Home Blog Page 1405

Polres Pelabuhan Belawan Gelar Donor Darah dan Bakti

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan menggelar kegiatan bakti kesehatan dan donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-77. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Wira Satya Polres Pelabuhan Belawan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, SH., MH. di Aula Mapolres Pelabuhan Belawan, Kamis (22/06/2023)

Acara bakti kesehatan dan donor darah ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Belawan Nyonya Yuli Josua, serta peserta dari personil Polres Pelabuhan Belawan, personil Lantamal I Belawan, personil Kejaksaan Negeri Belawan, dan Bhayangkari Cabang Pelabuhan Belawan. Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan tim kesehatan dari RS. Umum Adam Malik Medan.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Pelabuhan Belawan terhadap kesehatan masyarakat. Melalui bakti kesehatan, mereka memberikan pelayanan medis gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, donor darah juga dilaksanakan untuk mendukung kebutuhan darah di rumah sakit dan membantu mereka yang membutuhkan transfusi darah.

“Kami berharap melalui kegiatan bakti kesehatan ini, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kestabilan pasokan darah di wilayah ini,” ujar AKBP Josua Tampubolon.

Dalam kegiatan bakti kesehatan ini, tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat dari RS. Umum Adam Malik Medan memberikan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pengobatan ringan, serta pembagian obat-obatan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Selain itu, tim juga memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pengelolaan kesehatan secara umum.

Sementara itu, kegiatan donor darah juga berlangsung dengan antusias. Para peserta, termasuk anggota kepolisian, anggota Lantamal I Belawan, dan anggota Kejaksaan Negeri Belawan, dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Proses donor darah dilakukan oleh tim medis yang terlatih dan dengan mematuhi protokol keamanan dan sterilisasi yang ketat.

Kegiatan bakti kesehatan dan donor darah ini merupakan bentuk nyata dari semangat Bhayangkara yang selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Polres Pelabuhan Belawan berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kepedulian sosial dalam menjaga stabilitas dan harmoni di wilayah Pelabuhan Belawan.

Dalam kesempatan ini, Polres Pelabuhan Belawan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan bakti kesehatan dan donor darah ini, serta berharap semangat gotong royong dan kebersamaan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan aman. (mag-1/ram)

Miliki 1.005 Butir Ekstasi, Warga Padang Dituntut 12 Tahun Penjara

TUNTUTAN: Majelis hakim mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU terhadap terdakwa kasus ekstasi secara virtual, Jumat (23/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Indra Sanjaya (37) warga asal Kota Padang, Sumatera Barat dituntut jaksa 12 tahun penjara. Dia dinilai terbukti memiliki 1.005 butir pil ekstasi, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (23/6/2023).

Jaksa penuntut umum (JPU) Marina Subakti dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan terdakwa dengan pidana 12 tahun penjara, denda Rp1 miliar, sub sider 6 bulan penjara,” kata JPU.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa yang juga memiliki rumah di Jalan Karya Sastra Tembung Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan, Medan tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan narkotika.

“Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan sopan selama mengikuti persidangan,” ujarnya lagi.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Khamazaro Waruwu menunda hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip dakwaan, terdakwa ditangkap oleh personel Ditresnarkoba Polda Sumut, yang mendapat informasi bahwa terdakwa akan menerima barang tersebut pada 20 Februari 2023, di dalam Loket Indah Logistik Cargo di Jalan Bhayangkara, Medan.

Petugas menemukan barang bukti ekstasi berupa 2 bungkus plastik tembus pandang berisikan yang diduga narkotika jenis ekstasi warna abu-abu logo kuda jingkrak dengan jumlah 166 butir.

Selanjutnya, empat bungkus plastik tembus pandang yang berisikan pil ekstasi warna abu-abu logo kuda jingkrak dengan jumlah 379 butir dan 3 bungkus plastik berisikan pil ekstasi warna hijau logo GC dengan jumlah 460 butir, total keseluruhan 1.005. (man)

Korupsi Pengajuan Klaim Asuransi Poktan, 3 Terdakwa Dituntut Variasi

VIRTUAL: Tiga terdakwa kasus korupsi menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (23/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa dugaan korupsi pengajuan klaim asuransi kelompok tani (poktan) yang terkena dampak serangan banjir/kerusakan di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) TA 2020, dituntut bervariasi, di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (23/6/2023).

Terdakwa Yuhda Hartas sebagai petugas survey klaim dan administrasi survey Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Deniel Turnip selaku Agen Asuransi Kerugian poktan yang sawahnya terkena musibah banjir/rusak, masing-masing dituntut 1 tahun 3 bulan penjara.

