31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14052

Rahasia Sukses Wanita Israel untuk Kecerdasan Anak

MUNGKIN anda sudah pernah membaca berbagai artikel dan tulisan mengenai penelitian Dr Stephen Carr Leon yang meneliti mengapa anak-anak di Israel tumbuh menjadi manusia cerdas dan pintar diantara manusia lainnya di dunia ini. Ternyata kunci suksesnya terdapat pada cara para ibu merawat anaknya selama masih dalam kandungan.

Mari kita lihat kembali, bagaimana kebiasaan yang mungkin dianggap aneh oleh orang dibelahan dunia lainnya itu, menjadi kunci utama lahirnya kecerdasan anak dan maha brilliannya perkembangan negara akibat cara yang tidak pernah terpikirkan tersebut.

  1. Selama mengandung, para ibu sering menyanyi, bermain piano serta membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suaminya. Hal ini dilakukan karena mereka percaya anak mereka akan tumbuh menjadi seorang jenius.
  2. Para ibu memakan menu utama harian roti dan ikan tanpa kepala bersama salad kacang badam dan korma susu. Bahkan beberapa mengkonsumsi pil minyak ikan. Mereka percaya daging ikan sumber perkembangan otak (tanpa kepala yang dianggap tidak baik karena mengandung kimia) 3. Berbeda dengan kebiasaan cara makan di negara lain, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
  3. Mereka mengutuk keras siapapun yang menghisap rokok. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh).

Hasilnya sungguh menakjubkan, dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas.

Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Setelah beberapa rahasia sukses ketika masa mengandung, Dr Stephen Carr Leon memperlihatkan bahwa pada masa sekolah, anak-anak ini akan diarahkan ke berbagai pelajaran mendasar yang penting untuk pertumbuhan kecerdasan mereka.

1. Di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan.

Pelajaran IPA sangat diutamakan.

“Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” ungkap Stephen.

2. Pelajaran olahraga menjadi hal yang begitu penting, terutama memanah, menembak dan berlari. Hal itu dipercaya karena dapat melatih otak fokus.

Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

3. Di sekolah tinggi (menengah) murid- murid ditempa dengan pelajaran sains dan didorong untuk menciptakan produk. Hebatnya, meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.

Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

4. Fakultas ekonomi menjadi keutamaan. Para mahasiswa mendominasi ilmu mereka dengan konsentrasi yang penuh terhadap bidang ekonomi.

Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek dan harus mempraktekkannya.

Hingga saat ini belum ada perbandingan cara mengasuh anak untuk kecerdasan manapun yang dapat dijadikan referensi lain sekompeten yang wanita Israel miliki, melalui penelitian Dr Stephen Carr Leon. Cara mereka dapat menjadi acuan, atau setidaknya salah satu referensi yang diutamakan jika Anda menginginkan anak anda tumbuh menjadi cerdas dan kuat. (bbs/jc)

Kemenpera Gaet DPD Garap Bedah Rumah

PROGRAM bedah rumah menjadi salah satu target Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun ini. Lantaran program ini sasarannya paling banyak di daerah, Kemenpera pun menggandeng Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Saya sangat berharap DPD mau terlibat dalam program bedah rumah. Dengan keterlibatan DPD diharapkan dapat membantu Kemenpera dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah,” kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz pada wartawan di Jakarta.

Saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ketidaklayakan itu bisa dilihat dari lantainya yang terbuat dari tanah, atap bocor, jendela yang tidak memiliki ventilasi, Serta dinding rumah yang rusak.

“Kalau DPD ikut berperan akan semakin membantu masyarakat serta Pemda untuk menyukseskan program tersebut,” ujar menteri yang pernah menjadi anggota DPR itu.

Dalam program bedah rumah, Kemenpera akan memberikan bantuan sekitar Rp 6 juta per unit. Jumlah bantuan tersebut, menurut Djan Faridz, dianggap bakal mencukupi mengingat rumah masyarakat di daerah rata-rata tidak terlalu besar. Selain itu, harga bahan bangunan masih terjangkau dan dapat melibatkan masyarakat saat perbaikan rumah.

