22.4 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 14049

Pengesahan APBD Karo Molor

KARO-Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Karo, molor. Pasalnya, APBD tahun anggaran 2012 belum juga disahkan hingga Desember 2011. Masalah ini dipastikan berdampak terhadap sosial ekonomi, pembangunan  fisik dan kinerja aparatur pemerintahan sekaligus lembaga legislatif. Termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karo tersendat hingga akhir Desember tahun lalu. Diyakini RAPBD akan selesai pada pertengahan tahun  2012, karena masih harus melalui beberapa tahapan lanjutan.

RPJMD menurut dewan,  pada persentase yang disampaikan eksekutif akhir tahun lalu, di ruang rapat paripurna DPRD Karo,  masih memiliki banyak  kekurangan dan masih perlu dievaluasi.   Hal ini terkait amanah, UU  No 10 tahun 2004, tentang sistem perencanaan nasional.

“Kita siap membantu percepatan pengesahan APBD. Namun semua itu tentunya harus mengacu pada peraturan perundang-undangan. Tidak bisa disahkan begitu saja. “ ujar Anggota DPRD  Karo, asal Fraksi Golkar, Inganta Kembaren, SH, kepada Sumut Pos, Selasa (3/1).

Kabid Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan,  mengakui  keterlambatan pengesahan APBD Karo terkait,  adanya kendala pada  tingkat  pembahasan sebelum RAPBD. Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)  kepala daerah, juga baru selesai pada akhir Desember tahun lalu.

Jhonson juga tidak menampik jika  keterlambatan penyelesaian RPJM, akan turut berimbas pada tahapan pembahasan selanjutnya seperti, Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJMP), KUA PPAS, RAPBD, dan APBD. (wan)
Sementara terkait,  belanja wajib mengikat (belanja rutin), Kabid Humas, menyatakan hal itu menunggu keputusan  Bupati Karo. (wan)

Dinkes Segera Tinjau Hypermart Binjai Supermall

Soal Ditemukannya Dugaan Minuman Susu Basi

BINJAI- Dinas Kesehatan Kota Binjai segera meninjau Hypermart Binjai Supermall (BSM) di Jalan Soekarno Hatta terkait temuan konsumen yang membeli susu basi dan muntah-muntah usai meminum susu tersebut.
“Pusat perbelanjaan mana itu? Kalau memang begitu, susu yang dibelinya itu jangan dibuang. Biar kita tindaklanjuti ke Hypermart besok (hari ini-red),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Binjai, dr Agusnadi Tala saat dihubungi wartawan, Selasa (3/1).

Agusnadi mempertanyakan masa berlaku susu tersebut untuk dijual. Sebab menurutnya, jika konsumen muntah saat minum susu itu, bias jadi susu tersebut sudah bahaya dan tidak layak untuk dijual. “Masa berlaku susu itu masih ada atau tidak? Kalau tinggal satu bulan lagi, memang masih bisa dijual. Tapi mungkin saja, pengusaha kurang memperhatikan tempat penyimpanan susu tersebut. Sehingga, susu itu berubah rasa dan mengakibatkan konsumen muntah-muntah,” ujarnya.

Agusnadi berharap kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan barang atau makanan yang akan dibeli, baik di pasar tradisional maupun pasar modren. “Kalau masyarakat ada mendapatkan makanan yang sudah tidak layak jual, segera lapor ke Dinkes Binjai agar bisa ditindak lanjuti. Jadi, saya pesan sekali lagi, jangan dibuang susu itu ya, biar kami bisa tindaklanjuti,” imbaunya.

Sementara itu, seorang korban yang muntah-muntah, Evan Dani saat ditemui Sumut Pos di rumahnya menduga bahwa DPRD Binjai ada main belakang dengan pihak pengusaha Hypermart dan PT Sukanda Djaya selaku penyedia barang. Sebab, terdapat beberapa keanehan saat anggota DPRD Binjai dari komisi B, melakukan pertemuan dengan kedua pelaku usaha tersebut.