Selain itu, keduanya juga dituntut membayar denda Rp50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, Yuhda Hartas dan Deniel Turnip dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp34 juta. Dengan ketentuan sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, harta benda terpidana disita kemudian dilelang JPU.

“Bila tidak mencukupi menutupi uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara 8 bulan,” ucap JPU Imam Darmono.

Menurut JPU, perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal meringankan untuk kedua terdakwa, mengakui dan menyesali perbuatannya serta telah mengembalikan kerugian keuangan negara masing-masing Rp41 juta.

“Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana,” tegas JPU.

Sementara terdakwa lainnya, Daeng Khairunil Azwar selaku Ketua Poktan Gelam, dituntut lebih tinggi yakni, 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan serta dikenakan membayar uang pengganti sebesar Rp250 juta, subsider 6 bulan penjara.

Usai persidangan, JPU Imam Darmono mengatakan, dalam perkara ini total kerugian keuangan negara sebesar Rp1.861.060.00. (man/ram)

Mahasiswa CUHK Hongkong Gelar Bakti Sosial di Belawan 1

PERIKSA: Mahasiswa Kedokteran CUHK Hongkong saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga Belawan 1, Jumat (23/6/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Mahasiswa Kedokteran CUHK Hongkong bekerjasama dengan SCO mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Lorong Melati Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Belawan, Jumat (23/6/2023). Sebelumnya, bakti sosial ini sudah dilaksanakan di Kelurahan Bagan Deli dan Kelurahan Belawan Bahari Kampung Kurnia.

Kordinator Bakti Sosial oleh Mahasiswa Kedokteran CUHK Hongkong, Riska Simangunsong menyatakan ada 26 mahasiswa kedokteran CUHK yang ikut bergabung. Dan mereka sudah tiba sejak tanggal 12-24 Juni mendatang.

“Dalam kegiatan ini kami hanya melakukan pelayanan kesehatan. Bukan pengobatan atau memberi obat,” ujarnya.

Adapun pelayanan kesehatan yang dilakukan seperti pemeriksaan mata, gigi, tensi tekan darah dan konsultasi tentang pelayanan pemeriksaan kesehatan agar masyarakat lebih bisa memahami hidup sehat dan bersih.

Kegiatan sosialisasi perjalanan pemeriksaan kesehatan ini dihadiri oleh warga masyarakat sekitar lebih kurang 170 orang dari berbagai seputaran lorong.

Ketua IPK Ranting Kelurahan Belawan 1 Syahrial mengatakan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa CUHK Hongkong yang sudah peduli dengan warga Belawan.

“Masyarakat juga senang dengan kegiatan ini, terbukti berbagai warga dari lorong-lorong sekitar ikut serta,” ungkapnya.

Sementara itu, penasehat IPK Ranting Kelurahan Belawan 1 Dedy Satria Ainal, mengatakan rasa syukurnya dengan kegiatan ini.

“Semoga semua merasa senang dengan kegiatan ini, dan mendapatkan berkah,” tutupnya. (mag-1/ram)

Pertahankan Budaya Leluhur, Pengrajin Seni Ukir di Toba Bertahan Usai Pandemi

PAMERAN: pengrajin seni ukir (tengah) bersama istri dan pegawai BRI saat mengikuti pameran UMKM di Lapangan Benteng Medan tahun 2022.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Tradisi suku Batak Toba sejak ratusan tahun yang lalu dikenal dengan sebi ukur yang berasal dari nenek moyang mereka.

Seni ukiran di kebudayaan masyarakat Batak Toba memberikan repsentasi simbol serta maksud tertentu. Karenanya tak jarang rumah – rumah orang Toba dihiasi pernak – pernik ukir yang penuh arti.

Pengrajin seni ukir atau sering dikenal dengan sebutan handycraft dapat dijumpai di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
M Samosir (48) merupakan salah satu pengukir di kawasan destinasi Danau Toba. Dia menyadari saat ini minat masyarakat terutama kaum muda sangat minim dengan sebi ukir.

“Ya karena salah satu alasannya adalah arus modernisasi,” ujarnya, Kamis (22/6/2023).

Dijelaskannya, seni ukir ini bukan hanya sekadar seni, tetapi juga untuk melestarikan budaya. Karena dibesarkan di keluarga pengukir, M Samosir pun mulai mempelajari dan menjadikannya profesi.

