29 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 14069

Dituduh Mencuri Uang Istri

Sejak kemarin Andi alias Aseng (39) tak berani pulang ke rumahnya di Jalan Pantai, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin. Bapak dua anak itu pun kini jadi buronan pihak Kepolisian Resort Deliserdang. Apa sebab?
Ternyata, hal itu disebablan kegemaran Aseng ringan tangan terhadap istrinya Itik (35). Sang istri dipukulinya hingga babak belur. Bahkan akibat tendangan kaki kanannya, Itik kini harus berjalan terpincang-pincang lantaran bagian paha kirinya memar.

Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi Senin (26/12) dini hari, pukul 01.00 WIB. Penyebabnya, Aseng tak terima dituduh Itik mencuri uang ratusan ribu rupiah yang disimpannya di lemari pakaian. Itik yang kehilangan uang dari hasil berjualan itupun berang, hingga membangunkan sang suami yang tengah tertidur di ruang tamu. “Kau mencuri uangku ya, tak ada otak kau, menghabiskan uang saja tahu kau,” bentak Itik kala itu.

Merasa tak mencuri uang istrinya, Aseng pun marah. Sialnya, kemarahan Aseng terlalu berlebihan, hingga pria itupun menggebukin sang istri hingga babak belur. Usai memukuli istrinya, Aseng lantas kabur dari rumah.
Menanggapi pengaduan Itik itu, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SH SiK menyatakan, pihaknya kini tengah mencari Aseng.(pas/smg)

Gus Irawan Naik Odong-odong

Bertemu Ratusan Ibu Pelaku Usaha Mikro

Ingin membuat kejutan, ratusan kaum ibu pelaku usaha mikro di Desa Gunung Selamat  Kecamatan Parsiluangan I Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kamis (15/12) siang, menyetop mobil Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan dan memintanya untuk naik ke atas Odong-odong.

Dengan kendaraan merakyat itu, Gus Irawan dibawa memasuki perkampungan sampai ke Balai Desa tempat dilaksanakannya dialog interaktif Kredit Sumut Sejahtera (KSS) Bank Sumut. Sejumlah pejabat eksekutif dan staf Bank Sumut juga secara spontan ikut mendampingi sang pimpinan yang membaur bersama puluhan kaum ibu.

Tiba di lokasi tujuan, Gus Irawan yang turun dari odong-odong disambut dengan pengalungan bunga oleh perwakilan kelompok kaum ibu pelaku usaha mikro beserta aparat desa setempat.

Sambutan istimewa ini dilakukan para perempuan marginal penerima program kredit pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro itu sebagai rasa hormat dan apresiasi mereka atas sosok Gus Irawan yang dinilai sebagai ekskutif perbankan yang sangat merakyat.

“Saya ingin, jika satu saat kita berjumpa lagi, usaha yang ibu-ibu jalankan sudah jauh berkembang. Bila kemudian ibu membutuhkan pinjaman modal usaha yang lebih besar, kami telah menyiapkan skim pembiayaan berikutnya dengan plafon Rp5 juta sampai Rp50 juta. Dan itu kami sebut dengan Kredit Mikro Sumut Sejahtera (KMSS) atau Sumut Sejahtera 2 (S-2),” ujar Gus Irawan di hadapan ratusan peserta dialog.

Berbeda dengan produk S-1 yang merupakan kredit tanpa agunan, jelas Gus Irawan, pada produk S-2 calon debitur dikenakan persayaratan adanya agunan. Namun tidak seperti produk kredit umumnya, agunan pada produk S-2 tidak harus sertifikat tanah. “Produk S-2 memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro yang tidak memiliki sertifikat tanah untuk mendapatkan pinjaman. Kita menyadari umumnya pelaku usaha mikro tidak memiliki aset tanah dan rumah, karena itu Bank Sumut memberikan kemudahan, yakni calon debitur dapat menjadikan barang dagangannya sebagai agunan,” terangnya.