“Sebenarnya program bedah rumah ini sudah lama dilaksanakan Kemenpera. Itu sebabnya, program ini terus kita genjot dalam upaya membantu masyarakat ekonomi lemah,” tandasnya.

(esy/jpnn)

Caroline Wozniacki Ramaikan Australia Open

SYDNEY – Petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki menyatakan siap untuk mengikuti turnamen Grand Slam, Australia Open 2012. Wozniacki merasa 100 persen siap karena tubuhnya telah terbebas dari lilitan cedera.

Wozniacki memang rentan mendapat cedera, namun cedera tersebut tidaklah parah. Walau tetap mengganggu, cedera tersebut tidak membuat petenis Denmark ini meraih peringkat satu dunia. Kini menatap Grand Slam pertama musim ini, dirinya menyatakan dalam kondisi fisik yang benar-benar siap.

“Tidak apa-apa, kondisi ini semakin baik. Saya akan siap bermain pada hari Senin. Saya menatap ke depan untuk itu (bertanding). Menarik bisa memulai Grand Slam pertama di tahun ini. Ini akan 100 persen,” ujar Wozniacki seperti dilansir dari Sportal, Sabtu, (14/1).

“Saya cukup beruntung dengan cedera. Maksud saya, memiliki cedera kecil juga dengan engkel dan yang lainnya. Jelas anda ingin 100 persen sehat. Saya merasa percaya diri pergelangan tangan saya akan siap untuk hari Senin,” tambahnya.

Wozniacki yang tengah mengincar gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne tidak menampik bahwa dirinya sempat risau karena cedera. Namun dirinya kembali menegaskan kondisi fisiknya yang benar-benar siap meladeni lawan-lawannya.

“Ketika cedera, saya benar-benar merasakan tajamnya rasa sakit, yang membuat saya sedikit risau. Tetapi kini (kondisi) terasa bagus, jadi saya baik-baik saja,” tandasnya.(net/jpnn)

Tersangka Bisa Jadi Calon Gubsu

MEDAN- Menjelang Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Utara (Pemilu Gubsu) 7 Maret 2013, sederet nama sudah mulai muncul. Selain nama-nama tersebut, kini santer diberitakan, beberapa tersangka bersiap maju menjadi calon gubernur.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut mengaku tetap menerima calon Gubsu sekalipun statusnya tersangka.

“Tersangka masih dibenarkan maju, tapi dengan catatan tidak ditahan. Calon yang dilarang mendaftaradalahorangyangtelahdihukumseminimalnya 5 tahun,” kata Ketua KPUD Sumut, Irham Buana Nasution, Sabtu (14/1).

Mantan Direktur Lembagan Bantuan Hukum (LBH) Medan itu menerangkan, secara aturan yang ada, apabila seorang calon berstatus tersangka masih dibenarkan mencalonkan diri sebagai Gubernur. Karena status tersangka itu hanya sebatas dugaan dan belum menjurus bersalah.

Dia menambahkan, bila benar ada seorang yang statusnya tersangka, KPUD Sumut tetap meloloskannya selagi syarat-syaratnya memenuhi sebagai calon Gubsu. Tapi, dari sisi kepatutan dan etika saja yang akhirnya menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

Terpisah, Pengamat Politik dan Pemerintahan, DR Warjio SSos MA memberikan analisisnya. Dia berpendapat, pada periode akan datang, kriteria yang dimiliki oleh calon Gubsu harus memiliki kemampuan manejerial, bersih dari dugaan korupsi, mampu berkomunikasi aktif dengan seluruh etnis suku di Sumut serta memiliki visi dan misi yang jelas untuk kemaslahatan masyarakat.