Bahkan, sejak tahun 2012, dia sudah aktif mengikuti berbagai pameran.

“Orang toba menyebut seni ukir itu bernama gorga, berupa pahatan kayu yang dilukis sedemikian rupa membentuk karakter tertentu,” jelas M Samosir.

Bagi orang Batak Toba, ukiran tak hanya dipandang sebagai sesuatu objek seni yang indah. Lekukan hasil dari pahatannya bermakna magis dengan karaker warna merah, hitam dan putih yang sangat kuat. Sarat dengan simbol hukum, aturan serta adat istiadat yang mengikat.

ia menjelaskan ukiran atau gorga bagi pengrajin di Batak Toba masih menggunakan peralatan seperti ketam, pahat, mesin amplas, pisau ukir, gergaji, bor tangan, dan lain-lain. Semua dilakukan dengan manual sesuai dengan motif ukiran yang dipesan.

Kayu yang digunakan adalah kayu ungil, sebab ketahanan kayu tersebut cukup kuat. Serta tidak begitu sukar membentuk bagian permukaan hingga dalamnya saat proses pemahatan dilakukan.

Hasil pahatan seni yang dibuat M Samosir berupa perkakas rumah tangga, hiasan dinding, miniatur aksesoris gantungan kunci, tongkat adat, hingga peti mati. Hal tersebut menjadi media yang lazim bagi orang toba untuk mengaktualisasikan seni ukir yang berasal nenek moyang mereka.

Hasil kerajinannya berupa aksesoris buat wisatawan sering dijajakan toko-toko souvenir di Samosir, Balige, Parapat. “Miniatur budaya dan gantungan kunci yang saya buat ini, nanti ada yang ambil. Biasanya mereka pesan dulu,” ujarnya.

Bahkan pesanan kerajinan ukiran tak datang dari kawasan toba saja. Pertengahan Mei 2023, ia menyelesaikan pesanan Tunggal Panaluan (tongkat kayu panjang sekitar 2 meter) dan sudah mengirimnya ke Kota Bekasi, Jawa Barat. Tongkat yang biasanya digunakan untuk acara adat ini, ia bandrol seharga Rp2,5 juta.

Di tempat berbeda, M Sirait (55) menyarankan agar pengrajin membuat komunitas lalu berdiskusi bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membuat iklan dan sistem penjualan online.

Sosok pria yang juga pendiri Taman Eden 100 di Toba menyampaikan bahwa perlu adanya sekumpulan tempat khusus menjajakan semua hasil seni lokal. “Jadi wisatawan yang ingin mencari souvenir kesana semua. Seperti yang ada di Provinsi Bali, tempatnya besar dan semua karya seni Bali ada di sana,” jelasnya.

Diselamatkan KUR BRI dari keterpurukan Covid-19

Pandemi Covid-19 diawal tahun 2020 lalu, sempat membuat usaha M Samosir terpuruk. Sebab kunjungan wisatawan ke Danau Toba menurun drastis. Membuat toko toko souvenir banyak yang tutup dan tak ada yang membeli karya seni ukirnya.

“Wah, kalau masa cCovid itu memang gawat kali. Saya sampai kehabisan modal juga,” kata M Samosir.

Untuk mencari kesibukan waktu luangnya, ia berladang serta membantu profesi istrinya menjadi pengepul hasil bumi di daerahnya. Sebab tak ada orderan kerajinan yang diterimanya.

Kini aktivitas pariwisata kembali normal. Ia pun memulai kegiatannya seperti semula. Kendala berikutnya dialami adalah kurangnya modal. “Disitulah saya punya pengalaman meminjam KUR ke Bank BRI,” kenangnya.

Ia juga bercerita soal keseriusan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membatu pelaku usaha yang terpuruk usai hantaman tsunami Covid-19, diakuinya sangat menolong pinjaman tersebut. Ia pun tak menyangka dengan suntikan modal pinjaman itu, usahanya kini perlahan bangkit.

“Kalau tak dibantu BRI entah bagaimana lah saya saat itu. Mungkin saya tak begini lagi. Yah, ke ladang-ladang saja lah,” ujar M Samosir.

Tak hanya memberikan suntikan permodalan, ia juga kerap dilibatkan dalam program BRI berupa pameran dari karya kerajinannya.

“Jadi kalau orang BRI bikin acara saya sering dikontak untuk bantu isi stand UMKM. Lumayan juga saya pikir, habis Covid itu, saya lebih punya kesempatan memperkenalkan budaya nenek moyang kami melalui seni,” ucapnya.