”Ada beberapa keanehan yang akhirnya saya temukan. Yang pertama, sikap DPRD seperti acuh tak acuh menerima pengaduan saya dan belakangan diketahui, Maruli Malau beserta sejumlah anggota DPRD Binjai dari Komisi B lainnya sudah mengadakan pertemuan dengan Hypermart dan PT Sukanda Djaya, dan saya menilai pertemuan itu gelap atau ilegal. Karena rekomendasi pemanggilan dari unsur pimpinan DPRD terhadap kedua pelaku usaha itu belum ada,” ungkapnya.

Evan menyampaikan, setelah mendapat keterangan dari Ketua komisi A DPRD Binjai, HM Yusuf SH. “Ketua Komisi B mengakui, kalau pihaknya belum ada mengadakan pertemuan dengan pelaku usaha itu. Bahkan, Ketua Komisi B mengakui, tidak berani melakukan panggilan jika belum ada disposisi dari pimpinan dewan” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Evan, selain HM Yusuf, Wakil Ketua DPRD Binjai, H Bahman Nasution, juga mengakui, kalau dirinya belum ada memberikan disposisi kepada komisi A dan B, guna melakukan pemanggilan maupun pertemuan dengan pelaku usaha tersebut. “Secara pribadi saya belum ada medisposisikan surat untuk pemanggilan kedua pelaku usaha itu. Begini saja, dalam waktu dekat ini akan segera kita tanda tangani surat disposisi tersebut, agar pelaku usaha kita panggil lagi,” ujar Evan mengulai jawaban H Bahman Nasution.

Sementara Maruli Malau, selaku anggota Komisi B dari Partai PPP, saat dikonfirmasi terkait pertemuannya dengan kedua pelaku usaha yang dinilai ilegal oleh korban, kepada Sumut Pos membantah tudingan Evan yang menyebutnya ada bermain dalam kasus susu basi tersebut. “Saya sudah ikhlas ingin membantunya, kalau sudah begini apa lagi yang mau kita buat. Saya sendiri sudah malas mencapurinya,” katanya kepada Sumut Pos. (dan)

40 Anak di Langkat Terkapar Keracunan

Usai Makan Siomay

LANGKAT- Sebanyak 40-an orang anak Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Langkat, Selasa (3/1) diduga keracunan usai mengkonsumsi siomay, yang dijual warga setempat di sekitar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 053980. Akibatnya, anak-anak tersebut mengalami muntah dan sakit perut.

Dari jumlah korban tersebut, 10 diantaranya terpaksa dievakuasi dengan menggunakan sampan (boat) ke Dusun Pematang Buluh, Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang, Langkat. Korban dibaringkan di dermaga dengan tenaga medis Puskesmas setempat. Tapi, akibat minimnya peralatan dan obat-obatan korban hanya dibaringkan diatas pelataran dermaga dan dipasang infus.

Selain itu, ada warga lainnya terpaksa merujuk anaknya ke RS Asia Medica Binjai karena khawatir.  Seperti dilakukan, Usman (34) mengaku, peristiwa berawal dari jajanan bakso. “Pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, anak-anak beli jajanan siomay (bakso) di jual seorang warga dekat sekolah, selang beberapa jam memakan bakso sekitar pukul 13.00 WIB, anakku muntah-muntah seperti keracunan, begitu juga dengan puluhan anak laimnya,” beber dia seraya mengaku anak pedagang yang infonya baru kali pertama dagang siomay menjadi korban.