Dia memaparkan, khususnya manejerial sangat penting karena berkaitan kepada jumlah instansi dan rakyat yang diatur oleh Gubsu. Selanjutnya, bersih dari dugaan korupsi penting karena melihat status dari Gubsu yang lama ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk meminimalisirnya, supaya Sumut tak masuk dalam lingkaran penambah jumlah koruptor maka diperlukannya pemimpin bebas dari dugaan korupsi.
“Inilah tugas berat partai untuk memilihnya, bukan sebaliknya pengurus partai lebih memikirkan segepok uang untuk kepentingan pribadi sesaat saja,” sebutnya.

Kemudian, penyusunan visi dan misi calon harus disiapkan sejak awal, bukan ditetapkan dipenghujung waktu saat akan mendaftar sebagai calon Gubsu. Sehingga, visi dan misi itu bisa dijadikan sebagai program pemerintahan. Bukan sebaliknya, kini masalahnya sangat komplek visi dan misi kepala daerah sangat jarang berjalan dikarenakan adanya persoalan di sisi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Warjio mengusulkan, bila partai memiliki kader yang dianggap punya kemampuan, sebaiknya partai mengusulkannya sebagai calon dari pada mengambil dari luar karena kepentingan lainnya. Pada dasarnya, calon yang bukan kader partai justru bisa memberikan ruang yang bakal merusak struktur partai tersebut dan buruk di mata rakyat. (ril)

Marissa ‘Laporkan’ Addie MS dan Kevin ke Polisi

Twitter Berkicau

Artis sekaligus politisi, Marrisa kembali membuat heboh di Twitter. Perseteruannya dengan Kevin Aprilio dan Addie MS akan berbuntut panjang. Marrisa berkicau keduanya akan dilaporkan ke polisi.

“KEJAHATAN Pidana Cyber Kevin Aprilio Addie MS http://twitpic.com/86urw4 via @twitpic, dalam berkas untuk Polda Metro Jaya Januari 2012: Marissa Haque,” tulisnya di Twitter seraya menyertakan gambar potongan artikel yang dijadikan bukti.

Permasalahan tersebut muncul saat Marissa memprotes musisi Djoemadi Kartika yang meragukan gelar doktor Marissa.

Djoemadi adalah penyanyi yang memiliki album religi bersama Memes (istri Addie MS) dan Rida.

Masalah bertambah panjang ketika Marissa ‘perang kicauan’ di Twitter dengan Kevin Aprilio, anak Addie MS dan Memes. Sabtu, (14/1), Marissa kembali berkicau, “Biarkan Addie MS & Kevin Aprilio terus Menggonggiong semakin banyak mereka ngoceh, semakin tebal alat bukti untuk Polda Metrojaya: Marissa Haque.” Kicauan-kicauan Marissa pun ditanggapi oleh Kevin, “mba @HaqueMarissa emang siap kalo rumahnya dikepung vierrania? : ),” tulis @apriliokevin. Tak lama kemudian, Marrissa nge-tweet, “si Kevin sama gengnya mau ngepung Polda Metro Jaya? Marissa Haque Fawzi kompak dgn Dekan FEMA IPB & HMI Jkt (Mantan Ketua HMI Bogor),” tulisnya lagi.

Gara-gara hal tersebut, Addie MS angkat bicara tentang hubungannya dengan suami Marissa, Ikang Fawzi. Menurut Addie, sang sahabat kini banyak berubah.

Addie MS mengungkapkan dirinya, Ikang dan Marissa memang telah lama sahabatan.

Bahkan, mereka sering kumpul di rumah penyanyi Vina Panduwinata.

Namun, setelah Ikang dan Marissa menikah, semuanya berubah. Menurut Addie, Ikang tak bebas lagi. Begitu juga dengan Marissa yang tak sehangat dulu.

“Sebenarnya semua harmonis, cuma begitu menikah, Ikang nggak sebebas dulu becandaannya.

Kita maklum, tapi sampai ada peristiwa di rumah Vina, susah diceritainnya. Saya nggak berkenan dengan tindakan dia, daripada terjadi yang nggak enak mending menghindar,” ungkap Addie saat ditemui di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Saat itu pun mereka terlibat dalam perdebatan yang cukup sengit. Addie menilai sudah tak cocok berada di lingkungan mereka.