Namun ketika ditanya tentang proses penunjang pemasaran melalui sarana digitalisasi, M Samosir menjawab disitulah kelamahanya. “Saya gak bisa main hp, paling anak saya la yang pintar main hp,” pungkasnya. (Dat)

PRULink NextGen Wujudkan Perlindungan Meningkat di Jenjang Kehidupan Nasabah

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen (tengah) didampingi oleh Product Design and Performance Management Prudential Indonesia, Junaedy Aries Wijaya saat memberi keterangan kepada wak Media, Jumat (23/6)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia, terus berinovasi dalam produk asuransi di Indonesia dengan menghadirkan PRULink NextGen. Yang memiliki manfaat turut meningkat jenjang kehidupan.

Hal itu, diungkapkan oleh Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, dalam jumpa pers di Belmondo Cafe, Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (23/6) sore.

Karin menjelaskan mengenai Produk Asuransi yang dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), asuransi jiwa PRULink NextGen. “Kami melihat PAYDI masih diminati masyarakat, karena menggabungkan manfaat perlindungan dan investasi sekaligus,” sebutnya.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat PAYDI masih mendominasi pendapatan premi industri asuransi jiwa sebesar 57,7 persen di tahun 2022. Keunikan dan kompleksitas PAYDI menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi untuk mengemas dan menjual PAYDI.

Karin menambahkan dengan kepemimpinan pasar selama lebih dari 20 tahun untuk produk yang dikaitkan dengan investasi pihaknya mempertegas komitmen dalam mendengarkan, memahami, dan mewujudkan perlindungan optimal yang berkelanjutan dan manfaat yang turut meningkat disetiap jenjang kehidupan melalui PRULink NextGen.

“Produk tersebut memberikan nasabah atau calon nasabah ragam, pilihan solusi perlindungan dengan berbagai pilihan fund, serta dirancang. Untuk melengkapi kebutuhan nasabah sesuai kebutuhan, profil risiko, kemampuan finansial dan tujuan keuangannya,” jelas Karin.

Dia juga mengungkapkan sebagai produk perlindungan jangka panjang PRULink NextGen menawarkan keunggulan usia masuk tertanggung hingga 75 tahun, dengan fleksibilitas dalam pilihan masa perlindungan 75, 85, 99 tahun.

Kedua produk ini juga memberikan perlindungan 300 persen uang pertanggungan meninggal dunia, karena kecelakaan, ketika periode musim liburan Tahun Baru atau Lebaran.

“Kemudian, memberikan manfaat jenjang kehidupan atau life events benefit berupa pengajuan peningkatan Uang Pertanggungan sebesar 10 persen hingga Rp 1 miliar, atas peristiwa hidup yang dialami oleh Tertanggung Utama, berupa pernikahan dan/atau kelahiran sedarah dari Tertanggung Utama,” kata Karin memaparkan.

Selain itu, nasabah juga dapat menikmati loyalty bonus hingga 200 persen yang akan dialokasikan ke dalam Saldo Unit Premi Berkala sejak tahun ke-11 hingga tahun ke-20 polis. Beragam keunggulan yang ditawarkan untuk nasabah/calon nasabah akan memberikan keyakinan dan ketenangan jiwa dalam membangun resiliensi finansial keluarga.

Guna lebih memudahkan nasabah/calon nasabah untuk mendapatkan informasi detail mengenai PRULink NextGen, fitur produk dapat diakses melalui website dan juga media sosial Prudential Indonesia.

Selain calon nasabah mendapatkan penjelasan produk dari tenaga pemasar, Prudential Indonesia juga menyempurnakan proses penjualan PAYDI dengan menyediakan penjelasan produk dalam format video.

Sehingga setiap calon nasabah akan mendapatkan pemahaman yang sama terkait produk, seperti informasi mengenai manfaat, biaya, fitur tambahan, risiko dan pengecualian produk serta adanya analisa profil risiko masing-masing calon nasabah.

Karin menjelaskan bahwa kualitas tenaga pemasar juga terus ditingkatkan dengan melakukan pelatihan ulang (retraining) dan sertifikasi tentang PAYDI.

“Sehingga dapat memberikan informasi produk dengan lebih transparan dan tepat untuk nasabah atau calon nasabah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ucap Karin.

