian ada yang sembahyang. Jadi stok untuk menjelang Imlek dan sembahyang biasa,” ungkap Mina, penjual bunga di Pasar Rame.
Bunga-bunga ini dipasok langsung dari Brastagi. Untuk menjaga kesegaran bunga, pedagang akan merendam tangkai bunga di air. Hal ini akan membuat bunga bertahan hingga 3 hari.

“Kalau yang beli juga kita bilang, agar disimpan dalam air, biar nggak layu,” tambah Mina.

Selain memasok langsung dari Brastagi, biasanya pedagang bunga akan membeli di Pusat Pasar.
“Saya beli di Pusat Pasar, tidak memasok sendiri sudah ada kenaikan harga beli dari mereka,” tambah Mina. (ram)