Amatan wartawan di dermaga Batang Buluh, sekitar dua jam delapan korban terlantar, selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Secanggang menggunakan mobil pick up guna perawatan intensif.    Mirisnya, saat bersamaan Camat Kecamatan Secanggang, Ibnu Hajar tidak tampak di lokasi. Begitu juga dengan Sekretaris Camat (Sekcam) tak kelihatan di lokasi. Akibat hal itu, warga di lokasi tersebut menggerutu.
“Parah kali Pak Camat ini, masak ada warganya yang kena musibah masal seperti ini tidak tanggap,” keluh warga.
Camat Secanggang Ibnu Hajar ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku sedang di luar kota. “Saya lagi diluar kota, jadi nggak sempat datang,” ucapnya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Langkat, Ernis Syafrin, di lokasi mengaku kecewa dengan Camat Secanggang yang tidak tangap akan warganya.

“Kenapa camatnya atau mewakili tidak ada di tempat, inikan persoalan nyawa lagi pula korbannya anak-anak. Kalau seperti ini sikap seorang kepala kecamatan sudah selayaknya Bupati Langkat mengevaluasi kerjanya, apalagi Langkat diwacanakan kabupaten layak anak (KLA) bisa tidak terwujud bila tidak ada dukungan seperti ini,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun di dermaga Batang Buluh, anak-anak korban dugaan makanan siomay diantaranya, M Ananda Habib (9), Tika Ramadani (4), Trinanda Dewi (5), Faridah (13), Madina Aulia (1,7), Mawan (10), Frida (13), Ika (2,5), Ferdi (9) dirawat di RS Asia Medica-Binjai dan Nanda (9) dirawat di RSU Tanjungpura, Yazid (4), Nanda (5). Sedangkan, tiga puluh orang lagi masih dirawat di Desa Jaring Halus.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Langkat, Syahrizal menegaskan seluruh korban tidak akan ditanggung Pemkab Langkat untuk biaya  perobatannya. (mag-4)

PDT Ajang Pelestarian Danau Toba

MEDAN- Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Dr Ir Hj Hidayati MSi menyebutkan, Pesta Danau Toba (PDT) 2011 yang digelar di Open Stage Parapat, Selasa (27/12) lalu bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk terus melestarikan Danau Toba.

“Pesta tahunan harus menjadi momen untuk membenahi Danau Toba secara lebih baik di masa yang akan datang,” katanya, kemarin.

Dia menyebutkan, melestarikan Danau Toba tak boleh berhenti dengan gelaran pesta, tapi perlu upaya jangka pendek, menengah dan panjang. “Dengan PDT 2011, kita harus mulai mengkampanyekan cinta Danau Toba, agar danau kebanggaan Sumut menjadi aset wisata nasional bahkan Internasional,” ujarnya.

Plt Gubsu Gatot Pujonugroho memberikan apresiasinya yang tinggi terhadap kegiatan tahunan tersebut. “Sesuai gagasan, kawasan Danau Toba diharapkan menjadi Kawasan Ekonomi Pariwisata Nasional (KEPN), sehingga pengembangan destinasi wisata di Sumut lebih optimal,” ujarnya.

Lebih jauh, Gatot mengajak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan Danau Toba untuk mendukung gagasan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menyikapi keinginan tersebut, Kepala BLH Dr Hidayati MSi berharap pemerintah pusat dapat menyegerakan pengembangan Danau Toba sebagai kawasan wisata yang akan berperan penting dalam pengembangan perekonomian masyarakat Sumut khususnya maupun ke level nasional.

BLH sendiri ikut berpartisipasi sebelum dan pada PDT 2011, di antaranya dengan menggelar Clean Up Danau Toba TPST, Pangururan, Kabupaten Samosir yang dihadiri 300 orang aparatur Pemkab Samosir, LSM, Kodam, BKPEKDT dan BLH SU pada 21 Desember 2011.Selanjutnya, pemberian bantuan tempat sampah, pemasangan spanduk dan papan pengumuman pesan moral lingkungan bertemakan Danau Toba Bersih di Lapangan Pagoda dan Pantai Bebas Parapat, Pelabuhan Ajibata dan Tomok 23 Desember 2011.