Didampingi oleh Product Design and Performance Management Prudential Indonesia, Junaedy Aries Wijaya, Karin menambahkan inovasi PRULink NextGen makin lengkap dengan upaya perlindungan melalui produk asuransi tambahan PRUPrime Healthcare Plus Pro, yang menawarkan manfaat yang lengkap mulai dari pra rawat inap, ketika rawat inap hingga rawat lanjutan pasca-inap, termasuk memfasilitasi pembiayaan terhadap kebutuhan obat medis modern maupun tradisional yang direkomendasikan oleh dokter yang merawat Tertanggung selama rawat inap.

Dengan bekal pengalaman 175 tahun melindungi nasabah serta keluarganya di dunia dan lebih dari 27 tahun di Tanah Air, Prudential Indonesia teguh berkomitmen mendukung kualitas hidup nasabah dan masyarakat Indonesia.

“Kami harap dengan kehadiran PRULink NextGen semakin banyak keluarga Indonesia yang mendapatkan perlindungan jangka panjang dan memiliki resiliensi finansial, sejalan dengan aspirasi kami agar masyarakat Indonesia #YakinMelangkah wujudkan hidup yang lebih sehat dan lebih sejahtera dan mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya.” pungkas Karin.(rel/tri)

Telkomsel Prestige: Program Loyalitas untuk Temani Gaya Hidup Digital Pelanggan Setia Telkomsel

VP Consumer Sales Area Sumatera Tellkomsel Mulya Budiman (Kiri), VP Postpaid Consumer, International Roaming & Interconnect Telkomsel Bernadus Wahyu Wijayanto (Tengah) dan GM Loyalty & Device Partnership Telkomsel Lolyta Sihite (Kanan) di acara Press Conference Telkomsel Prestige yang di gelar di kota Medan (23/6). Mengapresiasi kesetiaan pelanggan dalam menikmati ragam produk dan layanan unggulan, Telkomsel yang kini telah melayani masyarakat Indonesia selama 28 tahun, telah meluncurkan program loyalitas terbaru, yakni ‘Telkomsel Prestige’. Program ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari program loyalitas yang telah berjalan selama ini, yang kini dirancang dan dihadirkan dengan lebih mengedepankan prinsip customer centric dan lebih menyesuaikan dengan profil penggunaan layanan dari tiap pelanggan setia Telkomsel.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengapresiasi kesetiaan pelanggan dalam menikmati ragam produk dan layanan unggulan, Telkomsel yang kini telah melayani masyarakat Indonesia selama 28 tahun, telah meluncurkan program loyalitas terbaru, yakni ‘Telkomsel Prestige’.

Program ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari program loyalitas yang telah berjalan selama ini, yang kini dirancang dan dihadirkan dengan lebih mengedepankan prinsip customer centric dan lebih menyesuaikan dengan profil penggunaan layanan dari tiap pelanggan setia Telkomsel. Setelah diluncurkan, Telkomsel juga menggelar customer gathering di Kota Medan dengan berbagai activity dan hiburan menarik sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan setia.

Program Telkomsel Prestige dihadirkan untuk pelanggan setia yang sudah menggunakan beragam produk dan layanan unggulan, baik pengguna Telkomsel Prabayar maupun Halo (pascabayar), dan sudah berlangganan minimal enam bulan.

Berbagai keuntungan dan nilai tambah dari program ini akan dapat dinikmati pelanggan dan disesuaikan dengan rerata penggunaan layanan selama periode waktu tertentu, seperti pelanggan kategori Gold untuk rerata penggunaan rutin layanan antara Rp 100 ribu hingga Rp 299 ribu tiap bulan, pelanggan kategori Platinum untuk rerata Rp 399 hingga Rp 999 ribu tiap bulan, dan pelanggan kategori Diamond untuk rerata di atas Rp 1 juta tiap bulan.

Vice President Postpaid Consumer, International Roaming and Interconnect Telkomsel Bernadus W. Wijayanto mengatakan, “Memasuki usia ke-28, Telkomsel senantiasa konsisten berinovasi untuk dapat melampaui ekspektasi pelanggan. Sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan pelanggan selama ini, kami juga semakin adaptif dalam menghadirkan berbagai layanan bernilai tambah yang dapat dinikmati para pelanggan.

Dengan pembaruan program loyalitas melalui Program Telkomsel Prestige, kami berharap dapat semakin membuka peluang bagi pelanggan untuk menikmati pengalaman gaya hidup yang berbeda, yang sesuai dengan profil dan karakter kebutuhan pelanggan. Kami berharap, Program Telkomsel Prestige akan menjadi ‘Your Truly Lifestyle Mates’ yang memberi nilai tambah dalam keseruan pengalaman pelanggan.”