Memang tak kenal letih, Gus Irawan keesokan harinya memenuhi harapan ratusan kaum ibu peserta program S-1 di Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Bertempat di pelataran Kantor Kepala Desa Asam Jawa, Gus Irawan memberikan motivasi kepada kaum ibu untuk lebih giat berusaha sehingga kelak usahanya bisa berkembang lebih besar dan akhirnya juga bisa mendapat pinjaman lebih besar pula dari Bank Sumut.
Sebagaimana diketahui, Kredit Sumit Sejahtera (KSS) yang juga disebut produk Sumut Sejahtera (S-1) I merupakan kredit mikro tanpa agunan khusus untuk kaum perempuan marginal dengan plafon mulai dari Rp500 ribu-Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Produk kredit yang juga difasilitasi dengan asuransi jiwa itu mengenakan bunga relatif ringan, yakni 1,3 persen per bulan dengan masa pengembalian selama 24 minggu. Produk kredit ini juga didukung  dengan asuransi jiwa, di mana preminya menjadi tanggungan Bank Sumut. Dengan adanya asuransi jiwa itu, bila debitur meninggal dunia secara otomatis pinjamannya diputihkan alias dibebaskan dari kewajiban pengembalian sisa pinjaman. (saz)

Pembuatan SIM C Rp400 Ribu

081265078xxx

Kepada Yth Bapak Kapolda Sumatra Utara di Medan. Saya masyarakat biasa dan bertempat tinggal di Kota Medan ingin bertanya kepada Bapak, berapa yang sebenarnya pembuatan SIM “C” harganya Pak? Karena saya membuat SIM C harga pembuatannya sampai Rp400 ribu. Kenapa sampai begitu mahal dan sepertinya ini sudah sangat lama dan begitu memberatkan masyarakat. Kami memohon kepada Bapak untuk memberikan harga yang resmi dan diumumkan di media seperti Koran. Tolong ya Pak Kapolda.

Laporkan Bila Ada Biaya Lebih

Terimakasih untuk informasinya. Kami sampaikan, biaya yang dikenakan pada pemohon SIM sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pembuatan SIM C dibebankan biaya Rp100 ribu dan melengkapi syarat lainnya. Tidak ada kewajiban menyertaan formulir kelulusan mengemudi. Sertifikasi hanya dibutuhkan untuk memperoleh atau naik tingkat SIM A ke SIM A Umum, atau B1 ke B2 Umum. Kepada masyarakat kami harapkan segera melaporkan bila ada biaya lebih dari yang sudah ditentukan di atas. Hal ini akan sangat kami butuhkan untuk pembenahan pelayanan kami.

Kompol I Made Ary Pradana
Kasatlantas Polresta Medan

Urus Langsung
Sudah menjadi rahasia umum yah, kalau pengurusan surat-surat kendaraan ini paling banyak pungutan liarnya. Padahal seperti yang ditentukan PP No 50 Tahun 2010 biaya pembuatan SIM C hanya Rp100 ribu. Ok lah pemeriksaan kesehatan berhubungan dengan keselamatan pemohon dalam berkendara, tapi perlu dilihat juga apa ada disebut dalam peraturan tadi wajib membayar surat dokter sebagai persyaratan pembuatan SIM? Untuk itu, kepada masyarakat kita himbau agar melakukan urusan langsung, jangan melalui atau menggunakan jasa calo. Begitu juga pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Kota Medan harus berbenah sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Hal itu juga dibutuhkan untuk memperbaiki citra tidak baik yang ada di tengah-tengah masyarakat. Terimakasih.

Aripay Tambunan
Anggota Komisi A DPRD Medan

Satlantas Terapkan Sistem Buka Tutup

Antisipasi Macet pada Malam Tahun Baru 2012

MEDAN- Untuk mengantisipasi kemacetan pada perayaan malam Tahun Baru 2012, Sat Lantas Polresta Medan akan memberlakukan sistem buka tutup di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan. Kendati demikian, Sat Lantas Polresta Medan tetap akan melakukan koorinasi dengan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), khususnya dalam mengusun konsep perubahan arus sementara.