Pada puncak PDT, BLH juga menggelar acara defile siswa Aku Cinta Danau Toba (ACDT)  di Lapangan Pagoda, Parapat, yang dihadiri 150 orang siswa SD serta Aksi Pungut dan Pilah Sampah (clean up Danau Toba) pada 27-30 Desember 2011.

Lebih spesifik Hidayati berharap dengan PDT 2011 ini, ada perubahan perilaku, khususnya masyarakat di kawasan Danau Toba sendiri untuk lebih mencintai potensi alam yang memiliki karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh  negara-negara lain. Sehingganya dalam pemanfaatan potensi alam untuk peningkatan perekonomian tetap mengedepankan  konsep ramah lingkungan. (ade/rel)

14 Korban Bencana Dibantu Pemko

TEBING TINGGI- Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyerahkan bantuan perbaikan rumah masyarakat yang menjadi korban bencana angin puting beliung di kawasan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Selasa (3/1).
Bantuan perbaikan rumah untuk 14 korban itu berasal dari Dana Stimulan tersebut diserahkan Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Waka Polres Tebing Tinggi Kompol Safwan Khayat MHum, Kakan Kemenag Drs H Hasful Husnain, Camat Padang Hilir Ferry F Lubis.

Umar mengaku turut prihatin atas musibah yang telah menimpa warganya. Memang, jumlah bantuan yang diserahkan hanya 25 persen dari total kerugian. Tapi, Pemko Tebing Tinggi sangat berharap agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Umar Hasibuan, bencana yang dialami pada saat itu diakibatkan hembusan angin terlalu kencang.  Ke depan, perlu diantisipasi dengan mendirikan rumah sesuai kajian ilmu tehnik . Seperti melihat struktur tanah, fisik bangunan serta mengikat dan mempunyai ruang buka 30 persen. (mag-3)

Pria Pengangguran Gantung Diri

TEBING TINGGI- Seorang pria pengangguran, Irwansyah (19) warga Jalan Syehk Berigin, Lingkungan II, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon coklat, Senin (2/1) sekira pukul 20.00 WIB.

Jenazah Irwansyah pertama kali ditemukan oleh adiknya, Budi Suyanto (15) yang sengaja mencari abangnya karena tidak pulang ke rumah selama satu hari, merasa curiga adiknya melihat kebun coklat yang berada di dekat rumahnya dan melihat abangnya sudah tergantung di batang coklat tersebut. “Di kebun milik Sihombing abang saya menggantung diri,” ujarnya sembari menangis.

Kedua orangtua Irwansyah, Julik (51) dan Watini  (45) tidak percaya anaknya tewas gantung diri di kebun coklat tersebut karena pagi harinya masih berjumpa dan sempat bertegur sapa. Watini mengaku selalu mendengar Irwansyah mengeluh karena tak mendapatkan pekerjaan .

“Irwan selalu cerita kepada kami ingin bekerja agar bisa membantu orangtua dan membiayai kebutuhan adik-adiknya yang masih sekolah,” ucapnya. “Enggak tahu lagi kami pak entah mau bilang apa, mungkin ini sudah takdir Irwan,” keluhnya

Petugas Polsek Padang Hilir bersama Tim Identifikasi Polres Tebing Tinggi melakukan oleh tempat kejadian perkara. Kapolsek Padang Hilir, AKP Watshon Nasution mengatakan memang benar korban tewas murni bunuh diri. “Hasil olah TKP, korban murni tewas gantung diri,” terangnya.  (mag-3)

RBM Pakpak Bharat Segera Direalisasikan

PAKPAK BHARAT- Ruang belajar masyarakat (RBM) di Pakpak Bharat segera terealisasi pada tahun 2012 ini. Ruangan itu dibangun sebagai wujud untuk menumbuhkan prilaku belajar bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Kordinator Fasilitator Teknik Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pakpakk Bharat, Robet Situmorang usai Workshop Petunjuk Teknis Penggunaan Bantuan Langsung Masyarakat Dana Operasional Kegiatan (BLM DOK) RBM PNPM Mandiri perdesaan tahun anggaran 2011, di Waris Hotel.