Program Telkomsel Prestige menawarkan berbagai reward menarik dan layanan nilai tambah yang dapat dinikmati pelanggan di tiap kategori. Keuntungan tersebut mencakup antrian prioritas untuk layanan di tiap GraPARI dan Call Center, bonus dan potongan harga khusus berbagai produk gaya hidup digital Telkomsel seperti Kuncie dan berlangganan platform streaming video, bonus Nada Sambung Pribadi (NSP), beragam penawaran hadiah saat momen Hari Pelanggan termasuk penawaran menarik lain dari berbagai mitra, seperti akses khusus untuk airport lounge, serta voucher potongan harga khusus dari Kentucky Fried Chicken (KFC), McDonalds, CGV, Starbucks, Grabmart, Grabcar, dan berbagai merchant pilihan lainnya.

Pelanggan setia Telkomsel dapat melihat kategori dan beragam reward Telkomsel Prestige yang dimiliki dengan mengakses Aplikasi MyTelkomsel. Setiap pelanggan juga dapat melakukan upgrade untuk tingkat kategori Telkomsel Prestige dengan terus meningkatkan penggunaan beragam produk dan layanan unggulan Telkomsel secara rutin tiap bulannya.

Telkomsel juga menggelar Customer Gathering di empat kota, yakni Makassar (16 Juni 2023), Medan (23 Juni 2023), Jakarta (28 Juli 2023), dan Surabaya (11 Agustus 2023). Acara ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sejumlah pelanggan di kategori Diamond yang telah dengan setia menggunakan beragam produk unggulan Telkomsel secara konsisten. Dalam acara tersebut, Telkomsel akan menjamu secara khusus para pelanggan Diamond yang terpilih, dan menghadirkan hiburan seru serta program lucky draw dengan hadiah menarik.

Customer Gathering di Kota Medan

Secara special Telkomsel juga menggelar acara Customer Gathering yang diikuti oleh para pelanggan setia di kota Medan (23/6). Acara ini di gelar di Hotel JW Marriot Medan dengan menghadirkan berbagai keseruan seperti Gala Dinner, Fun activity: Photobox, Photo 360, Putting Green, Nintendo Switch games, Lucky Draw serta ditutup dengan hiburan yang dibawakan oleh penyanyi kenamaan Marcel Siahaan.

Vice President Consumer Sales Area Sumatera Telkomsel Mulya Budiman mengatakan, “Telkomsel berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik serta kemudahan bagi para pelanggan. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pelanggan, khususnya di Area Sumatera yang selalu setia menggunakan produk dan layanan terdepan Telkomsel. Melalui kegiatan Customer Gathering Telkomsel Prestige ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah sekaligus apresiasi kami atas kesetiaan para pelanggan.”

Informasi lebih lanjut mengenai program loyalitas Telkomsel Prestige dapat diakses melalui tautan https://www.telkomsel.com/shops/telkomsel-prestige.(rel)

RSI Siap Bantu Pemerintah Tingkatkan Produktivitas dan Mutu Sawit

RSI resmi dideklarasikan di Gedung PPKS Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sawit Indonesia (RSI) resmi dideklarasikan di Gedung Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Jalan Brigjend Katamso, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (23/6) pagi.

Kehadiran RSI diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani sawit nasional, diantaranya pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang berjalan belum sesuai harapan.

Ketua Umum RSI, Kacuk Sumarto mengatakan, lambatnya pelaksanaan PSR yang belum sesuai dengan target telah menjadi keprihatinan utama pihaknya. Padahal, PSR merupakan program utama pemerintah.

“Lambatnya program PSR juga menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas dan mutu buah sawit dari petani. Ini berpengaruh pada kesejahteraan petani sawit,” kata Kacuk.

Diungkapkan Kacuk, RSI siap menjadi mitra pemerintah dalam percepatan dan perluasan pelaksanaan program PSR agar sesuai dengan yang ditargetkan. Mulai dari penataan ulang peraturan-peraturan pemerintah yang mengatur PSR sampai dengan Juklak dan Juknis.

“Sampai dengan pola-pola pengamanan lapangan dengan menjalin kerja sama pihak Kejaksaan, Kepolisian, Satgas PSR, Ditjendbun, ATR/BPN, KLHK, BPDPKS, dan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Disampaikan Kacuk, RSI juga menyoroti kondisi petani sawit yang kesejahteraannya tidak beranjak meskipun sudah harus meremajakan kembali kebun sawitnya. Para petani sawit perlu melakukan perbaikan dalam hal budidaya, agar tanaman sawit dapat menghasilkan produktivitas tinggi dan mutu buah yang bagus.