“Perdebatan nggak lama, tapi sudah nggak klik. Saya juga cari tahu ke lingkungannya, ternyata memang seperti itu. Silahkan bicara pada kerabat beliau, mereka lebih tahu daripada saya,” tuturnya. (net/jpnn)

Artika Sari Devi Didik Hipnotis Anak

DINIKAHI Baim “The Dance Company”, 23 Agustus 2008, Artika Sari Devi kini telah dikaruniai seorang putri bernama Sarah Ebelia Ibrahim (2). Artika rupanya punya target tambah momongan lagi, tapi tahun depan saat sang anak berusia tiga tahun.

“Saya pengennya tiga anak. Laki perempuan sama saja. Pengen sih, tapi pengen dikasih jarak. Tunggu usia anak tiga tahun dulu baru hamil. Tapi kalau dikasih anggaplah itu rezeki,”• katanya.

Puteri Indonesia 2004 ini merasa penting ada jarak di setiap kehadiran anak. Itu bisa membantunya memperkirakan masa perkembangan anak-anak.

“Saya semuanya terencana. Mulai kehamilan dan punya anak,” ucapnya.

Artika jelas sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu. Sejauh ini, ia sangat nyaman sekali berkomunikasi dengan Sarah Abiela. Dia terus berusaha memberikan sugesti atau pengaruh positif. Seperti halnya ‘menghipnotis’ dengan cara berkomunikasi.

“Bila anak protes atau menolak, aku ajak bicara, ngobrol dan ternyata lebih efektif ya, daripada menyudahi dengan, udahlah ngalah. Tapi ini biasakan menyelesaikan dengan bicara,” ucapnya.

Artika mencontohkan, ada yang diinginkan sang anak, tapi sebagai orangtua belum bisa memenuhinya. Dia menyarankan untuk memberikan pilihan.

Satu di antaranya, ketika anaknya memutuskan berhenti menyusui.

“Baru beberapa bulan lalu saya berhasil berhenti menyusuinya. Anak saya sendiri yang minta,” terangnya.

Disadarinya, jika ingin punya anak yang sehat cerdas, persiapan harus dilakukan dengan pendekatan yang kuat.

“Proses menyusui, proses transfer sugesti juga,” tandasnya. (ins/jpnn)

Jessica Tunggu Ditembak Olga

JAKARTA – Olga Syahputra terang-terangan menyatakan suka pada Jessica Iskandar. Namun, Olga belum mengutarakan perasaannya kepada teman sesama host Dahsyat itu.

Di tengah ungkapan suka itu, Jessica hanya menunggu Olga mengutarakan isi hatinya.

“Aku sudah bilang ke Jessica, kalau kamu mau mewujudkan apa yang kuinginkan, kita nikah,” kata Olga, beberapa waktu lalu. Lantas, bagaimana kalau Olga menyatakan cintanya? “Enggak tahu. Nembak aja dulu,” pintanya.

Dikabarkan akan menikah pada 12 Desember mendatang, Jessica hanya berharap Olga segera mengutarakan isi hatinya.

“Siap enggak ya. Ya nembak saja dulu, masak belum ditembak sudah jawab. Belum (nembak),” jelasnya.

“Enggak ada keraguan lagi. kalau nanti Jessica sama Olga, tunggu deh ada saatnya,” tutupnya.

Kini, Jessica mengibaratkan hubungannya dengan Olga seperti kembang yang menunggu sengatan lebah. Hingga kini Olga belum ‘menyengatnya’ alias menyatakan cinta keJessica. (net/jpnn)

Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

Bentrokan di Kebun Limau Mungkur

STM HILIR-Areal Perkebunan Sawit Limau Mungkur STM Hilir milik PTPN II kembali bergejolak. Jumat (13/1) sore jelang malam, dua kubu pemuda perang. Seorang yang diketahui sebagai tukang sayur tewas dikeroyok dan sedikitnya 18 orang lainnya luka-luka.