Dia menyebutkan, RBM merupakan suatu kultur atau perilaku belajar yang terorganisir, terstruktur dan sistematis serta terbentuk sebagai hasil pengkondisian ruang bersama yang dilakukan secara terus-menerus oleh masyarakat pelaku program sendiri melalui kegiatan-kegiatan belajar bersama.

RBM di Pakpak Bharat, paparnya akan segera terealisasi seperti kabupaten/kota lainnya di Sumut dan saat ini masih 50 persen RBM hadir di Sumut. RBM dibangun untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dan akan dibimbing melalui PNPM Mandiri Pedesaan.

Fasilitator kabupaten, kecamatan dan aparatur pemerintahan di kabupaten/kota akan terus melakukan pembinaan secara langsung kepada masyarakat umum melalui peduli PNPM Mandiri.

Menurut Situmorang, sasaran kegiatan RBM selain terbentuknya ruang belajar
bersama masyarakat perdesaan di lingkup kabupaten, tersedianya dan
berkembangnya tenaga pelatih masyarakat di bidang pengawasan, pemeriksaan,
penanganan masalah. (mag-14)

11 Kabupaten Perlambat Penyaluran Dana Bos

MEDAN- Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada 11 kabupaten/kota untuk segera melaporkan data siswa penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya, tanpa ada laporan itu sama saja kabupaten/kota memperlambat penyaluran dana tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/1). Menurut dia, kini masih ada melakukan rekapitulasi data jumlah siswa baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang baru masuk.

Dia memaparkan, 11 Kabupaten/Kota  yang belum melaporkan data siswa diantaranya yakni Tanjung Balai, Labuhan Batu, Langkat, Nias Barat, Padanglawas, Padang Sidimpuan, Samosir, Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.

Syaiful menyebutkan beberapa daerah yang menyampaikan sebagian data yang masuk seperti Medan, Nias, dan Pakpak Bharat. “Sedangkan Medan, baru sebagian siswa yakni SD, sedangkan tingkat SMP belum ada. Kami harapkan segera dilengkapi datanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta, pengiriman data-data tersebut harus secepatnya masuk ke Dinas Pendidikan Sumut. Sebab, target penyaluran dana BOS yakni tanggal 16 Januari 2012. “Harapannya besok (hari ini, Red) harus sudah masuk data-datanya, karena kami harus merekapitulasi, dan mengkonfirmasi data-datanya. Belum lagi kami harus membuat MoU dengan kabupaten/kota,” paparnya.

Menurut Syaiful tim monitoring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional akan turun secara langsung melihat kesiapan daerah. Apabila daerah terlambat mengirimkan data, maka dampaknya kepada penyaluran dana BOS. Diharapkan, Sumut jangan tertinggal dengan Provinsi lainnya dalam penyaluran dana BOS.
“Kami ingin pelaksanaannya sesuai dengan target pemerintah. Jadi kami harapkan dukungan kabupaten/kota. Para Kepala Dinas jangan menyerahkan sepenuhnya kepada staf, tapi turut melihat data-data yang disampaikan tersebut,” ucapnya.