Tidak hanya itu, pola pengusahaannya dengan industrialisasi juga harus diperbaiki, sehingga mereka memiliki pabrik pengolah buah, secara bersama-sama gotong-royong.

“Dengan demikian petani tidak lagi mudah dipermainkan harga produksinya, bahkan mendapatkan tambahan pendapatan dengan adanya pabrik pengolahan. Diperlukan juga adanya industrialisasi,” ucapnya.

RSI juga akan menerapkan pola integrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir yang melibatkan para petani kelapa sawit berbadan hukum, perusahaan kelapa sawit yang masuk kategori kecil dan menengah, industri pengolahan dan juga industri penyedia teknologi perkelapasawitan.

Pola kemitraan ini diharapkan dapat menghadapi masalah isu sutainability atas pengelolaan kebun sawit oleh petani, yang dapat berdampak pada pandangan negatif banyak pihak luar negeri dan bahkan dalam negeri.

Hal itu sudah dilakukan di Poktan Mitra Paya Pinang Group (PPG) dengan pendampingan dari IDH (Industri Dagang Hijau), yang diharapkan pada akhir 2023 sudah tersertifikasi ISPO dan juga RSPO.

Disampaikan Kacuk, para penggagas RSI juga prihatin dengan ketidaksinkronan program PSR diantara pelaku yang terkait, sejak pengajuan proposal PSR yang melibatkan ATR/BPN, KLHK, dinas-dinas setempat, perbenihan, penyiapan bibit unggul, penyediaan pupuk dan herbisida, perusahaan mitra, poktan, dan termasuk perbankan.

“Kondisi ini mengakibatkan banyak hambatan sepanjang perjalanan pengajuan proposal sampai dengan pelaksanaan. Hal ini diperparah oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi bahwa dana PSR adalah ‘hibah’ dan banyak juga petani yang bermata gelap atau tidak mempunyai keberdayaan,” sebutnya.

Kacuk menegaskan, munculnya keadaan di antara penggagas RSI bahwa dengan berhimpun melalui korporatisasi berkelanjutan akan mempunyai posisi tawar yang tinggi, sehingga mudah untuk mendapatkan prosi pendapatan atau penghasilan yang lebih tinggi.

“RSI merupakan organisasi yang keanggotaannya terbuka, dan harus dalam bentuk badan hukum yang bersifat korporasi bidang perkelapasawitan, yang mempunyai kebutuhan untuk bersinergi dalam usaha bersama terintegrasi, dengan cara ‘resource sharing’ berbagi sumber daya, dan untuk itu juga berbagi keuntungan sesuai dengan kontribusinya,” terang Kacuk.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, pemerintah menyambut baik kehadiran RSI sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

“Diperlukan kekompakan di antara pelaku perkelapasawitan untuk menyelesaikan banyak tantangan yang saat ini tengah dihadapi. Kehadiran RSI diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi serta solusi dalam menyelesaikan tantangan yang ada,” ucapnya.

Pengusaha Sumut, Irvan Mutiara mengatakan, kehadiran RSI juga bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi petani sawit agar produktivitas dan kualitas tanaman sawit mereka dapat meningkat.

RSI juga akan bermitra dengan pemerintah. Untuk itu harus memiliki lobi yang kuat di pemerintah untuk ‘Menjayakan dan Menjaga Kejayaan Sawit Indonesia’.(gus)

M Nuh Kecewa DPS Pemilu 2024 Masih Bermasalah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara H Muhammad Nuh MSP kecewa dengan adanya informasi, sebanyak 52 juta data pemilih sementara (DPD) untuk Pemilu 2024 yang masih bermasalah. Data tersebut diterimanya dari LSM Perkumpulan Warga Negara untuk Pemilu Jurdil.

Kekecewaan ini disampaikan M Nuh pada Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk, Penyiapan Rumusan Kebijakan Pemungutan dan Penghitugan Suara pada Pemilu 2024 yang diselenggarakan Komite Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (23/6). FGD ini dihadiri partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2024 dan bakal calon Anggota DPD RI.