Pertempuran berdarah itu, dikabarkan terjadi antara kubu Pendi Kesi dan Lingga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokan tersebut. Informasi dari Kapolsek Talun Kenas AKP J Tarigan menyebutkan, pertikaian menyebabkan satu orang dari kubu Pendi Kesi yakni Helvan Fauzi Nasution (25) warga Dusun I, Desa Petangguhan Galang tewas terkena tusukan di perut dan dadanya.

Bahkan akibat dikeroyok, kedua kaki serta tangan pria itu saat ditemukan dalam kondisi nyaris putus. Helvan langsung dibawa ke instlansi kamar mayat RS dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi. Jasad tiba di RSU dr Pirngadi Medan sekitar Pukul 22.45 WIB didampingi keluarga korban dan petugas dari Mapolsek Telun Kenas.

Dari pantauan Sumut Pos di ruangan instlansi jenazah RSU dr Pirngadi Medan, korban mengalami luka di sekujur muka dan kepala, terlihat luka yang dialami bekas senjata tajam dan senjata tumpul. Bukan itu saja, luka yang dialami korban, terlihat tangan kanan korban nyaris putus. “Aku tak nyangka keponakkanku tewas dalam bentrokkan ini,” ucapnya paman korban, Chairun Nasution kepada Sumut Pos.

Setahu Chairun, ponakannya yang berkerja sebagai pedagang sayur keliling tewas usai salat Magrib. “Setelah itu aku langsung ke rumah sakit ini untuk melihat jasad sebenarnya,” sebut paman korban yang mengkenakan jaket hitam ini.
“Aku tidak sangka dia ikut dalam bentrokkan ini,” tambahnya.

Saat ditanyai jumlah korban luka dari  perisitiwa itu, Chairun mengaku tidak mengetahui. Di depan instlansi kamar mayat RS dr Pirngadi Medan terlihat sejumlah anggota keluarga korban menunggu kepastian untuk dilakukan otopsi. Namun, setelah ditunggu beberapa menit, seorang petugas rumah sakit mengatakan kalau otopsi dilakukan pagi hari. Setelah mendapat penjelasan dari petugas, pihak keluarga pun meninggalkan rumah sakit
Sementara itu petugas kepolisian yang membawa jasad korban tidak banyak berkomentar atas kejadian tersebut. “Saya tidak tahu, biar kami bekerja dulu,” ucap petugas tersebut.

Sebelumnya, dari kabar yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos) dari Kapolsek Talun Kenas AKP J Tarigan -mengaku masih berada di lokasi kejadian- menyebutkan kedua kubu yang bentrok sama-sama menyatakan diri sebagai petugas keamanan kebun itu.

asing-masing bersenjata tombak, kelewang hingga panah beracun. Sementara puluhan petugas polisi dari Tim Dalmas Polres Deliserdang bersama personel dari Polsek Talun Kenas dan Tanjung Morawa, terus berupaya menghalau kedua kubu. Jumbo (45) salah seorang warga sekitar menyebutkan, korban yang terluka telah diselamatkan oleh rekan-rekannya sendiri ke klinik perobatan terdekat dan sebagian dibawa ke RSU Nur Saadah, Tanjung Morawa.

Soal kronologis kejadian itu, Jumbo mengaku tak mengetahui pasti. Yang jelas, konflik maupun keberadaan kedua kubu pemuda bersenjata tajam itu ada di tengah – tengah areal perkebunan atas dasar kebijakan Manajer PTPN II Kebun Limau Mungkur yakni Tri.

Tri, menurut informasi berkembang, memberikan wewenang kepada kedua kubu jadi petugas keamanan kebun. Hanya saja, meski kedua kubu mengaku keberadaan mereka di areal perkebunan sawit milik PTPN II itu tengah bertugas sebagai petugas keamanan kebun, namun bentrokan selalu terjadi tiap kedua kubu bertemu.(pas/joe/smg)

Andai Aku Jadi Gubernur Sumut…

MEDAN-Andai aku jadi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), apa yang akan diperbuat?
Pertanyaan klise ini adalah pertanyaan untuk sejumlah nama yang mencuat dan diprediksi akan maju pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013.