Mantan Pj Bupati Batubara ini menegaskan, penyaluran dana BOS tahun 2012 tidak menggunakan sistem lama. Kini, pengelolaan dana BOS langsung di bawah tanggungjawab Pemerintah Provinsi, dan tidak lagi Pemkab/Pemko. Dalam penyalurannya, dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk Sumut pada 2012  mencapai Rp1,5 triliun untuk sekitar 2,3 juta siswa. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya nilai yang dikucurkan pemerintah ke masing-masing satuan pendidikan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis mengakui, masih ada beberapa sekolah yang perlu diverifikasi data jumlah siswanya. Untuk itu, pihaknya belum menyerahkan sepenuhnya data siswanya.”Kami upayakan dalam beberapa hari ke depan datanya sudah siap, dan langsung diserahkan ke Provinsi,” jelasnya. (uma)
Rajab menyatakan, besarnya jumlah siswa penerima dana BOS membuat pihaknya teliti dalam melihat laporan sekolah. Sehingga, penyaluran dana BOS menjadi tepat sasaran.(uma)

9 Jam Terapung, Dievakuasi Tim SAR Aceh

Nelayan Korban Tabrak Lari Kapal Tanker

Sebanyak tujuh nelayan korban tabrak lari kapal tanker di Perairan Selat Malaka asal Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara selamat setelah terapung-apung selama 9 jam di laut.

Nelayan itu ditemukan oleh boat asing, yang melintas kemudian menolongnya. Selanjutnya, Tim SAR Aceh langsung mengevakuasi nelayan langsung membawanya ke Aceh Daratan.

Pasca dievakuasi tim SAR dan tiba di Pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh, Nasrul (32) pemilik boat nelayan ‘Rezeki Makmur’ dan nakhoda bersama keenam awak kapal lainnya, berucap syukur tak terhingga. Saat itu hal terburuk seperti kehilanagn nyawa melintas dibenaknya.

Dia mengisahkan awal perjalananya melaut, 26 Desember lalu. Beberapa hari di laut, tepatnya Minggu (1/1) sekira pukul 04.15 WIB, mereka sedang melempar pancing. Dinihari itu, hujan deras meski tidak disertai angin kencang. Saat itu, tidak melihat atau mendengar tanda-tanda ada kapal besar di sekitar lokasi melempar pancing itu.
Tanpa ada aba-aba berupa klakson atau lampu, tiba-tiba terdengar suara benturan cukup keras disertai goncangan dahsyat. Sedetik kemudian mereka terlempar menghantam benda keras dan setelahnya tercebur ka laut. “Belum bisa memikirkan apa-apa dan beberapa saat lamanya,” katanya, Selasa (3/1).

Satu malaman mereka terapung di lautan. Nasrul sudah kepayahan berenang sambil memanggil semua anak buah kapalnya. Baru saat mentari pagi menerangi laut lepas Perairan Selat Malaka, semua anak buahnya bisa berkumpul kembali.

Anehnya, sebutnya dua kali kapal besar melintas selalu mengabaikan permintaan tolong mereka. Keduanya berbendera asing, bukannya menolong, malahan menghindar dan menjauh dari tempat mereka terapung-apung. Matahari pun telah lewat dari atas kepala, akhirnya melintas kapal MV Limin Swordfish type Anchor Handling Tug, yang menarik tongkang. Kapal inilah yang menolong mereka.

Kapal Limin ini, tak mau berbalik arah ke Belawan lagi. Mereka, hanya bisa pasrah. Pihak kapal menghubungi Tim SAR Aceh, dan berhasil terhubung serta bersedia menjemput atau mengevakuasi mereka di Perairan Aceh antara Ulee Lheue dan Sabang.

Ikut bersama Nasrul, yaitu Syamsul Anwar (39), Sudarman (26), Andi Rahmat (33), Arifin (40), Najri (26), dan Mulkan (30). Ketujuh nelayan Tanjung Balai tersebut merupakan warga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Mereka melaut dengan kapal milik Nasrul dari tahun 2006.

Amatan Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos) ketujuh nelayan itu hanya tersisa baju yang di badan. Mereka menyebutkan baju yang dipakainya sudah mengering dan menjadi saksi bisu bagaimana mereka terapung dan terombang-ambing di laut, hingga diselamatkan kapal dan TIM SAR Aceh.