“Data bermasalah yang dimaksud diantaranya adalah pemilih yang belum memenuhi syarat untuk memilih, dan pemilih yang memiliki identitas ganda dengan lokasi TPS yang sama,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Nuh juga menyampaikan beberapa masukan kepada KPU Sumut. “Rumitnya Pemilu kita saat ini karena terganggunya kepercayaan dalam kehidupan berpolitik kita. Idealnya, para calon (presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten) cukup dengan upaya mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya, tidak perlu lagi dibebani dengan saksi dan mengawasi penyelenggara,” bebernya.

Nuh berharap, Pemilu di Sumatera Utara dapat terselenggara dengan baik dan memuaskan berkat sinergi antara penyelenggara yang bekerja dengan sungguh sungguh dan profesional dengan peserta pemilu (parpol dan perorangan) untuk Indonesia yang lebih baik. (adz)

Kapal Selam Titan Ditemukan Hancur Meledak di Samudra Atlantik, Mayat Belum Ditemukan

SUMUTPOS.CO – Kapal selam Titan, yang dioperasikan oleh OceanGate Expedition yang sempat hilang sejak Minggu (18/6) dipastikan telah meledak di Samudera Atlantik. Hal ini setelah dilakukan pencarian sampai Rabu (22/6) waktu setempat dan dikonfirmasi oleh satuan Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard), Angkatan Laut Kanada dan beberapa tim yang terlibat pencarian.

Pada tanggal 18 Juni lalu, kapal selam itu melakukan ekspedisi untuk menjelajahi bangkai kapal Titanic yang tenggelam di lepas pantai Newfoundland, tetapi dua jam kemudian kehilangan komunikasi. Adapun penumpang kapal selam itu adalah seorang ahli Titanic terkenal, petualang pemegang rekor dunia, dua anggota dari salah satu keluarga terkaya di Pakistan, dan seorang CEO perusahaan.

US Coast Guard dan pakar air laut dalam dari Kanada, Inggris, dan Prancis dilibatkan untuk bersama-sama memulai operasi pencarian kapal selam Titan pada hari Minggu (18/6). Setelah rangkaian pencarian penuh keputus asaan, pada Rabu (22/6), reruntuhan kapal selam OceanGate Expedition ditemukan.

Sejauh ini hanya segelintir puing yang ditemukan oleh ROV Angkatan Laut Kanada di dekat bangkai kapal Titanic. Tetapi pertanyaan tetap ada saat pihak berwenang meningkatkan proses pencarian seluruh puing kapal selam OceaGate.

Sebagai informasi, ROV (Remotely Operated Vehicle) adalah salah satu jenis robot bawah air yang dikendalikan menggunakan remote control. Komunikasi antara remote control dengan robot dapat melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) dan kerap digunakan dalam pencarian benda penting di dasar laut dan misi penyelamatan lainnya.

Seorang pakar FBI mengatakan kepada CNN bahwa misteri bencana ledakan hanya akan terungkap jika pihak berwenang berhasil memulihkan sebagian besar puing-puing kapal Titan.

“Semakin cepat mereka melakukan itu, semakin baik karena lautan mengubah banyak hal sepanjang waktu. Pasang surut dan arus serta tekanan laut mengubah banyak hal,” kata Bobby Chacon, pensiunan agen khusus FBI kepada CNN.

Penjaga pantai Angkatan Laut AS mengatakan bahwa pencarian kapal selam Titan yang hilang telah menjadi misi penyelamatan yang akan memakan waktu yang tidak terbatas. Misi selanjutnya adalah mencari kemungkinan masih adanya mayat korban yang bisa ditemukan.

Menyebut ledakan Titan sebagai kasus kompleks, dia berkata, “Saya tahu ada banyak pertanyaan tentang bagaimana, mengapa, dan kapan ini terjadi. Itu adalah pertanyaan yang akan kami kumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang sekarang. Itu terjadi di bagian laut yang terpencil dan melibatkan orang-orang dari beberapa negara berbeda,” kata salah satu tim tersebut.

Reruntuhan kapal selam OceanGate Expedition berjarak 1.600 kaki atau berkisar hampir 500 meter dari bangkai kapal Titanic. Kelima penumpang telah dinyatakan meninggal yang merupakan bagian dari ekspedisi.

Para ahli menyarankan bahwa jenazah yang meninggal mungkin tidak akan ditemukan tetapi tim dari US Coast Guard telah melanjutkan operasi pencarian mereka, para korban yang bernama Hamish Harding, Paul-Henri Nargeolet, Shahzada Dawood dan putranya Suleman Dawood, dan Stockton Rush, CEO OceanGate turun ke Newfoundland untuk ikut menjelajahi reruntuhan kapal Titanic. (jpc/ram)