Mendengar pertanyaan itu, Prof Darmayanti Lubis, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang digaungkan akan maju ke Pilgubsu 2013 kepada Sumut Pos, Jumat (13/1) menyatakan, bila menjadi Gubsu periode 2013-2018, dia akan memprioritaskan beberapa sisi. “Berbicara andai jadi gubernur, saya akan memperbaiki pendidikan terutama penganggaran untuk pendidikan. Saat ini, anggaran pendidikan Sumut hanya enam persen, dan itu menyalahi undang-undang yang ada yang mengamanatkan 20 persen dari APBN/APBD. Kemudian, perbaikan bidang kesehatan seperti Jamkesmas dan Jamkesda. Kuota yang ada di Jamkesmas, tidak cukup untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu Darmayanti juga akan fokus membenahi infrastruktur. “Jalan-jalan di daerah relatif buruk dan terkesan sengaja tidak dipantau. Mengenai pariwisata, kita punya Danau Toba dan beberapa objek lainnya. Khusus Danau Toba, hanya Pesta Danau Toba (PDT) saja yang menyemarakkan, dan itu juga cuma sekedar bersifat seremoni dan tidak ada sumbangsih berarti bagi pembangunan Danau Toba sendiri. Ini akan menjadi prioritas andai saya jadi gubernur,” terangnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI lainnya Rahmat Shah menyatakan, bila dirinya menjadi gubernur dan diamanatkan atau diminta oleh masyarakat Sumut, maka dirinya memprioritaskan masalah yang tidak terselesaikan. Misalnya, Bandara Kualanamu, pembangunan Jalan Medan-Binjai, penyelesaian pembangunan Islamic Center pengembangan dunia pendidikan. “Jika bisa dan bersedia, alangkah baiknya menyelesaikan hal-hal yang tersisa. Kalau siapa pun yang jadi Gubsu diharapkan juga mampu menyelesaikan hal-hal yang tersisa ini,” ulasnya.

Sementara itu, dari perbincangan Sumut Pos di salah satu kantor dinas di Medan dengan dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ditanya dari ke-17 Calon tersebut siapa yang mereka unggulkan?
Kedua PNS yang enggan disebutkan namanya tersebut sempat berdebat. PNS yang satu menyatakan, jagoannya Gatot Pujo Nugroho. “Kalau saya pilih Gatot,” katanya.

Sementara PNS satu lagi menyatakan, dirinya memfavoritkan Rahmat Shah. “Kalau saya Pak Rahmat Shah. Jaringannya luas, jadi peluang menangnya lebih besar. Lagian dia punya uang,” jawab PNS tersebut.
Bagaimana dengan peluang jagoan mereka? PNS yang menjagokan Gatot enggan memberi jawaban. Sedangkan yang menjagokan Rahmat Shah menyatakan, Gatot tidak akan mendapat peluang memenangkan Pilgubsu 2013 karena dinilai kurang merakyat dan tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan rakyat, anggota dewan dan sebagainya.
“Kalau Gatot out. Dia (Gatot, Red) nggak bisa menjalin komunikasi dengan baik,” ungkapnya.

Tukang Becak pun Bisa Jadi Kepala Daerah
Bagaimana penilaian pengamat? Rafdinal SSos, analis politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengemukakan, kepala daerah untuk Sumut dilihat dari sisi kebutuhan Sumut saat ini.
Kebutuhan Sumut saat ini adalah sosok gubernur yang punya mental kuat, untuk mengatasi semua persoalan yang ada seperti, persoalan tanah, perkebunan, ekonomi dan bidang-bidang lainnya.