“Pengaturan arus lalulintas pada malam tahun baru nanti dilihat situasi di lapangan. Jika arus padat, sistem buka tutup jalan akan diberlakukan,” kata Kasat Lantas Polresta Medan Kompol I Made Ary Pradana, Rabu (28/12) siang.
Menurutnya, dengan dipusatkannya perayaan malam Tahun Baru 2012 di Taman Sri Deli, paling tidak akan mengurangi kemacetan di seputaran Lapangan Merdeka Medan. Namun, I Made mengungkapkan, pihaknya belum memiliki pengalaman mengatur arus lalulintas di kawasan Taman Sri Deli pada malam tahun baru.

“Adanya pergeseran lokasi perayaan malam pergantian tahun dari Lapangan Merdeka ke Taman Sri Deli, paling tidak akan memecah konsentrasi kerumunan masyarakat. Kita juga belum punya pengalaman bagaimana arus lalulintas pada malam tahun baru di Taman Sri Deli pada malam tahun baru nanti,” jelasnya.

Sementara itu Kabag Ops Kompol Yushfi M Nasution menjelaskan, untuk pengamanan malam tahun baru, Polresta Medan akan mengerahkan 928 personel. Seluruh personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik konsentrasi masa malam pergantian tahun.

Menurut Yushfi, potensi timbulnya gangguan lalulintas pada malam tahun baru sangat besar. Pasalnya, pengendara bakal banyak yang tidak tertib dalam berkendera untuk merayakannya malam tahun baru dengan berkeliling kota sambil melihat kembang api. “Karenanya, masyarakat diminta santun dalam melakukan konvoi, dan lebih penting memperhatikan keselamatannya,” terang mantan Kapolsek Medan Baru ini.(gus)

Hasil Audit Medis Janggal, Identitas Dokter Dirahasiakan

Pasien Salah Diagnosa

MEDAN- Hasil audit medis yang dilakukan Komite Medis RSUD dr Pirngadi Medan terhadap kasus dugaan salah diagnosa terhadap pasien Suryawati (38), warga Amaliun, Gang Arjuna, Medan Area, terlihat masih ada kejanggalan. Berdasarkan hasil audit medis tersebut, identitas dokter yang menangani pasien terkesan ditutup-tutupi.

Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin yang dikonfirmasi mengatakan, penegakan diagnosa dan terapi yang telah dilakukan tenaga medis RSUD dr Pirngadi Medan terhadap pasien sudah sesuai prosedur dan tidak ada unsur yang salah dalam penegakan diagnosanya.

“Berdasarkan hasil audit medis tertanggal 27 Desember 2011 yang ditandatangani Ketua Sub Komite Audit Medis dr Jenny Bijantoro SpBA, tidak ada yang salah mengenai penegakan diagnosanya. Jadi, semuanya sudah sesuai prosedur,” ucap Edison di ruang kerjanya, Rabu (28/12).

Namun, seperti apa audit medis tersebut dilakukan, Edison mengaku tidak mengetahuinya. Begitu juga saat disinggung mengenai kewajiban dokter terhadap pasien, Edison juga mengatakan, tidak mengetahui seperti apa kewajiban dokter terhadap pasien.

Bahkan, Edison beralasan, dalam UU Rumah Sakit No 44 Tahun 2009 Pasal 29 tentang Hak dan Kewajiban Rumah Sakit, tidak ada tercantum bahwasannya rumah sakit wajib memberikan informasi identitas dokter.
Sementara itu Ahmad Yani, suami Suryawati, mengaku sudah bertemu dengan Dirut RSUD dr Pirngadi Medan. “ Tidak ada penyelesaian dan itikad baik. Malah dirutnya marah-marah, karena saya beberkan kasus ini sama wartawan,” jelasnya.