Sementara itu, Kapten Kapal Tim Basarnas RB208, Supriadi mengungkapkan, pihaknya dihubungi melalui radio Senin (2/1) petang, dikarenakan harus berkoordinasi dengan pihak keimigrasian bidang Karantina, mereka bersedia mengevakuasi pagi Selasa sekira pukul 07.30 WIB. (ian/jpnn)

Kejar 26

NEWCASTLE vs MANCHESTER UNITED

MANCHESTER-Kekalahan 2-3 yang dialami Manchester United saat menjamu Blackburn Rovers, tiga hari lalu benar-benar membekas dibena k seluruh punggawa The Red Devils.

Betapa tidak, andai pada pertandingan itu The Red Devils mampu membungkam tamunya yang penghuni dasar klasemen, secara otomatis anak asuh Sir Alex Ferguson berada di puncak klasemen, menyusul kekalahan 0-1 yang dialami Manchester City ketika bertandang ke markas Sunderland.

Karenanya, The Magpies (julukan Newcastle United) harus ekstra hat-hati saat menjamu Manchester United di Sports Direct Arena, dini hari WIB.
Rasa kecewa akibat kekalahan atas Blackburn bakal berubah menjadikan amartah untuk mertaih tiga angka atas Newcastle.

“Kami telah membuang kesempatan. Harusnya, saat ini kami telah berada di puncak klasemen. Namun begitu, kami akan terus berupaya meraih apa yang kami inginkan,” bilang Fergie.

Untuk merealisasikan target kemenangan, besar  kemungkinan Fergie kembali menempatkan Wayne Rooney sebagai ujung tombak. Sebelumnya, Rooney diketahui tidak bermain saat United dikalahkan Blackburn.

Isu tidak sedap pun sempat mengiringi kekalahan United tersebut. Ya, banyak kalangan menuding, Rooney tidak bermain melawan Blackburn karena bersikap indisipliner sehingga dihukum Fergie.

Selain permasalahan Rooney, Fergie juga terus dipusingkan dengan cedera pemain yang terus mendera timnya. Tercatat, delapan pilar United masih terkapar di ruang perawatan. Sialnya, tiga diantaranya merupakan andalan United di lini pertahanan, yakni Rio Ferdinand, Jonny Evans dan Nemanja Vidic.

Keroposnya lini pertahanan inilah yang diakui Fergie menjadi salah satu titik lemah timnya. Diketahui, saat kalah dari Blackburn, Fergie terpaksa memainkan Michael Carrick sebagai bek tengah, berduet dengan Phil Jones. Sejatinya kita tahu bahwa Carrick merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang atau berada di lapangan tengah. Untuk laga kali ini, Fergie belum mau memberikan bocoran terkait dua bek tengah yang akan dimainkannya.

“Kami berusaha keras mempersiapkan Rio Ferdinand dan Ryan Giggs untuk hari Rabu, itu akan memberikan perbedaan yang bagus bagi kami. Kondisi Anderson pun seharusnya sudah lebih baik, dia bermain 45 menit pada Sabtu setelah empat bulan absen,” ucap Sir Alex kepada stasiun radio Sirius XM.

Sementara di kubu Newcastle, pelatih Alan Pardew mulai mendapat tekanan dari manajemen klub setelah hanya mampu meraih satu kemenangan di delapan laga terakhir. Rentetan hasil buruk ini praktis membuat posisi The Magpies di klasemen kian melorot. Jika sebelumnya, The Toon Army (julukan lain Newcastle) sempat nangkring di empat besar, kini mereka harus puas berada di posisi tujuh klasemen sementara.

Menilik rekor pertemuan kedua tim, sejauh ini Newcastle telah 66 kali menjamu Manchester United. Kedua tim sama-sama meraih 25 kemenangan, dengan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Kesimpulannya, siapa yang menjadi pemenang pada pertandingan kali ini akan menorehkan rekor kemenangan ke-26, yang berarti menorehkan dominasi atas lawannya. (bbs/jpnn)