“Dilihat dari kebutuhan Sumut, untuk melihat pemimpin yang cocok. Sumut adalah provinsi yang potensial bagi wilayah Sumatera yang majemuk juga memiliki potensi yang sangat besar untuk berbagai persoalan. Sosok yang dibutuhkan adalah sosok yang kuat. Sosok yang mampu mengatasi banyak persoalan yang terjadi. Karena persoalan yang terjadi adalah persoalan hajat hidup orang banyak. Sosok yang punya komitmen. Tidak masalah dari militer, polisi atau sipil. Rakyat saat ini rindu dengan pemimpin yang peduli, bukan pemimpin yang flamboyan namun tak menyelesaikan masalah. Pemimpin yang paham dengan hajat hidup orang banyak,” jelas Rafdinal.

Lalu, bagaimana dengan ke 17 sosok tersebut? “Kalau saya belum. Saya pikir masih dominan berifat dan bersikap elitisme dari sosok-sosok yang ada,” akunya.

Menarik mencermati pernyataan anggota DPRD Sumut Brillian Moktar. Secara gamblang dirinya mengutarakan, Sumut saat ini masih ada di persimpangan yang tidak tahu akan di bawa ke mana arahnya.”Kenapa? Setiap visi misi gubernur, semuanya hanya wacana dan tidak ada realisasinya. Saat penyampaian visi dan misi, para calon siap mengundurkan diri, yang ada mengundurkan diri dari partai yang satu ke partai lainnya,” ungkapnya.

Karena itu itu dibutuhkan kriteria yang jelas untuk menjadi kepala daerah. Lanjutnya, untuk merekrut seorang tamtama, bintara atau pun perwira di kepolisian atau pun TNI, saja memiliki kriteria sendiri. “Kalau dibiarkan terus begitu, tukang becak pun bisa jadi kepala daerah bahkan kepala negara. Itu sesuai amanat UU 1945 yang menyatakan, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki hak untuk memilih dan dipilih,” tegas pria yang juga menjabat Bendahara Fraksi PDI P DPRD Sumut.

Maka dari itu, sambung Brillian, kepada penyelenggara pemilu, khususnya panitia seleksi, anggota DPR RI hendaknya menentukan kriteria bagi calon kepala daerah. Antara lain, harus seorang yang berjiwa pancasilais. Selain itu, calon Gubsu atau kepala daerah itu juga semestinya dicek kesehatannya, dihadapkan pada proses fit and profer test tentang jabatan yang akan diduduki, latar belakang dan moral.

Selanjutnya, tambahnya, calon gubernur harus punya duit. Karena kalau tidak punya uang, bukan tidak mungkin nantinya bakal ada prilaku-prilaku yang negatif akan dilakukan. “Nanti bisa utang sana-uutang sini, palak sana-palak sini. Calon gubernur itu juga harus paham kondisi di Sumut, jangan orang yang tidak paham situasi dan kondisi di Sumut mau maju mencalonkan diri. Agar terpilih orang yang the right man on the right place,” pungkasnya. (ari)

John Cusack pun tak Terlelap

Oleh : Iwan Junaidi, redaktur pelaksana Sumutpos

Dalam dua pekan terakhir kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Pagi panas, malam pun hujan. Bahkan, tak jarang dari mulai pagi sampai malam hujan terus mengguyur, seakan terlalu banyak debu yang harus disingkirkan dari bumi.

Butuh kesabaran untuk menyikapi cuaca ekstrim yang sering mengganggu aktivitas tersebut. Namun, belum lagi kesabaran kita benar-benar teruji, sebuah kabar tak sedap kembali singgah ke telinga. Itu saat tiga hari lalu Simeulue diguncang gempa hebat berkekuatan 7,1 skala richter.

Semuanya panik. Masyarakat berlarian guna menghindar dari bencana tsunami yang siap mengancam. Sementara warga Aceh yang ada di perantauan pun dibuat kalang kabut untuk mendapatkan informasi tentang anak, saudara ataupun teman yang berada di daerah bencana.

Tak kalah repotnya adalah para awak media yang berlomba-lomba menyajikan berita ekslusif dan lengkap. Ini semua tak terlepas dari pengalaman pahit pada 26 Desember 2004, ketika wilayah Aceh dilanda gempa hebat berkekuatan 9,2 skala richter disusul tsunami yang menyebabkan puluhan ribu warga Serambi Mekah meregang nyawa.