Sambung Ahmad Yani, dia juga mengadu ke IDI Kota Medan dan DPRD Kota Medan.(mag-11)

Parit di Jalan Rakyat Rusak

081361739xxx

Kepada yang terhormat Bapak Wali Kota Medan dan Muspida Kota Medan, kenapa wilayah Medan Perjuangan yaitu Jalan Rakyat lorong Karto, parit, lampu, jalan tidak diaspal? Terlebih parit/saluran air, soalnya kalau datang hujan jadi banjir. Kepling dan Lurah Sidorame Timur sepertinya tutup mata. Jadi tolong dulu, jangan wilayah lain dijamah tapi wilayah tidak dijamah karna sudah musim hujan. Mana tanggungjawab bapak selaku Muspida/Wali Kota Medan Kecamatan Medan Perjuangan Kelurahan Sidorame Timur. Tolong diperhatikan. Wasalam, terimakasih Sumut Pos.

Sudah Dianggarkan

Terimakasih untuk informasinya dan perlu kami sampaikan untuk Jalan Rakyat Lorong Karto Kelurhan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan ini sudah kita anggarkan. Dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga Kota Medan juga sudah melakukan pengukuran dan pendataan untuk pengerjaan nantinya. Kita harapkan 2012 masalah jalan, lampu jalan, dan parit sudah diatasi. Hal ini sesuai dengan komitmen Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM mewujudkan pembangunan di Kota Medan.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Akademisi Diharapkan Duduk di KPID Sumut

MEDAN– Ketua Komisi A DPRD Sumut Isma Fadly Ardya Pulungan mengharapkan, komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut juga berasal dari kalangan akademisi. Hal itu dimaksudkan agar KPID Sumut punya kualitas kerja yang lebih baik di periode mendatang. Karena selain mengawasi penggunaan frekuensi, KPID juga harus mampu mengawasi konten siaran lokal yang dikeluhkan masyarakat.

“Kami menginginkan KPID Sumut menerapkan hal yang sama layaknya KPI Pusat. Siaran-siaran yang tidak baik, bahasa yang merusak hingga perilaku-perilaku yang bisa merusak moral masyarakat bisa diredam. Jadi siaran tak baik bisa disaring,” kata Isma Fadly Ardhya Pulungan kepada wartawan, Rabu (28/12).

Apalagi, dalam hal ini Komisi A DPRD Sumatera Utara merupakan pihak yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), terhadap calon-calon komisioner KPID Sumut.

Ditegaskannya, atas dasar itulah pihaknya berharap KPID Sumut 2012-2015 ke depan, bisa diisi oleh unsur praktisi dan akademisi. Jangan terkesan KPID cuma diduduki unsur dari wartawan saja. “Karena di KPID perlu pekerjaan yang sifatnya survei dan penelitian dan akademisi yang bisa melakukan itu,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Tim Seleksi Jaramen Purba mengatakan, hingga penutupan pendaftaran 20 Desember 2011, ada 70 orang yang mengambil formulir. Namun hingga batas pendaftaran, hanya 41 orang yang mengembalikan berkas formulir yang selanjutnya sudah dilakukan seleksi administrasi. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan Jumat (30/12). Selanjutnya pada 11 Januari dan 12 Januari 2012 akan dilakukan tes tertulis dan tes psikologi. Kemudian pada 16 Januari dan 17 Januari 2012 akan digelar  tes wawancara.

“Setelah itu akan kami sampaikan ke Komisi A DPRD Sumut untuk di uji kepatutan dan kelayakan. Sesuai Peraturan KPI No 2/2011 tentang rekrutmen KPI dan KPID boleh diajukan 21 atau 14 nama,” bebernya.(ari)

Toilet RSU Pirngadi Bayar Rp1000

087868510xxx

Kepada Bapak Wali Kota Medan tolong diperiksa pejabat rumah sakit umum Pirngadi Medan yang terlibat dalam pengutipan liar toilet umum yang ada di RSU Pirngadi. Ditindaklanjuti demi pemberantasan korupsi di Medan. Apa memang pengutipan liar itu ada izin dari Pemko bayar Rp1.000 per orang kalau ke toilet? Tolong kepada surat kabar Sumut Pos agar membuat berita ini.