Kesimpulan dari peristiwa di atas adalah Indonesia merupakan salah satu daerah rawan tsunami. Artinya, perlu penanganan khusus untuk menyikapi masalah tsunami, atau setidaknya membuat masyarakat tak langsung kalap dan mengalami trauma jika mendengar kata tsunami. Bukannya ada pribahasa yang berbunyi jika pengalaman adalah guru yang terbaik.

Sampai di sini belum didapat makna dari tulisan di atas. Tapi jika melihat apa yang dialami Jepang pada 11 Maret 2011 lalu, betapa kita menyadari jika kita belum mampu berbuat maksimal untuk menangani masalah tsunami.

Bayangkan gempa berkekuatan 8,9 skala richter yang mengakibatkan tsunami setinggi sepuluh meter di beberapa kota besar yang ada di Jepang, ternyata tak membuat masyarakatnya kalap. Terlihat secara nyata jika mereka telah siap dengan segala kemungkinan terburuk, termasuk tsunami.

Oke lah jika ada yang menyimpulkan bahwa teknologi yang dimiliki Negeri Matahari Terbit itu jauh lebih hebat dari yang kita miliki. Namun perlu juga sadari bahwa rentang waktu tujuh tahun, terhitung sejak bencana tsunami di Aceh, bukanlah waktu yang singkat untuk melakukan sebuah upaya penanggulangan bencana tsunami.

Apakah ini sebuah pertanda jika pemerintah tak mampu mencetak ilmuwan yang mampu mendeteksi kapan terjadinya gempa berpotensi tsunami? Jika benar, setidaknya pemerintah masih bisa mengantisipasinya dengan menyisihkan sedikit anggaran untuk membeli alat pendeteksi gempa seperti yang dimiliki Jepang. Cara ini jauh lebih efisien ketimbang negeri ini harus mengalami kerugian puluhan, atau bahkan ratusan triliun akibat tsunami, seperti yang pernah terjadi di Aceh. Setidaknya, ini hanya masalah niat semata.

Cerita masalah niat, jadi teringat film 2012 yang mampu menghipnotis dunia. Betapa tidak, terlepas dari benar atau tidaknya ramalan Suku Maya terkait bencana besar yang diduga bakal menewaskan hampir seluruh penduduk bumi pada 12 Desember 2012 nanti, toh seorang aktor besar bernama John Cusack telah rela bermandi peluh untuk mendapatkan hasil maksimal atas peran yang didapatnya pada film itu.

Sekali lagi, ini masalah niat. Atas dasar profesionalisme, Cusack rela melakukan melakukan beragam adegan, yang sesungguhnya akan membuat dirinya tak bisa terlelap, jika membayangkan apa yang dilakukannya pada  film 2012 itu benar-benar terjadi.
Sungguh hebat Suku Maya itu. Ups… padahal jika mau, sesunguhnya bukan hanya Suku Maya saja yang bisa menerawang apa yang bakal terjadi di kemudian hari.

Masih ada di antara masyarakat kita yang piawai melakukan penerawangan seperti Suku Maya tadi, utamanya di hari-hari tertentu. Dari hasil penerawangan yang kerap mereka lakukan, sering seorang berubah nasib dalam hitungan jam.
Dari hanya memiliki uang Rp10 ribu menjadi seorang jutawan yang memiliki uang ratusan juta hingga mobil mewah. Sayangnya, kepiawaian mereka tadi hanya terfokus pada hitungan angka-angka dari mulai 0 sampai 9.

Untungnya ini bukan gambaran masyarakat kita secara umum, masih ada puluhan bahkan ratusan kaum bijak di negeri ini, yang diharapkan mampu melihat realita, sehingga segala tindakan yang menyangkut nasib jutaan masyarakat kita tidak disikapi dengan omong-omong doang.

Atau semoga masih ada di antaranya yang tak terlelap karena memikirkan nasib jutaan masyarakat kita yang jantungnya sontak berdegup kencang saat mendengar kata tsunami. Semoga. (*)