Dikonfirmasi
Terimakasih atas informasinya, laporan ini akan kami komfirmasikan ke pihak RSU Pirngadi Medan perihal tarif masuk ke toilet sebesar Rp1000 per orang. Tentunya hal ini untuk kebersihan lingkungan rumah sakit.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Belum Sebulan, Aspal Terkelupas

MEDAN- Persoalan jalan rusak dan buruknya kondisi drainase di sejumlah kecamatan terungkap dalam reses anggota DPRD Kota Medan dari daerah pemilihan (Dapil) II yang digelar di Aula Kantor Camat Medan Tuntungan, Rabu (28/12). Reses ini dihadiri anggota DPRD Medan di antaranya Ir Faisal, Zul Murado Shalawat.

Hadir juga Paulus Sinulingga, Denni Ilham Panggabean, Burhanuddin Sitepu, Ilhamsyah, Bangkit Sitepu, Daniel Pinem, Kuat Surbakti, Damayona Nainggolan, Abdul Rani dan Salman Alfarisi. Sedangkan dari SKPD hadir, Dinas bina Marga dan Perkim serta kepala lingkungan, lurah dan camat.

Masyarakat di Dapil II mengeluhkan kondisi infrastruktur di daerah mereka. Hampir di setiap kecamatan mengalami kerusakan jalan dan banyak jalan yang belum di aspal. “Jalan Sembada I, belum sebulan diaspal sudah terkupas lagi. Di depan Kantor Camat Medan Selayang lebih tragis, pengaspalan dikerjakan diam-diam jam dua dini hari. Ketebalan aspal paling Cuma 3 cm. Dikerjakan dengan alat seadanya. Ada pula jalan yang sudah digreder tapi tak dikerjakan sehingga abu sangat mengganggu,” ujar MP Ginting warga Medan Selayang.

Menyikapi hal itu Burhanuddin mengatakan, pengerjaan yang dikerjakan malam-malam menyalahi aturan. “Apalagi jika pengerjaannya jauh di bawah standar. Namun seharusnya warga proaktif. Jika menemukan penyimpangan segera laporkan,” ujar Burhan.

Selain masalah infrastruktur, masyarakat juga mengemukakan masalah adat istiadat masyarakat Karo. Menurut seorang tokoh adat di sana, terkait adat istiadat jika terjadi kemalangan meninggal dunia, sangat terkait dengan balai desa. Kekhawatiran masyarakat Karo di sana, setelah adanya perbaikan balai desa seperti di kantor Lurah Kemenangan, Medan Tuntungan, balai desa tersebut tidak dapat digunakan untuk kepentingan adat tersebut. Sebab, selama ini seperti dikatakannya, masyarakat sangat tergantung dengan balai desa tersebut.

Bangkit sitepu mengharapkan, keresahan masyarakat tersebut harus segera disikapi jangan sampai keresahan masyarakat Karo di sana tidak mendapat fasilitas tersebut. “Saya menyampaikan ini karena mendengar keluhan masyarakat yang khawatir tidak lagi dibenarkan menggunakan balai desa untuk kepentingan masyarakat seperti jika ada warga yang meninggal dan pesta seperti sewaktu belum adanya jambor,” kata Bangkit.(adl)

Tindak Judi di Medan Marelan

085275958xxx
Kepada Bapak Kapoltabes Medan agar menindak judi di kawasan Medan Marelan Pasar 1 Terjun Gang Sukarela depan SMP Negeri 38. Omsetnya puluhan juta. Yang sangat meresahkan masyarakat, judi dadu ini dilindungi aparat Bapak. Mohon Pak ditindak cepat!

Lampirkan Data Terpercaya

Sesuai Instruksi Kapolda Sumut, Bapak Irjen Pol Wisjnuh Amat Sastro, Kapolresta Medan konsen dalam pemberatasan judi. Perjudian yang kita tanggani saat ini, perjudian game online, togel, tomed serta Sam Kwan, dan judi dadu. Untuk itu laporan ini akan kami tindaklanjuti dan kami sangat mengharapkan lebih banyak informasi disertai data terpercaya dari masyarakat demi terungkapnya kasus ini sebagaimana yang diharapkan.

Kami minta masyarakat melaporkan data dari aparat kepolisian yang terlibat sehingga dapat diproses sesuai peraturan yang ada.

Kombes Pol Tagam Sinaga
Kapolresta Medan